Tag: denny setiawan

  • 7 Jenis Kayu buat Pintu Rumah, Mana yang Paling Kuat?


    Jakarta

    Kayu menjadi bahan andalan masyarakat Indonesia untuk pintu rumah. Tampilan kayu yang alami menjadikannya masih sering digunakan di Indonesia.

    “Kayu sebenarnya sudah merupakan pintu yang ideal karena nggak semudah itu jebol pintu kayu,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikProperti, Selasa (1/7/2025).

    Denny mengatakan kayu mudah untuk dibentuk dan diukir sesuai dengan keinginan si pemilik rumah. Namun, kayu cenderung rentan terhadap cuaca ekstrem, sehingga bisa mengalami proses muai-susut dan pelapukan. Belum lagi, kayu punya rayap, sehingga penting melakukan proses pengolesan anti rayap buat pintu.


    Ia pun mengingatkan kalau pemilik rumah perlu memperhatikan jenis kayu yang digunakan. Sebab, beberapa pintu kayu lebih cocok dipasang indoor atau outdoor.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” katanya.

    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis kayu yang cocok menjadi pintu rumah? Berikut ini ulasannya.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah deretan kayu yang cocok dibikin pintu menurut Kontraktor Wildan.

    1. Kayu Mahoni

    Wildan mengatakan pintu rumah bisa terbuat dari mahoni. Bahan ini tahan terhadap pelapukan serta cukup stabil menahan kelembapan.

    2. Kayu Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat, sehingga bisa jadi pilihan yang bagus untuk pintu. Tak hanya itu, kayu ini bersifat kedap air.

    3. Jati

    Wildan menyebut jati memiliki warna coklat keemasan yang kaya, anggun, dan memberi kesan hangat untuk ruangan. Jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding pohon lainnya.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucap Wildan.

    4. Kayu Kenari

    Selanjutnya, pemilik juga bisa mempertimbangkan kayu kenari sebagai pintu. Kayu tersebut tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    5. Kayu Kamper

    Lalu, ada kayu kamper yang aromanya seperti kapur barus. Kayu ini dikenal memiliki daya tahan yang kuat.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus dan dikenal dengan daya tahannya dari serangan rayap alias anti rayap,” tuturnya.

    6. Kayu Merbau

    Kayu merbau juga dikenal sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Bahan ini bisa menjadi pilihan buat pintu rumah.

    7. Kayu Pinus

    Terakhir, ada kayu pinus sebagai pintu. Bahan ini termasuk paling murah dibandingkan material lainnya. Untungnya, jenis kayu ini tidak mudah menyusut atau mengembang.

    Itulah informasi seputar bahan kayu untuk pintu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penjelasan Arsitek soal Kanopi Buka Tutup, Worth It Nggak?



    Jakarta

    Kanopi buka tutup merupakan salah satu jenis penutup area terbuka di rumah yang fleksibel. Pasalnya penutup tersebut bisa dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.

    Saat ini, banyak rumah memakai kanopi jenis ini, terutama untuk bagian taman belakang rumah. Mereka tetap ingin memiliki ruang terbuka, tetapi tidak ingin terasa terlalu panas atau terlalu becek saat hujan.

    Arsitek Denny Setiawan membenarkan bahwa fungsi kanopi buka tutup adalah untuk mempermudah akses cahaya masuk ke area rumah. Sebab, kanopi permanen seringkali menutup akses cahaya masuk ke area depan rumah. Dengan adanya akses buka dan tutup tersebut, cahaya matahari bisa masuk saat dibutuhkan dan ketika hujan bisa ditutup kembali.


    “Di bagian carport ada inovasi baru, yaitu jendela buka tutup atau biasanya disebut lovera. Lovera ini digunakan untuk penahan hujan ketika dia tertutup. Tapi ada kalanya, pemilik rumah menginginkan cahaya banyak masuk sehingga fleksibilitas dengan membuka seluruh helai yang ada di kanopi buka tutup itu,” kata Denny ketika dihubungi detikProperti, Rabu (2/7/2025).

    Denny mengatakan untuk model lovera saat ini jenisnya belum terlalu beragam daripada jenis kanopi permanen. Hanya tersedia kanopi dengan material dari aluminium.

    “Warnanya nggak bening, warnanya sama kayak aluminium. Ter-powder coating, warnanya bisa pilih. Tapi kayaknya nggak ada yang warna bening,” ujarnya.

    Dari segi harga, Denny mengatakan harga pemasangan kanopi termasuk mahal. Untuk harga pastinya disesuaikan dengan luas dari kanopi yang dipesan. Minimal luas kanopi yang ideal adalah 3 meter.

    “Karena dia kanopi buka tutup mesinnya yang mahal. Nah, jika kanopi buka-tutup ini, dia masih yang manual itu ya dengan tarik, atau bisa pakai motor, biasanya lewat mataharinya (panel surya),” jelasnya.

    Meskipun begitu, Denny mengatakan perawatan kanopi buka tutup cukup mudah karena bisa menggunakan kain basah. Ada pun, lokasi yang cocok untuk memasang kanopi buka dan tutup biasanya berada di carport, ruang jemur, dan dekat gazebo di taman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Kanopi Buka Tutup? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Kanopi merupakan atap yang berfungsi untuk menutup area terbuka agar dapat digunakan pada saat panas dan hujan. Atap tambahan ini memiliki banyak jenis, bahkan ada yang bisa dibuka tutup sesuai kebutuhan pemiliknya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan kanopi buka tutup biasanya dipasang di carport atau halaman depan rumah tempat parkir kendaraan, area jemur pakaian, hingga gazebo di taman.

    Salah satu jenis kanopi buka tutup yang tersedia di pasaran adalah lovera. Kanopi satu ini terbuat dari aluminium. Bentuknya seperti batang-batang aluminium dipasang berjejer pada atap, layaknya stik-stik ditempel pada kerangka aluminium. Kemudian, ketika pemiliknya ingin membuka kanopi, batang-batang aluminium tersebut akan terangkat dari kerangka ke satu sisi yang sama, seperti mekanisme membuka tutup kotak yang satu sisinya menempel.


    Denny menyebut kanopi buka tutup sangat fleksibel dan banyak manfaatnya. Apabila detikers tertarik untuk memasang kanopi buka tutup di rumah, berikut kelebihan dan kekurangannya.

    Kelebihan Kanopi Buka Tutup

    1. Membuat Rumah Terang dan Tetap Kering

    Kanopi buka tutup sangat fleksibel. Ketika kanopi dibuka, cahaya matahari bisa masuk ke area rumah. Kemudian, saat hujan kanopi bisa langsung ditutup sehingga di bawahnya tetap kering.

    “Lovera ini digunakan untuk penahan hujan ketika dia tertutup. Tapi ada kalanya, pemilik rumah menginginkan cahaya banyak masuk sehingga fleksibilitas dengan membuka seluruh helai yang ada di kanopi buka tutup itu,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Rabu (2/7/2025).

    2. Mudah Digunakan

    Kanopi buka tutup telah dilengkapi dengan mesin yang memanfaatkan energi dari panel surya sehingga mempermudah penggunaannya. Selain itu, ada pula yang manual dengan ditarik dan didorong.

    “Karena dia kanopi buka tutup mesinnya yang mahal. Nah, jika kanopi buka-tutup ini, dia masih yang manual itu ya dengan tarik, atau bisa pakai motor, biasanya lewat mataharinya (panel surya),” jelasnya.

    3. Perawatannya Mudah

    Untuk menjaga kanopi buka tutup tetap bisa digunakan dan tidak mudah rusak adalah dengan rajin membersihkannya. Kanopi yang kotor karena debu atau dedaunan bisa dibersihkan menggunakan kain basah.

    Kekurangan Kanopi Buka Tutup

    1. Biaya Mahal

    Seperti yang disebut sebelumnya, kanopi buka tutup banyak yang memakai mesin sehingga biaya produksinya tentu mahal. Belum lagi jika memilih kanopi yang menggunakan listrik ketimbang panel surya, kemungkinan tagihan listrik bulanan akan naik setelah pemasangan panel buka tutup tersebut.

    Dilihat detikcom dari beberapa toko di e-commerce, harga kanopi buka tutup model lovera mulai dari Rp 1,25-2,25 juta per meter. Biaya ini belum termasuk jasa pemasangan dan kerangka.

    Apabila dibandingkan dengan kanopi permanen seperti kanopi berbahan dasar polycarbonate yang banyak dipakai saat ini, harganya hanya berkisar Rp 895 ribu (panjang sekitar 5 meter) hingga Rp 2,2 juta (panjang sekitar 11,5 meter) untuk yang dijual per gulungan dengan ketebalan 4 mm. Sementara untuk kanopi yang dijual per lembaran dengan ketebalan 4 mm dan luas 5 meter persegi sekitar Rp 260 ribu hingga Rp 950 ribu. Biaya ini juga belum termasuk dengan biaya jasa pasang, kerangka, dan pengaitnya.

    2. Bisa Mengalami Korosi

    Kekurangan kanopi buka tutup adalah bisa mengalami korosi karena reaksi kimia. Biasanya hal ini dikarenakan penggunaannya yang sudah lama.

    “Mekanisme atau mekanik daripada kanopi buka tutup ini rentan terhadap korosi sehingga kecepatannya pada saat buka tutup berkurang atau melambat,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tinggi Ideal Plafon agar Rumah Tampak Lega dan Terasa Segar


    Jakarta

    Plafon merupakan atap yang terlihat dari dalam rumah. Biasanya plafon dibuat mulus yakni ditutup dengan gypsum agar tampilannya lebih menarik dan rapi. Namun, plafon memiliki fungsi yang jauh lebih penting daripada tampilannya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan plafon dapat membantu rumah terasa segar dan lapang. Meskipun ruangan di rumah tersebut tidak begitu luas, plafon yang tinggi dapat mempengaruhi suhu di dalam rumah. Hal ini dikarenakan udara panas di dalam rumah letaknya berada di bagian atas.

    Apabila plafon tersebut rendah, penghuninya akan lebih cepat merasa panas, pengap, dan sempit. Apalagi jika rumah tersebut tidak memiliki sirkulasi udara dua sisi yang mendukung atau biasa disebut dengan ventilasi silang.


    Plafon yang dibuat tinggi akan mempermudah pertukaran udara segar dan udara panas. Selain itu, di bagian atas juga harus ditambahkan kipas angin agar udara panas tersebut bergerak.

    Tidak hanya itu, plafon juga bisa mempengaruhi pencahayaan di rumah. Apabila plafon di rumah tinggi, pemiliknya bisa menambahkan jendela pada fasad atau ventilasi khusus cahaya. Ventilasi ini sebisa mungkin tidak tertutup apa pun termasuk kanopi. Dengan begitu cahaya tetap dapat masuk ke rumah dan saat hari cerah, pemiliknya tidak perlu repot-repot menyalakan lampu.

    Lantas, berapa tinggi plafon yang disarankan agar bisa membantu lupa terasa lebih lapang dan segar?

    Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Direktur Utama PT Sanskara Bumi Perkasa, Harismawan Akbar Dwiatmojo, membeberkan tinggi ideal plafon rumah sebaiknya tidak kurang dari 2,4 meter dari lantai. Pengukurannya dihitung dari lantai ke atas. Senada, Denny juga menyebutkan tinggi ideal plafon rumah adalah 2,4 meter. Apabila ingin membangun rumah 2 lantai dengan satu plafon yang sama seperti model mezzanine, tinggi plafonnya adalah dua kalinya 4,8 meter.

    Harismawan menyampaikan ketinggian plafon juga dipengaruhi oleh iklim. Di Indonesia sendiri, daerah yang suhunya agak tinggi dan panas tinggi plafon yang disarankan adalah 2,8-3,2 meter, lebih tinggi dari batas ideal. Sementara, untuk rumah yang berada di daerah yang dingin, bisa mengikuti tinggi ideal 2,4-22,5 meter.

    “Untuk rumah di daerah dingin sebenarnya dapat dibuat lebih pendek karena mampu menangkap panas sehingga dapat hemat energi. Untuk bangunan rumah di daerah tropis dibuat sebaliknya, agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara panas tidak terperangkap di dalam rumah,” tuturnya kepada detikProperti, seperti yang dikutip Rabu (2/7/2025).

    Cara Menghitung Tinggi Ideal Plafon Rumah

    Cara menghitung tinggi plafon rumah juga cukup mudah. Patokannya adalah tinggi badan sendiri, ditambah ukuran tinggi badan 76 centimeter. Untuk lebih jelasnya, berikut contohnya.

    Tinggi badan Z misalnya 180 cm. Maka 180 + 76 cm = 256 cm atau setara 2,56 m. Maka 2,56 meter adalah tinggi ideal plafon rumah Z.

    Cara hitungan ini juga berlaku untuk tinggi plafon pada ruangan lain, seperti kamar tidur, kamar mandi hingga dapur. Jarak plafon ini juga bisa disesuaikan lagi dengan jenis dan gaya rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Atap Hitam Bikin Rumah Panas? Begini Faktanya



    Jakarta

    Konon atap warna hitam bisa menyebabkan rumah panas terutama pada saat terik. Hal ini dikarenakan warna hitam dipercaya bisa menyerap panas. Banyak orang akhirnya menghindari atap hitam karena hal tersebut dan memilih alternatif lain.

    Apakah benar warna hitam bisa mempengaruhi suhu di dalam rumah?

    Menurut laman Nombarch, warna bukan satu-satunya faktor naiknya suhu di rumah. Faktor lainnya juga bisa disebabkan pada material atap yang digunakan. Ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam sehingga rumah tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.


    Atap warna hitam disebut dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Kemudian, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam, terutama yang rumahnya tidak memiliki plafon dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas rumah tersebut. Rumah akan terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

    Arsitek Denny Setiawan menjelaskan, udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Ia menyarankan setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Fungsinya untuk menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar. Sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan rumah jauh lebih lembap karena tidak ada perputaran udara di dalam.

    Apabila tidak ada ventilasi silang, bisa disiasati dengan penggunaan kipas angin agar udara di dalam rumah bergerak. Namun, kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

    Solusinya adalah menghidupkan air conditioner (AC) agar suhu di rumah turun dan lebih segar. Namun, ada efek samping apabila terlalu sering menyalakan AC adalah dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

    Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Tergelincir di Kamar Mandi, Ini Tips Pilih Lantai Anti Selip dari Arsitek



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan yang selalu basah. Banyak kejadian orang terpeleset saat berada di kamar mandi karena lantainya licin. Kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena beberapa kasus ada yang sampai merenggut nyawa.

    Cara mencegah hal kejadian seperti ini adalah dengan memilih lapisan lantai yang tepat. Menurut Arsitek Denny Setiawan pilih material lapisan lantai kamar mandi yang tidak licin atau anti selip.

    Ia menjelaskan di kamar mandi biasanya terdapat 3 area, yakni area basah yang biasa digunakan untuk mandi serta dua di antaranya adalah area kering untuk make up atau tempat cermin dan kloset.


    Dari ketiga area tersebut, yang paling disarankan untuk memakai lapisan lantai anti selip adalah area basah. Sementara area cermin dan kloset masih diperbolehkan untuk memakai keramik halus tanpa anti selip.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Beberapa jenis pelapis lantai yang anti selip adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” tambahnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, ia juga menekankan bahwa kebersihan sangat mempengaruhi licin atau tidaknya lantai kamar mandi. Sebab, selain karena bekas sabun, lantai kamar mandi bisa licin karena aktivitas jamur di lantai kamar mandi yang lembap. Material lantai yang semula anti selip tetap berisiko licin karena lumut tersebut.

    Kemudian, cara memilih material lantai kamar mandi lainnya adalah pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Kemiringan lantai kamar mandi, kata Denny, sekitar 1-2 cm. Kemiringan tersebut mengarah ke lubang pembuangan air atau flood drain.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Garasi atau Carport? Ini Perbandingan Lengkap Biaya & Keuntungannya


    Jakarta

    Memiliki garasi maupun carport diperlukan agar kendaraan bermotor yang dimiliki pemilik rumah tidak diparkir sembarangan. Apabila diparkir sembarangan tentunya bisa mengganggu pengguna jalannya.

    Sejumlah pemerintah daerah bahkan mewajibkan pemilik kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor, untuk memiliki garasi. Tujuannya mencegah terganggunya fungsi jalan.

    Nah, untuk menyimpan kendaraan bermotor agar tetap aman sebenarnya bisa di garasi atau carport. Keduanya terkadang dianggap sama oleh masyarakat padahal ada perbedaannya lho.


    Berikut ini informasi perbedaan, kelebihan serta kekuarangan dari garasi dan carport.

    Garasi

    Membangun perusahaan tak harus selalu di gedung-gedung bertingkat, bahkan bisa dilakukan ditempat seperti garasi. Nggak percaya? Seperti Ini nih buktinya.Ilustrasi garasi mobil. Foto: Istimewa/scoopwhoop.com

    Dilansir dari Angi, garasi merupakan bangunan tertutup dan aman yang didesain untuk tempat berteduh dan menjaga kendaraan. Garasi dibangun dengan dinding dan atap tertutup sehingga bisa melindungi kendaraan dari kondisi cuaca buruk, mencegah pencurian, dan lainnya.

    Kelebihan

    Kelebihan dari garasi adalah bisa memberikan perlindungan lebih pada kendaraan, terutama pada cuaca buruk. Apabila terjadi hujan, mobil maupun motor akan tetap aman tidak terkena cipratan air hujan.

    Selain itu, adanya garasi bisa mencegah pencurian karena terdapat pintu yang bisa dikunci oleh pemilik rumah. Bagian garasi juga bisa menjadi area penyimpanan tambahan di rumah.

    Adanya garasi di rumah juga bisa menjadi nilai tambah apabila properti tersebut ingin dijual. Sebab, calon pembeli akan merasa aman untuk menyimpan kendaraannya jika di rumah sudah ada garasi.

    Kekurangan

    Untuk membangun garasi butuh biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan carport. Hal itu karena desain bangunannya lebih sulit dibandingkan dengan carport.

    Selain itu, garasi juga rentan berantakan apabila pemilik rumah juga menggunakannya sebagai area penyimpanan.

    Carport

    Atap carport/QhomeIlustrasi carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Carport merupakan bangunan semi tertutup sebagai shelter atau tempat berteduh kendaraan. Biasanya carport memiliki atap dan menggunakan kolom, meninggalkan satu atau dua sisi terbuka.

    Kelebihan

    Carport jauh lebih sederhana dibandingkan garasi karena tidak banyak menggunakan material bangunan dan proses konstruksinya tidak rumit. Membangun carport juga tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan garasi.

    Penggunaan carport juga cenderung membuat pemilik rumah lebih rapi karena tidak akan menggunakan bagian itu untuk menyimpan barang.

    Kekurangan

    Carport tidak memberikan perlindungan lebih untuk kendaraan karena tidak bisa melindungi dari cuaca buruk. Belum lagi, keamanannya juga tidak sebaik garasi yang rentan terjadi pencurian.

    Lebih Baik Bikin Garasi atau Carport?

    Hal itu kembali lagi ke masing-masing pemilik rumah. Yang jelas, pastikan ketersediaan lahan yang ada. Apabila lahan yang dimiliki cukup luas bisa dibangun garasi, namun jika terbatas sebaiknya dibangun carport juga sudah cukup.

    “Tergantung kebutuhan dan kondisi lahan, jadi apabila kondisi lahannya memungkinkan memang disarankan ada garasi, jadi mobil bisa teduh dari panas matahari. Tapi jika tanahnya tidak cukup besar, carport adalah pilihan yang paling logis bagi mereka yang mempunyai mobil atau kendaraan yang harus disimpan di rumah,” kata arsitek Denny Setiawan kepada detikcom, Selasa (11/6/2024).

    Biaya Membangun Garasi atau Carport

    Pembuatan garasi biasanya cukup mahal karena struktur yang dipakai mirip seperti bangun rumah. Sementara itu, carport dibangun dengan struktur semi permanen.

    Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

    Sebagai contoh yang ia jelaskan pada kesempatan tersebut, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6-7 juta per meter perseginya, sementara ukuran garasi biasanya 3×6 meter atau 18 meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    Walau demikian, untuk biaya pembangunan akan dipengaruhi oleh lokasi daerah juga.

    Di sisi lain, ia memperkirakan bahwa biaya untuk membangun sebuah carport terhitung jauh lebih murah, hingga setengah harga dari membangun sebuah garasi dengan ukuran yang sama. Tentunya harga ini juga akan ditentukan oleh kualitas bahan yang dipakainya.

    “Untuk biaya carport sendiri tergantung dengan material yang dipakai, tapi seharusnya bisa cuman setengah harga dari bangun garasi saja, karena biasanya kan carport itu tanpa dinding atapnya pun biasanya temporer seperti kaca, atau polikarbonat. Itu sudah bisa jadi carport yang baik,” ujarnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran dan Material Lantai yang Pas buat Garasi


    Jakarta

    Adanya garasi diperlukan agar kendaraan yang dimiliki pemilik rumah lebih aman dan tak pusing mencari tempat parkir. Nah untuk membuat garasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

    Ukuran garasi yang dibangun sebenarnya bisa menyesuaikan luas tanah yang dimiliki pemilik rumah. Kalau tanah yang dimiliki tidak terlalu luas, pemilik rumah bisa membangun carport saja.

    Biasanya berapa sih ukuran garasi di rumah?


    Pada 2024, arsitek Denny Setiawan sempat mengatakan tidak ada rumus pasti untuk ukuran garasi. Namun, biasanya ukuran garasi yang ia gunakan untuk sebuah mobil biasanya dibangun dengan standard ukuran 3 x 6 meter atau 18 meter persegi. Apabila jumlah mobil lebih dari satu, berlaku kelipatannya.

    “Ukuran standar garasi adalah 3m x 6m untuk 1 mobil. Bila 2 mobil bisa dikalikan 2,” terang Denny kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Denny memperkirakan total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebih mirip dengan biaya untuk bangun rumah. Ia mencontohkan, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    Walau demikian, biaya tersebut akan berbeda setiap daerahnya.

    Material Lantai yang Cocok untuk Garasi

    Denny menyarankan untuk menggunakan lantai yang bertekstur dan tahan gores untuk lantai garasi, contohnya seperti batu alam atau andesit, granit bertekstur, dan granit bakar. Berikut ini penjelasannya.

    Lantai Batu Alam (Andesit)

    Denny menilai material lantai terbaik untuk garasi adalah andesit. Hal itu karena batu andesit memiliki sifat permukaan yang kesat dan bertekstur.

    “Beberapa pilihan yang bisa dipakai misalnya, yang paling murah itu batu alam atau andesit. Itu bisa dipakai untuk lantai garasi, selain karena kesat, kalau tergores juga tidak akan terlalu kelihatan karena dia juga bertekstur,” kata Denny.

    Tekstur pada lantai garasi sangat penting apalagi jika garasi dibuat miring. Tekstur tersebut akan membantu gaya gesek ban mobil agar tidak mudah tergelincir.

    Lantai Granit Bertekstur

    Jenis bahan lantai yang kedua adalah lantai granit atau keramik granit (granit tiles). Denny menyarankan untuk menggunakan bahan lantai granit yang memiliki permukaan bertekstur.

    “Yang kedua adalah granit tiles. Granit tiles ini pilihannya banyak sekali, dari mulai yang bertekstur hingga yang di polish. Cuma untuk garasi, tentu harus pakai material yang bertekstur,” tuturnya.

    Lantai Granit Bakar

    Selanjutnya ada lantai granit bakar. Menurut Denny, granit bakar ini salah satu yang paling mahal yang digunakan untuk lantai garasi.

    “Yang paling mahal ada namanya granit bakar, karena granit bakar punya lebar yang cukup besar. Banyak garasi yang pakai granit bakar 1 kali 2 meter,” ujarnya.

    Itulah ukuran dan material lantai yang pas untuk garasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Lokasi Andalan buat Pasang Exhaust Fan di Kamar Mandi


    Jakarta

    Exhaust fan merupakan kipas yang digunakan untuk mengeluarkan udara panas dan kelembapan pada ruangan. Perangkat ini banyak digunakan di kamar mandi.

    Menurut arsitek Denny Setiawan, exhaust fan sangat berguna untuk mengurangi kelembapan di kamar mandi. Exhaust fan ini bisa menjadi solusi untuk kamar mandi yang kekurangan ventilasi udara.

    “Musuh dari kamar mandi itu bukan luasnya kesempitan, tapi kelembaban yang tidak keluar oleh ventilasi alami dan cahaya matahari sebagai disinfektan, membuat kamar mandi terasa lembab dan pengap. Kamar mandi yang pengap dan lembab Ini kemudian akan membawa penyakit bagi penggunanya,” kata Denny saat dihubungi Jumat (20/12/2024).


    Cara menghidupkan exhaust fan tidak sulit karena ada yang sudah otomatis menyala ketika lampu kamar mandi menyala sehingga tidak perlu menekan tombol apa pun.

    Untuk memaksimalkan kerjanya, exhaust fan harus dipasang di lokasi yang tepat. Dilansir The Spruce, berikut tempat yang tepat memasang exhaust fan.

    1. Plafon atau Atap Kamar Mandi

    Pemasangan exhaust fan sebenarnya tidak membutuhkan tempat yang luas. Diletakkan di bagian plafon juga bisa. Biasanya posisi ini cocok untuk lokasi kamar mandi yang terhimpit di antara 2 ruang sehingga tidak bisa sembarangan membuat lubang. Ketika memasang exhaust fan, siapkan juga saluran pembuangan yang langsung mengarah keluar.

    2. Area Paling Lembap di Kamar Mandi

    Bagi yang memiliki kamar mandi yang luas bahkan seluas kamar tidur. Pasti di dalamnya terdapat area basah dan kering. Exhaust fan lebih cocok diletakkan di area yang basah dan paling mudah lembap. Area tersebut berada di dekat shower, bak mandi, atau keran. Letak exhaust fan tersebut bisa dipasang di plafon atau di atas shower.

    3. Dekat Jalur Pembuangan Terdekat

    Membuat ventilasi tidak susah, lubang yang cukup bisa membuang kelembapan kamar mandi. Namun jika memakai exhaust fan kamu tentu perlu jalur pembuangan. Maka pilih jalur yang paling pendek agar pembuangan cepat dan tidak ada yang terperangkap di jalurnya. Ukuran paling ideal untuk jalur ventilasi exhaust fan adalah 30 cm dari tutup ventilasi luar. Selain itu pastikan rute ventilasi tersebut lurus.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Ideal Tangga yang Dianjurkan dalam Islam? Ini Ketentuannya



    Jakarta

    Pagar merupakan komponen penting pada rumah yang berfungsi sebagai pelindung dan membatasi pandangan dari luar ke dalam rumah. Tinggi tangga bermacam-macam, ada yang lebih pendek dari tinggi manusia, ada yang dua kali lebih tinggi dari tinggi rata-rata manusia.

    Ternyata dalam Islam terdapat aturan mengenai tinggi pagar rumah lho. Pemilik rumah tidak bisa sembarangan membuat pagar apalagi sampai merugikan tetangga dan orang terdekat.

    Mengutip dari artikel ilmiah berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, dijelaskan bahwa pagar rumah sebaiknya terbuat dari plester batu bata.


    Pagar plester batu bata berarti berupa dinding yang kokoh yang tidak bergerak. Hal ini bertujuan untuk pelindung privasi penghuni rumah, terutama wanita. Biasanya wanita menjemur pakaian di halaman rumah, maka perlu privasi dengan membuat pagar yang aman dan tak terlihat.

    Hal ini bukan berarti memakai material lain dilarang. Jenis pagar lain masih diperbolehkan, terutama bagi rumah yang area menjemurnya tidak lagi di halaman depan. Namun, tetap diperhatikan pagar tersebut dapat menutupi privasi pemilik rumah terutama wanita.

    Terkait ketinggian pagar, dalam artikel disebut disebutkan bahwa tinggi pagar sebaiknya melebihi ketinggian mata. Alasannya masih sama, yakni privasi. Dengan demikian, para wanita dapat dengan bebas mengerjakan pekerjaan rumah atau menjemur pakaian tanpa mengenakan jilbab.

    Meskipun tidak disebutkan secara rinci dalam bentuk angka, ketinggian pagar sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi. Hal ini supaya hubungan dengan tetangga dapat terus terjalin. Mengutip dari artikel ilmiah berjudul ‘Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement For Peace’ oleh Ingrid Mattson, pagar rumah sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan sangat besar di halaman rumah tetangga.

    Pagar rumah yang terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan dapat menghalangi cahaya matahari masuk ke area rumah tetangga. Hal ini merujuk pada hadits Rasulullah sebagai etika atau moral bagi umat muslim yang berbunyi la darara wa la dirar yang artinya tidak diperbolehkan menyebabkan kerugian atau membalas kerugian.

    Terpisah, menurut arsitek Denny Setiawan dalam aturan tertulis sebenarnya terdapat kebijakan mengenai ketinggian pagar, yakni maksimal 1,5 meter.

    “Sebenarnya ya, secara aturan pagar itu cuma boleh ketinggiannya 1,5 meter,” ucap Denny kepada detikProperti, Rabu (26/3/2025).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com