Tag: desain interior

  • Mengenal Apa Itu Color Blocking dan Tips Penerapannya


    Jakarta

    Warna cat pada dinding rumah yang itu-itu saja pasti membuat bosan. Pilihan paling aman biasanya jatuh kepada warna-warna netral dan mengecat satu rumah dengan warna yang sama.

    Jika ingin coba sesuatu yang baru dan berbeda, kamu bisa terapkan teknik color blocking atau tabrak warna untuk menginspirasi warna cat rumah.

    Apa Itu Color Blocking?

    Menurut situs Plus World Coating, color blocking atau tabrak warna adalah memadukan dua atau lebih warna yang kontras pada bagian tertentu untuk menciptakan desain yang mencolok secara visual. Teknik ini ternyata tidak hanya dilakukan pada dinding rumah, tetapi juga furnitur atau bahkan langit-langit rumah. Color blocking berfokus pada area yang sengaja dirancang dengan warna atau bentuk yang berbeda.


    Tips Penerapan Color Blocking

    Meski terkesan sulit, teknik color blocking dapat diterapkan jika mempelajari dulu hal-hal berikut ini. Mengutip dari This Old House, beberapa tips yang dilakukan untuk mengaplikasikan color blocking:

    Tentukan Tempat yang Bagus

    Penerapan color blocking tidak bisa dilakukan sembarangan di seluruh ruangan. Pilihlah ruangan atau sudut yang bisa difokuskan sebagai tempat color blocking, misalnya satu bagian dinding sehingga spot tersebut juga berfungsi sebagai karya seni

    Pilih Kombo Warna yang Tepat

    Walau teknik color blocking adalah menabrakkan warna-warna, tetapi tidak sembarang warna bisa dipadukan. Solusinya adalah coba eksperimen terlebih dahulu di kertas menggunakan cat air, spidol, atau krayon untuk menemukan perpaduan warna yang disukai. Pilihannya bisa menggunakan warna netral (putih, krem, abu-abu, cokelat) atau warna bold (hijau, biru tua)

    Bagi Menjadi Beberapa Blok

    Jika masih bingung bagaimana memadukan warna-warna yang berbeda, solusinya bisa gunakan rumus 60-30-10. Sebanyak 60 persen diisi dengan satu warna, 30 persen diisi dengan warna lain, dan 10 persen diisi dengan warna tak terduga. Direkomendasikan untuk menggunakan cara blok ini di ruangan yang jarang terdapat barang.

    Pemakaian Garis-garis

    Garis bisa menjadi pembatas warna. Tentukan garis horizontal, vertikal, atau diagonal dalam membatasi warna. Garis horizontal membuat ruangan terasa lebih luas, garis vertikal membuat ruangan terasa lebih tinggi dan kesannya lapang.

    Beri Warna dari Atas ke Bawah

    Tak hanya dinding, color blocking juga bisa diterapkan sampai ke langit-langit rumah. Misalnya, mengecat sebuah persegi panjang sepanjang dinding hingga langit-langit. Cara ini bisa diterapkan untuk memisahkan meja kerja atau sudut baca dari ruangan lain.

    Berpikir Kreatif

    Kuncinya adalah berpikir kreatif, karena tidak hanya bentuk kotak, persegi, dan segitiga, kamu bisa memberi warna pada bentuk lain misalnya lingkaran, oval, bulat bebas. Bentuk lengkungan ini bagus untuk menonjolkan area tertentu seperti pintu masuk atau rak dinding.

    Itulah pengertian dan cara menerapkan color blocking. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sunnah Nabi yang Jadi Inspirasi Desain Interior



    Jakarta

    Sadarkah kamu dekorasi interior ala Arab identik dengan permadani dan bantal di lantai alias lesehan? Ternyata itu bukan sekadar tradisi Arab saja, tetapi juga anjuran bagi muslim untuk duduk, tidur, dan makan di lantai.

    Nabi Muhammad SAW biasa melakukan kegiatan tersebut, sehingga merupakan sebuah sunnah. Perbuatan dan gaya hidup Nabi SAW menjadi panduan dan anjuran bagi umat Islam untuk mengikuti kebiasaannya.

    Dilansir dari laman Home Synchronize, tak jarang keluarga muslim memilih untuk duduk di lantai beralaskan karpet dan dilengkapi bantal. Hal tersebut terinspirasi dari kebiasaan Nabi SAW yang selalu makan dengan lesehan di lantai.


    Diketahui Nabi SAW sering duduk, makan, dan tidur lesehan di lantai. Akan tetapi, bukan berarti seorang muslim dilarang punya kursi di rumah.

    Hadits riwayat Al-Bukhari No. 5415 dari Sayyidina Anas Anas Radhiyallahu anhu mengatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah makan di atas meja makan dan tidak pula di atas sukurrujah.

    Lalu, Nabi SAW juga duduk dengan tawadhu’, yakni duduk di atas kedua lututnya atau di atas punggung kedua kaki atau berposisi dengan kaki kanan ditegakkan dan duduk di atas kaki kiri. Hal ini juga sesuai dengan posisi duduk Nabi SAW yang diriwayatkan dalam hadist.

    “Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba.” [HR. Al-Bukhari no. 5399].

    Kebiasaan lesehan juga terinspirasi dari cara tidur Nabi SAW yang kerap terlihat tertidur di berbagai tempat, termasuk di lantai.

    ‘Abbad bin Tamim dari pamannya meriwayatkan ia pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur terlentang di masjid dalam keadaan meletakkan satu kaki di atas lainnya berdasarkan HR. Bukhari No. 475 dan Muslim No. 2100.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan kasur. Sebab, Nabi SAW juga tidur di tempat tidur, matras, tikar, lantai, bahkan terkadang di atas pasir atau jubah hitam. Matras Nabi SAW berupa kulit yang diisi dengan sabut ataupun alas wol kasar yang dilipat dua.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, tapi Juga Tempat Pemulihan Mental



    Jakarta

    Kesehatan mental perlu dijaga agar tidak terkena depresi. Untuk menjaganya ternyata juga bisa dengan membuat rumah senyaman mungkin.

    Desain interior dan dekorasi sebuah rumah ternyata dapat mempengaruhi suasana hati, emosi, dan kesehatan mental penghuninya. Nah, berikut 10 tips buat rumah aman dan nyaman untuk menjaga kesehatan mental dikutip dari Real Simple.

    Buat Rumah Aman

    Tips pertama bikin rumah ramah dengan kesehatan mental adalah dengan membuat rumah Kamu aman. Kamu dapat memperhatikan keamanan rumah kamu dengan memastikan jendela dan pintu terkunci. Dan jangan lupa untuk jalur evakuasi bila ada keadaan darurat.


    “Rasa keseluruhan sebuah ruangan-bagaimana penataannya, seberapa bersihnya, seberapa nyaman rasanya, seberapa pribadi Kamu membuatnya-semua hal ini dapat membuat Kamu merasa nyaman dan mempengaruhi seberapa aman Kamu merasa di suatu lingkungan,” kata desainer interior Kristen Fiore.

    Pajang Foto Keluarga

    Saat membahas kesehatan mental, Kamu dapat mengisi ruang Kamu dengan benda-benda dekoratif yang membuat Kamu merasa aman dan nyaman, Misal seperti foto keluarga.

    Dengan melihat dan merasakan kehadiran keluarga di rumah, akan selalu membuat ruang nyaman untuk Kamu. Sewaktu Kamu mengalami depresi, Kamu dapat ambil istirahat sejenak dan memandangi foto keluargamu.

    Pilih Warna Cat Sesuai Mood

    Jika Kamu ingin menciptakan suasana rumah serasi dengan perasaan hati Kamu, Maka Kamu bisa pertimbangkan untuk memilih cat warna yang cocok dengan mood Kamu. Dengan hal berikut dapat membuat rumah Kamu jadi ruang aman dan nyaman.

    Pemilihan warna juga erat dengan ruangan, misal untuk ruang terbatas, menggunakan warna-warna lebih sejuk. Lalu, jika Kamu ingin menciptakan kenyamanan di ruangan yang lebih besar, warna-warna hangat sangat bagus karena dapat menjaga kesehatan mental.

    Menanam Tumbuhan di Rumah

    Ternyata, menciptakan rumah yang bersahabat dengan alam dapat menjaga kesehatan mental. Kamu dapat menanam tanaman di sekeliling rumah. Mulai dari tanaman hias, herbal, dan rambat. Kamu juga dapat menanamnya di dalam atau luar ruangan.Menghadirkan alam di dalam ruangan adalah cara yang bagus dan murah untuk membantu ruangan terasa hangat dan nyaman.

    Pelihara Hewan Peliharaan di Rumah

    Tips selanjutnya adalah memelihara hewan peliharaan. Karena beberapa ahli juga menegaskan bahwa memiliki peliharaan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mental.

    Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat memberikan ketenangan saat sedang menemani bekerja, beristirahat, atau menghabiskan waktu untuk membantu melepaskan stress.

    Menata Furnitur Senyaman Mungkin

    Kamu dapat memposisikan furnitur senyaman mungkin untuk menciptakan ruang untuk bergerak yang bebas.Kamu juga dapat mengelompokkan furnitur untuk dijadikan sebagai area kerja, bermain, dan istirahat yang fungsional di sebuah ruangan.

    Biarkan Sinar Matahari Masuk ke Dalam Rumah

    Kamu mungkin baru tahu bahwa paparan sinar matahari dapat berdampak besar pada suasana hati, kualitas tidur, dan kesehatan mental kita secara keseluruhan.

    Cahaya alami seperti sinar matahari dapat membantu mengatur dan meningkatkan suasana hati Kamu, jadi buka seluruh jendela agar sinar matahari masuk ke dalam rumah.

    Menambahkan Lampu untuk Ruangan Tertentu

    Tidak semua ruangan di dalam rumah punya pencahayaan yang cukup, jadi Kamu dapat memanfaatkan lampu tambahan untuk ruangan tersebut. Dengan menambahkan cahaya akan membuat ruangan lebih nyaman digunakan. Pencahayaan cukup juga dapat membantu kesehatan mental Kamu.

    Menambahkan Furnitur Bertekstur

    Menambahkan berbagai tekstur di ruangan Kamu akan membantu untuk meredam suara seperti menambahkan selimut, bantal, permadani, tirai ke dalam ruangan akan membantunya terasa nyaman dan tenang.

    Jika Kamu memiliki lantai kayu keras, kamu juga dapat menambahkan karpet dengan tekstur bulu lembut untuk menambahkan kenyamanan. Hal tersebut sangat membantu menjaga kesehatan mental Kamu.

    Jangan Pikirkan Barang yang sudah Tidak Terpakai

    Sedang marak di media sosial mengenai Hoarding Disorder. Sebuah gangguan mental dimana seseorang menyimpan barang-barang tak terpakai. Hal ini mereka lakukan karena menganggap barang tersebut masih berguna suatu saat nanti meskipun sebenarnya barang tersebut sudah jadi sampah. Nah, Kamu harus langsung membuang barang yang sudah tak terpakai agar Kamu tak terkena gangguan mental satu ini.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

    Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


    1. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

    Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

    Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

    2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

    Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

    Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

    Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    3. Peralatan Kantor

    Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

    Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

    Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Warna Sofa yang Perlu Dihindari Menurut Desainer Interior


    Jakarta

    Sofa adalah perabot yang menjadi titik fokus utama di sebuah ruangan. Sofa dengan warna yang cerah, kalem, dan terlihat bersih membantu ruangan terlihat cerah serta tenang.

    Kesan berbeda muncul jika sofa yang dipilih berwarna gelap, terlalu terang, atau pucat. Rumah bisa terasa kurang nyaman bagi orang yang menempatinya atau sekadar bertamu.

    Warna Sofa yang Perlu Dihindari

    Dengan banyaknya pilihan, mungkin akan sulit memilih warna yang tepat untuk sofa di rumah. Namun secara umum sebaiknya hindari warna-warna berikut dikutip dari laman Cozy Plant dan Livingetc.


    1. Hitam

    Sofa hitam bisa menciptakan kesan gelap dan berat di dalam ruangan. Warna hitam juga akan menyerap cahaya dan membuat ruangan terkesan sempit dan lebih tertutup.

    Jika memang mau menggunakan warna ini, pilih bahan yang bisa memantulkan cahaya dengan cara yang menarik. Dengan sedikit cahaya dan bayangan, sofa hitam bisa tampak elegan dan tidak kaku.

    2. Merah

    Warna merah memang sering dikaitkan dengan gairah, berani, dan keinginan menarik perhatian. Namun sebaiknya hindari warna merah untuk sofa karena bisa menjadi fokus utama rumah.

    Akibatnya pesona perlengkapan, ornamen, dan pernak-pernik rumah lainnya cenderung hilang serta tidak terlihat. Apalagi jika warna merah sofa makin pudar seiring waktu, yang bisa bikin rumah terlihat pucat.

    3. Hijau Neon

    Hijau neon juga perlu dihindari dalam pemilihan warna sofa. Warna terang dan bold ini berisiko menyebabkan mata lelah bahkan sakit kepala. Selain itu, hijau neon bisa berbenturan dengan warna lain di rumah, sehingga sulit menciptakan paduan yang harmonis dan kohesif.

    4. Kuning Cerah

    Kuning sebaiknya tidak dipilih untuk warna sofa. Warna yang identik dengan kebahagiaan ini, berisiko bikin mata tegang dan tidak nyaman. Jika masih ingin menggunakan warna kuning, sebaiknya pilih yang lembut dan kalem.

    5. Oren

    Oren sering dikaitkan dengan kehangatan dan energi, tapi tidak cocok untuk warna sofa. Warna ini juga sulit dipadukan dengan yang lain, sehingga bisa membatasi pilihan untuk dekorasi dan aksesori.

    6. Putih

    Jika ingin menggunakan putih sebagai warna sofa, sebaiknya pertimbangkan unsur lain di dalam rumah. Misalnya tidak ada hewan peliharaan yang berisiko mudah mengotori sofa.

    Pertimbangan ini dikarenakan putih adalah warna yang mudah kotor, sehingga pemiliknya harus rajin membersihkan sofa. Tentunya tanpa merusak sofa, sehingga tampilannya tampak selalu bersih dan baru.

    Pemilik rumah yang masih menginginkan sofa warna putih, sebaiknya pilih model yang menggunakan sarung. Model ini mudah dicuci dan diganti dengan berbagai warna lain.

    7. Abu-abu

    Warna abu-abu bisa terlihat kontemporer dan anggun namun juga menimbulkan kesan kaku dan formal. Kesan lain yang berisiko muncul adalah kusam, dingin, dan tidak bersahabat.

    “Jika ada berbicara tentang warna sofa, satu-satunya hal yang akan saya hindari adalah abu-abu yang terlalu formal dengan tenunan ketat. Pada sofa, kain yang tenunannya terlalu halus bisa terlihat dan terasa terlalu kaku,” kata desain interior bernama Anne Hindley.

    Jika memang ingin memilih abu-abu, tambahkan aksesoris lain untuk memberi karakter pada ruang tamu, misalnya dengan paduan merah muda pucat. Hiasi juga sofa dengan bantal agar muncul nuansa rileks.

    8. Warna yang Sedang Tren

    Ketika memilih sofa, jangan terpaku dengan warna yang sedang tren. Hijau sage misalnya, banyak disukai di momen-momen tertentu dan memungkinkan orang memilihnya sebagai warna sofa.

    Namun harus diingat, sofa adalah investasi dan warna tren mungkin akan datang dan pergi. Jika warna yang dipilih tidak lagi trendi, sofa menjadi seperti ketinggalan zaman.

    Pemilik rumah yang ingin mengikuti warna trend, bisa memilih alternatif sarung sofa atau bantal. Sehingga, sofa selalu terlihat trendi dengan warna paling update.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Hanya di Plafon, Ini 3 Titik di Kamar Mandi yang Harus Dilengkapi Lampu


    Jakarta

    Saat mendesain kamar mandi, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya perihal ubin lantai dan perangkatnya saja, pemilik rumah juga harus memperhatikan pencahayaannya.

    Pencahayaan tersebut bisa dari bohlam lampu dan cahaya alami dari jendela. Apabila kamar mandi di rumah tidak bisa dibuat ventilasi yang cukup untuk jalan masuk cahaya, ruangan tersebut minimal harus dilengkapi dengan lampu yang benar-benar bisa menunjang pencahayaannya.

    Biasanya pemasangan bohlam lampu dilakukan secara asal yakni di plafon. Padahal peletakannya juga harus melihat luas kamar mandi lokasi perangkat di dalam kamar mandi. Jangan sampai letak lampu membuat bayangan pada lokasi yang seharusnya tersorot cahaya.


    Dilansir This Old House, berikut beberapa lokasi yang direkomendasikan untuk memasang lampu.

    1. Cermin

    Biasanya di setiap kamar mandi memiliki cermin yang tingginya sejajar dengan wajah penggunanya. Bohlam lampu yang diminta untuk dipasang, diletakkan di sekeliling cermin. Hal ini untuk membantu saat kamu sedang bercermin, wajah dapat menerima cahaya tanpa bayangan.

    Pilih lampu yang panjangnya minimal 24 inci atau sesuainya dengan ukuran cermin. Pasang lampu dengan daya minimal 150 watt.

    Bisa juga menggunakan lampu LED. Lampu LED dikenal sebagai pencahayaan yang hemat energi dan kemampuannya menghasilkan cahaya yang konsisten dan terang.

    2. Mengarah ke Shower

    Pencahayaan yang tepat di area shower tetap harus memeperhatikan keselamatan karena aliran listrik bisa menyambar lewat air. Jadi saat pemasangannya harus berhati-hati.

    Jenis lampu yang bisa digunakan adalah lampu LED yang bentuk memanjang. Lokasi yang tepat untuk memasang lampu ini adalah sepanjang tepi shower atau di dalam lekungan dinding ceruk untuk menghasilkan cahaya yang lembut dan merata. Jangan lupa saat memasang lampu di dekat shower dilapisi dengan pelindung yang aman dan transparan.

    3. Bathtub

    Apabila di kamar mandi tersebut memiliki bathtub, pencahayaan yang tepat berbentuk lampu gantung. Selain lebih aman, pencahayaan dari atas dapat memberikan kesan elegan pada kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Hanya Toilet, Ini yang Tidak Dianjurkan Dalam Menata Kamar Menurut Islam



    Jakarta

    Kamar tidur merupakan salah satu area di rumah yang bersifat sangat privasi. Hal ini sebab banyak aktivitas pribadi yang dilakukan oleh pemilik rumah di kamar. Oleh karena itu, merancang kamar tidur tidak boleh sembarangan dan bagi umat muslim dapat merujuk pada anjuran Islam.

    Salah satu hal yang harus dihindari adalah adanya toilet di kamar tidur. Berdasarkan jurnal ilmiah berjudul “Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout” yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, toilet seharusnya dipisah dari kamar tidur karena dalam Islam toilet adalah tempat favorit bagi setan. Sebaiknya, toilet memiliki ruangan tersendiri.

    Selain toilet, hal lain yang juga dianjurkan Islam dalam mendesain kamar tidur adalah sebaiknya posisikan kasur agar ketika seseorang tidur, kakinya tidak menghadap ke arah kiblat atau ke arah barat. Sebab, Nabi Muhammad SAW mengatakan posisi itu seperti orang yang sudah meninggal. Seseorang juga dianjurkan posisi tidur miring ke kanan. Hal ini untuk memberikan tekanan lebih kecil pada jantung. Oleh karena itu, sebaiknya pertimbangkan posisi kasur.


    Kamar tidur yang baik juga harus memperhatikan privasi penghuni rumah, apalagi wanita. Maka, perhatikan posisi kamar tidur dengan posisi ruangan lainnya. Hindari kamar tidur wanita berdekatan dengan area yang mudah terlihat dari pandangan orang lain.

    Masih berkaitan dengan privasi kamar tidur, khususnya wanita. Hindari memposisikan pintu kamar berhadapan langsung dengan tangga baik itu kamar tidur yang berada di lantai dasar maupun kamar tidur yang berada di lantai atas. Hal ini karena tangga dapat langsung mengarahkan seseorang pada pintu kamar yang menyebabkan terganggunya privasi.

    Oleh karena itu, perhatikan kembali posisi dan tata letak kamar tidur di rumah agar sesuai dengan anjuran Islam. Semoga bermanfaat

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kelebihan Lantai Marmer yang Sering Dijuluki Batuan Mahal


    Jakarta

    Saat ini semakin banyak bangunan yang memakai bahan marmer terutama pada bagian lantai. Meskipun harganya lebih mahal daripada material lantai lainnya, banyak orang rela memasang marmer di rumahnya. Apa ya alasannya?

    Lantai marmer memiliki beberapa kelebihan, salah satunya bisa menambah nilai rumah. Sebelum mengetahui kelebihan dari batu satu ini, ketahui dulu apa itu marmer.

    Dilansir dari The Spruce, marmer merupakan batu alam yang asalnya dari batu kapur yang melalui proses metamorfosa yakni mendapat tekanan panas sehingga menjadi batu yang lebih keras dengan warna yang indah dan pola berurat. Batuan ini bisa didapatkan di beberapa pegunungan.


    Perlu diketahui, marmer berbeda dengan batu granit. Beberapa orang kerap menganggap keduanya sama karena tampilannya yang mirip, padahal keduanya sangat berbeda. Granit adalah batuan beku yang berasal dari magma vulkanik, bukan batuan sedimen berlapis. Dari segi tampilan, batu granit memiliki pola warna berkerikil atau berbintik, sedangkan marmer biasanya memiliki pola urat bergelombang.

    Marmer juga memiliki banyak kelebihan yang tidak ditemui pada jenis batuan alam lainnya, berikut di antaranya.

    1. Rumah akan Lebih Sejuk

    Marmer merupakan jenis batuan yang dapat mengurangi panas pada sebuah ruangan. Batuan ini tidak akan terpengaruh dengan berbagai sistem pemanas di bawah permukaan. Lantai akan tetap dingin meskipun diletakkan benda panas. Meskipun begitu, pemakaian marmer pada rumah yang berada di negara 4 musim tetap cocok karena lantai ini dapat mengalirkan rasa hangat dari penghangat.

    2. Punya Desain Unik pada Tiap Produk

    Salah satu daya tarik utama marmer adalah tampilannya yang mahal dan alami. Tiap produk marmer bisa memiliki warna dan pola yang berbeda-beda karena hal tersebut secara alami bukan dari kreasi manusia sehingga tidak mudah ditiru.

    3. Menambah Nilai Rumah

    Rumah yang memakai marmer bisa dihargai lebih mahal karena material bangunan yang dipakai juga tidak main-main. Lantai marmer dapat menambah kesan elegan dan nilai akan rumah tersebut. Nilainya yang mahal bukan tanpa alasan, pemasangannya saja perlu dilakukan oleh tenaga profesional karena marmer adalah bantuan yang memiliki bobot yang cukup berat. Meskipun berat, marmer adalah material yang rapuh sehingga harus hati-hati ketika memasangnya. Kemudian, perawatannya juga perlu hati-hati, jangan sampai tergores terlalu dalam.

    4. Lebih Nyaman Dipakai

    Terdapat dua jenis tampilan lantai marmer yakni yang telah dipoles dan tidak. Biasanya marmer yang telah dipoles akan memiliki warna yang mengkilap. Selain itu, permukaannya akan lebih licin. Jenis marmer yang mengkilap tidak disarankan dipakai di tempat yang basah seperti dapur dan kamar mandi karena bisa berbahaya.

    Efek kaca pada lantai juga bisa membuat tampilan rumah elegan dan terkesan bersih. Bahkan marmer yang berwarna gelap juga bisa memberikan kesan seperti itu.

    Itulah beberapa kelebihan lantai marmer. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Tergelincir di Kamar Mandi, Ini Tips Pilih Lantai Anti Selip dari Arsitek



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan ruangan yang selalu basah. Banyak kejadian orang terpeleset saat berada di kamar mandi karena lantainya licin. Kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena beberapa kasus ada yang sampai merenggut nyawa.

    Cara mencegah hal kejadian seperti ini adalah dengan memilih lapisan lantai yang tepat. Menurut Arsitek Denny Setiawan pilih material lapisan lantai kamar mandi yang tidak licin atau anti selip.

    Ia menjelaskan di kamar mandi biasanya terdapat 3 area, yakni area basah yang biasa digunakan untuk mandi serta dua di antaranya adalah area kering untuk make up atau tempat cermin dan kloset.


    Dari ketiga area tersebut, yang paling disarankan untuk memakai lapisan lantai anti selip adalah area basah. Sementara area cermin dan kloset masih diperbolehkan untuk memakai keramik halus tanpa anti selip.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Beberapa jenis pelapis lantai yang anti selip adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” tambahnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, ia juga menekankan bahwa kebersihan sangat mempengaruhi licin atau tidaknya lantai kamar mandi. Sebab, selain karena bekas sabun, lantai kamar mandi bisa licin karena aktivitas jamur di lantai kamar mandi yang lembap. Material lantai yang semula anti selip tetap berisiko licin karena lumut tersebut.

    Kemudian, cara memilih material lantai kamar mandi lainnya adalah pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Kemiringan lantai kamar mandi, kata Denny, sekitar 1-2 cm. Kemiringan tersebut mengarah ke lubang pembuangan air atau flood drain.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cahaya Alami Bisa Tekan Tagihan Listrik, Ini Triknya!



    Jakarta

    Matahari memberikan cahaya alami yang menerangi seluruh bumi. Cahaya alami ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik untuk rumah. Bahkan pemanfaatan cahaya alami ini bisa menekan tagihan listrik di rumah.

    Dengan pencahayaan alami yang optimal, kamu bisa mengurangi penggunaan lampu di siang hari sekaligus menciptakan suasana hunian yang lebih segar dan nyaman.

    Bukan cuma hemat listrik, paparan sinar matahari juga bisa meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh yang membuat mood jadi lebih baik. Kabar baiknya, memaksimalkan cahaya alami di rumah tidak harus renovasi besar-besaran.


    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

    Gunakan Cat Dinding dan Plafon Warna Terang

    Cat putih atau cerah memantulkan cahaya lebih baik sehingga ruangan terasa terang dan lapang.

    Pilih Cat Dinding Berkilau

    Cat dengan kilau tinggi bisa memantulkan cahaya seperti cermin sehingga ruangan lebih terang tanpa tambahan lampu.

    Manfaatkan Kaca atau Ubin Reflektif

    Material reflektif, terutama di dapur dan kamar mandi, mampu memantulkan cahaya hingga 100%.

    listrik

    Ganti Dinding dengan Blok Kaca

    Cocok untuk area yang biasanya gelap, blok kaca bisa membawa cahaya alami masuk ke dalam rumah.

    Pasang Skylight di Atap

    Skylight alias jendela atap memberikan cahaya konsisten langsung dari langit.

    Tambah Elemen Reflektif di Interior

    Cermin, lampu dinding, hingga pegangan kabinet berkilau dapat membantu cahaya menyebar ke seluruh ruangan.

    Gunakan Sun Tube

    Alternatif skylight yang lebih terjangkau ini bisa menyalurkan cahaya alami ke dalam rumah meski ruang terbatas.

    Dengan menerapkan trik-trik ini, rumah akan terasa lebih cerah, nyaman, sekaligus membantu menghemat tagihan listrik. Jadi, nggak ada salahnya mulai memanfaatkan sinar matahari sebaik mungkin mulai sekarang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com