Tag: desain taman

  • Mudah Dicoba! Ini 4 Tips Menanam Tanaman Rambat di Rumah


    Jakarta

    Halaman rumah tanpa adanya tanaman terasa seperti gurun tandus. Saat siang hari, matahari langsung mengarah ke rumah, begitu terik dan panas. Keberadaan tanaman dapat menjadi penghalang sinar matahari sekaligus penyegaran mata.

    Menanam tanaman tidak harus di lahan yang luas seperti di rumah zaman dulu. Lahan seluas kamar tidur 3×2 meter pun sudah cukup untuk meletakkan beberapa tanaman. Salah satu tanaman yang cocok tumbuh di lahan yang sempit adalah tanaman rambat.

    Tanaman rambat ini bisa dipasang di dinding dan pagar rumah, atau menggunakan media rambat tambahan. Perawatan tanaman rambat lebih mudah daripada kelihatannya. Kuncinya adalah penghuni rumah harus rajin untuk merapikan jalur rambatan tanaman tersebut agar tidak merusak bagian rumah yang seharusnya tidak ditumbuhi.


    Dilansir dari Houzz, berikut tips menanam tanaman rambat di lahan yang sempit.

    1. Pilih Tanaman dari Cara Rambatnya

    Tanaman rambat memiliki 2 cara merambat yakni dengan akarnya yang menempel atau sulurnya yang melilit ke media rambat.

    Kedua cara tumbuh tanaman rambat tersebut dapat memberikan efek pada media rambat. Apalagi jika media rambat adalah dinding rumah. Nantinya cat dinding bisa rusak karena dijadikan jalur hidup mereka.

    Menurut situs Houzz jenis akar yang berpotensi merusak eksterior rumah adalah yang menempel. Sementara itu, untuk tanaman rambat yang melilit dengan sulurnya dapat menyebabkan kerusakan jika sulur mulai merambah ke arah selokan, jendela, garis atap.

    2. Pilih Jenis Tanaman Rambat yang Tepat

    Selain dari cara merambatnya, kamu bisa memilih tanaman yang diinginkan. Contoh tanaman rambat yang tumbuh dengan cara menempel adalah daun dolar dan ivy inggris. Lalu untuk tanaman rambat yang hidup dengan melilit lewat sulurnya adalah melati irian, morning glory, sirih merah, dan tanaman anggur.

    Lalu tanaman rambat yang bisa berbunga di antaranya bugenvil, morning glory, mandevilla, melati irian, dan masih banyak lagi.

    3. Gunakan Bebatuan pada Dinding

    Setelah menentukan cara merambat dan jenis tanamannya. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media rambatnya. Salah satu cara aman mencegah tanaman rambat merusak bangunan adalah dengan menyiapkan dinding berbatu.

    Dinding rumah dari batu bata lebih minim mengalami kerusakan apabila dibandingkan dengan media rambat sirap. Media rambat dari sirap ini apabila diletakkan di dinding dapat melonggarkan lapisan dinding. Namun, sirap tetap aman dan indah apabila di pasang berdiri atau agak berjarak dari dinding. Adanya jarak antara dinding dan sirap dapat mencegah dinding lembap dan tumbuhnya jamur.

    4. Gunakan Teralis

    Teralis atau besi bersekat adalah salah satu media tanam tanaman rambat yang direkomendasikan. Cara pasang yang benar adalah dengan dipasang beberapa senti dari dinding. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir dinding rumah yang telah dicat akan rusak.

    Situs Houzz menyarankan pada teralis dibuatkan sebuah engsel agar besi tersebut bisa dipindahkan ke atas atau ke samping yang dapat mempermudah pemilik rumah saat ingin mengecat dinding atau mencabut tanaman rambat apabila terlihat kering.

    Itulah beberapa tips untuk menanam tanaman rambat di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Penting Punya Taman di Rumah? Ketahui Dulu Manfaatnya



    Jakarta

    Salah satu keuntungan memiliki rumah tapak adalah bagian depan bangunan biasanya memiliki halaman atau tanah kosong yang digunakan untuk taman. Namun, saat ini banyak rumah yang menutup tanah kosong tersebut untuk dijadikan tempat parkir karena luasnya yang tak seberapa.

    Eits, tenang, tidak masalah jika halaman rumah digunakan untuk lahan parkir. Setiap rumah memiliki kebutuhan masing-masing. Namun, keberadaan taman di rumah tetap penting. Menurut Arsitek Denny Setiawan, taman tidak melulu harus ditempatkan di bagian depan rumah atau belakang. Taman bisa dibuat di area kosong di mana saja di rumah, seperti di dalam rumah atau di atap.

    “Jadi tidak ada alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


    Sebab, kata Denny, memiliki taman di rumah memberikan banyak keuntungan. Pertama, taman bisa memberikan pasokan oksigen di rumah. Seperti yang kita tahu, taman biasanya ditumbuhi banyak tanaman, baik besar maupun kecil. Tanaman-tanaman inilah yang memasok oksigen untuk manusia.

    Kedua, dengan membuat taman, pemilik rumah sudah berkontribusi terhadap penghijauan. Membuat ruang hijau tidak perlu membutuhkan ruang yang luas, di lahan sepetak juga cukup. Dengan memiliki area terbuka hijau, rumah memiliki area resapan dan pasokan oksigen.

    “Fungsinya bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah. Jadi air hujan kita bisa terserap di tanah kita sendiri walaupun rumah subsidi tapi rasanya harus ada taman juga,” ujarnya.

    Denny mengatakan apabila bagian depan rumah sudah tidak ada ruang tersisa, banyak orang memilih untuk menambah ruang di atas rumah seperti membuat rooftop. Area ini bisa digunakan pula untuk dibuat taman sungguhan yang ditumbuhi rumput.

    “Caranya yang pertama adalah lapisan dry cell supaya airnya bisa menyerap ke bawah kemudian dialirkan lewat pipa, flood drain. Di atas dry cell harus ada kerikil, atau split, baru di atasnya ada tanah,” jelasnya.

    Kemudian, apabila tidak memungkinkan dibuat di atas dan di bawah, pemilik rumah bisa menjajal membuat taman vertikal. Biasanya tanaman akan diletakkan di dinding atau pagar dengan pot atau tanaman rambat.

    “Saat ini kita kekurangan media tanam. Untuk Kota Jakarta sendiri target vegetasi baru tercapai 9 persen dari target kota ideal 30 persen ruang hijau. Jadi kita butuh sekali sebanyak-banyaknya ruang hijau agar tanaman bisa bertumbuh, agar setiap manusia di kota Jakarta ini bisa menghirup oksigen dengan baik jadi rasanya daripada kita membuat pagar yang tinggi yang kemudian kesannya tertutup, tidak ada salahnya kita mencoba metode untuk membuat pagar dari tanaman,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Bikin Taman di Rumah


    Jakarta

    Taman bisa menjadi area penunjang tampilan rumah, terutama jika lokasinya di depan. Taman yang tersusun rapi dan ditumbuhi banyak tanaman, menambah kesan asri pada rumah.

    Tentu, untuk mewujudkan bentuk taman yang idaman, tidak bisa dibuat asal. Perlu banyak pertimbangan agar tampilannya indah saat hari cerah maupun gelap.

    Lantas, apa saja yang harus diperhatikan saat membuat taman di rumah? Berikut beberapa tipsnya.


    1. Mengetahui Luas Taman yang Akan Dibuat

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, saat ingin membuat taman, pemilik rumah perlu mengetahui luas area yang akan digunakan. Hal ini untuk menyesuaikan jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di sana.

    2. Tentukan Konsep Taman

    Saat ini untuk mencari konsep taman, bisa melihat-lihat dari internet. Meskipun tidak bisa diikuti 100 persen, tetapi ada beberapa konsep yang cocok dengan luas bangunan dan selera pemiliknya. Dengan adanya konsep taman, lebih mudah untuk menentukan barang dan jenis tanaman apa saja yang harus dibeli.

    “Ada taman kering yang pakai pot. Ada taman Jepang yang pakai batu-batu krikil atau ada taman tropis yang isinya adalah pohon-pohonan tropis,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025) lalu.

    3. Pilih Tanaman yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Apabila di halaman rumah ingin ditanam pohon berkayu besar, cari jenis tanaman yang akarnya tidak merusak fondasi rumah yakni yang memiliki akar tunggal, contohnya pohon pule, tabebuya, dan kamboja.

    Denny tidak menyarankan untuk menanam pohon akasia di rumah karena akarnya berserabut dan bisa merusak rumah. Namun, memang pohon akasia memiliki daya tarik yakni daunnya yang rimbun.

    4. Pertimbangkan Beli Hiasan Taman

    Selain tanaman, Denny juga menyarankan untuk membeli pernak-pernik yang bisa dipasang di taman seperti bebatuan, lampu, dan lainnya.

    Denny mengingatkan, saat membuat taman, tidak perlu semua harus selesai di satu waktu. Segala perlengkapannya bisa dibeli satu-satu sehingga tidak terlalu gegabah dan tidak membuat pengeluaran bulanan membengkak.

    “Sebenarnya untuk budget itu nggak terlalu gede untuk membuat taman. Taman ini kan sebenarnya bisa dilakukan secara tumbuh. Artinya ketika kita punya uang kita bisa beli pohon tambahan yang kita mau,” terangnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com