Tag: desainer interior

  • 3 Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar Supaya Estetik dan Fungsional


    Jakarta

    Posisi tempat tidur menentukan estetika dan fungsionalitas kamar tidur. Kalau sampai salah menentukan posisi tempat tidur, bisa-bisa kamar tidur malah terlihat sempat dan tidak proporsional.

    Nah, justru posisi tempat tidur yang sesuai akan membantu membuat suasana kamar tidur lebih nyaman untuk istirahat. Lalu, bagaimana cara memposisikan tempat tidur yang tepat?

    Ayo simak tips posisikan tempat tidur di kamar berikut ini, dikutip dari Real Simple, Jumat (28/6/2024).


    Tips Posisikan Tempat Tidur di Kamar

    1. Pilih Tempat Tidur Sesuai Ukuran Kamar

    Menurut desainer interior dan founder House of Honey, Tamara Honey, memilih ukuran tempat tidur yang tepat sangat penting. Setidaknya jarak minimum di samping tempat tidur sekitar 30 inci dan 36 inci dari kaki tempat tidur.

    2. Jangan Taruh Tempat Tidur di Pojok

    Menurut Honey, dengan menempatkan tempat tidur di bagian pojok bisa menimbulkan beberapa tantangan fungsionalitas, seperti hilangnya tempat penyimpanan dan membatasi aksesibilitas. Namun jika luas ruangan terbatas, maka menempatkan tempat tidur di pojok ruangan bisa menjadi pilihan yang tepat.

    Jangan lupa untuk menggunakan tempat penyimpanan di bawah tempat tidur dan sandaran kepala yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan.

    3. Tempat Tidur Terlihat saat Masuk ke Kamar

    Menempatkan tempat tidur menghadap pintu masuk kamar bisa menjadi pilihan, sehingga kamu bisa melihat keseluruhan desain dalam sekejap. Kamu bisa menggunakan sandaran kepala yang bagus, dekorasi karya seni, atau wallpaper yang indah agar terlihat lebih menarik.

    “Kamu bisa merasakan keseluruhan ruangan dan itu membuatnya begitu menarik dan hampir terasa seperti sebuah destinasi,” ujar desainer interior Kate Dawson, dikutip dari Real Simple.

    Itulah beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dalam mengatur posisi tempat tidur di kamar. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Barang yang Nggak Cocok Disimpan di Kamar Tidur, Bikin Nggak Mood


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan ruangan untuk istirahat dan menyimpan benda pribadi. Supaya kamar tidur nyaman dan terlihat menarik, sebaiknya kamu mengatur barang-barang yang disimpan di kamar.

    Siapa sangka, ternyata benda yang ada di kamar bisa memengaruhi suasana kamar dan kualitas tidur, lho! Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lalu, barang-barang apa saja yang sebaiknya tidak disimpan di kamar tidur? Simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari The Spruce, Kamis (28/6/2024).


    Barang yang Nggak Cocok Disimpan di Kamar

    1. Baju Tidak Terpakai dan Peralatan Gym

    Desainer Jean Parker menyarankan agar tidak ada perabotan yang bisa digunakan untuk menumpuk pakaian. Menurutnya, kamar tidur seharusnya menjadi tempat yang benar-benar bisa me-recharge energi atau beristirahat. Ia juga menyarankan agar tidak ada peralatan gym di dalam kamar tidur.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    2. Peralatan Kantor

    Ada beberapa benda yang tidak cocok di kamar tidur, seperti printer ataupun peralatan kantor lainnya. Desainer Amity Worrel menyarankan menggunakan meja yang sederhana saja yang tidak mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    3. Terlalu Banyak Rak

    Rak terbuka bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang yang nantinya bisa menjadi ‘polusi visual’. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuatmu tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    4. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins, sebaiknya kamar tidur bebas elektronik. Sebab, adanya barang elektronik bisa mengganggu orang tidur. Ia juga menyarankan agar menggunakan warna cat yang lembut dan menenangkan.

    Itulah beberapa benda yang tidak perlu ada di dalam kamar. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Dekor Rumah Ramah Kantong


    Jakarta

    Dengan inflasi yang memukul harga furnitur akhir-akhir ini, banyak orang mungkin merasa lebih sulit untuk mendekorasi dengan biaya yang masuk akal.

    Namun, kata penulis buku desain “Live Beautiful” Athena Calderone, ada cara untuk menggunakan anggaran secara kreatif.

    “Meskipun bisa terasa sangat menegangkan untuk mendekorasi dengan anggaran kecil, kabar baiknya adalah bahwa kendala bukan akhir dari segalanya. Faktanya, kendala justru sering menjadi sumber kreativitas sejati,” kata Calderone dikutip dari CNBC, Senin (24/7/2023).


    Berikut adalah beberapa tip untuk menghemat uang untuk furnitur, perlengkapan rumah, dan dekorasi.

    1. Ketahui Kapan Harus Belanja dan Kapan Harus Menabung

    Elizabeth Herrera, seorang desainer di Decorist, sebuah perusahaan desain interior online, memberi tahu orang-orang untuk mengabaikan siklus tren dan mengikuti kata hati saat membeli furnitur.

    “Dengan cara ini mereka tidak ingin mendekorasi ulang setiap beberapa tahun,” kata Herrera.

    Orang-orang juga harus tahu barang mana yang layak untuk dibelanjakan.

    “Nggak apa-apa untuk membeli aksesori trendi dengan harga lebih rendah untuk menyegarkan ruangan, tetapi pertahankan potongan yang lebih besar tetap klasik,” tambah dia.

    Lebih mudah mengetahui kapan perabot inti, seperti sofa dan meja ruang makan Anda, dibeli dengan harga murah, kata para ahli.

    2. Pilih Barang yang Awet

    Pastikan juga furnitur yang kamu inginkan bertahan lama.

    “Pikirkan jangka panjang,” kata Becki Owens, seorang desainer interior di California.

    “Jika Kamu sabar dengan prosesnya dan berinvestasi dalam barang berkualitas saat Kamu bisa, Kamu akan memiliki barang yang bisa Kamu bangun. Saya memiliki barang-barang yang berusia 20 tahun di rumah saya,” tambah dia.

    Jika tujuannya adalah umur panjang, Owens juga merekomendasikan untuk membeli furnitur inti dengan bahan yang tahan lama dan warna netral.

    “Kamu selalu dapat mengubah lapisan dekoratif seperti tekstil saat tren berubah,” kata Owens.

    3. Beli Barang Bekas

    Calderone mengatakan dia pendukung besar membeli furnitur bekas dari toko antik, secara langsung dan online.

    “Kamu akan terkejut betapa berharganya harta yang bisa Kamu dapatkan dengan harga terjangkau,” katanya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Disimpan ‘Kaum’ Minimalis



    Jakarta

    Gaya hidup minimalis selalu dikaitkan dengan merapikan dan menyumbangkan atau menyingkirkan barang yang tidak terpakai. Gaya hidup minimalis dapat menjadi salah satu cara untuk memiliki barang yang benar-benar dibutuhkan agar tidak membuat rumah berantakan.

    Barang-barang yang dimiliki oleh kaum minimalis di rumah mereka biasanya dirancang dengan teliti dan fungsional, namun tetap memiliki gaya serta tidak mudah ketinggalan zaman. Nah, berikut ini merupakan beberapa barang yang biasanya dimiliki oleh orang dengan gaya hidup minimalis.

    Gorden dari Bahan Linen

    Kain linen yang terkenal akan keringanannya dan tahan lama, bisa bertahan sampai bertahun-tahun jika perawatannya baik. Selain itu, dengan bertambahnya usia kain linen juga akan melunak, sehingga gorden linen dapat menjadi lebih hangat dan lembut.


    Penggunaan gorden linen biasanya terdapat di sepanjang lantai ruang tamu dan kamar tidur guna menambah privasi tanpa mengurangi pencahayaan yang hangat. Pertimbangkan juga untuk penggunaan gorden linen pada ruang dapur, agar lebih banyak cahaya alami yang masuk.

    “Gorden linen tipis selalu memberikan kehangatan pada desain kami dan mempercantik ruangan kami,” kata pendiri dan direktur kreatif studio Seva, Steph Schlegelmilch, yang dikutip dari Better Homes & Garden pada Senin (21/10/2024).

    Seprai Putih

    Desainnya yang minimalis, seprai putih sering kali menawarkan palet warna yang netral karena sifatnya yang awet dan serbaguna. Penggunaan satu set seprai putih yang lengkap guna menjadikan ruangan terasa kalem.

    Schlegelmilch juga menyarankan untuk terus menggunakan satu ataupun dua bantal untuk tampilan yang bersih serta elegan, jika terlalu banyak bantal tidak baik juga karena dapat terlihat berantakan.

    Tembikar

    Schlegelmilch menyatakan bahwa dia tidak pernah membuang keramik favoritnya saat membereskan rumah. Dia menikmati mencari tembikar yang memiliki makna dan menyampaikan cerita, sehingga bisa menjadi karya seni tersendiri.

    “Tembikar sangat serbaguna di rumah dan akan selalu menarik dengan atau tanpa bunga potong segar ,” kata Schlegelmilch.

    Pajanglah vas serta mangkuk keramik favorit kamu di rak rumah atau meja makan sebagai hiasan yang sederhana, kamu juga bisa mengisi vas dengan bunga segar atau kering, bisa juga mengosongkan vas guna memperlihatkan tampilan yang bersih berkilau.

    Pusaka/Barang yang Dimiliki Secara Turun Temurun

    Menurut Schlegelmilch, biarpun kamu merapikan barang untuk mendapatkan tampilan yang minimalis, kamu juga harus tetap menyimpan pusaka serta barang mudah pecah yang antik lainnya. Ini adalah barang rumah tangga yang memang diwariskan secara turun temurun.

    Menyimpan barang-barang antik dapat membuat tampilan yang rapi dan penuh makna di rumah kamu, yang tidak akan pernah pudar dengan berjalannya tren yang ada.

    “Barang-barang ini tidak hanya memiliki makna, tetapi juga memadukan barang lama dan baru terasa autentik bagi kita,” ujar Schlegelmilch.

    Lampu Hias

    Pertimbangkan dengan matang sebelum mengganti lampu hias kamu demi estetika minimalis. Hal itu karena desain minimalis umumnya memiliki elemen yang bersih dan sederhana.

    Desainer Interior dan Pendiri Sarah Tract Interiors, Sarah Tract selalu menyarankan untuk tetap menggunakan lampu hias sebagai elemen yang memperkuat tampilan ruangan. Kamu bisa mencoba menggantung beberapa lampu gantung di ruang makan atau dapur, atau memasang lampu hias di kamar mandi.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Barang Ini Sebaiknya Tak Ada di Kamar, Bisa Ganggu Ketenangan


    Jakarta

    Kamar tidur adalah ruangan yang cukup private. Ruangan ini didesain sesuai kebutuhan dan keinginan penghuninya. Meskipun tidak ada aturan mengenai apa yang harus ada di kamar, tetapi ada beberapa barang yang sebaiknya tidak berada di dalam kamar.

    Dilansir The Spruce, beberapa barang dinilai tidak cocok berada di kamar karena dapat mempengaruhi suasana di dalamnya. Menurut Laura W Jenkins, sebaiknya menyimpan benda-benda yang bisa membuatmu rileks di kamar tidur, seperti buku dan foto keluarga.

    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya dijauhkan dari kamar? Berikut daftarnya.


    1. Barang Elektronik

    Menurut desainer interior Laura W Jenkins di kamar tidur seharusnya tidak ada barang elektronik yang dapat mendistraksi seperti hal-hal yang berbau hiburan. Sebab, menurutnya kamar tidur adalah ruangan untuk penghuninya istirahat.

    Barang elektronik seperti kipas angin, AC, atau alat kebersihan adalah pengecualian karena barang-barang tersebut dapat membuat penghuninya lebih nyaman ketika tidur.

    Selain barang elektronik seperti TV, laptop, konsol game, atau speaker dikeluarkan, ia juga menyarankan untuk menggunakan warna cat yang menenangkan seperti warna bumi atau earth tone.

    2. Baju Tak Terpakai dan Peralatan Gym

    Mengurangi barang-barang tak terpakai adalah keharusan yang perlu diterapkan pada semua ruangan. Desainer Jean Parker mengatakan apabila di kamar banyak baju tidak terpakai atau sudah tidak muat, sebaiknya segera dikeluarkan untuk didaur ulang, dijual, atau diberikan kepada orang lain.

    Ruang yang sedikit barang tidak akan mengganggu pergerakan dan pandangan. Dengan begitu penghuninya bisa mendapatkan ruang lebih untuk mengisi kembali energi yang habis setelah seharian di luar rumah.

    Lalu, ia menyarankan agar di dalam kamar tidak ada barang besar dan berbahaya di dalam kamar, seperti peralatan gym. Sebab, peralatan tersebut berbahaya, ketika tersandung atau terjadi gempa bumi.

    “Kamar tidurmu bukanlah tempat gym, jadi saya akan menahan diri untuk menempatkan alat-alat olahraga di sana,” ujarnya dikutip dari The Spruce.

    3. Peralatan Kantor

    Setelah pandemi, banyak orang yang menggunakan kamar tidurnya sebagai ruang kerja. Alhasil kamu bisa seharian berada di ruangan tersebut. Apabila kamu tidak memiliki ruang lain untuk dijadikan ruang kantor, Desainer Amity Worrel meminta agar menggunakan meja yang kecil dan santai sebagai meja kerjamu di rumah. Dengan begitu itu tidak akan mengingatkanmu akan pekerjaan.

    “Saat membuat tempat yang seharusnya membuat rileks dan menjadi pelarian dari pekerjaan, sangat penting untuk mempertimbangkan apa yang harus ada di kamar atau tidak,” paparnya.

    4. Jangan Terlalu Banyak Rak Terbuka

    Memiliki banyak ruang penyimpanan sebenarnya memudahkan penghuni untuk menyimpan barang dan ruangan pun terlihat lebih rapi. Namun, sebenarnya yang lebih baik lagi adalah mengurangi barang di kamar sehingga rak juga bisa berkurang.

    Selain itu, jangan terlalu banyak memakai rak terbuka karena bisa menjadi tempat untuk menumpuk barang dan sarang debu. Menurut desainer Abbie Naber, apabila terdapat rak terbuka di dalam kamar sebaiknya diisi dengan benda-benda yang bisa membuat penghuninya tersenyum dan diisi seminimal mungkin.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Warna Sofa yang Perlu Dihindari Menurut Desainer Interior


    Jakarta

    Sofa adalah perabot yang menjadi titik fokus utama di sebuah ruangan. Sofa dengan warna yang cerah, kalem, dan terlihat bersih membantu ruangan terlihat cerah serta tenang.

    Kesan berbeda muncul jika sofa yang dipilih berwarna gelap, terlalu terang, atau pucat. Rumah bisa terasa kurang nyaman bagi orang yang menempatinya atau sekadar bertamu.

    Warna Sofa yang Perlu Dihindari

    Dengan banyaknya pilihan, mungkin akan sulit memilih warna yang tepat untuk sofa di rumah. Namun secara umum sebaiknya hindari warna-warna berikut dikutip dari laman Cozy Plant dan Livingetc.


    1. Hitam

    Sofa hitam bisa menciptakan kesan gelap dan berat di dalam ruangan. Warna hitam juga akan menyerap cahaya dan membuat ruangan terkesan sempit dan lebih tertutup.

    Jika memang mau menggunakan warna ini, pilih bahan yang bisa memantulkan cahaya dengan cara yang menarik. Dengan sedikit cahaya dan bayangan, sofa hitam bisa tampak elegan dan tidak kaku.

    2. Merah

    Warna merah memang sering dikaitkan dengan gairah, berani, dan keinginan menarik perhatian. Namun sebaiknya hindari warna merah untuk sofa karena bisa menjadi fokus utama rumah.

    Akibatnya pesona perlengkapan, ornamen, dan pernak-pernik rumah lainnya cenderung hilang serta tidak terlihat. Apalagi jika warna merah sofa makin pudar seiring waktu, yang bisa bikin rumah terlihat pucat.

    3. Hijau Neon

    Hijau neon juga perlu dihindari dalam pemilihan warna sofa. Warna terang dan bold ini berisiko menyebabkan mata lelah bahkan sakit kepala. Selain itu, hijau neon bisa berbenturan dengan warna lain di rumah, sehingga sulit menciptakan paduan yang harmonis dan kohesif.

    4. Kuning Cerah

    Kuning sebaiknya tidak dipilih untuk warna sofa. Warna yang identik dengan kebahagiaan ini, berisiko bikin mata tegang dan tidak nyaman. Jika masih ingin menggunakan warna kuning, sebaiknya pilih yang lembut dan kalem.

    5. Oren

    Oren sering dikaitkan dengan kehangatan dan energi, tapi tidak cocok untuk warna sofa. Warna ini juga sulit dipadukan dengan yang lain, sehingga bisa membatasi pilihan untuk dekorasi dan aksesori.

    6. Putih

    Jika ingin menggunakan putih sebagai warna sofa, sebaiknya pertimbangkan unsur lain di dalam rumah. Misalnya tidak ada hewan peliharaan yang berisiko mudah mengotori sofa.

    Pertimbangan ini dikarenakan putih adalah warna yang mudah kotor, sehingga pemiliknya harus rajin membersihkan sofa. Tentunya tanpa merusak sofa, sehingga tampilannya tampak selalu bersih dan baru.

    Pemilik rumah yang masih menginginkan sofa warna putih, sebaiknya pilih model yang menggunakan sarung. Model ini mudah dicuci dan diganti dengan berbagai warna lain.

    7. Abu-abu

    Warna abu-abu bisa terlihat kontemporer dan anggun namun juga menimbulkan kesan kaku dan formal. Kesan lain yang berisiko muncul adalah kusam, dingin, dan tidak bersahabat.

    “Jika ada berbicara tentang warna sofa, satu-satunya hal yang akan saya hindari adalah abu-abu yang terlalu formal dengan tenunan ketat. Pada sofa, kain yang tenunannya terlalu halus bisa terlihat dan terasa terlalu kaku,” kata desain interior bernama Anne Hindley.

    Jika memang ingin memilih abu-abu, tambahkan aksesoris lain untuk memberi karakter pada ruang tamu, misalnya dengan paduan merah muda pucat. Hiasi juga sofa dengan bantal agar muncul nuansa rileks.

    8. Warna yang Sedang Tren

    Ketika memilih sofa, jangan terpaku dengan warna yang sedang tren. Hijau sage misalnya, banyak disukai di momen-momen tertentu dan memungkinkan orang memilihnya sebagai warna sofa.

    Namun harus diingat, sofa adalah investasi dan warna tren mungkin akan datang dan pergi. Jika warna yang dipilih tidak lagi trendi, sofa menjadi seperti ketinggalan zaman.

    Pemilik rumah yang ingin mengikuti warna trend, bisa memilih alternatif sarung sofa atau bantal. Sehingga, sofa selalu terlihat trendi dengan warna paling update.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Gorden Sebaiknya Ditutup atau Dibuka saat Rumah Kosong? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Gorden adalah kain yang berfungsi untuk menutupi jendela agar tidak terlihat dari luar. Fungsi lain dari gorden adalah dapat menahan debu dan menghalangi cahaya matahari masuk ke dalam rumah.

    Banyak pemilik rumah yang memilih menutup gorden ketika akan pergi keluar rumah, baik dalam waktu beberapa hari ataupun hitungan jam saja. Tujuan gorden ditutup adalah agar tidak ada orang yang dapat melihat isi hunian, baik itu furnitur hingga dekorasi yang menempel di dinding.

    Alasan lainnya adalah soal keamanan. Dengan menutup gorden maka dapat mencegah maling untuk masuk ke dalam rumah. Soalnya mereka tidak dapat melihat apa saja isi di dalam rumah itu.


    Meski begitu, sejumlah ahli di bidang interior desain punya pendapat lain soal menutup gorden ketika pergi keluar rumah. Lantas, lebih baik gorden dibuka atau ditutup saat rumah dalam kondisi kosong?

    Perlukah Gorden Ditutup saat Pergi Keluar Rumah?

    Sejumlah ahli di bidang desain interior mengungkapkan berbagai alasan tentang menutup gorden saat rumah ditinggal pergi. Menurut Jennifer Jones selaku pendiri Niche Interiors, hal ini tergantung dari kondisi tempat tinggal.

    “Ketika klien bertanya kepada saya apakah mereka harus membiarkan gorden tetap terbuka atau tertutup saat mereka pergi, jawabannya tergantung pada keamanan dan estetika,” kata Jennifer mengutip The Spruce, Selasa (17/6/2025).

    Apabila terdapat ruangan yang langsung menghadap ke jalan maka sebaiknya gorden ditutup. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan keamanan rumah secara maksimal.

    “Semakin sedikit informasi yang dimiliki oleh para pencuri tentang tata letak dan isi perabotan di dalam rumah, maka hal itu semakin baik,” ujarnya

    Apabila ruangan tersebut tidak berhadapan dengan jalan atau rumah tetangga, maka tidak perlu menutup gorden saat rumah ditinggal pergi. Namun jika ingin tetap ada cahaya matahari masuk ke dalam ruangan, cobalah memasang tirai berbahan tipis. Selain membiarkan sinar matahari masuk, cara ini juga dapat mempercantik hunian sekaligus tetap menjaga privasi.

    “Tirai tipis dapat menyebarkan cahaya matahari ke dalam ruangan sekaligus menghalangi pandangan dari luar ke dalam rumah, sehingga menawarkan perpaduan cahaya yang tenang serta tetap mengutamakan privasi,” ujarnya.

    Di sisi lain, desainer interior Rachel Blindauer mengatakan jika gorden sebaiknya dibiarkan terbuka ketika kamu pergi keluar rumah, baik sebentar maupun berhari-hari. Sebab, gorden yang ditutup rapat memberikan kesan bahwa rumah kamu kosong karena ditinggal penghuni.

    “Gorden yang terbuka dapat memberikan kesan atau isyarat bahwa rumah tersebut tidak kosong dan ada penghuninya,” ungkap Rachel.

    Dengan membiarkan gorden terbuka, maka pencuri jadi enggan untuk masuk ke rumah tersebut. Namun, cara ini dapat dilakukan jika hunian telah dilengkapi sistem keamanan canggih, mulai dari kamera CCTV 24 jam, smart lock door, hingga alarm anti maling.

    Rachel juga mengingatkan pentingnya memasang lampu otomatis yang dapat menyala saat malam hari. Cara ini dapat mengelabui maling bahwa rumah tersebut masih ada orang, meski sebenarnya dalam keadaan kosong karena seluruh penghuni pergi selama berhari-hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna Karpet yang Sudah Jadul, Jangan Dipilih Lagi!


    Jakarta

    Memasang karpet di ruang tamu dapat memberikan kehangatan dan kenyamanan, tak hanya untuk pemilik rumah tapi juga bagi tamu yang datang. Warna dan pola karpet yang bagus juga membuat ruang tamu jadi terlihat lebih estetis.

    Namun, seiring perkembangan tren ada beberapa warna karpet yang sudah ketinggalan zaman. Warna tersebut dianggap sudah kuno dan tidak cocok dengan hunian yang mengusung konsep modern, minimalis, atau Japandi style.

    Ingin tahu warna karpet apa saja yang sudah ketinggalan zaman? Simak dalam artikel ini.


    Ini Warna Karpet yang Sudah Ketinggalan Zaman

    Saat memilih karpet, hal utama yang harus diperhatikan adalah bahannya. Meski begitu, kamu juga perlu memilih warna atau pola yang tepat agar cocok dengan hunian.

    Dilansir Better Homes & Gardens, Minggu (6/7/2025), berikut warna karpet yang jangan dipilih lagi karena sudah ketinggalan zaman:

    1. Warna Cerah

    Dahulu, warna cerah seperti hijau, jingga, merah muda, dan biru sangat populer untuk karpet ruang tamu. Namun sekarang, warna tersebut sudah ditinggalkan banyak orang karena terlalu cerah dan tidak cocok dengan konsep rumah minimalis.

    “Nuansa hangat seperti kuning keemasan, merah tua, dan cokelat kemerahan kini sedang menjadi tren, tetapi hindari warna merah terang pada karpet Anda,” kata desainer interior Jill Greaves.

    2. Abu-abu Tua

    Karpet yang berwarna abu-abu tua kini sudah mulai ketinggalan zaman. Sebab, tren saat ini adalah mengusung warna yang memasukkan unsur kehangatan dan kenyamanan.

    Meski begitu, bukan berarti warna abu-abu sama sekali tidak bisa dipakai untuk interior rumah. Graves menyarankan untuk memilih warna abu-abu yang lebih muda dan hangat agar cocok dengan konsep rumah modern saat ini.

    “Abu-abu tua sudah tidak relevan, cobalah ganti dengan abu-abu yang lebih hangat dan warna netral. Warna-warna ini sangat cocok dengan tren vintage,” ujarnya.

    3. Putih

    Mirip seperti abu-abu, Greaves mengatakan karpet warna putih sudah mulai ketinggalan zaman. Selain lebih cepat kotor, banyak orang yang menginginkan karpet dengan banyak tekstur, pola, dan warna yang lebih kalem.

    “Saya rasa kita semua sudah bosan dengan ruangan serba putih dan mencari nuansa yang lebih hangat, seperti pola yang menarik atau tekstur yang lebih alam,” ungkap Greaves.

    Pemilihan warna bumi atau earth tone bisa jadi pilihan terbaik untuk saat ini karena sedan menjadi tren di kalangan anak muda, misalnya biru muda yang hangat.

    4. Krem

    Karpet berwarna krem sempat menjadi tren selama beberapa tahun. Sayangnya, warna ini dinilai sudah ketinggalan zaman karena banyak orang yang mulai bosan.

    Emily Vaughan, desainer interior dan pemilik Emily Vaughan Interiors menyarankan untuk memilih warna lembut dan hangat agar penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman.

    “Jika Anda mencari karpet netral yang bukan krem polos biasa, cobalah karpet dengan pola halus seperti garis,” paparnya.

    5. Hitam

    Satu lagi warna karpet yang sudah ketinggalan zaman, yakni hitam. Pada periode 2010-an, warna hitam banyak dipilih karena dinilai berani dan berbeda daripada yang lain. Namun untuk saat ini, warna hitam hanya menunjukkan kesan suram.

    Apabila ingin memilih warna gelap, disarankan untuk memilih warna cokelat tua atau arang karena terlihat lebih modern. Meski begitu, tak masalah jika membeli karpet dengan corak atau pola garis berwarna hitam.

    Itulah lima warna karpet yang dianggap sudah ketinggalan zaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kata Pakar, 5 Warna Cat Ini Bikin Dapur Terlihat Lebih Luas


    Jakarta

    Memilih warna cat untuk dapur tak bisa sembarangan. Terlebih jika dapur di rumah berukuran kecil, pemilihan warna cat sangatlah penting.

    Sejumlah pakar interior desain mengungkapkan ada warna cat yang cocok untuk area dapur berukuran kecil. Warna ini tak hanya membuat dapur terlihat lebih luas, tapi juga tampak estetis dan menarik mata.

    Ingin tahu apa saja warna cat yang membuat dapur terlihat lebih luas? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Warna Cat yang Bikin Dapur Terlihat Lebih Luas

    Jika berencana ingin mengecat ulang dapur rumah berukuran kecil pastikan memilih warna yang tepat. Dikutip dari The Spruce, Selasa (8/7/2025), berikut rekomendasinnya menurut pakar desainer interior:

    1. Putih Hangat

    Warna yang pertama adalah putih. Banyak desainer interior yang sepakat warna putih sangat cocok diterapkan pada dapur berukuran kecil. Selain terlihat lebih luas, warna ini bikin dapur terasa lebih nyaman saat memasak.

    “Warna putih hangat dengan sedikit sentuhan krem sangat cocok untuk dinding da langit-langit di dapur kecil,” kata Jacqueline Goncalves, desainer interior dari Moksa Studio.

    2. Hijau Abu-abu

    Hijau abu-abu atau muted green-gray juga cocok untuk cat dapur. Warna ini terlihat lebih kalem dan memberikan kesan hangat, sehingga dapat memberikan mood yang baik saat memasak.

    Jacqueline mengatakan, warna hijau abu-abu dapat dipadukan dengan warna putih yang hangat atau warna kayu alami untuk dapur kecil.

    “Saya suka warna ini untuk lemari, tetapi akan bagus jika digunakan pada dinding dapur dengan lemari kayu,” ungkapnya.

    3. Biru Muda

    Pilihan warna berikutnya ada biru muda. Warna ini dapat memberikan kesan luas serta menambah kesan terang pada dapur. Agar warna biru muda bisa terlihat lebih menonjol disarankan untuk dipadukan dengan putih.

    “Memadukan warna biru dan putih di dapur terutama yang berukuran kecil dapat menciptakan kontras yang lembut dan menyenangkan, sehingga mencegah ruangan jadi terlihat penuh,” kata pendiri KMD Design Studio, Karen Germond.

    4. Cokelat

    Warna cokelat juga cocok untuk dapur yang berukuran kecil. Warna ini sebaiknya dipilih untuk kitchen set atau lemari dapur, kemudian dipadukan dengan warna putih.

    “Nuansa warna cokelat dapat mencairkan suasana dan batasan pada ruangan. Padukan dengan dinding berwarna putih hangat agar terlihat lebih estetis dan semakin terlihat besar,” ujar pendiri Saab Studios, Laureen Saab.

    5. Abu-abu

    Satu lagi warna cat yang membuat dapur terlihat lebih luas, yaitu abu-abu. Agar terlihat lebih estetis dan tidak kaku, Jacqueline menyarankan untuk mengkombinasikan warna abu-abu dengan putih atau krem.

    “Warna abu-abu dapat melengkapi warna kayu yang hangat dan cocok dipadukan dengan warna putih pucat,” pungkas Jacqueline.

    Itulah lima warna cat yang membuat dapur terlihat lebih luas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com