Tag: detergen

  • 5 Benda yang Harus Dibersihkan Setiap Bulan Menurut Ahli


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan hal yang wajib dilakukan. Saat membersihkan rumah, ada barang-barang yang harus dibersihkan setiap bulan.

    Barang-barang tersebut harus sering dibersihkan karena beberapa hal, misalnya cepat berdebut. Lantas, barang apa saja yang harus dibersihkan setiap bulan?

    Dilansir dari Southern Living berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah

    In de zorgIlustrasi tempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Jangan salah ya, tempat sampah juga harus dibersihkan lho! Saat membersihkannya juga jangan asal, bagian dalam dan luarnya harus dibersihkan dengan baik.

    “Bahkan dengan pelapis, tempat sampah tetap bau. Kami menyarankan untuk membilas dan menggosoknya setiap bulan. Isi air panas, tambahkan sedikit sabun cuci piring, dan semprotkan disinfektan untuk mengusir bau dan mencegah bakteri,” kata ahli kebersihan di Sparkly Maids San Antonio, Jessica Gonzalez, dikutip dari Southern Living, Senin (14/7/2025).

    Sementara itu, ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader menyarankan untuk mengeringkan tempat sampah di bawah sinar matahari untuk membantu menghilangkan bau.

    2. Lemari Dapur

    lemari dapur panel terangkat atau Raised Panel Kitchen Cabinetlemari dapur Foto: via Kitchen Cabinet Kings

    Lemari dapur ternyata bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri tanpa kamu sadari. Maka dari itu, Gonzalez menyarankan untuk membersihkannya sebulan sekali.

    “Bersihkan area ini dengan pembersih lemak yang lemah atau cuka encer, lalu keringkan sepenuhnya. Ini akan menjaga dapur Anda tetap bersih di antara pembersihan mendalam,” ungkapnya.

    3. Mesin Cuci

    Ilustrasi Tips Memilih Mesin CuciIlustrasi Mesin Cuci Foto: iStock

    Mesin cuci juga harus dibersihkan setiap bulan lho detikers. Schrader mengatakan poin utama bagian mesin cuci yang harus dibersihkan adalah tempat detergen dan gasket atau karet mesin cuci.

    “Jamur dan kotoran deterjen menumpuk di sini cukup cepat. Bersihkan laci deterjen dengan larutan cuka hangat, dan periksa karet gasketnya untuk melihat apakah ada kotoran. Pembersihan bulanan akan mengurangi bau dan mesin cuci Anda akan berfungsi dengan baik,” jelas Schrader.

    Sementara Gonzalez mengingatkan untuk tidak melupakan bagian seperti tutup, kenop, serta bagian atas mesin cuci.

    4. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Gagang pintu disarankan untuk dibersihkan sebulan sekali karena bisa terdapat banyak bakteri. Sebab, bagian tersebut yang paling sering dipegang oleh orang rumah.

    “Gunakan larutan disinfektan atau pembersih berbahan dasar alkohol lainnya, bersihkan titik-titik ini sebulan sekali. Ini hanya membutuhkan sedikit waktu, tetapi dapat meningkatkan kesehatan ruangan Anda secara signifikan,” kata Shcrader.

    5. Baling-baling Kipas

    kipas angin gantungkipas angin gantung Foto: kipas angin gantung

    Kalau di rumah memakai kipas angin, jangan lupa bersihkan baling-balingnya setiap bulan. Sebab, debu rentan menumpuk pada baling-baling kipas apalagi kalau sering digunakan.

    Cara membersihkannya bisa dengan lap atau sarung bantal yang sudah tidak dipakai untuk mengumpulkan debu.

    “Selipkan sarung bantal bekas di atas baling-baling dan tarik perlahan ke bawah, debu akan menempel di sarung bantal. Lalu, lap baling-baling dengan kain mikrofiber lembap. Melakukan hal ini setiap bulan akan sangat membantu menjaga kualitas udara di rumah Anda, terutama di kamar tidur,” ujar Schrader.

    Itulah beberapa benda yang harus dibersihkan setiap bulan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Detergen di Rumah Habis? Ini 5 Bahan Alternatif untuk Cuci Pakaian


    Jakarta

    Mencuci pakaian tentunya adalah hal yang perlu dilakukan agar pakaian bersih. Namun, kadang-kadang detergen di rumah sudah habis dan belum sempat membeli lagi.

    Namun jangan khawatir! Ada beberapa bahan alternatif yang bisa kamu gunakan untuk mencuci pakaian. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini 5 bahan alternatif untuk cuci pakaian jika detergen di rumah sudah habis.

    1. Sampo, Sabun Mandi Cair, Sabun Cuci Tangan

    Dilansir dari The Spruce, Senin (19/2/2024), sampo bisa menjadi alternatif kamu mencuci baju ketika detergen habis. Namun, jangan masukkan sampo ke dalam mesin cuci. Gunakan sampo untuk mencuci baju dengan tangan.


    Sebaiknya, sampo yang digunakan adalah sampo yang lembut seperti sampo bayi. Jangan gunakan sampo yang dicampur dengan conditioner atau untuk rambut berwarna.

    Adapun, gunakan satu sendok teh sampo untuk mencuci di wastafel kamar mandi yang sudah dipenuhi air.

    Selain itu, sabun mandi cair dan sabun cuci tangan juga bisa digunakan sebagai pengganti detergen. Sama seperti sampo, gunakan sabun dalam jumlah yang kecil saja.

    2. Sabun Batang

    Sabun batang juga bisa digunakan untuk mencuci baju dengan tangan. Biasanya sabun batang digunakan untuk membersihkan noda pada baju. Pilih sabun batang yang tidak mengandung minyak atau pelembut kulit untuk mencegah adanya noda.

    3. Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring dapat digunakan untuk menghilangkan noda pada pakaian.

    “Sabun cuci piring juga pengganti yang baik untuk detergen saat kamu harus membersihkan noda berminyak. Cukup gosokkan sabun secara langsung di pakaian dan cuci sesuai dengan label pakaian,” kata Pakar Tekstil Frej Lewenhaupt, dikutip dari Homes & Gardens.

    4. Baking Soda

    Jika kamu tidak punya detergen sama sekali di rumah, kamu bisa masukkan 1 cup baking soda ke dalam cucian yang berada di mesin cuci. Akan tetapi, jika ada noda, sebaiknya bersihkan noda terlebih dahulu sebelum memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci dan gunakan air hangat ketika mencucinya.

    5. Cuka

    Cuka juga bisa jadi pengganti detergen untuk membersihkan pakaian. CEO IHatelroning, layanan laundry di New York City, Matt Connelly, mengungkapkan banyak orang yang menggunakan cuka dibandingkan pemutih karena memberikan efek memutihkan dan mencerahkan yang sama pada pakaian.

    “Cuka juga bisa membantu membersihkan noda tanpa perlu bahan kimia yang keras dari detergen. Namun, terlalu banyak penggunaan cuka juga bisa merusak selang karet dan menimbulkan sisa pada mesin cuci yang bisa membuatnya rusak. Jadi sebaiknya digunakan secara terpisah (tidak digunakan di mesin cuci) atau dicuci menggunakan tangan,” jelasnya, dikutip dari Homes & Gardens.

    Itulah 5 bahan alternatif untuk mencuci baju ketika detergen di rumah habis. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Noda Keringat dan Deodoran pada Pakaian


    Jakarta

    Cuaca yang panas belakangan ini tak jarang membuat tubuh berkeringat. Keringat tersebut bisa saja meninggalkan noda apabila pakaian tidak dicuci dengan bersih.

    Selain keringat, deodoran yang digunakan juga bisa meninggalkan noda pada pakaian. Tentunya akan menyebalkan jika ada noda keringat dan deodoran di baju kesayangan kamu kan?

    Nah, berikut ini adalah cara untuk membersihkan noda keringat dan deodoran pada pakaian. Simak informasinya di bawah ini.


    Menghilangkan Noda Keringat pada Pakaian

    Melansir dari martha Stewart, walaupun keringat pada dasarnya adalah air, perubahan warna terjadi saat keringat bercampur dengan kotoran, minyak, dan bakteri pada kulit. Keringat juga bisa menimbulkan noda jika tercampur dengan deodoran. Terlepas dari penyebabnya, noda keringat gampang dibersihkan dengan memakai bahan pembersih alami yang mungkin ada di rumahmu.

    Saat keringat bercampur dengan minyak pada kulitmu atau bahan yang terkandung dalam deodoranmu, keringat bisa menimbulkan noda. Berikut cara menghilangkannya

    Alat dan Bahan

    1. Cuka putih
    2. Mangkuk
    3. Air
    4. Kain mikrofiber atau spons
    5. Detergen cair ringan
    6. Soda kue

    Cara Menghilangkan Noda Keringat

    1. Campurkan air dan cuka putih dengan perbandingan yang sama ke dalam mangkuk
    2. Oleskan campuran tersebut di bagian yang terkena noda dengan kain atau spons bersih
    3. Gosok area yang terkena noda memakai kain secara perlahan dengan gerakan melingkar
    4. Biarkan campuran tersebut menempel pada noda
    5. Bilas area tersebut dengan air dingin untuk membersihkan campuran tadi
    6. Cuci pakaian tersebut seperti biasa menggunakan detergen cair lembut, dengan tetap memperhatikan petunjuk label perawatan
    7. Keluarkan pakaian dari mesin cuci dan periksa lagi untuk memastikan nodanya hilang
    8. Kalau masih ada, ulangi langkah-langkah di atas atau gunakan sesuatu yang lebih kuat

    Menghilangkan Noda Deodoran pada Pakaian

    Melansir Real Simple, noda tersebut biasanya datang dari hasil penumpukan bahan deodoran yang bereaksi dengan keringat, sehingga menyebabkan pudarnya warna baju atau timbulnya warna kuning pada baju putih.

    Noda ini sebenarnya bisa dihilangkan dengan beberapa cara khusus tergantung dengan warna pakaian kamu. Berikut ringkasannya.

    Alat dan Bahan

    Alat:
    – Sikat gosok nylon lembut
    – Mesin cuci baju
    – Mangkuk
    – Sarung tangan karet
    – Gelas takar/ukur
    – Sendok

    Bahan:
    – Baking soda
    – Cuka putih suling
    – Hidrogen peroksida
    – Detergen

    Cara Membersihkan Noda Deodoran Sesuai dengan Warna Baju

    1. Baju Berwarna

    Langkah-langkah:

    – Untuk satu buah baju, cukup campurkan 2 sendok makan cuka putih suling dengan 2 sendok air dingin ke dalam mangkuk atau gelas ukur.

    – Rentangkan baju di lantai dalam keadaan dibalik (bagian dalam baju menghadap keluar), lalu gunakan sikat lembut untuk menggosok noda dengan air cuka yang sudah disiapkan.

    – Setelah selesai digosok, selanjutnya siapkan campuran satu sendok makan cuka putih suling dengan air dingin secukupnya pada ember atau baskom. Lalu masukkan baju yang sudah di gosok tadi ke dalamnya, dan biarkan selama 30 menit.

    – Setelah direndam 30 menit, cuci baju tersebut menggunakan detergen di dalam mesin cuci seperti biasanya. Pastikan agar proses pencucian tersebut sesuai dengan arahan mencuci yang ada pada label di baju kamu.

    – Setelah selesai, keringkan dan jemur baju kamu.

    2. Baju Putih

    Langkah-langkah:

    – Campurkan 4 cup baking soda, 4 cup hidrogen peroksida, dan 4 cup air dingin ke dalam mangkuk atau gelas ukur.

    – Rentangkan baju di lantai dalam keadaan dibalik (bagian dalam baju menghadap keluar), lalu gunakan sikat lembut untuk menggosok noda dengan air campuran baking soda dan hidrogen peroksida yang sudah disiapkan. Lalu biarkan selama 30 menit.

    – Setelah 30 menit, cuci baju tersebut menggunakan detergen di dalam mesin cuci dengan pengaturan air paling hangat bila baju tersebut tidak memiliki arahan mencuci khusus. Bila baju tersebut memiliki arahan mencuci khusus, sebaiknya kamu ikuti aturan tersebut.

    – Ulangi proses bila noda masih tersisa hingga noda hilang sepenuhnya dari baju.

    – Setelah bersih, keringkan dan jemur baju tersebut.

    3. Baju Hitam

    Langkah-langkah:

    – Ambil sepotong karet busa, lalu gosok noda deodoran pada baju.

    – Coba untuk menggunakan lembaran pengering kain bekas untuk menghilangkan noda dengan cara menggosoknya secara cepat dengan jarak gosokan yang pendek.

    – Bila kamu tidak mempunyai lembaran pengering kain, kamu bisa mencoba untuk menggosokkan noda tersebut pada kain baju yang sama dengan cepat untuk merontokkan residu deodoran.

    – Bila noda putih deodoran sudah rontok, selanjutnya kamu bisa menyikatnya dengan sikat lembut

    Nah, setelah kamu tahu cara membersihkan noda deodoran, selanjutnya kamu juga perlu untuk mempelajari bagaimana cara untuk mencegah noda tersebut timbul lagi. Ayo kita simak bersama caranya di bawah ini.

    Cara Mencegah Timbul Noda Deodoran pada Bagian Ketiak Baju

    1. Pastikan deodoran yang kamu gunakan mengering sebelum kamu memakai baju. Bila kamu terburu-buru, kamu bisa coba untuk menggunakan pengering rambut untuk mempercepat proses pengeringannya.

    2. Ganti deodoranmu dengan deodoran yang memiliki rating tanpa aluminium (aluminum-free deodorant). Bahan aluminium pada deodoran adalah salah satu penyebab timbulnya noda pada bagian ketiak baju kamu.

    3. Hindari pemakaian deodoran berlebih. Bila kamu merasa masih bau ketika menggunakan deodoran, sebaiknya kamu coba merek lain, bukan dengan menggunakan deodoran tersebut dengan berlebih.

    4. Ganti produk deodoranmu dari deodoran tipe padat, menjadi deodoran tipe gel atau aerosol.

    5. Memakai pakaian dalam (kaos dalam), untuk mencegah noda deodoran tembus hingga baju luar kamu.

    Itu dia beberapa cara untuk menghilangkan noda keringat dan deodoran pada pakaian. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 6 Penyebab Timbulnya Bau Tidak Sedap pada Mesin Cuci


    Jakarta

    Saat mencuci baju dan merasakan bau yang tidak sedap, bisa jadi masalahnya berada pada mesin cuci. Mesin cuci yang bau merupakan masalah yang sangat umum dijumpai.

    Penyebab umum bau biasanya terdapat pada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian, serta penumpukan detergen.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa penyebab mesin cuci berbau tidak sedap sehingga mempengaruhi pakaian yang kamu cuci.


    Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    Filter Kotor

    Kebanyakan orang tidak membersihkan filter mesin cuci sesering yang seharusnya. Namun, filter tersebut mengumpulkan berbagai hal, mulai dari kotoran hingga bulu halus dan benda asing seperti koin dan jepit rambut.

    Kotoran yang menumpuk lama-kelamaan dan berubah menjadi lumpur yang menjijikan. Selain bau, filter yang terlalu kotor juga dapat mempengaruhi efisiensi mesin yang mengakibatkan pakaian tidak dicuci dengan baik.

    Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Mesin Cuci Kotor

    Tugas mesin cuci adalah membersihkan pakaian, sehingga akan terdapat kotoran bakteri yang menempel di dinding mesin cuci. Mesin cuci akan berbau tidak sedap jika tidak dibersihkan secara berkala.

    Ada yang Tersangkut

    Cincin karet di sekitar pintu mesin cuci bukaan depan adalah tempat rahasia untuk menyembunyikan pakaian kecil. Hal ini akan menyebabkan air cenderung menggenang di segel pintu.

    Jika dibiarkan, baunya akan menjadi sangat menyengat karena tidak ada yang lebih disukai kuman penyebab bau selain lingkungan yang lembap. Kotoran yang menyumbat lubang drainase juga menjadi risiko bau lainnya.

    Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci kamu berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Langkah-langkah Hilangkan Jamur di Plafon, Bisa Pakai Cuka dan Detergen


    Jakarta

    Jamur tidak hanya ditemukan pada dinding rumah. Terkadang, jamur juga bisa ditemukan pada langit-langit atau plafon.

    Menghadapi masalah jamur bisa menjadi hal yang menyebalkan, terutama jika jamur muncul di langit-langit. Hal itu karena jamur jadi lebih sulit untuk dijangkau dan dihilangkan.

    Akan tetapi, sangat penting untuk segera mengatasi pertumbuhan jamur demi menjaga kesehatan struktural dan keamanan rumah. Untuk membasminya, bisa menggunakan cuka dan detergen. Berikut ini cara menghilangkan dan mencegah jamur tumbuh di langit-langit.


    Tips Menghilangkan Jamur pada Langit-Langit

    Melansir dari Homes and Gardens, tidak semua kasus jamur sama, dan tidak semuanya bisa diselesaikan dengan metode DIY. Namun, jika area yang terinfeksi cukup kecil, yaitu kurang dari 10 kaki persegi atau 0,9 meter, kamu bisa mengatasinya sendiri menggunakan larutan pembersih yang sesuai. Berikut ini caranya.

    Persiapkan Area

    Menghilangkan jamur dari langit-langit memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadi penyebaran spora atau kerusakan pada permukaan. Untuk mencegah penyebaran spora jamur ke bagian lain di dalam ruangan, pastikan untuk melindungi area yang terinfeksi dengan menutupi lantai dan perabotan menggunakan lembaran plastik.

    Kenali Penyebabnya

    Sebelum membersihkan jamur, ketahui dulu apa penyebabnya. Biasanya, adanya jamur terjadi karena atap yang rusak, ventilasi yang buruk, atau tingkat kelembapan yang tinggi.

    Tergantung pada apa yang menjadi penyebabnya, kamu mungkin perlu memperbaiki kebocoran di plafon, meningkatkan ventilasi, atau menurunkan tingkat kelembapan di rumah kamu.

    Pakai Alat Pelindung Diri

    Jamur dapat melepaskan spora yang berbahaya jika terhirup, jadi pastikan untuk mengenakan masker, membuka jendela, atau menggunakan kipas angin untuk menjaga ventilasi yang baik saat membersihkan. Kamu juga perlu memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata untuk melindungi diri dari spora jamur.

    Gunakan Larutan Pembasmi Jamur

    Kamu bisa mencampurkan air dan detergen ke dalam botol semprot, kemudian di semprotkan ke area yang terkena jamur. Larutan ini membantu meregangkan jamur sehingga dapat lebih mudah untuk dihilangkan. Kamu juga bisa menggunakan penghilang jamur komersial.

    Pilihan yang lain adalah dengan menggunakan cuka untuk membasmi jamur. Asam asetat yang terkandung pada cuka dapat membunuh jamur dengan baik, buatlah larutan air dan cuka putih dengan perbandingan yang sama. Semprotkan pada seluruh area yang berjamur dan diamkan selama 15-20 menit sebelum dibersihkan.

    Gunakan kain bersih yang dibasahkan dengan air untuk menghapus larutan pembersih dan sisa jamur yang masih tertinggal. Pastikan untuk membilas kain tersebut agar tidak membuat langit-langit menjadi basah.

    “Setelah dibersihkan, sangat penting untuk mengeringkan area tersebut secara menyeluruh guna mencegah jamur tumbuh kembali,” ujar CEO Mold Busters, Michael Golubev, dikutip dari Homes and Garden.

    “Kamu harus memastikan bahwa area tersebut benar-benar kering sebelum kamu mengecat atau memberikan pelapis ulang,” tambahnya.

    Cat Langit-langit

    Setelah area tersebut benar-benar kering, sebaiknya cat ulang bagian yang ditumbuhi jamur dengan cat dasar dan cat anti jamur untuk mencegah pertumbuhan jamur di masa depan.

    Panggil Tenaga Ahli

    “Jika jamur menutupi lebih dari 30 cm, maka kamu tidak boleh mencoba untuk menghilangkan jamur sendiri,” ujar direktur pemasaran Cleaner Guys, Melanie Ortegon.

    Hal itu karena bisa mengakibatkan jamur yang berakar akan menyebar jauh lebih dalam lagi. Jika jamur menyebar lebih dari 30 cm, maka obat rumahan seperti halnya cuka tidak akan mampu menembus cukup dalam untuk membunuh jamur secara keseluruhan.

    Satu-satunya metode yang benar-benar efektif untuk mengatasi jamur yang telah menyebar adalah dengan menyewa perusahaan penghilang jamur bersertifikat untuk menangani masalah tersebut.

    Mencoba mengatasinya sendiri bisa berisiko bagi kesehatan kamu, karena jika tidak ditangani, dihilangkan, dan disanitasi dengan peralatan yang tepat, jamur dapat menyebabkan penyakit atau menyebar lebih jauh ke dalam properti.

    Setelah menghilangkan jamur dari langit-langit, perhatikan area yang telah dibersihkan untuk memastikan jamur tidak muncul kembali.

    Jika kamu menemukan tanda-tanda jamur muncul lagi, lakukan kembali proses pembersihan. Ingat, langkah terbaik untuk menangani jamur adalah dengan mencegahnya sejak awal.

    Itulah langkah-langkah membersihkan jamur di plafon rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Detergen Minggir Dulu! Buah Ajaib Ini Bisa Cuci Baju & Bersihkan Rumah



    Jakarta

    Buah lerak adalah tumbuhan yang dikenal karena bijinya berguna sebagai detergen alami. Detergen yang biasa digunakan sebagai pembersih pada umumnya mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit. Jika kulit ingin aman dari iritasi, maka gunakan buah lerak sebagai pembersih alami.

    Mengutip dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, untuk memanfaatkan buah lerak harus diambil terlebih dulu ekstraknya. Berikut cara mengambil ekstrak buah lerak.

    • Rebus 50 gram biji lerak yang sudah dipecahkan kulitnya dengan 1500 ml air dan masak dengan api kecil.
    • Tunggu 30 menit sampai berbusa lalu matikan kompor.
    • Tiriskan dan saring.
    • Simpan ke dalam botol dan bisa awet hingga 1 – 2 bulan di dalam kulkas.

    Air rebusan lerak dapat dimanfaatkan sebagai pembersih peralatan dapur, lantai, hingga memandikan binatang peliharaan. Selain itu, untuk membersihkan pakaian ikuti langkah berikut.


    • Pecahkan kulitnya lalu masukkan ke dalam kantong kain berukuran kecil.
    • Setelah itu, masukkan ke dalam rendaman cucian.
    • Gunakan air hangat saat merendam karena semakin hangat airnya semakin banyak saponin yang keluar.
    • Kocok air rendaman hingga muncul busa.
    • Masukkan pakaian dan kucek dengan tangan.

    Itu dia cara memanfaatkan lerak sebagai deterjen alami. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Penyebab Pakaian Masih Bau Meski Sudah Dicuci


    Jakarta

    Mencuci pakaian perlu dilakukan agar pakaian setelah digunakan seharian kembali bersih dan wangi. Mencuci pakaian bisa menggunakan tangan secara manual atau menggunakan mesin cuci supaya lebih praktis dan efisien.

    Ketika mencuci pakaian, terkadang ada saja masalah yang muncul, salah satunya adalah pakaian masih bau bahkan setelah dicuci. Padahal, kita mengharapkan pakaian yang bersih, lembut, dan wangi setelah dicuci. Kenapa ya hal itu bisa terjadi?

    Melansir dari situs Cleanipedia, pakaian masih bau setelah dicuci dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini.


    1. Mesin Cuci Kotor

    Mesin cuci merupakan salah satu tempat yang bisa menampung atau menggenangkan air. Hal itu membuat mesin cuci dapat dengan mudah timbul bakteri atau jamur yang bisa menyumbat filter. Air yang tergenang atau air sisa ini dapat menimbulkan bau. Maka dari itu perlu membersihkan mesin cuci secara menyeluruh untuk hasil cucian yang lebih baik.

    2. Terlalu Banyak Detergen

    Mungkin selama ini kita berpikir menggunakan lebih banyak detergen membuat pakaian menjadi lebih bersih. Namun, detergen yang berlebihan dalam mesin cuci justru tidak akan terbilas dengan baik dan terperangkap dalam bahan pakaian. Pertumbuhan jamur dan kelembapan berlebih pada detergen yang terperangkap itu juga bisa menimbulkan bau.

    Oleh karena itu, sebaiknya cek ukuran yang tepat penggunaan detergen pada kemasan. Penghuni rumah juga bisa pertimbangkan memakai detergen beraroma agar pakaian lebih segar.

    3. Terlalu Banyak Pakaian

    Pakaian juga butuh ruang untuk bergerak guna mengoptimalkan proses mencuci di dalam mesin cuci. Jika terlalu banyak pakaian, maka pakaian itu tidak bisa dibersihkan dengan benar. Untuk itu, sebaiknya jangan memasukkan pakaian sebanyak mungkin ke dalam mesin cuci.

    4. Terlalu Lama di Mesin Cuci

    Semakin lama mencuci dalam mesin cuci bukan tambah bersih justru bisa membuat pakaian bau. Coba atur waktu agar tidak terlalu lama mencuci pakaian dalam mesin cuci.

    5. Kesalahan Menjemur

    Proses menjemur yang tidak benar membuat pakaian yang telah dicuci justru jadi bau. Pakaian harus benar-benar kering saat dijemur untuk memastikan tidak ada kelembapan di dalamnya. Jika cuaca sedang hujan dan pakaian tidak kering secara optimal, juga bisa menyebabkan bau. Untuk itu, perhatikan proses penjemuran pakaian.

    6. Proses Pengeringan Tidak Tepat

    Jika punya pengering mesin cuci, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum menjemurnya. Saat menggunakan mesin pengering, jangan memasukkan pakaian terlalu banyak karena bisa menambah beban.

    7. Tidak Gantung Pakaian

    Ternyata, pakaian kita juga membutuhkan udara atau sirkulasi yang baik agar tidak menimbulkan bau. Jika pakaian sudah kering, maka lebih baik digantung daripada dilipat untuk memberi ruang bagi udara. Selain itu, beri jarak juga antara pakaian agar mencegah pakaian berbau.

    Itu dia beberapa faktor yang bisa menyebabkan pakaian masih bau bahkan setelah dicuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Masalah yang Bisa Bikin Mesin Cuci Bau Menyengat


    Jakarta

    Bau tak sedap terkadang tercium dari mesin cuci. Bau tersebut bisa saja menempel pada pakaian yang dicuci di mesin cuci tersebut.

    Biasanya, mesin cuci yang bau terjadi karena ada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian. Bisa juga terjadi karena adanya penumpukan detergen di dalam mesin cuci.

    Selain itu, masih ada beberapa penyebab lainnya yang membuat mesin cuci bau tak sedap. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Filter yang Kotor

    Banyak orang yang tidak membersihkan filter mesin cuci. Padahal filter mesin cuci mengakumulasi semua kotoran maupun benda asing seperti koin atau jepitan.

    Kotoran-kotoran itu apabila tidak dibersihkan akan menimbulkan bau tak sedap yang berujung pada penurunan efisiensi mesin cuci.

    2. Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    3. Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    4. Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Itulah beberapa penyebab mesin cuci bau tak sedap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Mudah Bersihkan Noda Bekas Kuah Opor pada Baju



    Jakarta

    Hari besar seperti Idul Adha biasanya dirayakan dengan makan-makan, salah satunya makanan opor. Namun, terkadang kuah opor bisa kena pakaian dan meninggalkan noda membandel

    Warna kuning pada kuah opor sangat mudah untuk menempel pada kain. Untuk membersihkannya pun cukup menantang.

    Nah, kalau pakaian atau taplak meja terkena kuah opor, nggak perlu panik ya. Berikut ini cara membersihkan noda makanan seperti bekas kuah opor pada pakaian.


    Cara Bersihkan Noda Kuah Opor pada Baju

    Inilah cara menghilangkan noda kunyit dari pakaian, dilansir dari The Spruce.

    1. Hilangkan Kelebihan Cairan Noda Kunyit pada Pakaian

    Hilangkan cairan berlebih yang menempel pada pakaian menggunakan sendok. Langkah ini sebaiknya segera dilakukan agar noda tidak semakin menempel pada pakaian.

    2. Taburkan Baking Soda

    Kemudian, taburkan baking soda di atas noda kuah opor dan biarkan selama 20 menit agar minyaknya terserap. Setelah itu, bersihkan baking soda dari pakaian.

    3. Rendam Bagian Noda pada Pakaian

    Masukkan bagian baju yang ada noda ke dalam ke dalam wadah yang berisi cuka dan diamkan selama 20 menit. Peras sisa cuka sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya. Ulangi langkah pertama hingga ketiga sesuai kebutuhan.

    Jika pakaian terkena noda kunyit bubuk, bukan noda kunyit yang berbahan dasar minyak, bisa dimulai dari langkah ini.

    4. Cuci Pakaian

    Terakhir, cuci Pakaian yang terkena noda kunyit di mesin cuci dengan air dingin. Pakaian dapat dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk dikeringkan, tetapi pastikan nodanya benar-benar hilang karena panas dari pengering akan mengeringkannya.

    Cara Bersihkan Noda Opor atau Noda Makanan pada Taplak Meja

    Selain pakaian, kuah opor juga bisa terkena taplak meja. Menurut laman homejelly.com, cara yang paling mudah membersihkan noda opor dari taplak meja adalah dengan membuat campuran bahan pembersih sendiri. Berikut ini bahan yang diperlukan dan cara membersihkan noda.

    1. Enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring.

    2. Baking Soda

    3. Detergen

    Langkah-langkah:

    1. Bersihkan residu makanan yang sudah mengeras pada taplak meja.

    2. Semprotkan enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring langsung kepada noda tersebut dan gosok secara perlahan. Setelah digosok, biarkan selama 15 menit.

    3. Siapkan baskom untuk mencucinya. Isi baskom tersebut dengan air hangat, lalu tambahkan dengan ± 2 sendok makan detergen.

    4. Masukkan taplak meja ke dalam cairan detergen tersebut dan biarkan terendam selama 15 menit. Bila nodanya sangat membandel, kamu bisa biarkan taplak meja terendam selama ± 8 Jam atau semalaman dengan tambahan baking soda. Lalu bilas.

    5. Cek taplak meja. bila sudah bersih kamu bisa menjemurnya di luar hingga kering. Pastikan agar taplak meja tidak ditempatkan di tempat yang terlalu panas.

    Itulah cara membersihkan noda opor pada pakaian maupun taplak meja. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakaian Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Ini Sebabnya


    Jakarta

    Agar pakaian kembali bersih dan wangi maka harus dicuci menggunakan carian detergen. Setelah itu, jemur baju di bawah sinar matahari agar cepat kering.

    Namun sayangnya, baju yang telah dicuci terkadang masih mengeluarkan bau tidak sedap. Meski sudah dicuci sampai berulang kali dengan detergen, tapi tetap saja pakaian masih bau.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan pakaian tetap bau meski sudah dicuci berulang kali. Apa sebabnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Pakaian Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Dilansir situs Cleanipedia, berikut sejumlah penyebab pakaian masih bau meski sudah dicuci sampai berulang kali:

    1. Mesin Cuci Sudah Kotor

    Sama halnya seperti pakaian, mesin cuci yang digunakan berulang kali juga harus dibersihkan. Soalnya, partikel debu dan kotoran bisa menumpuk di bawah mesin cuci sehingga dapat mengotori pakaian saat sedang dicuci.

    2. Jumlah Detergen yang Tidak Tepat

    Detergen sangat penting digunakan saat mencuci agar baju kembali bersih dan wangi. Namun, apakah kamu memperhatikan jumlah detergen yang digunakan?

    Jika jumlah detergen terlalu banyak maka tidak akan terbilas dengan air secara optimal, sehingga meninggalkan sisa di bawah mesin cuci. Seiring waktu, sisa detergen tersebut akan lembap dan memicu bau tidak sedap.

    Di sisi lain, jumlah detergen yang terlalu sedikit membuat pakaian yang dicuci tidak akan bersih dan wangi. Maka dari itu, penting untuk menuangkan detergen sesuai ketentuan.

    3. Membiarkan Pakaian di Mesin Cuci

    Sering membiarkan pakaian di mesin cuci selama berjam-jam? Jika iya, maka hal itu bisa memicu pakaian jadi bau. Sebab, udara lembap di dalam mesin cuci membuat pakaian yang harusnya wangi malah justru bau.

    Oleh sebab itu, segera jemur pakaian yang telah dicuci. Jangan dibiarkan berjam-jam atau bahkan seharian di dalam mesin cuci.

    4. Menjemur Pakaian di Tempat Lembap

    Pakaian yang dijemur di tempat lembap dan minim sinar matahari akan menciptakan bau tidak sedap. Meski awalnya baju terasa wangi dan segar usai dicuci, tapi bisa saja menjadi bau karena tidak dijemur secara benar.

    Pastikan kamu menjemur baju di bawah sinar matahari langsung. Panas dari matahari dapat mengeringkan baju dengan cepat.

    5. Proses Pengeringan yang Tidak Tepat

    Baju yang telah dicuci akan memasuki tahap pengeringan. Pada fase ini, pastikan baju benar-benar dikeringkan dengan mesin cuci sampai selesai. Proses pengeringan yang tidak tepat membuat baju masih basah dan berpotensi menimbulkan bau apak.

    Saat proses pengeringan dengan mesin cuci, sebaiknya jangan menaruh pakaian dalam jumlah banyak. Hal ini dapat memberikan beban besar pada mesin cuci sehingga tidak bekerja secara optimal.

    6. Pakaian Masih Basah Saat Diangkat dari Jemuran

    Pakaian yang dijemur sebaiknya diangkat jika benar-benar sudah kering. Cek bagian sela-sela ketiak dan bawah baju. Kalau masih sedikit basah sebaiknya biarkan dijemur selama beberapa jam lagi.

    Mengangkat pakaian yang masih basah berpotensi menimbulkan bau apak. Jika baju langsung dimasukkan ke dalam lemari, maka bau tersebut bisa menyebar ke seluruh pakaian.

    Itulah enam penyebab pakaian yang dicuci masih mengeluarkan bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com