Tag: detergen bubuk

  • WC Mampet Bisa Diperbaiki Pakai Garam, Begini Caranya


    Jakarta

    Cara mengatasi WC yang mampet tidak perlu sampai dibongkar. Saat ini, banyak cara yang bisa diikuti dan terbukti berhasil untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan memakai garam. Lho, emang bisa?

    Dilansir Apartment Therapy, garam adalah salah satu bahan yang terbukti ampuh untuk mengatasi WC mampet. Bahan alami ini juga disebut dapat menghilangkan bau tak sedap akibat penumpukan kotoran pada pipa pembuangan.

    Jenis garam yang digunakan berbeda dengan garam masakan yang biasa tersedia di dapur. Untuk masalah WC mampet harus memakai garam epsom atau garam Inggris. Garam satu ini mengandung magnesium, sulfur, dan oksigen. Sementara, garam dapur untuk masakan mengandung natrium klorida.


    Penggunaan bahan-bahan alami seperti garam ini juga berdampak baik untuk lingkungan karena tidak mencemari.

    Cara Mengatasi WC Mampet dengan Garam Epsom

    Garam epsom tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan bahan lain yang membantu Menekan kotoran masuk ke dalam septic tank, yakni baking soda. Berikut langkah menggunakan garam epsom untuk mengatasi WC mampet.

    1. Siapkan setengah cangkir soda kue dan setengah cangkir garam epsom ke wadah yang nantinya mudah untuk dituang.

    2. Tambahkan air pada campuran 2 bahan tersebut

    3. Tuang larutan soda kue, garam epsom, dan air ke dalam WC

    4. Siapkan air hangat, jangan yang mendidih sebanyak 6 gelas. Apabila air sudah tidak mendidih tuang ke dalam WC

    5. Diamkan campuran tersebut selama maksimal semalaman atau 8 jam.

    6. Reaksi garam epsom, soda kue, dan air dapat menimbulkan suara gelembung yang tidak biasa, tetapi hal tersebut wajar pada WC

    7. Setelah minimal 8 jam, siapkan satu gelas air hangat. jangan mendidih dan tuang ke dalam WC. Bilas juga dengan air biasa.

    Selain memakai garam epsom, ada banyak cara lain untuk mengatasi WC mampet, berikut di antaranya.

    1. Tuangkan Sabun & Air Panas

    Selain garam epsom, coba pakai sabun cuci piring yang dicampur dengan air panah. Ingat, saat menuangkan air panas sebaiknya tidak dalam kondisi mendidih karena dapat merusak pipa pembuangan. Setelah kedua bahan tersebut dituang ke dalam WC, tunggu selama beberapa menit saja sebelum dibilas dengan air biasa.

    2. Pemutih dan Detergen Bubuk

    Bahan campuran kedua adalah pemutih dan detergen bubuk. Caranya cukup mudah yakni dengan menuangkan beberapa cangkir pemutih dan satu cangkir detergen bubuk ke dalam mangkuk. Tunggu 20-30 menit, lalu coba siram ke dalam WC.

    3. Manfaatkan Kawat Hanger

    Jika detikers tidak punya alat-alat di atas, kalian bisa memanfaatkan kawat hanger untuk menyingkirkan sumbatan di WC. kawat ini dapat difungsikan sebagai ular pipa toilet. Modifikasi terlebih dahulu bentuk kawat hanger agar bisa dimasukkan ke saluran toilet. Untuk mencegah goresan pada porselen, lilitkan kain di sekeliling pengaitnya.

    Masukkan ke lubang dan carilah penyebab sumbatan, kemudian sodok kawat lebih dalam hingga sumbatan terurai. Lihat apakah cairan di WC usudah turun atau belum. Apabila sudah lancar siram WC untuk mengurai kotoran-kotoran di pipa yang masih tertinggal.

    Demikian tadi Cara mengatasi WC mampet tanpa harus bongkar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mesin Cuci Tetap Awet? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini


    Jakarta

    Cukup jarang ditemukan penyebab kerusakan mesin cuci karena digunakan setiap hari. Sebagai perangkat kebersihan tentu mesin cuci diproduksi agar mampu digunakan setiap hari. Lantas, apa yang menyebabkan mesin cuci rusak?

    Setiap perangkat elektronik sebenarnya berpotensi mengalami kerusakan. Penyebabnya beragam, bisa karena kerusakan pada mesin, usia penggunaan yang sudah lama, dampak dari bencana alam, dan yang paling sering disebabkan karena salah penggunaan.

    Dilansir Good House Keeping, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai mesin cuci.


    1. Memasukkan Pakaian Berlebihan

    Sebelum memakai mesin cuci, ketahui dulu bagaimana cara kerjanya. Salah satunya adalah mengetahui seberapa banyak pakaian yang bisa dimasukkan ke dalam wadah. Ada yang mengatakan hanya setengah dari kapasitas tabung dan ada yang 3/4. Berat maksimal ini berguna agar ketika mencuci pakaian tidak sulit memutar dan setiap sisi pakaian dapat bersih merata.

    Mesin cuci yang terlalu penuh bisa menyebabkan proses pencuciannya macet dan selesai lebih lama. Semakin sedikit pakaian yang ada di dalam, proses pencucian akan lebih maksimal dan bersih.

    2. Menggunakan Jenis Detergen yang Salah

    Umumnya mesin cuci menggunakan jenis detergen cair. Produsen juga lebih banyak mengeluarkan detergen cair dengan fungsi ganda agar dapat menghilangkan noda, melembutkan pakaian, hingga memberikan wangi pada pakaian dalam satu produk.

    Beberapa mesin cuci juga ada yang kurang cocok menggunakan detergen bubuk karena bisa meninggalkan kotoran dan menyumbat sistem di dalamnya. Jika ingin menggunakan detergen bubuk sebaiknya dilarutkan dahulu dengan air agar tidak ada bubuk yang tertinggal di dalam wadah.

    3. Lupa Mengeluarkan Benda yang Tertinggal di Pakaian

    Peraturan yang tak kalah penting saat mencuci baju menggunakan mesin cuci adalah keluarkan semua benda yang tidak bisa dicuci. Dengan kata lain, cek dahulu semua kantong di pakaian jangan sampai ada barang yang tidak bisa dicuci. Banyak kejadian, tisu, uang, gelang, jam tangan, hingga ponsel ikut tercuci. Benda-benda tersebut akan berbahaya karena bisa merusak mesin cuci.

    Selain itu, bulu hewan peliharaan atau daun-daunan juga berbahaya jika tertinggal di mesin cuci. Kotoran-kotoran tersebut bisa menyumbat drainase mesin cuci.

    4. Sering Memakai Mesin Cuci Hingga Bergetar

    Mesin cuci yang bergetar biasanya dikarenakan kelebihan muatan atau posisi meletakkannya tidak seimbang. Mesin cuci yang sering bergetar dapat memicu kerusakan pada sistem di dalamnya.

    5. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

    Ketika memakai mesin cuci, kebanyakan penggunanya lupa jika mesin cuci juga harus rutin dibersihkan. Meskipun air bisa keluar masuk secara otomatis ketika digunakan, tetapi kotoran akan sulit keluar karena terhalang pakaian.

    Cara membersihkan mesin cuci adalah dengan air hangat, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus mesin cuci ke dalamnya. Operasikan mesin cuci seperti biasa. Ketika air berputar, biasanya kotoran yang mengendap akan naik ke atas. Ulangi cara ini sampai tidak terlihat ada kotoran yang mengambang. Setelah itu ambil filter mesin cuci dan sikat hingga bersih.

    Itulah 5 kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bocorkan Trik Cuci Seprai Putih yang Benar agar Tetap Terlihat Bersih


    Jakarta

    Seprai berwarna putih memberikan tampilan kamar yang bersih, elegan, dan sederhana. Sayangnya, memakai seprai putih mudah sekali kotor karena warnanya yang terang.

    Kasur dengan seprai putih juga sulit dibersihkan apalagi jika sudah ada noda yang menempel. Selain itu, warnanya bisa berubah menjadi agak kekuningan. Hal ini yang membuat banyak orang ragu untuk memakai seprai putih dan memilih warna yang agak gelap.

    Sebelum benar-benar memutuskan beralih dari seprai putih, ada lho trik membuat seprai tetap bersih dan warnanya tidak memudar. Dilansir Ideal Home, berikut tips yang bisa diikuti.


    1. Atur Suhu Air

    Seorang pakar sekaligus pemilik White House Hideaway Richard Edwards mengatakan kebanyakan orang salah kaprah bahwa seprai putih harus direndam di air yang panas dan sangat dingin. Padahal ketentuan yang paling tepat adalah rendam seprai putih di air bersuhu yang hangat seperti 40 derajat.

    Air panas dapat membuat noda menempel dan menguning. Sementara itu, air dingin membuat detergen tidak dapat bekerja dengan baik.

    2. Pakai Detergen Bubuk

    Richard mengatakan untuk mempertahankan warna dan tekstur seprai putih layaknya produk baru adalah dengan mencucinya menggunakan detergen bubuk.

    Syaratnya adalah jumlah detergen yang dipakai sesuai. Sebab, jika terlalu sedikit tidak akan membuat seprai bersih dan apabila terlalu banyak justru membuat kainnya kaku dan berubah warna jadi abu-abu.

    3. Hati-hati Saat Memakai Pemutih Pakaian

    Pemakaian pemutih pada pakaian yang asal-asalan dapat merusak serat kain dan membuat pakaian lebih kusam.

    Richard menegaskan hindari menggunakan pemutih klorin. Ganti produk tersebut dengan pemutih oksigen pada saat mencuci. Jenis pemutih tersebut lebih aman bagi kain.

    4. Jangan Cuci Seprai dengan Pakaian Lain

    Ketika mencuci seprai sebaiknya tidak digabung dengan pakaian lain. Seprai membutuhkan ruang yang besar agar semua sisinya benar-benar bersih. Selain itu, memisahkan seprai putih dari pakaian lain agar seprai tidak luntur karena pakaian lain.

    5. Jemur di Luar Ruangan

    Richard menyarankan untuk menjemur seprai putih di luar ruangan yang sedang panas. Hal ini agar tidak muncul bau apek atau lembap. Selain itu, sinar UV matahari juga menawarkan sifat pemutih alami yang dapat membantu menjaga kecerahan warna. Hal ini juga berlaku untuk semua pakaian putih.

    Itulah tips agar seprai putih tetap bisa tampak bersih dan baru, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com