Tag: detiker

  • Pengertian BPHTB dan Perhitungan Biayanya saat Beli Rumah



    Jakarta

    Saat kita membeli rumah, seringkali menemukan ada istilah BPHTB. BPHTB ini adalah salah satu unsur dalam proses membeli rumah yang harus kita penuhi.

    Selain biaya provisi, notaris, akad, biaya BPHTB juga muncul dalam proses pembelian rumah. Lantas apa itu BPHTB dan bagaimana cara menghitung besaran BPHTB?

    BPHTB adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). BPHTB yang merupakan penerimaan daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.


    Masing-masing daerah punya aturan teknis tersendiri dalam pelaksanaan pungutan BPHTB yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) masing-masing, termasuk besaran yang terutang di dalamnya.

    Secara umum nilai BPHTB yang terutang atas suatu transaksi peralihan kepemilikan atas tanah dan/bangunan maksimal sebesar 5 persen dari nilai transaksi dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).

    Gimana cara perhitungan BPHTB ya?

    Pak A merupakan salah seorang warga yang berdomisili di Kota Tangerang Selatan, pada tahun 2022 Pak A membeli sebuah rumah yang berlokasi di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan dari Pak Joni yang merupakan pemilik properti tersebut.

    Adapun luasan tanah rumah yang dibeli Pak A sebesar 150 meter persegi dengan luas bangunan rumah sebesar 90 meter persegi.

    Pada saat pelaksanaan negosiasi Pak A berhasil membeli rumah tersebut dengan harga 2 Milyar dari harga penawaran sebesar 2,3 Milyar yang diajukan oleh Pak Joni. Lalu berapakah BPHTB yang akan terutang atas pelaksanaan transaksi tersebut?

    Nilai Transaksi= Rp 2.000.000.000
    NPOPTKP Kota Tangerang Selatan= Rp 60.000.000
    Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak= Rp 1.940.000.000
    Tarif BPHTB Kota Tangerang Selatan= 5% dari nilai transaksi kena pajak

    Besaran BPHTB Rumah Pak A= 5% x Rp 1.940.000.000 => Rp 97.000.000

    BPHTB terutang tersebut merupakan kewajiban dari Pak A yang harus disetorkan ke Kas Penerimaan Pemerintah Daerah sebagai akibat dari perubahan kepemlikan atas tanah dan bangunan tersebut dan merupakan hak dari Pemerintah Daerah.

    Selain BPHTB, atas transaksi jual beli tersebut juga terutang Pajak Penghasilan (PPh) yang menjadi kewajiban dari Pak Joni selaku pemilik property, umumnya sebagai pemilik properti Pak Joni meminta agar pembeli properti yang mengurus seluruh kewajiban perpajakan yang ada, penjual hanya akan menerima hasil bersih setelah dilakukan pemotongan atas kewajiban yang berlaku.

    Oleh karena itu cukup penting buat detiker untuk mengetahui juga bagaimana tata cara perhitungan PPh yang sebenarnya merupakan kewajiban pemilik properti sebelumnya.

    Nilai Transaksi= Rp2.000.000.000
    Tarif PPh atas Penjualan Tanah/Bangunan= 2,5 persen dari nilai transaksi
    Tarif PPh yang harus dibayarkan Pak Joni= 2,5 persen x Rp2.000.000.000 => Rp50.000.000

    PPh terutang tersebut merupakan hak dari Pemerintah Pusat atas penghasilan yang diterima oleh Pak Joni sebagai akibat dari transaksi pelepasan aset yang dilakukannya.

    Dalam praktiknya kedua komponen biaya terutang tersebut akan ditanggung oleh pembeli dan penjual hanya akan menerima hasil bersih.

    Kedua komponen biaya tersebut pada praktiknya akan dititipkan kepada notaris untuk dibantu pemungutan dan penyetorannya kepada kas pemerintah, Kas Pemerintah Pusat untuk PPh dan Kas Pemerintah Daerah untuk BPHTB.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Beda Batako dan Hebel, Mana yang Lebih Kuat?


    Jakarta

    Batako dan hebel adalah jenis material dinding yang populer. Meskipun digunakan sebagai bahan bangunan utama, tapi keduanya punya karakteristik, keunggulan, dan kelemahan tersendiri.

    Memilih material dinding perlu diperhatikan, karena hal ini bisa memengaruhi kualitas bangunan. Oleh sebab itu, simak perbedaan antara batako dan hebel di bawah ini.

    Batako

    Mengutip buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta, batako adalah batu cetak yang di-press (tidak dibakar).


    Dilihat dari bahan bakunya, batako dibedakan menjadi dua, yakni batako tras atau batako putih dan batako semen.

    1. Batako Tras

    Batako tras terbuat dari campuran tras, batu kapur, dan air. Tras sendiri adalah jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan batu-batuan dari gunung berapi. Batako ini juga sering disebut batu cetak kapur tras.

    Batako tras umumnya memiliki ukuran panjang 25-30 cm, tebal 8-10 cm, dengan tinggi 14-18 cm. Warnanya ada yang putih dan kecokelatan.

    Kelebihan Batako Tras

    • Pemasangan relatif cepat.
    • Harga relatif murah.

    Kelemahan Batako Tras

    • Cenderung rapuh sehingga mudah pecah.
    • Dinding mudah retak.
    • Mudah menyerap air, sehingga membuat tembok lembap.
    • Memerlukan penggunaan rangka beton pengaku yang relatif banyak.

    2. Batako Semen PC

    Batako semen terbuat dari campuran semen PC dan pasir atau abu batu yang kemudian di-press. Biasanya di batako ini ada 1-3 lubang di sisinya, yang digunakan sebagai tempat adukan pengikat.

    Umumnya, di pasaran batako semen ini dijumpai dengan dengan ukuran panjang 36-40 cm, tinggi 18-20 cm, serta tebal 8-10 cm.

    Kelebihan Batako Semen

    • Kemungkinan terjadi rembesan air sangat kecil, karena kedap air.
    • Pemasangannya yang relatif lebih cepat.
    • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, yakni antara 9-12 m².

    Kekurangan Batako Semen

    • Harganya relatif lebih mahal jika dibanding dengan batako tras.
    • Rentan terjadi retak rambut pada dinding.
    • Karena ada lubang pada bagian sisi dalamnya, hal ini membuat dinding akan mudah dilubangi.

    Hebel

    Bata hebel atau celcon adalah bata ringan yang memiliki karakteristik ringan, halus, dan rata. Hebel disebut juga bata ringan. Bahan hebel terbuat dari pasir silika.

    Karena memiliki tingkat kerataan yang sangat baik, sehingga memungkinkan dinding bisa langsung diaci atau dicat tanpa perlu diplester. Seringnya, hebel digunakan di rumah-rumah mewah.

    Umumnya, hebel berukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 8-10 cm.

    Kelebihan Hebel

    • Kemungkinan terjadinya rembesan air sangat kecil, karena dinding kedap air.
    • Proses pemasangannya cepat.
    • Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas.
    • Bahan tahan api.
    • Punya kekedapan suara yang baik.

    Kekurangan Hebel

    • Harganya relatif lebih mahal dibanding jenis bata lain.
    • Tidak semua tukang. Bisa melakukan pemasangan hebel.
    • Biasanya hebel hanya ada di toko material besar, karena penjualannya perlu dalam jumlah per m³.

    Perbedaan Batako vs Hebel

    Beda batako dan hebel bisa dilihat dari segi harga, tampilan, hingga beratnya.

    1. Dari segi harga, harga hebel cenderung lebih mahal dari batako.
    2. Penggunaan batako rentan terjadi retak rambut pada dinding, sedangkan hebel cenderung tidak.
    3. Batako punya tampilan dan tekstur khas, sementara hebel tampilannya lebih halus dan seragam.
    4. Hebel cenderung lebih ringan daripada batako.
    5. Batako ada yang terbuat dari campuran tras, batu kapur, atau semen PC. Sedangkan, hebel terbuat dari pasir silika.

    Pemilihan antara batako dan hebel bisa tergantung pada kebutuhan, anggaran, serta prioritas proyek detiker. Umumnya, batako cocok untuk konstruksi dengan biaya lebih rendah sementara hebel menawarkan keunggulan berupa bobot ringan hingga kemudahan pemasangan.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com