Tag Archives: detikers

Ampas Teh Ternyata Bisa Usir Tikus di Rumah, Begini Caranya


Jakarta

Tikus merupakan salah satu hama yang banyak dibenci manusia. Selain kerap mencuri makanan, kehadiran tikus di rumah bisa membawa sejumlah penyakit bagi manusia.

Ada sejumlah cara yang dilakukan untuk mengusir tikus, mulai dari memasang perangkat hingga menyiapkan semprotan anti tikus. Akan tetapi, kamu harus menggelontorkan sejumlah uang untuk membeli peralatan tersebut.

Nah, ada cara lain yang dinilai ampuh untuk mengusir tikus, yaitu dengan ampas teh. Jadi, buat detikers yang suka menyeduh teh sebaiknya jangan langsung dibuang ampasnya.


Lantas, apakah benar ampas teh ampuh untuk mengusir tikus? Lalu bagaimana cara menggunakannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Benarkah Ampas Teh Mampu Mengusir Tikus?

Dilansir situs Pest Pointers, sebuah jurnal penelitian kimia dan farmasi mengungkapkan bahwa teh hitam mengandung zat tanin sebesar 11%-15%. Nah, zat tersebut diklaim mengeluarkan aroma yang nggak disukai para tikus.

Selain teh hitam, ada beberapa jenis ampas teh lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan alami untuk mengusir tikus di rumah, yaitu:

Teh hijau yang mengandung kafein dan katekin.
Teh putih yang mengandung kafein dan katekin.
Teh peppermint yang mengandung minyak peppermint.
Teh oolong yang mengandung theanin.
Teh chamomile yang mengandung minyak chamomile.
Teh eukaliptus yang mengandung minyak eukaliptus.

Cara Menggunakan Ampas Teh untuk Mengusir Tikus

Cara mengusir tikus di rumah dengan ampas teh terbilang mudah. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

1. Seduh secangkir teh hitam dan jangan mengangkat kantong tehnya. Diamkan beberapa saat sampai teh menjadi dingin. Cara ini agar kantong teh dapat menyerap aroma teh dengan maksimal, sehingga dapat mengusir tikus dengan ampuh.

2. Peras sisa air yang masih berada di dalam kantong teh. Pastikan kamu meremasnya sampai kering hingga tidak ada tetesan air lagi. Perlu diingat, ampas teh yang masih basah kurang ampuh untuk mengusir tikus.

3. Letakkan ampas kantong teh di beberapa sudut ruangan yang sekiranya sering dilalui tikus. Umumnya, tikus menyukai tempat yang gelap, lembap, dan bersembunyi di belakang perabotan.

Oh ya, pastikan kamu mengganti ampas kantong teh secara teratur, minimal sehari sekali. Hal ini agar aroma tehnya tetap kuat sehingga dapat mengusir tikus-tikus yang senang berkeliaran.

Cara Lain untuk Mengusir Tikus di Rumah

Selain menggunakan ampas teh, ada sejumlah cara lain untuk mengusir tikus di rumah. Dikutip dari The Spruce, berikut cara-caranya:

1. Minyak Peppermint

Kamu bisa menggunakan minyak peppermint untuk mengusir tikus di rumah. Aroma peppermint yang kuat membuat tikus tidak suka dan memilih kabur.

Cara pakainya juga mudah, siapkan minyak peppermint dan teteskan ke sejumlah bola kapas. Kemudian, letakkan bola kapas di beberapa sudut ruangan yang sering dilalui tikus.

2. Minyak Kayu Putih

Selain peppermint, kamu juga bisa menggunakan minyak kayu putih untuk mengusir tikus. Aroma minyak kayu putih yang menyengat juga membuat tikus merasa tidak nyaman saat menciumnya.

Untuk cara penggunaannya, siapkan minyak kayu putih dan teteskan ke sejumlah bola kapas. Kemudian, letakkan bola kapas di beberapa sudut ruangan yang sering dilalui tikus.

3. Memelihara Kucing

Cara lain untuk mengusir tikus di rumah adalah dengan memelihara kucing. Sama halnya seperti di kartun Tom & Jerry, kucing sangat senang mengejar tikus karena hewan berbulu itu merupakan predator alami tikus.

Itu dia cara mudah mengusir tikus di rumah dengan menggunakan ampas teh. Semoga dapat membantu detikers!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

AC Split, Portable, dan Central, Mending yang Mana?


Jakarta

Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan di rumah. Namun, agar penggunaan AC maksimal tentunya harus sesuai dengan luas ruangan.

Umumnya, AC yang digunakan merupakan jenis AC Split, AC Portable, dan juga AC Central. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, berikut ini informasi mengenai ketiga AC tersebut.


AC Split

Young brunette woman in her modern apartment. She turns on the air conditioner from the remote control. Climate control at home with split system.Ilustrasi AC split Foto: Getty Images/iStockphoto/LENblR

Dilansir Times of India, AC Split atau non-inverter merupakan jenis AC indoor dan outdoor. Biasanya, AC Split bekerja dengan pendinginan maksimum, jadi ketika ruangan dirasa sudah dingin maka AC akan berhenti beroperasi sesaat.

Karena bekerja on-off, AC ini memerlukan listrik sekitar 800 watt. Untuk suara, AC ini tidak menimbulkan suara yang begitu mengganggu, hanya pada awal dinyalakan saja.

Untuk harga, AC ini bisa dibilang cukup ekonomis. Tak heran jenis AC ini banyak digunakan di Indonesia.

Melansir Sinar Mas Land, berikut ini kelebihan dan kekurangan AC Split
Kelebihan:

– Harga terjangkau
– Perawatan mudah
– Pendinginan cepat
– Tersedia di banyak tempat

Kekurangan:

– Boros energi
– Mengurangi estetika karena dipasang di dinding

AC Portable

Close-up View Of Portable Air Conditioner With Blurred Living Room BackgroundAC portable Foto: Getty Images/onurdongel

Mengutip The Spruce, AC Portable merupakan jenis AC yang bisa dipindah-pindah posisinya karena diletakkan di lantai. Biasanya, AC jenis ini digunakan di ruangan yang tidak terlalu besar, sekitar 46 m2.

Banyak orang yang memilih AC jenis ini karena praktis bisa dipindahkan kemana-mana. Namun, AC ini juga ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.

Kelebihan:

– Mudah dipindah-pindah
– Harga tidak terlalu mahal dan mudah dipasang

Kekurangan:

– Tidak cocok untuk ruangan yang luas
– Agak berisik

AC Central

AC central atau AC pusat merupakan AC yang bisa mendinginkan seisi ruangan karena diatur terpusat. AC jenis ini merupakan yang terbesar dan paling mahal dari AC konvensional.

Melansir Better Homes & Gardens, sistem AC ini dirancang untuk mendinginkan seluruh rumah dengan mengalirkan udara dingin melalui saluran dan keluar melalui ventilasi. AC ini biasanya dikendalikan oleh termostat dan dapat dirancang dengan kemampuan cerdas.

Meski bisa digunakan di rumah, namun umumnya jenis AC ini digunakan untuk gedung-gedung besar, seperti perkantoran, perhotelan, hingga pusat perbelanjaan.

Kelebihan:

– Efisiensi tinggi
– Tidak bising

Kekurangan:

– Harga mahal
– Biaya perawatan tinggi
– Jika satu bagian bermasalah, seluruh sistem bisa terganggu
– Pengaturan suhu terpusat sehingga kurang fleksibel

Itulah informasi mengenai AC Split, AC Portable, dan AC Central. Sudah tahu bedanya serta kelebihan dan kekurangannya kan detikers?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengatasi Tembok Retak Rambut dengan Baik dan Benar


Jakarta

Retak rambut pada tembok kerap terjadi karena beberapa penyebab. Tembok retak rambut maksudnya adalah keretakan pada tembok yang bentuknya kecil dan menyerupai helaian rambut.

Meskipun kecil dan begitu terlihat dari kejauhan, tak tembok retak rambut cukup mengganggu keindahan dan apabila tak ditangani bukan tak mungkin keretakan akan meluas dan kian parah.

Ada beberapa penyebab dan cara untuk mengatasi retak rambut pada tembok rumah. Dikutip dari Instagram Kementerian PUPR,


1. Ketahui penyebabnya

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengetahui penyebab terjadinya retak rambut pada tembok. Misalnya, karena gempa bumi, usia bangunan, atau proses plester yang kurang baik.

2. Kerok atau amplas tembok

Untuk mengatasi retak rambut secara tuntas, ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan, tergantung dari penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya karena kegagalan struktur bangunan, maka perlu perbaikan struktur.

Namun, apabila hanya diperlukan penanganan jangka pendek, detikers dapat mengerok tembok dengan sekrap hingga cat terkelupas.

3. Isi celah retak

Setelah cat terkelupas, bersihkan dinding dari debu sisa pengerokan hingga benar-benar bersih. Lalu, lapisi tembok dengan wall sealer menggunakan kuas. Biarkan wall sealer mengering dengan sempurna.

4. Cat tembok

Apabila wall sealer sudah mengering dengan sempurna, lakukan pengecatan tembok dengan warna yang detikers inginkan. Pastikan wall sealer tersamarkan oleh cat.

Demikian cara mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Semoga bermanfaat ya!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Tempat yang Disukai Lalat untuk Bertelur


Jakarta

Lalat menjadi salah satu serangga yang sering berkeliaran di rumah. Lalat dikenal kotor, mengganggu, dan tidak baik untuk kesehatan. Lalat tidak memiliki sarang, tetapi lalat bisa bertelur di tumpukan area sekitar rumah.

Lalat bereproduksi dengan sangat cepat, sehingga bukan hal aneh jika populasinya tumbuh dengan cepat setelah melihat lalat berada di rumah. Lalat biasanya bertelur di area yang mendukung keturunannya dengan persediaan makanan.

Melansir Pest Pointers, berikut beberapa tempat yang diyakini menjadi tempat bertelurnya lalat di rumah.


Sisa-sisa Makanan di Rumah

Salah satu tempat yang paling sering dihinggapi lalat untuk bertelur adalah pada sisa makanan. Makanan yang ditaruh di luar dalam waktu yang lama, atau bahkan sisa-sisa kecil yang jatuh bisa menjadi tempat berkembang biak lalat.

Saat lalat menemukan tempat berkembang biaknya, lalat akan memahami bahwa sisa makanan dapat mendukung keturunan barunya. Jika kamu membiarkan makanan di luar dalam waktu yang lama, hal ini akan memperbanyak lalat untuk menjadi tempat bertelur.

Selain memastikan makanan tidak tertinggal dalam waktu lama, membersihkan sisa-sisa dan membuangnya dapat membantu mengurangi jumlah lalat di rumah.

Dapur

Mirip dengan makanan yang berserakan, tumpahan di dapur juga dapat memungkinkan lalat untuk berkembang biak. Kekacauan seperti tumpahan makanan yang tidak dibersihkan, atau bahan-bahan sisa yang menjadi tempat untuk bertelurnya lalat.

Tumpahan yang berminyak, berlemak, atau membusuk akan menarik banyak lalat, karena zat-zat ini padat nutrisi dan kalori bagi keturunannya. Zat ini juga mengandung banyak protein, sehingga mendukung pertumbuhan dan reproduksi lalat baru.

Kompos Dalam Ruangan

Kompos menjadi tempat yang bagus untuk lalat bertelur. Kompos merupakan bahan yang sangat mirip dengan tempat lalat bertelur di alam. Di alam liar, lalat biasanya berkembang biak di bahan organik yang membusuk.

Selain menjadi sumber makanan yang penting, kompos juga menarik bagi lalat karena panas yang dihasilkan. Panas ini optimal untuk mendukung perkembangan telur dan lalat muda yang sensitif terhadap suhu.

Kotoran Hewan Peliharaan

Tempat lain yang disukai oleh lalat adalah kotoran hewan peliharaan. Terkadang hewan peliharaan kamu meninggalkan kotoran di halaman atau bahkan di dalam rumah tanpa kamu sadari.

Mirip dengan kompos, kotoran hewan peliharaan segar memiliki jumlah panas dan nutrisi yang tepat untuk mendukung telur lalat.

Untuk mengatasinya, kamu dapat lebih waspada tentang di mana hewan peliharaan kamu buang air. Jika tidak sengaja buang air di dalam rumah, bersihkan secara menyeluruh dengan beberapa jenis semprotan disinfektan.

Itulah beberapa area yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan lalat di rumah. Hati-hati ya detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar untuk Suasana yang Nyaman


Jakarta

Pencahayaan merupakan salah satu elemen yang menciptakan kenyamanan dan keindahan dalam sebuah kamar. Tak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya, lampu juga bisa memberikan suasana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter penghuninya.

Sehingga, pemilihan lampu yang tepat penting untuk diketahui. Simak cara memilih dan meletakkan lampu kamar berikut ini.

Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar

Saat mendekorasi kamar, lampu menjadi salah satu bagian yang bisa dirancang untuk mempercantik tampilan kamar. Ada beberapa lampu yang biasa digunakan dalam kamar yaitu yang diletakkan di atas, untuk membaca, dan berhias (make up).


Lampu Atas

Lampu atas berfungsi sebagai sumber penerangan utama yang menerangi seluruh ruangan. Berikut cara memilih lampu atas untuk kamar tidur:

1. Pemilihan Lampu

Desainer Anna Franklin dalam laman The Spruce menjelaskan, pada ruangan yang besar sebaiknya menggunakan lampu berukuran sama misal lampu gantung anyaman rotan. Jika ruang berukuran kecil dengan langit-langit rendah, bisa dipilih lampu yang lebih kecil dan tidak menempel di atas ruangan. Terkait model, situs Family Handyman menyarankan pemilihan lampu berdesain rata untuk ketinggian kamar 2 meter atau kurang (flush mount light).

2. Posisi Lampu

Posisikan lampu di tengah ruangan untuk pencahayaan yang seimbang. Pastikan ada jarak yang cukup antara langit-langit dan dinding. Mengutip laman Rejuvenation, untuk ruangan dengan langit-langit yang tinggi bisa menggunakan lampu gantung untuk menambah daya tarik visual serta mengisi ruangan.

Lampu Baca

Lampu baca memberi pencahayaan yang terfokus untuk membaca atau bekerja di tempat tidur. Cara memilih dan meletakkan lampu baca adalah sebagai berikut.

1. Pemilihan Lampu

Untuk ruangan tidur yang kecil, gunakan lampu dinding atau lampu gantung di samping tempat tidur yang bisa dicolokkan ke stopkontak. Sementara, untuk ruangan yang lebih besar bisa menggunakan lampu meja. Pastikan lampu bisa disesuaikan dan memberi pencahayaan yang memadai.

Pilih lampu baca yang sesuai dengan gaya kamar tidur. Kamu bisa memilih desain yang modern atau tampilan yang lebih tradisional. Pastikan lampu bisa meningkatkan suasana d dalam ruangan

2. Posisi Lampu

Letakkan lampu baca di ketinggian yang nyaman untuk membaca di tempat tidur. Lampu dinding harus dipasang sekitar 76 cm-92 cm di atas kasur, sementara lampu meja diletakkan setinggi mata saat duduk di tempat tidur.

Lampu Hias

Lampu hias dapat mempercantik ruangan kamar tidur. Pilih lampu yang sesuai dengan skala kamar tidur.

1. Pemilihan Lampu

Ketika memilih lampu, baik lampu meja atau lampu lantai, pilih desain yang cocok dengan kamar tidur. Pastikan lampu tersebut selaras dengan estetika kamar secara keseluruhan.

2. Posisi Lampu

Tempatkan lampu hias secara strategis untuk menciptakan titik fokus dan meningkatkan suasana ruangan. Gunakan lampu meja di meja rias atau meja tulis dan lampu lantai di sudut kamar. Jika berminat, kamu juga bisa menggunakan lampu tempel untuk yang menyorot sebuah karya seni untuk menarik perhatian ke area tertentu

Itulah cara memilih dan meletakkan lampu tidur agar kamar nyaman. Selamat mencoba detikers.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

5 Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang, Jangan Sembarangan Ngecat!


Jakarta

Cat biasanya dipakai untuk mewarnai benda agar tampak lebih baru, lebih cantik, atau sesuai dengan warna favorit. Tapi jangan salah, karena ada furnitur yang tidak boleh dicat ulang.

Jika sembarangan mengecat, suatu benda justru mungkin akan kehilangan estetika atau bahkan nilainya anjlok. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang.

Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang

Dirangkum dari The Spruce dan Better Homes & Gardens, berikut ini 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang:


1. Barang yang Baru Selesai Diproduksi Pabrik

Mengecat furnitur mungkin akan aman-aman saja jika metode pengaplikasiannya tepat. Tapi jika berurusan dengan perabot baru yang baru selesai diproduksi pabrik, mungkin akan beda cerita.

Sebaiknya detikers menunda mengecat perabot baru tersebut karena catnya mungkin tidak akan melekat dengan baik pada hasil akhir pabrikan. Nantinya cat akan mudah mengelupas, bahkan membuat perabot menjadi cepat aus.

2. Barang Antik

Barang-barang antik dihargai tinggi karena keotentikan dan usianya yang sudah tua. Jika detikers mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Bila barang itu dijual, mungkin orang akan mengira barang itu adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis. Otomatis harganya juga akan turun drastis.

3. Barang dari Kulit dan Kain

Barang atau perabot dari bahan kulit dan kain juga termasuk dalam jenis furnitur yang tidak dicat ulang. Bahan kulit dan kain bisa berubah teksturnya menjadi kasar atau kaku jika dicat. Jika memang menginginkan warna yang sesuai keinginan, maka detikers bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

4. Trim Kayu Alami

Trim kayu dapat mempercantik ruangan atau benda tertentu. Beberapa orang sengaja tidak mengecatnya karena kayu tersebut sudah memiliki warna alami yang menarik.

Tambahan cat bisa jadi akan merusak keindahan serat alami kayu. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi lebih segar, detikers bisa menggunakan plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

5. Engsel dan Gagang Pintu

Ketika detikers mengubah cat tembok, mungkin juga akan mengubah warna pintunya. Tapi sebaiknya jangan mengecat bagian engsel dan gagang pintunya.

Engsel dan gagang pintu biasanya berbahan logam. Jika bagian ini dicat, kemungkinan bisa mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

Jika memang ingin mengubah warnanya, detikers harus melepas komponen dan mengecatnya satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, lalu pasang kembali komponennya.

(bai/row)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton, Anti Ribet dan Ekonomis


Jakarta

Banyaknya lumut di kolam beton seringkali jadi masalah yang mengganggu estetika, karena membuat kolam terlihat kotor.

Meskipun seperti hal sepele, tapi keberadaanya juga mungkin membahayakan keseimbangan ekosistem air di dalamnya. Namun jangan khawatir, karena ada berbagai cara menghilangkan lumut di kolam beton yang mudah dilakukan.

Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton

Berikut adalah hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lumut di beton:


1. Pakai Soda Kue (Baking Soda)

Dikutip dari situs Concrete Renovations, baking soda adalah bahan yang bisa berfungsi dengan baik untuk membersihkan lumut.

Caranya pun cukup sederhana, taburkan saja soda kue pada permukaan kolam yang terkena lumut. Jika sudah, kamu bisa membersihkan sisa-sisanya setelah 24 jam.

2. Pakai Air Panas atau Mendidih

Penggunaan air panas bisa menghilangkan lumut kolam beton. Ini termasuk metode yang hemat biaya. Berikut langkah-langkahnya:

  • Tuangkan air mendidih ke area yang ada lumutnya.
  • Setelah disiramkan, gosok area tersebut dengan sikat kaku.
  • Jika sudah, gunakan selang untuk membersihkan sisa-sisa lumut.

3. Pakai Campuran Cuka dan Air

Noda lumut yang membandel di permukaan beton, bisa diatasi dengan campuran setengah cuka dan air. Cuka putih dan air dicampur dalam botol semprot.

Dengan begitu, cairan ini hanya perlu disebarkan dengan cepat dan mudah ke seluruh permukaan beton yang berlumut.

4. Menggunakan Mesin Cuci Bertekanan (Pressure Washer)

Pressure washer adalah alat semprotan air bertekanan tinggi. Untuk menghilangkan lumut di beton, air dari alat ini hanya perlu disemprotkan ke area yang terkena lumut atau kotoran untuk membuatnya menjadi bersih.

5. Menggunakan Larutan Bleach (Pemutih)

Pemutih juga bisa digunakan di kolam renang untuk menghilangkan lumut, membunuh bakteri atau virus. Namun, pemilihannya perlu diperhatikan.

  • Campurkan pemutih dengan hati-hati satu bagian air dan satu bagian larutan pemutih yang diencerkan. Ini dilakukan sambil mengenakan sarung tangan pelindung ya.
  • Setelah itu, semprotkan campuran ini ke area beton yang berlumut.
  • Tunggu hingga beberapa menit
  • Sikat dan siram area tersebut.

Jika memungkinkan, pakailah pemutih taman yang dirancang untuk melawan lumut tapi tetap aman bagi lingkungan.

6. Menggunakan Produk Pembasmi Lumut

Di pasaran, kamu bisa menemukan berbagai produk pembunuh lumut komersial yang diformulasikan khusus untuk permukaan beton. Memakai produk ini merupakan cara pembersihan melalui teknik kimia.

Mengutip Good Grow, jika kamu memilih menggunakannya, perhatikan hal hal berikut:

Pilih produk penghilang lumut yang sesuai dengan jenis permukaan beton.
Gunakan produk sesuai petunjuk produsen (ada yang siap pakai ada juga yang memerlukan pengenceran).
Pilihlah opsi yang ramah lingkungan.
Setelah pengaplikasian, berikan waktu beberapa jam agar produk bekerja sebelum menghilangkan lumut.

Jika menggunakan bahan-bahan kimia, ingatlah untuk selalu melindungi diri dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan mendapat ventilasi yang baik.

Penyebab Kolam Berlumut

Lumut memang bisa tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan teduh. Di mana, area beton di sekitar rumah juga termasuk tempat yang sempurna bagi lumut untuk tumbuh subur.

Lumut di kolam disebut juga dengan alga. Mengutip Splash Supply Company, berikut adalah penyebab kolam berlumut secara umum:

  • Akibat perubahan musim.
  • Terlalu sedikit bakteri menguntungkan dalam kolam.
  • Nutrisi berlebih seperti pemberian pupuk, makanan ikan yang membusuk. Ini berlaku jika kolam
  • ikan.
  • Airnya hangat dan dangkal.
  • Kurangnya ekosistem yang mapan di kolam baru.

Sebagai informasi, kolam beton memang cukup tahan lama dan menawarkan kemungkinan desain yang tak terbatas. Kalau detikers tertarik membangun atau memiliki kolam beton, kamu perlu memahami cara merawatnya termasuk terkait pertumbuhan lumut.

(khq/khq)



Sumber : www.detik.com

Pintu Kayu Mudah Berjamur saat Musim Hujan, Ini Solusinya



Jakarta

Pintu kayu memang terlihat lebih estetik dibanding material pintu lainnya. Dari segi masa waktu pakai, pintu kayu memang bisa awet dan berumur panjang.

Akan tetapi, saat musim hujan seperti sekarang ini udara lebih lembap dari biasanya. Kondisi ini membuat pintu dari bahan kayu jadi mudah berjamur dan rusak.

Lalu, seperti apa cara menghilangkan jamur pada pintu kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada pintu kayu.


1. Jemur di Bawah Sinar Matahari

Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada pintu kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.

Jika memungkinkan, kamu bisa melepas daun pintu dan menjemurnya di bawah sinar matahari. Tapi, jangan terlalu lama sebab tidak semua material tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna daun pintu kayumu bisa pudar.

2. Menggunakan Cairan Pembersih

Jika melepas daun pintu dirasa cukup merepotkan, kamu bisa mencoba alternatif lain.

Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian daun pintu yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

3. Mengoleskan Alkohol 70%

Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan pintu kayu yang terserang jamur.

Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada pintu kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian pintu yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

5. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan pintu kayu. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan pintu kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Musim Hujan Bisa Bikin Dinding Lembap, Hati-hati Struktur Rumah Bisa Rusak!



Jakarta

Saat musim hujan seperti saat ini, salah satu masalah yang muncul di rumah adalah dinding lembap. Kondisi ini tak bisa diremehkan, sebab dinding lembap dapat menimbulkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

Artikel ini membahas mengenai cara mengatasi dinding lembap. Sebelum bahas itu ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, berikut pembahasannya.

Penyebab Dinding Bisa Lembap

Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


  • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
  • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
  • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
  • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
  • Pipa talang air yang bocor
  • Terdapat kebocoran atap

Cara Mencegah Dinding Lembap

Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

1. Periksa Retakan pada Dinding

Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

1. Rusaknya Struktur Rumah

Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

2. Kayu Membusuk

Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

3. Cat Dinding Terkelupas

Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Pilihan Material Rumah yang Tepat buat Hadapi Musim Hujan



Jakarta

Jika ingin rumah tahan cuaca ekstrem seperti musim hujan saat ini, pemilihan material rumah sangat menentukan. Jangan sampai salah pilih, karena ketika hujan datang bisa merusak rumah.

Oleh karena itu, Jangan hanya memikirkan estetika saja saat bangun rumah, tetapi material yang tahan ketika hujan juga diperlukan. Berikut ini merupakan contoh material yang tahan saat kondisi hujan.

Kenapa Hujan Bisa Merusak Rumah?

Sebelum masuk ke contoh material yang tahan saat kondisi hujan, perlu diketahui alasan hujan bisa merusak rumah. Hal itu karena saat musim hujan, intensitas jumlah air yang menerpa rumah meningkat. Paparan air yang terus menerus bisa inilah yang bisa perlahan merusak rumah.


Melansir Enercare, hujan yang sering dan deras akan merusak atap dan sirap rumah lebih cepat sehingga berpotensi menyebabkan merembesnya air ke dalam struktur pendukung rumah, seperti dinding dan lantai. Air yang merembes ini bisa melemahkan ketahanan struktur rumah.

Atap, lantai, dan dinding rumah merupakan bagian penting dari struktur rumah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, pemilihan material bangunan untuk ketiga bagian rumah ini tidak boleh dilakukan sembarangan.

Material Bangunan Ideal untuk Atap, Lantai, dan Dinding yang Tahan Hujan

Melansir situs sunrise-steel.com, berikut material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan terhadap hujan.

Baja Ringan dan Genteng Metal untuk Atap yang Kuat

Atap menjadi pelindung utama rumah dari hujan. Maka dari itu, memilih bahan yang tepat untuk rangka atap sangat penting. Baja ringan hadir sebagai solusi unggul dengan daya tahan terhadap rayap dan korosi, harga yang terjangkau, dan daya tahan tinggi.

Pilihlah baja ringan berbahan dan bertanda Zinium untuk kekokohan yang terjamin. Genteng metal yang ringan juga menjadi opsi ideal untuk atap rumah karena tidak hanya tahan karat, tetapi juga mampu menampung air hujan dan mengurangi risiko kebocoran.

Keramik dan Lantai Beton Waterproof untuk Lantai Anti-lembap

Lantai yang tahan air adalah kunci untuk mencegah masalah kelembaban yang bisa merusak bangunan. Keramik dan lantai beton yang dilapisi waterproofing adalah pilihan terbaik untuk daerah dengan curah hujan tinggi. Material ini tidak hanya tahan terhadap air, tetapi juga menjaga lantai tetap kering, mengurangi risiko kelembaban pada dinding, dan memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

Bata Ringan dan Cat Eksterior untuk Dinding Tangguh

Pemilihan material untuk dinding juga memegang peranan penting. Bata ringan atau bata merah dengan lapisan waterproofing bisa mencegah rembesan air hujan dan menjaga kekokohan struktur rumah.

Penambahan cat eksterior atau cladding seperti acp, vinyl cladding, atau panel resin juga bisa memberikan perlindungan tambahan dan meningkatkan estetika bangunan.

Demikian material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan hujan. Dalam memilih material bangunan untuk daerah dengan curah hujan tinggi, pemilihan yang bijak sangat dibutuhkan. Atap, lantai, dan dinding adalah elemen-elemen kunci yang harus mendapatkan perhatian khusus. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(das/das)



Sumber : www.detik.com