Tag Archives: detikers

Jangan Salah Beli! Ini Perbedaan Kompor Listrik dan Kompor Induksi


Jakarta

Kompor listrik dan kompor induksi kini menjadi pilihan terbaik untuk memasak karena praktis dan modern. Namun, masih banyak orang yang masih belum dapat membedakan kompor listrik dan induksi.

Meski sekilas keduanya terlihat sama, ternyata prinsip dan cara kerja kompor listrik maupun induksi berbeda. Lalu, apa saja perbedaan kompor listrik dan induksi?

Agar memudahkan kamu dalam memilih jenis kompor mana yang cocok dengan kebutuhan kamu, mari simak ulasan lengkapnya di bawah.


Apa itu Kompor Listrik?

Mengutip dari Hi Cook, Rabu (24/1/2024), kompor listrik bekerja dengan adanya arus listrik yang mengalir melalui kumparan logam di bawah permukaan kaca atau keramik plat (perantara). Selanjutnya, kumparan diubah menjadi panas karena hambatan listrik. Kumparan akan memindahkan energi panasnya melalui perantara menggunakan teknologi infra merah.

Jadi, prinsip memasak dan cara kerja pada kompor listrik yaitu perpindahan panas radiasi antara kompor dan panci.

Apa itu Kompor Induksi?

Masih dikutip situs yang sama, berbeda dengan kompor listrik. Kompor induksi menggunakan elektromagnet sebagai pengganti kumparan logam pada kompor listrik. Arus listrik akan bergantian saat melewati cincin ke peralatan masak. Hasilnya adalah panci atau wajan mulai memanas.

Kompor induksi memerlukan peralatan masak khusus agar kompor dapat bekerja. Biasanya panci yang digunakan pada kompor induksi berbentuk datar pada bagian bawah serta memiliki bahan lapisan magnet sebagai penghantar panas (konduktor). Jadi, wajan biasa tidak digunakan pada kompor induksi sebab diperlukan lapisan magnet pada dasar wajan agar dapat berfungsi.

Perbedaan Kompor Listrik dan Induksi

Cara Kerja Pemanasan

Perbedaan dari cara kerja pemanasan kedua jenis kompor terletak pada energi yang digunakan. Kompor induksi memakai energi elektromagnetik sehingga pemanasan terjadi secara langsung.

Sementara itu, untuk bekerja kompor listrik perlu menghantarkan panas melalui sumber listrik. Jadi, cara kerja kompor listrik dan induksi dalam menghantarkan panas berbeda, meskipun sama-sama tidak menggunakan gas.

Tingkat Efisiensi Energi

Kompor induksi terhitung lebih efisien sebab pemanasan terjadi secara langsung. Reaksi elektromagnetik untuk menghantarkan panas ke makanan dalam wajan atau panci mencapai 80-90%.

Sementara. kompor listrik punya efisiensi energi lebih rendah, yakni sekitar 70% saja. Hal ini karena metode pemanasannya secara tidak langsung.

Segi Keamanan

Untuk tingkat keamanan kompor induksi cenderung lebih aman karena tidak terasa panas saat disentuh. Selain itu, kompor induksi juga punya fitur otomatis yang bisa mengatur durasi masak, jadi aman bila kamu tinggalkan.

Tetapi, kedua jenis kompor bisa kita simpulkan tergolong lebih aman dari kompor gas. Hal ini karena keduanya tidak mengandalkan api sebagai sumber panas dan resiko kebakaran juga menjadi lebih kecil.

Suhu Maksimal

Dari segi suhu, kompor listrik bisa menghasilkan suhu panas yang lebih tinggi daripada kompor induksi. Suhu maksimal kompor listrik dapat mencapai 393 derajat Celcius, sementara kompor induksi sekitar 351 derajat Celcius.

Meski begitu, kompor induksi lebih unggul dalam hal menurunkan suhu dari panas ke dingin. Karena kompor listrik perlu waktu lebih lama sehingga perlu berhati-hati untuk tidak menyentuhnya setelah digunakan.

Harga

Harga kompor listrik memiliki harga yang cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan kompor induksi. Namun, kompor listrik akan lebih mahal pada biaya tagihan listrik. Sebab kompor listrik membutuhkan daya yang cukup besar untuk menyalakannya.

Cara Perawatan

Untuk perawatan sendiri, kompor induksi lebih mudah dibersihkan karena tak perlu menunggu dingin terlebih dahulu. Sementara kompor listrik kamu perlu mendiamkan dan menunggu kompor hingga dingin untuk membersihkannya.

Demikian perbedaan dari kompor listrik dan induksi. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Perbedaan Pagar Geser dan Ayun, Lengkap Kelebihan dan Kekurangannya


Jakarta

Jika kamu ingin memasang pagar rumah, kamu perlu mempertimbangkan dulu jenis pagar yang akan digunakan. Umumnya ada dua jenis pagar yang sering dijumpai, yaitu pagar geser dan ayun.

Kedua jenis pagar tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi, pastikan kamu memilih jenis pagar cocok dengan hunian kamu.

Kamu bisa simak kelebihan dan kekurangan dari pagar ayun dan geser sebagai referensi kamu memilih jenis pagar yang cocok dengan hunian kamu. Berikut simak pemaparannya!


Apa itu Pagar Geser?

Pagar Rumah MinimalisPagar Rumah Minimalis Foto: Istimewa

Mengutip dari Creative Door, Kamis (15/2/2024), Gerbang geser merupakan gerbang yang di bawahnya terdapat di roda yang meluncur di sepanjang rel khusus sebagai pijakan gerbang.

Kelebihan Pagar Geser

Pagar geser tidak membutuhkan banyak ruang untuk membuka ataupun menutup gerbang. Sehingga pagar geser sangat cocok ditempatkan di dekat jalan raya
Bagian bawah gerbang geser lebih awet. Karena menggunakan rel dan roda khusus sehingga minim sekali terjadi gesekan.
Bila terdapat bagian tanah yang menonjol tajam, sangat cocok memasang gerbang geser. Gerbang geser dibuka-tutup tanpa melewati bagian tanah yang menonjol tajam.

Pemasangan pagar lebih mudah

Kekurangan Pagar Geser

Terkadang muncul suara desis saat ditutup ataupun dibuka. Sebab, gerbang dibuka melewati pijakan rel. Sehingga kamu perlu rutin melumasi bagian bawah gerbang dan bagian roda dan rel gerbang.
Pemasangan Lebih mahal. Pasalnya, gerbang geser perlu pemasangan komponen-komponen tambahan dibandingkan gerbang ayun.

Apa itu Pagar Ayun?

Pagar ayun/Automated GatesPagar ayun/Automated Gates Foto: Pagar ayun/Automated Gates

Dikutip dari Fleurs et Bouquets, Kamis (15/2/2024), gerbang ayun merupakan jenis yang dibuka-tutup secara diayun, menggunakan sejenis ayun pada bagian sisi gerbang. Gerbang ini dibuka ke arah luar dan ke arah dalam mirip dengan cara kerja pintu.

Kelebihan Pagar Ayun

Biaya pemasangan lebih murah daripada pagar geser, karena pagar ayun tidak butuh pemasangan roda dan jalur rel pada pada pagar.
Pagar ayun cocok untuk kamu yang punya lahan luas. Karena mekanisme pagar ayun diayun saat dibuka atau ditutup sehingga akan memakan sedikit ruang.
Perawatan lebih mudah, karena pagar ayun bergantung pada ayun untuk mekanisme buka tutup. Jadi, kamu hanya perlu melumasi ayun agar tidak berkarat. Hal ini berbeda dengan pagar geser yang perlu perawatan pada roda dan jalur relnya.

Kekurangan Pagar Ayun

Memakan banyak ruang, seperti yang dijelaskan tadi jika pagar ayun diayun saat dibuka tutup sehingga tidak cocok bagi kamu yang punya lahan terbatas.

Bagian bawah rawan gesekan, semakin banyak gesekan antara bagian bawah dengan permukaan lantai karena sering diayun, tentunya akan merusak bagian bawah gerbang.

Demikian kelebihan dan kekurangan dari pagar geser dan ayun. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Matikan Bunyi Token Listrik Bisa Pakai Kode, Begini Caranya


Jakarta

Penggunaan listrik pra-bayar atau token listrik banyak dilakukan saat ini. Hal ini tentunya memudahkan penghuni rumah untuk menggunakan listrik sesuai yang mereka bayarkan.

Namun, terkadang token listrik berbunyi sangat nyaring sehingga mengganggu penghuni rumah maupun tetangga sekitar. Hal itu biasanya menjadi tanda bahwa saldo token listrik sudah mau habis. Tak hanya itu, bunyi tersebut juga bisa menandakan adanya masalah teknis pada alat meter pra-bayar di rumah.

Saat token listrik berbunyi, tidak usah panik. Ada beberapa cara untuk mematikannya, salah satunya dengan menggunakan kode.


Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mematikan bunyi token listrik yang mengganggu ini. Lalu, apa saja itu? Dilansir dari Link Town, simak penjelasan berikut.

Cara Mematikan Bunyi Alarm Token Listrik

Bunyi alarm token listrik dapat sangat mengganggu, terutama jika terjadi di malam hari dan mengganggu istirahat keluarga serta tetangga. Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu coba untuk mematikan alarm token listrik yang bunyi.

1. Segera Isi Ulang Saldo Token Listrik

Bunyi alarm biasanya menandakan jika saldo listrik kamu hampir habis. Langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah segera mengisi ulang saldo token listrik kamu. Ini akan menghentikan bunyi alarm.

2. Isi Saldo Token Listrik Lebih Banyak dari Jumlah rata-Rata Pemakaian

Agar lebih aman dari bunyi alarm yang mengganggu, kamu dapat mencoba mengisi saldo token listrik dengan jumlah yang lebih besar daripada rata-rata pemakaian kamu. Ini akan memberikan cadangan listrik yang lebih besar sebelum bunyi alarm kembali muncul.

3. Tekan Tombol 812 untuk Mematikan Bunyi Token Listrik

Beberapa jenis meteran token listrik memiliki tombol tertentu yang digunakan untuk mematikan bunyi alarm. Salah satunya yang umum digunakan adalah menekan tombol 812 lalu tekan ‘enter’.

Namun, setelah melakukan langkah tersebut, penting untuk segera melakukan pengisian token listrik agar listrik rumah tidak padam karena kehabisan daya listrik.

4. Gunakan Kode 456 pada Meteran Token Listrik

Token listrik yang berbunyi merupakan alarm atau pemberitahuan bahwa token sudah mau habis. Namun pada beberapa tipe meteran token listrik, kamu dapat mencoba menggunakan kode khusus seperti 456 untuk mematikan bunyi alarm. Cara ini tidak mematikan token secara langsung namun akan mengatur kapan token akan berbunyi.

Tekan tombol secara acak, kemudian tekan angka 456 dan nomor batas minimal daya yang kamu inginkan. Contohnya 45605 kemudian enter, artinya ketika daya listrik tersisa 5 kWH maka token akan berbunyi.

Demikian cara mematikan alarm token listrik yang berisik. Namun, langkah-langkah tersebut hanya bersifat sementara. Jika kamu baru saja mengisi pulsa token atau merasa bahwa saldo masih tersisa, tetapi alarm token listrik berbunyi, sebaiknya segera laporkan masalah ini ke kantor PLN terdekat.

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Nggak Usah Takut, 3 Tanaman Hias Ini Aman Ditaruh di Kamar Tidur


Jakarta

Tanaman hias bisa menjadi dekorasi kamar tidur supaya suasana terasa lebih asri dan menyatu dengan alam. Akan tetapi, masih banyak orang yang ragu untuk menyimpan tanaman hidup di dalam kamar karena dianggap berbahaya untuk kesehatan.

Memang tanaman menghasilkan karbon dioksida (CO2) pada malam hari, sehingga dapat terhirup waktu tidur. Hal ini yang membuat orang-orang enggan menaruh tanaman hias di dalam kamar.

Mengutip dari Leaf Envy, Jumat (28/6/2024), tanaman menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis pada siang hari. Namun, pada malam hari, mereka mengganti cara bernafas dengan mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida, serupa seperti yang dilakukan manusia.


Jadi, punya tanaman hidup di kamar tidur itu berbahaya? Eitss, ternyata nggak juga. Karena ternyata jumlah karbon dioksida yang dilepaskan oleh tanaman di malam hari itu dalam jumlah sedikit. Alhasil, tidak ada dampak signifikan pada kadar oksigen kamar tidur kamu.

Namun, perlu dicatat ada beberapa jenis tanaman yang terus melepaskan oksigen bahkan pada malam hari. Jadi, kamu nggak semua jenis tanaman yang bisa ditaruh di kamar tidur.

Lalu, tanaman apa saja yang boleh?

Tanaman Hias yang Cocok buat Kamar Tidur

Tidak semua tanaman diciptakan sama dalam hal kesesuaiannya untuk kamar tidur Anda. Beberapa lebih cocok daripada yang lain karena karakteristik unik mereka.

Lidah buaya: Aloe Vera juga melepaskan oksigen di malam hari dan telah digadang sebagai kualitas pemurni udara alami.

Lavender: Lavender tidak menghasilkan oksigen di malam hari seperti Aloe Vera, tetapi aromanya dapat membantu meningkatkan tidur dan mengurangi tingkat kecemasan.

Lidah Mertua: Selain ideal untuk dijadikan dekorasi untuk kamar tidur, tanaman satu ini juga membuat udara ruangan menjadi lebih segar dan sehat.

Jadi, bagaimana detikers masih masih takut buat taruh tanaman di kamar tidur ?

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Pengin Ngontrak atau Beli Rumah? Pertimbangkan Dulu Untung Ruginya


Jakarta

Ada beberapa opsi hunian yang bisa kamu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Untuk tinggal di rumah tapak, kamu dapat memilih antara membeli rumah ataupun menyewa atau disebut juga ngotrak rumah.

Opsi mengontrak cocok bagi yang ingin menghuni rumah hanya sementara saja. Sedangkan membeli rumah merupakan komitmen untuk tinggal di suatu hunian untuk jangka panjang. Baik mengontrak atau membeli rumah, masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian.

Nah, sebelum membuat keputusan besar, ada baiknya mempertimbangkan keuntungan dan kerugian kedua opsi tersebut. Berikut ini untung rugi mengontrak dan menyewa rumah, dikutip dari RayWhite, Selasa (1/7/2024).


Sewa Rumah

Keuntungan

Menyewa rumah terbilang menguntungkan karena kamu bisa memilih lokasi yang diinginkan untuk menetap yang dapat disesuaikan dengan lokasi pekerjaan detikers, atau lokasi dengan mobilitas tertinggi sehari-hari. Dengan itu kamu bisa menjaga cash flow dengan lebih baik.

Kamu juga bisa pindah kapanpun saat kamu bosan atau pindah lokasi kerja. Kamu nggak punya keterikatan terhadap rumah dan nggak harus memelihara rumah itu dengan lebih baik dan penuh cinta.

Kerugian

Akan tetapi, menyewa rumah menyewa rumah juga ada ruginya lho. Setiap tahunnya harga properti akan naik terus sehingga akan semakin sulit bagi kamu untuk memiliki hunian pribadi. Jika memutuskan untuk memiliki anak, kamu juga harus mencari rumah lain yang lebih besar daripada rumah sebelumnya yang ditinggali hanya berdua dengan pasangan.

Pertimbangkan juga kemungkinan kalau pemilik rumah berhenti menyewakan hunian nya.

Beli Rumah

Keuntungan

Buat kamu yang akhirnya memutuskan untuk membeli rumah, ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat.

Dengan membeli rumah, detikers bakal memiliki aset tetap dan investasi jangka panjang yang akan bermanfaat nantinya. Kamu juga nggak perlu khawatir kalau sewaktu-waktu pemilik rumah berhenti untuk menyewakan huniannya. Kamu bisa hidup lebih stabil dan nggak perlu menjadi nomaden.

Kamu juga akan lebih bertanggung jawab karena memiliki rumah sendiri. Apapun yang terjadi adalah kewajiban dan hak kamu sebagai pemilik properti. detikers juga akan hidup jauh lebih tenang karena tinggal di hunian milik sendiri.

Pun kalau harus membayar cicilan KPR, jelas uang yang dibayarkan tiap bulannya untuk aset kita sendiri, bukan hanya untuk membayar hunian orang lain.

Kerugian

Namun, tetap ada kerugian kala membeli rumah. Butuh usaha yang lebih untuk mencari hunian yang tepat, dalam segi harga dan lokasi.

Karena, bukan hal yang mudah untuk mencari hunian yang tepat. Selain itu, juga dibutuhkan effort yang lebih besar untuk menyisihkan uang tiap bulannya untuk mencicil hunian, yang artinya kita perlu berkorban dari sisi gaya hidup.

Gimana? Sudah tercerahkan? Beli atau mengontrak rumah nih?

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Ini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai dan Cara Menghitungnya


Jakarta

Sebelum merenovasi rumah, satu hal yang paling penting diketahui adalah masalah biaya. Secara umum, biaya bisa dihitung dengan perkiraan per meter persegi, meski hasilnya terkadang lebih atau kurang.

Jika Anda mau merenovasi rumah 2 lantai, berapakah biayanya? Simak dulu perkiraan biaya renovasi, faktor yang mempengaruhi, dan cara menghitung yang lebih rinci.

Perkiraan Biaya Renovasi Rumah 2 Lantai

Di bawah ini adalah perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai berdasarkan kualitasnya. Renovasi rumah bisa disesuaikan dengan memakai material sederhana, standar, dan bagus.


Sebagai contoh, kita akan menggunakan ukuran rumah tipe 36 m2. Berikut ini perkiraan biaya renovasi rumah 2 lantai yang dilansir dari situs developer nasional:

1. Sederhana

Dengan spesifikasi material sederhana, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 160 juta hingga Rp 200 juta. Material yang digunakan antara lain batu kali, bata merah, eternit, genteng tanah liat, dan keramik standar.

2. Standar

Dengan spesifikasi material standar, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 200 juta hingga Rp 235 juta. Material yang digunakan adalah bata yang berkualitas tinggi, rangka hollow dengan gipsum, genteng tanah liat kualitas nomor satu, dan keramik dengan ukuran lebih besar.

3. Bagus

Dengan spesifikasi material bagus, rumah tipe 36 m2 dapat dibangun dengan biaya dari Rp 235 juta hingga Rp 300 juta. Material yang digunakan berkualitas premium seperti campuran semen dan pasir yang lebih kental, keramik berukuran besar, genteng berkualitas premium, serta tambahan lis dan detail interior.

Faktor yang Berdampak pada Biaya

Biaya renovasi tentu bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor. Berikut ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi:

1. Luas Bangunan

Yang paling berpengaruh dalam menghitung biaya renovasi adalah luas bangunan. Semakin luas bangunan, maka semakin besar pula biaya per meternya. Hal ini karena biaya material yang bertambah dan biaya tukang yang semakin besar.

2. Lokasi

Lokasi bangunan juga menjadi faktor yang mempengaruhi biaya. Hal ini terutama mempengaruhi biaya tukang. Di perkotaan, biaya tukang bisa lebih tinggi daripada di pedesaan.

3. Spesifikasi Material

Jenis material sangat beragam dan harganya juga bervariasi. Sebagai contoh, lantai ada yang menggunakan keramik biasa, keramik motif, granit, atau marmer.

4. Biaya Lain-lain

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah biaya-biaya lain, seperti biaya administrasi, biaya perizinan, biaya transportasi, biaya jasa arsitek, dan biaya notaris.

Cara Menghitung Rincian Biaya

Dikutip dari situs Brighton, berikut ini cara menghitung biaya renovasi 2 lantai dengan rinci:

1. Hitung Luas Bangunan

Pertama, hitunglah luas bangunan terlebih dahulu. Apakah seluruh luas tanah akan dibuat bangunan, atau akan disisakan untuk taman atau carport. Kemudian hitung juga apakah lantai atas akan berukuran sama dengan bawah.

Contoh: Luas lantai bawah 36 m2, kemudian luas lantai atas 18 m2, maka keduanya harus dijumlahkan, yakni menjadi 54 m2.

2. Buat Rincian Kebutuhan Material

Hitung rincian kebutuhan material yang akan digunakan. Cek harga terbaru di toko bangunan. Masing-masing jenis material harus dihitung sendiri-sendiri.

Contoh: Keramik dihitung 54 m2 dikalikan harga per meter persegi. Kemudian harga besi dan baja, kayu, cat, beton, dan sebagainya.

3. Hitung Biaya Tukang

Biaya tukang tidak kalah besar dibandingkan material. Untuk mengerjakan rumah 2 lantai berukuran 150 meter persegi, setidaknya akan selesai sekitar 6 bulan.

Kamu bisa menghitung rinci dengan membedakan biaya tukang dan mandor. Atau secara sederhana hitunglah secara rata-rata. Misalnya satu orang dihitung Rp 100 ribu dan membutuhkan 10 tukang, maka dalam sehari membutuhkan Rp 1 juta. Dalam 6 bulan maka membutuhkan Rp 180 juta.

4. Siapkan Dana Lebih

Hitung juga biaya lain-lain, karena terkadang perhitungan akan meleset. Siapkan dana lebih untuk antisipasi, hitung juga dana konsumsi tukang jika dibutuhkan. Siapkan juga ketika terjadi kerusakan material dalam proses pengerjaan.

Itulah tadi perkiraan biaya renovasi rumah dua lantai, lengkap dengan faktor yang memengaruhi, dan cara menghitungnya. Detikers bisa menerapkan cara ini dan mulai menghitung kebutuhan dana renovasi rumah dua lantai dengan tepat.

(bai/row)



Sumber : www.detik.com

Ini Cara Menghitung Luas Bangunan dengan Mudah dan Akurat


Jakarta

Dalam membangun sebuah rumah, detikers wajib mengetahui luas bangunan tersebut. Namun, ada beberapa orang yang tak tahu cara menghitung luas bangunan.

Sebenarnya, menghitung luas bangunan terbilang mudah, asalkan sudah mengetahui rumusnya. Tentu, ada rumus khusus dalam menghitung luas bangunan.

Tapi seiring perkembangan teknologi, kini detikers juga bisa memanfaatkan software (perangkat lunak) untuk menghitung luas bangunan. Hasil perhitungannya juga cepat dan akurat, sehingga meminimalisir kesalahan perhitungan.


Lantas, bagaimana cara menghitung luas bangunan? Simak cara-caranya dalam artikel ini.

Cara Menghitung Luas Bangunan

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghitung luas bangunan. Dilansir situs Sinarmas Land, berikut cara-caranya:

1. Menggunakan Rumus Matematika

Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan rumus matematika. Kalau detikers masih ingat, rumus tersebut sudah diajarkan oleh guru ketika masih duduk di bangku sekolah.

Untuk bangunan berbentuk persegi panjang atau persegi, rumusnya adalah:

Luas = Panjang x Lebar

Sementara untuk bangunan yang berbentuk segitiga, kamu bisa menggunakan rumus sebagai berikut:

Luas = 1/2 x Alas x Tinggi

Apabila bangunan berbentuk tidak beraturan, misalnya trapesium, maka menggunakan rumus sebagai berikut:

1/2 x (jumlah rusuk sejajar) x panjang bangunan

2. Menggunakan AutoCAD

Cara selanjutnya adalah menggunakan AutoCAD. Sebagai informasi, AutoCAD merupakan perangkat lunak khusus desain yang memiliki berbagai fitur mumpuni, salah satunya mengukur luas bangunan.

Karena menggunakan teknologi, maka hasil perhitungannya jauh lebih akurat. Simak cara menghitungnya di bawah ini:

  • Unduh AutoCAD di PC/laptop
  • Jika sudah, buka AutoCAD. Sebelumnya, pastikan telah memiliki denah bangunan yang akan dihitung. Pastikan denah bangunan harus rapi agar hasil perhitungannya akurat
  • Kemudian buat garis putus-putus pada denah bangunan
  • Tandai seluruh garis putus-putus tersebut
  • Klik opsi ‘PL’ atau Polyne dan tekan enter
  • Lalu klik opsi ‘LI’ atau List dan tekan enter
  • Secara otomatis luas bangunan akan muncul di layar.

3. Menggunakan Roda Pengukur

Cara berikutnya adalah dengan menggunakan roda pengukur. Alat ini memiliki bentuk seperti skuter dan bisa dipakai untuk mengukur panjang sebuah objek.

Untuk mengukur luas bangunan, detikers cukup mengelilingi bangunan yang akan dihitung sambil mencatat panjang dari putaran roda pengukur. Pastikan kamu mengawali dan mengakhiri perhitungan dari titik yang sama, sehingga hasilnya akurat.

Tips Menghitung Luas Bangunan agar Akurat

Menghitung luas suatu bangunan harus teliti dan hati-hati. Sebab, salah sedikit saja dapat mempengaruhi konstruksi bangunan.

Agar tidak salah, berikut tips menghitung luas bangunan agar hasilnya akurat:

  • Gunakan alat ukur yang tepat untuk menghitung luas bangunan.
  • Ukur luas bangunan sebanyak dua kali agar memastikan keakuratan hasilnya.
  • Apabila ragu dengan hasil perhitungan secara manual, gunakan software AutoCAD untuk memastikan kembali luas bangunan.

Itu dia cara menghitung luas bangunan dengan mudah dan hasilnya akurat. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

(fds/dna)



Sumber : www.detik.com

Bagaimana agar Semen Tidak Mengeras? Simpan dengan 7 Cara Ini!


Jakarta

Jika detikers harus menyimpan banyak semen dalam waktu lama, maka harus dilakukan dengan benar. Semen yang disimpan secara sembarangan bisa mengeras dan tidak bisa dipakai lagi.

Simak artikel ini untuk mengetahui 7 cara menyimpan semen dengan benar agar tidak mengeras dan tahan lama.

7 Cara Menyimpan Semen agar Tak Mengeras

Dilansir dari laman UltraTech Cement, berikut ini 7 cara menyimpan semen dengan benar agar tidak mengeras dan tahan lama.


1. Jauhkan dari Tempat Lembap

Jauhkan kantong semen dari tempat lembap karena bisa mempengaruhi kualitasnya. Memang semen sudah dilindungi wadah cukup tebal, namun situasi yang sangat lembap bisa saja berdampak pada semen di dalamnya.

kelembapan bisa terjadi karena tanah dan lingkungan. Untuk mencegahnya,simpan semen di tempat yang kedap air dan tinggi. Tempatkan di atas papan kayu atau platform yang ditinggikan sekitar 150-200mm di atas tanah.

Tutupi kantong dengan lembaran plastik, terutama selama musim hujan. Ruang penyimpanan atau gudang pun harus lebih tinggi dari lokasi di sekitarnya untuk mencegah terkena air jika banjir.

2. Tumpuk Semen dengan Benar

Cara menumpuk semen pun harus diatur dengan benar. Susunlah kantong semen agar mudah ditumpuk dan dikeluarkan. Jaga agar kantong semen tetap berdekatan satu sama lain untuk meminimalkan sirkulasi udara.

Batasi juga jumlah tumpukan hingga maksimal 10 kantong untuk menghindari penggumpalan akibat tekanan. Lebar tumpukan juga tidak boleh melebihi empat kantong atau 3 meter.

Agar semen tidak terguling, tumpukan setinggi lebih dari 8 sak harus diikat menjadi satu dan disusun secara bergantian memanjang dan melintang.

3. Tangani dengan Hati-hati

Tangani semen dengan hati-hati, baik saat mengangkat maupun menaruhnya. Sangga kantong semen pada bagian bawahnya agar tidak terbelah dan melorot saat membawanya.

Hindari kantong sebelum mengangkatnya untuk melonggarkan isinya. Saat meletakkannya, sisi lebar kantong harus menghadap ke bawah.

4. Jangan Memakai Pengait

Jangan pernah menggunakan pengait untuk mengangkat beban. Hal ini berisiko dapat melubangi atau merobek kantong semen tanpa sengaja. Lewat sobekan atau lubang kecil pun kelembapan bisa masuk. Gunakanlah forklift, dongkrak palet, atau tali pengangkat untuk meminimalkan risiko kerusakan.

5. Pisahkan dari Bahan Lain

Saat menyimpan semen, sangat penting untuk memisahkannya dengan bahan lain. Cara ini dilakukan untuk mencegah risiko kontaminasi. Misalnya jauhkan dengan pupuk atau bahan lain.

6. Gunakan yang Lama Terlebih Dahulu

Terapkan sistem masuk pertama, keluar pertama dalam menggunakan semen. Kantong yang paling lama harus dipakai terlebih dahulu. Susunlah semen sedemikian rupa untuk bisa menerapkan cara ini.

7. Simpan Sisa Semen dengan Hati-hati

Jika ada semen yang tersisa, maka simpanlah dalam wadah yang benar agar tidak mudah mengeras. Gunakan kantong plastik yang kuat dan harus ditutup dengan lakban atau tali agar angin tidak mudah masuk.

Demikian tadi 7 cara menyimpan semen agar tidak mengeras, mulai dari menjauhkan dari tempat lembap, menumpuk dengan cara benar, hingga menyimpan sisa semen dengan hati-hati.

(row/dna)



Sumber : www.detik.com

Bekisting Adalah? Ini Fungsi, Material, dan Jenis-jenisnya


Jakarta

Di dunia bangunan dikenal istilah bekisting. Singkatnya, bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton saat dituang dan dibentuk sesuai bentuk cetakannya. Dalam bahasa Inggris, bekisting disebut dengan formwork.

Beton diketahui menjadi bahan bangunan yang banyak digunakan di dunia. Untuk mencetak beton dengan bentuk yang diinginkan, bekisting harus cukup kuat untuk menahannya hingga mengeras. Ketahui lebih lanjut tentang fungsi, material, dan jenis-jenis bekisting pada uraian di bawah.

Apa Itu Bekisting?

Mengutip Panduan Pembuatan Panel Beton oleh Sri Wiwoho Mudjanarko, dkk, bekisting adalah suatu konstruksi pembantu berupa cetakan yang bersifat sementara. Dalam pembangunan, bekisting dipasang pada bagian samping dan bawah dari suatu konstruksi beton yang akan dibangun.


Dikarenakan cetakan sementara, bekisting harus bisa dibongkar jika beton yang dituang sudah cukup kering, keras, dan menguat. Selain itu, kekuatan bekisting harus diperhatikan agar tidak rusak akibat beton yang mengering.

Kebersihan bekisting juga perlu diperiksa sebelum cairan beton dituangkan ke dalamnya agar tidak ada kotoran yang ikut mengeras bersama beton.

Fungsi Bekisting

Dikutip dari E-Journal milik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, bekisting secara umum memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

  • Untuk memberikan bentuk pada sebuah konstruksi beton
  • Untuk memperoleh struktur permukaan yang diharapkan
  • Untuk menahan beton sampai cukup keras sehingga bagian atasnya dapat memikul atau dilalui tenaga kerja dan peralatan bangunan.

Bahan Bekisting

Bahan bekisting dikatakan baik bila memenuhi beberapa persyaratan: tidak bocor dan menghisap air dalam campuran beton, kuat, memiliki tekstur seperti beton yang ingin dihasilkan, dan dimensi presisi sesuai dengan perencanaan. Nah, berikut material yang biasa dijadikan bekisting:

1. Kayu

Kayu termasuk material yang banyak digunakan untuk bekisting. Bahan ini khususnya masih sering dipakai pada tipe bekisting konvensional dan semi konvensional.

Material kayu untuk bekisting haruslah kuat tetapi hanya boleh setengah kering. Maksudnya, kayu tidak boleh terlalu basah karena bisa menyusut dan melengkung saat cuaca panas. Dan jika kayu terlalu kering maka bisa membengkak ketika dibasahi.

2. Plywood

Semenjak diperkenalkannya kayu lapis atau plywood, bahan ini jadi material yang lumrah dipakai juga untuk bekisting. Plywood memiliki ketahanan yang cukup tinggi.

Untuk dijadikan material bekisting, plywood dapat dilapisi polyfilm atau tidak. Kayu lapis yang dilapisi polyfilm lebih awet dan dapat digunakan berulang kali. Pemakaiannya juga bisa lebih lama dibanding plywood yang tidak dilapisi polyfilm.

3. Baja

Baja digunakan sebagai bahan bekisting pada tipe bekisting semi konvensional dan bekisting sistem. Material ini dijadikan sebagai support atau sabuk pada bekisting kolom dan dinding. Penggunaan baja sebagai bekisting tergolong tahan lama dan dapat dipakai berulang kali.

Jenis-jenis Bekisting

Secara garis besar, tipe-tipe bekisting dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Bekisting Konvensional

Material utama bekisting jenis ini adalah kayu. Kelebihan bekisting konvensional adalah fleksibilitasnya yang tinggi, sedang kekurangannya yaitu membutuhkan waktu relatif lama dalam pengerjaannya. Di sisi lain, material kayunya tidak dapat dipakai berulang kali.

2. Bekisting Semi Modern

Bekisting semi modern merupakan jenis bekisting yang memadukan kayu dan bahan fabrikasi. Keunggulannya yaitu lebih hemat biaya lantaran kayu bukanlah material utama bekisting. Kayu berupa plywood hanya digunakan pada bagian tertentu.

3. Bekisting Modern

Bahan yang digunakan pada bekisting modern yaitu material fabrikasi. Pemasangan bekisting dengan cara ini sudah cukup sederhana sehingga tidak memberatkan pekerja bangunan. Namun kekurangannya, bekisting jenis ini tergolong mahal.

Bekisting semi sistem merupakan perkembangan dari bekisting konvensional di mana terdapat peningkatan kualitas material sehingga dapat digunakan berulang dan cukup awet.

Material yang digunakan untuk bekisting semi sistem adalah scaffolding. Cetakannya terbuat dari material kayu lapis atau plat sedangkan penopangnya terbuat dari baja yang difabrikasi.

Bekisting sistem atau full system merupakan bekisting universal yang difabrikasi. Pemasangannya sudah sangat disederhanakan dan pengerjaannya ringan. Akan tetapi, material bekisting ini terbilang mahal.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai bekisting yang merupakan cetakan sementara untuk membentuk cairan beton dalam pembangunan. Pastikan detikers menggunakan bekisting yang tepat, sehingga rumah detikers terjamin kuat dan kokoh.

(row/dna)



Sumber : www.detik.com

Macam-macam Rusun di RI Beserta Penjelasannya


Jakarta

Rumah susun (rusun) merupakan salah satu hunian yang bisa ditempati selain rumah tapak. Ada berbagai macam rusun di Indonesia, berikut ini penjelasannya.

Sebelum membahas terkait macam-macam rusun yang ada di Indonesia, sebaiknya detikers ketahui dulu apa itu rusun. Berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2011, rumah susun merupakan bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.

Rumah susun yang ada di Indonesia, terdapat berbagai macam. Berdasarkan UU Nomor 20 tahun 2011, berikut ini macam-macam rumah susun di Indonesia.


1. Rumah Susun Umum

Rusun umum merupakan rumah susun yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

2. Rumah Susun Khusus

Rusun khusus adalah rumah susun yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan khusus. Dilansir dari postingan di Instagram resmi Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, ada beberapa penerima yang bisa menggunakan rusun khusus, yaitu:
– Pekerja industri (yang bekerja di kawasan industri)
– Masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah perbatasan negara
– Masyarakat nelayan (yang bertempat tinggal di kawasan pesisir pantai)
– Masyarakat korban bencana (yang terkena dampak langsung dari bencana skala nasional dan/atau berdampak nasional)
– Masyarakat yang tinggal di lokasi terpencil di pulau terluar, daerah terpencil, dan daerah tertinggal
– Masyarakat sosial dan yang memerlukan keutuhan khusus
– Peserta didik
– Masyarakat berprestasi
– Pelaku olahraga

3. Rumah Susun Negara

Rusun negara adalah rumah susun yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian, sarana pembinaan keluarga, serta penunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri. Contohnya seperti rusun ASN yang sudah dibangun di beberapa wilayah yang ada di Indonesia.

4. Rumah Susun Komersial

Rusun komersial adalah rumah susun yang diselenggarakan untuk mendapatkan keuntungan.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2022, untuk rusun umum, rusun khusus, dan rusun negara, harus dibangun beserta sarana, prasarana, dan utilitas umum serta dilengkapi meubelair atau furniture. Nantinya, penerima bantuan pembangunan rusun tersebut dapat diberikan kepada:
– Kementerian/Lembaga
– Pemerintah Daerah
– Perguruan Tinggi
– Lembaga pendidikan keagamaan berasrama
– Yayasan atau lembaga yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan atau pendidikan.

Itulah macam-macam rumah susun yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat!

(abr/dna)



Sumber : www.detik.com