Tag: detikers

  • 4 Tempat yang Disukai Lalat untuk Bertelur


    Jakarta

    Lalat menjadi salah satu serangga yang sering berkeliaran di rumah. Lalat dikenal kotor, mengganggu, dan tidak baik untuk kesehatan. Lalat tidak memiliki sarang, tetapi lalat bisa bertelur di tumpukan area sekitar rumah.

    Lalat bereproduksi dengan sangat cepat, sehingga bukan hal aneh jika populasinya tumbuh dengan cepat setelah melihat lalat berada di rumah. Lalat biasanya bertelur di area yang mendukung keturunannya dengan persediaan makanan.

    Melansir Pest Pointers, berikut beberapa tempat yang diyakini menjadi tempat bertelurnya lalat di rumah.


    Sisa-sisa Makanan di Rumah

    Salah satu tempat yang paling sering dihinggapi lalat untuk bertelur adalah pada sisa makanan. Makanan yang ditaruh di luar dalam waktu yang lama, atau bahkan sisa-sisa kecil yang jatuh bisa menjadi tempat berkembang biak lalat.

    Saat lalat menemukan tempat berkembang biaknya, lalat akan memahami bahwa sisa makanan dapat mendukung keturunan barunya. Jika kamu membiarkan makanan di luar dalam waktu yang lama, hal ini akan memperbanyak lalat untuk menjadi tempat bertelur.

    Selain memastikan makanan tidak tertinggal dalam waktu lama, membersihkan sisa-sisa dan membuangnya dapat membantu mengurangi jumlah lalat di rumah.

    Dapur

    Mirip dengan makanan yang berserakan, tumpahan di dapur juga dapat memungkinkan lalat untuk berkembang biak. Kekacauan seperti tumpahan makanan yang tidak dibersihkan, atau bahan-bahan sisa yang menjadi tempat untuk bertelurnya lalat.

    Tumpahan yang berminyak, berlemak, atau membusuk akan menarik banyak lalat, karena zat-zat ini padat nutrisi dan kalori bagi keturunannya. Zat ini juga mengandung banyak protein, sehingga mendukung pertumbuhan dan reproduksi lalat baru.

    Kompos Dalam Ruangan

    Kompos menjadi tempat yang bagus untuk lalat bertelur. Kompos merupakan bahan yang sangat mirip dengan tempat lalat bertelur di alam. Di alam liar, lalat biasanya berkembang biak di bahan organik yang membusuk.

    Selain menjadi sumber makanan yang penting, kompos juga menarik bagi lalat karena panas yang dihasilkan. Panas ini optimal untuk mendukung perkembangan telur dan lalat muda yang sensitif terhadap suhu.

    Kotoran Hewan Peliharaan

    Tempat lain yang disukai oleh lalat adalah kotoran hewan peliharaan. Terkadang hewan peliharaan kamu meninggalkan kotoran di halaman atau bahkan di dalam rumah tanpa kamu sadari.

    Mirip dengan kompos, kotoran hewan peliharaan segar memiliki jumlah panas dan nutrisi yang tepat untuk mendukung telur lalat.

    Untuk mengatasinya, kamu dapat lebih waspada tentang di mana hewan peliharaan kamu buang air. Jika tidak sengaja buang air di dalam rumah, bersihkan secara menyeluruh dengan beberapa jenis semprotan disinfektan.

    Itulah beberapa area yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan lalat di rumah. Hati-hati ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar untuk Suasana yang Nyaman


    Jakarta

    Pencahayaan merupakan salah satu elemen yang menciptakan kenyamanan dan keindahan dalam sebuah kamar. Tak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya, lampu juga bisa memberikan suasana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter penghuninya.

    Sehingga, pemilihan lampu yang tepat penting untuk diketahui. Simak cara memilih dan meletakkan lampu kamar berikut ini.

    Cara Memilih dan Meletakkan Lampu Kamar

    Saat mendekorasi kamar, lampu menjadi salah satu bagian yang bisa dirancang untuk mempercantik tampilan kamar. Ada beberapa lampu yang biasa digunakan dalam kamar yaitu yang diletakkan di atas, untuk membaca, dan berhias (make up).


    Lampu Atas

    Lampu atas berfungsi sebagai sumber penerangan utama yang menerangi seluruh ruangan. Berikut cara memilih lampu atas untuk kamar tidur:

    1. Pemilihan Lampu

    Desainer Anna Franklin dalam laman The Spruce menjelaskan, pada ruangan yang besar sebaiknya menggunakan lampu berukuran sama misal lampu gantung anyaman rotan. Jika ruang berukuran kecil dengan langit-langit rendah, bisa dipilih lampu yang lebih kecil dan tidak menempel di atas ruangan. Terkait model, situs Family Handyman menyarankan pemilihan lampu berdesain rata untuk ketinggian kamar 2 meter atau kurang (flush mount light).

    2. Posisi Lampu

    Posisikan lampu di tengah ruangan untuk pencahayaan yang seimbang. Pastikan ada jarak yang cukup antara langit-langit dan dinding. Mengutip laman Rejuvenation, untuk ruangan dengan langit-langit yang tinggi bisa menggunakan lampu gantung untuk menambah daya tarik visual serta mengisi ruangan.

    Lampu Baca

    Lampu baca memberi pencahayaan yang terfokus untuk membaca atau bekerja di tempat tidur. Cara memilih dan meletakkan lampu baca adalah sebagai berikut.

    1. Pemilihan Lampu

    Untuk ruangan tidur yang kecil, gunakan lampu dinding atau lampu gantung di samping tempat tidur yang bisa dicolokkan ke stopkontak. Sementara, untuk ruangan yang lebih besar bisa menggunakan lampu meja. Pastikan lampu bisa disesuaikan dan memberi pencahayaan yang memadai.

    Pilih lampu baca yang sesuai dengan gaya kamar tidur. Kamu bisa memilih desain yang modern atau tampilan yang lebih tradisional. Pastikan lampu bisa meningkatkan suasana d dalam ruangan

    2. Posisi Lampu

    Letakkan lampu baca di ketinggian yang nyaman untuk membaca di tempat tidur. Lampu dinding harus dipasang sekitar 76 cm-92 cm di atas kasur, sementara lampu meja diletakkan setinggi mata saat duduk di tempat tidur.

    Lampu Hias

    Lampu hias dapat mempercantik ruangan kamar tidur. Pilih lampu yang sesuai dengan skala kamar tidur.

    1. Pemilihan Lampu

    Ketika memilih lampu, baik lampu meja atau lampu lantai, pilih desain yang cocok dengan kamar tidur. Pastikan lampu tersebut selaras dengan estetika kamar secara keseluruhan.

    2. Posisi Lampu

    Tempatkan lampu hias secara strategis untuk menciptakan titik fokus dan meningkatkan suasana ruangan. Gunakan lampu meja di meja rias atau meja tulis dan lampu lantai di sudut kamar. Jika berminat, kamu juga bisa menggunakan lampu tempel untuk yang menyorot sebuah karya seni untuk menarik perhatian ke area tertentu

    Itulah cara memilih dan meletakkan lampu tidur agar kamar nyaman. Selamat mencoba detikers.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang, Jangan Sembarangan Ngecat!


    Jakarta

    Cat biasanya dipakai untuk mewarnai benda agar tampak lebih baru, lebih cantik, atau sesuai dengan warna favorit. Tapi jangan salah, karena ada furnitur yang tidak boleh dicat ulang.

    Jika sembarangan mengecat, suatu benda justru mungkin akan kehilangan estetika atau bahkan nilainya anjlok. Simak artikel ini untuk mengetahui 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang.

    Jenis Furnitur yang Tidak Dicat Ulang

    Dirangkum dari The Spruce dan Better Homes & Gardens, berikut ini 5 jenis furnitur yang tidak dicat ulang:


    1. Barang yang Baru Selesai Diproduksi Pabrik

    Mengecat furnitur mungkin akan aman-aman saja jika metode pengaplikasiannya tepat. Tapi jika berurusan dengan perabot baru yang baru selesai diproduksi pabrik, mungkin akan beda cerita.

    Sebaiknya detikers menunda mengecat perabot baru tersebut karena catnya mungkin tidak akan melekat dengan baik pada hasil akhir pabrikan. Nantinya cat akan mudah mengelupas, bahkan membuat perabot menjadi cepat aus.

    2. Barang Antik

    Barang-barang antik dihargai tinggi karena keotentikan dan usianya yang sudah tua. Jika detikers mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Bila barang itu dijual, mungkin orang akan mengira barang itu adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis. Otomatis harganya juga akan turun drastis.

    3. Barang dari Kulit dan Kain

    Barang atau perabot dari bahan kulit dan kain juga termasuk dalam jenis furnitur yang tidak dicat ulang. Bahan kulit dan kain bisa berubah teksturnya menjadi kasar atau kaku jika dicat. Jika memang menginginkan warna yang sesuai keinginan, maka detikers bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

    4. Trim Kayu Alami

    Trim kayu dapat mempercantik ruangan atau benda tertentu. Beberapa orang sengaja tidak mengecatnya karena kayu tersebut sudah memiliki warna alami yang menarik.

    Tambahan cat bisa jadi akan merusak keindahan serat alami kayu. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi lebih segar, detikers bisa menggunakan plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

    5. Engsel dan Gagang Pintu

    Ketika detikers mengubah cat tembok, mungkin juga akan mengubah warna pintunya. Tapi sebaiknya jangan mengecat bagian engsel dan gagang pintunya.

    Engsel dan gagang pintu biasanya berbahan logam. Jika bagian ini dicat, kemungkinan bisa mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

    Jika memang ingin mengubah warnanya, detikers harus melepas komponen dan mengecatnya satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, lalu pasang kembali komponennya.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton, Anti Ribet dan Ekonomis


    Jakarta

    Banyaknya lumut di kolam beton seringkali jadi masalah yang mengganggu estetika, karena membuat kolam terlihat kotor.

    Meskipun seperti hal sepele, tapi keberadaanya juga mungkin membahayakan keseimbangan ekosistem air di dalamnya. Namun jangan khawatir, karena ada berbagai cara menghilangkan lumut di kolam beton yang mudah dilakukan.

    Cara Menghilangkan Lumut di Kolam Beton

    Berikut adalah hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lumut di beton:


    1. Pakai Soda Kue (Baking Soda)

    Dikutip dari situs Concrete Renovations, baking soda adalah bahan yang bisa berfungsi dengan baik untuk membersihkan lumut.

    Caranya pun cukup sederhana, taburkan saja soda kue pada permukaan kolam yang terkena lumut. Jika sudah, kamu bisa membersihkan sisa-sisanya setelah 24 jam.

    2. Pakai Air Panas atau Mendidih

    Penggunaan air panas bisa menghilangkan lumut kolam beton. Ini termasuk metode yang hemat biaya. Berikut langkah-langkahnya:

    • Tuangkan air mendidih ke area yang ada lumutnya.
    • Setelah disiramkan, gosok area tersebut dengan sikat kaku.
    • Jika sudah, gunakan selang untuk membersihkan sisa-sisa lumut.

    3. Pakai Campuran Cuka dan Air

    Noda lumut yang membandel di permukaan beton, bisa diatasi dengan campuran setengah cuka dan air. Cuka putih dan air dicampur dalam botol semprot.

    Dengan begitu, cairan ini hanya perlu disebarkan dengan cepat dan mudah ke seluruh permukaan beton yang berlumut.

    4. Menggunakan Mesin Cuci Bertekanan (Pressure Washer)

    Pressure washer adalah alat semprotan air bertekanan tinggi. Untuk menghilangkan lumut di beton, air dari alat ini hanya perlu disemprotkan ke area yang terkena lumut atau kotoran untuk membuatnya menjadi bersih.

    5. Menggunakan Larutan Bleach (Pemutih)

    Pemutih juga bisa digunakan di kolam renang untuk menghilangkan lumut, membunuh bakteri atau virus. Namun, pemilihannya perlu diperhatikan.

    • Campurkan pemutih dengan hati-hati satu bagian air dan satu bagian larutan pemutih yang diencerkan. Ini dilakukan sambil mengenakan sarung tangan pelindung ya.
    • Setelah itu, semprotkan campuran ini ke area beton yang berlumut.
    • Tunggu hingga beberapa menit
    • Sikat dan siram area tersebut.

    Jika memungkinkan, pakailah pemutih taman yang dirancang untuk melawan lumut tapi tetap aman bagi lingkungan.

    6. Menggunakan Produk Pembasmi Lumut

    Di pasaran, kamu bisa menemukan berbagai produk pembunuh lumut komersial yang diformulasikan khusus untuk permukaan beton. Memakai produk ini merupakan cara pembersihan melalui teknik kimia.

    Mengutip Good Grow, jika kamu memilih menggunakannya, perhatikan hal hal berikut:

    Pilih produk penghilang lumut yang sesuai dengan jenis permukaan beton.
    Gunakan produk sesuai petunjuk produsen (ada yang siap pakai ada juga yang memerlukan pengenceran).
    Pilihlah opsi yang ramah lingkungan.
    Setelah pengaplikasian, berikan waktu beberapa jam agar produk bekerja sebelum menghilangkan lumut.

    Jika menggunakan bahan-bahan kimia, ingatlah untuk selalu melindungi diri dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan mendapat ventilasi yang baik.

    Penyebab Kolam Berlumut

    Lumut memang bisa tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan teduh. Di mana, area beton di sekitar rumah juga termasuk tempat yang sempurna bagi lumut untuk tumbuh subur.

    Lumut di kolam disebut juga dengan alga. Mengutip Splash Supply Company, berikut adalah penyebab kolam berlumut secara umum:

    • Akibat perubahan musim.
    • Terlalu sedikit bakteri menguntungkan dalam kolam.
    • Nutrisi berlebih seperti pemberian pupuk, makanan ikan yang membusuk. Ini berlaku jika kolam
    • ikan.
    • Airnya hangat dan dangkal.
    • Kurangnya ekosistem yang mapan di kolam baru.

    Sebagai informasi, kolam beton memang cukup tahan lama dan menawarkan kemungkinan desain yang tak terbatas. Kalau detikers tertarik membangun atau memiliki kolam beton, kamu perlu memahami cara merawatnya termasuk terkait pertumbuhan lumut.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Kayu Mudah Berjamur saat Musim Hujan, Ini Solusinya



    Jakarta

    Pintu kayu memang terlihat lebih estetik dibanding material pintu lainnya. Dari segi masa waktu pakai, pintu kayu memang bisa awet dan berumur panjang.

    Akan tetapi, saat musim hujan seperti sekarang ini udara lebih lembap dari biasanya. Kondisi ini membuat pintu dari bahan kayu jadi mudah berjamur dan rusak.

    Lalu, seperti apa cara menghilangkan jamur pada pintu kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada pintu kayu.


    1. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada pintu kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.

    Jika memungkinkan, kamu bisa melepas daun pintu dan menjemurnya di bawah sinar matahari. Tapi, jangan terlalu lama sebab tidak semua material tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna daun pintu kayumu bisa pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Jika melepas daun pintu dirasa cukup merepotkan, kamu bisa mencoba alternatif lain.

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian daun pintu yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol 70%

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan pintu kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada pintu kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian pintu yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan pintu kayu. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan pintu kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Musim Hujan Bisa Bikin Dinding Lembap, Hati-hati Struktur Rumah Bisa Rusak!



    Jakarta

    Saat musim hujan seperti saat ini, salah satu masalah yang muncul di rumah adalah dinding lembap. Kondisi ini tak bisa diremehkan, sebab dinding lembap dapat menimbulkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

    Artikel ini membahas mengenai cara mengatasi dinding lembap. Sebelum bahas itu ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, berikut pembahasannya.

    Penyebab Dinding Bisa Lembap

    Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


    • Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding
    • Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan
    • Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap
    • Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi
    • Pipa talang air yang bocor
    • Terdapat kebocoran atap

    Cara Mencegah Dinding Lembap

    Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

    1. Periksa Retakan pada Dinding

    Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

    Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

    2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

    Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

    Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

    Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

    Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

    Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

    1. Rusaknya Struktur Rumah

    Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

    2. Kayu Membusuk

    Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

    3. Cat Dinding Terkelupas

    Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

    Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilihan Material Rumah yang Tepat buat Hadapi Musim Hujan



    Jakarta

    Jika ingin rumah tahan cuaca ekstrem seperti musim hujan saat ini, pemilihan material rumah sangat menentukan. Jangan sampai salah pilih, karena ketika hujan datang bisa merusak rumah.

    Oleh karena itu, Jangan hanya memikirkan estetika saja saat bangun rumah, tetapi material yang tahan ketika hujan juga diperlukan. Berikut ini merupakan contoh material yang tahan saat kondisi hujan.

    Kenapa Hujan Bisa Merusak Rumah?

    Sebelum masuk ke contoh material yang tahan saat kondisi hujan, perlu diketahui alasan hujan bisa merusak rumah. Hal itu karena saat musim hujan, intensitas jumlah air yang menerpa rumah meningkat. Paparan air yang terus menerus bisa inilah yang bisa perlahan merusak rumah.


    Melansir Enercare, hujan yang sering dan deras akan merusak atap dan sirap rumah lebih cepat sehingga berpotensi menyebabkan merembesnya air ke dalam struktur pendukung rumah, seperti dinding dan lantai. Air yang merembes ini bisa melemahkan ketahanan struktur rumah.

    Atap, lantai, dan dinding rumah merupakan bagian penting dari struktur rumah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, pemilihan material bangunan untuk ketiga bagian rumah ini tidak boleh dilakukan sembarangan.

    Material Bangunan Ideal untuk Atap, Lantai, dan Dinding yang Tahan Hujan

    Melansir situs sunrise-steel.com, berikut material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan terhadap hujan.

    Baja Ringan dan Genteng Metal untuk Atap yang Kuat

    Atap menjadi pelindung utama rumah dari hujan. Maka dari itu, memilih bahan yang tepat untuk rangka atap sangat penting. Baja ringan hadir sebagai solusi unggul dengan daya tahan terhadap rayap dan korosi, harga yang terjangkau, dan daya tahan tinggi.

    Pilihlah baja ringan berbahan dan bertanda Zinium untuk kekokohan yang terjamin. Genteng metal yang ringan juga menjadi opsi ideal untuk atap rumah karena tidak hanya tahan karat, tetapi juga mampu menampung air hujan dan mengurangi risiko kebocoran.

    Keramik dan Lantai Beton Waterproof untuk Lantai Anti-lembap

    Lantai yang tahan air adalah kunci untuk mencegah masalah kelembaban yang bisa merusak bangunan. Keramik dan lantai beton yang dilapisi waterproofing adalah pilihan terbaik untuk daerah dengan curah hujan tinggi. Material ini tidak hanya tahan terhadap air, tetapi juga menjaga lantai tetap kering, mengurangi risiko kelembaban pada dinding, dan memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.

    Bata Ringan dan Cat Eksterior untuk Dinding Tangguh

    Pemilihan material untuk dinding juga memegang peranan penting. Bata ringan atau bata merah dengan lapisan waterproofing bisa mencegah rembesan air hujan dan menjaga kekokohan struktur rumah.

    Penambahan cat eksterior atau cladding seperti acp, vinyl cladding, atau panel resin juga bisa memberikan perlindungan tambahan dan meningkatkan estetika bangunan.

    Demikian material bangunan ideal untuk atap, lantai, dan dinding rumah yang tahan hujan. Dalam memilih material bangunan untuk daerah dengan curah hujan tinggi, pemilihan yang bijak sangat dibutuhkan. Atap, lantai, dan dinding adalah elemen-elemen kunci yang harus mendapatkan perhatian khusus. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 6 Tanda Ada Tungau di Kasur, Bisa Bikin Badan Gatal


    Jakarta

    Jika kamu merasa gatal saat ingin tidur meskipun tidak ada nyamuk yang berkeliaran, kemungkinan hal itu karena tempat tidur dipenuhi dengan segerombolan tungau. Keberadaan mereka tidak diketahui apabila hanya dilihat dengan mata.

    Tungau merupakan hama mikroskopis yang hidup di tempat yang nyaman, yaitu kasur. Tungau bersembunyi di tempat-tempat berdebu tersembunyi. Jika kasur atau seprai belum dibersihkan selama beberapa waktu, ada kemungkinan besar tungau bersarang.

    Melansir tom’s guide, berikut beberapa tanda adanya tungau di kasur yang membuat tidur kamu tidak nyenyak dan nyaman.


    Tidur Terganggu

    Menurut American Lung Association, tungau dapat memperburuk alergi yang sudah ada dan menyebabkan masalah pernapasan, seperti asma. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, serta gejala yang sangat mirip dengan flu biasa, seperti rongga hidung bengkak.

    Hal itu dapat membuat kamu sulit untuk tertidur dan menyebabkan dengkuran. Tungau dapat mempengaruhi kualitas tidur, sangat penting untuk menjaga tempat tidur tetap bersih dan mengurangi jumlahnya.

    Mengalami Batuk Kering

    Batuk kering yang berkepanjangan merupakan indikasi kuat bahwa tungau mungkin bersarang di kasur dan tempat tidur kamu. Tungau tidak minum air, namun bergantung pada kelembapan yang hilang melalui pori-pori saat tidur yang jumlahnya antara 0,5 hingga 1 liter.

    Jika kamu bangun dengan sakit tenggorokan dan batuk kering serta gatal, hal itu merupakan indikator kuat bahwa tempat tidur dipenuhi tungau.

    Kulit Gatal

    Kulit kering dan gatal menjadi tanda lain bahwa tungau berdiam di tempat tidur kamu. Tungau memakan sel kulit mati di tempat tidur, oleh karena itu penting untuk membersihkan tempat tidur secara teratur pada siklus 60°C untuk mencegah serangan hama ini.

    Tungau tidak dapat hidup tanpa kelembapan di udara atau kasur tempat tungau bersarang. Jangan merapikan tempat tidur langsung di pagi hari, biarkan jendela terbuka untuk menghilangkan kelembapan dan menjaganya tetap rendah.

    Mengalami Bersin saat Tidur

    Alergi tungau menyerupai demam atau pilek, jadi bersin-bersin adalah hal yang umum terjadi saat tungau hadir terutama jika bersin lebih parah di malam hari. Tidur di area tempat tidur yang dipenuhi tungau dapat memicu alergi dan menyebabkan bersin-bersin.

    Mungkin akan sulit untuk membedakan antara pilek biasa dan alergi tungau, tetapi jika gejala-gejala seperti pilek berlanjut setelah seminggu, hal ini bisa jadi alergi tuang yang ada di kasur.

    Sulit Bernapas di Malam Hari

    Keberadaan tungau merupakan salah satu pemicu asma terbesar di dalam ruangan yang dapat menyebabkan gejala ringan maupun berat, termasuk serangan asma. Hal ini karena alergi yang disebabkan oleh tungau dapat menyebabkan dada sesak di malam hari.

    Kesulitan bernapas tidak boleh diabaikan, terutama jika kamu memiliki masalah pernapasan. Pastikan untuk menyedot debu kasur dan kamar tidur secara menyeluruh untuk menghilangkan tungau, kotorannya, dan partikel debu berlebih.

    Mata Kering dan Gatal

    Tidak seperti kutu busuk, tungau tidak menggigit atau menyengat. Sebaliknya, tungau menunjukkan kehadirannya dengan menimbulkan gejala seperti flu yang membuat mata berair dan gatal.

    Itulah beberapa tanda adanya tungau di kasur kamu. Segera dibersihkan ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Langkah Mudah Membersihkan Bagian Dalam Kulkas dengan Aman


    Jakarta

    Kulkas merupakan salah satu peralatan penting yang ada di rumah. Seperti perabotan lainnya, kulkas juga perlu dibersihkan. Namun, seberapa sering kamu berpikir untuk membersihkannya secara menyeluruh?

    Kulkas yang bersih lebih hemat energi dan akan bertahan lebih lama. Saat membersihkan kulkas sebaiknya bagian dalamnya juga dibersihkan, bukan hanya bagian luarnya saja. Nah, saat membersihkan kulkas disarankan untuk mencabut aliran listrik agar mengurangi risiko berbahaya.

    Dilansir dari Martha Stewart, berikut cara membersihkan bagian dalam kulkas dengan aman agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


    1. Keluarkan Semua Barang

    Mulailah dengan mengosongkan semua isi kulkas. Saat mengeluarkan barang, pastikan untuk memeriksa jamur dan makanan yang sudah kadaluarsa, buang semua agar tidak menumpuk di dalam kulkas.

    Barang apa pun yang kamu simpan harus dilap. Setelah kulkas kosong dari makanan, minuman, dan bumbu, keluarkan semua rak serta laci.

    2. Bersihkan Rak dan Laci

    Campurkan sabun cuci piring alami dan air hangat ke dalam ember, celupkan spons bersih ke dalam larutan dan gosok semua sisi laci serta rak hingga bersih.

    Bilas kompartemen di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa sabun. Keringkan setiap rak dan wadah dengan kain microfiber.

    3. Bersihkan Bagian Dalam

    Campurkan cuka dan air hangat dengan perbandingan yang sama dalam botol semprot. Semprotkan ke seluruh permukaan bagian dalam dan biarkan selama beberapa menit sebelum mengelapnya dengan kain lembut.

    Pastikan juga untuk menyemprotkan laci samping yang terpasang di lemari es dan semua lekukan. Gunakan sikat gigi bekas untuk menggosok kulkas hingga bersih.

    4. Bersihkan Gasket

    Gasket kulkas mengumpulkan cukup banyak kotoran, membersihkannya secara teratur membantu menjaga segel. Untuk membersihkan gasket, campurkan larutan air dan cuka dengan perbandingan yang sama.

    Celupkan kapas ke dalam larutan dan usapkan di sepanjang jahitan gasket. Ulangi hingga bersih dan kering dengan kain microfiber.

    5. Bersihkan Bagian Bawah Kulkas

    Cabut kabel listrik kulkas dan jauhkan dari dinding. Sedot debu atau sapu lantai di bawah kulkas. Bersihkan lantai dengan kain pel, lalu lap hingga kering. Kembalikan kulkas ke posisi semua dan hubungkan kembali kabel listriknya.

    6. Mengembalikan Isi Kulkas

    Setelah semua komponen kulkas dibersihkan, kamu dapat mengembalikan barang-barang yang dikeluarkan. Luangkan waktu ini untuk melakukan perubahan pada pengorganisasian pada kulkas kamu. Hal ini dapat membantu untuk memaksimalkan penyimpanan sehingga tidak terlihat berantakan.

    Itu dia langkah mudah membersihkan kulkas dengan aman. Semoga bermanfaat detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Ampuh Cegah Maling Masuk Rumah Saat Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Libur panjang akhir tahun merupakan salah satu hal yang dinantikan. Saat akhir tahun, biasanya banyak keluarga yang meninggalkan rumah untuk liburan.

    Nah, buat kamu yang mau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong harus hati-hati ya. Sebab, rumah kosong kerap menjadi sasaran empuk pencuri alias maling.

    Maka dari itu, penghuni rumah harus hati-hati dan mengetahui cara mencegah maling masuk ke rumah apalagi dalam keadaan tak ada orang. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan beberapa cara agar maling tak masuk ke rumah, seperti dikutip dari CNET.


    Cara Mencegah Maling Masuk ke Rumah

    1. Amankan Pintu dan Jendela

    Mengunci pintu dan jendela adalah hal yang sangat vital dilakukan sebelum kita meninggalkan rumah. Ini juga bentuk pencegahan yang termudah untuk menghindari pencurian.

    Maling tentu mencari target yang mudah. Pintu yang terkunci bisa menyulitkan maling masuk. Bila perlu, buat tralis di jendela dan pintu untuk pengamanan ekstra.

    2. Pakai Kunci Tambahan

    Nah, mengunci pintu dan jendela terkadang tidak menjamin sepenuhnya keamanan dari maling. Tak jarang maling juga punya banyak cara untuk masuk ke rumah. Solusinya, pakai kunci pengaman tambahan.

    Kamu bisa mengganti pintu rumah atau jendela dengan kualitas yang lebih bagus. Pastikan kusen dan engsel pintu kamu cukup kuat untuk menahan upaya pembobolan Terakhir, seperti disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan ke smart lock, yang dapat kamu aktifkan dari jarak jauh.

    3. Tambahkan Sistem Keamanan

    Bila hal itu dirasa tak cukup menenangkan, upaya lain yaitu menambahkan sistem keamanan rumah juga bisa dilakukan. Sistem keamanan ini bisa berupa alarm atau kamera CCTV yang bisa dipantau dari ponsel kamu

    Saat ini banyak kamera CCTV yang punya sensor gerakan manusia. Bila ada gerakan, CCTV tersebut bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel kamu.

    4. Sembunyikan Barang-barang Berharga

    Maling yang masuk ke rumah pasti mengincar barang-barang berharga. Jadi, jangan taruh barang berharga di tempat yang berpotensi mudah dijangkau maling. Bila perlu, selalu simpan barang berharga di safe deposit box atau di tempat sembunyi yang cuma kamu yang tahu.

    5. Tambahkan Lampu Luar

    Maling biasanya lebih suka dengan kondisi rumah yang gelap. Sebab, gerak-gerik mereka tak akan terlalu kelihatan.

    Makanya, pasang lampu tambahan di luar rumah yang terang, agar maling yang mau masuk ke rumah bisa berpikir ulang. Selain itu, kamu juga bisa memasang lampu yang menyala otomatis bila ada gerakan. Sorot lampu ini bisa efektif mencegah maling masuk.

    6. Kunci Garasi

    Orang-orang biasanya sibuk melindungi rumahnya tapi lupa mengunci garasi. Ini juga hal penting yang harus dilakukan apalagi kalau kamu menaruh barang-barang berharga di garasi. Perlakukan garasi seperti kunci pintu utama di rumah karena maling juga bisa mengambil kendaraan kamu. Hal ini akan lebih penting dilakukan bila garasi kamu punya pintu sambungan dengan ruangan lain di rumah.

    7. Jangan Sembunyikan Kunci di Tempat yang Umum

    Biasanya, kamu menyembunyikan kunci di suatu tempat bila ada anggota keluarga di rumah yang akan pulang namun tak membawa kunci. Mulai saat ini, jangan sembarangan menaruh kunci di tempat yang tersembunyi. Jika terpaksa harus dilakukan, titip kunci di tetangga terdekat kamu.

    8. Buat Seolah-olah Ada Orang di Rumah

    Kebanyakan maling ogah masuk saat ada orang di rumah. Mereka akan mengincar rumah kosong. Jadi, coba buat seolah-olah di rumah kamu ada orang.

    Caranya bisa macam-macam, misalnya menyalakan lampu hingga menyalakan televisi dan radio. Titip pesan juga ke tetangga untuk mengambil paket pesanan belanjaan kamu agar barang-barang itu tak menumpuk di luar dan membuat si maling curiga.

    9. Beli Brankas

    Pertimbangkan membeli brankas untuk menyimpan barang-barang berharga. Brankas kecil pun bisa berguna karena maling tak mungkin mengambilnya karena brankas dibuat dari material yang sangat berat.

    10. Lapor Petugas Keamanan

    Melapor petugas keamanan setempat juga bisa membantu mencegah maling masuk ke rumah. Minta mereka untuk sesekali mengecek keadaan rumah yang kamu tinggalkan.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah maling masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com