Tag: detikproperti

  • Cara Atasi AC Berisik, Tak Perlu Panggil Teknisi!


    Jakarta

    AC yang mengeluarkan suara bisik terkadang bikin penghuni merasa was-was dan tidak nyaman. Selain khawatir AC menjadi rusak, suara berisik itu dapat mengganggu istirahat di malam hari.

    Suara berisik dari AC bisa menandakan sejumlah hal. Jangan anggap sepele suara tersebut karena jika dibiarkan dapat memicu kerusakan yang lebih parah.

    Sebelum memanggil teknisi AC ke rumah, sebenarnya kamu bisa mengecek dan mengatasi suara berisik AC secara mandiri. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Suara AC Berisik

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan AC di rumah mengeluarkan suara berisik. Dilansir situs Franks Repair Plumbing, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Filter Udara Kotor

    Pada umumnya suara AC yang berisik disebabkan karena filter udara sudah kotor. Kondisi itu membuat aliran udara jadi tersumbat dan memaksa AC bekerja lebih keras, sehingga memicu suara bising yang mengganggu ketenangan.

    2. Komponen Aus

    Bantalan dan dinamo motor fan di dalam komponen AC membutuhkan pelumas agar tetap bekerja secara optimal. Jika lapisan pelumas sudah mulai habis, maka gesekan antar komponen dapat memicu keausan dan menyebabkan suara berisik dari dalam AC.

    3. Ada Sekrup AC yang Longgar

    Jika sering digunakan dan jarang dirawat, getaran dari AC bisa melonggarkan sejumlah sekrup dan panel sehingga menimbulkan suara berisik. Jika tidak segera dicek dan diperbaiki maka dapat merusak komponen AC.

    4. Saluran Udara Tersumbat

    Debu, kotoran, jamur, atau bulu hewan peliharaan dapat menyumbat aliran udara sehingga tidak mampu mendinginkan ruangan. Dalam kasus yang lebih parah, udara yang tersumbat mengakibatkan tekanan di dalam sistem AC jadi tidak seimbang, sehingga memicu saluran mengembang dan menyempit serta memunculkan suara berisik ketika AC dinyalakan atau dimatikan.

    5. Dinamo Motor Fan AC Rusak

    Dinamo motor fan AC yang rusak dapat menghasilkan suara berisik. Namun, suara yang dihasilkan dapat berbeda-beda tergantung dari jenis kerusakannya.

    Misalnya, bantalan dinamo motor fan AC yang sudah aus dapat memicu suara derit bernada tinggi. Jika ditemukan adanya masalah pada kelistrikan dapat menghasilkan suara dengung yang terus-menerus.

    Cara Atasi Suara AC Berisik

    Suara AC yang berisik masih bisa diatasi dengan sejumlah cara mudah. Dikutip situs CNET, berikut langkah-langkahnya:

    1. Bersihkan Kotoran dan Debu

    Seperti dijelaskan sebelumnya, kotoran dan debu dapat memicu suara AC berisik. Cobalah untuk membersihkan bagian AC yang mudah dijangkau dengan sikat berbulu halus. Kemudian hidupkan kembali AC dan dengar baik-baik apakah suara bising sudah hilang atau tidak.

    2. Kencangkan Sekrup

    Sekrup yang kendor bisa menyebabkan suara berisik pada AC. Hal ini wajar karena AC terus digunakan selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan sekrup kendor.

    Coba kencangkan sekrup pada sejumlah komponen AC. Setelah itu nyalakan kembali AC untuk memastikan suara berisik tersebut benar-benar hilang.

    3. Periksa Kompresor

    Kompresor AC berfungsi untuk menjaga suhu dalam ruangan agar tetap dingin. Namun seiring waktu kompresor bisa mengalami rusak atau bocor sehingga menimbulkan bunyi berisik.

    Coba periksa kondisi kompresor dan pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada komponen internal. Jika ditemukan ada masalah segera hubungi teknisi AC untuk segera diperbaiki.

    4. Cek Kondensor dan Evaporator

    Selain mengecek kondensor, penting juga untuk memeriksa kondensor dan evaporator. Jika kondensor AC bermasalah biasanya posisinya menjadi tidak rata. Selain itu, lihat juga bagian pipanya apakah sudah terhubung dan tidak bergetar saat AC dinyalakan.

    5. Lumasi Komponen AC

    Agar AC dapat berfungsi secara optimal, kamu perlu melumasi seluruh komponen secara berkala. Selain membuat kinerja AC lebih baik, cara ini dilakukan untuk mencegah keausan pada seluruh komponen.

    Demikian lima penyebab muncul suara berisik pada AC dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Tak Harus Dibersihkan Setiap Bulan, Ini Waktu yang Tepat


    Jakarta

    Agar AC dapat mendinginkan seluruh ruangan secara optimal maka perlu dibersihkan secara rutin. Kamu dapat menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan debu dan kotoran yang menempel di pendingin udara.

    Namun, masih banyak orang yang tak tahu kapan AC harus dibersihkan secara berkala. Beberapa orang mencuci AC setiap tiga bulan sekali, tapi ada juga yang melakukannya setiap bulan.

    Pada dasarnya, mencuci AC memang perlu dilakukan secara berkala agar AC dapat bekerja maksimal. Namun bukan berarti pendingin udara perlu dibersihkan setiap bulan.


    Dilansir situs Melbourne Heating & Cooling, disarankan untuk membersihkan AC rumah setiap 3-4 bulan sekali. AC wajib dibersihkan agar membantu meningkatkan aliran udara dan memastikan pendingin udara dapat berfungsi secara efisien.

    Selain itu, membersihkan AC dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap terjaga. Jika AC jarang dibersihkan maka filter udara akan kotor, sehingga udara yang keluar dari AC bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri yang membahayakan kesehatan.

    Kamu juga perlu mengecek kondisi AC secara menyeluruh setiap dua kali dalam setahun oleh teknisi profesional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC masih dalam kondisi prima serta mengecek apakah terdapat kerusakan pada komponennya atau tidak.

    Tips Membersihkan AC yang Bisa Dilakukan Sendiri

    Selain menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan pendingin udara, kamu juga perlu melakukan pengecekan AC sendiri secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC dalam kondisi baik dan dapat digunakan hingga bulan-bulan berikutnya.

    Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengecek dan membersihkan AC di rumah:

    • Cek filter udara AC secara teratur setiap sebulan sekali.
    • Periksa unit AC outdoor apakah terdapat debu, kotoran, atau daun yang menghalangi.
    • Cek apakah ada tanda-tanda kebocoran pada unit AC indoor. Jika ditemukan ada tetesan air segera panggil teknisi untuk memperbaikinya.

    Ketika AC dibersihkan setiap 3-4 bulan sekali, teknisi akan membersihkan bagian koil kondensor dan koil evaporator. Sebab, koil yang kotor dapat mengurangi kapasitas pendinginan sekaligus meningkatkan konsumsi energi.

    Teknisi juga akan mengecek level freon AC. Jika AC tidak lagi menghembuskan udara dingin secara menyeluruh, mungkin ada indikasi terjadi kebocoran freon AC.

    Tanda-tanda AC Sudah Harus Dibersihkan

    Ada sejumlah tanda-tanda yang harus diperhatikan ketika AC sudah harus dibersihkan, yaitu:

    1. AC Tidak Dingin

    Tanda-tanda yang paling jelas dan sangat terasa adalah AC sudah tidak dingin. Hal ini disebabkan karena filter AC sudah kotor dan tersumbat oleh kotoran, sehingga aliran udara yang keluar menjadi tidak lancar.

    2. Tagihan Listrik Meningkat

    Jika tagihan listrik dalam sebulan terakhir meningkat drastis, maka bisa jadi karena AC sudah kotor. Sebab, pendingin ruangan akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara ketika filter AC dalam kondisi tersumbat atau kotor.

    3. Bau Tidak Sedap

    Saat AC dinyalakan seharusnya mengeluarkan udara sejuk dan tidak berbau. Namun jika kamu mencium bau apak dari AC, maka bisa jadi AC sudah kotor akibat dipenuhi jamur dan bakteri.

    Itulah penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk membersihkan AC rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab AC Tidak Mau Menyala dan Cara Atasinya, Mudah Lho!


    Jakarta

    Air conditioner atau AC dapat menyala dengan hanya menekan tombol power dari remote. Namun, dalam banyak kasus AC tidak mau menyala meski sudah dicoba berkali-kali.

    Kondisi tersebut bikin kesal penghuni rumah karena ruangan jadi panas. Alhasil kamu tidak bisa tidur, bekerja, atau bersantai di dalam ruangan dengan nyaman karena gerah.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan AC tidak mau menyala meski sudah terhubung ke stopkontak. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab AC Tidak Mau Menyala

    AC yang tidak mau menyala membuat pemilik rumah panik dan khawatir. Namun tenang saja, berikut penyebab AC tidak mau menyala dilansir situs Cielo Wigle:

    1. Cek Sakelar AC

    Langkah yang pertama adalah dengan mengecek sakelar AC terlebih dahulu. Meski sudah terhubung ke listrik, tetapi AC tidak bisa menyala jika dalam kondisi OFF atau mati. Cobalah pindahkan sakelar ke posisi ON agar AC bisa menyala dan digunakan untuk mendinginkan ruangan.

    2. Filter Udara Kotor

    Siapa sangka, filter udara yang kotor tak hanya memengaruhi aliran udara yang keluar, tapi juga membuat AC tidak bisa menyala. Hal ini dapat terjadi khususnya pada filter udara yang sudah sangat kotor akibat debu dan kotoran. Cobalah bersihkan filter udara AC secara rutin minimal setiap tiga bulan sekali agar tetap bekerja optimal.

    3. Freon AC Bocor

    Freon AC yang bocor ternyata membuat AC tidak dapat menyala. Pada umumnya, freon AC bisa bocor karena ada retakan pada koil. Jika tidak segera diatasi maka kandungan freon lama-lama akan berkurang hingga habis. Alhasil, AC tidak dapat mengeluarkan udara dingin bahkan lebih parahnya lagi tak dapat dinyalakan sama sekali.

    4. Kondensor Penuh Kotoran

    Masalah pada kondensor bisa memicu AC tidak mau menyala. Biasanya kondensor yang sudah dipenuhi kotoran membuat komponen ini harus bekerja lebih ekstra. Seiring waktu kondensor dapat rusak akibat kotoran menumpuk dan mau tidak mau harus diganti dengan yang baru.

    5. AC Membeku

    Filter udara yang kotor dan wadah pembuangan yang tersumbat menyebabkan AC membeku. Menyalakan AC di malam yang dingin atau kekurangan freon juga menjadi pemicunya. Kondisi tersebut menghambat aliran udara dan dalam beberapa kasus membuat AC tidak dapat digunakan.

    6. Kapasitor Rusak

    Jika AC di rumah tidak bisa dinyalakan, menyala dan mati secara tiba-tiba, atau mengeluarkan suara yang berisik maka bisa disebabkan karena kapasitor AC sudah rusak. Perlu diketahui, kapasitor AC sensitif terhadap panas berlebih. Kondisi ini bisa disebabkan karena AC terlalu bekerja keras untuk mencapai suhu yang diinginkan atau paparan sinar matahari.

    Cara Mengatasi AC yang Tidak Bisa Menyala

    Ada sejumlah cara untuk mengatasi AC yang tidak mau menyala. Dikutip dari Aire Serv, berikut langkah-langkahnya:

    1. Periksa Filter Udara

    Jika filter udara sudah lama tidak dibersihkan maka bisa menyebabkan AC tidak dapat menyala. Untuk itu penting membersihkan filter udara secara teratur. Jika kondisinya sudah mulai rusak sebaiknya segera diganti yang baru agar dapat menyaring debu dan kotoran secara optimal.

    2. Cari Tombol Reset

    Beberapa unit AC memiliki sakelar reset untuk mengatur ulang AC. Langkah ini dilakukan jika AC benar-benar tidak bisa menyala. Meski begitu, langkah ini hanya solusi sementara karena bisa saja AC tidak mau hidup di kemudian hari.

    3. Pastikan Sakelar dalam Posisi ON

    Sakelar AC bisa saja dalam kondisi mati atau OFF karena seseorang telah mematikannya tapi lupa dinyalakan kembali. Jika sakelar dalam posisi ON dengan tanda lampu power menyala, maka AC sudah bisa digunakan kembali.

    Jika cara-cara di atas belum berhasil membuat AC menyala, segera hubungi teknisi agar AC segera diperbaiki. Kemungkinan besar ada kerusakan pada komponen AC yang cukup parah sehingga harus diperbaiki oleh ahlinya.

    Demikian enam penyebab AC tidak mau menyala dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Cicak Berkeliaran di Plafon Rumah


    Jakarta

    Cicak merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Keberadaannya memang tidak berbahaya, namun bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman.

    Biasanya, hewan ini merayap di dinding, lantai, juga plafon. Dilansir dari detikEdu, cicak memiliki ratusan ribu hingga jutaan bulu halus pada kakinya yang bernama seta. Adanya seta tersebut memungkinkan cicak untuk menempel di berbagai permukaan termasuk kaca.

    Dilansir dari Times of India, ada beberapa alasan cicak masuk ke dalam rumah, seperti mencari makanan dan tempat yang sejuk. Cicak menyukai tempat yang gelap, ada sumber makanan, lembap, serta area yang sedikit berantakan.


    Ada beberapa cara untuk mencegah cicak masuk berkeliaran di rumah, termasuk plafon. Berikut ini informasinya.

    Cara Cegah Cicak Masuk Rumah

    1. Tutup Jalur Masuk Cicak

    Masih dilansir dari Times of India, salah satu cara untuk mencegah cicak berkeliaran di rumah adalah dengan menutup jalur masuknya. Mereka bisa masuk ke dalam rumah melalui celah kecil.

    Untuk mencegah mereka masuk, periksa jendela, pintu, ventilasi kamar mandi, dan retakan dinding untuk mencari celah atau lubang. Gunakan plester untuk menutup retakan dan pasang penyapu pintu atau kasa untuk menghalangi masuk. Ini adalah langkah awal yang penting untuk membuat rumah tidak ramah bagi mereka.

    2. Jaga Kebersihan Rumah

    Menjaga kerapian dan kebersihan rumah bisa mencegah serangga maupun cicak bersarang di rumah. Karena reptil ini memakan serangga seperti nyamuk, lalat, dan semut, kebersihan berperan penting untuk mencegah cicak masuk rumah.

    Sapu dan pel lantai secara teratur, hindari meninggalkan piring kotor semalaman, kosongkan tempat sampah setiap hari, dan simpan makanan dengan benar.

    Selain itu, rapikan barang-barang yang berserakan untuk mencegah cicak bersembunyi di sana.

    Cara Usir Cicak di Rumah

    Inilah beberapa bahan alami yang bisa membuat cicak nggak betah di rumah, dikutip dari Livspace dan India Today.

    1. Bawang

    Cicak tidak menyukai bau menyengat dari bawang. Penghuni rumah bisa mengusir cicak menggunakan berbagai jenis bawang, seperti bawang bombai, bawang merah, dan bawang putih.

    Caranya dengan memotong beberapa siung bawang, lalu masukkan ke dalam wadah. Letakkan wadah tersebut di tempat yang sering dilewati cicak.

    2. Bubuk Kopi

    Penghuni rumah dapat menggunakan bubuk kopi untuk mengusir cicak. Aroma kopi yang kuat membuat cicak enggan berada di rumah.

    Coba tuangkan 1-2 sendok makan bubuk kopi ke botol semprot dan campurkan air secukupnya. Semprotkan cairan kopi ke area yang sering ada cicak.

    3. Cangkang Telur

    Selain itu, cangkang telur juga bisa menakuti cicak agar nggak betah di rumah. Hal itu karena cicak menganggap cangkang telur sebagai predator.

    Letakkan cangkang telur bekas ke beberapa titik yang sering dilewati cicak. Cangkang ini dapat dibiarkan selama berhari-hari karena tidak kedaluwarsa.

    4. Merica dan Cabai

    Penghuni juga bisa menggunakan merica dan cabai untuk membasmi cicak di rumah. Caranya dengan membuat semprotan anti cicak terbuat dari kedua bahan tersebut.

    Campurkan merica dan cabai ke dalam air, lalu tuang ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan itu ke area yang sering dilalui cicak. Jangan lupa untuk mengocok botol sebelum menyemprotkan cairan anti-cicak.

    5. Minyak mint

    Penghuni rumah juga bisa menggunakan minyak mint untuk mengusir cicak. Aroma minyak ini memberikan efek menenangkan bagi manusia, tapi tidak untuk reptil yang satu ini.

    Cara pakainya dengan mencampurkan 3-4 minyak mint dengan air secukupnya ke botol semprot. Kemudian, semprotkan cairan ke tempat yang sering dilewati cicak.

    Itulah beberapa tips untuk mencegah cicak berkeliaran di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tetap Tenang, Ini Penyebab dan Solusi Lampu Rumah Tiba-tiba Berkedip


    Jakarta

    Lampu rumah yang berkedip secara tiba-tiba kerap bikin khawatir sebagian orang. Sebab, mereka was-was jika terjadi masalah pada kelistrikan yang dapat memicu kebakaran.

    Pada dasarnya, lampu rumah yang kedap-kedip merupakan suatu pertanda adanya kerusakan atau masalah pada listrik di rumah. Namun jangan langsung panik karena kamu juga perlu mengetahui apa penyebabnya.

    Penyebab Lampu Rumah Berkedip Tiba-tiba

    Dilansir situs Sunrise Electric, lampu rumah sering kedap-kedip terkadang dipicu oleh masalah kecil, seperti jenis bohlam lampu yang tidak sesuai, sakelar lampu rusak, dan sambungan yang longgar antara steker dan stopkontak. Masalah tersebut masih bisa diatasi dengan mudah.


    Meski begitu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan lampu rumah terus berkedip. Hal tersebut harus diwaspadai karena jika tidak segera diperbaiki bisa menimbulkan masalah besar.

    Dikutip dari CNET dan Rainbow Restoration, berikut sejumlah penyebab lain lampu rumah berkedip tiba-tiba:

    1. Sirkuit Kelebihan Beban

    Apabila lampu rumah sering berkedip saat dinyalakan, kemungkinan besar disebabkan karena sirkuit lampu yang mengalami kelebihan beban. Kondisi ini dapat terjadi karena ada masalah pada alat, bukan lampunya. Kemungkinan besar terjadi kegagalan bantalan atau sirkuit yang overloading.

    Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya hubungi teknisi listrik agar dilakukan pengecekan lebih lanjut.

    2. Tegangan Listrik Terlalu Tinggi

    Pada sirkuit standar 120 volt, rumah perlu memiliki tegangan antara 115 dan 125 volt. Jika tegangannya lebih tinggi maka bisa menyebabkan lampu berkedip. Tegangan listrik yang berlebihan bisa disebabkan karena masalah teknis sehingga membutuhkan perbaikan oleh teknisi listrik.

    Ada sejumlah penyebab voltase di rumah bisa terlalu tinggi. Pada umumnya karena masalah teknis dan mengarah pada kesalahan serius pada sistem listrik di rumah. Kondisi tersebut yang membuat lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba.

    Jangan anggap sepele masalah ini karena bisa membahayakan bagi seluruh penghuni rumah. Segera panggil teknisi listrik untuk mengatasinya.

    3. Ada Kabel yang Longgar

    Jika ada kabel yang tidak terpasang dengan benar atau kabel listrik di rumah sudah tua, maka bisa memicu lampu sering berkedip. Jika ada kabel yang longgar segera hubungi teknisi listrik agar dapat diperbaiki. Jangan perbaiki sendiri karena berisiko tersengat listrik. Di sisi lain, jika kabel dibiarkan longgar bisa memicu korsleting listrik dan terjadi kebakaran.

    4. Sirkuit Rusak

    Selain kelebihan beban, sirkuit yang rusak juga bisa memicu lampu rumah terus berkedip. Kondisi ini dapat disebabkan karena sambungan kabel longgar atau kabel dan sakelar sudah rusak.

    Ketika sambungan longgar atau kabel rusak, arus listrik mungkin tidak mengalir secara optimal ke lampu sehingga menyebabkan lampu berkedip atau redup. Sakelar yang rusak juga tidak dapat mengontrol aliran listrik ke lampu dengan baik, sehingga mengakibatkan pasokan daya jadi terputus dan menimbulkan kedap-kedip.

    Kabel dan sambungan dalam suatu sirkuit dapat menjadi aus atau rusak karena seiring penggunaan, fluktuasi suhu, dan kelembapan.

    5. Masalah Pelayanan Utilitas Listrik

    Apabila rumah kamu berbagi trafo dengan rumah di sekitar, pasokan listrik jadi terikat pada beban masing-masing. Hal itu yang membuat lampu berkedip karena orang lain menggunakan listrik dalam jumlah besar.

    Namun, jika hal ini tidak terjadi atau lampu di rumah orang lain juga ikut berkedip, mungkin masalahnya terletak pada layanan utilitas.

    6. Masalah Koneksi Utama

    Penyebab yang terakhir karena masalah pada sambungan kotak meteran utama atau kabel layanan di rumah. Kondisi ini bisa menyebabkan lebih dari satu lampu rumah mengalami kedap-kedip. Disarankan untuk segera mengatasi masalah ini untuk menghindari risiko kebakaran.

    Demikian enam penyebab lampu rumah sering berkedip secara tiba-tiba. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Membersihkan Kompor dan Areanya



    Jakarta

    Area dapur seringkali menjadi bagian rumah yang mudah kotor karena aktivitas memasak, mencuci piring dilakukan di area ini. Bagian dapur yang seringkali mudah kotor dan sulit dibersihkan adalah kompor dan area sekitarnya.

    Sisa-sisa makanan, bumbu, lemak dan bekas minyak yang menempel di kompor dan sekitarnya paling sulit dibersihkan dibandingkan dengan area lainnya. Nah,

    Bagaimana caranya?


    Inilah langkah membersihkan kompor gas dengan mudah, dilansir dari The Spruce.

    1. Cuci Pan Support dan Knob

    Pertama, pastikan kompor gas mati dan tidak panas. Lalu, lepaskan pan support dan knob.

    Rendam pan support kompor ke dalam ember besar berisi air panas dan sabun cuci piring. Sementara knob cukup dicuci biasa dengan air dan sabun.

    2. Bersihkan Sisa Makanan

    Lap permukaan kompor menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun yang hangat buat membersihkan minyak dan sisa makanan membandel. Kamu bisa menyemprotkan cuka suling dan menaburkan soda kue pada sisa makanan yang terbakar.

    Kemudian, tutupi dengan kain basah selama 15 menit sebelum digosok dengan spons kasar. Gunakan sisi kasar spons untuk menggosok pan support dan bilas dengan air bersih.

    3. Bilas dan Keringkan

    Selanjutnya, bilas permukaan kompor gas dengan spons basah dengan seksama, terutama soda kue pada burner supaya bisa berfungsi dengan baik. Setelah itu, keringkan semua bagian kompor gas dengan kain mikrofiber.

    4. Rangkai Kembali Kompor

    Kalau semua bagian kompor kering, kamu sudah bisa merangkai kembali kompor. Pasang pan support dan knob kembali pada tempat asalnya.

    5. Jaga Kebersihan Kompor

    Jangan lupa untuk membersihkan kompor gas secara berkala. Jaga kebersihannya dengan membiasakan untuk lap tumpahan dan cipratan sesegera mungkin setelah memasak ketika kompor sudah dingin.

    Itulah cara mudah membersihkan kompor gas agar dapur selalu terlihat bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Warna Lampu yang Paling Cocok untuk Ruangan Rumah, Bikin Nyaman & Estetik!


    Jakarta

    Memilih warna lampu untuk ruangan di rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, warna lampu dapat memengaruhi tingkat cahaya dan kenyamanan saat berada di ruangan tersebut.

    Warna lampu yang terlalu cerah bisa membuat seseorang merasa silau ketika bangun tidur. Namun, warna yang terlalu redup bikin tidak nyaman ketika sedang membaca buku.

    Maka dari itu, penting untuk menentukan warna lampu agar sesuai dengan ruangan di rumah. Simak jenis-jenis warna lampu yang umum digunakan dalam artikel ini.


    Warna Lampu yang Cocok untuk Ruangan

    Seiring perkembangan teknologi, kini semakin banyak lampu yang mengusung berbagai macam warna. Jika dahulu lampu bohlam hanya memancarkan warna kuning, kini lampu LED bisa mengeluarkan cahaya putih dan kuning.

    Pemilihan warna lampu dapat disesuaikan dengan ruangan di rumah. Dilansir situs Natale Builders, berikut penjelasannya.

    1. Warm White

    Warm white menghasilkan warna oranye dan kuning keemasan yang terasa lembut dan hangat. Warna lampu ini memiliki nilai correlated color temperature (CCT) antara 2.400-2.700 Kelvin (K).

    Warm white dapat menciptakan suasana nyaman dan rileks. Bahkan, sejumlah penelitian mengungkapkan penggunaan lampu warm white dapat memberikan efek menenangkan pikiran hingga meningkatkan nafsu makan.

    Warna lampu ini umumnya digunakan pada ruang tamu dan kamar tidur. Khusus di ruang tamu dapat memberikan kesan cozy, sehingga baik penghuni rumah maupun tamu yang datang merasa nyaman ketika berbincang, terutama saat malam hari.

    Penggunaan warm white di kamar tidur juga memberikan efek hangat dan menenangkan. Lampu ini juga tidak terlalu terang sehingga tidak bikin silau ketika baru bangun tidur.

    2. Natural White

    Natural white atau cahaya putih netral memancarkan cahaya yang terang. Berbeda dengan warm white yang cenderung kuning, natural white terlihat lebih putih cerah tapi masih ada sedikit warna oranye. Lampu ini memiliki nilai CCT antara 4.000-5.500 K.

    Natural white dapat menciptakan ruangan terlihat cerah, tetapi tidak terlalu silau bagi mata. Lampu dengan warna ini sangat cocok digunakan di dapur, ruang kerja atau belajar, dan kamar mandi.

    Pada area dapur, natural white memberikan visibilitas yang baik untuk memasak. Untuk ruang kerja atau belajar, lampu ini dapat memberikan keseimbangan sehingga membantu menjaga konsentrasi dan mencegah mata cepat lelah karena warna lampu yang redup.

    Sedangkan pada area kamar mandi, natural white bisa memberikan cahaya netral untuk berdandan atau bercermin. Warna yang terlalu redup bisa memengaruhi hasil make up.

    3. Cool White

    Cool white dapat memancarkan cahaya yang lebih terang daripada natural white, bahkan hampir menyerupai kondisi cerah di siang hari. Nilai CCT dari lampu cool white antara 5.000-6.000 K.

    Disebut cool white karena warna putih yang ditampilkan sangat terang dengan efek putih kebiruan. Warna ini memberikan kesan modern, bersih, dan energik sehingga banyak digunakan pada ruangan yang luas dan butuh pencahayaan tajam.

    Untuk penggunaan di rumah, lampu cool white bisa digunakan pada area garasi atau ruang utilitas. Lampu ini dapat memancarkan cahaya ke seluruh ruangan secara jelas sehingga tidak ada sudut yang terlihat redup.

    Itulah tiga pilihan warna lampu yang cocok untuk ruangan di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lampu LED Vs Lampu Neon, Mana yang Lebih Baik?


    Jakarta

    Seiring perkembangan teknologi, banyak pemilik rumah yang kini menggunakan lampu LED untuk ruangan di rumah. Namun, beberapa orang tetap memilih menggunakan lampu neon.

    Kedua jenis lampu tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebelum kamu memutuskan untuk membeli lampu LED atau lampu neon, cari tahu dulu tentang perbedaan kedua lampu tersebut dalam artikel ini.

    Lampu Neon Vs Lampu LED: Kelebihan dan Kekurangan

    Masih bimbang antara membeli lampu LED atau lampu neon? Jangan khawatir. Dilansir laman Binus University, berikut kelebihan dan kekurangannya:


    Lampu LED

    Lampu LED dapat menghasilkan cahaya dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi cahaya (transduser). Dengan begitu, lampu LED dapat memancarkan cahaya secara langsung dan maksimal serta tidak butuh waktu pemanasan seperti lampu pijar.

    Meski menghasilkan cahaya terang, tetapi lampu LED tidak menimbulkan panas jika dinyalakan selama berjam-jam. Di sisi lain, lampu LED juga lebih hemat energi sehingga tak bikin boros listrik.

    Simak sejumlah kelebihan dan kekurangan lampu LED di bawah ini:

    Kelebihan Lampu LED

    • Tidak butuh waktu warm-up (pemanasan) untuk mendapatkan cahaya terang maksimal
    • Efisiensi listrik yang paling tinggi di antara jenis lampu lainnya. Sebab, energi yang dibutuhkan hanya sekitar 10% dari lampu pijar
    • Dapat diatur agar bisa berubah warna, seperti warm white, natural white, atau cool white
    • Karena bentuknya hanya berupa dioda kecil, maka volume lampu jauh lebih kecil dan bisa dipasang di mana pun
    • Lebih tahan lama
    • Tidak mengandung bahan berbahaya
    • Temperatur lampu cenderung lebih dingin dibandingkan jenis lampu lain, sehingga tidak merusak rumah lampu atau area di sekitar lampu.

    Kekurangan Lampu LED

    Salah satu kekurangan dari lampu LED adalah dari segi harganya. Memang, lampu LED cenderung lebih mahal daripada lampu neon. Meski begitu, sederet kelebihan yang dimiliki lampu LED membuat harganya terasa worth it untuk dibeli dan digunakan dalam jangka panjang.

    Di sisi lain, sudah banyak produsen yang meluncurkan produk lampu LED dengan harga terjangkau. Dengan begitu ada banyak pilihan lampu LED yang ditawarkan.

    Lampu Neon/CFL

    Lampu neon atau CFL (Compact Fluorescent Lamp) merupakan hasil pembaruan dari lampu pijar. Disebut juga lampu pendar, lampu jenis ini sangat mudah ditemukan dan sangat populer pada masanya. Sebab, lampu ini diklaim 75% lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar.

    Cara kerja lampu ini adalah dengan mengalirkan arus listrik pada gas yang terdapat di dalam tabung lampu, sehingga membuat lapisan fosfor pada dinding di dalam tabung lampu bersinar.

    Meski jadi salah satu lampu yang populer, tetapi lampu neon mulai ditinggalkan banyak orang karena kehadiran lampu LED. Berikut kelebihan dan kekurangan lampu neon:

    Kelebihan Lampu Neon

    • Cahaya yang dihasilkan lebih terang bila dibandingkan dengan lampu pijar
    • Bentuk tabung dapat divariasikan menjadi tulisan ataupun gambar
    • Harga lebih terjangkau.

    Kekurangan Lampu Neon

    • Usia pakai lebih pendek
    • Kurang efisien terhadap penggunaan energi
    • Jika dinyalakan dalam waktu lama, lampu neon akan terasa panas.

    Dengan sejumlah keunggulan tersebut, kini lampu LED banyak digunakan pada interior rumah. Misalnya penggunaan lampu LED untuk hidden lamp pada ceiling atau backdrop dinding.

    Lampu LED juga sering digunakan untuk lampu utama. Sebab, intensitas warna lampunya cenderung lebih tinggi dibandingkan lampu neon. Maka dari itu, kini ada banyak produsen lampu yang menghadirkan berbagai pilihan warna dalam satu lampu saja.

    Demikian perbedaan antara lampu LED dengan lampu omen. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lantai Rumah Bergelombang dan Terangkat



    Jakarta

    Lantai rumah yang bergelombang atau keramik yang terangkat bisa menjadi masalah serius jika dibiarkan. Selain mengganggu estetika, kondisi ini juga bisa membahayakan penghuni rumah. Masalah ini umum terjadi, terutama pada lantai keramik, dan perlu penanganan yang tepat.

    Keramik memang dikenal kuat dan awet, namun bukan berarti bebas dari kerusakan. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah keramik terangkat, pecah, atau bahkan ‘meledak’-kondisi yang dikenal dengan istilah popping. Jika tidak segera diperbaiki, air bisa merembes ke bawah lantai dan memicu jamur serta kerusakan lebih lanjut.

    Lalu, apa penyebab lantai rumah menjadi bergelombang atau terangkat, dan bagaimana cara mengatasinya?


    Penyebab Lantai Keramik Terangkat atau Pecah

    Dikutip dari catatan detikProperti dan The Floor Trader Outlet, berikut beberapa penyebab umum lantai keramik bisa mengalami popping:

    1. Perubahan Suhu

    Keramik akan sedikit mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Perubahan suhu yang terjadi terus-menerus bisa menyebabkan keramik bergeser, longgar, hingga terangkat.

    2. Pergerakan Pondasi Rumah

    Seiring waktu, pondasi rumah bisa mengalami pergeseran karena perubahan kelembaban, tekanan tanah, atau penyusutan material. Ini bisa membuat keramik menjadi retak atau terangkat.

    3. Jenis Perekat yang Digunakan

    Tidak semua perekat punya kekuatan sama. Perekat berkualitas rendah atau yang sudah melemah seiring waktu bisa membuat ubin longgar dan terlepas.

    4. Cara Pemasangan yang Kurang Tepat

    Pemasangan yang hanya menggunakan titik-titik perekat di tengah atau sudut keramik bisa menciptakan rongga udara. Inilah yang memicu popping.

    5. Permukaan Dasar yang Tidak Rata

    Jika lantai dasar tidak rata, tekanan yang tidak merata akan membuat ubin bergeser, pecah, atau terangkat. Permukaan seperti ini harus diratakan sebelum pemasangan.

    Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Terangkat

    Jika keramik sudah terangkat atau pecah, satu-satunya cara efektif adalah mengganti ubin yang rusak. Berikut langkah-langkah perbaikannya:

    • Potong nat di sekitar ubin yang rusak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat ubin dengan hati-hati, bisa menggunakan palu atau bor jika sulit dilepas.
    • Bersihkan sisa puing dan permukaan dasar.
    • Pasang ubin baru dengan perekat berkualitas dan teknik yang benar.
    • Tutup kembali nat dengan rapi dan biarkan kering.

    Pastikan pengerjaan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak keramik lain di sekitarnya.

    Cara Mencegah Lantai Bergelombang Sejak Awal

    Untuk mencegah keramik terangkat atau lantai bergelombang, perhatikan hal-hal berikut saat pemasangan:

    1. Gunakan Teknik Pemasangan yang Tepat

    Gunakan adukan mortar yang sesuai dan ratakan perekat secara menyeluruh di bawah ubin, bukan hanya di titik-titik tertentu.

    2. Pilih Perekat Berkualitas Tinggi

    Gunakan perekat khusus keramik yang lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    3. Cek dan Rawat Nat Secara Berkala

    Jika ada celah atau keretakan pada nat, segera perbaiki agar udara dan air tidak masuk.

    4. Antisipasi Potensi Banjir

    Jika rumah berada di kawasan rawan banjir, pertimbangkan untuk meninggikan lantai agar tidak terendam air yang bisa menyebabkan kerusakan pada keramik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Saluran Air Sering Mampet? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap dialami banyak pemilik rumah adalah saluran air tersumbat. Kondisi ini membuat air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar sehingga dapat meluap dan menggenangi lantai.

    Salah satu faktor utama yang menyebabkan saluran air mampet karena ada benda yang menghalangi, misalnya rambut. Selain itu, ada sejumlah penyebab lainnya yang membuat saluran air tersumbat.

    Penyebab Saluran Air Mampet

    Dilansir situs Dengarden dan Zeek Plumbing, berikut sejumlah penyebab saluran air di rumah jadi mampet:


    1. Rambut

    Penyebab utama saluran air kerap mampet karena sisa rambut yang rontok saat mandi. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika rambut yang rontok jumlahnya cukup banyak sehingga dapat menghambat aliran air di saluran kamar mandi.

    Solusinya adalah dengan rajin mengambil gumpalan rambut yang menumpuk di kamar mandi, lalu membuangnya ke tempat sampah. Selain itu, pastikan untuk menutup saluran air dengan penutup yang hanya dapat dilalui air. Jika sudah tersumbat, gunakan baking soda dan cuka agar kembali lancar.

    2. Sisa Makanan

    Kebiasaan membuang sisa makanan di kitchen sink dapat berdampak buruk bagi saluran air. Tentu saja hal tersebut dapat menyumbat saluran air dan akhirnya jadi meluap.

    Sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, tulang ikan, dan ampas teh sulit terurai. Jika sudah menumpuk dalam jumlah banyak maka tak heran saluran air tersumbat.

    Cara mengatasinya adalah dengan mengangkat kotoran tersebut dari kitchen sink. Gunakan juga cairan pembersih untuk membersihkan sisa noda dan minyak yang terdapat di kitchen sink.

    3. Sabun

    Sabun berguna untuk membersihkan kotoran di tubuh tetapi sisa-sisa sabun yang berbentuk buih ternyata bisa menyumbat saluran air lho. Sebab, sisa sabun berbentuk buih yang tertinggal di lantai atau terbuang ke saluran air dapat mengurangi diameter pipa seiring waktu.

    Salah satu cara mencegahnya adalah dengan membersihkan sabun setiap selesai mandi. Pastikan tidak ada bekas sabun yang menempel di lantai atau dinding.

    4. Endapan Pasir

    Kebiasaan membuang sisa pasir atau tanah di kamar mandi ternyata dapat berdampak buruk bagi saluran air. Hal tersebut menciptakan endapan di sekitar tutup saluran sehingga air tidak bisa mengalir keluar dengan lancar.

    Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanggil tenaga profesional untuk membersihkan saluran air dari sisa pasir atau tanah.

    5. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak juga menjadi penyebab saluran air jadi tersumbat. Pada dasarnya, minyak dan lemak tidak dianjurkan dibuang melalui saluran air karena tidak akan larut di dalam air, sehingga dapat menumpuk dan menyebabkan mampet.

    Jika ingin membuang minyak dan lemak sisa makanan, sebaiknya dibuang ke dalam plastik lalu dimasukkan ke tempat sampah. Namun jika terlanjur membuangnya ke saluran air, gunakan tips di bawah ini untuk mencegah mampet:

    • Campurkan sedikit detergen dengan air panas.
    • Lalu tuangkan cairan tersebut ke dalam saluran air.
    • Biarkan sekitar 10 menit agar larutan tersebut dapat memecah minyak yang tersumbat.

    6. Endapan Mineral

    Air sadah kerap ditemui di rumah yang tidak mendapatkan air bersih. Air sadah mengandung konsentrasi pH mineral tinggi yang dapat merusak saluran air jika terjadi penumpukan. Apabila sudah tersumbat, maka perlu memanggil tenaga ahli untuk mengatasi endapan mineral tersebut.

    7. Pipa Air Rusak

    Penyebab yang terakhir karena ada kerusakan atau retakan pada bagian pipa air sehingga menghalangi aliran air. Kondisi ini dapat terjadi karena umur pipa sudah tua atau korosi. Dalam beberapa kasus, pipa air bisa rusak karena akar pohon yang dapat menembus dan menghambat aliran air.

    Itulah tujuh penyebab saluran air sering mampet. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com