Tag: detikproperti

  • 3 Trik Bersihkan Kaca Biar Makin Bening Menurut Ahli


    Jakarta

    Memiliki kaca yang bening dan bersih tentu diinginkan bagi pemilik rumah. Untuk mendapatkan kaca yang bening ternyata ada trik membersihkannya tersendiri lho.

    Bisa saja selama ini penghuni rumah menggunakan teknik yang salah saat membersihkan kaca. Hal ini bisa membuat kaca terlihat tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    Lalu bagaimana cara membersihkan kaca agar tampak bening? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Gunakan Jumlah Pembersih Kaca dengan Tepat

    Kesalahpahaman yang paling umum terjadi yaitu menyemprotkan banyak pembersih kaca akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, hal itu tidak benar.

    Seorang quality lead cleaner di FreshSpace Cleaning, Rhonda Wilson, menyarankan untuk pembersih kaca secara ringan atau tidak terlalu banyak dan gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan noda. Sebelum menggunakan pembersih kaca, sebaiknya lap permukaan terlebih dahulu dengan kain lembap untuk menghilangkan lapisan awal kotoran.

    Bersihkan Saat Cuaca Mendung

    Wilson menyarankan untuk membersihkan kaca saat cuaca mendung atau saat tidak terkena sinar matahari langsung, misalnya saat pagi-pagi sekali atau sore hari. Alasannya, sinar matahari langsung bisa membuat cairan pembersih lebih cepat kering.

    “Bahannya menguap begitu saja sebelum Anda sempat membersihkannya dengan benar,” katanya, dikutip dari The Spruce, Selasa (5/8/2025).

    Lap dengan Gerakan ‘S’ atau Zigzag

    Trik selanjutnya adalah mengelap kaca dengan gerakan zigzag atau membentuk huruf S. Wilson mengatakan, kalau membersihkan dengan gerakan melingkar bisa meninggalkan bercak kotor.

    “Anda tidak akan menyapu dapur dengan gerakan melingkar kecil, kan? Anda cukup mendorong debu ke satu arah agar tidak mengganggu. Idenya sama dengan membersihkan kaca,” kata Wilson.

    Itulah trik membersihkan kaca menurut ahli.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Rumah Sudah Dipel tapi Masih Tetap Kotor Menurut Ahli


    Jakarta

    Pernah ngalamin nggak setelah ngepel tapi rumah masih terasa kotor? Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya tetap menggunakan air yang kotor.

    Mengepel lantai merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah. Para ahli mengungkapkan seharusnya lantai dipel sesering mungkin, setidaknya seminggu sekali.

    Walau demikian, kenapa setelah lantai dipel masih tetap kotor? Dilansir dari The Spruce, berikut ini alasannya.


    Alasan Lantai Tetap Kotor Meski Sudah Dipel

    Salah satu alasan lantai tetap kotor meski sudah dipel adalah tetap menggunakan air yang kotor untuk mengepel. Hal ini seperti memindahkan kotoran dengan kain pel saat membersihkan lantai.

    “Hal ini biasanya terjadi ketika air pel menjadi kotor dan Anda terus menggunakannya, atau Anda menggunakan terlalu banyak pembersih karena mengira hasilnya akan lebih baik,” ujar ahli kebersihan Fabuloso, Rosa Picosa, dikutip dari The Spruce, Rabu (6/8/2025).

    Sementara itu menurut quality lead cleaner di FreshSpace, Rhonda Wilson, alasan lantai tetap kotor meski sudah dipel terjadi karena lantai tidak dibiarkan kering sempurna setelah dipel. Residu dari pembersih lantai terasa lengket dan bisa menjadi magnet bagi debu, jejak kaki, serta bulu hewan peliharaan.

    “Hari berikutnya, lantai terasa seperti sama sekali tidak dibersihkan,” katanya.

    Cara Mengepel Lantai yang Benar

    Berikut ini merupakan cara mengepel lantai agar hasilnya bersih.

    Sapu Lantai Terlebih Dahulu

    Sebelum dipel, lantai harus disapu terlebih dahulu untuk menghilangkan debu dan kotoran. Hal ini supaya hasil mengepel lantai lebih efektif.

    Jangan Terlalu Banyak Pakai Pembersih Lantai

    Saat mengepel, jangan sampai pakai terlalu banyak pakai pembersih lantai. Picosa menyarankan untuk menggunakan 1/8 cup pembersih lantai yang kuat sebelum dicampur ke air.

    “Anda ingin (lantai) berkilau, bukan lengket,” kata Picosa.

    Ganti Air Jika Dibutuhkan

    Selanjutnya adalah mengganti air pel jika sudah kotor. Hal ini supaya hasil lantai yang dipel bisa sebersih mungkin.

    Pel dengan Gerakan Angka 8

    Menurut Wilson, cara ini efektif untuk membersihkan lantai dibandingkan dengan mengepel dengan gerakan lurus saja. Ia menilai, mengepel dengan gerakan angka 8 bisa menjangkau cakupan area lebih luas, bisa masuk ke sudut dengan mudah, dan tidak membuat tangan cepat lelah.

    Biarkan Lantai Mengering

    Penghuni rumah bisa membiarkan lantai mengering dengan sendirinya atau menggunakan kipas maupun membuka jendela untuk mempercepat proses tersebut.

    Itulah alasan dan cara mengepel lantai dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ikut Program Bedah Rumah dari Pemerintah? Ini Syarat dan Caranya


    Jakarta

    Pemerintah memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah. Program ini memungkinkan masyarakat mendapatkan bantuan untuk merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan program tersebut sudah bisa berjalan pada bulan ini. Adapun, target program BSPS adalah 45.000 unit.

    “Untuk program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dengan target 45 ribu rumah, kami sudah tadi dengan BPKP sudah mulai penyerapannya bulan ini segera jalan,” katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).


    Tidak semua orang bisa mengikuti program tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

    Apa saja syaratnya? Dilihat dari akun Instagram resmi Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP yang diunggah pada Selasa (17/6/2025), berikut ini informasinya.

    Syarat Penerima BSPS

    Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur mengungkapkan salah satu syarat untuk bisa mengikuti program BSPS adalah warga negara Indonesia (WNI). Selain itu, masyarakat harus termasuk ke dalam kategori desil 4 ke bawah atau masuk kategori rentan miskin.

    Fitrah juga mengungkapkan calon penerima harus memiliki tanah yang sah atau legalitas yang sah serta memiliki satu-satunya rumah dalam keadaan tidak layak huni.

    “Data calon penerima bantuan harus masuk dalam DTSEN. Di lapangan, kami mempunyai namanya pendamping lapangan, tenaga fasilitator, komposisinya saat ini sedang direncanakan itu adalah 2 fasilitator untuk 40 penerima bantuan,” kata Fitrah dalam unggahan tersebut.

    Mekanisme Pengajuan Usulan

    Fitrah mengungkapkan mekanisme pengajuan penerima BSPS ini dari pemerintah daerah. Namun, bisa juga tokoh masyarakat sekitar mengajukan ke pemerintah daerah siapa saja yang berhak menerima BSPS.

    “Setelah ada usulan penerima bantuan, selain kami seleksi administrasi juga akan kami melakukan seleksi fisik,” tuturnya.

    Fitrah mengungkapkan, aturan terbaru soal BSPS masih digodok karena ada beberapa perubahan yang akan dilakukan.

    Dalam catatan detikcom, bentuk BSPS yang diberikan bisa berupa uang dan barang. Uang yang diberikan kepada penerima BSPS digunakan untuk membeli bahan bangunan dan membayar upah kerja. Total uang yang diberikan yaitu Rp 20 juta, Rp 17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah kerja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Berkerak? Ini 4 Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Adanya kerak air pada keran bukan lah hal baru. Permasalahan ini sering ditemukan di setiap rumah.

    Meski tidak berbahaya, kerak air pada keran bisa membuat tampilan tak enak dipandang. Tenang aja, permasalahan ini masih bisa diatasi kok!

    Sebelum membahas cara menghilangkan noda kerak air, ketahui dulu yuk penyebabnya.


    Penyebab Ada Kerak Air pada Keran

    Dilansir dari SFGate, kerak atau noda putih pada keran biasanya ada karena sisa air sadah yang mengandung banyak mineral seperti kalsium dan magnesium. Selain itu, kerak juga bisa terbentuk dari sisa sabun atau sampo yang tidak langsung dibersihkan pada keran air. Sabun dan sampo mengandung bahan kimia dan mineral sehingga dapat meninggalkan noda ketika mengering.

    Dilansir dari Real Simple, salah satu cara efektif untuk mencegah terbentuknya kerak air adalah mengelap keran setiap usai digunakan atau sesering mungkin.

    “Ini akan mencegah mineral mengering di permukaan sejak awal dan menyebabkan penumpukan,” kata ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader, dikutip dari Real Simple, Kamis (7/8/2025).

    Cara Membersihkan Kerak Air

    1. Pakai Cuka

    Kalau mau membersihkan endapan kalsium dan kapur yang ada di air sadah, bisa dengan cuka. Caranya dengan menyemprotkan campuran cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Selanjutnya diamkan selama 2-3 menit lalu bersihkan.

    Taylor Riley, partner di AMR US Commercial Cleaning, merekomendasikan penyemprotan campuran ini seminggu sekali.

    “Campuran ini melarutkan penumpukan mineral sebelum sempat menggores atau menodai permukaan,” kata Riley, dilansir dari Real Simple.

    2. Pakai Baking Soda dan Sabun Cuci Piring

    Noda putih pada keran air bisa dibersihkan pakai baking soda dan sabun cuci piring. Kombinasi kedua bahan ini diklaim ampuh untuk membersihkan kerak yang sulit dihilangkan. Berikut cara penggunaannya:

    – Campur 2-3 sendok makan baking soda dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah.
    – Aduk kedua bahan hingga tercampur rata.
    – Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 20-30 menit.
    – Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat.
    – Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    3. Pemutih dan Air Panas

    Keran air berkerak bisa dibersihkan menggunakan pemutih. Sebagai catatan, penghuni rumah wajib memakai sarung tangan lateks dan baju lengan panjang agar cairan tidak mengenai kulit. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    – Campur pemutih dan air panas dengan perbandingan 1:4 ke dalam wadah.
    – Lalu, oleskan cairan tersebut ke keran yang berkerak secara menyeluruh.
    – Bilas keran dengan air panas dan diamkan beberapa saat hingga mencapai suhu ruangan.
    – Setelah itu, keringkan keran menggunakan kain lap.

    4. Air Lemon

    Kerak juga bisa terangkat dengan menggunakan air lemon. Kandungan asam nitrat dan anti bakteri pada lemon disebut efektif untuk membersihkan noda yang menempel. Dikutip dari How Stuff Works, berikut cara pakai air lemon untuk membersihkan kerak:

    – Peras 3-4 buah jeruk lemon atau gunakan air lemon asli yang dijual di pasaran.
    – Tuang air lemon ke keran secara menyeluruh.
    – Gosok keran menggunakan sikat hingga semua kerak terangkat.
    – Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    Itulah penyebab dan cara menghilangkan kerak air pada keran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 7 Tanaman Ini Beracun buat Kucing


    Jakarta

    Memiliki tanaman di dalam rumah tentu bisa membuat ruangan terasa asri dan segar. Namun, penghuni rumah harus berhati-hati dalam memilih tanaman, apalagi kalau punya hewan peliharaan kucing.

    Hal itu karena ada beberapa tanaman yang bisa beracun bagi kucing. Bahkan ada yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti aritmia jantung.

    Berikut ini deretan tanaman yang bisa beracun bagi kucing dikutip dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA).


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera ini bisa beracun buat kucing. Tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat. Apabila dikonsumsi kucing, bisa menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Akan tetapi, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing. Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman ini sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dirawat. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah.

    Meskipun tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan seperti kucing bisa keracunan jika mengonsumsi lidah mertua.

    Dilansir dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman yang satu ini juga kerap ditemukan di rumah karena mudah diurus dan dianggap dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, karena tanaman ini sangat beracun bagi kucing, anjing, dan juga kuda. Belum diketahui secara pasti penyebab racunnya tetapi semua bagian tanaman tersebut bisa memberikan reaksi pada kucing. Tanaman ini bisa menyebabkan kucing depresi, muntah, serta inkoordinasi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda Air di Furniture Kayu? Hilang Cuma Pakai Pasta Gigi dan Mayones!


    Jakarta

    Furniture yang terbuat dari bahan kayu kerap menjadi pilihan penghuni rumah. Furniture berbahan kayu dipilih karena memiliki warna alami yang indah dan juga awet.

    Furniture kayu juga perlu dibersihkan meski hanya ada tumpahan air. Jika tidak segera dibersihkan, bisa-bisa akan ada noda air di furnitue kayu.

    Walau demikian, penghuni rumah nggak perlu khawatir kalau ada noda air di furniture kayu. Sebab, masih ada cara untuk membersihkannya.


    Cara Menghilangkan Noda Air

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.

    1. Pakai Mayones atau Minyak Zaitun

    Dilansir dari The Spruce, untuk membersihkan noda air bisa dilakukan dengan mengoleskan minyak zaitun ataupun mayones ke area berwarna putih karena bekas air. Diamkan hingga satu jam, lalu bersihkan.

    2. Pakai Pasta Gigi Non-gel

    Cara kedua yaitu dengan menggunakan pasta gigi non-gel. Taruh pasta gigi tersebut pada kain lembut dan gosokkan pada noda air hingga hilang. Setelah itu, lap sisa pasta gigi pada furniture kayu dengan lap basah dan lap kembali furniture itu dengan kain lembut dan kering.

    Sebagai tambahan, dilansir dari Real Simple, membersihkan noda bekas air pada furniture kayu juga bisa dilakukan dengan campuran pasta gigi non-gel dan baking soda. Gosokkan campuran tersebut pada noda air. Setelah itu bersihkan sisa campuran dengan kain lap bersih lalu keringkan Furniture.

    3. Pakai Hair Dryer

    Cara selanjutnya adalah menggunakan hair dryer atau pengering rambut. Khusus cara ini, harus segera dilakukan saat furniture kayu masih lembap.

    “Gunakan hair dryer pada pengaturan terendah, lalu arahkan ke noda air. Gerakkan pengering rambut untuk memastikan tidak ada panas langsung yang mengenai kayu, yang dapat menyebabkan kayu terlalu panas,” ujar ahli kebersihan Sarah Dempsey, dikutip dari Homes & Gardens, Rabu (6/8/2025).

    Tips Agar Furniture Kayu Bersih Lebih Lama

    Membersihkan furniture kayu tentu diperlukan. Nah, berikut ini beberapa cara agar furniture kayu bersih lebih lama yang dilansir dari Real Simple.

    1. Bersihkan Debu

    Sering membersihkan debu bisa mencegah menumpuknya debu, goresan, dan kerusakan lainnya. Pemilik furniture bisa membersihkan debu-debu dengan menggunakan kemoceng agar lebih mudah. Membersihkan debu dan mengelap furniture kayu bisa membuatnya lebih tahan lama.

    2. Hindari Terkena Sinar Matahari Langsung

    Tempatkan furniture kayu jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, dan area yang lembap kecuali furniture itu memang sengaja dibuat untuk diletakkan di bagian luar rumah atau outdoor. Cahaya matahari bisa membuat warna memudar, panas dan lembap bisa merusak kayu. Untuk meminimalisir paparan sinar matahari bisa menggunakan tirai di dalam rumah.

    3. Tutupi Furniture

    Menutup bagian permukaan furniture kayu bisa mencegah adanya noda, paparan panas, dan lembap. Pemilik furniture bisa menggunakan taplak meja, coaster, atau yang lainnya. Hindari penggunaan plastik karena bisa menggores permukaan furniture.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda air dan cara merawat furniture kayu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Amankan Perabotan Rumah biar Nggak Dicakar Kucing


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing terkadang bisa menjadi hiburan tersendiri maupun teman bagi penghuni rumah. Namun, pemilik kucing juga harus siap dengan segala tingkah lakunya, termasuk mencakar benda-benda sekitar.

    Kucing memang suka mencakar permukaan benda. Mereka suka mencakar ketika main, untuk menandakan teritori maupun mempertajam kuku.

    Kegiatan tersebut tentunya bisa membuat perabotan di rumah rusak kalau tidak segera diatasi. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari barang-barang rusak karena dicakar kucing.


    Dilansir dari Washington Post, NPR, dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.

    1. Taruh Tiang Khusus Cakaran Kucing

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman untuk dicakar kucing, yaitu tiang cakaran. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main kucing. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar.

    Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar kucing. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga kucing tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    “Anda perlu memiliki lebih dari satu tiang garukan, dan Anda ingin meletakkannya di lokasi yang kemungkinan besar digunakan kucing Anda,” kata seorang ahli perilaku hewan bersertifikat dan konsultan perilaku kucing dari Sacramento, Mikel Delgado, dikutip dari NPR.

    2. Lapisi Perabotan

    Cara aman selanjutnya adalah melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari cakaran kucing. Misalnya, membungkus perabotan dengan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    Bisa juga dengan mengarahkan speaker ke dinding agar tidak dicakar kucing. Tempelkan plastik, double-tape, amplas atau karpet terbalik pada furniture atau lantai yang sering menjadi sasaran cakaran kucing.

    3. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Penutup ini biasa disebut juga dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan kucing dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    4. Pakai Cipratan Air

    Jika kucing masih mencakar perabotan rumah, pemilik bisa mencoba dengan mengejutkannya dengan bertepuk tangan atau mencipratkan air. Gunakan cara ini sebagai opsi terakhir karena kucing bisa mengasosiasikan pemiliknya dengan kejadian tersebut dan belajar menjadi takut kepada pemiliknya.

    Itulah beberapa cara untuk mengamankan perabotan dari cakaran kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Perabotan hingga Pakaian


    Jakarta

    Memelihara hewan seperti kucing dan anjing di rumah bisa membuat penghuni merasa memiliki teman. Keberadaannya memang menyenangkan, namun terkadang bulu-bulunya menempel di perabotan rumah hingga pakaian.

    Tentunya hal ini tidak diinginkan bagi pemilik hewan dan juga penghuni rumah lainnya, ‘kan? Nah, berikut ini ada beberapa tips untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan dari perabotan rumah dan pakaian.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Seprai hingga Handuk

    Dilansir dari Martha Stewart, untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari seprai maupun handuk bisa menggunakan sarung tangan karet. Caranya, basahkan sarung tangan karet dengan air dan usapkan ke atas seprai maupun selimut.

    “Bulu akan menempel di sarung tangan dan Anda bisa lebih mudah mengumpulkan bulu dan membuangnya,” kata Brian Sansoni dari American Cleaning Institute.

    Setelah itu cuci barang-barang tersebut. Sebelum dicuci, masukkan barang ke dalam pengering dan gunakan siklus pengering tanpa panas selama 10 menit untuk melonggarkan bulu hewan peliharaan yang seringkali tersangkut.

    “Masukkan juga lembaran pengering, karena penumpukan listrik statis dapat membuat bulu tetap menempel pada kain,” ujar Sansoni.

    Keluarkan pakaian dari pengering, kibaskan sisa bulu hewan peliharaan (sebaiknya di luar ruangan), lalu masukkan ke dalam mesin cuci untuk dibersihkan secara menyeluruh.

    Karpet

    Untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari karpet bisa dengan penyedot debu atau vacuum cleaner. Sebaiknya, bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap minggu.

    “Setelah menyedot debu, Anda dapat menggulung [karpet] dengan lint roller atau sikat pembersih khusus bulu hewan peliharaan setiap satu atau dua hari, tergantung pada berapa banyak hewan peliharaan yang Anda miliki dan seberapa parah kerontokannya,” tutur direktur operasi franchise Two Maids, Kathy Cohoon.

    Permukaan Meja

    Bulu hewan peliharaan bisa terbang dan mendarat di berbagai permukaan, termasuk meja. Tentunya permukaan meja harus tetap dijaga kebersihannya karena terkadang dipakai untuk menaruh makanan.

    Cohoon menyarankan untuk membersihkan bulu hewan peliharaan menggunakan sapu atau penyedot debu. Bisa juga bersihkan dengan lap basah pada area yang masih terdapat bulu hewan peliharaan. Selanjutnya, bersihkan area dengan pembersih serbaguna atau larutan khusus material.

    “Jika hewan peliharaan berjalan di atas meja dapur, ingatlah untuk sering-sering mendisinfeksi area tersebut,” kata Cohoon.

    Pakaian

    Lint Roller

    Bulu hewan terkadang suka menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, bisa pakai lint roller. Caranya dengan meletakkan pakaian pada permukaan yang halus dan rata lalu roll lint roller ke atas dan ke bawah sampai bulu hilang.

    Pakai Cuka

    Dilansir dari Homes & Gardens, Co-Founder dari Stripped Down Laundry, Joshua dan Ashlie Waterman, menggunakan cuka saat mencuci pakaian bisa membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan. Caranya, tambahkan 1/2 cangkir cuka ke dalam tumpukan cucian di dalam mesin cuci untuk membantu mengendurkan serat pakaian, mengurangi pH cucian sehingga mengurangi daya melekat statis pada pakaian.

    Pakai Bola Pengering

    Jika tidak ingin mencuci pakai cuka, penghuni rumah bisa menggunakan bola pengering untuk menghilangkan bulu hewan pada pakaian.

    “Kami menyarankan untuk menambahkan lembaran pengering, atau lebih baik lagi menggunakan bola pengering, ke dalam mesin pengering untuk mengurangi listrik statis – bola pengering wol yang dibasahi sedikit dengan air sebelum ditambahkan adalah yang terbaik untuk ini. Dan merupakan salah satu yang terbaik. cara menghilangkan kerutan pada pakaian juga!” kata Joshua dan Ashlie Waterman.

    Tak hanya itu, Joshua dan Ashlie menyarankan untuk memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering dengan siklus ‘dry air cycle’ selama 10 menit sebelum dicuci.

    “Siklus awal ini membantu mengendurkan dan menghilangkan bulu hewan peliharaan sehingga lebih mudah dihilangkan saat proses pencucian,” tuturnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bulu kucing dari perabotan hingga pakaian. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Tanaman Irit Air, Punya Tempat Penyimpanan Khusus


    Jakarta

    Tanaman merupakan salah satu benda wajib yang perlu ada di rumah. Manfaatnya sangat banyak, seperti memasok oksigen, membantu penghuni rumah lebih rileks, memperbaiki kualitas udara, hingga mempercantik rumah.

    Sayangnya, masih banyak orang berfikir tanaman bukan barang wajib yang ada di rumah. Sebab, mereka merasa tidak bisa serius rajin untuk merawat tanaman. Hal ini yang harus diubah dari pola pikir kita. Tanaman memiliki beberapa jenis dan cara tumbuh yang berbeda-beda. Tidak semua tanaman harus disiram air sehari sekali dan tidak semua tanaman harus terpapar sinar matahari setiap saat.

    Ada banyak sekali tanaman yang memiliki mekanisme bertahan hidup yang tangguh dan tidak merepotkan. Tanaman tersebut pun cocok untuk bertahan di iklim tropis di Indonesia. Selain itu, tampilannya juga menarik untuk diletakkan di dalam rumah.


    Lantas, apa saja jenis tanaman yang irit air dan tak perlu sering disiram? Dilansir Better Homes and Garden, berikut di antaranya.

    1. Lidah Buaya

    tanaman lidah buayatanaman lidah buaya Foto: istimewa

    Siapa yang tidak mengenal tanaman lidah buaya? Tanaman ini sudah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan bermanfaat dalam berbagai produk termasuk kecantikan. Tanamannya sendiri tanpa diolah juga tetap memiliki segudang kegunaan.

    Selain kaya manfaat, perawatan lidah buaya juga mudah. Tanaman ini irit air dan bisa diletakkan di luar ruangan. Jadi tanaman lidah buaya bisa mendapatkan air dari dalam tanah atau ketika hujan. Hal yang harus diperhatikan oleh pemilik rumah ketika menanam lidah buaya adalah pastikan lokasinya tidak terlalu panas dan terkena banyak sinar matahari karena tanaman satu ini menyukai tempat yang sejuk.

    2. Sirih Gading

    Golden pothos background.Devil's ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house.Golden pothos background.Devil’s ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nalin Prutimongkol

    Bagi yang butuh tanaman rambat untuk ditanam di pagar, tembok atau taman, tanaman satu bisa jadi pilihan. Tanaman ini termasuk yang irit air sehingga tidak perlu sering-sering disiram. Mereka dengan mudah tumbuh menjulur dan memiliki akar yang menempel kuat pada permukaan tempatnya menempel.

    Selain irit air, tanaman sirih gading juga tidak perlu selalu ditempatkan di area yang banyak terkena sinar matahari karena tanaman ini menyukai tempat sejuk. Hal yang harus diingat oleh pemilik rumah yang menanam sirih gading adalah tanaman satu ini tidak bisa dikonsumsi karena mengandung kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan

    3. Howarthia

    HowarthiaHowarthia Foto: Marty Baldwin via Better Homes & Garden

    Howarthia merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Selatan yang biasa tumbuh di dataran rendah, lereng bukit, dan cocok tumbuh di iklim tropis. Tanaman ini termasuk tanaman sekulen yakni tahan terhadap kekeringan. Setiap jaringan di tanaman ini berdaging dan dapat menyimpan air dengan baik. Ciri-ciri dari tanaman ini adalah daun-daunnya yang tumbuh merapat dan berbentuk tebal.

    Termasuk tanaman yang tahan terhadap kekeringan berarti howarthia irit air dan mudah untuk dirawat tanpa perlu terlalu sering disiram.

    4. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Jenis tanaman lainnya yang irit air dan memiliki segudang manfaat adalah lidah mertua. Tanaman satu ini memiliki bentuk panjang ke atas seperti lidah. Permukaannya berwarna hijau, dengan pinggiran berwarna hijau. Lidah buaya ternyata termasuk tanaman yang irit air sehingga tidak perlu sering disiram.

    Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

    5. Pohon Dolar

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Pohon dolar merupakan tanaman yang wajib ada di rumah menurut feng shui. Selain itu, tanaman ini memiliki kelebihan yakni irit air, mudah dirawat, dan tampilannya yang menarik. Warna daun pohon dolar hampir mirip dengan Aspidistra Elatior, hijau tua mengkilat. Namun, ukurannya kecil-kecil seperti koin logam. Jika dilihat dari jauh terlihat seperti bunga palsu karena mengkilat permukaannya dan kaku. Tanaman ini juga tidak harus diletakkan mengarah ke sinar matahari terlalu sering.

    6. Kaktus

    KaktusKaktus Foto: (istimewa)

    Sudah jadi rahasia umum jika tanaman kaktus merupakan tanaman yang memiliki mekanisme pencegahan penguapan. Kaktus yang berasal dari daerah beriklim ekstrem sudah bias tidak terkena air sehingga perawatannya lebih mudah.

    7. Nolina

    Nolina.Nolina. Foto: Jacob Fox via Better Homes & Gardens

    Apabila menginginkan tanaman yang lebih besar dan terlihat seperti rimbun, tanaman yang mungkin cocok adalah Nolina. Tanaman satu ini banyak tumbuh di Meksiko. Ciri-ciri tanaman ini adalah memiliki batang bawah yang besar seperti kaki gajah. Sementara batang bagian atas ramping. Fungsi batang yang besar di bawah tersebut ternyata untuk menyimpan air. Oleh karena itu, Nolina disebut sebagai tanaman yang tahan terhadap kekeringan.

    Nolina cocok ditanam di dalam atau pun di luar ruangan. Ketika ditanam di dalam ruangan, tanaman ini cukup disiram seminggu sekali dan diletakkan di ruangan minim cahaya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! Ini 3 Lokasi Terbaik Taruh Kotak Pasir Kucing


    Jakarta

    Menyediakan kotak pasir atau litter box sangat diperlukan bagi kalian yang memelihara kucing. Saat ingin menaruh kotak pasir ini jangan sembarangan ya, karena ada area terbaik untuk meletakkannya.

    Kotak pasir ini berfungsi sebagai media buang air besar maupun kecil oleh kucing. Dikutip dari The Spruce Pets, pemilik kucing disarankan untuk memiliki lebih dari satu kotak pasir. Hal itu karena kadang-kadang kucing tidak mau buang air besar maupun kecil di tempat yang sama.

    Ada beberapa area yang menjadi tempat terbaik meletakkan kotak pasir lho detikers. Di mana saja itu? Berikut ini informasinya.


    Jauh dari Tempat Makan

    Jangan taruh kotak pasir di dekat tempat makan kucing karena alasan kebersihan. Sebaiknya, pemilik kucing menyimpan kotak pasir terpisah dari area makan.

    Lokasi Mudah Diakses

    Pastikan lokasi kotak pasir mudah diakses untuk kucing. Jangan sampai menaruhnya di tempat yang perlu membuka atau menutup pintu terlebih dahulu.

    Disarankan juga untuk meletakkan kotak pasir di tempat yang tidak perlu naik-turun tangga. Jika meletakkan kotak pasir di lantai atas bisa saja membuat anak kucing atau kucing yang sudah tua enggan menggunakannya di sana. Sebab, harus menaiki tangga terlebih dahulu.

    Area yang Sepi

    Kucing menyukai privasi yang terjaga. Maka dari itu, meletakkan kotak pasir di tempat yang sepi bisa menjadi pilihan yang baik.

    Pemilik kucing bisa meletakkan kotak pasir di kamar mandi tamu yang jarang dipakai. Jika ingin menaruh kotak pasir di ruang cuci, pastikan menempatkannya jauh dari mesin cuci karena suaranya yang berisik bisa membuat kucing stres.

    Itulah beberapa lokasi terbaik untuk menaruh kotak pasir kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com