Tag: detikproperti

  • Cara Mengatasi Retak Rambut di Dinding dan Estimasi Biayanya


    Jakarta

    Dinding rumah bisa mengalami retak rambut atau garis-garis halus seiring waktu. Masalah ini sering membuat khawatir pemilik rumah karena retakan yang muncul bisa semakin panjang.

    Sebenarnya, retak rambut pada dinding rumah masih dapat diatasi dengan mudah. Namun, jika retakan sudah cukup besar dan panjang, maka siap-siap harus merogoh kocek cukup dalam untuk memperbaikinya.

    Ingin tahu bagaimana cara memperbaiki retak rambut pada dinding rumah? Lalu berapa estimasi biayanya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mengatasi Retak Rambut di Dinding

    CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat mengatakan cara memperbaiki retak rambut pada dinding bisa berbeda-beda, tergantung dari besar kecilnya retakan. Maka dari itu, dibutuhkan pengecekan secara langsung untuk mengetahui penyebab dan cara memperbaiki dinding yang retak.

    “Jadi kalau misalnya retak struktur karena ada fondasi yang turun, tanah dasarnya mengalami perubahan, atau misal dindingnya itu di tepi kemiringan, maka strukturnya harus dibenerin. Struktur rumah itu ada fondasi, tiang, balok, nah itu dicari tahu mana yang menyebabkan retak,” kata Taufiq saat dihubungi detikcom, Rabu (3/9/2025).

    Jika retak rambut yang muncul bukan karena faktor non-struktural, seperti terjadi muai susut pada plesteran atau daya rekat acian yang sudah berkurang, maka memperbaikinya tidak begitu sulit. Cukup dengan plester ulang dinding dan masalah retak rambut sudah dapat teratasi.

    Sementara itu, Wildan selaku tim konstruksi Rebwild Construction mengatakan perlu dilakukan teknik ketrik pada dinding yang retak jika disebabkan masalah struktural. Jika kerusakan sudah mencapai lapisan dalam struktur dinding, maka tidak cukup hanya dilakukan plester ulang.

    “Kalau sudah tembus sampai ke belakang tuh perkuatan strukturnya agak ribet, jadi mesti sambung-sambungin struktur. Kalau cuma injeksi (beton) pun cuma sementara, istilahnya buat memperpanjang hidup doang. Kalau mau yang benar harus dibongkar satu dinding, terus dilihat strukturnya,” ujarnya.

    Menurut Wildan, untuk mengetahui seberapa parah retak rambut di dinding bisa melihat pada bagian plafon. Jika plafon tidak mengalami penurunan, maka retak rambut yang muncul tidak begitu parah.

    Lain halnya jika plafon sudah agak turun ke bawah. Wildan menyebut ada indikasi kalau terjadi retak rambut yang sudah parah dan berisiko membuat rumah roboh. Kondisi itu dapat terjadi karena disebabkan adanya pergerakan tanah di sekitar rumah.

    Estimasi Biaya Perbaikan Retak Rambut di Dinding

    Untuk biaya perbaikan retak rambut pada dinding dapat berbeda-beda tergantung dari tingkat kerusakannya. Jika dinding yang retak tidak terlalu parah, maka biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 5 jutaan.

    “Paling murah itu tuh sekitar Rp 5 jutaan karena cuma bongkar, terus diketrik sedikit, ditambahin cairan-cairan, lalu dikasih semen,” papar Wildan.

    Apabila retak rambut sudah cukup parah hingga mengenai struktur, maka biaya perbaikannya ditaksir antara Rp 10-15 jutaan. Biaya tersebut sudah termasuk membongkar seluruh dinding yang terdapat keretakan dan diperbaiki sampai tuntas.

    Untuk estimasi waktu perbaikan dinding retak juga berbeda-beda tergantung dari tingkat kerusakan. Kalau retak rambut pada dinding tidak parah, waktu perbaikannya mungkin hanya memakan waktu 1-2 minggu saja.

    “Kalau misalkan dinding sampai dibongkar gitu tuh pengerjaannya lebih lama, bisa 1-2 bulan kira-kira. Soalnya kita harus bongkar dinding, cek lagi masalahnya sampai ketemu, terus dibuat lagi dinding yang kokoh sampai jadi,” pungkas Wildan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Rumah Tua? Jangan Lupa Periksa 7 Bagian Ini


    Jakarta

    Saat hendak membeli rumah tua, hal pertama yang kita lihat adalah kondisinya. Sebab, kualitas rumah bisa menurun seiring waktu meskipun memakai material terbaik, bisa jadi banyak ditemukan cacat.

    Cara mengecek kondisi rumah tersebut tidak hanya dengan melihat, calon pembeli harus memeriksa beberapa tempat di dalam rumah tersebut. Untuk mempermudah ketika pengecekan, dilansir This Old House, berikut bagian rumah tua yang harus diperhatikan.

    1. Fondasi

    Hal pertama yang harus dicek dan ditanyakan adalah mengenai fondasi rumah. Seperti namanya bagian ini adalah pondasi atau bagian yang menopang rumah tetap berdiri tegak. Saat rumah sudah berdiri cukup lama, banyak masalah yang terjadi pada fondasi adalah keretakan, fondasi yang sudah lapuk, fondasi yang miring karena pergerakan tanah, pintu dan jendela sulit dibuka dan ditutup, permukaan lantai tidak rata, hingga kerusakan saluran air.


    Secara kasat mata biasanya akan sulit menilai fondasi tersebut masih layak atau tidak. Sebaiknya minta bantuan profesional untuk memperbaikinya.

    2. Atap

    Bagian kedua yang tidak kalah penting adalah mengecek atap. Rumah yang baru selesai dibangun saja sering ditemukan kebocoran apalagi yang sudah berdiri lama. Untuk mengetahui ada kebocoran atau tidak, bisa bertanya dengan pemilik sebelumnya atau penjual. Selain itu, cek plafonnya apakah baru atau sudah lama. Atap yang bocor biasanya menyebabkan plafon berjamur, lapuk, dan berlubang. Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, atap dan plafon harus segera diganti karena dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni.

    3. Pipa Saluran Air

    Rumah harus dialiri dengan air. Oleh karena itu, calon pembeli harus mengecek kondisi pipa saluran air karena di rumah tua kemungkinan sudah usang dan banyak sumbatan. Tanda ada masalah pada pipa saluran air adalah warna air tidak jernih, air yang keluar sedikit, air berbau, keluar lumut atau kotoran padat, hingga air lama penuh saat diisi.

    4. Instalasi Listrik

    Selain air, listrik juga sangat dibutuhkan di rumah. Rumah yang sudah berdiri puluhan tahun biasanya memiliki saluran listrik yang sudah tua. Hal ini cukup berisiko apalagi tidak pernah diperiksa karena bisa saja ada kabel yang sudah rusak dan bisa menimbulkan kebakaran. Untuk mengecek instalasi listrik, bisa memanggil PLN. Apabila disarankan untuk diganti, ikuti saja karena berarti ada instalasi yang sudah tak layak.

    Tanda-tanda masalah saluran listrik di antaranya muncul aroma terbakar, lampu berkedip, dan saklar yang bergetar.

    5. Pintu dan Jendela

    Seperti yang disebut tadi, masalah pada pintu dan jendela juga bisa menunjukkan masalah pada fondasi rumah. Selain itu, pintu dan jendela di rumah tua juga bisa jadi sudah berkarat atau mengalami pengeroposan karena dimakan rayap. Ada pula jendela yang sudah sulit ditutup dan dibuka. Semua itu harus diperiksa secara detail karena keduanya akan komponen utama keamanan rumah.

    Cari ciri-ciri gangguan pada pintu dan jendela, seperti kondensasi atau kabut pada kaca, serangga mati, kesulitan membuka dan menutup, kayu yang melengkung, dan lainnya.

    6. Saluran Pembuangan

    Saluran pembuangan adalah pipa atau akses keluarnya air ke tempat pembuangan akhir seperti septic tank dan selokan. Lokasinya cukup banyak di rumah, ada di kamar mandi, wastafel, talang air, hingga area laundry. Pastikan pada bagian ini tidak ada saluran pembuangan yang mampet. Ciri-ciri masalah pada saluran pembuangan antara lain ada aroma tidak sedap, saluran mampet, hingga beberapa titik penyerapan yang lambat.

    7. Bahan Beracun

    Bangunan rumah tua kemungkinan mengandung bahan-bahan berbahaya, terutama yang dibangun sebelum tahun 1980. Salah satu kandungan berbahaya di rumah tua adalah timbal pada cat yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Untuk mengetahuinya, ajak ahli untuk mengeceknya.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah tua. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pasang Jam Dinding pada 6 Titik Ini di Rumah, Kenapa?


    Jakarta

    Jam dinding umumnya akan dipasang di tempat yang terbuka agar bisa melihat waktu dengan mudah dan jelas. Misalnya di dinding ruang tamu, kamar tidur, atau dekat dapur.

    Ternyata, memasang jam dinding di rumah tidak boleh dilakukan sembarangan, lho. Menurut ilmu feng shui, jam adalah simbol berlalunya waktu atau lebih tepatnya seiring waktu berjalan.

    Feng shui menilai jam dinding merupakan hitungan mundur dari waktu yang terbatas untuk banyak hal, mulai dari tugas, pencapaian, hingga rentang hidup. Maka dari itu, feng shui mengajarkan untuk memilih lokasi yang tepat dalam memasang jam dinding agar energi (qi) positif bisa masuk ke rumah.


    Ingin tahu titik mana saja di rumah yang dilarang untuk memasang jam dinding? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ini Titik di Rumah yang Dilarang Dipasang Jam Dinding

    Dilansir situs Love to Know, berikut sejumlah titik di dalam rumah yang perlu dihindari untuk menggantung jam dinding menurut feng shui:

    1. Samping Jendela atau Pintu

    Titik yang pertama adalah di samping jendela atau pintu. Feng shui menilai penempatan jam dinding di kedua titik tersebut membuat energi positif bergerak terlalu cepat. Hal itu membuat penghuni rumah akan merasa selalu tertinggal dalam berbagai tugas atau mencapai tujuan di dunia.

    2. Di Bawah atau di Atas Ketinggian Mata

    Memasang jam dinding lebih tinggi atau rendah dari ketinggian mata juga tidak dianjurkan. Hal ini membuat energi positif mengalir kurang seimbang sehingga energi tidak dapat menyebar secara merata ke seluruh ruangan.

    3. Di Atas Jendela atau Pintu

    Jam dinding sebaiknya tidak dipasang tepat di atas jendela atau pintu rumah. Menurut ajaran feng shui, titik ini dianggap kurang nyaman sehingga jam dinding akan sulit dilihat dan dijangkau penghuni rumah, terutama saat ingin mengganti baterai atau memperbaiki jarum penunjuk waktu.

    4. Berhadapan dengan Pintu

    Apabila pintu depan rumah berhadapan dengan pintu belakang, sebaiknya jangan memasang jam dinding di antara titik tersebut. Posisi ini dinilai dapat mengundang sial dan malapetaka menurut ilmu feng shui.

    Sebab, jam dinding yang dipasang pada posisi berhadapan dengan pintu bisa memantulkan energi positif yang seharusnya mengalir ke seluruh ruangan.

    5. Kamar Tidur

    Banyak pemilik rumah yang memasang jam dinding di kamar tidur agar bisa melihat waktu secara cepat ketika bangun. Namun, feng shui menilai pemasangan jam dinding di kamar tidur bisa membawa energi buruk.

    Jam dinding yang dipasang di kamar tidur bisa membuat penghuni rumah merasa tergesa-gesa, gugup, gelisah saat tidur, bahkan menyebabkan manusia. Terkadang, suara detak jarum jam bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman.

    6. Ruang Makan

    Ruang makan jadi lokasi terakhir yang dilarang dipasang jam dinding. Menurut ajaran feng shui, jam dinding di ruang makan bisa membuat kamu menghabiskan makanan secara tergesa-gesa. Padahal, setiap makanan atau minuman yang dihidangkan harus disantap secara perlahan sambil dinikmati.

    Itulah enam titik di rumah yang sebaiknya jangan dipasang jam dinding menurut feng shui. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Susah Buka Pintu Kayu yang Seret? Ini Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pernahkah kesulitan membuka pintu kayu? Saat diayun, pintu kayu yang seret bisa sampai menggesek lantai.

    Arsitek Denny Setiawan pernah mengatakan banyak orang memakai material kayu untuk pintu rumah. Beberapa jenis kayu terkenal kuat seperti merbau, jati, dan ulin.

    “Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” ujar Denny kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Namun, bahan ini punya kekurangan yaitu bisa seret alias susah dibuka dan ditutup. Kondisi seperti ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Jika pintu susah dibuka, pemilik dapat memperbaikinya kok. Simak cara memperbaiki pintu seret berikut ini.

    Cara Perbaiki Pintu Kayu Seret

    Inilah tips untuk mengatasi pintu kayu yang susah dibuka, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Bersihkan Pintu dan Kusen

    Salah satu penyebab pintu seret adalah kusen pintu sudah kotor. Periksa pintu dan kusen untuk melihat adanya kotoran seperti sisa cat, tumpukan debu, atau kotoran yang menempel. Bersihkan kusen pintu dari kotoran tersebut agar pintu mudah dibuka.

    2. Kencangkan Engsel

    Selain itu, pintu kayu bisa seret karena ada sekrup yang longgar. Untuk mengatasinya, cukup kencangkan engsel pintu.

    Jika sekrup berputar tapi tak bisa dikencangkan, ganti dengan sekrup yang lebih besar. Lalu, posisi pelat juga dapat diatur untuk mengatasi pintu seret.

    3. Pangkas Bawah Pintu

    Kalau pintu masih seret, kemungkinan pintu kayu memuai karena lembap. Pemilik bisa memangkas bagian bawah pintu dengan cara menyerut dan mengamplasnya.

    Itulah cara memperbaiki pintu yang susah dibuka dan menggesek lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bangun Rumah Minimalis 1 Lantai Tipe 36? Siapkan Dana Segini


    Jakarta

    Rumah minimalis merupakan salah satu hunian yang diimpikan banyak orang. Meski terlihat sederhana dan tidak luas, tapi rumah minimalis dianggap sudah nyaman untuk dihuni bersama keluarga.

    Ada berbagai tipe rumah minimalis yang populer saat ini, salah satunya adalah rumah minimalis 1 lantai tipe 36. Tipe rumah ini umumnya terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi, sehingga sudah cukup untuk menampung empat anggota keluarga.

    Apabila kamu berencana membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36, sebaiknya cari tahu dulu estimasi biayanya. Hal ini untuk mencegah overbudget karena tidak dihitung secara rinci sejak awal.


    Ingin tahu berapa estimasi biaya membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36? Simak rincian biayanya dalam artikel ini.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 1 Lantai Tipe 36 di 2025

    Jika detikers tidak memiliki dana yang besar untuk membangun hunian, memilih rumah minimalis 1 lantai tipe 36 bisa menjadi opsi terbaik. Rumah tipe ini dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter.

    Tim konstruksi Rebwild Construction Wildan mengatakan biaya bangun rumah minimalis standar 1 lantai untuk tipe 36 sekitar Rp 4,5 juta per m2. Harga tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari lokasinya.

    “Kalau misalkan ikut harga arsitek tuh sekitar Rp 6 jutaan start-nya, cuma kalau di kami mulai dari Rp 4,5 jutaan,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    Sebagai catatan, harga tersebut berlaku di wilayah Jakarta pada 2025. Jika di daerah lain harganya mungkin bisa lebih murah, mulai dari Rp 3,8-4 jutaan per m2.

    Dengan banderol Rp 4,5 juta per m2 sudah termasuk seluruh bahan bangunan yang digunakan, mulai dari pasir, semen, genteng, batu bata ringan, hingga cat. Biaya tersebut juga termasuk upah tukang borongan.

    Kata Wildan, harga tersebut sudah bisa membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36 dengan menggunakan bahan material yang bagus. Misalnya, bagian atap menggunakan baja ringan dan dinding pakai batu bata ringan (hebel).

    “Jadi yang bikin mahal naik atau turunnya (harga) itu dari material finishing kayak keramik lantai, keramik dinding, terus plafonnya mau pakai apa, lalu lampu maunya jenis apa, stop kontaknya mau yang biasa atau bagus,” ujarnya.

    Akan tetapi, biaya tersebut hanya untuk membangun rumah dan membeli material bangunan. Sedangkan untuk instalasi listrik, membuat taman, pagar rumah, atau memasang kanopi maka butuh biaya tambahan lagi. Besar kecilnya dana yang dibutuhkan juga tergantung dari material serta luasnya.

    Selain itu, biaya di atas hanya untuk membangun rumah, belum termasuk membeli tanah. Perlu diingat, harga tanah juga bisa berbeda-beda tergantung dari wilayahnya.

    Sementara itu, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhulrizki menyebut ada dana lain yang harus disiapkan saat membangun rumah, yakni dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Dengan biaya bangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36 di kisaran Rp 4,5 juta per m2, maka estimasi biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

    • Biaya konstruksi: 36 x Rp 4.500.000 = Rp 162.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 24.300.000

    Kini, tinggal hitung seluruh biaya konstruksi + biaya instalasi + biaya tak terduga: Rp 162.000.000 + Rp 500.000 + 24.300.000 = Rp 186.800.000.

    Jadi, detikers perlu menyiapkan dana sekitar Rp 186.800.000 untuk membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36. Jika kamu ingin mengusung konsep minimalis modern atau hunian ala Japandi style, mungkin biaya yang dibutuhkan bisa lebih besar.

    Itulah estimasi biaya membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36 di Jakarta pada 2025. Tertarik untuk membangun rumah sendiri?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Pintu Kayu, Mana yang Tahan Lama?


    Jakarta

    Kebanyakan pintu rumah terbuat dari kayu. Bahan ini memang menjadi andalan karena tampilannya yang alami dan daya tahannya yang kuat.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kayu adalah bahan yang ideal buat pintu karena tidak mudah dijebol. Namun, setiap kayu punya karakteristik masing-masing sehingga perlu disesuaikan penggunaannya.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” kata Denny saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.


    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis-jenis kayu yang digunakan buat pintu? Simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah beberapa kayu yang cocok dijadikan pintu menurut ahlinya.

    1. Jati

    Kontraktor Wildan menyebut jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding jenis lainnya. Bahan ini punya karakteristik yang membuatnya tahan terhadap cuaca.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucapnya.

    Ia mendeskripsikan kayu jati berwarna coklat keemasan. Tampilan itu memberi kesan anggun dan hangat pada ruangan.

    2. Kamper

    Kemudian ada kayu kamper yang juga dikenal memiliki daya tahan yang kuat. Saking kuatnya, kayu ini tahan serangan rayap alias anti rayap.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus,” imbuhnya.

    3. Kenari

    Pemilik rumah juga bisa menggunakan kayu kenari sebagai pintu. Sebab, kayu ini tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    4. Mahoni

    Lalu, ada kayu mahoni yang cocok buat dibikin pintu rumah. Bahan tersebut tahan terhadap pelapukan dan cukup stabil menahan kelembapan.

    5. Merbau

    Kayu merbau bersifat sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Kayu itu dapat menjadi opsi menarik buat bikin pintu rumah.

    6. Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat sehingga bagus dijadikan pintu. Tak hanya kuat, kayu ini juga kedap air, lho.

    7. Pinus

    Pemilik dapat mempertimbangkan kayu pinus kalau mau bahan yang tidak mudah menyusut atau mengembang. Apalagi, jenis kayu ini terbilang paling murah dibandingkan lainnya.

    Itulah sederet pilihan kayu yang biasa dijadikan pintu rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Kena Ompol dan Berbekas? Begini Cara Mudah Bersihkannya


    Jakarta

    Kasur sangat rentan basah apalagi bagi yang memiliki anak-anak yang sering mengompol. Bekas ompol atau cairan lain yang tumpah di kasur bisa meninggalkan noda berwarna kecoklatan di permukaan kasur. Sebenarnya noda tersebut dapat ditutupi dengan seprai, tetapi ketika kasur tidak ditutup seprai akan terlihat kotor.

    Selain itu, kasur yang terkena ompol biasanya akan berbau pesing sehingga bukan hanya noda yang harus diatasi, melainkan baunya juga. Masalah ini sebenarnya mudah di atasi, tidak perlu sampai membeli kasur baru.

    Dilansir Real Simple begini cara membersihkan noda dan bau ompol pada kasur.


    Cara Menghilangkan Bau Ompol Kasur

    Hal yang perlu diketahui adalah lokasi yang terkena ompol. Dengan begitu saat membersihkannya akan jauh lebih mudah. Selain itu, saat menemukan anak buang air di kasur, harus segera dibersihkan dan jangan ditunggu hingga kering. Begini cara membersihkannya.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Cara menghilangkan bau ompol dari kasur terutama seprai caranya mirip dengan menghilangkan bau pada pakaiannya, yakni bisa memakai detergen. Siapkan 1/2 sendok teh detergen dengan 1 cangkir air hangat. Lalu, ambil sikat gigi yang sudah dimasukkan ke dalam larutan detergen tadi agar sabun dapat menyebar ketik digosok. Mulai gosok permukaannya dengan lembut dari bagian luar noda ke tengah.

    2. Taburkan Baking Soda

    Setelah semua permukaannya bersih, bilas dengan air bersih hingga tidak ada noda sabun yang menempel pada seprai dan kasur. Kemudian, keringkan area tersebut dengan kain bersih atau pengering rambut bagi yang memilikinya. Panas akan mempercepat air kering sehingga permukaan kasur tidak lembap.

    Apabila sudah kering, taburkan area tersebut dengan lapisan baking soda secukupnya.

    3. Keringkan

    Biarkan kasur mengering selama beberapa jam sesuaikan dengan bahan kasur yang dipakai. Penghuni rumah bisa mempercepat proses ini dengan menyalakan kipas angin atau membuka jendela. Setelah kering, bersihkan baking soda dari kasur dengan disapu atau menggunakan vacuum cleaner.

    Cara Menghilangkan Noda Bekas Ompol

    Biasanya setelah noda basah dan baunya hilang, beberapa saat kemudian akan muncul bekas basah pada permukaan kasur. Untuk menghilangkan bisa menggunakan cara berikut.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Kali ini bahan yang dipakai adalah baking soda yang dicampur dengan air, perbandingannya 3:1, ukurannya disesuaikan dengan luas noda di kasur. Pastikan bentuk larutan tersebut cukup kental.

    2. Oleskan ke Kasur

    Setelah itu, oleskan pasta tersebut pada bekas noda ompol. Ratakan menggunakan sikat bulu atau benda lain agar larutan baking soda tersebar merata. Tunggu selama 4 jam.

    3. Keringkan

    Fungsi dari baking soda adalah membersihkan noda dan menyerap bau pada permukaan kasur dan seprai. Setelah 4 jam apabila tidak ada perubahan, ulangi cara yang sama dengan waktu tunggu kali ini 4 jam lamanya. Pakai kipas angin untuk mempercepat prosesnya. Jika sudah kering, vakum area tersebut.

    Sebagai catatan, jika menggunakan baking soda masih belum hilang bau pesing dan nodanya, penghuni rumah bisa menggunakan cuka. Semprotkan cuka putih yang sudah disuling ke area tersebut. Bau cuka memang menyengat, tetapi akan hilang saat kasur mengering.

    Itulah cara menghilangkan bau pesing dan noda air kencing dari kasur. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah, Tempat Sampah Juga Perlu Dibersihkan Lho! Begini Caranya


    Jakarta

    Mungkin banyak yang mengira tempat sampah tidak perlu dibersihkan. Nyatanya, benda tersebut juga perlu dibersihkan lho sama seperti barang-barang lainnya.

    Walaupun digunakan untuk menampung sampah, tempat sampah tetap perlu dibersihkan agar tidak bau. Selain itu, tempat sampah yang kotor juga bisa mengundang tamu yang tak diinginkan, seperti serangga bahkan tikus.

    Dilansir dari Real Simple, Rabu (3/9/2025), berikut ini cara membersihkan tempat sampah, mulai dari tempat sampah di kamar mandi hingga di luar rumah.


    Tempat Sampah Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Ilustrasi tempat sampah kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Tempat sampah terkadang ada di kamar mandi untuk membuang tisu maupun pembalut. Biasanya, ukuran tempat sampah tersebut kecil.

    “Biasanya, tempat sampah kamar mandi berukuran cukup kecil sehingga bisa dibersihkan dengan kain lembap atau spons dan pembersih serbaguna. Namun, jika ada residu lengket, Anda mungkin perlu membilasnya dengan air hangat terlebih dahulu,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple.

    Tempat sampah di kamar mandi perlu didisinfeksi apabila penghuni rumah sakit. Biarkan disinfektan selama beberapa lama sebelum dilap bersih. Hati-hati ya kalau tempat sampahnya terbuat dari logam ketika disemprot disinfeksi karena bisa berkarat.

    Tempat Sampah Dapur

    In de zorgIlustrasi tempat sampah dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Tempat sampah di dapur wajib dibersihkan karena ada sisa-sisa makanan yang bisa saja mengundang serangga. Sebelum dibersihkan, pastikan sampah sudah kosong.

    Cara membersihkannya dengan menyemprotkan cairan pembersih terutama bagian dalamnya.

    “Gunakan larutan pembersih serbaguna baik di dalam maupun di luar kaleng menggunakan kain, sabut gosok, atau sikat gosok untuk menggosok permukaan secara menyeluruh, dengan fokus ekstra pada residu yang lengket,” kata Murphy.

    Setelah kotoran terangkat, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan pada botol. Ini akan membuatnya ekstra bersih sekaligus menghilangkan sumber bau.

    “Terakhir, biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah bersih,” tambah Murphy.

    Tempat Sampah di Luar Rumah

    Kalau ada tempat sampah yang ditaruh di luar rumah, ini juga harus dibersihkan. Membersihkan tempat sampah tersebut memiliki tantangan tersendiri karena biasanya sangat kotor dan terpapar cuaca. Belum lagi, ukurannya lebih besar dibandingkan tempat sampah di dapur maupun kamar mandi.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Pakai larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar tempat sampah, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    Setelah itu, bilas tempat sampah secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan cairan pembersih. Setelah dibilas, semprotkan disinfektan dan biarkan sesuai waktu yang disarankan dan biarkan kering dengan sendirinya.

    Itulah cara membersihkan tempat sampah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Bantal Harus Diganti? Ini 4 Tandanya


    Jakarta

    Bantal merupakan salah satu perlengkapan tidur yang pasti ada di kasur. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan sebagai alas kepala agar tidur jauh lebih nyaman.

    Banyak yang belum tau nih kalau pemakaian bantal juga ada waktu kedaluwarsanya lho. Bantal nggak bisa dipakai selamanya apalagi tanpa pernah dicuci. Apabila dibiarkan justru bisa memicu penyakit, seperti alergi.

    Umur pemakaian bantal memang tidak tertera jelas pada kemasan. Namun, ada ciri-ciri yang bisa jadi alat ukur apakah bantal yang digunakan masih layak atau tidak.


    Dilansir dari Daily Mail, disebutkan umumnya waktu pemakaian bantal berbeda-beda tergantung bahan yang digunakan. Bantal sintetis misalnya, biasanya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu jangka waktu pemakainya jauh lebih lama, yakni 2-3 tahun. Untuk bahan busa memori dapat bertahan 2-3 tahun, busa poli bertahan 2-3 tahun, bahan poliester bisa bertahan sekitar 2-4 tahun.

    Tanda-tanda Bantal Harus Segera Diganti

    1. Terdapat Noda

    Pada bahan apa pun, permukaan bantal seiring waktu bisa berubah warna. Perubahan ini akan terlihat jelas pada bantal berwarna putih. Penyebabnya bisa karena bekas air atau cairan, banyaknya debu yang menempel hingga pemudaran alami.

    Jika terdapat noda coklat, kemungkinan adanya pertumbuhan jamur pada bantal. Sedangkan jika noda bantal berwarna kuning, kemungkinan hal itu terjadi karena keringat malam. Pertumbuhan jamur ini berkembang karena lingkungan yang lembab akibat dari iklim, air liur, hingga keringat.

    Cara mencegah pertumbuhan jamur dengan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau mencuci dengan cuka. Pastikan membaca dulu petunjuk perawatan karena sebagian jenis bantal tidak memiliki penanganan yang sama.

    Setelah bersih pakai pelindung bantal atau ekstra sarung bantal agar tetap awet dan terhindar dari keringat atau air liur, tumpahan yang tidak disengaja, serangga, debu, dan kotoran.

    2. Kendur atau Rata

    Selain warna, perubahan pada bentuk juga tanda yang jelas bantal harus segera diganti. Bantal berguna untuk menopang otot seperti area leher dan bahu agar tidak sakit, perubahan pada bentuk bantal akan berpengaruh pada tubuh ditandai dengan nyeri dan pegal.

    3. Bantal Berbau

    Sebagai perlengkapan tidur, bantal harus bersih dan tidak berbau. Apabila tercium bau apek, bau keringat, atau bau tak sedap lainnya ada dua cara mengatasinya yaitu dibersihkan atau langsung ganti.

    Jika dua tanda sebelumnya ditambah bantal tersebut juga berbau, mau tidak mau bantal harus diganti. Jika bentuk dan warnanya masih aman, coba bersihkan. Caranya dengan mencuci dicampur detergen dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

    4. Bantal Tak Kembali ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara selanjutnya adalah coba menekuk bantal ke sisi yang sama sehingga luasnya jadi setengah. Bantal yang kondisinya masih bagus akan kembali ke bentuk semula. Sementara, jika kondisinya sudah menurun, biasanya akan tetap menekuk.

    Hal ini disebabkan oleh berkurangnya massa di dalam bantal tersebut. Tampilannya jadi lebih kempes. Ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni rata kembali, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    Itulah beberapa tanda bantal harus segera diganti. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bersihkan Noda Minyak yang Menempel di Meja Dapur


    Jakarta

    Saat memasak pasti ada saja kejadian minyak panas memercik ke mana-mana. Biasanya hal ini karena minyak terlalu panas atau ada air yang jatuh ke dalamnya.

    Cipratan tersebut bukan hanya perih dan panas saat terkena kulit, melainkan sulit juga dibersihkan saat menempel di meja. Terkadang sudah dibersihkan dengan kain basah pun tidak mengembalikan tampilan dan tekstur dari meja tersebut.

    Dilansir The Spruce ternyata air saja tidak cukup untuk membersihkan bekas percikan minyak yang menempel di meja, terutama noda yang membandel. Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan dan cara membersihkan yang cepat.


    1. Sabun Cuci Piring

    Bahan pertama yang bisa dipakai adalah sabun cuci piring. Hal ini terbukti ketika mencuci piring berlemak, sabun cuci piring bisa menghilangkan noda dan baunya dalam beberapa kali usap.

    Cara membersihkan noda minyak yang menempel pada meja dapur adalah dengan mencampur seperempat sendok teh sabun cuci piring ke dalam dua cangkir air hangat. Setelah tercampur, celupkan kain mikrofiber atau kain bersih. Gosok atau lap noda minyak tersebut dengan lembut agar tidak tercipta goresan pada meja. Jangan lupa keringkan dengan kain baru.

    Sabun cuci piring cocok untuk membersihkan noda minyak pada meja yang terbuat dari plastik, kuarsa, dan beton.

    2. Soda Kue

    Bahan kedua yang bisa dipakai adalah soda kue. Bahan ini disebut cocok untuk mengangkat noda minyak membandel yang mungkin sudah lama tidak dibersihkan.

    Caranya campurkan soda kue dengan beberapa tetes air hingga wujudnya mengental. Oleskan pada area yang bernoda, tutup dengan plastik pembungkus, dan diamkan semalaman atau hingga campuran tersebut mengering.

    Dengan begitu, soda kue dapat menyerap minyak dari meja dapur. Setelah itu, bersihkan soda kue tadi dengan kain lembap. Ulangi proses ini jika masih belum bersih. Cara ini cocok untuk meja marmer.

    3. Soda Kue dan Maizena

    Untuk membersihkan noda minyak yang menempel pada meja kayu, campuran soda kue dengan air tidak cukup. Campurkan pula dengan tepung maizena yang akan membantu menyerap minyak yang sudah meresap ke dalam kayu. Selain material kayu, bahan ini cocok untuk membersihkan meja berbahan granit.

    Itulah beberapa bahan yang bisa membersihkan noda minyak membandel pada meja, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com