Tag: detikproperti

  • 8 Tanaman Hias yang Bikin Rumah Wangi dan Segar, Ada Lavender-Melati


    Jakarta

    Agar rumah terasa wangi dan segar, penghuni bisa menggunakan cara alami yakni dengan memelihara tanaman hias. Sebab, ada sejumlah tanaman hias yang memiliki wangi semerbak.

    Selain bikin harum ruangan, wangi dari tanaman hias juga bisa memberikan efek menenangkan. Memelihara tanaman hias juga dapat mempercantik hunian sehingga tampak lebih indah dan estetis.

    Ingin tahu, apa saja tanaman hias yang memiliki aroma wangi dan segar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Punya Aroma Wangi

    Ada sejumlah tanaman hias yang memiliki aroma wangi sehingga cocok digunakan untuk pengharum ruangan alami. Dilansir situs Better Homes & Gardens dan Living Etc, berikut ini daftarnya.

    1. Melati

    Bunga melati.Foto: iStock/Photographer

    Melati merupakan salah satu tanaman yang populer dan banyak tumbuh di Indonesia. Ciri khas dari tumbuhan ini adalah memiliki bunga berwarna putih dan mengeluarkan aroma semerbak.

    Merawat melati terbilang cukup mudah karena bisa ditanam di tempat yang teduh dan minim cahaya matahari. Melati juga cocok ditanam di tanah yang tidak terlalu basah dan lembap.

    2. Rosemary

    Rosemary tuscan bisa menjadi opsi terbaik untuk mempercantik sekaligus mengharumkan ruangan. Selain itu, tumbuhan herbal ini memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan.

    Ciri khas dari rosemary tuscan yakni memiliki daun berwarna hijau tua dan mengeluarkan aroma kuat. Rosemary biasanya digunakan untuk teh, tapi juga bisa dicampur dengan bahan makanan.

    Agar tumbuh subur, rosemary sebaiknya diletakkan di ruang terbuka karena membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari. Penghuni juga bisa meletakkan rosemary di jendela atau teras rumah.

    3. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Tanaman hias yang satu ini sudah dikenal sejak lama dapat mengharumkan ruangan. Bahkan, wangi dari lavender dapat mengusir serangga seperti nyamuk dan lalat.

    Lavender dapat tumbuh subur di dalam ruangan, asalkan syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misalnya, lavender perlu mendapatkan cahaya matahari selama 6-8 jam sehari. Oleh sebab itu, tanaman ini sebaiknya diletakkan di dekat jendela.

    4. Mawar

    A field of beautiful colorful roses blooming in the garden.Foto: Getty Images/Aekprachaya Ayuyuen

    Selain melati, mawar merupakan salah satu tanaman hias yang juga populer di Indonesia. Mawar memiliki aroma yang harum semerbak sehingga dapat menyegarkan ruangan.

    Cara merawat mawar cukup dengan meletakkannya di tempat yang cukup sinar matahari. Pastikan tanah yang digunakan untuk menanam mawar dalam kondisi sebagian lembap agar tumbuh dengan baik.

    5. Gardenia

    Gardenia atau kacapiring bisa menjadi opsi terbaik untuk tanaman di dalam rumah. Sebab, bunganya yang berwarna putih memiliki aroma wangi dan segar. Bunganya yang terlihat cantik juga cocok digunakan untuk hiasan rumah.

    Merawat gardenia terbilang cukup mudah, cukup dengan mengganti pot secara berkala dan sering dipangkas agar tidak tumbuh terlalu besar.

    6. Oregano

    Oregano (Origanum vulgare) merupakan tanaman yang sering digunakan pada bumbu masak, khususnya masakan Mediterania dan Meksiko. Punya aroma cukup tajam dan khas, oregano ternyata juga bisa digunakan sebagai pewangi ruangan alami.

    Agar tumbuh subur, penghuni bisa menanam oregano di tempat yang terkena bawah sinar matahari penuh. Selalu siram oregano secara teratur tapi jangan terlalu berlebihan.

    7. Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.Foto: iStock

    Tanaman mint sering digunakan untuk membuat minuman kesehatan, salah satunya infused water. Tidak hanya menyegarkan tubuh, daun mint juga memiliki aroma yang khas sehingga dapat mengharumkan ruangan.

    Menanam mint ternyata juga mudah. Pastikan tanahnya dalam kondisi lembap tetapi jangan terlalu basah. Lalu, jangan terlalu banyak memberi pupuk karena dapat menghilangkan rasa dan aromanya.

    8. Lilac

    Satu lagi tanaman hias yang memiliki aroma wangi, yaitu lilac. Tanaman yang berwarna ungu kemerahan ini memiliki aroma wangi yang segar, sehingga dapat mengharumkan ruangan secara alami.

    Lilac termasuk tanaman yang dapat hidup dalam waktu lama, asalkan dirawat secara tepat. Tanaman ini dapat tumbuh subur dengan ditanam di bawah sinar matahari penuh selama 6 jam sehari. Siram lilac secara teratur, terutama ketika kondisi tanahnya sudah sangat kering.

    Itulah delapan tanaman hias yang punya aroma wangi dan segar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Daun Tanaman Tiba-tiba Menguning? Bisa Jadi Ini 5 Penyebabnya


    Jakarta

    Tanaman yang tumbuh subur dapat dilihat dari daunnya yang berwarna hijau. Artinya, tanaman tersebut dirawat sebaik mungkin dan mendapatkan nutrisi dari tanah secara optimal.

    Sebagai pemilik tanaman hias harus waspada dengan perubahan warna pada daun. Apabila warna daunnya berubah dari hijau tua menjadi kuning, maka menandakan ada masalah pada tanaman.

    Selain karena jarang dirawat, daun juga bisa menguning karena melakukan perawatan secara tidak benar. Ingin tahu penyebab daun berubah warna jadi kuning? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Daun Tanaman Jadi Menguning

    Dilansir situs Gardeners World, berikut sejumlah penyebab daun tanaman yang hijau jadi menguning:

    1. Kekurangan Air

    Faktor yang paling umum disebabkan oleh kekurangan air. Tanaman yang jarang disiram akan kesulitan untuk tumbuh dan mendapatkan nutrisi dari tanah.

    Biasanya, pemilik rumah suka lupa atau malas untuk menyiram tanaman, padahal kondisi tanah sudah sangat kering. Maka tak heran kalau tanaman hias jadi layu dan daunnya berubah jadi menguning.

    2. Terlalu Sering Disiram

    Tanaman yang terlalu sering disiram bukan berarti dapat tumbuh subur, tapi justru bisa merusak akarnya sehingga terjadi pembusukan. Kondisi ini membuat tanaman cepat layu serta perubahan warna pada daun menjadi kuning.

    Perlu diketahui, tidak semua tanaman hias perlu disiram secara rutin. Ada beberapa tanaman yang justru disiram sesekali saja, seperti lidah mertua dan kaktus.

    Pemilik tanaman juga perlu mengecek kondisi tanah untuk mengetahui apakah tanaman perlu disiram atau tidak. Jika masih lembap, sebaiknya tunggu 1-2 hari untuk disiram lagi.

    3. Kurang Mendapat Cahaya

    Selain disiram air, tanaman juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Dengan menempatkan tanaman di area yang minim cahaya maka dapat menghambat proses fotosintesis.

    Agar bisa menghasilkan klorofil dan energi, tumbuhan membutuhkan cahaya matahari. Maka dari itu, penting untuk menempatkan tanaman di area yang terpapar sinar matahari.

    Meski demikian, ada juga beberapa tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, seperti lidah mertua dan sirih gading. Jadi, pemilik dapat menempatkan tanaman ini di dalam rumah yang minim cahaya.

    4. Kekurangan Nutrisi

    Daun tanaman muda yang menguning bisa disebabkan karena kekurangan nitrogen, sedangkan daun yang menguning pada bagian tepinya kemungkinan besar dipicu oleh kekurangan kalium. Sementara itu, daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi.

    Sebagai informasi, nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk. Jika tanaman kekurangan nutrisi, sebenarnya masih bisa diatasi dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan sumber nutrisi tersebut.

    5. Akar Tanaman Tersumbat

    Satu lagi penyebab daun tanaman jadi menguning, yakni karena terjadi penyumbatan pada akar tanaman. Hal ini dapat terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot karena ukurannya terlalu kecil, sedangkan tanaman sudah tumbuh subur.

    Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memindahkan tanaman ke pot yang lebih luas. Bisa juga memindahkan tumbuhan ke tanah yang lebih lapang.

    Demikian lima penyebab daun tanaman jadi berwarna kuning. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ciri-ciri Stop Kontak yang Harus Segera Diganti, Bisa Dicek Tanpa Tukang



    Jakarta

    Stop kontak merupakan instalasi listrik yang berguna sebagai titik hubung antara peralatan elektronik dengan arus listrik di rumah. Masa pakai stop kontak cukup lama terutama apabila kondisinya masih bagus.

    Usia pemakaian stop kontak bisa singkat apabila menemukan tanda-tanda kerusakan. Hal tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang, tanpa perlu memanggil tenaga ahli.

    Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis tanda-tanda stop kontak harus diganti adalah ketika bagian lubang tempat masuknya steker ada yang meleleh, tidak lagi bulat sempurna.


    “Jadi di listrik itu namanya stop kontak, dia (steker dengan sub-connector di dalam stop kontak) kan harus menjepit. Nah jepitan itu harus kencang. Kalau nggak kencang itu bisa menimbulkan panas di area yang terpapar tadi (bahan stop kontak yang isolator biasanya terbuat dari plastik). Namanya plastik kan ada titik lebur. Ada panas, dia jadi seperti meleleh kadang-kadang,” jelas Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Apabila sudah meleleh, stop kontak harus segera diganti karena dapat menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

    “Harus diganti karena kalau semakin panas nanti bisa mengakibatkan kebakaran. Makanya material yang dipakai (stop kontak) itu (harus) fire retardant, plastiknya. Apa itu fire retardant? Jadi fire retardant itu adalah material plastik yang kalau dibakar lelehannya itu tidak menjadi sumber api,” ungkapnya.

    Penyebab Stop Kontak Meleleh

    Nurcholis menjelaskan alasan terjadinya panas berlebih di dalam stop kontak hingga menyebabkan dindingnya meleleh karena kualitas stop kontak yang kurang bagus sehingga ketika bertemu dengan ujung steker tidak pas dan menimbulkan celah serta panas berlebih.

    “Kalau menurut saya dari material sendiri yang kurang berkualitas. Jadi kan dia harus menjepit istilahnya. Nah jepitannya ini sudah mulai berkurang. Sudah aus,” ujarnya.

    Kemudian, kabel yang tidak sesuai standar seperti kabel tembaganya terlalu sedikit atau yang kapasitasnya tidak pas dengan arus listrik di rumah juga bisa menyebabkan stop kontak meleleh.

    “Ada pengaruhnya secara dialektika (penalaran). Pasti ada namanya drop voltage atau apa. Jadi ada juga pengaruhnya. Jadi material kabelnya juga harus bagus,” sebutnya.

    Ia membantah anggapan penyebab stop kontak rusak karena terlalu lama menyolokkan kabel di dalamnya.

    Cara memastikan stop kontak tersebut memiliki kualitas yang bagus minimal sudah memiliki logo SNI di produknya. Selain itu, pilih material yang benar-benar aman, yakni tahan terhadap api dan arus listrik. Nurcholis menyebut bahan stop kontak yang bagus adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC dan di dalamnya terdapat kuningan.

    Itulah tanda-tanda dan cara mencegah stop kontak rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Stop Kontak Abal-abal Berisiko Korsleting, Begini Tips Pilih yang Aman


    Jakarta

    Pemilihan jenis stop kontak biasanya diserahkan kepada arsitek atau designer interior, padahal pemilik rumah juga harus terlibat lho. Sebab, stop kontak bukan hanya salah satu item dekorasi rumah, melainkan instalasi listrik yang harus aman digunakan.

    Bagi yang belum pernah membeli stop kontak sebelumnya dan butuh bantuan, Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis membagikan sedikit tips ketika hendak memilih stop kontak yang cocok dan aman untuk di rumah.

    Cara Memilih Stop Kontak yang Aman

    1. Sudah Berstandar SNI

    SNI merupakan singkatan dari Standar Nasional Indonesia. Standar ini diberikan kepada produk-produk lokal dan impor yang telah memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sehingga tidak akan membahayakan pemakainya. Untuk mengetahui produk tersebut sudah lolos SNI adalah dengan melihat logo SNI pada kemasannya.


    2. Pilih Material yang Isolator

    Sebagai penghubung antara perangkat elektronik dan arus listrik, bagian luar stop kontak harus bersifat isolator, yakni tahan terhadap panas dan tidak menghantarkan listrik. Material ini aman apabila dipegang, ditekan, dan disentuh.

    Contoh material isolator yang bagus dan aman dipakai untuk stop kontak adalah plastik. Nurcholis menyebutkan spesifikasi plastik yang digunakan adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC.

    “Dia lebih tahan terhadap scratch, jadi tahan goresan. Terus dia lebih tahan terhadap perubahan warna. Kan dulu ada yang warna putih, tiba-tiba jadi kuning kalau kena UV,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    3. Bagian Dalamnya Terdiri dari Kuningan

    Bukan hanya bagian luar yang harus bagus, bagian dalam juga harus memakai material yang aman. Nurcholis mengatakan material yang dipakai di dalam adalah kuningan karena menghantarkan arus dengan baik.

    “Material di dalamnya itu pakai brush atau kuningan, campuran dengan tembaga gitu, di mana tembaga adalah penghantar arus yang baik. Tidak ada kemungkinan connectornya itu jadi berkarat. Kan kalau misalnya kita pasang di dinding, tiba-tiba dindingnya lembab, dalamnya kan ada kayak air gitu, nah stop kontaknya mungkin jadi berkarat. Nah itu kita mengurangi itu,” terangnya.

    4. Jangan Membeli Stop Kontak Bekas

    Nurcholis melarang keras pemakaian stop kontak bekas karena tidak ada yang bisa memastikan kualitasnya. Sebab, barang baru saja bisa rusak, apalagi yang sudah dipakai.

    5. Pilih Desain Stop Kontak

    Seperti yang disebut sebelumnya, stop kontak saat ini menjadi salah satu item dekorasi rumah yang perlu disesuaikan dengan tema interior. Desainnya pun semakin beragam dengan berbagai warna. Selain itu, Pastikan stop kontak tersebut sudah dilengkapi dengan fitur anti setrum, yakni saat salah satu lubang ditekan dengan benda apa pun, tidak akan mengalirkan listrik. Jadi ketika anak iseng dan tanpa pengawasan memasukkan pulpen, sendok, sedotan, atau benda panjang dan ramping lainnya ke dalam salah satu lubang stop kontak, akan tetap aman tanpa tersetrum. Namun, apabila benda tersebut mencolok kedua lubang bersamaan tetap ada potensi tersetrum.

    Itulah tips memilih stop kontak di rumah yang aman, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Saklar Lampu Sering Panas Pertanda Ada Kerusakan, Harus Segara Diganti



    Jakarta

    Sakelar berguna untuk menghidupkan dan mematikan lampu di rumah. Permukaan sakelar umumnya memakai material yang bersifat isolator agar arus listrik dan panasnya tidak terasa hingga ke permukaannya. Lantas, jika sakelar lampu terasa panas, apa penyebabnya?

    Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis sakelar lampu yang sering panas berarti kapasitasnya tidak sesuai dengan besar daya lampu yang dipakai di rumah tersebut.

    Nurcholis menjelaskan saat ini standar sakelar sudah berubah dari yang semula. Kebanyakan sakelar dulu hanya bisa membantu untuk mengoperasikan lampu maksimal 2.200 watt, sekarang sudah mencapai 3.200 watt.


    Apabila kapasitas listrik tersebut tidak sesuai dengan kemampuan sakelar yang terjadi adalah muncul panas berlebih yang terasa hingga ke bagian luar.

    “Secara material, konektor. Dia kan cetek, nempel. Nah nempelnya ini mungkin kurang kencang, jadi menyebabkan dia itu seperti membara. artinya resistannya tinggi, pambatannya tinggi, jadi dia lebih panas, mengakibatkan panas, dan itu bisa terbakar,” kata Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

    Apabila kedua masalah tersebut dapat diatasi sakelar tidak akan pernah menghasilkan panas. Selain itu, Nurcholis juga membantah bahwa lampu yang menyebabkan saklar panas. Selama kapasitas sakelar mampu memberi perintah kepada banyak lampu yang memiliki daya ribuan, tidak akan ada panas yang terasa.

    “Yang harus diganti adalah sakelarnya, bukan lampunya. Dengan kapasitas yang lebih besar. Ampernya harus kita pilih yang paling besar,” tegasnya.

    Itulah penyebab saklar panas ketika digunakan, semoga membantu untuk mengetahui tanda masalah pada kelistrikan di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Hal Ini Bisa Bikin Laba-laba Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan laba-laba terkadang bisa mengganggu para penghuni rumah. Belum lagi, hewan tersebut kerap membuat sarang yang bisa membuat ruangan terkesan tidak terawat.

    Laba-laba tidak begitu saja datang ke rumah. Ada beberapa hal yang bisa menarik mereka untuk datang ke rumah. Apa itu?

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Tempat Sampah Terbuka

    Lalat biasanya mengerubungi sampah makanan. Hal ini tentu bisa menjadi sumber makanan bagi laba-laba yang merupakan insektivora atau pemakan serangga.

    Dikutip dari The Spruce, kalau rumah tidak ingin disambangi laba-laba, sebaiknya penghuni pastikan sudah membuang sampah di tempat sampah yang tertutup, apalagi kalau sampah makanan. Selain itu, jangan tinggalkan dus-dus kosong karena bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba.

    2. Pintu dan Jendela Rumah yang Terbuka

    Hal ini bisa menjadi salah satu cara masuk laba-laba ke dalam rumah. Belum lagi, rumah bisa menjadi tempat yang pas bagi laba-laba untuk berlindung dari cuaca panas maupun hujan.

    Maka dari itu, penting untuk menutup celah di sekitar jendela dan pintu, termasuk retak pada fondasi.

    3. Tidak Rutin Membersihkan Rumah

    Rumah yang kotor dan berantakan bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba. Dilansir dari Real Simple, bagian-bagian rumah seperti pilar dan sudut ruangan harus dibersihkan untuk menghindari adanya sumber makanan serta tempat berkembang biak laba-laba.

    4. Terlalu Banyak Tanaman di Dalam Rumah

    Memiliki tanaman di rumah memang baik karena bisa membuat ruangan tampak asri dan indah. Namun kalau terlalu banyak justru bisa menjadi tempat berkembang biak laba-laba.

    “Di dalam rumah, laba-laba cenderung tidak menghadapi predator yang biasanya mengancam mereka di lingkungan luar, sehingga ruangan dalam [dan tanaman indoor] menjadi habitat jangka panjang yang menarik,” ujar pendiri perusahaan pest control, Pestie, Matt Rogers, dikutip dari Real Simple.

    5. Menyalakan Lampu Luar Rumah

    Menyalakan lampu luar rumah pada malam hari memang bisa memberikan rasa aman. Tapi hal itu bisa mengundang serangga lain yang menjadi sumber makanan laba-laba.

    Roger menyarankan untuk menggunakan lampu yang menyala berdasarkan sensor atau waktu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin laba-laba masuk ke rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Jelaskan Alasan Listrik di Rumah Suka Tiba-tiba Turun



    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap terjadi pada kelistrikan di rumah adalah listrik turun atau jepret. Umumnya hal ini terjadi tiba-tiba, tanpa ada peringatan listrik akan mati.

    Kondisi ini biasanya hanya sementara, listrik tetap bisa dihidupkan kembali. Namun, kejadian ini tentu mengganggu karena bisa saja saat kejadian di rumah tersebut sedang sibuk memanggang, mencuci, atau menggosok. Kegiatan tersebut jadi tertunda karena listrik perlu dinyalakan kembali.

    Selain itu, dari sisi keselamatan ternyata listrik yang terlalu sering turun juga bisa menyebabkan kebakaran lho. Hal ini diungkapkan oleh Spesialis Keselamatan Listrik sekaligus Dosen Kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji.


    “Kalau yang cepat itu ada yang koslet. Koslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” kata Damar saat ditemui di Talkshow dan Peluncuran Alat Kerja Kelistrikan dari Bosch Power Tools, Kemayoran, Jakarta, ditulis Jumat (19/9/2025).

    Damar mengatakan penyebab listrik sering turun cukup beragam dan umumnya karena kerusakan pada sistem atau penggunaan listrik yang berlebihan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang menyebabkan listrik sering turun.

    1. Beban Berlebih

    Setiap rumah memiliki jumlah pemakaian listrik berbeda-beda. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya rumah tersebut luas dan banyak perangkat elektronik yang perlu digunakan setiap saat. Jika kondisinya seperti itu kebutuhan listriknya tentu cukup besar.

    Listrik turun ini disebabkan listrik yang akan digunakan lebih besar daripada kemampuan daya listrik yang sudah terpasang di rumah. Oleh karena itu ketika pemilik rumah memakai banyak perangkat listrik yang menyedot listrik besar di waktu bersamaan, potensi listrik turun juga sangat besar.

    Solusinya adalah kurangi pemakaian listrik atau pemakaian perangkat elektronik dilakukan bergantian. Bisa juga dengan menambahkan watt listrik di rumah agar kapasitas listrik semakin besar.

    2. Isolasi Kabel Longgar

    Kualitas kabel dan instalasi kelistrikan di rumah sangat berpengaruh pada keamanan. Damar mengatakan apabila terdapat kabel yang isolasinya rusak dan longgar dapat menyebabkan kebocoran arus listrik. Hal ini yang bisa menyebabkan listrik turun.

    Untuk mengatasi listrik yang sudah bocor, bagian yang rusak tersebut harus segera diganti. Proses perbaikannya harus dilakukan oleh ahli atau pihak PLN. Jangan sekali-kali nekat untuk memperbaiki kabel yang rusak sendiri karena cukup berbahaya. Dibutuhkan alat khusus yang memiliki isolator yang bagus agar listrik tidak menyambar ke arah seseorang.

    Apakah Listrik Turun Boleh Langsung Dihidupkan Kembali?

    Damar menjelaskan tidak masalah jika listrik yang sudah turun dihidupkan kembali dalam jangka waktu yang cepat. Namun, apabila setelah itu listrik kembali mati dan terjadi berulang kali dalam waktu sejam, lebih baik langsung hubungi tenaga ahli untuk mengecek dan memperbaikinya.

    Itulah beberapa penyebab listrik turun atau jepret dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 4 Masalah Listrik yang Sering Terjadi di Rumah


    Jakarta

    Bukan cuma maling, masalah pada kelistrikan di rumah juga bisa menimbulkan bahaya baik dari harta dan keselamatan jiwa. Penting untuk mengetahui apa saja kemungkinan kecelakaan yang terjadi akibat masalah pada kelistrikan di rumah.

    Umumnya masalah kelistrikan di rumah yang sering terjadi adalah korsleting. Benar, itu salah satunya. Ada masalah-masalah lain yang mungkin tidak disadari dan tidak disangka akan menjadi ancaman bagi keselamatan.

    Spesialis keselamatan listrik sekaligus Dosen Kelistrikan di Politeknik Negeri Jakarta, A Damar Aji, menyebutkan beberapa masalah pada kelistrikan yang sering ditemukan di rumah, yaitu:


    1. Masalah pada Instalasi Kelistrikan yang Sudah Tua

    Instalasi listrik di rumah perlu rutin dicek dan dirawat. Apabila tidak, banyak bagian dari instalasi listrik di rumah yang akan rusak seperti kabel terkelupas atau kabel sobek. Hal ini dapat menyebabkan aliran listrik tidak stabil dan memicu korsleting listrik.

    2. Cara Penyambungan Kabel yang Tak Benar

    Cara pemasangan kabel pada instalasi listrik di rumah harus tertutup atau terisolasi dengan material yang tidak menghantarkan listrik. Kemudian, setiap kabel tidak ada yang tergencet apalagi tertumpuk. Semua dipasang dengan dengan rapi dan tertata.

    Pemasangan kabel yang menumpuk dan berantakan dapat menimbulkan panas. Hal ini dapat menyebabkan lapisan isolasi meleleh seiring waktu.

    Damar mengatakan pemakaian kabel dengan stop kontak lebih dari satu atau extension socket juga tidak dianjurkan. Misalnya dalam satu extension socket digunakan untuk kulkas, oven, dan penanak nasi, cara penggunaan kabel seperti ini dapat menyebabkan kebocoran arus.

    “Kebocoran arus itu akibat isolasinya gagal. Nah kita harus tahu isolasi itu seperti kita pakai sepatu nih karena tegangan dengan lantai itu ada beda potensial. Itu bisa lewat kita (kasih efek) kalau kita tanpa alas kaki. Jadi sebaiknya kalau di rumah, pakai alas kaki (sebagai isolator),” jelas Damar saat ditemui di Talkshow dan Peluncuran Alat Kerja Kelistrikan dari Bosch Power Tools, Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (17/9/2025).

    3. Korsleting Listrik

    Korsleting listrik umumnya disebabkan karena adanya kerusakan pada isolasi kabel, ada sambungan listrik yang longgar, dan terjadi lonjakan arus pendek.

    “Kalau yang cepat itu ada yang korslet. Korslet itu ada yang ketemu kabel dengan kabel. Itu bisa bikin kebakaran,” kata Damar.

    4. Listrik Turun

    Kejadian listrik tiba-tiba mati tetapi setelah MCB dinyalakan, listrik akan kembali seperti semula disebut dengan listrik turun atau jepret. Penyebabnya adalah isolasi kabel yang tidak baik atau sudah rusak dan kelebihan beban pemakaian. Listrik yang turun berulang kali dalam waktu yang berdekatan juga bisa menyebabkan korsleting listrik.

    Itulah masalah-masalah pada kelistrikan di rumah yang harus diwaspadai, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jaga Furnitur Kayu biar Awet dan Kinclong


    Jakarta

    Pemilik rumah yang mempunyai furnitur kayu perlu merawat dan menjaganya sebaik mungkin. Hal ini penting kalau mau perabotan itu awet dan tetap terlihat indah.

    Desainer objek dan interior Hendro Hadinata mengatakan furnitur merupakan benda yang seharusnya tahan lama dan bisa diberikan kepada generasi selanjutnya. Namun, pemakaian furnitur memang perlu dijaga.

    Bagaimana cara menjaga furnitur kayu agar tetap awet dan kinclong? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Menjaga Furnitur Kayu

    Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan agar furnitur kayu tetap terjaga menurut desainer.

    1. Bersihkan Secara Berkala

    Menurut Hendro, perawatan furnitur kayu pada dasarnya bisa dengan menjaga kebersihannya. Ia menganjurkan untuk membersihkan furnitur secara berkala sesuai kebutuhan.

    “Ada baiknya kita bersihkan furnitur secara menyeluruh. Misalnya kita sering bersihkan dengan kain yang lembap. Kalau mau, dikasih detergen ringan misalnya pembersih piring. Kemudian dibilas dengan kain lembap,” ujar Hendro kepada detikProperti dalam acara Indonesia Design Week Exhibition di Indonesia Design District, PIK2, Selasa (16/9/2025).

    2. Semir Enam Bulan Sekali

    Selanjutnya, furnitur kayu juga perlu rutin dirawat menggunakan produk pembersih khusus furnitur atau semir setiap enam bulan sekali. Caranya cukup dengan mengoleskan produk tersebut menggunakan kain.

    3. Hindari Benturan

    Pemilik perlu berhati-hati ketika menggunakan furnitur kayu. Hindari benturan keras pada furnitur untuk menjaga bentuknya.

    “Furnitur itu mesti dipakai selayaknya, jangan sering tertabrak benda keras,” ucapnya.

    4. Letakkan Sesuai Peruntukan

    Terakhir, pastikan untuk meletakkan furnitur kayu di tempat yang sesuai peruntukannya. Perhatikan label furnitur untuk mengetahui penggunaannya bisa di dalam atau di luar ruangan.

    “Furnitur yang memang dilabeli indoor dia nggak bisa direct kena sinar matahari, atau furnitur yang tidak bisa kena hujan secara terus menerus itu harus ditaruh di posisi yang lebih aman,” kata Hendro.

    “Kalau memang buat outdoor ya harus beli yang benar-benar outdoor yang (aman) kena direct sinar matahari dan direct kena hujan,” sambungnya.

    Itulah tips untuk menjaga furnitur kayu tetap awet, kinclong, dan indah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Bidet Kloset Beserta Tips Pakainya


    Jakarta

    Setelah buang air, pengguna kamar mandi biasanya akan membersihkan diri menggunakan air. Air itu disemprotkan menggunakan alat yang disebut bidet.

    Bidet adalah alat sanitasi untuk membersihkan sisa kotoran setelah buang air. Alat ini sering ditemukan di sejumlah negara di Eropa dan Asia.

    Ada beragam bentuk bidet yang cara menggunakannya pun berbeda. Bahkan, beberapa sangat canggih, bisa menyemprotkan air hangat.


    Apa saja jenis-jenis bidet? Simak ulasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Bidet

    Inilah jenis-jenis bidet dikutip dari laman health, Kamis (18/9/2025).

    1. Jet Spray

    Ilustrasi desain kamar mandi.Ilustrasi desain kamar mandi. Foto: iStock

    Jenis bidet yang sering ditemui di Indonesia biasa disebut jet spray. Alatnya berbentuk selang dengan kepala pancuran dan terpisah dari kloset. Pengguna mesti menjangkau genital dan anus dengan perangkat tersebut.

    2. Bidet Bawaan

    toiletIlustrasi bidet bawaan. Foto: (Wahyu/detikTravel)

    Lalu, ada bidet elektrik yang sudah bawaan, posisinya berada di bawah dudukan kloset. Bidet ini tidak memakan ruang kamar mandi. Area yang dapat dibersihkan mungkin terbatas karena alat tersebut terpasang pada dudukan toilet.

    3. Bidet Terpisah

    Beautiful Large Bathroom in Luxury Home with double sink, bathtub and bidetBidet terpisah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Mariakray

    Ada juga bidet berukuran agak besar seperti wastafel yang terpasang di sebelah kloset sehingga cukup memakan ruang. Pengguna kamar mandi harus berpindah dari toilet ke bidet untuk menggunakannya.

    Tips Pakai Bidet

    Meski membersihkan diri menggunakan air sangat dianjurkan, caranya pun harus benar agar lebih higienis. Berikut ini tipsnya.

    1. Bersihkan dari Arah Depan ke Belakang

    Pastikan untuk menyemprotkan air dari depan ke belakang. Cara ini akan menghindari bakteri dari kotoran BAB mengenai uretra sehingga mencegah penyakit akibat infeksi.

    2. Bersihkan Bidet secara Rutin

    Untuk meminimalisir penyebaran bakteri, bersihkan atau desinfeksi bidet secara rutin terutama pada kamar mandi umum. Bersihkan bidet genggam atau jet spray dengan kain atau tisu toilet sebelum menggunakannya.

    3. Lap Setelah Menggunakan Bidet

    Setelah menggunakan bidet, lap area genital dan anus. Ini membantu memastikan semua kotoran feses, darah menstruasi, atau urin tidak tersisa.

    Itulah jenis-jenis bidet dan tips pakainya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com