Tag: detikproperti

  • Jangan Asal Buang 6 Sampah Ini ke Wastafel, Bisa Bikin Mampet


    Jakarta

    Saluran pembuangan di rumah tidak boleh kotor agar tidak terjadi penyumbatan. Namun, terkadang ada saja kebiasaan penghuni rumah yang menganggap remeh sampah-sampah kecil dan asal membuangnya ke saluran.

    Sampah-sampah yang terkadang dibiarkan adalah sisa makanan. Penghuni rumah biasanya malas memisahkan sisa makanan dan langsung membuangnya ke dalam lubang bak cuci piring atau wastafel saat mencuci piring.

    Jangan menganggap sampah-sampah yang sudah masuk ke lubang pembuangan bisa hancur atau terbuang langsung ke selokan. Sebab, sisa makanan tersebut berpotensi tersangkut pada dinding saluran pembuangan dan menghalangi jalur pembuangan.


    Salah satu solusinya adalah melengkapi lubang wastafel dengan alat penyaring benda padat sehingga yang bisa terbuang hanya cairan saja. Namun, apabila cairan tersebut bercampur minyak atau bahan yang menggumpal, cairan tersebut juga tidak aman dibuang melalui wastafel.

    Untuk lebih jelasnya, dilansir Real Simple berikut beberapa sampah yang tidak boleh dibuang ke wastafel atau bak cuci piring.

    1. Bekas Tepung

    Tepung merupakan bahan masakan yang dapat menggumpal ketika ditambahkan air. Tekstur ini yang berbahaya apabila dibuang ke saluran pembuangan karena bisa saja menempel pada dinding pipa pembuangan dan tidak bisa larut meskipun berkali-kali terkena air.

    Apabila habis membuat adonan tepung untuk menggoreng kentang, ayam, atau pisang goreng, sebaiknya buang adonan tepung di tempat sampah, bukan ke saluran pembuangan langsung.

    2. Ampas Kopi

    Sama seperti adonan tepung, ampas kopi juga bisa berbahaya apabila dibuang langsung ke saluran pembuangan. Sebab, ampas tersebut tidak benar-benar larut dan hancur ketika ditambahkan air. Sebaiknya ampas kopi dibuang ke tempat sampah, bukan ke wastafel.

    3. Bekas Sayur

    Setelah makan, biasanya ada sisa sayur yang tidak dimakan dan berencana dibuang. Ingat, sampah bekas sayur, buah, atau bekas makanan yang padat jangan dibuang ke wastafel. Meskipun bahan tersebut organik, tidak ada yang bisa memastikan bekas sayur bisa cepat hancur jika dibuang ke dalam lubang.

    4. Minyak dan Lemak

    Seperti yang disebut sebelumnya cairan yang sudah tercampur dengan minyak sebaiknya tidak dibuang ke pembuangan wastafel. Sebab, membuang lemak, minyak, dan lemak padat ke saluran pembuangan dapat menyumbat pipa.

    “Zat-zat ini dapat mengeras dan menyumbat pipa yang mengakibatkan penyumbatan parah pada pipa dan sistem pembuangan limbah umum,” kata Shlomo Cherniak, pemilik Cherniak Home Services di Baltimore, seperti yang dikutip, pada Selasa (23/9/2025).

    5. Stiker

    Saat membeli buah, biasanya ada stiker yang menempel di kulitnya. Ingat ya, jangan membuat stiker ini di saluran pembuangan karena dapat menyebabkan penyumbatan.

    6. Kulit Telur

    Kulit telur merupakan sampah yang rapuh tapi tidak mudah hancur apalagi membusuk. Membuat kulit telur ke dalam saluran pembuangan justru bisa merusak pipa dan menyebabkan penyumbatan.

    Untuk membuang kulit telur sebaiknya dijadikan pupuk kompos atau bahan untuk mencegah tikus dan cicak masuk ke rumah.

    7. Bahan Pembersih Kimia

    Hati-hati ketika membuang cairan pembersih kimia atau mencuci botol semprotannya di wastafel atau bak cuci piring. Cairan tersebut dapat merusak pipa dan merusak lingkungan. Sebaiknya, bawa pembersih ke tempat pembuangan limbah berbahaya.

    “Banyak pembersih rumah tangga mengandung bahan kimia korosif yang dapat merusak pipa dan membahayakan sistem septik,” kata Leman.

    Itulah beberapa sampah yang sebaiknya tidak dibuang ke wastafel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Kipas Angin Dibersihkan Setiap Minggu? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Kipas angin merupakan salah satu barang di rumah yang paling cepat kotor. Apalagi jika digunakan setiap hari, debu dan kotoran yang tebal dapat menempel di bilah dan rangka kipas angin.

    Oleh sebab itu, pakar kebersihan menyarankan untuk membersihkan kipas angin secara berkala. Terutama jika kamu tinggal di tempat yang berdebu, maka kipas angin bakal lebih cepat kotor.

    Namun, perlukah membersihkan kipas angin setiap minggu? Simak penjelasan pakar kebersihan dalam artikel ini.


    Perlukah Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, pakar kebersihan Kayla Molina mengatakan membersihkan kipas angin bisa dilakukan setiap bulan. Lebih dari itu, akan banyak debu dan kotoran yang menumpuk di kipas angin.

    Apabila cuaca sedang panas dan kamu harus menyalakan kipas angin setiap hari, Molina menyebut tidak masalah jika harus membersihkan kipas angin lebih sering, bahkan dilakukan setiap seminggu sekali.

    “Menurut saya, jika Anda punya waktu untuk membersihkan bilah kipas angin seminggu sekali selama musim panas, itu tidak akan menjadi masalah,” kata Molina.

    Menurut Molina, membersihkan kipas angin secara berkala dapat membantunya berfungsi dengan baik dan efisien. Jika debu dan kotoran sudah menumpuk maka putaran kipas angin tidak akan kencang.

    “Kadang-kadang kipas angin yang kotor dapat menyebabkan masalah pada motor, sehingga dapat menimbulkan suhu panas dan memperpendek umur kipas angin,” ucapnya.

    Tidak hanya merusak komponen motor, kipas angin yang jarang dibersihkan dapat menyebarkan debu dan kotoran ke seluruh ruangan. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada penghuni rumah karena menghirup debu.

    “Lebih penting lagi, pastikan kipas angin Anda tidak menyebabkan penyebaran debu dan alergen lainnya di rumah yang dapat memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan lainnya,” jelas Molina.

    Cara Praktis Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu

    Dikutip dari The Spruce, berikut cara praktis membersihkan kipas angin setiap minggu:

    1. Matikan Kipas Angin

    Langkah pertama adalah mematikan kipas angin terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mencabut colokan dari stop kontak.

    2. Bersihkan Debu di Kipas Angin

    Tidak perlu membongkar kipas angin saat membersihkannya setiap seminggu sekali. Cukup dibersihkan dengan pengering rambut guna menghempaskan debu yang menempel di bilah dan kerangka kipas angin.

    Saat menggunakan pengering rambut, atur jarak sekitar 15 cm agar bisa efektif membasmi debu dan kotoran. Jangan lupa bersihkan bagian belakang kipas angin karena rentan kotor.

    3. Sedot Debu di Kipas Angin

    Jika masih ada debu-debu yang menempel, kamu bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkannya. Disarankan memakai vacuum cleaner genggam atau yang berukuran kecil agar lebih praktis.

    4. Lap Kipas Angin

    Langkah terakhir, lap kipas angin menggunakan kain microfiber kering, terutama pada bagian rangka penutup dan kaki-kaki. Cara ini dilakukan agar kipas angin terlihat lebih bersih.

    Itulah alasan kipas angin perlu dibersihkan setiap minggu menurut pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Nyalakan AC Seharian Non Stop, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Penghuni rumah di iklim tropis seperti Indonesia sering kali merasa panas dan gerah. Tak jarang menyalakan AC menjadi solusi andalan. Namun, jangan sampai kebablasan menyalakan AC seharian non stop ya.

    Dilansir dari SoCool, menyalakan AC dengan kekuatan penuh selama 24 jam tidak direkomendasikan. Hal ini justru menghabiskan banyak energy, mengurangi efisiensi, hingga merusak AC.

    Sebaiknya pasang suhu dengan temperatur yang masuk akal dan memberi jeda AC istirahat beberapa kali seharian. Cara pakai seperti ini akan mengurangi tagihan listrik dan memperpanjang masa pakai AC.


    Jika penghuni rumah membiarkan AC menyala seharian tanpa henti, ada berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Berikut ini dampak buruk menyalakan AC seharian.

    Dampak Menyalakan AC Seharian

    Inilah dampak kalau menyalakan AC seharian non stop.

    1. Tagihan Listrik Membengkak

    Sebagian masyarakat percaya menyalakan AC seharian dapat menghemat energi karena mesin tidak perlu kerja keras untuk mendinginkan ruangan. Padahal, AC menguras banyak listrik semakin lama dipakai sehingga tagihan listrik menjadi membengkak.

    2. Masa Pakai Berkurang

    Masa pakai AC umumnya bertahan selama 10-12 tahun. Namun, masa pakai tersebut dapat berkurang kalau AC dinyalakan secara terus-menerus. Sistem AC mengalami tekanan berlebihan sehingga meningkatkan risiko kerusakan.

    3. Filter Udara Tersumbat

    AC mempunyai filter udara untuk menyaring kotoran. Kalau AC nyala seharian, semakin banyak kotoran yang menyumbat filter tersebut. Jika filter tidak rutin diganti, kualitas udara di dalam rumah akan menurun.

    4. Korsleting Listrik

    Selain itu, menyalakan AC seharian non stop bisa membuat kabel listrik terlalu panas. Kondisi seperti itu berpotensi menimbulkan korsleting listrik, bahkan kebakaran.

    5. Gangguan Kesehatan

    Berlama-lama di ruangan ber-AC pun tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah. Mereka bisa mengalami gangguan kesehatan seperti sakit tenggorokan, kulit kering, dan alergi.

    AC yang terlalu sering dipakai biasa filter yang tersumbat. Debu dan polutan akan terhirup penghuni rumah sehingga dikhawatirkan menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Biar Cat Dinding Awet dan Nggak Gampang Kusam


    Jakarta

    Salah satu masalah yang muncul pada dinding adalah warna cat yang memudar. Normalnya warna cat yang memudar terjadi setelah dipakai dalam jangka waktu lama, tetapi ditemukan pula ada yang memudar sebelum setahun diaplikasikan.

    Hal ini tentu merusak tampilan rumah karena jadi tampak kusam, tidak terurus, dan kotor. Selain itu dari segi biaya, pengecatan kembali pasti tidak murah karena cat yang lama harus dibersihkan dahulu baru kemudian dicat ulang.

    Penyebab paling umum cat dinding memudar adalah paparan sinar UV, perubahan suhu, hingga kualitas cat yang kurang bagus.


    Beruntungnya, masalah seperti ini bisa dicegah sehingga cat dinding dapat tahan lama. Dilansir A New Leaf Painting berikut caranya.

    1. Pakai Cat yang Sesuai

    Jenis cat ada beberapa macam, umumnya cat indoor dan outdoor. Kemudian, bisa dibedakan pula dengan hasil akhirnya, yakni matte dan glossy. Untuk bagian dalam rumah (indoor) bisa memakai cat dengan hasil akhir matte. Tampilannya halus dan tidak memantulkan cahaya. Sebaliknya untuk area outdoor memakai cat glossy yang permukaan kesat dan berkilau saat terkena cahaya.

    2. Pilih Cat Berkualitas

    Kunci kedua adalah pakai produk cat dinding yang berkualitas, jangan yang abal-abal. Meskipun mahal, pikirkan dampak ke depannya, kita tidak perlu sering mengecat ulang karena warnanya yang tahan lama dan minim perawatan. Keunggulan cat yang berkualitas adalah tahan terhadap sinar UV sehingga tak cepat pudar.

    3. Batasi Paparan Sinar Matahari ke Dalam Rumah

    Dinding bagian dalam rumah harus terlindungi dari sinar UV matahari baik. Caranya dengan membatasi paparan sinar matahari yang masuk ke dalam rumah dengan menutup jendela dengan gorden atau tirai.

    Semakin sedikit cahaya yang masuk ke ruangan, semakin kecil kemungkinan cat memudar. Penghuni rumah bisa menutup jendela saat meninggalkan ruangan.

    4. Hindari Warna Cat yang Cerah

    Ternyata pemilihan warna cat juga berpengaruh pada tingkat pemudarannya. Warna-warna yang cerah seperti kuning, oranye, dan merah disebut lebih cepat pudar dibandingkan warna netral.

    5. Cat Dinding Berlapis-lapis

    Trik terakhir adalah cat dinding lebih dari 2 lapis, terutama untuk warna yang cerah dan netral. Fungsinya bukan hanya membuat warna lebih kelihatan, bisa juga untuk mencegah pemudaran. Namun, jumlah lapisannya tetap harus sesuai dengan standar, jangan terlalu dilebih-lebihkan.

    Itulah cara mencegah warna cat dinding pudar akibat paparan sinar matahari. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Benda yang Harus Dijauhkan dari Kompor, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Ketika sedang memasak, keamanan adalah nomor satu. Jangan sampai ketika memasak muncul titik api yang dapat menyebabkan kebakaran atau ada barang yang rusak karena sering terpapar panas.

    Untuk mencegah hal tersebut, kita harus berhati-hati ketika berada di dekat sumber api, yakni kompor dan gas. Pastikan area tersebut aman dari barang-barang yang mudah terbakar atau tak tahan api. Dilansir Real Simple, berikut benda-benda yang sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor.

    Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

    1. Bahan Plastik

    Plastik merupakan material yang mudah meleleh ketika terkena api dan panas yang tinggi. Material plastik tidak bisa lepas dari barang-barang di dapur, sebagai contoh tempat minyak, centong, hingga piring yang berisi bahan makanan yang akan dimasak. Perabotan dari plastik sebaiknya diletakkan jauh dari kompor untuk mencegah risiko kebakaran.


    2. Kain

    Di dapur kotor pasti ada satu kain yang tergeletak di dekat kompor. Fungsinya untuk membersihkan cairan atau minyak yang berserakan saat memasak. Ketika meletakkan kain di dekat kompor sebaiknya lebih berhati-hati karena material ini mudah sekali terbakar.

    3. Tisu

    Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Sebaiknya tisu diletakkan di daerah yang kering dan jauh dari kompor.

    4. Minyak Goreng

    Untuk mempermudah ketika memasak, minyak goreng biasanya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti di samping, atas, dan bawah kompor. Meletakkan minyak goreng terlalu dekat dengan kompor dapat menurunkan kualitas minyak.

    5. Rempah-rempah

    Rempah-rempah juga sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor karena panasnya dapat mengeringkan minyak esensial di dalamnya. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

    6. Benda Elektronik

    Siapa di sini suka memasak sembari mengakses perangkat elektronik seperti ponsel, radio, atau speaker. Hati-hati ya, benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

    7. Makanan Cepat Busuk

    Meskipun tidak memicu kebakaran, bahan masakan seperti kentang, sayuran, dan bawang tidak bisa diletakkan di dekat kompor. Hal ini dikarenakan sayur dan buah sebaiknya disimpan di suhu dingin atau suhu udara. Suhu di dekat kompor terlalu panas dan dapat memicu pembusukan pada sayur dan buah.

    8. Produk Pembersih

    Benda selanjutnya yang tidak boleh disimpan di dekat kompor adalah produk kebersihan, seperti cairan pembersih noda dan sabun cuci piring. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

    9. Cuka

    Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

    Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Usir Tikus Tanpa Racun, Aman untuk Anak dan Hewan Peliharaan


    Jakarta

    Tikus terkadang dijumpai di dalam rumah. Hewan pengerat ini biasanya suka bersembunyi dan menggerogoti berbagai benda.

    Tak hanya merusak barang, tikus merupakan hewan kotor yang membawa sumber penyakit. Oleh karena itu, penghuni rumah perlu menjaga rumah agar bebas tikus.

    Mungkin penghuni bakal terpikir untuk menggunakan racun maupun perangkap untuk membasmi tikus. Namun, cara tersebut bisa kurang aman kalau ada penghuni rumah yang masih anak-anak.


    Tapi tenang aja, ada cara lain buat membasmi tikus tanpa racun kok. Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Basmi Tikus Tanpa Racun

    Inilah beberapa tips untuk membuat rumah bebas tikus, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Minyak Esensial

    Beberapa minyak esensial yang efektif mengusir tikus antara lain pepermin, eucalyptus, citronella, dan lavender. Teteskan minyak esensial pada bola kapas dan letakkan di tempat yang sering dilalui tikus.

    Cara lain adalah menyemprotkan larutan minyak esensial secara berkala ke area tersebut. Namun, perlu diingat beberapa minyak esensial bisa saja berbahaya bagi hewan peliharaan ya.

    2. Bumbu Masakan

    Tikus sensitif terhadap bau-bauan, termasuk dari bumbu masakan. Penghuni bisa menaruh sejumlah bumbu pada akses masuk tikus ke rumah. Bumbu tersebut antara lain, cengkeh utuh, daun salam kering, cabai rawit atau lada hitam.

    3. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tikus tidak suka aroma bawang putih dan bawang bombai. Letakkan bawang bombai segar atau bawang putih yang telah dihaluskan di sudut-sudut yang memungkinkan tikus masuk.

    Namun, ini bukan cara yang ideal kalau ada hewan peliharaan di rumah. Selain itu, penghuni perlu mengganti bawang tersebut secara berkala sebelum membusuk.

    4. Cuka dan Amonia

    Tikus juga tidak menyukai bau asam dalam cuka dan amonia yang berbau mirip urin predator. Letakkan bola kapas yang sudah direndam amonia atau cuka di titik-titik akses tikus masuk.

    Cara lain bisa dengan mencampurkan bahan tersebut dengan air dan menyemprotkannya ke area yang sering dilalui tikus. Akan tetapi, tetap berhati-hati menggunakan metode amonia jika mempunyai hewan peliharaan.

    5. Tanaman Anti Tikus

    Beberapa bunga dan tanaman dapat mengusir tikus di halaman rumah. Coba tanam marigold, daffodil, krisan, mint, atau bawang supaya tikus ogah dekati rumah.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi tikus di rumah tanpa racun. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Kitchen Set Kayu Bisa Berjamur dan Ambruk



    Jakarta

    Kitchen set merupakan lemari penyimpanan di dapur yang umumnya dipasang di atas dan di bawah kompor. Kitchen set menjadi unsur yang penting di dapur dan harus dirawat dengan baik.

    Saat memasang kitchen set pastikan bahan yang dipakai tahan terhadap kelembapan karena dapur merupakan salah satu ruangan yang mudah sekali lembap. Sumber kelembapan ini berasal dari tidak adanya ventilasi untuk mengurangi kelembapan di dapur, adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sekitar kitchen set lembap dan basah, dan terpapar uap saat memasak menurut JMT Kitchens and Bedrooms.

    Kelembapan tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur. Tanda kitchen set telah ditumbuhi jamur adalah muncul noda berwarna, seperti putih, coklat, hijau, hingga hitam dengan serabut halus di permukaannya.


    Bahan yang biasa berjamur adalah kayu. Apabila didiamkan, jamur dapat membuat kualitas kayu menurun, bahayanya jika kitchen set sampai rusak atau ambruk pada saat kamu tengah memasak di dapur. Selain berjamur, material dari kayu juga rawan jadi sasaran rayap sehingga perawatannya harus ekstra jika ingin membuat kitchen set dari kayu.

    Beruntungnya masalah ini sebenarnya sudah ada solusinya. Banyak produsen kayu melapisi material tersebut dengan cat khusus yang bisa melindungi kayu dari jamur dan rayap sehingga tahan lama.

    Bahan Kitchen yang Aman dari Jamur

    Saat ini sudah terdapat berbagai jenis material kitchen set yang tersedia. Hasilnya pun tidak kalah menarik dari kitchen set kayu. manajer FurnitureMu, Sidiq, menyarankan untuk memilih material seperti PVC board dan aluminium yang lebih tahan terhadap jamur.

    “Untuk bahan PVC board dan aluminium cocok digunakan bagi konsumen yang tidak ingin memiliki masalah dengan jamur dan rayap, namun dari segi harga juga berbeda. Bahan dari PVC board dinilai lebih mahal dari kedua bahan yang lain,” sebutnya saat dihubungi detikProperti pada Selasa (21/5/2024).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tung Desem Waringin Spill Jurus Jual Rumah Cepat Laku


    Jakarta

    Bisnis properti cukup diminati masyarakat karena bisa memperoleh keuntungan besar. Namun, salah satu kendalanya adalah menggaet pembeli agar rumah cepat laku.

    Motivator bisnis dan praktisi bisnis properti Tung Desem Waringin mengungkap tips bagi pengusaha yang kesulitan menjual rumah. Ia menyebut seseorang membeli rumah karena beberapa faktor, yakni mengetahui ada penjualan, mampu membeli, menginginkan rumah, serta mempercayai penjualnya.

    Lantas, bagaimana cara cepat menjual rumah? Berikut ini tipsnya menurut Tung.


    Cara Jual Rumah Cepat Laku

    Inilah beberapa hal yang dapat dilakukan agar rumah cepat terjual.

    1. Pasang Spanduk

    Tung mengatakan penjual perlu memasang spanduk agar pembeli tahu rumah sedang dijual. Menurutnya, adanya spanduk dapat meningkatkan kemungkinan penjualan hingga 70 persen daripada tidak memasang spanduk.

    “Orang beli itu karena tahu, kalau enggak tahu rumah Anda dijual kan celaka. Jadi pasang spanduk,” kata Tung dalam acara Indonesia Property Forum, Kamis (25/9/2025).

    2. Pasang Iklan di Situs Jual Beli

    Selain memasang spanduk, penjual rumah dapat memasang iklan di banyak situs jual beli properti. Tung menyebut ada puluhan situs gratis buat pasang iklan rumah.

    3. Tunjukan Penjual Butuh Uang

    Saat memasang iklan, Tung menyarankan menggunakan kata-kata yang menunjukkan penghuni membutuhkan uang, misalnya ‘Dijual BU banget’. Hindari kata-kata yang menandakan rumah itu mahal.

    “Kita bisa pasang di sana (situs) tapi kata-katanya tidak boleh ‘Dijual villa mewah ada kolam renangnya’. Angel, mesti mahal,” katanya.

    4. Bandingkan dengan Properti Lain

    Kemudian, iklan bisa mengandung unsur perbandingan dengan penjualan rumah lain. Perbandingan tersebut dapat dari segi harga lebih murah ataupun kelebihan lainnya.

    “Anda kasih perbandingan dengan sebelah. ‘Sebelah harga Rp 3,5 miliar, kami mulai dengan Rp 2,2 miliar,” ucapnya.

    Ia menyebut properti selalu akan ada yang harganya lebih murah. Sebab ada perbedaan dari segi material bangunan, luas, hingga ketersediaan perabotan.

    Lalu, penjual dapat memberi kenikmatan tambahan pada properti agar calon pembeli ingin membeli. Misalnya ada kolam renang, gratis biaya asuransi, gratis BPHTB, bahkan ada kerja sama dengan bank tertentu.

    5. Bangun Rasa Percaya

    Selain menarik, penjual harus membuat calon pembeli percaya. Penjual perlu membuktikan dan menyebutkan kredibilitasnya kepada calon pembeli.

    “Orang percaya itu karena salah satunya histori, karena prestasi, karena bukti, karena garansi, karena testimoni. Itu didesainkan sehingga orang ‘I trust you and I buy’,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Dekat Tiang Listrik Berbahaya? Begini Faktanya



    Jakarta

    Pemandangan tiang dan kabel listrik di depan rumah merupakan hal lumrah. Tidak semua daerah di Indonesia melakukan sistem jaringan bawah tanah (underground) untuk kabel listrik.

    Selain pemasangannya yang kerap mengganggu pemandangan, sebenarnya tiang listrik di dekat rumah itu aman atau nggak ya?

    Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan dalam infrastruktur ketenagalistrikan terbagi dalam beberapa macam, yaitu sambungan rumah dan jaringan tegangan rendah (JTR), jaringan tegangan menengah (JTM), saluran udara tegangan tinggi (SUTT), dan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET).


    Sebagai informasi, JTR merupakan sambungan listrik yang berfungsi menyalurkan listrik bertegangan rendah, seperti 220 Volt. Jaringan ini menghubungkan listrik dari jaringan tegangan menengah sampai ke rumah-rumah. Sementara itu, JTM bertegangan 20 kiloVolt (kV). Umumnya JTM digunakan untuk menyalurkan listrik dari gardu induk ke gardu distribusi.

    Pada jaringan listrik PLN, hal yang perlu diperhatikan dalam keamanannya adalah jarak kabel, bukan tiang listrik.

    “Berdasarkan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor: 606.K/Dir/2010 tentang Standar Konstruksi Jaringan Tegangan Menengah Tenaga Listrik, jarak aman kabel listrik tegangan menengah 20 kiloVolt (kV) yaitu 3 meter. Artinya, secara mekanis atau elektromagnetis, pada jarak tersebut tidak memberikan pengaruh membahayakan untuk sekitarnya. Jadi jarak yang perlu dijaga adalah dengan kabel, bukan tiang,” ujar Gregorius kepada detikProperti, dikutip Minggu (14/1/2024).

    Ia melanjutkan, untuk SUTT memiliki tegangan 150 kV dan SUTET memiliki tegangan 250-500 kV. Keduanya memiliki batas vertikal dam horizontal yang berbeda-beda sesuai jenis menaranya. Batasan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 13 Tahun 2021 Tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi Atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

    Gregorius menyampaikan bangunan atau benda yang berada terlalu dekat dengan jaringan kabel itu berbahaya. Sebab, bisa menyebabkan listrik mati.

    “Adapun pohon, bangunan, rumah, dan berbagai kegiatan yang dekat dengan jaringan kabel listrik itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan listrik padam dan tak jarang membuat wilayah padam makin luas. Dengan mematuhi aturan tersebut, maka aktivitas di lingkungan rumah lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

    “PLN juga mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan potensi bahaya pada jaringan kelistrikan dapat menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123,” tambahnya.

    Itulah penjelasan mengenai rumah yang berada di dekat kabel listrik dapat berbahaya, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mesin Cuci Ternyata Harus Dibersihkan Secara Berkala, Ini Caranya


    Jakarta

    Mesin cuci punya fungsi untuk membersihkan pakaian agar kembali bersih dan wangi. Sebab, mesin cuci bekerja dengan cara mengangkat kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Walau kotoran akan keluar melalui selang, bukan berarti mesin cuci akan tetap bersih. Sebab, ada sisa kotoran yang menumpuk di sela-sela mesin cuci dan jika dibiarkan dapat terus menumpuk.

    Kotoran yang menumpuk di mesin cuci membuat pakaian justru kembali kotor meski sudah dicuci. Selain itu, muncul aroma tidak sedap dari dalam tabung mesin cuci sehingga pakaian kembali bau walau sudah dicuci.


    Maka dari itu, penting untuk membersihkan mesin cuci secara berkala. Lalu bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Mesin Cuci dengan Tepat

    Ingin membersihkan mesin cuci agar kotoran yang menempel hilang? Dilansir situs ABC News, berikut langkah-langkahnya:

    1. Membersihkan Pintu Mesin Cuci

    Langkah yang pertama adalah membersihkan pintu mesin cuci. Bagian ini biasanya mudah kotor karena selalu tersentuh oleh tangan sehingga muncul bercak jari.

    Untuk membersihkan pintu mesin cuci, biarkan pintu terbuka atau sedikit terbuka jika memungkinkan. Lalu, bersihkan pintu dengan kain lembap yang lembut dan keringkan dengan kain microfiber kering.

    2. Bersihkan Tabung Mesin Cuci

    Langkah berikutnya adalah membersihkan tabung mesin cuci karena bagian ini sangat kotor dan ditemukan banyak kotoran yang menempel. Kamu dapat menyalakan mesin cuci dan menekan tombol cleaning cycle. Secara otomatis kotoran yang menempel akan larut dan terbuang bersama air.

    Saat membersihkan tabung mesin cuci, kamu bisa menuangkan sedikit detergen dan air panas secukupnya. Cara ini dapat mengangkat kotoran di mesin cuci lebih efektif.

    “Langkah ini sangat penting dilakukan jika kamu menggunakan pelembut pakaian yang dapat menyebabkan penumpukan kotoran. Cara ini juga penting jika Anda hanya mencuci baju dengan air biasa,” kata pakar kebersihan Ashley Iredale.

    3. Bersihkan Filter Mesin Cuci

    Langkah berikutnya adalah dengan membersihkan filter mesin mesin cuci. Bagian ini juga kerap ditemukan kotoran yang menumpuk dan beraroma tidak sedap.

    Cara membersihkannya cukup dengan membuka penutup filter di mesin cuci. Lalu bersihkan serat, rambut, atau kotoran yang menempel dengan sikat. Setelah itu, bilas filter dengan air mengalir sampai bersih.

    Cek juga bagian filter mesin cuci apakah ada benda yang tersangkut atau menumpuk di dalamnya. Cara ini agar pakaian tidak kotor dan bau meski sudah dicuci.

    4. Periksa Selang Mesin Cuci

    Selang mesin cuci juga perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, sisa-sisa kotoran yang terbuang dari dalam tabung bisa saja menumpuk di selang.

    Pastikan kamu membersihkan selang secara berkala. Jika selang sudah sangat kotor dan mulai ada retakan, sebaiknya diganti dengan yang baru.

    5. Bersihkan Rak Detergen

    Langkah terakhir adalah membersihkan rak detergen di mesin cuci setiap 2-3 bulan sekali. Apabila rak sudah benar-benar kotor, kamu dapat membersihkannya dengan cara direndam dalam air sabun hangat. Jika seluruh kotoran sudah terangkat, pasang lagi rak detergen ke dalam mesin cuci.

    Itulah cara membersihkan mesin cuci agar mengangkat semua kotoran. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com