Tag: detikproperti

  • Lantai Atas Rumah Sering Terasa Panas dan Pengap? Ini 4 Biang Keroknya


    Jakarta

    Bagi yang rumahnya memiliki dua lantai atau lebih, pernah nggak merasakan lantai atas terasa lebih panas dan pengap? Perubahan suhu ini terasa bahkan saat masih berada di tangga rumah.

    Hal ini cukup mengherankan karena bisa hampir setiap siang lantai atas terasa seperti itu. Sementara, ventilasi seperti jendela dan lubang angin dalam keadaan terbuka untuk udara masuk. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Dilansir BBC, berikut alasan lantai atas bisa lebih panas dan pengap dari lantai bawah.


    1. Sirkulasi Udara Lantai Atas Buruk

    Jika rumah tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, panas akan meresap melalui atap. Hal ini yang kemudian terasa di seluruh ruangan di lantai dua. Solusinya adalah buat jalur pertukaran udara di lantai bawah dan atas agar udara panas bisa keluar dan udara segar bisa masuk. Selain itu, tambahkan insulasi atau peredam panas pada atap, misalnya papan kayu besar yang menutupi seluruh atap.

    2. Tidak Ada Perangkat yang Membantu Pergerakan Udara

    Apabila sirkulasi di rumah tersebut tidak dapat diperbaiki karena sulit dan membutuhkan biaya besar. Minimal lantai dua disediakan kipas angin. Perangkat elektronik ini bisa membantu membuat pergerakan udara dan sirkulasi udara dengan cepat pada sebuah ruangan sehingga tidak begitu terasa panas dan pengap. Disarankan juga untuk memutar kipas langit berlawanan dengan arah jarum jam.

    3. Terpapar Sinar Matahari

    Panas siang hari biasanya berasal dari atap. Namun, panas juga bisa datang dari jendela. Sebaiknya saat siang hari gorden jendela dalam keadaan tertutup agar panas matahari tidak terus menyorot langsung ke dalam rumah.

    4. Lampu Jarang Dimatikan

    Lampu juga bisa menjadi sumber panas apabila dihidupkan. Oleh karena itu, banyak anjuran untuk mematikan lampu apabila tidak digunakan atau di luar terang. Apabila saat gorden jendela ditutup ruangan jadi gelap, setidaknya di ruangan tersebut terdapat sirkulasi udara yang baik dan kipas angin atau AC.

    Itu dia beberapa alasan lantai atas rumah sering panas dan pengap. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Bau Apek, Begini Waktu Ideal Mencuci Handuk



    Jakarta

    Penghuni rumah masih ingat enggak kapan terakhir kali mencuci handuk? Ternyata handuk itu harus rutin dicuci, lho.

    Handuk sering digunakan penghuni rumah untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Benda ini kerap kali dalam keadaan basah, lalu kering kembali. Nah, penghuni rumah perlu mencuci handuk untuk menjaga kebersihan.

    Lalu, seberapa sering handuk perlu dicuci ya?


    Dilansir dari Real Simple, ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson mengatakan handuk harus sering dicuci. Biasanya handuk bisa dipakai untuk mandi sebanyak 3-4 kali sebelum akhirnya dicuci.

    Namun, intensitas itu dalam keadaan normal, yakni handuk dibiarkan hingga kering lagi setelah dipakai. Jika penghuni tak ingat sudah menggunakan handuk berapa kali, indikatornya adalah bau apak dari handuk.

    “Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson, dikutip dari Real Simple.

    “Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

    Di sisi lain, Johnson menjelaskan handuk harus sering dicuci karena bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri. Handuk yang kotor pun membuat pengguna berisiko mengalami jerawat dan infeksi.

    “Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

    “Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

    Selain itu, handuk khusus untuk mengeringkan tanah sebaiknya dicuci setiap 2 hari sekali. Sementara handuk anggota keluarga yang sakit perlu selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Buat yang Punya Alergi, Jangan Pernah Taruh Tanaman Ini di Rumah!


    Jakarta

    Menaruh tanaman hias di dalam rumah bisa menjadi pilihan dekorasi sekaligus membuat ruangan tampak asri. Namun harus hati-hati ya saat memilih tanaman hias karena bisa menjadi alergen bagi penghuni rumah yang memiliki alergi.

    Ya, beberapa tanaman memang bisa memicu reaksi alergi pada seseorang. Jangan sampai niat hati ingin membuat rumah tampak indah tapi malah bikin susah.

    Nah, berikut ini ada beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah karena bisa memicu alergi. Ini informasinya.


    1. English Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantEnglish ivy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman rambat yang satu ini kerap menjadi pilihan bagi pemilik rumah untuk mempercantik halaman. Walau demikian, penderita alergi sebaiknya hindari tanaman ini karena bisa menyebabkan bersin-bersin.

    Selain itu, dilansir dari Real Simple, ahli tanaman dan pendiri blog The Houseplant Guru, Lisa Eldred Steinkopf menyarankan untuk menggunakan sarung tangan saat mengurus English ivy. Hal itu karena tanaman tersebut mengandung falcarinol yaitu suatu kandungan yang bisa menyebabkan iritasi kulit.

    2. Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Rubber plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini juga menjadi langganan yang ada di rumah karena mudah beradaptasi. Tapi, tanaman ini bisa jadi bukan pilihan yang tepat bagi penderita alergi.

    Rubber plant menghasilkan zat putih yang disebut lateks yang merupakan sumber utama karet. Kalau terkena getahnya, bisa membuat tubuh gatal-gatal.

    “Saat memangkas tanaman ini, berhati-hatilah agar getahnya tidak mengenai kulit Anda, terutama jika Anda alergi lateks. Getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, dan kesulitan bernapas,” ujar ahli tanaman dan pendiri Plants with Krystal, Krystal Duran, dikutip dari Real Simple, Kamis (25/9/2025).

    3. Lili Perdamaian

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily atau lily perdamaian. Foto: Dok. Istock

    Bunga cantik ini langganan menjadi pilihan banyak orang untuk ditanam di rumah. Namun, tanaman ini ternyata bisa memicu alergi.

    4. Geranium

    Selective focus on Geranium flowers pot with blurred background of light interior of open work space office with desks, chairs and green plants. Coworking. Minimalism business style. Copy spaceGeranium Foto: iStock

    Bunga geranium yang beraroma (scented geranium) bisa memicu alergi dari aromanya yang cukup kuat. Sebaiknya penderita alergi pikir-pikir lagi kalau mau tanam ini di rumah.

    “Hindari penggunaan geranium beraroma (pelargonium) sebagai tanaman hias jika Anda memiliki alergi, aromanya yang kuat dapat berpotensi mengiritasi dan menyebabkan gatal-gatal atau dermatitis kontak,” kata ahli alergi bersertifikat dan juru bicara Yayasan Asma dan Alergi Amerika (AAFA) Dr. John James, M.D., dikutip dari Martha Stewart.

    5. Pakis

    Jenis tanaman hias pakis-pakisanJenis tanaman hias pakis-pakisan Foto: Instagram @airy_garden_official

    Pakis adalah tanaman hias yang indah dengan dedaunan yang rimbun, tetapi bisa mengganggu penderita alergi karena adanya spora.

    “Akhirnya, spora kecil di bagian belakang daun pakis akan pecah, atau terbuka, dan melepaskan partikel kecil serbuk sari yang tidak menyenangkan ke udara, yang merupakan agitator,” tutur pemilik Mosaic Home & Garden Center, Joe Moussa.

    Tips Memilih Tanaman untuk Penderita Alergi

    Masih dilansir dari Martha Stewart, bagi penderita alergi yang masih ingin merawat tanaman, sebaiknya tanyakan dulu ke ahlinya, misalnya ahli tanaman atau ahli alergi. Beri tahu mereka kondisi penderita alergi, nantinya para ahli tersebut akan menyarankan tanaman yang aman untuk ditanam.

    Selanjutnya, pastikan tanaman bebas debu untuk mencegah alergi kambuh. Lalu, rawat agar tanaman tidak ditumbuhi jamur yang bisa memicu alergi juga.

    Untuk menghindari atau mengurangi masalah terkait jamur, Dr. James menyarankan untuk memperhatikan jenis tanaman hias yang dimiliki dan kondisi tempat penyimpanannya. Pembersihan rutin dan ventilasi yang baik dapat mencegah masalah tersebut.

    “Jamur tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah, dan sporanya dapat menyebar di udara,” ujarnya.

    Ia menambahkan, mengurangi kelembapan dengan menggunakan pembersih udara juga bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    Itulah beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah terlebih bagi penderita alergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Kelabang di Rumah? Begini Cara Ampuh Basminya


    Jakarta

    Pernah lihat kelabang di rumah? Hewan yang memiliki kaki banyak ini terkadang ditemukan di kamar mandi.

    Kelabang atau lipan bukanlah serangga, melainkan arthropoda atau hewan invertebrata yang berwarna merah kecokelatan dengan panjang sekitar 2,5-7,6 cm. Hewan tersebut umumnya memakan semut dan kecoak, tapi bisa menggigit manusia juga. Apabila penghuni rumah memiliki alergi pada bisa, sebaiknya segera ke dokter jika digigit kelabang.

    Dilansir dari Southern Living, asisten profesor dan ahli entomologi penyuluhan di Texas A&M AgriLife Research and Extension Center Rafia Khan, PhD, mengatakan kelabang kerap ditemukan di tempat yang lembap dan tertutup seperti di bawah batu atau kompos serta sampah dedaunan. Sebab, mereka membutuhkan kelembapan agar bisa hidup.


    Walau demikian, kadang-kadang mereka bisa masuk ke area lembap di rumah seperti kamar mandi atau ruang bawah tanah. Profesor madya penyuluhan manajemen hama struktural di North Carolina State University, Chris Hayes, PhD berpendapat apabila ditemukan kelabang sekali dua kali di sana, itu berarti penghuni rumah memiliki lingkungan yang sehat.

    “Namun, jika Anda sering melihatnya di dalam ruangan atau dalam jumlah besar, kehadiran mereka mungkin mengindikasikan adanya kebocoran atau masalah kelembapan yang perlu diselidiki,” ujar Hayes, dikutip dari Southern Living.

    Cara Basmi Kelabang

    Kalau kelabang berada di luar rumah, penghuni bisa mengabaikannya. Tapi kalau ada di dalam rumah dalam jumlah banyak sebaiknya lakukan beberapa cara berikut ini.

    Bersihkan Dedaunan

    Sebaiknya bersihkan sampah-sampah daun di sekitar rumah agar tidak jadi tempat persembunyian kelabang. Selain itu, sampah daun juga bisa menjadi tempat tinggal hama-hama lainnya.

    Taruh Pot Tanaman di Tempat Tinggi

    Taruh pot tanaman di tempat tinggi untuk mencegah penumpukan kelembapan di permukaan, seperti dek atau teras, agar tidak jadi tempat tinggal kelabang. Perlu diketahui juga bahwa kelabang mungkin ikut ke dalam rumah melalui tanaman pot yang dibawa masuk.

    Tutup Celah Kecil

    Tutup celah-celah kecil agar kelabang tidak masuk ke dalam rumah. Gunakan sealant atau busa semprot untuk menutup lubang di sekitar kusen jendela dan pintu. Pastikan juga kasa dan kusen pintu terpasang dengan baik.

    Lakukan Investigasi

    Jika ada banyak kelabang berkeliaran di dalam ruangan, carilah masalah kelembapan, seperti kayu lapuk di sekitar kusen pintu. Penghuni rumah harus mengatasi akar masalah untuk membasmi kelabang.

    Cari Bantuan

    Jika tidak tahu dari mana kelabang berasal, dan hal ini sudah menjadi gangguan rutin, penghuni rumah mungkin perlu berkonsultasi dengan perusahaan pengendalian hama profesional.

    Itulah cara membasmi kelabang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman Hias Ini Bikin Kamar Tidur Jadi Asri dan Nyaman


    Jakarta

    Menata kamar tidur tidak harus dengan furniture mewah dan modern, tapi juga bisa dengan meletakkan tanaman hias. Selain membantu menyegarkan ruangan, hadirnya tanaman hias juga dapat mempercantik kamar tidur.

    Namun, tidak semua tanaman hias bisa diletakkan di kamar tidur. Ada beberapa tanaman hias yang harus terkena sinar matahari langsung. Jika ditanam di ruangan malah layu dan mati karena kurang terpapar cahaya matahari.

    Ingin tahu apa saja tanaman hias yang cocok di kamar tidur agar terasa asri dan nyaman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Cocok di Kamar Tidur

    Ada beberapa tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur agar menambah kesan asri dan nyaman. Dilansir situs Good Housekeeping, berikut daftarnya:

    1. Lidah Mertua

    Apabila kamu termasuk orang yang sering lupa menyiram tanaman hias, maka lidah mertua sangat cocok ditanam di rumah. Sebab, tanaman ini tak harus disiram setiap hari, cukup 1-2 kali dalam sebulan.

    Meski membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh, tetapi lidah mertua tidak harus terkena cahaya setiap hari. Tanaman ini juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan saat siang maupun malam hari.

    2. Lidah Buaya

    Lidah buaya jadi salah satu tanaman hias yang populer. Tanaman ini sangat mudah dirawat karena tidak perlu disiram setiap hari. Kalau terlalu sering disiram justru bisa menyebabkan layu dan mati.

    Lidah buaya juga membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun sebaiknya diletakkan di area yang tidak terlalu banyak terkena cahaya matahari.

    3. Pakis Boston

    Pakis boston bisa menjadi pilihan menarik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sama seperti lidah buaya, tanaman ini juga tidak perlu disiram secara rutin, cukup dua kali dalam seminggu.

    Pakis boston juga dapat hidup di area yang lembap, terutama di kamar tidur dan kamar mandi. Menanam pakis boston akan menambah kesan asri di ruangan.

    4. Melati

    Ingin menanam tanaman hias yang dapat mengharumkan ruangan? Melati bisa menjadi pilihan terbaik. Aroma wangi melati dapat memberikan efek rileks saat beristirahat.

    Warna putih dari bunga melati juga dapat mempercantik kamar tidur. Agar melati tumbuh subur, sebaiknya diletakkan di dekat jendela agar terkena sinar matahari dan jangan ditaruh di bawah AC.

    5. Sirih Gading

    Sirih gading atau disebut juga pothos emas merupakan salah satu tanaman hias yang mudah dirawat. Selain dapat memperindah kamar tidur, sirih gading juga dapat menyaring udara kotor di dalam ruangan.

    Sirih gading dapat dirawat dengan cara disiram secara teratur. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari, tapi dalam jumlah sedang.

    6. Janda Bolong

    Monstera atau disebut janda bolong bisa menjadi pilihan terbaik untuk tanaman hias di kamar tidur. Sebab, tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat yang minim cahaya dan cukup disiram seminggu sekali saja.

    7. Peace Lily

    Selain melati, kamu bisa menanam peace lily di kamar tidur. Bunganya yang indah bisa memberikan mood bahagia dan menenangkan.

    Merawat peace lily cukup dengan menjaga kelembapan pada tanah agar tidak terlalu kering. Pastikan tanaman ini tidak terpapar sinar matahari langsung.

    8. Lavender

    Lavender sudah dikenal sebagai salah satu tanaman yang ampuh mengusir serangga seperti nyamuk dan lalat. Selain itu, lavender juga cocok diletakkan di kamar tidur karena dapat mempercantik ruangan.

    Disarankan untuk meletakkan lavender di dekat jendela agar terpapar sinar matahari langsung. Tanaman ini juga tidak perlu disiram setiap hari, cukup seminggu sekali saja.

    Itu dia delapan tanaman hias yang cocok untuk kamar tidur. Tertarik menanam yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampas Kopi Jangan Dibuang ke Wastafel, Bisa Bikin Pipa Cepat Mampet


    Jakarta

    Setelah menyeruput secangkir kopi, biasanya ampas kopi akan menumpuk di dasar gelas. Beberapa orang memilih membuang ampas kopi langsung ke wastafel agar lebih cepat dan praktis.

    Padahal, membuang ampas kopi langsung ke wastafel bisa menimbulkan dampak buruk bagi saluran air. Sayangnya, banyak orang belum sadar dan masih terbiasa melakukan hal tersebut.

    Pakar kebersihan mengungkap dampak yang terjadi jika membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Apa saja dampaknya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Dampak Membuang Ampas Kopi ke Wastafel

    Pakar kebersihan di Roto-Rooter Plumbing & Water Cleanup Paul Abrams menganjurkan agar tidak membuang ampas kopi langsung ke wastafel. Jika kebiasaan ini terus dilakukan maka dapat menyumbat saluran air.

    “Jika terlalu banyak, ampas kopi dapat menyumbat pipa pembuangan dan menyebabkan penyumbatan di wastafel Anda,” kata Abrams dikutip dari Better Homes & Gardens.

    Abrams mengatakan ampas kompi memiliki tekstur yang menggumpal. Apabila ampas kopi yang dibuang ke wastafel dalam jumlah banyak, maka ampas kopi akan saling menumpuk di saluran air yang berbentuk ‘U’ di bawah wastafel.

    Jika ampas kopi yang menumpuk sudah banyak dan bercampur kotoran di dalam pipa air, maka bisa membentuk endapan yang tebal. Seiring waktu, endapan tersebut dapat mengganggu aliran air sehingga menyebabkan penyumbatan.

    “Tekanan air yang sangat besar dibutuhkan untuk mendorong gumpalan bubuk kopi keluar dari saluran air, dan sayangnya bubuk tidak bisa larut dalam air,” ujarnya.

    Abrams menyebut tidak masalah jika sesekali membuang ampas kopi ke wastafel. Masalah justru akan muncul jika hal tersebut dijadikan suatu kebiasaan.

    “Jika kamu berulang kali menuangkan ampas kopi dalam jumlah kecil ke saluran air setiap hari, maka ampas kopi bisa menumpuk dan bercampur dengan sisa makanan, lemak, kerak sabun, dan minyak,” ungkap Abrams.

    Cara Alternatif Membuang Ampas Kopi di Rumah

    Daripada harus membuangnya ke wastafel, Abrams menyarankan agar ampas kopi bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, yaitu:

    1. Kompos Tanaman

    Ampas kopi mengandung nitrogen yang tinggi sehingga dapat menyuburkan tanaman. Namun, ampas kopi akan bermanfaat bagi tanaman jika digunakan dalam jumlah yang tepat.

    2. Membasmi Hama

    Alih-alih dibuang, ampas kopi dapat digunakan untuk membasmi hama, terutama semut dan siput di halaman rumah. Cukup taburkan ampas kopi di sekitar halaman untuk mengusir dan mencegahnya masuk ke rumah.

    3. Membersihkan Sejumlah Barang

    Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan sejumlah barang di rumah, seperti panci, wajan, dan kompor. Soalnya, ampas kopi memiliki sifat yang cukup abrasif.

    4. Menghilangkan Bau

    Nitrogen yang terkandung dalam ampas kopi juga dapat menghilangkan bau tak sedap, seperti di lemari pakaian dan kulkas. Caranya juga mudah, cukup tuang ampas kopi ke dalam cangkir dan simpan di ruangan yang mengeluarkan bau tak sedap.

    Demikian penjelasan soal ampas kopi apakah bisa dibuang ke wastafel atau tidak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Langkah Mudah Tambal Lantai Keramik yang Retak


    Jakarta

    Rumah semakin berusia tentu akan mengalami kerusakan, termasuk bagian lantai. Lantai keramik yang terkena benturan keras atau tekanan kencang bisa pecah atau retak.

    Kondisi seperti ini bikin rumah kelihatan tidak estetik. Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memperbaikinya.

    Tenang aja, pemilik enggak harus ganti ubin seluruh lantai kok. Kalau kerusakan tergolong ringan, pemilik bisa menambal retakan pada lantai keramik.


    Lalu, bagaimana cara menambal lantai keramik yang retak? Berikut ini penjelasannya.

    Cara Tambal Lantai Keramik yang Retak

    Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki lantai keramik yang pecah, dikutip dari Home Decor Bills.

    1. Bersihkan Retakan

    Pertama, bersihkan retakan keramik dengan menggunakan amplas atau pengikis. Kikis bagian dalam retakan yang terlalu tajam. Kemudian, bersihkan kotoran pada keramik menggunakan cairan pembersih atau sabun cuci piring.

    2. Oleskan Epoxy

    Selanjutnya, isi retakan dengan epoxy. Siapkan dulu campuran epoxy sesuai petunjuk pada kemasan serta karton atau alat khusus buat meratakan permukaan keramik.

    Setelah siap, tuangkan epoxy ke bagian keramik yang retak, lalu biarkan mengeras. Jika retakan lantai tipis dan kecil, pemilik bisa pakai tusuk gigi. Untuk retakan lebar, gunakan alat dengan permukaan rata. Namun, sebaiknya tidak pakai pisau ya karena bikin epoxy cepat mengeras.

    3. Kikis Kelebihan Epoxy

    Terkadang epoxy bisa meluber dan menyebar ke bagian lain. Jika itu kondisinya, bersihkan dengan mengikis bagian epoxy sebelum cairan mengeras.

    4. Cat Bekas Retakan

    Jika epoxy sudah mengering, pemilik bisa mengecatnya agar terlihat seperti baru. Gunakan kuas tipis untuk mengecat bekas retakan pada ubin.

    Sebaiknya pilih warna cat yang serupa dengan keramik dan memiliki finishing mengkilap. Pilih juga cat berbahan dasar minyak supaya tidak cepat pudar kalau kena air.

    Itulah cara mudah menambal lantai keramik yang retak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Dikira Sama, Ini 4 Perbedaan Kasur Ukuran King dan Queen


    Jakarta

    Banyak orang yang dilema saat membeli tempat tidur. Sebab, mereka ingin membeli kasur yang empuk dan nyaman agar kualitas tidur tetap terjaga baik.

    Selain soal kenyamanan, hal yang harus diperhatikan saat membeli kasur adalah tentang ukurannya. Adapun dua jenis kasur yang banyak dibeli orang, yakni ukuran king dan queen.

    Banyak yang mengira kalau kasur king dan queen adalah sama karena sekilas punya ukuran yang hampir mirip. Padahal, keduanya memiliki sejumlah perbedaan dari segi ukuran hingga harga.


    Ingin tahu perbedaan antara kasur king dan queen? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perbedaan Kasur King dan Queen

    Ada sejumlah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen. Agar tidak salah saat membelinya, simak perbedaannya di bawah ini yang dilansir situs Sleep Foundation:

    1. Ukuran

    Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah dari segi ukurannya. Meski sama-sama besar, tapi ukuran queen justru lebih kecil daripada king bed.

    Kasur ukuran king memiliki panjang 180 cm dan lebar 200 cm. Sementara queen bed punya ukuran sedikit lebih kecil, yakni 160 x 200 cm.

    2. Sesuaikan Kebutuhan

    Karena memiliki ukuran lebih lebar, kasur king size dapat menampung dua orang dewasa dan satu anak kecil. Tempat tidur ini cocok bagi keluarga yang memiliki anak kecil dengan usia di bawah 3 tahun.

    Sementara itu, kasur queen bed lebih cocok untuk pasangan yang baru menikah karena hanya muat untuk dua orang dewasa. Sebenarnya masih bisa menampung satu anak kecil, tapi dikhawatirkan akan terasa sempit.

    3. Tentukan Ukuran Kamar

    Selain membeli kasur sesuai kebutuhan, pastikan juga kamu telah mengukur kamar tidur di rumah. Jangan sampai sudah membeli kasur yang besar tapi ternyata tidak muat atau justru bikin sempit ruangan.

    Kasur ukuran king sangat cocok ditempatkan untuk kamar yang luas. Apabila kamar tidur di rumah minimalis dan ukurannya cukup kecil, maka queen bed bisa menjadi pilihan terbaik.

    4. Harga

    Mengenai harga, baik kasur ukuran king atau queen memiliki banderol yang berbeda-beda. Selain karena dibedakan oleh jenisnya, harga kasur juga tergantung dari mereknya.

    Di berbagai situs marketplace, harga kasur ukuran king dibanderol mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 25 juta. Sementara tempat tidur jenis queen bed punya harga mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 22 jutaan.

    Sejumlah merek kerap menawarkan beberapa promo menarik dan paket bundling. Jadi, harga kasur bisa jauh lebih murah sekaligus mendapatkan bantal, guling, dan seprai.

    Itulah perbedaan antara kasur ukuran king dan queen bed. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Rumah Langganan Bocor Tiap Hujan? Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Atap bocor biasanya diketahui pertama kali saat hujan turun. Hal ini bisa terjadi pada rumah baru dan rumah lama.

    Penyebabnya cukup banyak, mulai dari pemasangan atap yang tidak rapih, tidak dilengkapi dengan bahan-bahan pelindung air, adanya sumbatan pada talang air, hingga memang ada retakan atau kerusakan pada atap.

    Tanda kebocoran pada atap rumah umumnya adalah muncul rembesan air pada atap dan dinding. Kemudian, jika kerusakannya sudah parah tetesan air akan terdengar dengan jelas dan lama kelamaan akan muncul noda kehitaman pada plafon. Noda tersebut sebenarnya jamur yang tumbuh di area yang lembap.


    Sayangnya, saat ini tidak ada jenis atap yang benar-benar 100 persen dapat melindungi rumah dari kebocoran. Namun, kebocoran pada atap bisa diatasi, dilansir How Home, berikut caranya.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Ketika hendak memperbaiki atap, kita harus tahu titik kerusakan dahulu agar tahu bagaimana cara mengatasinya. Caranya adalah dengan naik ke atas. Jangan lupa ingat-ingat lokasi kebocoran yang terlihat dari dalam untuk dijadikan patokan kemungkinan letak kerusakannya.

    Terkadang air mengalir jauh dari tempat kerusakan karena perbedaan ketinggian permukaan atap, maka dari itu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Setelah mengetahui letak kerusakan, lakukan perbaikan dari bagian yang terbesar agar tidak bekerja dua kali. Apabila ada retak besar berarti harus dilakukan waterproofing berupa cairan mirip cat tetapi dengan hasil yang lebih tebal dan kental. Apabila hanya retakan kecil, bisa ditutup dengan cairan resin. Jangan lupa ditutup dengan bahan-bahan anti bocor lainnya sebelum genteng baru dipasang kembali.

    3. Mengganti Genteng

    Jangan memakai genteng atau jenis atap yang rusak. Apabila sudah retak, pecah, atau hancur, harus diganti dengan yang baru. Bisa juga meminta bantuan ahli untuk pemasangannya apabila tidak memiliki pengalaman.

    4. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti roll roofing atau genteng double.

    5. Bersihkan Talang Air

    Talang air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi talang air. Sering kali talang air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera bersihkan talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat talang air jebol.

    6. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    Itulah beberapa tips mencegah rumah bocor kala dilanda hujan lebat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Parfume, Begini Cara Menghilangkan Bau Rokok yang Efektif


    Jakarta

    Asap rokok merupakan campuran asap dengan partikel halus dari hasil pembakaran. Saat asap dibuang ke udara, bukan hanya zat yang terkandung di dalamnya yang berbahaya bagi non perokok, tetapi baunya juga tidak sedap.

    Bau rokok bukan hanya tercium setelah asap dilepas ke udara, melainkan bisa bertahan dalam beberapa menit, terutama jika berada di ruang tertutup. Hal ini tentu tidak bagus karena pasti akan ada orang yang terganggu dengan baunya.

    Dilansir Real Simple, ada cara untuk menghilangkan asap rokok, berikut diantaranya.


    1. Buka Pintu dan Jendela

    Untuk mengurangi bau rokok, cara pertama adalah dengan membuka semua ventilasi udara di ruangan tersebut seperti pintu dan jendela. Dengan begitu ada pertukaran udara di dalam ruangan dan bau asap rokok dapat berkurang

    2. Buang Asbak

    Asbak kerap digunakan untuk membuang puntung. Meskipun sudah tidak lagi terbakar, terkadang baunya masih menempel di asbak tersebut. Sebaiknya, setelah merokok atau ada orang yang baru selesai merokok, cepat bersihkan asbaknya.

    3.Bersihkan Perabotan

    Asap rokok mengandung partikel halus yang bisa menempel pada benda di sekitar, seperti dinding, kursi, bahkan pakaian. Untuk menghilangkan bekas rokok secara maksimal sebaiknya bersihkan segala perabotan di dalam ruangan dengan pembersih yang tepat. Misalnya jika ingin membersihkan pakaian dari asap rokok harus direndam dahulu memakai deterjgen dan satu cangkir soda kue di wadah tersendiri.

    4. Gunakan Cuka

    Cuka juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau asap rokok karena cairan satu ini dapat menyerap bau tersebut. Caranya cukup tuang cuka putih suling ke dalam beberapa mangkuk kecil dan letakkan di sekitar ruangan di area yang tidak terganggu.

    5. Taburkan Soda Kue

    Sama seperti cuka, soda kue juga ampuh untuk menyerap bau dan kelembapan pada ruangan. Caranya taburkan soda kue pada furnitur yang kering seperti sofa atau apapun, bisa gosok dengan sikat yang berbulu lembut. Kemudian, biarkan 4 hingga 8 jam lalu bersihkan dengan penyedot debu.

    6. Bersihkan Dinding

    Asap rokok juga bisa menempel pada dinding dan menimbulkan noda. Apabila menemukan noda bekas rokok di rumah, lekas bersihkan menggunakan campurkan 1 sendok teh pembersih serbaguna dan ½ cangkir soda kue pada 1 liter air hangat dalam ember kemudian aduk. Celupkan spons atau kain mirofiber ke dalam larutan, lalu seka dinding dari atas ke bawah dengan lembut. Kemudian, gunakan spons lain yang sudah dibasahi dengan air biasa untuk menyeka dinding agar menghilangkan sisa sabun.

    7.Bersihkan Karpet

    Biasanya seseorang merokok di luas ruangan, tetapi apabila ada yang suka merokok di dalam ruangan yang lantainya dilapisi dengan karpet, bagian tersebut harus dibersihkan. Sebab, bukan hanya pakaian saja yang akan terkontaminasi zat di dalam asap rokok, melainkan karpet juga. Cara membersihkannya dengan menggunakan penyedot debu, tetapi lebih baik taburkan soda kue dan diamkan selama 8 jam sebelum menyedot debu. Berikan penyegar kain untuk menghilangkan bau.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bau rokok di ruangan bisa hilang dengan maksimal. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com