Tag: detikproperti

  • Kenapa Ada Banyak Nyamuk di Halaman Rumah? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Pernahkah berjalan di halaman rumah atau sekadar bersantai di teras, lalu diserang banyak nyamuk? Alhasil, kulit jadi bentol-bentol dan gatal. Hal itu tentu bikin risih penghuni rumah.

    Kehadiran nyamuk memang patut diwaspadai. Sebab, hama ini dapat membawa sumber penyakit berbahaya.

    Bukan cuma di pekarangan, nyamuk itu nantinya bisa masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, penghuni perlu mencegah nyamuk di halaman rumah.


    Namun, kenapa ada banyak nyamuk di pekarangan ya? Simak penyebab dan cara cegahnya berikut ini.

    Penyebab Banyak Nyamuk di Halaman Rumah

    Inilah beberapa faktor yang mengakibatkan nyamuk bersarang di pekarangan, dikutip dari Trio Pest Control, Senin (6/10/2025).

    1. Genangan Air

    Salah satu penyebab utama kehadiran nyamuk adalah adanya genangan air. Nyamuk betina bertelur, lalu larvanya tumbuh di sana. Biasanya genangan air ada di talang air, pot tanaman, ataupun benda lainnya.

    2. Area Gelap dan Lembap

    Area pekarangan yang lembap dan gelap menjadi tempat yang menarik bagi nyamuk. Penyiraman kebun secara teratur tanpa adanya sinar matahari yang cukup untuk area tersebut mengering bisa menciptakan kondisi lembap yang disukai nyamuk.

    3. Tempat Berlindung

    Nyamuk mencari tempat berlindung dari angin dan predator di rumput tinggi, semak lebat, dan bawah dedaunan. Selain jadi tempat istirahat nyamuk, kondisi pekarangan yang rimbun seperti itu membuat lingkungan lebih lembap.

    4. Sampah Organik

    Akumulasi sampah organik di halaman rumah seperti daun kering, ranting, dan potongan rumput bisa menahan kelembapan. Tempat itu menjadi lokasi yang ideal buat nyamuk tempati.

    Cara Cegah Nyamuk di Halaman Rumah

    Jika tak ingin ada banyak nyamuk di halaman rumah, ikuti langkah-langkah pencegahan berikut ini.

    1. Hilangkan Genangan Air

    Periksa kondisi pekarangan setiap minggu untuk mengecek adanya genangan air. Segera hilangkan genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.

    2. Bersihkan Talang Air

    Pastikan talang air bersih dan air mengalir dengan baik supaya tidak ada genangan air.

    3. Rapikan Halaman Rumah

    Rapikan halaman rumah dengan memangkas rumput tinggi dan semak lebat biar nggak disinggahi nyamuk. Penghuni juga bisa menanam tanaman yang tak disukai nyamuk. Lalu, perbaiki juga permukaan tanah yang rawan timbul genangan air.

    4. Pasang Perangkap

    Perangkap nyamuk dapat mengurangi populasi nyamuk di halaman. Kemudian, penghuni dapat memasang produk anti nyamuk di teras biar nyamuk ogah mendekat.

    Itulah penyebab beserta cara cegah banyak nyamuk di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Jitu Bersihkan Noda Cat Dinding yang Menempel pada Logam-Kayu


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, pasti ada beberapa noda yang berserakan dan menempel di benda lain. Masalahnya, cat yang sudah menempel tersebut biasanya tidak bisa hilang jika hanya dibersihkan dengan air.

    Apabila digosok atau ditarik, justru dapat menimbulkan masalah baru, yakni permukaan benda rusak atau muncul goresan. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

    Dilansir This Old House, cara membersihkan cat yang menempel sembarangan berbeda-beda tergantung pada jenis material bendanya, misalnya logam, kain, atau beton. Berikut tips membersihkan cat dinding yang menempel sembarangan berdasarkan material tempatnya menempel.


    Cara Bersihkan Noda Cat Dinding

    1. Logam

    Material logam biasanya dipakai pada jendela, pintu, lemari, meja, hingga tangga. Untuk menghilangkan cat kering bisa dengan tiga proses, yakni penggunaan bahan kimia, pengamplasan, dan panas. Pengamplasan adalah solusi yang cepat dan mudah, tetapi apabila logam tersebut rapuh, bisa menggunakan bahan kimia seperti thinner untuk noda cat minyak dan cat kering.

    Cara menggunakannya pakai sedikit bahan kimia tersebut, lalu diamkan selama 5 menit, bersihkan dengan kain atau gosok sebentar permukaannya. Untuk metode penghilangan noda cat dengan panas harus dilakukan oleh ahli karena memiliki alat khusus.

    2. Karpet

    Saat mengecat dinding, seharusnya material berbahan kain disimpan jauh-jauh karena cat dapat dengan cepat mengering. Apabila sudah terlanjur menempel, siram karpet menggunakan air panas yang telah dicampur sabun cuci piring.

    Pastikan larutan tersebut terserap dan tunggu beberapa menit. Cek secara berkala hingga noda cat tersebut lunak dan mudah untuk dilepas.

    Jika cara tersebut tidak berhasil, coba ambil steamer genggam yang wujudnya seperti hair dryer. Arahkan alat itu ke noda cat tersebut sembari dikikis.

    3. Kayu

    Kayu sama seperti logam, cara membersihkan cat bisa memakai 3 cara yakni, bahan kimia, panas, atau pengamplasan. Jika memilih bahan kimia, oleskan bahan kimia tersebut dan diamkan selama beberapa menit. Kikis perlahan dengan pisau dempul atau pengikis cat.

    Kalau ingin mengampelas cat dari permukaan yang luas, gosok dengan hati-hati agar permukaan kayu tidak rusak atau tergores.

    Untuk cara dipanaskan bisa memakai heat gun. Namun, sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpengalaman karena kayu mudah terbakar. Khawatirnya bukan membersihkan cat, melainkan merusak barang tersebut.

    4. Kaca

    Material kaca paling mudah dibersihkan karena bisa minim goresan juga. Caranya bisa dengan menggunakan silet atau benda tajam dengan sudut 45 derajat. Saat mengikisnya harus hati-hati, jangan terlalu menekan atau terlalu cepat menggosoknya. Sebelum digosok, bisa oleskan area noda dengan campuran air hangat dan cuka, lalu gosok dengan spons non-abrasif.

    5. Beton

    Cara membersihkan noda cat di beton bisa menggunakan sikat berbulu kaku. Sebelum itu, beton bisa diberikan cairan pembersih kimia dan tunggu beberapa menit sebelum disikat.

    6. Plastik

    Saat membersihkan noda cat dari plastik sebaiknya hindari penggunaan bahan kimia karena bisa membuatnya meleleh. Lebih baik gunakan pengikis plastik atau pisau dempul untuk mengikis cat secara perlahan. Sebelum itu, tuang minyak sayur, alkohol, atau aseton untuk mempermudah pengikisannya.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan noda cat pada beberapa material, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Usir Lintah di Rumah dengan Bahan Alami, Bisa Pakai Garam


    Jakarta

    Lintah merupakan salah satu hewan yang sering muncul di rumah. Kehadiran lintah membuat para penghuni rumah merasa tidak nyaman karena khawatir digigit dan dihisap darahnya.

    Hewan parasit ini menyukai tempat yang lembap agar bisa bertahan hidup, misalnya di kamar mandi atau halaman rumah. Jika kamu menemukan lintah di sekitar rumah, sebaiknya jangan panik dan khawatir.

    Sebab, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengusir lintah dari rumah. Lalu, penting juga untuk mengetahui penyebab lintah dapat muncul di dalam rumah. Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Penyebab Ada Banyak Lintah di Rumah

    Munculnya banyak lintah di rumah bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Dilansir situs We Are Explorers, berikut penyebabnya.

    1. Kondisi Rumah yang Lembap

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lintah merupakan hewan yang senang berada di tempat yang lembap. Jika kondisi rumah sangat lembap, tak heran lintah dapat hidup dan berkembang biak.

    Selain itu, kalau hunian berada di dekat sungai, rawa atau selokan yang sering tergenang, lingkungan akan cenderung lembap. Hal itu yang membuat lintah juga sering muncul di rumah.

    2. Usai Hujan dan Banjir

    Setelah turun hujan biasanya lintah kerap muncul di perkarangan rumah atau menempel di dinding. Mereka akan berjalan secara perlahan menuju tempat yang kering agar tidak kebasahan.

    Lintah juga sering muncul usai banjir melanda. Bisa saja lintah terbawa arus banjir sehingga menempel di kendaraan, dinding rumah, atau tubuh manusia.

    3. Kamar Mandi yang Lembap

    Selain muncul di halaman rumah, terkadang lintah juga sering muncul di kamar mandi yang sangat lembap. Hewan melata tersebut bisa muncul di toilet lewat dua cara, yaitu melalui saluran air atau celah kamar mandi.

    Cara Usir Lintah dengan Bahan Alami

    Lintah yang muncul di halaman atau kamar mandi rumah dapat diusir dengan bahan alami, lho. Dikutip dari How To Repel, berikut cara ampuh usir lintah.

    1. Garam

    Selain digunakan untuk bumbu masakan, garam juga bisa digunakan untuk membasmi lintah di rumah. Cukup menaburkan garam secukupnya ke area yang sering dilalui lintah agar mereka tidak datang lagi.

    Penghuni juga bisa membasmi lintah dengan menaburkan garam secukupnya ke badannya. Tak lama, lintah akan bereaksi karena efek dari garam dan perlahan akan mati.

    2. Bawang Putih dan Cengkeh

    Penggunaan bawang putih dan cengkeh bisa menjadi solusi ampuh untuk membasmi lintah. Caranya cukup geprek 2-3 siung bawang putih dan 1-2 batang cengkeh. Lalu, taburkan di ruangan yang lembap atau sudut-sudut kamar.

    3. Minyak Atsiri

    Minyak atsiri atau essential oil ternyata dapat digunakan untuk membasmi lintah. Cara pakainya juga mudah, siapkan beberapa bola kapas yang sudah dioleskan minyak esensial, lalu letakkan di sudut-sudut ruangan.

    4. Jus Lemon

    Cara lain untuk mengusir lintah di rumah bisa menggunakan jus lemon. Caranya cukup dengan peras 2 buah lemon dan dicampur dengan air secukupnya, lalu masukkan ke dalam botol semprot dan kocok sampai merata. Semprotkan cairan jus lemon itu pada area dinding dan tanaman agar lintah tidak datang lagi ke rumah.

    Itulah penyebab ada banyak lintah masuk ke rumah dan cara ampuh mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tembok Penuh Coretan Cat Semprot? Coba Bersihkan Pakai 3 Bahan Ini


    Jakarta

    Sering kita temui bangunan-bangunan di pinggir jalan banyak coretan cat semprot. Coretan tersebut berupa gambar abstrak atau tulisan yang tidak ada maknanya. Coretan-coretan ini bisa dikategorikan sebagai vandalisme karena biasanya bukan si pemilik rumah yang melakukannya, melainkan orang asing yang dilakukan tanpa izin.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), vandalisme adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lain (keindahan alam dan sebagainya). Selain pada hasil karya seni, sebutan vandalisme juga bisa menyasar pada perbuatan merusak properti orang lain.

    Untuk membersihkan cat seperti ini tidak bisa hanya dengan air. Sementara, untuk dicat ulang butuh biaya untuk membeli catnya dan biasanya satu lapisan cat tidak cukup untuk menutupi coretan tersebut.


    Dilansir The Spruce, begini cara membersihkan coretan dari cat semprot tanpa begitu mempengaruhi kualitas cat yang sudah ada.

    Cara Menghilangkan Cat Semprot dari Dinding Rumah

    1. Pakai Thinner atau Pelarut Cat

    Cat semprot bisa dibersihkan menggunakan thinner untuk permukaan cat minyak dan cat kering. Caranya dengan menuangkan thinner pada kain bersih, lalu gosok coretan cat semprot di tembok menggunakan kain tersebut. Thinner juga bisa dipakai untuk membersihkan cat semprot pada material besi, baja, dan loga.

    Selain kain, kamu juga bisa menggunakan botol semprotan yang sudah diisi dengan larutan thinner. Lalu semprot pada permukaan tembok yang penuh coretan. Tunggu selama 15-20 menit, lalu bersihkan dengan kain atau spons yang telah dibasahi.

    2. Gunakan Baking Soda

    Untuk jenis cat tembok berbahan dasar minyak, kamu bisa menghilangkan coretan cat semprot dengan menggunakan campuran baking soda dan air. Lalu semprotkan dan didiamkan selama 15 menit. Setelah itu bersihkan menggunakan kain atau spons.

    3. Bersihkan dengan Sabun Cuci Piring

    Untuk material logam misalnya cat semprot menempel pada pintu ruko, coba bersihkan menggunakan sabun cuci piring yang dituang pada kain yang basah. Gosok permukaan logam sampai menghasilkan busa. Lalu bilas dan ulangi sampai coretan benar-benar hilang.

    Itulah cara dan bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan cat semprot, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Garam Sangat Ampuh Membasmi Lintah dan Siput? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Ada banyak hewan yang kerap ditemukan di halaman rumah, misalnya lintah dan siput. Bahkan, kedua hewan itu terkadang juga sering ditemukan berada di dalam rumah.

    Meski bukan hewan ganas dan mematikan, tapi terkadang kehadiran lintah dan siput membuat sebagian pemilik rumah merasa jijik dan khawatir. Sebab, keduanya memiliki lendir yang dapat mengotori lantai.

    Untuk membasmi lintah dan siput di rumah bisa menggunakan bahan alami, yakni dengan menaburkan garam ke tubuhnya. Cara ini terbilang sangat efektif karena dapat membunuhnya dalam sekejap.


    Menariknya, dengan menaburkan garam seujung jari pun sudah bisa membasmi lintah dan siput. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

    Manfaat Garam yang Mampu Basmi Lintah dan Siput

    Dilansir situs BBC, menaburkan garam ke tubuh lintah dan siput ternyata menimbulkan reaksi. Soalnya, tubuh hewan tersebut akan mengalami dehidrasi dan mulai kehilangan cairan lendir.

    Garam yang ditaburkan ke tubuh lintah dan siput dapat mengeluarkan air dari kulit mereka lewat proses osmosis (perpindahan molekul dari area berkonsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi). Hal itu yang membuat kedua hewan melata ini mengalami dehidrasi parah, sehingga perlahan akan mati dalam hitungan menit.

    “Garam pada dasarnya mengeluarkan air dari kulit mereka (efek osmosis) dan mereka mati dalam beberapa menit karena dehidrasi,” kata dosen senior di Universitas Newcastle Gordon Port.

    Perlu diketahui, hewan berlendir seperti lintah, siput, dan bekicot sangat bergantung dengan kandungan air yang tinggi di dalam tubuhnya.

    Ketika terpapar garam, lintah dan siput akan mencoba melepaskan diri sambil mengeluarkan banyak lendir untuk membersihkan kulitnya. Saat lendir yang dikeluarkan jumlahnya terlalu banyak secara bersamaan, maka mereka akan kehabisan air dan perlahan mati.

    “Kita tidak tahu seberapa sakitnya mereka saat bersentuhan dengan garam, tetapi siput atau bekicot yang terperangkap dalam butiran garam akan mencoba menghindar sambil mengeluarkan banyak lendir untuk membersihkan kulitnya,” ujar Port.

    Maka jangan heran setelah menaburkan garam ke tubuh lintah dan siput, maka akan banyak cairan yang keluar dan melumuri lantai. Untuk membersihkannya cukup dengan dilap pakai kain pel atau tisu secara perlahan.

    Ampas Kopi Bisa Dipakai untuk Cegah Lintah Masuk Rumah?

    Beberapa orang menyebut ampas kopi juga bisa digunakan untuk membasmi siput dan lintah. Port mengatakan hal tersebut benar adanya, tetapi kandungan kafein pada ampas kopi harus tinggi agar efektif membasmi hewan tersebut.

    “Mereka tidak suka kafein. Namun, jumlah kafein yang dibutuhkan untuk mencegah mereka begitu tinggi sehingga penggunaannya akan berbahaya bagi semua orang, termasuk kita,” ungkapnya.

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh United States Department of Agriculture’s Agricultural Research Service telah menjawab hal tersebut. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti larutan kafein sebesar 1 persen mampu mengusir hewan seperti siput dan bekicot.

    Agar efektif mengusir lintah dan siput disarankan untuk tidak menggunakan kopi instan karena hanya mengandung sekitar 0,05 persen kafein. Kandungan kafeinnya 20 kali lebih sedikit daripada bubuk kopi alami.

    Sebagai solusinya, kamu bisa memasang penghalang lintah dan siput dari bahan tembaga atau seng. Ketika melewati pagar penghalang, mereka akan jatuh ke bawah karena tubuhnya tidak bisa menempel dengan erat.

    Selain itu, tembaga atau seng sebenarnya beracun bagi lintah dan siput. Jadi, mereka tidak dapat masuk ke dalam rumah melalui lubang jika ada lapisan tembaga di dalamnya.

    Agar tanaman hias di rumah tidak rusak, pasang juga lapisan tembaga di sekitar pot. Langkah ini dapat mencegah siput yang dapat menggerogoti daun tanaman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak Ideal TV dengan Sofa di Ruang Keluarga



    Jakarta

    Biasanya rumah suka dilengkapi dengan TV sebagai hiburan dan sumber informasi bagi penghuni rumah. Perangkat ini biasanya ditaruh di ruang keluarga atau kamar tidur.

    Tidak asal taruh, penempatan TV perlu mempertimbangkan jarak nonton penghuni. Jarak TV dengan tempat duduk atau sofa penontonnya tidak boleh terlalu dekat. Jika terlalu dekat, dikhawatirkan mata menjadi cepat lelah.

    Perlu diketahui, semakin besar ukuran TV, maka jarak penonton semakin jauh pula. Nah, hal ini bisa menjadi pertimbangan penghuni ketika ingin memilih TV yang cocok buat ruang nonton.


    Memang, berapa seharusnya jarak antara TV dan tempat duduk di rumah? Berikut ini penjelasannya.

    Dikutip dari Herne Bay Domestics, penghuni perlu paham dulu soal ukuran TV. Ukuran tersebut diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

    Kemudian, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Berbeda dari ruang keluarga, cara hitung jarak buat kamar tidur itu dari TV ke posisi bantal di kasur.

    Untuk menentukan jarak aman menonton TV, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Salah satu caranya, penghuni mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

    Sebaliknya, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut hanya perlu dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

    Sebagai contoh, apabila TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

    Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

    Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
    32 1,63
    40 2
    43 2,18
    48 2,44
    49 2,49
    50 2,54
    55 2,79
    58 2,96
    65 3,3
    70 3,55
    75 3,81
    77 3,91
    82 4,16

    Itulah jarak yang jarak ideal TV dengan tempat duduk berdasarkan ukuran TV. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Basmi Kaki Seribu yang Bikin Kulit Gatal dengan Bahan Alami


    Jakarta

    Ada sejumlah hewan yang sering kali muncul di rumah, salah satunya adalah kaki seribu. Hewan yang termasuk kelompok filum arthropoda ini sering terlihat di halaman dan teras rumah.

    Ketika menemukan kaki seribu, sebaiknya detikers tetap hati-hati. Sebab, kandungan zat di dalam hewan ini dapat memicu rasa gatal dan terbakar jika menyentuh kulit.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan banyak kaki seribu bermunculan di rumah. Namun jangan khawatir, untuk membasminya bisa menggunakan bahan alami yang mudah didapat.


    Penyebab Kaki Seribu Muncul di Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, kaki seribu termasuk hewan yang bertahan hidup di tempat lembap dan gelap. Jika tingkat kelembapan di rumah sangat tinggi, maka tak heran kalau menemukan banyak kaki seribu.

    Kehadiran hama tersebut juga dapat mengindikasikan adanya serangga lain di rumah. Kemungkinan terdapat banyak kecoak, ngengat, lalat, dan rayap yang merupakan sumber makanan bagi kaki seribu.

    Terkadang, kaki seribu juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau lubang yang tidak ditutup. Mereka akan mencari tempat yang aman untuk berkembang biak.

    Ketika hujan deras, kaki seribu yang semula hidup di halaman rumah akan berpindah ke tempat yang kering. Sebab, habitat mereka tergenang air dan tak bisa ditinggali lagi. Maka dari itu, kaki seribu sering ditemukan sedang merayap di dinding atau lantai rumah.

    Cara Basmi Kaki Seribu dengan Bahan Alami

    Mengusir kaki seribu di rumah bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Tak harus menggunakan cairan kimia, cukup dengan bahan alami yang mudah didapat sudah bisa membasmi hama tersebut. Berikut caranya:

    1. Cuka Putih

    Kandungan asam asetat pada cuka putih ternyata dinilai ampuh untuk membasmi hama di rumah, termasuk kaki seribu. Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih ke kaki seribu, tak lama mereka akan mati karena terpapar cairan asam.

    2. Garam

    Selain digunakan untuk bumbu masak, garam juga bisa digunakan untuk membasmi kaki seribu. Sama seperti cara sebelumnya, cukup taburkan garam ke kaki seribu dan perlahan akan mati.

    3. Minyak Esensial

    Guna mencegah kaki seribu masuk ke rumah bisa menggunakan minyak esensial atau essential oil. Cukup mencampur minyak esensial dan air hingga menjadi cairan, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan minyak esensial ke sudut-sudut rumah.

    Untuk aroma minyak esensial bisa dipilih secara bebas sesuai keinginan, seperti peppermint, tea tree, jeruk, atau lavender. Semprotkan secara berkala atau ketika wanginya sudah tidak tercium

    4. Daun Pandan dan Serai

    Daun pandan dan serai dapat mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai kaki seribu. Caranya dengan memotong daun pandan menjadi beberapa bagian, lalu geprek serai agar aromanya keluar.

    Setelah itu, masukkan ke dalam wadah terbuka dan letakkan di area yang sering dilalui kaki seribu. Jika sudah tidak mengeluarkan wangi, segera ganti dengan daun pandan dan serai yang baru.

    Demikian penyebab kaki seribu muncul di rumah dan cara atasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal Ini Bikin Rumah Nggak Laku Meski Dijual Murah


    Jakarta

    Ada beberapa orang yang tengah kesulitan saat menjual rumahnya. Walau berada di lokasi yang strategis, harganya tidak terlalu mahal, dan memiliki surat yang lengkap, tapi tetap saja tidak laku-laku.

    Mungkin pemilik rumah tidak sadar kalau ada beberapa hal yang membuat propertinya tak kunjung laku. Misalnya, ditemukan kerusakan pada atap atau halaman yang tidak terawat.

    Hal-hal tersebut bisa membuat calon pembeli berubah pikiran. Dari semula sangat yakin untuk membeli rumah, tapi perlahan mundur dan akhirnya memilih mencari rumah yang lain.


    Ingin tahu apa saja hal yang membuat rumah yang dijual tak laku-laku? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal Ini Bikin Rumah yang Dijual Tak Laku-laku

    Sejumlah agen properti membeberkan beberapa hal yang membuat rumah tidak kunjung laku. Dilansir situs The Spruce, berikut penyebabnya:

    1. Halaman Rumah Tidak Terawat

    Halaman yang tidak terawat membuat banyak calon pembeli memutuskan untuk tidak jadi meminang rumah tersebut. Kondisi ini meliputi rumput yang tumbuh lebat, rumput mati, daun-daun berserakan, atau jalan setapak yang retak.

    Meski bisa dirapikan, tetapi calon pembeli harus mengeluarkan uang lagi untuk merawat halaman rumah. Selain itu, mereka menilai rumah tersebut tidak terawat karena dari halamannya saja sudah tak terurus.

    “Bahkan sepetak kecil rumput hijau yang sehat di halaman depan akan sangat membantu membuat rumah lebih menarik,” kata agen properti Jan Ryan.

    2. Kondisi Cat Dinding yang Kusam

    Tak hanya bagian luar, tapi interior rumah juga wajib diperhatikan oleh calon pembeli. Jika ditemukan cat dinding sudah kusam atau mengelupas maka jangan heran kalau rumah tidak cepat terjual.

    Selain itu, banyak pembeli yang tidak suka dengan warna cat yang terlalu mencolok, baik pada satu dinding atau menutupi seluruh ruangan. Memang bisa dicat kembali sesuai keinginan, tapi tentu mengeluarkan uang lagi.

    “Dinding aksen hijau limau mungkin terasa menyenangkan pada awalnya, tetapi pembeli tidak dapat melihat lebih dari warna-warna yang berani dan ketinggalan zaman,” ujar Ryan.

    3. Banyak Kerusakan di Rumah

    Kondisi rumah yang tidak terawat jadi alasan utama banyak calon pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli properti tersebut. Misalnya, ditemukan atap bocor, dinding retak halus, cat dinding mengelupas, atau pintu yang sudah rusak.

    Hal-hal kecil seperti gagang pintu yang longgar atau tetesan air dari keran terkadang dianggap sepele. Namun, hal tersebut akan menjadi penilaian penting bagi calon pembeli rumah.

    “Jika mereka melihat hal-hal kecil diabaikan begitu saja, mereka tentu khawatir akan ada masalah besar yang ditutupi,” papar Ryan.

    4. Perabotan yang Sudah Jadul

    Perabotan di rumah seperti kloset duduk atau fitting lampu yang sudah kuno juga termasuk penilaian bagi calon pembeli. Meski bisa diganti yang baru, tapi Ryan menyebut tak semua orang mau mengeluarkan duit ekstra hanya untuk mengganti perabotan kecil.

    “Banyak dari barang-barang ini sebenarnya dapat diperbarui dengan biaya terjangkau, tetapi jika masih digunakan dapat memberikan perbedaan besar pada calon pembeli saat melihat rumah Anda,” tuturnya.

    5. Perbaikan Rumah yang Tidak Tuntas

    Sebelum dijual, banyak pemilik rumah yang melakukan sejumlah perbaikan di beberapa sudut ruangan. Meski tujuannya baik agar menambah nilai jual, tapi jika dikerjakan secara asal-asalan justru bisa berdampak buruk.

    Sebagai contoh, cat dinding yang terlihat belang atau tidak rapi bisa membuat calon pembeli mengurungkan niatnya membeli rumah.

    “Jika saya masuk ke sebuah rumah dan melihat lebih dari satu pekerjaan yang tidak rapi, hal itu menunjukkan jika penjual rumah terlalu hemat. Saya akan berasumsi dia juga menyewa tukang listrik atau tukang ledeng yang termurah,” imbuh Ryan.

    Itulah lima hal yang membuat calon pembeli gagal membeli rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 3 Lokasi di Rumah Ini Rawan Jadi Sarang Belatung


    Jakarta

    Belatung merupakan hewan yang sering muncul pada makanan yang sudah kadaluarsa atau busuk. Namun, kemunculan hewan yang sebenarnya larva dari serangga ini bisa ditemui di dalam rumah yang mungkin dikira bersih.

    Sebelum itu, ketahui dahulu bentuk belatung. Dilansir Family Handyman, belatung merupakan lalat muda alias larva lalat. Hewan ini umumnya berwarna putih tidak memiliki kaki, bentuknya seperti cacing pendek dan selalu menggeliat. Hewan ini memiliki 1-2 bintik hitam pada salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai lubang pernapasan.

    Ketika menemukan belatung, biasanya mereka tidak hanya satu buah, melainkan bergerombol dan selalu menggeliat. Mereka muncul dari telur lalat yang bertelur di atas sampah atau tempat kotor tersebut. Oleh karena itu, jika ada tumpukan sampah atau makanan yang sudah membusuk sebaiknya dibuang jauh-jauh karena dapat mengundang lalat.


    Belatung sebenarnya dapat hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan, sehingga area tersebut tak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Faktor cuaca juga dapat membunuh belatung karena hewan ini tidak dapat bertahan hidup di kondisi terlalu dingin atau panas.

    Dari siklus kehidupan belatung, detikers mungkin bisa terbayang sedikit kira-kira lokasi di mana yang disenangi oleh belatung. Dilansir Homes and Garden berikut lokasi yang bisa memicu munculnya belatung di dalam rumah.

    1. Piring Kotor

    Mencuci piring atau perlengkapan makan sebenarnya merupakan pekerjaan yang mudah, tetapi jika jumlahnya banyak ditambah pekerjaan lainnya, tugas satu ini bisa jadi tidak tersentuh sama sekali. Namun, hati-hati tumpukan piring kotor dapat memicu munculnya belatung. Sebab, biasanya di dalam piring kotor terdapat sisa makanan atau sampah yang apabila didiamkan akan membusuk dan memanggil lalat datang.

    Apabila piring sudah diinvasi belatung, membersihkannya akan lebih sulit. Lebih baik, setiap setelah makan, sisa makanan dipisah dahulu, piring direndam dalam air bersih. Bisa juga mencicilnya atau memakai peralatan makan sekali pakai jika benar-benar tidak bisa mencuci piring.

    2. Tempat Sampah Terbuka

    Tempat sampah di dalam rumah juga harus setiap hari dibuang keluar karena baunya dapat mengundang lalat datang. Selain itu, pastikan tempat sampah yang dipakai modelnya memiliki tutup agar lalat, tikus, hingga kecoa tidak berkumpul di dalamnya.

    3. Halaman Rumah

    Belatung juga bisa ditemukan di sekitar perkarangan rumah. Umumnya hal ini disebabkan karena ada kotoran hewan, bangkai binatang, atau kompos yang tidak segera dibersihkan. Maka jangan heran kalau ditemukan banyak lalat dan belatung di halaman.

    Tips Membasmi Belatung di Rumah

    Kamu dapat membasmi belatung dengan menggunakan obat semprotan nyamuk. Jika sudah mati, kamu bisa menyingkirkannya dengan vacuum cleaner atau sapu.

    Jika masih ada sejumlah belatung yang hidup, kamu bisa membasminya dengan membuat larutan alami dari garam dan cuka putih. Berikut langkah-langkahnya:

    • Tuang 2 sendok makan garam ke dalam wadah, lalu campur cuka putih secukupnya
    • Masukkan 2-3 gelas air panas ke dalam wadah, kemudian aduk hingga merata
    • Setelah itu, tuang larutan tersebut ke dalam botol semprot
    • Semprotkan cairan garam dan cuka putih ke area yang terdapat belatung di rumah.

    Itulah 3 lokasi yang bisa memicu munculnya belatung di rumah, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Handuk Basah Diletakkan di Atas Kasur Tak Dianjurkan, Ini Bahayanya



    Jakarta

    Handuk basah biasanya diletakkan begitu saja di kasur setelah mandi. Hal ini dikarenakan letak lemari pakaian yang berdekatan dengan kasur. Ternyata kebiasaan tersebut tidak bagus lho.

    Dilansir laman Yahoo! Life UK handuk yang basah dan lembap dapat memicu pertumbuhan jamur serta membawa berbagai macam mikroba. Apabila diletakkan di atas kasur, lembap tersebut dapat menembus ke kasur dan mempermudah pertumbuhan bakteri.

    “Seprai Anda akan menyerap kelembapan sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri dan jamur,” kata Rhiannon Johns, seorang desainer interior dan Head of Brand Piglet in Bed.


    Dengan kata lain, dengan meletakkan handuk basah ke kasur dapat membuat seprainya kotor. Kondisi ini juga akan bertambah buruk jika penggunanya jarang mengganti seprai. Bukan hanya kotor, melainkan jamur bisa menyebar ke seluruh kasur. Risikonya bisa muncul infeksi kulit, gatal-gatal, hingga muncul ruam di seluruh badan.

    “Tidak hanya itu, sel-sel kulit mati dan kotoran dari tubuh yang dibersihkan menggunakan handuk, akan diserap lagi oleh tempat tidur jika meletakkan handuk basah di atasnya. Hal ini kurang higienis dan bisa memicu kemungkinan infeksi kulit,” ungkap dr Ross Perry GP, direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

    “Penelitian kecil menunjukkan bahwa handuk yang kotor berpotensi menyebabkan penyebaran penyakit menular,” lanjutnya.

    Menurut Rhiannon harus segera menghentikan kebiasaan menaruh handuk basah di atas kasur setelah mandi. Segera jemur handuk di tempat yang panas agar cepat kering sehingga mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.

    Jika tak sengaja menaruh handuk basah di kasur atau lupa untuk mengangkatnya selama berjam-jam, dianjurkan untuk mencuci seprai agar tidak lembap sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri. Rhiannon juga menyarankan mencuci seprai setidaknya seminggu sekali.

    “Untuk kesegaran yang lebih menyeluruh, jemur handuk di atas tali jemuran di luar ruangan. Cahaya matahari akan membantu membunuh bakteri, jadi manfaatkan sinar matahari sebaik-baiknya,” tuturnya.

    “Selain itu, sebelum merapikan tempat tidur di pagi hari, sebaiknya balikkan selimut untuk diangin-anginkan agar tidak ada debu dan kotoran,” pungkas Rhiannon.

    Itulah penjelasan mengenai bahaya meletakkan handuk basah di kasur setelah mandi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com