Tag: detikproperti

  • 3 Bahan Pengganti Cairan Pembersih buat Ngepel Sesuai Jenis Lantai


    Jakarta

    Lantai rumah harus sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Supaya lantai bersih dan kinclong, penghuni rumah perlu menggunakan cairan pembersih khusus ketika mengepel lantai.

    Ada banyak cairan pembersih lantai di pasaran yang bisa digunakan. Namun, biasanya cairan tersebut mengandung bahan kimia yang bersifat keras, sehingga kurang baik untuk kesehatan.

    Nah, ternyata cairan pembersih lantai sebenarnya bisa dibikin sendiri menggunakan bahan-bahan yang lebih alami, lho. Berikut bahan-bahan sederhana yang bisa dipakai untuk mengepel lantai, dikutip dari The Spruce.


    Bahan Pengganti Cairan Pembersih Lantai

    1. Cuka Putih Suling untuk Lantai Ubin dan Linoleum

    Cairan pembersih lantai alami bisa dibuat dari cuka putih suling. Cairan ini cocok untuk mengepel lantai keramik dan linoleum. Namun, pastikan nat ubin tertutup rapat ya. Berikut beberapa resep cairan pembersih lantai dengan cuka suling.

    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling and 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan 2 sendok makan sabun cuci piring berbahan lembut.
    • Campurkan 1/2 cangkir cuka putih suling, 1 galon air hangat, dan beberapa tetes minyak esensial beraroma atau jus lemon.

    2. Sabun Cuci Piring

    Nggak perlu beli cairan pembersih lantai, sabun cuci piring yang lembut juga bisa digunakan buat larutan pel untuk sebagian besar jenis lantai. Namun, jangan campurkan terlalu banyak sabun karena bisa membuat lantai agak lengket. Berikut adalah dua resep cairan pembersih lantai dengan sabun cuci piring.

    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring yang lembut dan 3 cangkir air hangat.
    • Campurkan 1/4 cangkir sabun cuci piring, 2 cangkir cuka putih, 2 cangkir air hangat, dan 1/2 cangkir jus lemon.

    3. Alkohol Gosok untuk Lantai Laminasi

    Campuran alkohol gosok dan air dapat menggantikan cairan pembersih lantai untuk lantai laminasi dan ubin. Alkohol gosok efektif menambahkan daya pembersih ke dalam air. Alkohol gosok menguap dengan cepat, sehingga tidak meninggalkan goresan dan garis saat mengering. Berikut adalah dua cara untuk membuat larutan pembersih alkohol gosok.

    • Campurkan 1 cangkir alkohol gosok dan 1 galon air hangat.
    • Campurkan 1 bagian cuka, 1 bagian alkohol gosok, dan 1 bagian air hangat.

    Itulah beberapa bahan yang bisa kamu gunakan untuk menggantikan cairan pembersih lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman yang Bikin Tikus Ogah Dekati Rumah



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang kerap masuk pekarangan dan rumah. Hewan ini bisa merusak tanaman di pekarangan maupun barang-barang di dalam rumah.

    Tak hanya merusak, tikus tergolong hewan kotor pembawa penyakit. Tikus juga kerap membuat kotoran sembarangan di dalam rumah.

    Kalau menemukan tikus di rumah, penghuni bisa membasminya dengan perangkap maupun racun. Di samping itu, penghuni rumah bisa melakukan langkah pencegahan dengan menghalau tikus mendekati rumah.


    Mulai dari pekarangan, penghuni rumah bisa menanam atau menaruh tanaman yang dibenci tikus. Pakar hewan dari Glenlivet Wildlife, Sam Bryant, ada tumbuhan yang bisa mengusir tikus karena aromanya tidak disukai yakni bunga lily, marigold, dan mint.

    “Menambahkan tanaman pengusir tikus ke dalam taman dapat berfungsi sebagai pencegah alami. Tanaman ini memiliki bau atau rasa yang tidak disukai tikus,” kata Sam Bryant seperti yang dikutip dari Mirror.

    Bunga lily dan bunga marigold adalah spesies tanaman hias yang memiliki bentuk dan warna yang indah. Keduanya juga memiliki harum yang lebih wangi dari mawar. Siapa sangka keduanya bisa untuk mengusir tikus dari rumah dan taman.

    “Marigold mengeluarkan bau yang tidak sedap bagi tikus. (bunga lily) karena wanginya yang kuat. Dengan menanamnya di samping sayuran atau bunga dapat memberikan perlindungan tambahan (pada tanaman),” jelas Sam.

    Ada satu lagi tanaman yang ampuh untuk mengusir tikus yakni mint. Tumbuhan ini memang hanya berwarna hijau dengan daun kecil, tetapi memiliki segudang khasiat untuk tubuh dan biasa dicampurkan di dalam makanan karena memiliki sensasi rasa yang menyegarkan.

    Tanaman mint juga ampuh mengusir tikus karena mengeluarkan aroma yang tajam yang mengganggu bagi hewan ini.

    “Tanam tanaman mint di sekeliling taman atau di dekat tanaman yang rentan untuk mengusir tikus dengan aromanya yang kuat. Aroma mint yang kuat dapat menutupi aroma tanaman lain, sehingga kurang menarik bagi tikus,” tambahnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Toren Air Ditumbuhi Lumut Agar Selalu Bersih



    Jakarta

    Toren air adalah tangki atau tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Tangki yang berisi air ini bisa ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap.

    Belum lagi ada paparan sinar matahari yang menembus tangki, sehingga mendukung pertumbuhan lumut. Kalau sudah ditumbuhi lumut, air akan tercemar dan mempengaruhi kebersihannya.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah lumut tumbuh di atas toren, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Pasang Septic Tank yang Benar biar Nggak Cepat Penuh


    Jakarta

    Setiap rumah membutuhkan septic tank untuk mengolah limbah dan menjaga sanitasi air di rumah. Seiring berjalannya waktu, tentu septic tankakan penuh dengan kotoran, sehingga perlu disedot secara berkala.

    Nah, pemilik rumah perlu memasang septic tank dengan benar agar tidak timbul masalah. Dengan pemasangan yang benar, septic tank tidak akan cepat penuh, lho.

    Lantas, bagaimana cara memasang septic tank dengan benar? Yuk, simak tips pemasangannya berikut ini.


    Tips Pasang Septic Tank

    Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang septic tank.

    1. Ukuran Septic Tank

    Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting, menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

    “Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

    Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

    2. Septic Tank Kedap Air

    Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho, menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

    “Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangki septik,” jelas Endro.

    3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

    Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

    “Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

    4. Resapan Air Terpisah

    Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

    “Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

    5. Ada Pipa Hawa

    Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

    “Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

    6. Pemilihan Lahan

    Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum? Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Sumber air bersih di rumah bisa didapatkan dengan berbagai cara, salah satunya dari sumur yang mengambil air dari dalam tanah. Nah, terdapat dua jenis sumur, yakni sumur bor dan sumur gali.

    Perbedaan utama antara keduanya adalah sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual. Tentunya, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulannya masing-masing.

    Namun, Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor menilai sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali. Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lantas, apa perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor menggunakan mesin bor, sehingga prosesnya lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan yang mengakibatkan sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

    2. Debit Air

    Bentuk lubang sumur gali memiliki diameter yang besar, sehingga debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Adapun debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

    3. Waktu Pengerjaan

    Meski pembuatan sumur gali lebih murah, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya. Pasalnya penggalian dilakukan sendiri secara manual.

    Berbeda halnya dengan penggalian sumur bor yang relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

    Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! 5 Penyebab Daun Tanaman Menguning Meski Tersiram Air Hujan


    Jakarta

    Warna pada daun dapat menunjukkan kesehatan dan kesegaran pada tanaman. Warna hijau menandakan kondisi tanaman yang baik dan ternutrisi. Sebaliknya, daun yang menguning menandakan adanya masalah pada tanaman tersebut.

    Masalah tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, tergantung pada faktor lingkungan, iklim, dan perawatan dari pemiliknya. Bahkan tanaman yang letaknya di luar dan tersiram air hujan, bisa menyebabkan daun tanaman menguning.

    Dilansir Gardeners World, berikut beberapa penyebab daun tanaman menguning.


    1. Terlalu Banyak Disiram

    Ternyata tanaman yang tersiram air hujan tetap berpotensi daunnya menguning. Hal ini disebabkan penyiraman yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah seperti pembusukan pada akar, mengganggu penyerapan nutrisi, dan menarik hama mendekat.

    Untuk mengukur kapan tanaman perlu mendapat air adalah dengan mengecek kondisi tanah. Apabila tanah masih terasa lembap, sebaiknya tunggu satu hari lagi untuk menyiram.

    2. Kurang Air

    Selain terlalu banyak air, tanaman yang kekurangan air juga mudah warna daunnya berubah. Pemilik tanaman bisa menggunakan cara yang sama seperti tadi untuk mengecek kelembapan tanah. Apabila sejak awal mengetahui tanaman tersebut menyukai banyak air, letakkan tanaman tersebut dekat dengan sumber air.

    3. Akar Tanaman Tersumbat

    Daun yang menguning bisa juga disebabkan karena akar tanaman tidak bisa bertumbuh atau tersumbat. Biasanya terjadi pada tanaman yang diletakkan di dalam pot. Jika mengalami hal seperti ini, pindahkan tanaman di pot atau tanah yang lebih luas.

    4. Kurang Mendapat Cahaya

    Tanaman membutuhkan cahaya yang baik. Menempatkan tanaman di lokasi yang minim cahaya matahari masuk membuat proses fotosintesisnya terhambat. Seperti yang kita tahu dalam proses menghasilkan klorofil dan energi pada tumbuhan membutuhkan cahaya. Oleh karena itu, banyak daun tanaman arah tumbuhnya mengikuti lokasi di mana cahaya berada.

    5. Kekurangan Nutrisi

    Daun muda yang menguning biasanya disebabkan oleh kekurangan nitrogen, sementara daun yang menguning di bagian tepinya kemungkinan besar disebabkan oleh kekurangan kalium. Daun yang menguning di antara urat daun mengalami kekurangan zat besi

    Nitrogen dan kalium merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam pupuk umum. Kekurangan nutrisi sebenarnya dapat diperbaiki dengan menambahkan sumber nutrisi atau memindahkan tanaman ke pupuk yang menyediakan nutrisi tersebut.

    Itulah beberapa faktor yang membuat daun tanaman menguning.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Membersihkan Dapur, Bisa Timbulkan Bau Tak Sedap!


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu bagian rumah yang paling sering digunakan. Seringnya penggunaan dapur di rumah tak ayal membuat ruangan tersebut cepat kotor.

    Penghuni rumah tentunya tidak betah jika bagian dapur kotor. Namun, membersihkan dapur tidak bisa asal-asalan, bukannya bersih nanti yang ada justru semakin kotor.

    Nah, berikut ini ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


    1. Tidak Membersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

    ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

    Banyak penghuni rumah yang lupa membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, serta microwave. Tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa sulit dibersihkan apabila didiamkan terlalu lama sehingga menimbulkan bau tak sedap.

    Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

    2. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

    Bukan Sabun Cuci Piring, 4 Bahan Alami Ini Bikin Piring Bersih dan KinclongIlustrasi penggunaan sabun cuci piring. Foto: Getty Images/iStockphoto/robertprzybysz

    Menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan semakin bersih. Namun, terlalu banyak menggunakan sabun cuci piring justru bisa meninggalkan residu tipis pada peralatan makan dan permukaan wastafel.

    Residu tersebut bisa membuat tampilan piring menjadi keruh. Cukup menggunakan beberapa tetes sabun cuci piring saja serta dibilas dengan air panas untuk membersihkan residu.

    3. Tidak Membersihkan Tempat Sampah

    In de zorgTempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Sama seperti bagian lainnya, tempat sampah perlu dibersihkan. Sebab jika tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau tak sedap hingga menampung bakteri.

    Untuk mencegah hal tersebut, cuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

    “Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens, Selasa (8/4/2025).

    4. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

    Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningwastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

    Saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa menjadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau tak sedap. Sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa menimbulkan potensi penyumbatan saluran pembuangan wastafel.

    Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

    5. Tidak Mengganti Spons Cuci Piring

    Spons cuci piringSpons cuci piring Foto: Getty Images/iStockphoto/tadamichi

    Spons cuci piring merupakan salah satu benda yang paling banyak mengandung bakteri di rumah, apalagi jika digunakan dalam waktu yang terlalu lama. Sebaiknya penghuni rumah mengganti spons setiap 1-2 minggu atau jika sudah menimbulkan bau.

    Membersihkan dapur tidak hanya sekadar mengelap permukaan agar tampak bersih dan rapi saja tetapi juga menjaga setiap bagian yang ada. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut bisa menjaga dapur lebih bersih dan mencegah bau tak sedap menguar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Rumah Ramah Kucing Agar Lebih Aman dan Nyaman


    Jakarta

    Pemilik rumah terkadang mempunyai peliharaan di dalam huniannya, salah satu yang paling umum adalah kucing. Nah, sebenarnya kucing mempunyai kebutuhan tersendiri untuk membuatnya merasa nyaman dan aman di dalam rumah.

    Kebanyakan rumah tidak dirancang sesuai dengan kebutuhan kucing. Untuk itu, ada baiknya pemilik membuat rumahnya lebih ramah bagi kucing.

    Lantas, bagaimana cara membuat rumah ramah kucing? Yuk, simak caranya berikut ini.


    Tips Bikin Rumah Ramah Kucing

    Inilah cara membuat rumah menjadi lebih nyaman bagi kucing dikutip dari international cat care.

    1. Tempat Tidur Kucing

    Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga akan lebih baik kalau ada tempat tidur buat mereka. Kucing lebih menyukai tempat yang hangat untuk tidur dan posisinya cukup tinggi.

    Sediakan berbagai pilihan tempat tidur di lokasi yang berbeda, terutama di tempat yang hangat, cerah, dan tenang. Tempat tidurnya tidak harus khusus kucing, karena banyak kucing yang merasa nyaman dengan tempat tidur, kursi, atau sofa milik pemiliknya.

    2. Tiang Garukan Kucing

    Kucing punya kebiasaan menggaruk atau mencakar untuk menjaga cakarnya dan menandai wilayahnya. Rumah yang ada kucing perlu punya tiang garuk atau permukaan garuk lain agar tidak menggaruk perabotan.

    Sediakan tiang garuk yang tinggi agar kucing puas menggaruk secara vertikal dengan rentangan panjang.

    3. Jendela Kecil

    Kucing lebih suka jendela berukuran kecil di ruangan yang lebih redup. Jendela besar bisa membingungkan kucing karena mereka melihat pemandangan luar beserta potensi bahaya.

    Jendela yang kecil memungkinkan kucing buat bersembunyi sambil menjaga wilayah kekuasaan mereka. Sementara itu, jendela berukuran besar membuat mereka berhadapan langsung dengan kucing liar.

    4. Tutupi Bukaan di Rumah

    Setiap rumah membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Meski ada kucing, jangan enggan membuka jendela atau pintu di rumah.

    Pastikan untuk memasang teralis atau penutup khusus pada bukaan di rumah agar bisa mendapat udara segar tanpa khawatir kucing kabur.

    5. Kotak Pasir Kucing

    Letakkan kotak pasir kucing di sudut tersembunyi. Pastikan kotak pasir itu jauh dari makanan dan air, jendela besar, dan area ramai di rumah.

    Selain itu, sebaiknya menyediakan satu kotak untuk setiap kucing di rumah. Lalu, tambahkan satu kotak lagi di tempat yang berbeda agar kucing merasa punya banyak opsi tempat buang air.

    Itulah beberapa tips untuk membuat rumah menjadi ramah kucing. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Hilangkan Bau Apek di Rumah Usai Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan berhari-hari karena perjalanan jauh seperti mudik Lebaran biasanya berisiko muncul bau tak sedap saat pintu rumah kembali dibuka. Baunya seperti bau apek karena rumah lama tidak dibuka atau karena minimnya sirkulasi udara.

    Bau apek tidak bisa dianggap sepele. Bau ini dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah karena bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur di tempat yang lembap. Jamur yang tengah aktif tersebut dapat melepaskan spora dan senyawa organik volatil (VOC) ke udara.

    Menghirup zat-zat ini dapat berpengaruh pada sistem pernapasan seperti muncul gejala seperti batuk, bersin, mengi, dan bahkan memperburuk asma atau alergi.


    Oleh karena itu, setelah pulang mudik, dilansir Cleanpedia, sehabis membuka pintu langsung lakukan hal-hal ini untuk menghilangkan bau apek dari rumah.

    1. Cari Sumber Bau

    Saat kamu mencium bau apek setelah membuka pintu. Coba telusuri seluruh bagian rumah untuk mengetahui sumber bau berasal. Biasanya jamu menyukai tempat lembap seperti kamar mandi, wastafel, area perpipaan, atau keran.

    Untuk lebih akurat, kamu juga bisa mendatangkan ahli yang lebih memahami teknik membersihkan jamur di rumah.

    2. Buka Semua Ventilasi

    Agar spora dari jamur tidak banyak terhirup, lekas buka jendela, pintu, dan ventilasi lainnya di rumah. Biarkan udara segar masuk.

    Buka juga semua gorden dan tirai, untuk membiarkan cahaya matahari masuk! Jangan lupa untuk membuka ruang tertutup seperti lemari, kabinet, dan lemari pakaian untuk menghindari pertumbuhan jamur.

    3. Nyalakan Kipas Angin dan Dehumidifier

    Untuk mempercepat udara segar masuk ke dalam rumah dan mendorong udara panas, coba menyalakan kipas. Sementara untuk mengurangi udara lembap di rumah bisa menggunakan alat dehumidifier.

    4. Bersihkan Rumah

    Rumah yang ditinggal selama beberapa hari pasti berdebu meskipun ruangan dalam keadaan tertutup. Tumpukan debu juga bisa menjadi sarang berkembangbiak jamur. Bersihkan rumah dengan menggunakan sapu, penyedot debu, atau dilap.

    5. Letakkan Lemon

    Aroma lemon dapat membuat rumah terasa lebih segar. Daripada membeli produk instan, coba buat aroma lemon alami dengan cara merebus kulit lemon di panci berisi air. Kemudian, tunggu hingga aroma tercium. Baru setelah itu letakkan jeruk tersebut di beberapa area di rumah.

    6. Soda Kue

    Ada cara instan lain untuk menghilangkan bau apek di rumah yakni dengan sepiring soda kue yang dapat menyerap bau. Untuk area tertutup yang lebih kecil seperti lemari, lemari memakai sepiring kecil soda kue juga sudah cukup. Tunggu salaam 24 jam sampai kelembapan terserap maksimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Harga Rumah dekat Masjid Belum Tentu Lebih Murah!



    Jakarta

    Indonesia merupakan negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Rumah ibadah umat Muslim yakni masjid dan musala jumlahnya ratusan ribu di sini. Lokasinya pun kebanyakan berada di tengah-tengah permukiman masyarakat.

    Namun, ada beberapa kekhawatiran yang muncul, jika rumah berada di dekat masjid atau musala disebut dapat mempengaruhi harga jual rumah tersebut. Bahkan ada yang menyebut jika ingin membeli rumah murah, kita bisa mencari rumah yang berada di dekat masjid atau musala. Apakah benar demikian?

    Menurut Pengamat Properti Anton Sitorus, tidak semua rumah yang berada di dekat masjid dan musala atau rumah ibadah lain bisa dijual dan dibeli murah. Sebab, pasar properti itu unik. Penentuan harga atau nilai properti tersebut akan berbeda-beda tergantung pada lokasi, waktu pembelian, kebutuhan pemilik rumah, hingga kondisi bangunannya.


    “Ciri khas properti itu, unik. Walaupun di lokasi yang sama, di jalan yang sama, di lokasi daerah yang sama. Itu bisa berbeda value-nya karena kita nggak bisa megeneralisasi, pukul rata semua begitu, nggak bisa,” kata Anton saat dihubungi detikProperti, Selasa (8/4/2025).

    Anton menyampaikan besar atau kecil nilai sebuah properti ditentukan oleh permintaan (demand) dan pasokan (supply).

    “Tergantung kondisi setempat. Jadi, kalau misalnya dia (rumah) memang berada di lokasi perumahan yang elit misalnya gitu ya, dia demand-nya tinggi di daerah itu, ya pasti harganya naik. Tiap lokasi bisa berbeda-beda. Makanya kalau properti itu, saya dibilang unik,” jelasnya.

    Ia memberikan contoh rumah yang posisinya hook bisa saja dijual dengan harga berbeda. Bisa saja rumah hook yang berada di ujung jalan yang buntu harganya lebih murah daripada rumah hook di jalan yang sama tetapi lokasinya dekat dengan jalan raya yang lebih mudah akses keluar masuknya.

    Begitu pula dengan rumah dekat masjid atau musala, ada yang merasa rumah dekat rumah ibadah tidak nyaman, dan ada yang justru mengincar posisi tersebut.

    “Semua itu harus kita lihat kasus per kasus, kondisinya seperti apa, dan juga bagaimana kebudayaan, faktor sosial, di daerah itu sangat berpengaruh. Kalau misalnya di satu daerah yang masyarakatnya religius, mungkin malah kalau rumahnya di samping masjid, malah tinggi nilainya,” tuturnya.

    Senada, CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengungkapkan nilai properti rumah di dekat masjid atau musala tergantung pada siapa pembelinya. Apabila kalau pembelinya seorang Muslim kemungkinan rumah tersebut dapat terjual dengan harga yang sesuai dengan pasar. Namun, apabila calon pembelinya bukan seorang Muslim, akan ada pertimbangan, terutama mengenai pengeras suara masjid yang akan sering digunakan untuk mengumandangkan adzan.

    “Pada dasarnya tergantung mayoritas penghuninya. Konsumen mayoritas non muslim, sering tidak mau berdekatan dengan masjid karena dianggap suara speaker mengganggu,” ujar Ali.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com