Tag: detikproperti

  • Mau Pasang Kanopi Kaca? Cek Dulu Plus dan Minusnya


    Jakarta

    Kanopi kerap dipasang untuk melindungi teras hingga carport di rumah-rumah. Ada banyak material yang dapat digunakan untuk kanopi, salah satunya kaca.

    Sama seperti material lain, penggunaan kaca sebagai kanopi memiliki kelebihan dan kekurangan. Faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan saat hendak memasang kanopi kaca di rumah atau bangunan lain. Lantas, apa saja plus-minus pasang kanopi kaca?

    Kekurangan Kanopi Kaca

    Dikutip dari situs Awnings.com, berikut sederet kekurangan kanopi dari kaca yang bisa dipertimbangkan:


    1. Biaya Produksi dan Pemeliharaan Tinggi

    Kanopi kaca membutuhkan biaya pembuatan mahal karena suhu tinggi yang diperlukan untuk memproses bahan baku. Materialnya juga bernilai tinggi sehingga biaya produksinya melejit.

    Kanopi kaca juga memerlukan pelindung dari benda-benda yang mungkin terjatuh atau terlempar. Sehingga biaya pasangnya kanopi rentan melonjak.

    Selain itu, material kaca mudah kotor dengan debu yang mudah menempel. Hal ini membuat perawatannya yang berkala membutuhkan biaya mahal.

    2. Material Rapuh dan Tajam

    Kaca termasuk material rapuh yang gampang terpecah belah. Bahannya mudah sekali pecah bahkan dengan sedikit tekanan. Kanopi dari material ini sulit menahan beban terlalu berat.

    Potongan-potongan kaca pecah yang tercipta juga sangat tajam dan bisa menyebabkan cedera. Sehingga perlu hati-hati saat terpecah.

    3. Sulit Dipasang

    Bukan hanya materialnya yang sulit diproses, kanopi kaca membutuhkan sistem pendukung yang kuat dan bagus. Pemasangan kaca pada kanopi perlu ekstra hati-hati dan membutuhkan tenaga ahli.

    4. Bikin Suhu Panas

    Indonesia termasuk negara tropis. Kaca yang transparan dapat menyerap terik sehingga membuat hunian panas dan gerah. Hal ini bisa menaikkan penggunaan listrik untuk menyalakan kipas atau AC.

    Jenis kanopi via My CanopyIlustrasi kanopi kaca Foto: Jenis kanopi via My Canopy

    Kelebihan Kanopi Kaca

    Selain kekurangan, kanopi kaca punya sejumlah kelebihan yang patut dipertimbangkan:

    1. Memberi Kesan Unik

    Kanopi kaca mampu mempercantik visual rumah. Bagian ini dapat menjadi titik daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya. Hal ini dapat menguntungkan saat berniat menjual rumah.

    Kanopi kaca yang dipasang di bangunan komersial juga bisa menarik pengunjung. Apabila dimanfaatkan dengan baik, area di bawah atap ini dapat menjadi spot yang memikat.

    2. Sumber Pencahayaan Maksimal

    Kaca memungkinkan cahaya matahari tembus sepenuhnya. Atap transparan ini memudahkan banyak cahaya alami masuk dan menyorot interior rumah.

    Jika ingin rumah selalu terang dengan pencahayaan alami, kanopi kaca adalah pilihan yang tepat. Cahaya matahari yang menyorot juga bisa membuat warna dan dekorasi hunian menjadi lebih menonjol.

    3. Menghemat Energi

    Pintu masuk cahaya matahari menjadi maksimum dengan dipasangnya kanopi kaca dan membuat rumah selalu terang. Hal ini membuat pencahayaan buatan dari lampu tidak terlalu diperlukan sehingga meminimalisasi penggunaan listrik.

    4. Daya Tahan Lama

    Meski harga produksi dan pemasangannya agak mahal, material kaca punya daya tahan lebih lama dibanding plastik atau fiberglass. Hal ini mampu mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang alias tidak cepat diganti karena materialnya yang awet.

    5. Perlindungan dari Cuaca Buruk

    Kaca kuat bisa menahan hujan lebat dan angin kencang. Jika digunakan pada kanopi tentunya dapat melindungi hunian dari cuaca buruk. Halaman rumah maupun teras juga tetap kering dan tidak terkena cipratan air hujan.

    Dengan penjelasan kelebihan dan kekurangan kanopi kaca, detikers bisa mempertimbangkan kembali jika hendak menggunakan material tersebut. Sebagai pengingat, kanopi kaca perlu perawatan dan perlindungan ekstra agar tetap terlihat estetik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mudah Bersihkan Noda, Goresan, dan Warna Kusam di Dinding Putih


    Jakarta

    Saat memakai cat putih pada dinding, tampilan rumah pasti terlihat lebih elegan, bersih, dan menyejukkan. Namun, di balik tampilan yang indah, seiring waktu warna dinding tersebut dapat berubah seperti menjadi lebih pudar, banyak coretan, goresan, hingga terlihat kotor.

    Hal tersebut merupakan salah satu risiko memakai dinding putih pada rumah, terutama untuk cat eksterior. Cat putih juga bisa berubah lebih cepat apabila rumah tersebut sehabis pembangunan, renovasi, atau memiliki anak kecil di rumah.

    Apabila dinding di rumah sudah terlihat ada tanda-tanda warna memudar dan banyak coretan, ternyata bisa lho diperbaiki dengan dibersihkan. Jadi pemilik rumah tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli cat dinding mahal.


    Dilansir The Spruce berikut membersihkan dinding putih dari kotoran dan noda.

    1. Pakai Spons dan Sabun Cuci Piring

    Spons dan sabun cuci piring adalah dua peralatan kebersihan yang pasti ada di rumah. Ternyata selain membersihkan noda pada piring, sabun cuci piring juga bisa menghilangkan noda pada dinding putih tanpa membuat cat rusak.

    Cara sama seperti hendak mencuci piring yakni memasukkan sabun cuci piring pada air, kemudian celupkan spons. Namun, pastikan airnya tidak begitu basah hingga air berjatuhan ke lantai. Hal ini untuk menghindari agar tidak terpeleset ketika membersihkan dinding.

    Setelah semua permukaan di usap, siapkan air bersih untuk membilas dinding bersabun tersebut. Apabila belum ada perubahan coba gosok ulang hingga dinding putih bersih.

    2. Bersihkan Area Langit-langit Rumah

    Biasanya dinding putih kotor karena banyak debu yang menempel pada permukaan tersebut. Debu tersebut ada yang berasal dari langit-langit rumah. Cara membersihkannya tidak perlu memakai sabun, pemilik rumah bisa mengarahkan sapu atau kemoceng ke atas. Cara

    3. Gunakan Soda Kue

    Soda kue bukan hanya bisa digunakan untuk membuat kue, bahan ini juga bisa membersihkan noda membandel. Sebab, di dalamnya terdapat kandungan natrium bikarbonat yang memiliki sifat abrasi ringan. Cara untuk memakai soda kue adalah memasukkan bahan ini ke dalam air dengan perbandingan 3:1. Setelah tercampur, kamu bisa merendam spons di dalam cairan tersebut lalu mengusap cat putih yang kotor. Jangan lupa didiamkan beberapa saat dan dibersihkan kembali dengan air bersih selama beberapa kali hingga tidak kotor dan basah lagi.

    4. Magic Spons

    Menurut Daily Express, terdapat 1 barang yang sering disebut magic spons yang dapat menghilangkan noda di berbagai tempat. Cara menggunakan spons ini juga mudah yakni hanya direndam ke air, lalu peras hingga tak ada air lagi. Bahkan bagian terkecil dari magic spons tetap bisa membersihkan noda. Saat memakai bahan ini disarankan tidak mencampurkan dengan pembersih pemutih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Deretan Perangkat Elektronik Ini Harus Dicabut Setelah Digunakan



    Jakarta

    Perangkat elektronik di rumah membutuhkan listrik untuk dapat berfungsi. Setelah selesai digunakan, ada himbauan untuk langsung mencabut kabel listriknya, terutama untuk peralatan elektronik yang menghasilkan panas karena dapat menyebabkan korsleting listrik dan kebakaran.

    Selain untuk menghindari bencana, mencabut colokan pada stop kontak juga membantu menekan jumlah tagihan listrik bulanan.

    Dilansir Better Homes and Gardens, berikut beberapa perangkat elektronik di rumah yang harus segera di cabut setelah digunakan.


    1. Peralatan di Dapur

    Saat ini banyak perangkat di dapur yang sudah bisa digunakan dengan tenaga dari listrik, mulai dari pemanggang roti, air frayer, panci, penanak nasi, mesin pembuat kopi, hingga blender. Semua peralatan tersebut tidak boleh ditinggal begitu lama ketika sedang digunakan karena semua perangkat tersebut memiliki waktu penggunaannya.

    Sebagai contoh air fryer biasanya 5-30 menit, tergantung apa yang hendak dihangatkan. Lalu blender biasanya tidak sampai 5 menit. Penanak nasi pun, apabila nasi sudah matang, sebaiknya kabelnya dicabut agar tidak gosong.

    2. Pengering Rambut

    Pengering rambut adalah alat yang bisa menimbulkan panas yang kemudian dihembuskan dengan angin yang keluar mengarah ke rambut. Sama seperti perangkat elektronik lain yang dapat menghasilkan panas, pengering rambut seharusnya tidak dibiarkan menyala terutama setelah tidak digunakan. Apalagi jika letaknya di kamar mandi dikhawatirkan terjadi korsleting listrik.

    Selain pengering rambut, pencatok rambut dan alat untuk pengeriting rambut juga sebaiknya kabelnya dicabut setelah digunakan.

    3. Kabel Pengisian Daya

    Kabel pengisian daya atau charger merupakan benda yang pasti tersedia di tas untuk berjaga-jaga ponsel, laptop, tablet, atau alat elektronik lainnya butuh diisi dayanya.

    Setelah daya terisi penuh, kamu perlu melepas kabel pada perangkat dan stop kontak. Sebab, banyak kejadian lupa mencabut charger bisa menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Masalah yang Bisa Bikin Mesin Cuci Bau Menyengat


    Jakarta

    Bau tak sedap terkadang tercium dari mesin cuci. Bau tersebut bisa saja menempel pada pakaian yang dicuci di mesin cuci tersebut.

    Biasanya, mesin cuci yang bau terjadi karena ada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian. Bisa juga terjadi karena adanya penumpukan detergen di dalam mesin cuci.

    Selain itu, masih ada beberapa penyebab lainnya yang membuat mesin cuci bau tak sedap. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Filter yang Kotor

    Banyak orang yang tidak membersihkan filter mesin cuci. Padahal filter mesin cuci mengakumulasi semua kotoran maupun benda asing seperti koin atau jepitan.

    Kotoran-kotoran itu apabila tidak dibersihkan akan menimbulkan bau tak sedap yang berujung pada penurunan efisiensi mesin cuci.

    2. Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    3. Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    4. Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Itulah beberapa penyebab mesin cuci bau tak sedap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gagal Rawat Tanaman? Mungkin Saatnya Beralih ke Tanaman Palsu


    Jakarta

    Banyak orang suka memajang atau memelihara tanaman di dalam rumah agar terasa asri dan sehat. Sayangnya, terkadang tanaman tidak terurus dengan baik, hingga akhirnya kering dan mati.

    Selain itu, ada saja kondisi yang bikin penghuni rumah nggak cocok pelihara tanaman. Misalnya penghuni punya riwayat alergi atau hewan peliharaan.

    Namun, penghuni rumah masih bisa memajang tanaman palsu, kok! Tanaman palsu dapat memberi kesan asri tanpa perlu repot-repot dirawat.


    Lantas, apa saja pertanda lebih baik pajang tanaman palsu ketimbang yang asli ya? Simak ulasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes and Gardens.

    7 Pertanda Lebih Baik Pajang Tanaman Palsu di Rumah

    Inilah beberapa ciri-ciri hunian yang sebaiknya memajang tanaman palsu daripada yang asli.

    1. Tanaman Sulit Dipelihara

    Ada tanaman yang kurang cocok dipelihara indoor karena memerlukan intensitas cahaya dan kelembapan tertentu yang hanya ada di luar ruangan. Namun, kalau sangat menyukai tanaman itu, pemilik rumah bisa beralih ke versi palsunya, lho.

    2. Penghuni Jarang di Rumah

    Jika penghuni jarang berada di rumah, sebaiknya memilih tanaman palsu. Penghuni rumah tetap bisa mendapatkan suasana rumah yang asri dari tanaman palsu tanpa perlu repot-repot merawatnya.

    3. Ada Hewan Peliharaan

    Beberapa tanaman indoor populer ternyata beracun bagi hewan peliharaan, lho. Daripada hewan peliharaan keracunan atau mengalami iritasi kulit, ada baiknya memilih tanaman palsu saja.

    4. Penghuni Tidak Pandai Merawat Tanaman

    Jangan bersedih kalau mendapati tanaman sering mati di rumah, pemilik bisa coba beralih ke tanaman palsu. Gunakan tanaman palsu untuk memberi kehijauan pada rumah selagi masih belajar merawat tanaman.

    5. Penghuni Punya Riwayat Alergi

    Sejumlah tanaman indoor dapat memicu alergi pada penghuni rumah. Jika punya riwayat alergi terhadap tanaman tertentu tapi masih ingin memeliharanya, gunakan tanaman palsu saja. Namun jangan lupa untuk rajin membersihkannya dari debu ya.

    6. Penghuni Tidak Suka Kotor dan Serangga

    Tanaman bisa mengundang serangga masuk rumah, lalu media tanam seperti tanah bisa mengotori rumah. Kalau penghuni rumah nggak suka kotor-kotoran dan serangga, tanaman palsu bakal lebih cocok buat dipelihara.

    7. Masih Sewa Tempat Tinggal

    Bagi yang masih menyewa tempat tinggal, mungkin memiliki tanaman asli bakal lebih merepotkan. Sebab, memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat lainnya akan menambah beban bawaan. Selain itu, tanaman asli bisa mengotori rumah sewaan milik orang lain.

    Itulah beberapa pertanda sebaiknya penghuni memajang tanaman palsu daripada memelihara tanaman asli di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Kotor gegara Coretan Krayon? Coba Bersihkan Pakai 6 Bahan Ini


    Jakarta

    Orang tua pasti pernah mendapati dinding rumahnya kotor akibat coretan krayon. Biasanya hal ini terjadi pada keluarga yang memiliki anak kecil usia 10 bulan hingga 4 tahun yang tengah aktif belajar warna, menggambar, dan mencoret-coret.

    Anak-anak tersebut pasti sudah diingatkan untuk mencoret di kertas gambar atau media yang mudah dihapus. Namun, anak-anak kerap penasaran dengan sekitarnya. Melihat dinding yang polos seperti kertas, mereka merasa bisa mencoret di sana.

    Apabila kalian mengalami hal seperti ini, tenang, biarkan anak-anak mencoret-coret sepuasnya. Sebab, krayon sebenarnya bisa dihilangkan, bahkan tanpa harus membeli cat baru untuk menutupi nodanya. Pastikan dahulu, krayon yang dibeli memang mudah dihapus. Biasanya di kemasannya terdapat label “washable” atau “erasable”.


    Dilansir The Spruce, berikut beberapa bahan yang bisa digunakan untuk menghapus krayon di dinding.

    Cara Menghilangkan Noda Krayon Di Dinding

    1. Spons Melamin atau Magic Spons

    Saat ini ada produk bernama spons melamin atau sering juga disebut dengan magic spons. Benda satu ini benar-benar seperti namanya bisa menghilangkan noda-noda membandel seperti sulap. Bahan yang dipakai oleh spons ini memiliki bahan abrasif mikroskopis yang membuatnya berfungsi seperti amplas yang sangat halus saat basah sehingga bisa menghapus noda krayon.

    Spons satu ini cocok untuk membersihkan noda krayon pada dinding dengan finishing glossy atau satin. Cat dengan finishing matte bisa gampang rusak oleh pembersih ini.

    Cara memakainya adalah dengan membasahi spons dengan air lalu gosokkan dengan lembut pada noda. Saat nodanya hilang, jangan gosok lagi dinding tersebut karena dapat merusak dinding.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bisa menghilangkan noda krayon di dinding. Sebab, cara kerjanya di dalam cuka putih mengandung asam yang dapat mengurai lilin dan pigmen pada krayon. Saat membersihkannya, kamu juga tidak perlu menggosok terlalu keras.

    Cara memakainya dengan memasukkan cuka putih ke dalam air, lalu bersihkan noda krayon memakai sikat gigi bersih. Apabila tidak ada sikat gigi, bisa juga gunakan kain mikrofiber.

    3. Odol

    Bahan selanjutnya yang bisa untuk membersihkan noda krayon pada dinding adalah odol. Dalam odol terdapat bahan abrasif yang bisa membersihkan noda. Namun, perhatikan jenis odolnya. Pastikan memakai jenis odol putih biasa, tidak berwarna, tidak mengandung gel gar tidak mengotori dinding.

    Cara membersihkannya cukup dengan memakai sedikit odol ke jarimu, lalu gosokkan ke noda. Ambil sikat gigi lalu gosok noda tersebut hingga menghilang. Bersihkan sisa odol dengan kain lembab, lalu biarkan dinding mengering.

    4. Pengering Rambut

    Selain bahan yang abrasif, ternyata panas dari pengering rambut juga bisa membersihkan noda krayon pada dinding. Sebab, panas tersebut dapat melelehkan lilin pada krayon. Pastikan suhu pengering rambut yang digunakan rendah agar tidak merusak dinding. Setelah lilin mulai meleleh, bersihkan dengan tisu kertas. Lakukan ini dengan cepat agar nodanya tidak menetes dan melebar ke mana-mana.

    5. Soda Kue

    Selain cuka putih, soda kue juga ampuh membersihkan noda krayon pada dinding. Tambahkan beberapa sendok makan soda kue ke dalam mangkuk kecil, lalu tambahkan air secukupnya untuk membuat campuran kental dan konsistensinya seperti odol. Lalu, ambil lap basah untuk menggosok dinding yang terkena noda krayon secara lembut. Setelah krayon hilang, bersihkan area tersebut dengan lap basah dan biarkan mengering.

    6. Kaos dan Setrika

    Cara ini hampir mirip dengan pengering rambut. Panas dapat melelehkan lilin pada krayon. Namun, panas tersebut tidak boleh terkena langsung pada dinding, nanti cat dapat mengelupas. Oleh karena itu, harus memakai kaos atau kain yang tidak begitu tipis sebagai bantalan. Letakkan kain tersebut di atas noda krayon, gunakan serika dengan api sedang di atas noda untuk melelehkan dan mengangkatnya dari dinding ke kain.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Harus Dikuras? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Pemilik rumah perlu tahu kapan septic tank perlu dikuras. Bila tidak, septic tank yang penuh akan menimbulkan risiko berbahaya seperti meledak dan meluap.

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.


    Kapan Waktunya Kuras Septic Tank?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.

    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 5 Posisi Pemasangan AC yang Harus Dihindari


    Jakarta

    AC saat ini menjadi salah satu perangkat modern yang banyak digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya di rumah, AC juga banyak dipakai di gedung perkantoran, rumah sakit, restoran, hingga kamar mandi.

    Agar AC dapat berfungsi dengan baik, lokasi penempatannya harus tepat. Salah satunya adalah AC harus berada di ruangan yang tertutup sehingga proses pendinginannya cepat dan tidak banyak udara panas dari luar yang masuk.

    Terdapat beberapa lokasi menurut House Digest yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan AC, berikut di antaranya.


    1. Dekat Tempat Sampah

    Pemasangan AC sebaiknya tidak dihadapkan langsung ke tempat sampah. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebarkan bau tak sedap dari tempat sampah.

    Bau dari tempat sampah biasanya berasal dari proses pembusukan. Apabila bau tersebut menyebar ke seluruh rumah dan bertahan cukup lama di dalam, tanpa adanya ventilasi dapat berefek pada kesehatan penghuninya.

    Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    2. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Proses pendinginan ruangan akan lebih mudah jika di dalam ruangan tersebut tidak ada sumber panas. Selain itu, AC juga lebih mudah berfungsi apabila ruangan tersebut terisolasi atau tertutup. Ruangan yang di dalamnya terdapat cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka sebaiknya memaksimalkan ventilasi daripada memasang AC. Ventilasi tersebut juga bisa berbentuk kipas angin atau exhaust fan.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja dua kali lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    3. Tempat Terpanas di Rumah

    Beberapa bangunan pasti memiliki ruangan yang sering terasa pengap atau panas saat masuk ke sana. Hal ini biasanya dikarenakan ruangan tersebut tidak memiliki luas yang cukup, tidak memiliki ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi di dalamnya minim.

    AC dapat membantu mendinginkan ruangan tersebut, tetapi cara kerjanya akan lebih keras karena perbedaan suhu yang jauh. Hal seperti ini jangan dianggap sebagai kinerja yang bagus dari AC karena jika dibiarkan, AC akan cepat rusak.

    4. Lokasi yang Tersembunyi

    AC sebaiknya tidak ditutupi dengan apa pun agar mesin tersebut bisa mengeluarkan angin dan panas dengan leluasa. Menutup fisik AC atau menempatkan barang lain di depan AC justru membuat AC cepat rusak karena sirkulasi untuk mengeluarkan angin dan panas terhalang.

    Solusinya, bisa dengan menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    5. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Saat hendak membeli perangkat elektronik, pastikan pemiliknya sudah tahu kemampuan daya listrik. Misalnya AC, perangkat satu ini memiliki daya yang besar untuk dapat berfungsi.

    Apabila setiap menyalakan AC listrik di rumah sering mati, berarti daya di rumah tidak kuat untuk mengoperasikan banyak perangkat elektronik di waktu bersamaan. Sebaiknya pakai perangkat elektronik secara bergantian sehingga tidak memicu korsleting atau kebakaran ke depannya.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk pemasangan AC.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Tercemar! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air



    Jakarta

    Adanya sumber air bersih dan pengelolaan limbah sangat penting untuk memiliki lingkungan rumah yang sehat. Hal itu dapat dicapai dengan menyediakan septic tank dan sumur air untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni.

    Namun, letak sumur air dan septic tank di rumah tidak boleh sembarangan. Jika titik keduanya terlalu dekat satu sama lain, sumber air bersih berpotensi tercemar, sehingga menimbulkan penyakit.

    Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menjelaskan tingkat pencemaran air yang tinggi Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Masih ada rumah yang septic tanknya berjarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman padat. Ia menuturkan jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli).

    Bakteri ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk infeksi saluran pencernaan. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, sumur air dan septic tank sebaiknya diberi jarak yang aman.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum adalah 10 meter. Sementara itu, upflow filter septic tank minimal berjarak 1,5 meter dari sumur air minum. Demikian juga dengan taman sanita septic tank harus diberi jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Di samping itu, pemilik rumah perlu menjaga jarak sumur resapan air hujan dengan septic tank. Pasalnya, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga di kala kekeringan atau krisis air.

    Adapun jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya 5 meter. Lalu, jarak upflow filter septic tank dengan sumur resapan air hujan minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak paling dekatnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak ideal septic tank dari sumur air agar tidak terjadi pencemaran tinja. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Membersihkan Noda Kopi di Meja Kayu, Bisa Pakai Cuka



    Jakarta

    Noda kopi terkadang ditemukan di meja kayu. Adanya noda kopi ini bisa saja sulit dihilangkan apabila tidak langsung dibersihkan.

    Walau demikian, noda kopi pada meja kayu ini masih bisa dibersihkan lho. Membersihkannya juga bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah, salah satunya cuka.

    Mengutip dari realhomes.com, berikut ini informasinya.


    Cara Menghilangkan Noda Membandel Kopi di Meja Kayu

    1. Cuka

    white vinegar on wood table topcuka. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Cara ampuh yang pertama yaitu dengan menggunakan cuka. Penghuni rumah bisa menggunakan cuka putih atau cuka suling untuk membersihkan noda kopi.

    Air cuka sangat ampuh untuk membersihkan noda membandel kopi. Tidak hanya untuk membersihkan noda kopi dari mebel kayu saja, air cuka juga bisa membersihkan noda kopi di berbagai permukaan, seperti karpet, baju, lantai, dan lainnya.

    2. Campuran Pasta Gigi dan Baking Soda

    Cara yang kedua yaitu dengan membuat cairan pembersih buatan. Caranya adalah dengan mencampurkan pasta gigi (non-gel) dengan baking soda, setelah bahan tercampur merata, selanjutnya kamu cukup menggosok bagian meja yang terkena noda kopi dengan kain lap.

    Setelah noda kopi hilang dari permukaan meja, bersihkan residunya dengan kain lap. Setelah selesai, pastikan lapisi meja kayu tersebut dengan coating kayu agar lebih tahan lama.

    3. Mayones

    cara pakai mayonesmayones Foto: Getty Images/iStockphoto

    Ya, benar. Salah satu cara membersihkan noda kopi lainnya yaitu dengan menggunakan mayones asli.

    Sebelum menggunakan mayones untuk membersihkan noda kopi, pastikan kalau mayones tersebut adalah mayones asli. Cara menentukan keaslian mayones adalah dengan mengecek bahan dasarnya, bahan mayones asli seharusnya mengandung telur, minyak, lemon, dan cuka.

    Lemak dan asam pada mayones akan bekerja sama untuk mengeluarkan air sekaligus memberi tambahan nutrisi pada kayu.

    4. Minyak Sayur dan Garam

    Cara selanjutnya yaitu dengan menggunakan minyak sayur atau minyak zaitun yang dicampurkan dengan garam. Garam bisa menyerap kelembapan pada meja kayu, dan minyak zaitun akan memberi nutrisi pada kayu.

    Caranya yaitu dengan mencampurkan minyak zaitun dan garam dalam mangkuk hingga menjadi pasta. Lalu gosokkan ke area noda kopi dan biarkan selama 30 menit, lalu bersihkan dengan kain lap.

    5. Krim Cukur

    Busa atau krim cukur bisa digunakan untuk membersihkan noda kopi. Krim cukur mengandung bahan aktif seperti surfaktan dan bahan pembersih seperti yang terdapat pada sabun rumah tangga lainnya.

    Cara membersihkannya yaitu dengan menggosok noda kopi dengan krim cukur, lalu bilas dengan air. Bila noda kopi masih ada, ulangi proses tersebut hingga noda kopi benar-benar hilang.

    Itulah beberapa cara untuk membersihkan noda kopi yang membandel pada meja kayu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com