Tag: detikproperti

  • Kesaktian Baking Soda dan Cuka, Bisa Atasi Saluran Tersumbat-Bau Toilet


    Jakarta

    Membersihkan perabotan rumah dengan bahan-bahan yang ada tentu bisa mempermudah pekerjaan. Salah satu bahan yang sering ada di rumah adalah baking soda dan cuka.

    Kedua bahan tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk memasak, tapi juga bisa untuk bahan pembersih. Masing-masing bahan bisa digunakan untuk membersihkan barang, namun jika digabungkan bisa membersihkan efek ekstra.

    Dilansir dari How Stuff Works, berikut ini manfaat baking soda dan cuka untuk membersihkan perabotan rumah.


    Mengatasi Saluran Tersumbat

    Salah satu manfaat dari campuran baking soda dan cuka adalah mengatasi saluran tersumbat. Caranya, tuangkan air mendidih ke saluran pembuangan. Lalu, tuang 1/2 cangkir soda kue dan diamkan selama tiga sampai lima menit.

    Setelah itu, tambahkan satu cangkir cuka diikuti dengan satu cangkir air panas. Selanjutnya tunggu lima sampai 10 menit lalu bilas dengan air mendidih.

    Membersihkan Mesin Cuci

    Jangan salah lho, mesin cuci bisa kotor karena adanya tumpukan kotoran yang berasal dari sisa detergen. Nah, untuk mengatasinya bisa juga dengan memasukkan baking soda dan cuka ke dalamnya dan jalankan mesin dengan air panas selama satu putaran penuh.

    Menghilangkan Bau pada Toilet

    Terkadang ada saja bau tak sedap yang berasal dari toilet. Untuk menghilangkan bau tersebut, bisa dengan tuangkan satu cangkir baking soda ke dalam mangkuk dan tambahkan satu cangkir cuka. Selanjutnya, tutup penutup toilet dan diamkan campuran itu sampai berbuih selama sekitar 30 menit. Lalu, gunakan sikat toilet untuk menggosoknya hingga bersih.

    Membersihkan Wastafel Dapur

    Kombinasi baking soda dan cuka bisa membersihkan wastafel stainless steel di dapur. Caranya dengan basahkan wastafel lalu taburi dengan baking soda. Setelah itu gosok menggunakan sikat dan bilas.

    Selanjutnya, rendam beberapa lembar tisu di dalam cuka putih dan letakkan di wastafel. Diamkan selama 20 menit lalu angkat dan bilas kembali wastafel.

    Itulah beberapa manfaat baking soda dan cuka untuk membersihkan perabotan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Gaji Rp 5-10 Juta Per Bulan, Bisakah Beli Rumah di Jakarta?



    Jakarta

    Penghasilan Rp 5-10 juta per bulan bisa dikatakan cukup untuk biaya hidup bulanan di Jakarta. Para pekerja bisa menggunakan upah atau gaji tersebut untuk memenuhi kebutuhan, seperti membeli rumah. Namun, apakah dengan penghasilan Rp 5-10 juta per bulan bisa untuk membeli rumah di Jakarta?

    Seperti yang diketahui harga rata-rata rumah di Jakarta termasuk yang tertinggi di Indonesia. Selain itu, pasokan tanahnya terbatas. Apabila ingin membangun rumah di tengah kota, siap-siap rogoh kocek yang dalam. Oleh karena itu, banyak pekerja di Jakarta memilih membeli rumah di daerah pinggiran Jakarta yang masih dekat dengan transportasi umum ke tengah kota.

    Menurut Perencana Keuangan Andy Nugroho harga rumah di Jakarta cukup beragam, tergantung pada lokasi dan luas rumahnya. Penghasilan saat ini bisa disesuikan dengan harga rumah tersebut. Apabila belum ada uang yang cukup untuk membeli rumah, sebaiknya menyewa hunian terlebih dahulu, terutama bagi para pekerja yang bekerja di tengah kota Jakarta.


    Ia mengatakan menyewa rumah di dekat tempat kerja bisa menghemat biaya transportasi, kemudian ditabung untuk membeli rumah di kemudian hari.

    “Rumah itu kan kebutuhan yang penting dan urgent, mau nggak mau harus dipenuhin. Ketika kita bekerja di suatu tempat, otomatis harus memiliki tempat tinggal. Misal kita belum mampu untuk membeli rumah ya pilihannya yang paling masuk akal adalah ngontrak dulu,” tuturnya kepada detikcom, Kamis (16/5/2024) lalu.

    Ketika tabungan siap untuk membeli rumah, pastikan pula jika akan menetap lama di Jakarta, tidak dipindah tugas ke daerah lain karena akan sulit lagi menjual rumah di Jakarta.

    Ia menuturkan harga rumah di Jakarta yang di bawah Rp 1 miliar masih bisa ditemukan, tetapi lokasinya memang agak sulit dilalui mobil karena letaknya di dalam gang dengan harga mulai dari Rp 500 juta ke atas.

    “Misalnya pengin cari rumah yang dekat dengan tempat kerja, itu mungkin di dalam gang sekalipun harganya sudah tembus Rp 500 (juta-an), itu di dalam gang. Di dalam gang itu mungkin yang cuma satu motor doang yang bisa lewat, mobil nggak bisa lewat,” tuturnya.

    Ia menyarankan, jika benar-benar membutuhkan rumah dan enggan menyewa, cari rumah di pinggiran Jabodetabek. Harga rumah di pinggiran Jakarta lebih bervariatif dan dengan ukuran yang masih layak.

    “Contohnya Bogor, tapi nggak di tengah Kota Bogor. Mungkin daerah Citayam, itu juga bukan yang di dekat stasiun, agak menjauh dikit mungkin radius 2 km dari stasiun. Karena memang harganya sudah mahal daerah sana,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Penampakan Lalat Buah dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Lalat buah (Drosophila melanogaster) merupakan serangga kecil berwarna cokelat dengan mata merah. Hewan kecil ini biasanya terbang di sekitar dapur, mengincar sampah, sayur, dan buah. Sama seperti jenis lalat lainnya, lalat buah juga membawa banyak kuman dan bakteri.

    Larva yang sudah menempel pada buah, bahaya jika dikonsumsi. Sebab, larva tersebut membuat terowongan di dalam daging buah. Apabila dikonsumsi, bisa mengakibatkan muntah-muntah, diare, dan gangguan pencernaan lainnya menurut Britannica.

    Menurut penelitian dari Universitas Cambridge, lalat buah merupakan salah satu hewan yang bisa beranak tanpa perlu kawin. Namun, dengan diinduksi di lalat perawan juga bisa membuat mereka bereproduksi.


    Dilansir Good House, seperti namanya lalat buah bisa datang karena mencium bau buah atau hasil bumi yang sudah matang. Oleh karena itu, kemunculan lalat buah kerap disebut sebagai hama untuk hasil panen petani buah atau sayur.

    Namun, tak perlu panik berlebihan, serangga ini bisa diusir dengan bahan yang mudah didapat dan tidak akan membahayakan buah-buah, berikut di antaranya.

    1. Pisahkan Buah yang Sudah Matang

    Untuk menghindari gagal panen, pastikan ketika terlihat buah akan matang, tutup atau langsung pisahkan buah tersebut agar tidak menjadi sasaran lalat buah.

    Kemudian, simpan buah atau sayuran di tempat yang rapat dengan suhu yang rendah seperti di dalam kulkas. Apabila sayuran tersebut aman untuk dicuci sebelum disimpan, coba cuci dahulu untuk menghilangkan larva yang mungkin menempel.

    2. Buang Sampah

    Buah dan sayuran yang basi atau membusuk juga bisa mengundang lalat buah berdatangan. Sebaiknya, buang sampah secara teratur atau pastikan tempat tersebut dalam keadaan tertutup.

    3. Letakkan Cuka Sari Apel

    Apabila dua cara tersebut tidak berhasil, coba pasang perangkap dari cuka sari apel. Aroma cuka yang kuat dapat mengganggu lalat buah dan bikin mereka enggan mendekat.

    Cara membuat perangkap ini adalah dengan menuangkan cuka sari apel ke dalam gelas, ukurannya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kemudian pasang plastik di atas gelas tersebut. Beri lubang pada plastik tersebut agar aromanya tetap menguar.

    Apabila tidak memiliki plastik, bisa juga memakai kertas yang dibuat kerucut seperti corong. Masukkan kertas ke dalam gelas. Ujung kerucut tersebut harus berada di dalam gelas, sementara yang lubangnya besar di luar.

    4. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Kemudian, cuka dan sabun cuci piring juga ampuh untuk mengusir lalat buah. Komposisinya adalah 3 tetes sabun cuci piring dimasukkan ke mangkuk berisi cuka. Kali ini, biarkan mangkuk terbuka. Sabun cuci piring mengurangi tegangan permukaan cuka sehingga lalat yang mendekat akan tenggelam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis


    Jakarta

    Lokasi adalah salah satu aspek paling penting saat memutuskan buat beli rumah. Rumah dengan lokasi yang strategis bukan cuma memudahkan penghuninya, tetapi juga mempengaruhi nilai properti.

    Kalau bentuk rumah kurang memuaskan, bisa saja direnovasi. Namun, kalau sampai salah pilih lokasi, rumahnya nggak mungkin bisa dipindahkan. Oleh karena itu, calon pembeli harus melakukan riset dan pertimbangan yang matang soal lokasi rumah.

    “Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti, Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lantas, apa saja yang harus dicari dari lokasi rumah? Simak penjelasan berikut ini.

    Tips Pilih Lokasi buat Beli Rumah

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dari lokasi rumah.

    1. Ada Sarana Penunjang Lengkap

    Carilah rumah yang dekat dengan sarana penunjang, seperti layanan kesehatan, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor. Jika hunian dekat sarana penunjang, penghuni rumah tidak perlu bepergian jauh untuk kebutuhan sehari-hari.

    2. Dekat Transportasi Umum

    Rumah yang dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Sebab, penghuni rumah punya akses transportasi, sehingga mudah berpergian. Belum lagi, tarif transportasi umum yang terjangkau bisa menghemat biaya berpergian.

    3. Lingkungan yang Aman

    Selain itu, keamanan lingkungan rumah juga menjadi pertimbangan. Sebaiknya membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di komplek atau cluster karena biasanya ada petugas keamanan.

    “Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” kata Steve.

    4. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Hati-hati membeli rumah, jangan sampai memilih lokasi yang rawan bencana seperti banjir. Sebelum memutuskan beli rumah, calon pembeli mendatangi area perumahan dan bertanya atau berdiskusi dengan lurah atau RT setempat terkait frekuensi banjir di wilayah itu.

    “Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

    Itulah beberapa lokasi yang bisa jadi pertimbangan ketika membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kucing Liar Datang ke Rumah dan Cara Ampuh Mengusirnya



    Jakarta

    Kucing liar terkadang suka masuk ke halaman rumah. Meski tergolong hewan menggemaskan dan dijadikan peliharaan, kucing liar bisa mengganggu penghuni rumah.

    Hewan berbulu ini biasanya suka buang kotoran di tanaman. Mereka juga bisa merusak tanaman dan mengacak tempat sampah.

    Setelah diusir berkali-kali, kucing liar terkadang tetap kembali lagi ke rumah. Walaupun kesal, jangan sampai menyakiti kucing ya. Masih ada banyak cara untuk memastikan kucing nggak datang lagi ke rumah.


    Sebelum mencari cara mengusir kucing liar, sebaiknya ketahui dulu alasan mereka suka datang ke rumah. Simak penjelasannya berikut ini.

    Alasan Kucing Liar Datang ke Rumah

    Dikutip dari Time for Paws, dijelaskan bahwa kucing kerap mencari keamanan. Kucing liar sering datang ke rumah karena alasan terkait dengan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, tempat berlindung, dan rasa aman.

    1. Sumber Makanan

    Kucing selalu mencari tempat yang ada sumber makanan yang dapat diandalkan. Mereka akan berdatangan ke rumah kalau ada tempat sampah yang terbuka, sisa makanan di pekarangan, atau bahkan seseorang yang sering memberi makan. Kucing mempunyai indra penciuman yang tajam, sehingga mampu menemukan sumber makanan, meskipun tersembunyi.

    2. Tempat Berlindung

    Hewan bertarik ini juga membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat atau melahirkan anak. Ada banyak tempat sepi yang cocok buat kucing bersembunyi, seperti garasi, bawah mobil, atau sudut-sudut rumah yang jarang digunakan. Tempat tersebut bisa untuk berteduh dari panas, hujan, atau bahaya lainnya.

    Cara Mengusir Kucing Liar dari Rumah

    Berikut ini cara mengusir kucing liar agar tidak datang ke rumah, dirangkum dari The Spruce dan Pets Stack Exchange.

    1. Pastikan Tak Ada Memberi Makan Kucing

    Kucing biasanya akan kembali ke tempat yang menyediakan makanan. Kalau nggak mau kucing datang, hindari memberi makan atau menyediakan air dekat rumah.

    2. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Pastikan untuk selalu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Lalu, bersihkan sisa makanan untuk menghilangkan aroma yang bisa mengundang kucing.

    3. Sebarkan Pecahan Cangkang Telur

    Hancurkan cangkang telur potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Butiran cangkang yang agak tajam membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di tanah.

    4. Sebarkan Bau yang Tidak Disukai Kucing

    Selanjutnya, manfaatkan aroma yang tidak disukai kucing untuk mengusirnya. Biasanya hewan ini menghindari bau menyengat dari bawang putih, tembakau, citronella, eucalyptus, kopi, dan cuka.

    Pastikan untuk mengaplikasikan aroma kembali secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Metode ini cukup efektif digunakan untuk mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    5. Tanam Tumbuhan yang Tidak Disukai Kucing

    Penghuni rumah bisa menanam tanaman yang memiliki aroma yang tak disukai kucing supaya mereka nggak betah. Beberapa tanaman tersebut seperti lavender, rosemary, dan mint. Selain itu, tanaman rue (ingu/common rue) atau menaburkan rue kering di sekitar halaman dan kebun juga tidak disukai kucing.

    Pelihara tanaman ini pekarangan rumah untuk mencegah kucing liar datang. Meski baunya mengganggu bagi kucing, tanaman ini justru memiliki aroma yang menyenangkan bagi manusia.

    6. Pasang Pagar Khusus

    Pagar bercelah mudah dilewati kucing. Pasanglah pagar khusus anti-kucing agar mereka kesulitan masuk rumah.

    Pagar ini biasanya memiliki paku penghalang yang tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan menyakiti kucing, tetapi cukup efektif untuk mencegah mereka masuk. Selain itu, penghuni bisa meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah permukaan tanah atau material lain yang membuat kucing merasa tidak nyaman saat berjalan di atasnya.

    Itulah alasan kucing liar datang ke rumah dan cara ampuh untuk mengusirnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Septic Tank Bermasalah, Bahkan Meledak!



    Jakarta

    Septic tank merupakan salah satu bagian terpenting dari rumah yang perlu perawatan dengan baik. Sebab septic tank memiliki fungsi penampungan kotoran alias tinja sebelum airnya dikembalikan ke daerah resapan. Jika septic tank tidak dirawat dengan baik, maka akan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.

    Sayangnya, masih banyak yang tidak tahu cara merawat septic tank. Peneliti Utama Teknologi Lingkungan Kota Penelitian Teknologi Bersih LIPI Neni Sintawardani mengatakan septic tank yang sudah berbau, kepenuhan, dan mampet harus segera disedot karena dapat terjadinya kasus septic tank, misalnya terjadi ledakan.

    Oleh karena itu perlu diketahui hal yang perlu dihindari agar septic tank tetap terawat dan tidak menimbulkan masalah. Berikut penjelasannya.


    5 Hal yang Bikin Septic Tank Bermasalah

    Inilah beberapa hal yang bisa bikin septic tank kamu bermasalah.

    1. Desain yang Asal

    Menurut Neni, septic tank yang efektif adalah septic tank yang didesain dengan memperkirakan volume jumlah limbah yang akan diproduksi oleh penghuni. Dengan begitu air limbah yang keluar masuk setelah proses dekomposisi bisa seimbang.

    Septic tank harus terbagi menjadi minimal dua bagian, sebagai ruang penampungan dan ruang kedap udara untuk penguraian limbah oleh bakteri.

    “Jika volumenya sesuai dengan apa yang masuk dan desainnya tidak satu ruang, jadi minimal dua orang, itu biasanya lebih aman stabil. Tidak perlu dilakukan penyedotan terlalu sering,” kata Neni beberapa waktu lalu.

    2. Ventilasi Tak Terawat

    Neni mengatakan bahwa ada beberapa kasus sang penghuni rumah tidak mengetahui di mana letak septic tank mereka. Biasanya pada kasus seperti ini, ventilasi septic tank tidak terawat rawan terselimuti sampah akibatnya gas dari penguraian bakteri tertimbun di septic tank tidak adanya saluran keluar.

    “Di mana ada lubang saluran gas? Beberapa kasus saya lihat beberapa rumah karena ketidaktahuan lubang gasnya tertutup. Tertutup tanah, atau terlalu rendah, enggak tahu di mana letaknya. Nah itu lama lama tekanan gas kuat itu juga bisa meledak,” ucap Neni.

    3. Bakar Dekat Ventilasi

    Karena tidak tahu di mana letak septic tank, beberapa penghuni adakalanya tidak sadar meletakkan sumber api dekat dengan ventilasi septic tank. Sumber api bisa menjadi penyebab gas di septic tank meledak.

    “Kalau kita tahu terpelihara oh di situ ada saluran gas. Ya, kita hindari dong jangan bakar-bakar di dekat situ karena kita tahu ada biogas,” ucap Neni.

    4. Sedot Habis

    Kesalahan selanjutnya yang menyebabkan septic tank cepat penuh adalah cara yang salah menyedot septic tank sampai habis. Diterangkan oleh Neni hal ini membuat bakteri pengurai berkurang banyak yang menyebabkan buruh waktu lebih lama sampai bisa mengerjakannya seperti semula.

    “Mana ada bibit (bakteri pengurai). Lama lagi bibitnya,” ucap Neni.

    5. Membuang Pembersih atau Antiseptik ke Septic Tank

    Kesalahan lain adalah membuang limbah yang masih ada cairan antiseptik atau pembersih ke septic tank. Neni mengatakan bahwa saat kita sedang membersihkan toilet, banyak orang memakai antiseptik agar bersih tapi akibatnya hal ini bisa mematikan bakteri pengurai di septic tank.

    “Kalau pakai sebulan sekali ya enggak apa-apa mungkin mati sedikit. tapi saya sendiri enggak pakai,” ucap Neni untuk cukup membersihkan toilet dengan air dan sikat saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Fakta Unik Ketonggeng yang Mirip Kalajengking dan Cara Cegah Masuk Rumah



    Jakarta

    Pernahkah melihat makhluk kecil berwarna hitam mirip kalajengking di dalam rumah? Kemungkinan itu adalah ketonggeng yang dicirikan mempunyai capit kecil dan buntut seperti cambuk.

    Dikutip dari Bulwark Exterminating, ketonggeng mungkin punya bentuk yang mengerikan seperti kalajengking, tapi mereka tidak berbahaya kok. Ekor ketonggeng tidak memiliki sengat, sehingga tak perlu khawatir terkena racun.

    Mereka juga tidak menggigit dan enggan mendekati manusia. Ketonggeng lebih memilih kabur daripada mencubit manusia dengan capitnya.


    Namun, beberapa ketonggeng bisa melawan manusia kalau merasa terancam. Meskipun cubitan mereka kecil, hal itu tetap bisa mengganggu penghuni rumah.

    Ketonggeng Masuk Rumah

    Ketonggeng aktif di malam hari dan akan bersembunyi di tempat gelap pada siang hari. Hal ini dapat membuat mereka masuk rumah untuk bersembunyi di tempat-tempat kecil dan gelap.

    Sebenarnya ketonggeng lebih suka membuat rumah sendiri di dalam tanah. Namun, ada juga ketonggeng yang tidak terlalu pilih-pilih dan menggunakan benda atau ruang sempit di rumah manusia.

    Jika menemukan ketonggeng di rumah, sebaiknya jaga jarak aman. Sebab, hewan ini bisa menyemprot cairan asam dari ekor. Asam ini dapat menyebabkan iritasi kulit ringan atau melepuh. Baunya sangat tidak sedap dan bisa sulit dihilangkan dari pakaian.

    Cara Cegah Ketonggeng Masuk Rumah

    Kalau nggak mau ketonggeng ada di rumah, penghuni perlu memastikan tak ada celah buat hewan ini masuk. Berikut cara mencegah ketonggeng masuk rumah.

    1. Tutup Celah Bukaan

    Pastikan dinding, pintu, dan jendela rumah tertutup rapat dan aman untuk mencegah ketonggeng menyelinap masuk. Tutuplah celah bukaan di rumah dengan segel.

    2. Jauhkan Tempat Tinggal

    Jauhkan benda-benda luar ruangan yang dapat menjadi habitat serangga dari fondasi rumah misalnya batu atau tumpukan kayu. Makhluk kecil ini dapat ditemukan secara tidak sengaja di bawah puing-puing dan tumpukan kayu.

    Itulah informasi tentang ketonggeng masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Efektif Ngepel Lantai Agar Nggak Muncul Bau Amis


    Jakarta

    Lantai rumah sebaiknya sering dibersihkan dengan cara disapu dan dipel. Lantai yang bersih dan wangi tentu bikin penghuninya merasa nyaman berjalan di dalam rumah.

    Namun, cara ngepel yang kurang tepat justru bisa membuat tetap kotor, bahkan muncul bau amis. Jangan sampai capek-capek ngepel lantai, tapi hasilnya sia-sia.

    Lantas, bagaimana cara yang tepat buat ngepel lantai biar nggak muncul bau amis? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Pel Lantai Agar Tidak Bau Amis

    Inilah cara mengepel yang efektif membuat wangi, nggak khawatir muncul bau amis, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Bersihkan Ember

    Pastikan menggunakan ember yang bersih ketika hendak mengepel lantai. Sebaiknya langsung membilas ember pel setelah selesai digunakan.

    Bersihkan ember lalu dijemur di bawah bawah sinar matahari untuk membantu sanitasi pel. Ember yang tidak dibersihkan akan meninggalkan kerak di dalamnya, sehingga menimbulkan bau tak sedap pada air pel.

    2. Bersihkan Kain Pel

    Kain pel yang kotor bisa membuat lantai bau. Jagalah kebersihan kain pel dengan segera membilas dan dijemur kering setiap selesai digunakan. Jangan biarkan kain pel lembap karena bisa memicu bau tak sedap.

    Selain itu, cuci pel secara rutin dengan detergen agar kain pel tetap bersih dan bebas dari kuman. Disarankan kain pel diganti setiap tiga bulan sekali.

    3. Sering Ganti Air Pel

    Air pel lama-lama akan kotor dan bau setelah digunakan berulang kali. Pastikan untuk sering mengganti air pel terutama air berubah jadi butek dan berbau.

    Jika ingin lebih optimal, coba gunakan air hangat agar kotoran yang menempel di lantai lebih mudah dibersihkan.

    4. Gunakan Pembersih Lantai dengan Pewangi

    Mengepel lantai tak hanya membersihkan kotoran tetapi juga membasmi kuman dan bakteri. Sebaiknya campurkan pembersih lantai yang wangi agar lantai harum dan bersih maksimal.

    5. Gunakan Teknik Ngepel yang Tepat

    Teknik ngepel juga mempengaruhi kebersihan lantai. Jika memakai pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali, bersihkan lantai dengan gerakkan menyerupai angka delapan.

    Kalau alat pel terbuat dari spons, bersihkan lantai dengan gerakan maju mundur. Lantai yang dibersihkan dengan baik akan mencegah bau amis pada lantai.

    Itulah cara mengepel lantai agar tidak bau amis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, dan Cara Buatnya


    Jakarta

    Ketika ingin membeli tanah maupun rumah, ada sejumlah dokumen yang harus diketahui. Salah satunya adalah akta jual beli alias AJB.

    Dokumen tersebut kerap digunakan untuk membuktikan legalitas kepemilikan dan menghindari konflik ke depannya. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak informasi berikut ini.

    Pengertian AJB

    Seperti yang sudah dituliskan di awal, AJB merupakan akta jual beli. Dilansir dari PPID Kota Semarang, AJB adalah dokumen sebagai bukti resmi atas transfer hak kepemilikan dari penjual kepada pembeli. Dokumen ini dibutuhkan untuk proses pembuatan sertifikat tanah. Hal itu karena AJB menjadi bukti yang sah bahwa transaksi jual beli telah dilakukan.


    Fungsi AJB

    Fungsi utama AJB adalah sebagai bukti kuat dan telah terjadi peralihan hak atas tanah. Transaksi jual beli tanah tersebut dapat dilakukan oleh pihak berwenang seperti pejabat pembuat akta tanah (PPAT).

    Selain itu, Dikutip dari tesis yang ditulis oleh Diego Prasakti dalam Repository Universitas Sriwijaya, akta jual beli berfungsi sebagai alat bukti yang lebih kuat bahwa telah terjadi peralihan hak atas tanah. Akta jual beli juga digunakan sebagai salah satu syarat pendaftaran peralihan hak atas tanah di kantor kertahanan.

    Syarat Membuat AJB

    Masih dilansir dari PPID Kota Semarang, berikut ini informasinya.

    Dokumen yang Dibutuhkan Penjual

    – Salinan surat nikah (jika sudah berkeluarga)
    – Salinan KTP
    – Salinan Kartu Keluarga (KK)
    – Sertifikat tanah asli
    – PBB tahun terakhir yang asli
    – Surat tanda terima setoran

    Dokumen yang Dibutuhkan Pembeli

    – Salinan KTP
    – Salinan Kartu Keluarga (KK)
    – Salinan surat nikah (jika sudah berkeluarga)
    – Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    Prosedur Pembuatan AJB

    Dalam catatan detikcom, berikut ini langkah-langkah membuat dokumen AJB.

    – Datang ke kantor PPAT, lembaga resmi pembuat akta tanah.

    – Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan sertifikat tanah dan PBB. Hal ini untuk melindungi transaksi pada tanah bersertifikat.

    – Kemudian akan dilakukan pemeriksaan data teknis dan hukum. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tanah tersebut tidak sedang dalam sengketa hukum, dijadikan jaminan, atau dalam penyitaan.

    – Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan surat tanda terima setoran PBB. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tanah yang akan ditransaksikan tidak menunggak pajak.

    – Terakhir, akan dilakukan pemeriksaan surat persetujuan suami atau istri, hal ini penting karena bagi seorang yang menikah harta akan tercampur termasuk hak atas tanah.
    Setelah semua tahapan dilakukan, PPAT akan menyusun akta jual beli tanah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    Itulah beberapa hal yang harus diketahui soal AJB. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Kamitetep Bisa Masuk Rumah, Ini Cara Basminya



    Jakarta

    Pernahkah melihat benda kecil dan pipih berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah? Kemungkinan besar itu adalah kepompong kamitetep atau Phereoeca uterella, sebuah serangga sejenis ngengat.

    Kamitetep sering kali ditemukan pada tembok dan sudut ruangan dan kolong furniture, terutama kalau rumah jarang dibersihkan. Meski tidak berbahaya, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh.

    Lantas, kenapakamitetep suka muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kamitetep Masuk Rumah

    Inilah sederet alasan kamitetep ada di dalam rumah, dilansir dari Bugwiz.

    1. Lingkungan Memadai

    Kamitetep mencari tempat hidup dan berkembang biak yang cocok untuk mereka. Serangga ini menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

    Mereka juga tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan kebutuhan kelembaban mereka terpenuhi. Oleh karena itu, kamitetep berkembang biak dengan subur dan bisa menyebarkan telurnya di rumah.

    2. Banyak Sumber Makanan

    Kamitetep akan betah tinggal di rumah yang banyak sumber makanan bagi mereka. Serangga ini pun nggak pilih-pilih makanan dan akan memakan bahan organik apa pun.

    Rumah yang jarang dibersihkan tentu menyediakan banyak makanan buat kamitetep. Mereka suka makan sarang laba-laba, debu, kain, serangga mati, rambut, dan lainnya.

    3. Jarang Bersihkan Rumah

    Jika rumah jarang dibersihkan sampai berbulan-bulan, bisa ada banyak kamitetep di rumah. Ruangan atau area yang kotor atau diabaikan akan dipenuhi kepompong kamitetep.

    Serangga biasa ditemukan di garasi, kamar tidur, dan dapur. Mereka menempel pada dinding, loteng, kayu, batu bata, dan plesteran.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Serangga itu sebenarnya berasal dari luar rumah. Kamitetep betina dewasa yang telah kawin menemukan jalan masuk dan bertelur di rumah.

    Di sisi lain, mereka juga bisa tak sengaja terbawa masuk ke rumah. Misalnya penghuni rumah membawa benda baru seperti tanaman, karpet, dan furniture yang terdapat kamitetep ke dalam rumah.

    Cara Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Jaga Kelembapan Ruangan

    Kamitetep berkembang biak saat kelembapan tinggi, maka coba kurangi kelembapan di dalam ruangan. Pastikan ada sirkulasi udara dan tidak ada genangan air atau barang lembap.

    2. Bersihkan Rumah

    Kamitetep memakan berbagai bahan organik, seperti sarang laba-laba, kain, dan serangga mati. Oleh karena itu, penghuni rumah harus rajin membersihkan kotoran di rumah.

    3. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air, tapi jangan sampai banyak busa.

    Jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep. Tusuk kepompong hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com