Tag: detikproperti

  • Jangan Asal Pasang, Ini Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat mendinginkan ruangan. Namun jika AC sudah mulai terasa tidak dingin, bisa jadi karena salah menempatkan outdoor AC di rumah.

    Sebagai informasi, AC terdiri dari dua komponen yakni AC dalam (indoor AC) dan AC luar (outdoor AC). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin agar ruangan terasa sejuk.

    Sementara itu, outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Agar indoor AC bisa bekerja optimal, maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Beberapa pemilik rumah terkadang hanya memikirkan pemasangan AC dalam saja. Padahal, penempatan outdoor AC juga wajib diperhatikan karena dapat memengaruhi suhu dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar AC dapat bekerja secara maksimal, maka penting untuk mengetahui posisi yang tepat saat memasang outdoor AC. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC

    Outdoor AC di rumah tak bisa dipasang secara sembarangan. Lantas, di mana posisi yang tepat untuk meletakkan AC luar? Dilansir situs All Purpose Air Conditioning, berikut jawabannya:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari Langsung

    Outdoor AC sebaiknya diletakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan AC luar dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkena cahaya langsung dari matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Soalnya, posisi tersebut langsung menghadap sinar matahari saat pagi dan sore yang dikhawatirkan membuat AC bekerja lebih ekstra dan boros energi.

    Jika baru saja pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat terbaik untuk memasang outdoor AC. Jika belum, luangkan waktu untuk mengamati area mana saja di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari saat cuaca panas.

    2. Tempat yang Datar dan Terbuka

    Outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Cara ini dilakukan agar mempermudah kinerja AC menurunkan suhu ruangan dengan baik.

    Pastikan outdoor AC dipasang di tempat yang berventilasi baik dan tidak terhalang oleh benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya. AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan sehingga AC tak mampu bekerja secara efisien.

    3. Tempat yang Jauh dari Pohon

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi bukan berarti outdoor AC diletakkan di bawah pohon rindang. Soalnya, outdoor AC dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Seiring waktu, AC jadi lebih cepat kotor dan jika tak segera dibersihkan maka bisa cepat rusak.

    Selain itu, hindari memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Sebab, jika terjadi hujan dan terdapat genangan air di sekitar AC luar maka bisa memicu kerusakan. Oleh sebab itu, outdoor AC selalu dipasang di tempat yang lebih tinggi agar aman.

    4. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Outdoor AC juga harus dipasang di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini agar AC lebih mudah diakses untuk dibersihkan dan dirawat secara rutin. Posisi AC yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses pembersihan AC jadi rumit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Namun, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    Itulah empat posisi yang tepat untuk pasang outdoor AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Matikan Lampu Saat Meninggalkan Ruangan? Ini Anjurannya



    Jakarta

    Sebagian orang mungkin sering mendengar anjuran untuk mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Harapannya, pemilik rumah bisa hemat tagihan listrik.

    Banyak yang percaya semakin lama lampu menyala, maka semakin banyak listrik yang terpakai. Alhasil, tagihan listrik bisa membengkak. Padahal, teknologi sudah semakin maju dan peraturan zaman dulu mungkin sudah tidak berlaku saat ini.

    Lantas, sebaiknya penghuni rumah mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Real Simple, berdasarkan Department of Energy (DOE), semua bola lampu atau bohlam memiliki masa pakai yang terukur, dipengaruhi oleh seberapa sering bohlam dinyalakan dan dimatikan. Semakin sering bohlam dinyalakan dan dimatikan, semakin pendek masa pakainya.

    Oleh karena itu, daripada khawatir soal berapa lama lampu menyala, lebih baik memikirkan seberapa sering lampu tersebut dinyalakan dan dimatikan. Hal ini karena penghematan tagihan listrik dengan mematikan lampu bisa sangat kecil sedangkan biaya untuk mengganti bohlam usang secara berkala dapat melebihi biaya tersebut.

    Jadi, apakah penghuni rumah perlu mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan atau tidak menggunakannya? Jawabannya terkadang iya, tetapi sering kali tidak. Hal ini tergantung pada jenis bohlam yang digunakan.

    Menurut DOE, efektivitas biaya mematikan lampu saat meninggalkan ruangan bergantung pada jenis bohlam dan biaya listrik. Namun, secara umum, semakin hemat penggunaan energi sebuah lampu, semakin lama penghuni dapat membiarkannya menyala.

    Jenis-jenis Bohlam

    1. Pijar

    Lampu Pijar adalah bohlam yang paling tidak efisien energi. Penghuni harus mematikannya setiap kali tidak digunakan.

    2. Halogen

    Meskipun lebih efisien daripada bohlam pijar, bohlam halogen menggunakan teknologi yang sama. Lampu ini tidak seefisien bohlam CFL dan LED, jadi sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan.

    3. CFL (Compact fluorescent lamp)

    Bohlam CFL sangat efisien dan umur pakainya dipengaruhi seberapa sering lampu dinyalakan dan dimatikan. Jadi sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum mematikannya.

    DOE menyarankan untuk membiarkan lampu menyala kalau penghuni bakal meninggalkan ruangan hanya selama 15 menit atau kurang. Jika penghuni meninggalkannya lebih lama, matikan saja lampunya.

    4. LED (Light Emitting Diode)

    Bohlam LED sangat efisien dan tidak terpengaruh oleh seberapa sering dinyalakan dan dimatikan. Jadi penghuni rumah tak perlu terlalu khawatir soal menyalakan dan mematikan lampu saat meninggalkan ruangan.

    Namun perlu diketahui saat menggunakan lampu LED, membiarkan lampu menyala selama beberapa jam tidak akan membuat perbedaan besar dalam tagihan listrik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Mau Bayar 100% Kontraktor di Awal, Lebih Aman Pakai Metode Ini



    Jakarta

    Pembangunan rumah merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan modal yang besar yang besar. Pengerjaannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu bantuan orang yang memang berpengalaman di bidang ini yakni kontraktor.

    Saat memakai jasa kontraktor konon katanya segala halnya harus jelas dalam sebuah kontrak kerja sebelum pembangunan rumah dilakukan. Sebab, banyak ditemukan kontraktor-kontraktor tak bertanggung jawab, sementara biaya bangun rumah tak murah.

    Profesional kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan kesepakatan yang paling utama saat mengajukan kerjasama dengan kontraktor adalah hindari membayar penuh jasanya di muka.


    “Jangan bayar 100 persen di awal” ujarnya kepada detikcom, Rabu (13/9/2023) lalu.

    Hal ini berdasarkan beberapa pengalamannya banyak ditemukan proyek renovasi atau pembangunan rumah yang mangkrak ditinggal kontraktor. Pemilik rumah tentu akan dirugikan karena rumah yang dititipkan oleh kontraktor belum jadi dan ditinggal begitu saja, sementara uang jasanya sudah diserahkan semua.

    “Banyak kan kejadian, kontraktornya hilang setelah terima pembayaran 100 persen di awal. Kalau gini, konsumennya yang dirugikan,” sambung dia.

    Sebagai jalan keluar, ia menyarankan kita sebagai pemilik proyek agar menjanjikan pembayaran secara bertahap yang terbagi dalam beberapa termin atau waktu. Cara menentukan waktunya pun tak boleh asal atau sesuka salah satu pihak. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui ilmu pertukangan karena idealnya pembayaran diberikan setiap terlihat perkembangan pada pembangunan.

    “Katakan setiap 25 persen baru dibayar, nanti 25 persen lagi dibayar. Jadi ada 4 kali bayar,” jelasnya memberikan contoh.

    Cara ini jauh lebih aman karena apabila ada hasil kerja yang tak sesuai bisa langsung minta perbaikan sehingga kerusakan yang lebih besar dan kerugian bisa dihindari. Apabila tidak dapat menilai perkembangan pada pembangunan tersebut, pemilik rumah dapat meminta review atau penjelasan terhadap setiap prosesnya. Lebih baik lagi, jika pada saat pemeriksaan, pemilik rumah bisa mendatangkan orang yang ahli untuk melakukan pengecekan bersama.

    Dengan cara ini, Panggah menjelaskan, konsumen bisa memperoleh hasil yang optimal dari proyek pembangunan atau renovasi rumah impiannya dan meminimalisir timbulnya kerugian selama proses pekerjaan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kelebihan Tinggal di Apartemen, Nggak Kalah Nyaman dari Rumah Tapak


    Jakarta

    Banyak orang masih mempertanyakan apa kelebihan dari tinggal di apartemen. Padahal apartemen sama seperti rumah tapak pada umumnya yakni menjadi tempat tinggal yang nyaman dengan berbagai fasilitasnya.

    Hunian vertikal ini banyak ditemui di kota-kota besar sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan. Selain keterbatasan lahan, harga tanah di perkotaan juga sudah tinggi sehingga bagi beberapa orang yang penghasilan per bulannya UMR atau kurang dari itu, sepertinya sulit untuk membeli rumah tapak yang layak di tengah perkotaan.

    Apartemen dan hotel adalah bentuk rumah yang berbeda. Jadi saat mempertimbangkan membeli apartemen, jangan berfikir seakan hidup di hotel karena dari segi harga, fasilitas, dan bentuk unitnya pun berbeda.


    Untuk lebih jelasnya, dilansir Mint Homes, berikut beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu detikers ketahui.

    1. Lokasi Strategis

    Keuntungan pertama yang jarang orang sadari adalah lokasi apartemen di perkotaan sangat strategis, melebih rumah tapak. Saat ini banyak hunian yang dibangun dengan konsep transit oriented development (TOD) di mana hunian akan dibangun menempel dengan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Sebab, apartemen tidak perlu benar-benar berdiri di atas tanah. Banyak apartemen berdiri di atas mal, stasiun, atau bahkan bercampur dengan gedung perkantoran dan hotel. Oleh karena itu, lokasinya bisa di tengah kota dan dekat dengan pusat-pusat bisnis, hiburan, dan keramaian.

    2. Fasilitas Lengkap

    Meskipun tidak ada halaman seperti di rumah tapak, jangan membayangkan tinggal di apartemen seperti hidup di penjara karena tentu tidak demikian. Pengembang tidak hanya memikirkan konsep hunian yang nyaman melainkan fasilitas yang dapat menunjang gaya hidup penghuninya. Fasilitas yang disediakan pun beragam dan kebanyakan gratis untuk penghuni apartemen seperti terdapat gym, kolam renang, taman, dan lapangan basket atau bola. Lokasinya yang strategis juga menguntungkan penghuni ketika berangkat kerja, berbelanja, atau ke rumah sakit.

    3. Pemeliharaan Mudah

    Saat tinggal di rumah tapak, hal yang mungkin saja terjadi adalah atap bocor, rembes, atau banjir. Dengan tinggal di apartemen, risiko seperti itu akan minim sekali terjadi. Lokasinya yang tinggi tentu akan melindungi apartemen dari banjir. Selain itu, apartemen memiliki pengurus khusus yang bertanggung jawab dalam manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen termasuk lift, tangga, dan fasilitas penunjang. Berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

    4. Keamanan Terjamin

    Sama seperti perumahan, apartemen juga memiliki petugas keamanan di depan. Lalu, bentuk keamanan lainnya adalah akses lift yang terbatas. Hanya penghuni apartemen yang memegang kartu akses saja yang bisa ke atas. Biasanya untuk tamu yang ingin berkunjung harus menunggu di lobby hingga penghuninya menjemput di bawah. Lalu, di setiap sudut sudah terpasang CCTV sehingga semua pergerakan di dalam gedung terekam.

    5. Ukuran

    Lalu, banyak juga yang memandang sebelah mata ukuran apartemen. Saat ini banyak apartemen yang ukurannya setara bangunan rumah tapak, bahkan ada pula yang besar. Ruangannya bukan seperti hotel yang langsung tempat tidur, apartemen ada yang susunannya seperti rumah biasanya dengan sekat pada kamar, dapur, kamar mandi. Ukuran ini sangat cocok untuk keluarga dengan anggota 2-8 orang, tergantung pada tipe apartemen yang dibeli.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Barang Ini Lebih Baik Dibuang, Bisa Bawa Energi Negatif ke Rumah


    Jakarta

    Barang yang ada di rumah seharusnya dapat memberikan manfaat dan membantu kegiatan penghuninya. Namun, pasti ada beberapa barang yang tanpa kamu sadari sudah tak lagi digunakan, hanya disimpan saja.

    Dalam feng shui menyimpan barang tak terpakai tidak dianjurkan. Menyimpan barang-barang yang tak ada manfaat dianggap membawa sial menurut feng shui.

    Sebagai informasi, Feng shui sendiri merupakan ilmu kuno yang berasal dari China yang menggunakan energi untuk menyelaraskan individu dengan lingkungan sekitarnya.


    Lantas, barang apa saja yang sebaiknya disingkirkan dari rumah. Dilansir Better Homes & Gardens Australia menurut ahli feng shui berikut di antaranya.

    1. Benda yang Sudah Rusak

    Siapa di sini yang sering menyimpan barang rusak di rumah dengan alasan masih bisa diperbaiki? Padahal barang tersebut tidak pernah dibawa untuk diperbaiki, hanya disimpan saja. Dalam kepercayaan feng shui, barang rusak yang dibiarkan tergeletak selama berbulan-bulan menunggu perbaikan melambangkan energi yang cenderung tidak bergerak.

    Kebiasaan ini dapat menghalangi energi positif bertukar ke dalam rumah. Sebaiknya, jika menemukan barang rusak di rumah, segera perbaiki atau beli baru.

    2. Tanaman dan Bunga yang Sudah Layu

    Tanaman dan bunga bisa tumbuh dan tampak segar apabila dirawat. Namun, apabila tanaman dan bunga tersebut layu, bahkan setelah dirawat kembali tetap tidak bisa tumbuh, ada baiknya untuk dibuang saja. Tanaman dan bunga yang sudah mati atau layu melambangkan kematian dan pembusukan. Hal ini yang membawa energi negatif dan berpotensi kamu mendapat nasib sial di rumah.

    3. Hadiah yang Tidak Diinginkan

    Saat menerima hadiah, kita tidak dapat memilih isinya, terutama hadiah dari sebuah acara. Menyimpan hadiah yang tidak diinginkan karena perasaan bersalah atau kewajiban dapat berdampak negatif pada energi kamu dan rumah kamu. Apabila memang tidak diinginkan dan membawa suasana buruk di rumah, lebih baik dibuang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Kulkas Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Membersihkan kulkas perlu dilakukan agar tetap rapi dan tidak menimbulkan bau dari dalam. Namun, seberapa sering harus membersihkan kulkas?

    Pertanyaan itu bisa saja muncul bagi para penghuni rumah. Sebenarnya, membersihkan kulkas bisa dilakukan secara singkat dan juga secara mendalam.

    Nah, untuk membersihkan kulkas secara singkat bisa dilakukan setidaknya seminggu sekali. Bagian-bagian yang dibersihkan seperti membersihkan tumpahan di dalam kulkas, setiap rak, membuang makanan kalauarsa, serta membersihkan bagian luar kulkas.


    Sementara itu, untuk membersihkan kulkas secara mendalam bisa dilakukan sebanyak satu sampai tiga kali setiap empat bulan.

    “Pembersihan menyeluruh berarti mengeluarkan semua makanan, mencuci rak, mencuci laci, mensterilkan bagian dalam, dan membersihkan kumparan serta segel pintu,” kata pakar kebersihan rumah di CottageCare, Scott Schrader, dikutip dari The Spruce, Selasa (13/5/2025).

    Berikut ini cara membersihkan kulkas secara menyeluruh masih dilansir dari The Spruce.

    Cara Membersihkan Kulkas Secara Mendalam

    – Keluarkan semua makanan dari kulkas dan buang barang-barang yang sudah kadaluarsa atau akan kadaluarsa.

    – Isi wastafel atau bak mandi dengan air sabun hangat. Keluarkan semua rak dan laci dari kulkas dan cuci di wastafel atau bak mandi. Keringkan setiap rak dengan kain mikrofiber yang bersih.

    – Untuk membersihkan segel pintu, jika memungkinkan, gunakan cuka atau pembersih lain untuk membantu mencegah masuknya jamur dan kotoran.

    – Jika memungkinkan, vakum atau bersihkan kumparan; ini membantu meningkatkan efisiensi karena kotoran akan terlepas.

    – Setelah semua permukaan kering, tata kembali barang-barang yang dikeluarkan dengan cara yang lebih mudah dilihat.

    Itulah waktu yang tepat membersihkan kulkas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Jitu Membersihkan Rumah, Cukup 15 Menit Setiap Hari



    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah mungkin pekerjaan yang sulit bagi sebagian orang, terutama kalau sibuk. Meski begitu, sebaiknya penghuni rumah tetap menyempatkan untuk membersihkan rumah.

    Kalau penghuni rumah susah meluangkan waktu, pekerjaan itu bisa dicicil kok. Coba luangkan 15 menit saja setiap hari khusus untuk membersihkan rumah.

    Metode ini bisa dicoba daripada tidak memulai sama sekali, sehingga rumah berantakan begitu saja. Sebagian besar rutinitas 15 menit ini memang belum termasuk serangkaian tugas harian lain seperti mencuci piring, merapikan tempat tidur, dan membersihkan meja dapur. Namun, penghuni bisa menyelesaikan banyak pekerjaan selama 15 menit.


    Lalu, bagaimana cara menerapkan metoda bersihkan rumah 15 menit setiap hari? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Simple.

    Berdasarkan Ruangan

    Tentukan ruangan mana yang akan dibersihkan setiap hari dalam seminggu. Misalnya, tetapkan ruangan yang berbeda untuk setiap hari, dengan serangkaian aktivitas yang harus dilakukan di setiap ruangan. Contohnya sebagai berikut.

    • Senin: kamar tidur
    • Selasa: kamar mandi
    • Rabu: dapur
    • Kamis: ruang keluarga
    • Jumat: barang yang dibersihkan bulanan (peralatan atau lemari)
    • Sabtu: Pekarangan

    Berdasarkan Aktivitas

    Selain itu, penghuni bisa menentukan tugas harian berdasarkan aktivitas. Penghuni akan fokus pada satu jenis kegiatan setiap hari selama 15 menit. Contohnya berikut ini.

    • Senin: kamar mandi
    • Selasa: bersihkan debu
    • Rabu: menyapu
    • Kamis: mengepel
    • Jumat: sisa pekerjaan yang terlewat
    • Sabtu: ganti seprai tempat tidur

    Berdasarkan Prioritas

    Nggak harus membuat jadwal, penghuni rumah bisa memilih untuk memprioritaskan kekacauan yang terlihat paling buruk hari itu. Misalnya lantai jika melihat debu beterbangan di sudut-sudut, atau toilet jika kamar mandi terlihat agak kotor.

    Buat Rutinitas Tetap

    Cara terbaik untuk memulai kebiasaan adalah menentukan waktu spesifik buat mengerjakannya. Mungkin penghuni rumah lebih suka membersihkan rumah di malam hari setelah pulang kerja. Penghuni juga bisa mengerjakannya di pagi hari sebelum mulai beraktivitas.

    Ajak Semua Penghuni Rumah

    Banyak pekerjaan rumah bisa diselesaikan kalau bekerja sama. Sebaiknya ajak semua penghuni untuk ikut membereskan rumah selama 15 menit setiap hari. Nah, kalau melibatkan orang lain, jangan lupa membagi tugas tertentu untuk masing-masing orang.

    Itulah beberapa cara menjaga kebersihan rumah 15 menit setiap hari. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Telur Busuk dari Shower? Begini Atasinya



    Jakarta

    Air shower terkadang bisa berbau telur busuk karena ada masalah dalam saluran airnya. Meski tidak berbahaya, bau ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni ketika mandi.

    Dilansir dari Bell Bros, bau telur busuk sebenarnya disebabkan oleh bakteri pemakan sulfat. Bakteri ini tinggal di tempat-tempat tanpa udara dan menghasilkan gas hidrogen sulfida dari mengonsumsi mineral sulfat. Gas hidrogen sulfida ini yang beraroma seperti telur busuk.

    Hal ini biasa terjadi pada air shower yang menggunakan water heater atau pemanas air. Jika air shower berbau telur busuk, kemungkinan ada kandungan mineral sulfat di dalamnya. Simak cara mengatasinya berikut ini.


    Cara Mengatasi Air Shower Bau Telur Busuk

    Dikutip dari MN Department of Health, mengatasi air shower bau telur busuk harus dari sumber masalahnya. Penghuni atau ahli bisa melakukan beberapa tes untuk mencari biang keroknya.

    Sebaiknya minta tolong ahli seperti tukang ledeng atau profesional sistem air untuk melakukan perbaikan berikut ini.

    Water Heater

    Jika bau telur busuk hanya saat mengalirkan air panas, kemungkinan bakteri tersebut ada pada water heater. Ada beberapa cara mengatasi masalah ini, salah satunya mencopot atau mengganti anoda magnesium.

    Cara lain adalah menyiram atau membersihkan water heater dengan cairan pemutih klorin. Selain itu, kamu dapat menaikkan suhu water heater hingga 71 derajat celsius. Kedua cara ini dapat membunuh bakteri sulfur penyebab bau busuk.

    Namun, perlu diingat langkah-langkah tersebut sebaiknya dilakukan oleh profesional agar tidak menimbulkan risiko kerusakan atau bahaya.

    Sumur, Sistem Perpipaan, atau Water Softener

    Bau tak sedap yang muncul ketika mengalirkan air dingin berarti ada masalah pada water softener, sistem perpipaan, atau sumber air. Kamu bisa coba mencopot water softener untuk menguji sumber masalahnya.

    Apabila air tidak bau saat water softener dilepas, bisa dipastikan bakteri sulfur berada di water softener. Hubungi petugas yang memasang atau produsen untuk mendapat petunjuk cara disinfeksi water softener.

    Kalau air tetap bau selama beberapa saat ketika tidak terpasang water softer, artinya bakteri sulfur berada pada sistem perpipaan atau sumur. Hubungi ahli untuk melakukan disinfeksi menggunakan cairan klorin.

    Sumber Air

    Selain itu, bau telur busuk tercium terus menerus saat mengalirkan air dingin, artinya bakteri sulur ada pada sumber air. Kamu bisa mengatasinya dengan memasang filter air. Ada beberapa jenis filter air yang bisa kamu pilih sesuai tingkat hidrogen sulfida.

    Filter karbon aktif efektif untuk kadar hidrogen sulfida kurang dari 1 miligram per liter (mg/L).

    Kalau kadar hidrogen sulfida di bawah dan di atas 1 mg/L, kamu bisa coba oxidizing media filtration, aeration, continuous chlorination, ozonation. Jangan lupa konsultasikan kepada ahlinya ya.

    Itulah beberapa cara mengatasi bau telur busuk yang muncul dari air shower.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Pilih Kontraktor yang Amanah untuk Bangun dan Renovasi Rumah


    Jakarta

    Memilih kontraktor yang tepat adalah faktor penting untuk kelancaran pembangunan rumah. Saat kita memilih kontraktor yang amanah, bisa diandalkan, dan jujur, pembangunan rumah dapat selesai tepat waktu dan tanpa drama.

    Bagi yang belum tahu, dilansir detikBali, kontraktor adalah badan khusus yang bertugas melakukan aktivitas pengadaan, baik untuk barang fisik maupun jasa, dan mendapat upah sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati kedua pihak.

    Kontraktor kerap menjadi pilihan untuk pembangunan rumah dari 0. Bisa pula kontraktor dipilih saat ingin merenovasi rumah seperti saat menambah lantai atau memperluas rumah.


    Saat memilih kontraktor, melihat harga jasa saja tidak cukup. Banyak kontraktor yang bisa memberikan harga murah atau janji-janji manis lainnya justru bisa saja sering menipu konsumen.

    Lantas, bagaimana cara memilih kontraktor yang terpercaya?

    Menurut Novianti, seorang pegawai pemerintahan sekaligus content creator masak dan home decor, memberikan pengalamannya saat mencari kontraktor. Ia berkata susah-susah gampang untuk menemukan kontraktor yang cocok. Berdasarkan pengalaman pribadi, ia menemukan kontraktor pilihannya saat melihat tetangganya sedang membangun rumah.

    Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips dari Novi saat memilih kontraktor yang tepat untuk membangun rumah.

    1. Pilih Kontraktor yang Amanah

    Aspek pertama yang harus dilihat saat mencari kontraktor adalah cari tahu apakah perusahaan tersebut amanah atau tidak. Hal ini untuk menghindari proyek gagal di tengah jalan atau dibangun asal-asalan. Novi juga membagikan tips menyeleksi kontraktor yang paling cocok dengannya yakni melihat dari penawaran jasa yang paling bagus dan sesuai dengan budget yang dimiliki.

    “Cari kontraktor itu harus yang amanah dan bisa dipercaya. Karena itu kan istilahnya yang utama,” kata Novi pada Jumat (9/2/2024) lalu.

    2. Sering Diskusi dengan Kontraktor

    Ia menekankan ketika mencari kontraktor, pemilik rumah juga harus memiliki rancangan rumah yang akan dibangun atau direnovasi sehingga memiliki bayangan untuk mengawasi dan menjelaskan kepada kontraktor.

    Kemudian, jelaskan sejelas mungkin ide yang dimiliki ke kontraktor. Disarankan pemilik rumah memiliki gambar atau sketsa rumah yang telah dikonsultasikan kepada arsitek. Dengan begitu, kesalahpahaman dapat dicegah.

    Ketika pembangunan berjalan, pemilik rumah juga harus mengecek progresnya dan selalu berkomunikasi dengan kontraktor tersebut.

    “Diskusi, coba kerja sama yang baik dengan kontraktornya biar tidak mangkrak,” tuturnya.

    3. Pintar-pintar Cari Bahan

    Selain biaya untuk jasa kontraktor, pemilik rumah juga harus mengeluarkan biaya untuk material bangunannya. Jangan sampai hanya mengandalkan kontraktor karena bisa saja tidak cocok dengan budget atau malah ditipu.

    “Kita juga harus pintar-pintar cari bahan yang lebih murah tapi bisa sesuai dengan budgetnya tapi sesuai dengan keinginan kita,” ujarnya.

    Ciri-ciri Kontraktor yang Harus Dihindari

    Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki menyampaikan ciri-ciri kontraktor yang perlu dihindari karena kemungkinan tidak amanah.

    1. Tidak Memiliki Izin Usaha

    Sebagai penyedia jasa, kontraktor seharusnya memiliki izin usaha. Perusahaan yang tak memiliki izin usaha akan sulit untuk memastikan kinerjanya dan meminta pertanggung jawabannya karena tidak tercatat secara resmi dan diakui di mata hukum.

    2. Tidak Punya Portofolio Hasil Kerja

    Jangan coba-coba memakai jasa kontraktor yang belum memiliki pengalaman sebelumnya. Novi juga mengatakan hal serupa, jika hasil pekerjaan sebelumnya bisa menjadi pertimbangan besar. Cara melihat portofolio tersebut, bisa melalui media sosial, company profile, testimoni langsung dari yang sudah memakai jasa mereka, dan lainnya.

    3. Tim yang Bekerja Bersamanya Bermasalah dan Tidak Kompeten

    Kontraktor tidak mungkin bekerja sendirian, mereka memiliki tim bahkan mempunyai jaringan tukang-tukang yang biasa bekerja pada proyek mereka. Kalian bisa mengecek tukang-tukang tersebut apakah memang sering bekerja dengan kontraktor tersebut atau juga baru bekerja.

    Bisa pula cek tim kontraktor tersebut apakah lengkap yakni memiliki arsitek, design interior, estimator, purchasing, logistik, dan engineering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Pertimbangan Penting Sebelum Bikin Sumur Bor di Rumah



    Jakarta

    Setiap rumah membutuhkan sumber air bersih untuk mendukung aktivitas penghuninya. Air tersebut bisa didapatkan salah satunya dari sumur air.

    Sumur air itu bisa dibuat menggunakan mesin bor, sehingga disebut sumur bor. Sumur bor adalah lubang buatan untuk mengambil air dari akuifer atau lapisan bawah tanah.

    Nah, kalau ada niatan membuat sumur bor, pemilik tanah sebaiknya menelusuri kelebihan dan kekurangannya dulu. Berikut ini pertimbangan sebelum membuat sumur bor.


    Pertimbangan Membuat Sumur Bor

    Inilah pertimbangan untung rugi membuat sumur bor di rumah, dikutip dari A&H Drilling.

    1. Kualitas Air

    Kelebihan

    Kualitas air bisa bervariasi tergantung pada lokasi sumur. Akan tetapi, biasanya air sumur lebih sehat dan enak dibandingkan air dari hasil industri. Hal ini dikarenakan tidak adanya bakteri umum yang ditemukan dalam air industri seperti timbal dan merkuri.

    Kekurangan

    Di sisi lain, air sumur dapat mengandung lebih banyak bahan kimia lain seperti zat besi dan fluorida. Bahan kimia tersebut dapat diatasi dengan memasang alat pemurni air atau sistem penyaringan di sumur.

    2. Biaya

    Kelebihan

    Sumur bor bisa menghemat tagihan air karena tidak bergantung pada perusahaan air. Selain hemat pengeluaran, pemilik juga mempunyai akses air sendiri di rumah.

    Kekurangan

    Pemilik rumah mungkin hemat tagihan air, tetapi biaya pembuatan sumur bor cukup mahal. Biaya ini tentu sangat bergantung pada jenis sistem sumur, kualitas peralatan, dan biaya pemasangan.

    Apalagi pemilik harus mempertimbangkan waktu dan tenaga untuk membuat sumur. Ada proses untuk memetakan air tanah sebelum membuat sumur. Kemudian, membangun dan memelihara sumur juga cukup memakan waktu dan tenaga.

    3. Penggunaan Energi

    Kelebihan

    Sumur bor dapat menghemat energi secara keseluruhan. Pemilik rumah bisa memperoleh dan memproses air dari sumur air sendiri.

    Sementara itu, perusahaan air menyaring air untuk seluruh kota memerlukan mesin yang besar, sehingga menghabiskan banyak energi.

    Kekurangan

    Sumur bor mengandalkan listrik untuk memompa air. Kalau suatu ketika tidak ada listrik, maka air tidak bisa dipompa keluar.

    Oleh karena itu, kamu perlu memastikan ada cadangan air di kala darurat. Sebaiknya, siapkan generator cadangan dan penyimpanan air darurat kalau ingin menggunakan sumur bor.

    Itulah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat sumur bor di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com