Tag: diabetes

  • Pangkas BB 90 Kg, Wanita Ini Rajin Jalan Kaki-Tak Skip Minum 3 Liter Air Sehari

    Jakarta

    Jennifer Brown, seorang wanita di Fort Dodge, Iowa, Amerika Serikat, berhasil mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Bahkan, ia dapat menurunkan berat badannya hingga 90 kg.

    Sebelumnya, Brown sangat jarang melakukan aktivitas fisik. Dulunya, Brown dan suaminya sering pergi minum-minum di bar dan mengkonsumsi makanan cepat saji.

    Saat di usia 37 tahun, berat badan Brown mencapai 150 kg dan suaminya mengalami masalah kesehatan serius yakni jantung dan diabetes. Ini yang membuatnya termotivasi untuk mengubah gaya hidupnya.


    Berawal dari Jalan di Taman

    Ia pun mencoba mengubah gaya hidupnya dengan pola makan yang sehat dan rutin berjalan kaki. Dengan rekomendasi dokter, Brown disarankan untuk menjalani pola makan rendah karbohidrat. Awalnya, ia merasa sangat kesulitan.

    “Saya selalu memikirkan makanan tanpa henti, terus-menerus memikirkannya,” kata wanita 42 tahun itu yang dikutip dari Business Insider.

    Untuk mempertahankan pola makan sehatnya, ia membuat jurnal makanan dengan mencatat apa yang ia makan dan ukuran porsinya. Brown juga mulai rutin minum sekitar 3 liter air per hari.

    Setelah mulai bosan berjalan kaki, Brown ingin mencoba untuk berlari. Ia lari sejauh 1,6 km setiap hari selama satu bulan.

    Meski kesulitan bernapas dan ‘hampir mati’, ia berhasil menyelesaikannya dalam waktu 14 menit. Jika musim dingin tiba, Brown tetap berolahraga di dalam rumah menggunakan treadmill.

    Mulai Ikut Lomba Lari

    Hingga pada 2023, Brown berlatih untuk dua lomba lari. Ia juga berhasil mengikuti half marathon pertamanya di tahun 2024.

    “Hal yang paling keren adalah setiap kali saya melakukan salah satu lari jarak jauh ini dan saya menambahkan sedikit, itu adalah lari terpanjang yang pernah saya lakukan,” katanya.

    “Anda terus memaksakan diri untuk melakukannya, terus maju sedikit demi sedikit setiap hari,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Benarkah Skip Sarapan Bisa Bikin BB Cepat Turun? Begini Faktanya


    Jakarta

    Tidak sedikit yang menganggap melewatkan sarapan di pagi hari berpengaruh terhadap penurunan berat badan. Menjalani aktivitas dengan perut kosong disebut bermanfaat untuk mengenyahkan lemak.

    Faktanya terus menerus melewatkan sarapan tanpa rencana tentang apa dan bagaimana akan makan selama sisa hari itu malah bisa berpengaruh terhadap penurunan berat badan.

    “Melewatkan sarapan bukan hanya tentang merasa lapar; itu adalah kesempatan yang hilang untuk menutrisi tubuh dan pikiran Anda secara efektif,” kata Claire Rifkin M.S., RDN, ahli diet yang berbasis di New York dikutip dari Everyday Health.


    Banyak yang melewatkan sarapan menjadi cenderung lebih banyak ngemil karena tubuh mencoba mengejar target nutrisi yang mungkin terlewatkan. Tubuh akan mencari sumber energi cepat, yang mungkin muncul sebagai keinginan untuk keripik atau makanan cepat saji, yang dapat membuat seseorang bersemangat tetapi memicu lapar berlebihan.

    Tanpa sarapan, tubuh mencari energi di tempat lain, menarik cadangan dari lemak dan jaringan otot. Proses ini membutuhkan energi untuk melakukannya.

    Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Nutrients pada 2022, melewatkan sarapan dapat menyebabkan resistensi insulin dan kenaikan berat badan. Orang yang sering melewatkan sarapan juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, hipertensi, diabetes, dan gangguan kesehatan lainnya.

    Melewatkan sarapan mungkin membantu menurunkan berat badan minimal dalam jangka pendek, tetapi prosesnya jauh dari kata berkelanjutan dan bahkan dapat menjadi bumerang.

    “Obesitas, hipertensi, diabetes, dan konsekuensi kesehatan lainnya telah dikaitkan dengan melewatkan sarapan secara teratur,” beber Rifkin.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Perut Buncit Bikin Nggak PD, Begini Cara Ampuh Enyahkan Lemak Visceral

    Jakarta

    Para pejuang diet mungkin sudah tidak asing lagi dengan lemak visceral. Lemak visceral adalah lemak yang terdapat di dalam rongga perut.

    Lemak visceral sebenarnya berfungsi untuk melindungi organ yang ada di perut, seperti hati, pankreas, dan usus. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, lemak visceral bisa menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya perut buncit.

    Perut buncit tidak hanya merusak penampilan, tapi keberadaan lemak visceral yang menyebabkan kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti jantung dan diabetes. Karena itu, penting untuk mengetahui cara menghilangkan lemak visceral untuk mencegah perut buncit dan menjaga penampilan.


    Dikutip dari Healthline, berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lemak visceral.

    1.⁠ ⁠Mengonsumsi Makanan yang Seimbang

    Pola makan yang seimbang merupakan salah satu faktor terpenting dalam mengelola berat badan dan lemak visceral. Diet seimbang terdiri makanan utuh, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak sambil meminimalisir makanan ultra proses dan zat aditif.

    Menjaga defisit kalori juga tak kalah penting untuk menurunkan berat badan. Namun, para ahli menyarankan untuk tidak mengurangi asupan kalori secara drastis karena bisa menyebabkan kekurangan gizi dan komplikasi kesehatan lainnya.

    Diet lain yang juga dapat membantu menghilangkan lemak visceral antara lain:

    • Diet tinggi protein, seperti mengonsumsi telur, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan
    • Diet tinggi serat, seperti mengonsumsi biji-bijian utuh dan kacang-kacangan
    • Diet yang kaya akan lemak tak jenuh dan asam lemak omega-3
    • Diet Mediterania
    • Diet rendah karbohidrat
    • Diet ketogenik

    2.⁠ ⁠Meningkatkan Aktivitas Fisik

    Olahraga merupakan salah satu aspek terpenting dalam menjaga berat badan ideal dan mengelola lemak visceral. Latihan aerobik berintensitas sedang atau kardio dapat meningkatkan detak jantung dan membakar lemak visceral.

    Penelitian juga menunjukkan latihan ketahanan dapat mengurangi lemak visceral sekaligus mempertahankan massa otot. Menggabungkan olahraga tersebut dengan diet seimbang dapat memberikan hasil yang lebih efektif untuk menghilangkan lemak visceral.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa sedikitnya melakukan olahraga intensitas sedang 150-300 menit setiap minggu, atau olahraga intensitas tinggi 75-150 menit per minggu.

    3.⁠ ⁠Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan tidur memainkan peran penting dalam:

    • Menjaga berat badan yang sehat
    • Mencegah penyakit kronis
    • Mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati

    Studi menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan risiko penambahan lemak visceral. Sebaliknya, tidur yang cukup dan berkualitas dikaitkan dengan penurunan lemak visceral.

    CDC menganjurkan orang dewasa untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam.

    4.⁠ ⁠Mengurangi Tingkat Stres

    Sejumlah riset menemukan kaitan antara stres kronis dan lemak visceral. Tak hanya itu, stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan perilaku yang memicu peningkatan lemak visceral, seperti:

    • Makan berlebihan
    • Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalori dan gula tambahan
    • Memiliki gaya hidup sedentary
    • Kurang tidur

    Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres antara lain:

    • Meditasi
    • Berolahraga
    • Latihan yoga
    • Menulis di jurnal
    • Pergi jalan-jalan
    • Berinteraksi dengan teman, keluarga, atau psikiater

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Cara Tepat Intermittent Fasting, Dijalani Rina Nose Biar Tubuhnya Tetap Ramping


    Jakarta

    Komedian Rina Nose membagikan rahasia tubuh ramping dan sehatnya. Rina mengatakan bahwa dirinya selama ini menerapkan diet dengan jendela makan atau metode intermittent fasting.

    Meski tidak memiliki pantangan khusus dalam mengonsumsi makanan, ia mengatur jendela waktu makan hanya pada pukul satu siang hingga jam tujuh malam. Selain jam tersebut, Rina mengaku hanya mengonsumsi air putih.

    “Pokoknya makan tiap hari dimulai dari jam satu sampai jam tujuh. Nggak (makan) apapun (juga). Kalau nasi masih, sayur, makanan yang kayak gini kan dimasak semua,” ucap Rina Nose dikutip dari detikHot, Rabu (19/11/2024).


    Untuk jenis makanan yang ia konsumsi, Rina mengatakan lebih mengutamakan makanan tinggi protein seperti daging-dagingan. Menurutnya, makanan tinggi protein bisa membuatnya kenyang lebih lama.

    Berkaitan dengan pola makan dilakukan Rina Nose, spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda SpGK menjelaskan intermittent fasting dalam beberapa penelitian menunjukkan berbagai manfaat kesehatan. Beberapa di antaranya seperti membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh, hingga meningkatkan sensitivitas insulin yang membantu mencegah diabetes tipe dua.

    “Intermittent fasting juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Itu juga membantu merangsang autophagy yang membantu membersihkan sel-sel rusak,” kata dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Selasa (19/11/2024).

    Meski begitu, dr Raissa mengatakan bahwa metode diet ini mungkin tidak cocok untuk semua orang. Ketika dilakukan secara tidak tepat, metode diet ini justru bisa dapat memunculkan risiko penurunan energi, pusing, hingga masalah pencernaan.

    Beberapa orang yang tidak cocok dengan metode intermittent fasting seperti ibu hamil dan menyusui, anak-anak, dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu.

    “Jika tidak dijalankan dengan benar, intermittent fasting juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi,” sambungnya.

    Apabila ingin mencoba metode diet ini, dr Raissa menyarankan masyarakat untuk tetap memilih jenis makanan-makanan bergizi seimbang saat masuk jendela waktu makan. Jangan sampai makanan yang dikonsumsi porsinya berlebihan atau nutrisinya kurang sehingga tidak memenuhi kebutuhan harian.

    Idealnya menurut dr Raissa, satu porsi makanan berisi 55-65 persen berisi karbohidrat (termasuk sayur), 20-30 persen lemak, dan 15-35 persen protein. Ia menyebut masyarakat juga bisa mengikuti pedoman ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan yaitu 50 persen buah dan sayur (sayur 2/3 dan buah 1/3) dan 50 persen berisi karbohidrat dan protein (2/3 karbohidrat dan 1/3 protein).

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Oprah Winfrey Blak-blakan Jalani Diet GLP-1, Pakai Obat Diabetes untuk Turun BB


    Jakarta

    Presenter Oprah Winfrey belum lama ini blak-blakan soal rahasia dietnya. Pembawa acara “The Oprah Winfrey Show” itu mengaku menggunakan obat agonis GLP-1 untuk membantunya menurunkan berat badan.

    Oprah pertama kali mengejutkan publik dengan penampilan barunya saat menghadiri pemutaran perdana film “The Color Purple” pada Desember 2023. Oprah yang terkenal memiliki tubuh tambun, tampil jauh lebih langsing.

    Kala itu, penulis buku “Food, Health, and Happiness” itu tidak membagikan secara rinci tentang program penurunan berat badannya. Namun dalam episode terbaru “The Oprah Podcast”, sang presenter akhirnya membeberkan segalanya.


    Dalam podcast tersebut, Oprah mengaku mengonsumsi agonis GLP-1, sejenis obat penurun gula darah yang juga dapat membantu menurunkan berat badan. Beberapa merek GLP-1 termasuk Ozempic dan Trulicity.

    Agonis GLP-1 sendiri obat yang bekerja dengan cara meniru hormon GLP-1 yang dilepaskan tubuh setelah makan, membantu tubuh merasa kenyang, dan memperlambat pengosongan lambung.

    Awalnya, Oprah menganggap mengonsumsi obat sebagai cara “curang” untuk menurunkan berat badan. Namun, kondisi kebugarannya yang terus menurun membuat wanita berusia 71 tahun perlu mencari metode alternatif untuk menurunkan berat badan.

    “Ada bagian dari diri saya yang merasa, saya harus melakukannya (menurunkan berat badan) dengan cara yang sulit. Saya harus terus mendaki gunung, saya harus terus menderita. Saya harus melakukan itu karena kalau tidak saya seakan telah menipu diri saya sendiri,” ujar Oprah dikutip dari Today, Kamis (30/1/2025).

    “Saya menyadari bahwa saya telah menyalahkan diri sendiri selama bertahun-tahun karena kelebihan berat badan, dan saya memiliki kecenderungan yang tidak dapat dikendalikan oleh kemauan keras,” kata Oprah saat mengakui menggunakan obat penurun berat badan.

    Meskipun mengonsumsi obat, Oprah mengatakan dirinya tetap menginkorporasikan diet sehat dan aktivitas fisik ke rutinitas hariannya. Dia mengatakan obat penurun berat badan hanyalah bagian dari rencana untuk menjaga berat badannya tetap sehat.

    “Saya bekerja sangat keras. Saya tahu bahwa jika saya tidak berolahraga dan memperhatikan hal-hal lainnya, hal itu tidak akan berhasil bagi saya,” katanya.

    Oprah mengatakan dirinya hanya makan sampai pukul 4 sore. Selain itu, dia selalu mengonsumsi total satu galon air sehari dan menggunakan prinsip WeightWatchers untuk memantau berat badannya.

    Oprah juga rutin mendaki sejauh 3 hingga 5 mil (4,8-8 km) setiap hari, dan mendaki sejauh 10 mil pada akhir pekan (16 km). Dia mengaku merasa lebih kuat, lebih bugar, dan lebih bersemangat dibanding yang dirasakannya selama bertahun-tahun.

    Senada, ahli gastroenterologi dan spesialis pengobatan diabetes, dr Christopher McGowan menjelaskan obat penurun badan sama sekali bukan jalan keluar yang mudah.

    “Anda tetap harus meningkatkan nutrisi Anda . Anda tetap harus tetap aktif. Anda benar-benar harus tetap konsisten dari waktu ke waktu untuk mencapai hasil yang terlihat dalam studi klinis,” ungkapnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Transformasi Wanita Turun 72 Kg Berkat Diet GLP-1, Seperti Beda Orang


    Jakarta

    Viral di TikTok seorang wanita membagikan transformasinya sukses turun berat badan dengan diet GLP-1. Metode ini menggunakan obat diabetes untuk menekan nafsu makan.

    “Bisakah kau percaya Ozempic melakukan ini?” tulisnya di salah satu video unggahannya di akun @amyinhalf yang sudah dilihat lebih dari 8 juta pengguna.

    Amy Kane (35) pernah berbobot 136 kg sebelum akhirnya memutuskan untuk mengubah pola hidupnya. Kenaikan berat badannya juga dipicu karena kondisi PCOS atau polycystic ovary syndrome.


    Kondisi itu membuatnya sering merasa lapar yang membuat dia makan berlebihan. Selain itu Amy juga berjuang melawan depresi pasca persalinan yang memicu dia makan banyak untuk meredakan emosinya.

    “Penurunan berat badan selalu menjadi tantangan yang sangat besar bagi saya,” katanya kepada Newsweek.

    “Hal ini menyebabkan pola makan yang tidak teratur selama bertahun-tahun dan hubungan yang tidak sehat dengan makanan,” tuturnya.

    Saat ini, ia makan secukupnya, dengan fokus pada protein dan hidrasi. Ia tidak membatasi diri atau menghilangkan kelompok makanan, tetapi makan dengan penuh kesadaran.

    Ke depannya, ia berencana untuk melakukan operasi pengecilan perut, atau abdominoplasti, prosedur bedah kosmetik yang menghilangkan kelebihan lemak dan kulit dari perut sekaligus mengencangkan otot perut.

    Menurut University of Chicago Medicine, obat-obatan seperti Ozempic, Wegovy, Zepbound, dan Mounjaro telah ada selama bertahun-tahun, tetapi baru-baru ini menjadi berita utama karena popularitasnya yang meningkat sebagai agen penurun berat badan.

    Obat-obatan ini termasuk dalam kelas yang dikenal sebagai agonis reseptor peptida-1 mirip glukagon (GLP-1RA), yang meniru hormon (GLP-1) dalam tubuh yang membantu mengendalikan kadar insulin dan glukosa darah sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Selebgram Ayu Puspa Curhat BB Sempat Naik Lebih 10 Kg gegara Doyan Minum Manis

    Jakarta

    Selebgram Ayu Puspa menceritakan perjalanannya berhasil menurunkan berat badan total 15 kg dari 64 kg ke 49 kg dalam waktu kurang lebih 6 bulan. Selebgram yang viral karena video Kim Seon Ho Smile Challenge ini mengaku senang dengan bentuk tubuhnya sekarang.

    Ia juga merasakan banyak manfaat kesehatan yang didapatkan setelah berhasil menurunkan berat badan.

    “Badan yang jelas pasti ringan, kayak lebih fresh, nggak gampang capek. Terus jadi lebih fokus ya,” ungkap Ayu ketika ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


    Perjalanan diet yang dilalui Ayu Puspa tidak mudah. Ia menceritakan sebelum memutuskan diet, berat badannya sempat meningkat secara drastis.

    Dalam waktu dua bulan, berat badannya naik hingga 10 kg lebih. Ia menduga hal tersebut dipicu oleh kebiasaannya mengonsumsi minuman manis dalam jumlah yang banyak.

    “Puspa itu dari 64 itu ke 49 kg. Itu awalnya itu (naik) dari 50 ke 64 dalam 2 bulan, karena puspa kebanyakan minum teh manis gula, itu bikin naik sekitar 10 kg-an dalam waktu dua bulan. Gara-gara suka minuman manis, minuman yang instan-instan gitu,” sambungnya.

    Karena kenaikan tersebut, Ayu Puspa memutuskan untuk memulai diet penurunan berat badan. Ia sangat membatasi asupan gula, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kualitas tidur.

    Untuk pola makan, ia mengaku tidak menghindari nasi putih sama sekali, tapi Ayu Puspa membatasinya hanya sekali sehari. Kalau lapar di malam hari, ia memilih untuk mengonsumsi buah atau air putih untuk mengisi perutnya.

    Kenapa Minum Manis Bisa Bikin Gemuk?

    Minuman manis dengan gula tambahan dalam sudah banyak dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit kronis. Selain mengandung gula dan kalori tinggi, minuman ringan biasanya tidak mengandung nutrisi apapun.

    Orang yang mengonsumsi minuman seperti ini biasanya tidak merasa kenyang seperti mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang sama. Penelitian menunjukkan mereka yang mengonsumsi minuman ringan juga cenderung tidak mengonsumsi lebih sedikit makanan. Hal ini yang akhirnya meningkatkan berat badan lebih drastis, padahal kalorinya minuman dan makanannya bisa setara.

    Dikutip dari situs Harvard TH Chan, konsumsi minuman ringan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya. Lebih jauh lagi, konsumsi minuman manis secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Penampakan Meghan Trainor Bikin Pangling! Ternyata Ini Rahasia Tubuh Langsingnya


    Jakarta

    Meghan Trainor adalah salah satu penyanyi papan atas yang dulunya dikenal dengan tubuh gemuk. Namun, kini semua itu semuanya itu sudah berubah.

    Dikutip dari News.com.au penyanyi lagu ‘All about That Bass’ berusia 33 tahun itu tampil memukau di sebuah acara belum lama ini. Tubuhnya begitu langsing dibalut dengan gaun putih tanpa tali rancangan Alin Le Kal.

    Penampilan barunya itu membuat banyak penggemar di media sosial terkejut.


    “Siapa ini? Serius? OMG,” ujar salah satu netizen di media sosial X.

    “Meghan jelas pergi ke pelatih kebugaran,” timpal netizen lain.

    LAS VEGAS, NV - MAY 22:  Recording artist Meghan Trainor attends the 2016 Billboard Music Awards at T-Mobile Arena on May 22, 2016 in Las Vegas, Nevada.  (Photo by David Becker/Getty Images)Potret Meghan Trainor dulu. Foto: David Becker/Getty Images

    Pada bulan Maret, Meghan mengungkapkan dirinya menjalani pembesaran dan pengencangan payudara setelah melahirkan anak dan menurunkan berat badan. Sebulan kemudian, Meghan mengumumkan dirinya menggunakan obat Mounjaro.

    Obat yang awalnya digunakan untuk diabetes ini, sekarang populer di Amerika Serikat karena memiliki efek samping penurunan berat badan. Meski begitu, ia mengatakan dirinya tetap menerapkan gaya hidup sehat untuk bisa mendapatkan berat badan ideal.

    Ia bahkan juga selalu berkonsultasi dengan dokter gizi untuk mendapatkan hasil terbaik dan aman.

    “Aku bekerja dengan ahli gizi, melakukan perubahan besar dalam gaya hidup, mulai berolahraga dengan pelatih pribadi, dan ya, aku juga memanfaatkan ilmu dan dukungan, terima kasih untuk Mounjaro, untuk membantuku setelah kehamilan kedua,” ceritanya.

    “Aku sangat bersyukur melakukannya karena kini aku merasa luar biasa,” tandasnya.

    Perjalanan Diet Meghan Trainor

    Perjalanan diet Meghan dilakukan pertama kali pada tahun 2021, setelah melahirkan anak pertamanya, Riley. Melalui perubahan pola makan dan diet, ia berhasil menurunkan 60 pound (27,2 kg).

    Penurunan berat badan ini dilakukan demi anak-anaknya. Ia ingin tetap dalam kondisi sehat saat membesarkan buah hatinya.

    “Aku dulu berada di titik yang gelap, aku mau berada di tempat yang baik untuk anakku. Aku olahraga setiap hari. Aku baru tahu juga ternyata aku menyukai makanan sehat dan aku juga belajar arti porsi sebenarnya,” katanya pada tahun 2022 dikutip dari People.

    Perjalanan diet berlanjut setelah melahirkan anak kedua, Barry, pada tahun 2023. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pada tahun 2025 ia mengumumkan penggunaan mounjaro.

    Obat tersebut digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter mereka. Ia menekankan penggunaan obat tersebut bukan ‘jalan pintas’ untuk kurus, apalagi pengganti diet sehat dan olahraga.

    “Kamu tetap harus berusaha juga. Kami rutin ke gym, berolahraga, makan dengan benar, dan kami hanya menyadari bahwa nafsu makan kami berkurang,” tandasnya.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tren Rebusan-Kukusan Diklaim Lebih Sehat, Ini Saran Dokter Gizi agar Manfaatnya Optimal


    Jakarta

    Sarapan dengan menu rebusan dan kukusan belakangan sedang digemari kalangan Gen Z. Tren ini bahkan mendorong banyak pelaku usaha mulai menjual pilihan makanan yang lebih sehat.

    Spesialis gizi klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, mengatakan metode memasak dengan cara direbus atau dikukus memang dikenal lebih sehat karena minim penggunaan minyak dan lemak tambahan.

    Menurutnya, cara memasak tersebut dapat membantu mengurangi asupan kalori ekstra serta mencegah terbentuknya lemak trans yang kerap muncul pada makanan hasil penggorengan.


    “Di Indonesia, gorengan bisa mengandung lemak trans karena minyak digoreng ulang atau menggunakan minyak hidrogenasi parsial, yang meningkatkan risiko penyakit jantung jika dikonsumsi berlebih,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Sebaliknya, masakan kukus justru lebih baik dalam mempertahankan vitamin dan mineral yang larut air, seperti vitamin C dan vitamin B. Proses ini tidak melibatkan suhu tinggi atau pembakaran yang bisa merusak nutrisi.

    Sementara itu, metode merebus memiliki sedikit kekurangan karena sebagian nutrisi bisa larut ke dalam air, terutama jika air rebusannya dibuang.

    “Kalau dilihat bahan utama yang sering dipakai untuk rebusan dan kukusan, seperti ubi, singkong, kentang, atau pisang yang kaya serat, ini semua dapat membantu pencernaan dan menstabilkan gula darah karena mengandung indeks glikemik sedang dan membuat kenyang lebih lama hingga sangat cocok untuk pencegahan dan penanganan obesitas serta diabetes tipe 2 asal dikombinasi dengan makronutrien lengkap lainnya,” tuturnya.

    Agar manfaat sarapan rebusan dan kukusan lebih optimal, dr Ardian mengatakan penting untuk memperhatikan variasi bahan, porsi, dan cara pengolahannya. Menu sehat pun bisa kehilangan nilai gizinya jika tidak diatur dengan baik.

    Upayakan untuk memasak secukupnya, sekitar 10-20 menit saja, agar tekstur tetap lembut dan vitamin yang sensitif terhadap panas tidak banyak hilang. Hindari merebus terlalu lama karena proses pemanasan berlebihan dapat menurunkan kadar vitamin C dan B.

    Selain itu, batasi porsi makan, meski bahan rebusan tergolong sehat, konsumsi karbohidrat berlebih tetap dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau kadar gula darah.

    Begitu juga bagi orang dengan kondisi tertentu seperti diabetes, penting untuk tetap memperhatikan total asupan karbohidrat, dengan kisaran 45-65 persen dari kebutuhan kalori harian. Untuk menambah cita rasa, boleh menambahkan sedikit garam atau rempah alami seperti bawang putih, jahe, atau daun salam. Sebisa mungkin hindari tambahan gula, kecap manis, atau saus tinggi kalori yang bisa mengurangi manfaat sehatnya.

    “Menu rebusan dan kukusan yang tampaknya dominan karbohidrat kompleks yang memang baik sebagai sumber energi, tapi kurang seimbang jika tanpa tambahan sumber lainnya. Untuk nutrisi lengkap, ikuti pedoman “Isi Piringku” dari Kemenkes: 1/3 piring untuk karbohidrat (umbi-umbian rebus), 1/3 untuk protein, dan 1/2 untuk sayur-buah,” tuturnya lagi.

    Berikut kombinasi menu yang disarankan.

    • Tambah protein: Telur rebus 1-2 butir untuk 12 gram protein dan rendah kalori, tahu atau tempe kukus, ikan kukus (seperti pepes tanpa minyak), atau kacang rebus (edamame, kacang tanah). Ini untuk bangun dan menjaga massa otot serta menjaga imunitas.
    • Tambah sayur dan buah: Sayur rebus seperti bayam, wortel, atau brokoli untuk vitamin dan serat tambahan. Buah segar seperti pepaya atau apel untuk antioksidan.
    • Lemak sehat: Sedikit kacang atau alpukat jika perlu.
    • Contoh menu seimbang: Ubi rebus + telur rebus + bayam kukus + pisang. Ini bisa penuhi sekitar 300-500 kkal sarapan dengan gizi lengkap, termasuk protein untuk perbaikan sel dan serat untuk kesehatan usus juga mengenyangkan dan memberikan energi yang lama hingga siang.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Dokter Gizi Bandingkan Nutrisi Sarapan Rebusan-Kukusan Vs Nasi Uduk-Bubur-Lonsay


    Jakarta

    Belakangan, tren sarapan sehat dengan menu rebusan dan kukusan semakin populer di kalangan masyarakat, terutama anak muda. Mulai dari ubi rebus, singkong, kentang, hingga pisang kukus, semuanya kini banyak dijadikan alternatif untuk menggantikan menu sarapan berat yang biasa digoreng atau disajikan dengan santan.

    Namun tak sedikit juga yang menanyakan apakah menu rebusan dan kukusan benar-benar lebih bergizi dibandingkan sarapan tradisional seperti bubur ayam atau nasi uduk yang sudah jadi favorit banyak orang Indonesia?

    Menurut spesialis gizi klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK, sarapan berbasis rebusan atau kukusan memang umumnya lebih sehat karena minim penggunaan minyak dan lemak tambahan.


    Proses pengolahan seperti ini dapat menekan asupan kalori serta mencegah terbentuknya lemak trans, yang sering muncul pada makanan gorengan akibat pemanasan minyak berulang atau penggunaan minyak hidrogenasi parsial.

    “Tapi, ini bukan berarti bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk itu “jahat” atau gak sehat sama sekali, lho. Mereka sebenarnya makanan yang enak dan mengandung gizi yang sudah menjadi bagian budaya kita serta dapat memberikan energi yang cepat dan asupan protein dari ayam atau lontong, nasi dan toping-topingnya,” ucapnya kepada detikcom, Rabu (12/11/2025).

    Hanya saja, lanjutnya, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi besar, tambahan minyak, santan, serta topping seperti kerupuk, cakwe, atau emping bisa membuat asupan kalori dan lemak jenuh meningkat.

    Jika dinikmati dalam porsi moderat, misalnya satu hingga dua kali seminggu, sarapan tradisional tersebut tetap aman sebagai variasi. Sementara bagi orang yang sedang menjaga berat badan, memiliki diabetes, atau kadar kolesterol tinggi, menu rebusan dan kukusan bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena cenderung rendah kalori dan lemak jenuh, serta lebih mampu mempertahankan nutrisi alami bahan makanan.

    “Dan menu rebusan bisa jadi pilihan karena cenderung lebih unggul dilihat dari sisi rendah kalori dan rendah lemak jenuh, dan lebih mempertahankan nutrisi alami bahan makanan,” tutur dr Ardian.

    Di sisi lain, dr Ardian membeberkan nilai perbandingan gizi menu sarapan rebusan dan kukusan dalam 100 gram atau perporsi standar dengan bubur hingga nasi uduk. Berikut penjelasannya.

    1. Ubi rebus

    Mengandung sekitar 86 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat (terutama karbohidrat kompleks yang membuat kenyang lebih lama), dan 1,6 g protein. Ubi juga tinggi kalium yang baik untuk tekanan darah, serta serat sekitar 3 g yang membantu melancarkan buang air besar. Selain itu, ubi kaya vitamin A dan C yang berperan sebagai antioksidan alami.

    2. Singkong rebus

    Memiliki sekitar 160 kkal, 0,3 g lemak, 38 g karbohidrat, dan 1,4 g protein. Singkong tinggi vitamin C (antioksidan), kalium, serta mengandung sekitar 2 g serat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan.

    3. Kentang rebus

    Berisi sekitar 87 kkal, 0,1 g lemak, 20 g karbohidrat, dan 1,8 g protein. Kentang kaya vitamin B6 yang penting untuk metabolisme energi dan membantu menstabilkan mood. Juga mengandung kalium tinggi dan sekitar 2 g serat yang baik untuk pencernaan.

    4. Pisang rebus

    Mengandung sekitar 89 kkal, 0,3 g lemak, 23 g karbohidrat, dan 1,1 g protein. Pisang tinggi kalium dan vitamin B6, serta memiliki 2-3 g serat, terutama pada pisang hijau yang mengandung pati resisten, baik untuk pengaturan gula darah.

    “Menu rebusan dan kukusan yang tampaknya dominan karbohidrat kompleks yang memang baik sebagai sumber energi, tapi kurang seimbang jika tanpa tambahan sumber lainnya. Untuk nutrisi lengkap, ikuti pedoman “Isi Piringku” dari Kemenkes: 1/3 piring untuk karbohidrat (umbi-umbian rebus), 1/3 untuk protein, dan 1/2 untuk sayur-buah,” ucapnya.

    Sebagai perbandingan, sarapan tradisional khas Indonesia seperti bubur ayam, lontong sayur, atau nasi uduk memiliki kalori lebih tinggi karena adanya tambahan santan atau minyak. Namun, secara umum memiliki kandungan protein yang lebih tinggi.

    1. Bubur ayam

    Sekitar 300-400 kkal per porsi (250-300 g), dengan 35-40 g karbohidrat (dari nasi bubur), 5-12 g lemak (dari ayam goreng), dan 10-27 g protein. Kandungan proteinnya cukup tinggi, tetapi lemak dan kalorinya bisa meningkat hingga kurang lebih 500 kkal bila ditambah cakwe atau bawang goreng. Seratnya tergolong rendah jika tidak disertai sayuran, sehingga bisa memicu lonjakan gula darah lebih cepat.

    2. Lontong sayur

    Mengandung sekitar 300-350 kkal per porsi ( kurang lebih 250 g), terdiri dari 45-50 g karbohidrat (dari lontong), 8-15 g lemak (dari santan), dan 8-10 g protein. Sayur pelengkap seperti labu siam sebenarnya kaya vitamin dan serat, namun proses memasak dengan santan membuat kandungan lemak jenuh cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

    3. Nasi uduk

    Sekitar 300-400 kkal per porsi ( kurang lebih 200 g), dengan 45-50 g karbohidrat, 10-12 g lemak (dari santan), dan 6-8 g protein. Kalorinya dapat naik hingga kurang lebih 450 kkal bila disajikan dalam porsi besar atau ditambah lauk gorengan.

    “Kalau dilihat dari perbandingan komposisi makronutrien, memang rebusan biasanya kalori lebih rendah (80-160 kkal/100g) dengan lemak yang minim ( kurang dari 0,5g),” ucapnya.

    “Sementara sarapan yang umum dikonsumsi masyarakat umum adalah 300-400 kkal/porsi dengan lemak 8-15g karena mengandung santan/minyak. sedangkan nutrisi rebusan lebih fokus ke serat (2-3g/100g) dan vitamin (seperti vit C dan A yang tinggi antioksidan),” sambungnya lagi.

    Ditinjau oleh: Mhd. Aldrian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (suc/up)



    Sumber : health.detik.com