Tag: diet sehat

  • Tak Perlu Diet Ketat, Ini 5 Cara Aman Turunkan Berat Badan dengan Cepat


    Jakarta

    Tidak jarang sebagian besar orang rela melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan dengan lebih cepat. Namun tindakan gegabah tersebut terkadang justru membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

    Menjaga berat badan tetap ideal membutuhkan perubahan yang bisa bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mempertimbangkan kembali beberapa pola makan dan gaya hidup menjadi kunci penurunan berat badan dengan cepat.

    Dikutip dari Healthcom, inilah cara tepat untuk menurunkan berat badan dengan aman.

    1. Batasi makanan olahan

    Membatasi makanan olahan seperti makanan cepat saji, gula tambahan, dan produk tinggi natrium dapat menurunkan BB dengan hasil yang lebih cepat. Umumnya makanan olahan mengemas lebih banyak kalori yang menciptakan surplus sehingga mengganggu penurunan berat badan. Gantilah produk olahan dengan makanan yang kaya akan nutrisi.


    2. Konsumsi lebih banyak sayur

    Sayuran menjadi salah satu makanan rendah karbohidrat yang mengandung serat, air, dan juga nutrisi. Menurut penelitian, mengonsumsi tiga porsi sayuran setiap harinya dapat memaksimalkan penurunan berat badan. Cobalah mencampur berbagai jenis sayuran untuk mendapatkan lebih banyak nutrisi dan antioksidan.

    3. Minum air putih

    Seseorang tidak harus menghentikan kebiasaan minum kopi untuk menurunkan dan mempertahan berat badan. Namun setelah satu atau dua cangkir kopi, konsumsilah banyak air putih.

    Asupan air yang dibutuhkan tubuh bervariasi, tergantung berat badan dan tingkat aktivitas yang dilakukan. Untuk mencegah kebosanan, tambahkan beberapa bahan alami ke dalamnya seperti jeruk, mint segar, mentimun dan juga jahe.

    4. Rutin berolahraga

    Selain diet, aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam penurunan berat badan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan untuk berolahraga selama 150 menit setiap minggunya.

    Selain menurunkan berat badan, aktivitas fisik juga bermanfaat untuk membangun otot yang kuat, menambah energi, mengurangi risiko terkena penyakit, serta mengurangi kecemasan dan depresi.

    5. Mengubah kebiasaan makan

    Alih-alih mengonsumsi makanan dengan porsi besar, cobalah untuk mengubah kebiasaan tersebut dengan menyiapkan camilan sehat di tengah hari. Selain itu hentikan kebiasaan makan sambil menonton TV untuk menghindari makan berlebihan secara tidak sadar.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Kebiasaan yang Bikin BB Nggak Turun-turun padahal Sudah Diet


    Jakarta

    Beberapa orang mengeluh tak kunjung mengalami penurunan berat badan, padahal sudah mati-matian melakukan upaya diet. Mulai dari membatasi asupan makan, mengurangi nyemil, hingga melakukan aktivitas fisik. Rupanya, memang ada lho sejumlah kebiasaan yang seringkali secara tak disadari, membuat berat badan tak kunjung turun.

    Penurunan berat badan bukan hanya berkaitan dengan asupan nutrisi dan olahraga, beberapa hal penting seperti usia serta jenis kelamin juga mempengaruhi. Di samping itu, dikutip dari WomensHealth, berikut beberapa kebiasaan yang bisa membuat berat badan susah turun:

    1. Hanya mengurangi porsi tanpa memperhatikan gizi makanan


    Menurut pakar obesitas Matthew Weiner, MD, defisit kalori sangat bisa menurunkan sekitar 10 persen dari total berat badan. Namun jika ingin menurunkan lebih banyak, daripada hanya mengurangi kalori, cobalah ubah jenis makanan yang dikonsumsi.

    Daripada hanya berfokus pada kuantitas asupan makanan, sebaiknya perhatikan juga kualitas asupan makanan yang masuk ke tubuh. Sebab bukan hanya lebih menyehatkan, berat badan ideal juga bisa lebih dipertahankan dengan asupan makanan yang baik.

    2. Kurang asupan protein

    Secara umum protein bisa membuat seseorang merasa kenyang dalam waktu lebih lama. Walhasil, orang tersebut akan mengonsumsi lebih sedikit makanan dari waktu ke waktu. Asupan protein ini juga membantu membangun otot, kulit, dan tulang yang sehat.

    Tetapi berkenaan dengan upaya penurunan BB, tidak semua protein tepat dikonsumsi dalam jumlah banyak. Protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe dapat dikonsumsi tanpa mengkhawatirkan efek negatif apapun pada kesehatan. Sementara protein hewani tanpa lemak, termasuk ayam dan ikan bisa menjadi bagian dari diet sehat yang kaya akan protein.

    3. Makan Sehat, tapi Kebanyakan

    Makanan yang tergolong sehat pun tak berarti boleh dikonsumsi dalam jumlah ‘gila-gilaan’. Sebab pada dasarnya, kunci dari penurunan BB adalah lebih sedikit kalori masuk dan lebih banyak kalori yang keluar.

    4. Masih mengonsumsi minuman manis

    Minuman manis seperti soda, lebih berisiko bikin berat badan cepat naik daripada makanan manis. Ketika seseorang banyak makan manis, orang tersebut akan merasa sedikit kenyang sehingga cenderung makan sedikit saat siang hari. Tetapi saat seseorang minum manis, orang tersebut tidak akan merasa kenyang sehingga besar risiko, orang tersebut tetap makan banyak di siang hari.

    5. Kurang minum air putih

    Asupan air putih terbukti ampuh menurunkan berat badan. Menurut tinjauan studi yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, memang ada kaitan erat antara konsumsi air dengan keberhasilan penurunan berat badan.

    6. Memiliki kondisi medis yang mempersulit penurunan BB

    Kondisi medis yang memengaruhi hormon, kadar insulin, atau tekanan darah akan mempersulit penurunan berat badan. Cedera yang mengakibatkan mobilitas terbatas juga berkontribusi pada penambahan berat badan. Kemampuan untuk berolahraga secara teratur pun juga akan berkurang.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Merapat! Ini Daftar Diet Terbaik 2024, Mediterania Jadi Juara Umum


    Jakarta

    Menurunkan berat badan mungkin menjadi salah satu resolusi sehat yang paling banyak diinginkan orang. Momen pergantian tahun dinilai menjadi saat yang tepat untuk memotivasi diri untuk menjadi ‘pribadi baru’ yang lebih baik.

    US News dan World Report mengumpulkan panel ahli medis dan nutrisi untuk mengungkap pola diet mana yang paling populer. Para ahli memeriksa setiap rencana untuk menentukan apakah rencana diet tersebut aman, bergizi, berkelanjutan, dan efektif untuk menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, tiga jenis diet terbaik menurut para ahli adalah diet mediterania, diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), dan diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay). Diet ini masing-masing mendapatkan skor 85,1 persen, 75,4 persen, dan 60,7 persen.


    Menurut konsultan gizi Barbara Kovalenko, diet mediterania dapat meningkatkan kesehatan jantung karena penekanannya pada lemak yang menyehatkan jantung seperti minyak zaitun dan asam lemak omega-3.

    “Menerapkan pola makan ini dapat membawa berbagai manfaat kesehatan seperti peningkatan kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan fungsi otak,” ujar Kovalenko.

    “Diet ini memprioritaskan makanan utuh dan tidak diolah yang menyehatkan tubuh,” sambungnya.

    Berikut daftar diet terbaik 2024 menurut laporan US News dan World Report:

    1. Diet Mediterania

    2. Diet DASH

    3. Diet MIND

    4. Diet Mayo Clinic

    5. Diet Flexitarian

    6. Diet WeightWatchers (WW)

    7. Diet Volumetrics

    8. Diet Anti-Peradangan Dr. Weil

    9. Diet TLC

    10. Diet Vegan

    BB Cepat Turun Bukan Berarti Baik

    Dalam proses pemeringkatan jenis diet, ahli tidak serta merta menyamakan penurunan berat badan yang cepat sebagai cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Diet tersebut termasuk keto, diet atkins, dan diet HMR.

    Walaupun termasuk cepat dalam menurunkan berat badan, ketiganya mendapatkan skor buruk masing-masing -46,1 persen, -46,2 persen, dan -33,1 persen. Diet keto dan atkins merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang sampai saat ini masih kontroversial.

    Pola makan ini cenderung tinggi lemak jenuh yang berisiko meningkatkan kolesterol jahat. Pola makan ini juga membatasi karena menghilangkan sebagian besar karbohidrat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti folat, kalsium, magnesium, dan zat besi.

    Namun, kedua diet ini begitu populer karena pembatasan karbohidrat membuat seseorang dalam kondisi pembakaran lemak yang disebut ‘ketosis’ yang membantu menekan nafsu makan.

    Sedangkan diet HMR merupakan diet pengganti makanan terstruktur. Selama fase awal, diet ini dilakukan dengan mengonsumsi tiga minuman shake pengganti makanan, dua makanan pembuka, dan lima cangkir buah dan sayuran setiap pagi.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 6 Tips agar Tak Mudah Lapar Seharian, Cocok Buat yang Lagi Diet

    Jakarta

    Umumnya rasa lapar menjadi sinyal ketika tubuh membutuhkan energi atau jenis makanan tertentu. Meskipun rasa lapar adalah perihal yang wajar, tetapi akan mengganggu saat terus-menerus terjadi terlebih jika baru saja selesai makan.

    Kondisi tersebut bisa saja disebabkan karena seseorang mengonsumsi kombinasi makanan yang kurang tepat. Jika hal itu terjadi, tak perlu cemas, berikut berbagai cara simpel untuk membantu mengurangi rasa lapar, dikutip dari Healthline.

    1. Perbanyak Asupan Protein

    Menambahkan lebih banyak protein dalam menu diet, berguna untuk meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan kadar hormon lapar. Kondisi ini tentunya membantu seseorang untuk mengonsumsi lebih sedikit makanan.


    Untuk menekan nafsu makan, tidak hanya bisa diperoleh dari protein sumber hewani. Protein nabati termasuk kacang-kacangan juga memiliki manfaat serupa.

    2. Pilih Makanan Kaya Serat

    Tingginya asupan serat dalam tubuh membantu tubuh tetap kenyang serta mengatur nafsu makan. Bukan hanya itu, konsumsi serat membantu menghasilkan asam lemak di usus yang diyakini dapat meningkatkan rasa kenyang.

    Mengonsumsi buah, sayur, dan kacang-kacangan sebagai sumber serat juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jangka panjang. Terlebih lagi jika konsumsi serat dipadukan dengan asupan protein yang cukup, pastinya akan memberikan manfaat dua kali lipat.

    3. Banyak Minum Air Putih

    Minum air putih terbukti bisa menekan rasa lapar dan mengurangi berat badan bagi sebagian orang. Bahkan sebuah penelitian dari sumber terpercaya menemukan, orang yang mengonsumsi dua gelas air tepat sebelum makan, memiliki rasa kenyang lebih lama.

    Meski penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, tetapi minum tidak boleh sampai menggantikan makanan.

    4. Makan Perlahan

    Ketika merasa sangat lapar, tanpa sadar seseorang lebih mudah mengonsumsi banyak makanan. Sehingga makan perlahan menjadi salah cara untuk membatasi kecenderungan makan berlebihan.

    Sebuah studi menemukan bahwa makanan yang dikonsumsi secara perlahan lebih mengenyangkan dibandingkan yang dimakan dengan cepat.

    5. Tidur Cukup

    Menjaga kualitas tidur bisa membantu mengurangi rasa lapar dan mencegah penambahan berat badan. Pasalnya kurangnya waktu tidur dapat meningkatkan rasa lapar sekaligus nafsu makan pada seseorang.

    Mencukupi waktu tidur setidaknya 7 jam setiap malam, kemungkinan akan mengurangi tingkat rasa lapar hingga seharian.

    6. Pilih Camilan Mengenyangkan

    Jika mengalami kesulitan mengatur rasa lapar dan nafsu makan sepanjang hari, beberapa penelitian menyarankan untuk memilih makanan ringan. Tak bisa sembarangan makanan yang dijadikan camilan, tentu lebih baik memilih yang bisa meningkatkan rasa kenyang, seperti camilan kaya protein ataupun serat.

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ahli Diet Beberkan Cara Simpel Turunkan BB, Ampuh Hempaskan Perut Bergelambir

    Jakarta

    Seorang ahli diet ternama di Australia, Susie Burrell, membagikan ‘trik’ sederhana untuk menjaga tubuh agar tetap bugar sekaligus bisa menurunkan berat badan. Aturan makanan tersebut berfokus pada mengurangi kecemasan dalam mengambil keputusan dan menjaga pola makan seimbang.

    “Ketika Anda mempertimbangkan bahwa kita dihadapkan pada lebih dari 200 pilihan makanan setiap hari, akan mudah untuk memahami mengapa kita kadang-kadang kesulitan membuat pilihan yang baik,’ tulis Susie Burrell dalam e-book barunya, The 30 Day Reset Plan, dikutip Mirror.

    Burrell mengatakan, aturan tersebut menekankan pemahaman yang tajam tentang gaya hidup individu dan tantangan pola makan. Hal ini termasuk tidak mengonsumsi makanan manis di siang hari, membatasi asupan alkohol pada hari atau jumlah tertentu, hanya mengonsumsi satu kali kopi berbahan dasar susu per hari, dan tidak mengonsumsi makanan yang digoreng.


    Dengan mematuhi aturan sederhana, Burrell meyakini seseorang dapat menyederhanakan pilihan makanannya, mengendalikan nafsu makan, dan mengatur asupan kalori dengan lebih baik. Lantas, seperti apa aturan makanan tersebut? Berikut penjelasannya.

    Batasi Mengonsumsi Makanan Manis

    Burrell mengatakan, jangan bersusah payah untuk berhenti mengonsumsi makanan manis. Lebih baik membatasi diri untuk menikmati makanan manis pada waktu tertentu dalam sehari.

    Pedoman Diet untuk Orang Amerika 2020-2025 merekomendasikan membatasi kalori dari tambahan gula hingga kurang dari 10 persen setiap hari.

    “lebih bisa mengendalikan keinginan mengidam gula jika Anda menyimpannya untuk waktu tertentu,” imbuhnya.

    Di sisi lain, terlalu banyak mengonsumsi gula terbukti dapat meningkatkan risiko mengalami obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, jerawat, tekanan darah tinggi, peradangan kronis, dan penyakit lainnya.

    Hindari Makanan yang Digoreng

    Menurut Burrell, makanan yang digoreng termasuk salah satu ‘pengganggu’ seseorang saat menjalani diet. Tak hanya itu, sebuah penelitian tahun lalu juga mengaitkan makanan yang digoreng, terutama kentang goreng, dengan risiko kecemasan dan depresi yang lebih besar.

    Karenanya, Burrell merekomendasikan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran yang memiliki tinggi serat.

    “Apakah Anda memilih potongan ayam, atau semangkuk burrito nasi sayur, atau makanan beku kaya sayuran, Anda akan menambahkan beberapa nutrisi ke dalam hari Anda dan membuat pilihan yang jauh lebih sehat daripada makanan gorengan, seperti burger, atau pizza,” kata Burrell.

    Batasi Konsumsi Kopi Susu

    Burrell mengatakan, mengonsumsi kopi dengan susu, termasuk cappuccino dan latte sebaiknya dibatasi. Hal ini dikarenakan kopi yang dicampur dengan susu sama saja menambahkan hingga 100 kalori ekstra per cangkir.

    “Bahkan yang dibuat dengan susu skim atau susu nabati dapat menambah antara 60 dan 100 kalori pada minuman Anda,” imbuhnya.

    Apabila ingin mengonsumsi minuman tersebut, Burrell merekomendasikan sebaiknya mengonsumsi satu kali kopi berbahan dasar susu sehari dan tidak berlebihan.

    (suc/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ramai Cara Pangkas BB Puluhan Kg dalam Hitungan Bulan, Aman Nggak Sih?


    Jakarta

    Belakangan ramai tips diet yang mengklaim mampu menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram. Bahkan, ini bisa didapatkan dalam jangka waktu beberapa bulan.

    Meski pola dietnya tergolong ekstrem, masih banyak yang penasaran dan ingin mencobanya untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sebenarnya berat badan yang turun puluhan kilogram dalam hitungan bulan ini masih aman nggak sih?

    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, mengatakan turun berat badan hingga puluhan kilogram masih tergolong aman. Namun, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk apakah menyusutnya bobot tubuh benar-benar karena penurunan massa lemak.


    “Sebenarnya berat badan yang sehat atau nggak sehat itu kuncinya bukan masalah turun berat badannya berapa, yang terpenting adalah apa yang turun. Apakah massa lemak, massa air, atau malah massa ototnya,” jelas dr Davie saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau yang sehat itu yang turun adalah massa lemaknya. Nah turun berat badan yang sehat itu kalau misalnya dia awalnya berat badannya berlebih, yang turun harus massa lemaknya, bukan ototnya,” lanjutnya.

    dr Davie menjelaskan idealnya berat badan yang turun selama diet dihitung per minggu, sekitar setengah hingga 1 kg per minggunya. Jika dihitung per bulan, berat badan yang turun maksimal bisa sekitar empat kg.

    Ia menegaskan angka itu adalah hitungan berat badan maksimal yang turun selama program diet. Angka tersebut bisa dicapai dengan jika diet dijalani dengan konsisten.

    “Yang bikin nggak sehat itu berat badannya turun, tapi pas dicek komposisi tubuhnya ternyata yang turun malah massa ototnya. Itu yang nggak baik dan nggak sehat,” kata dr Davie.

    “Jadi, kalau misalnya dalam 6 bulan bisa turun sampai 30 kg misalnya, itu perlu dicek lagi dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Apakah penurunannya berat badannya konstan per minggunya dan apakah yang turun itu massa lemaknya. Karena diet yang sehat itu bukan hanya dilihat dari berat badan yang turun saja,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Dokter Ungkap Kunci Diet Anti Menyiksa, Tapi Cepat Pangkas BB


    Jakarta

    Setiap orang pasti ingin memiliki berat dan bentuk tubuh yang ideal. Tak jarang, banyak yang berusaha ekstra menjalani pola diet hingga bisa menurunkan puluhan kilogram dalam waktu beberapa bulan saja.

    Namun, ternyata pola diet yang dijalani tidak bisa selalu sama pada setiap orang. Bisa saja pola dietnya sudah baik, tetapi tidak berpengaruh pada berat badannya atau mungkin berdampak pada kesehatannya.

    Seperti apa sih pola diet yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap sehat?


    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, menjelaskan pola diet yang ada saat ini, seperti intermittent fasting hingga mediterranean diet memberikan banyak manfaat. Baik untuk kesehatan maupun penurunan berat badan.

    Namun, dr Davie menggarisbawahi pola diet yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing orang. Hal yang terpenting adalah konsisten menjalaninya.

    “Kalau sudah cocok dengan programnya ya silahkan dijalani programnya dan harus konsisten. Jadi nggak bisa ganti-ganti metode diet, karena tubuh butuh adaptasi sama pola diet yang kita terapkan yang akan mengubah metabolisme tubuh,” jelas dr Davie pada detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau kita ganti-ganti, nggak sabar, nggak konsisten, tubuh akan adaptasi terus. Nggak akan sampai tujuan nantinya,” sambungnya.

    Salah satu program diet yang menurut dr Davie cocok untuk kebanyakan orang di Indonesia adalah diet gizi seimbang. Dalam menjalani pola diet tersebut, masih bisa makan tiga kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.

    Menurutnya, yang terpenting dalam menjalani pola diet gizi seimbang ini ada pada sarapan. Sebab, sarapan ini akan sangat berpengaruh pada penurunan berat badan.

    “Yang penting ada di sarapannya. Jadi nggak bisa tuh sarapannya hanya roti atau telur rebus saja. Dari penelitian yang ada, sarapan itu harus lengkap. Ada karbohidrat, protein, serat dari sayur dan buah-buahan,” beber dr Davie.

    “Diet gizi seimbang ini juga membantu mengontrol gula darah. Jika gula darah kita terkontrol, otomatis berat badan akan terkendali. Itu karena asupan makan yang komplit,” lanjut dia.

    Meski dalam pola diet ini tetap mengkonsumsi karbohidrat, itu masih bisa membantu menurunkan berat badan. Asalkan, porsi dari karbohidrat yang dikonsumsi tidak berlebihan.

    dr Davie mengungkapkan karbohidrat adalah sumber utama tubuh manusia. Maka dari itu, karbohidrat harus tetap ada meski tengah menjalani program diet.

    Untuk menurunkan berat badan yang signifikan tidak bisa hanya dengan diet. dr Davie menekankan perlunya aktivitas fisik, seperti olahraga, agar hasilnya lebih maksimal.

    “Misalnya makannya saja yang diatur, tapi nggak olahraga, jadi nggak bisa turun berat badannya. Atau olahraga saja, tapi makannya bebas ya nggak akan optimal hasilnya,” tutur dia.

    “Jadi, harus olahraga, atur pola makan, pola hidup sehat seperti makan teratur, tidak begadang, bangun pagi, dan mengelola stres. Sebab, stres itu bisa meningkatkan nafsu makan bahkan bisa meningkatkan pembentukan sel lemak,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Perjuangan Pria Depok Turunkan Berat Badan, Bobotnya Sempat Sentuh 123 Kg


    Jakarta

    Viral kisah M Azie Pangestu, seorang pria di Depok yang berhasil memangkas berat badan 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu kurang dari setahun. Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet.

    “Setelah 9 bulan gym dan mengubah pola makan, aku sudah turunkan bb sebanyak 45 kg dan bb sekarang 78 kg dari 123 kg,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    Berat badan berlebih yang dialami oleh Azie disebabkan karena pola hidup yang buruk. Sejak masuk kuliah pada 2014, Azie mengaku tak pernah berolahraga, bahkan sampai kurang lebih 8 tahun lamanya.


    Ditambah lagi, dirinya sering membeli cemilan yang tak sehat di minimarket, sering begadang, mengonsumsi makanan berminyak, hingga kerap minum manis seperti soda.

    “Suka banget ganyem (ngunyah), nggak pengen berhenti rasanya,” imbuhnya lagi.

    Imbas kebiasaan tersebut, berat badan Azie pun naik drastis hingga lebih dari 100 kg. Pada saat itu, dirinya kerap kali bolak balik ke rumah sakit lantaran mengalami kondisi tertentu.

    Azie juga mengaku kesulitan untuk mencari baju hingga tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain. Dari situlah ia memutuskan untuk serius menjalani diet.

    “Awal-awal diet agak lemas karena diet gula, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jadi gula nya itu di ganti sama buah-buahan,” ucapnya.

    Adapun pola makan yang dijalani Azie bukan ‘memusuhi’ nasi. Melainkan menghindari makanan yang mengandung tinggi gula, tepung, minyak, santan, dan goreng-gorengan.

    Dirinya juga sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym setiap pulang kerja. Angkat beban dan olahraga kardio menjadi fokusnya saat menjalani diet. Setelah sembilan bulan mengubah pola makan dan rutin berolahraga, Azie berhasil menurunkan berat badan 45 kg dari 123 kg.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    “Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

    (suc/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Kena Asam Urat Jadi Motivasi Diet Pria Depok, Dulu Obesitas Kini Berotot

    Jakarta

    Seorang pria di Depok bernama M Azie Pangestu baru-baru ini viral setelah membagikan kisah perjalanan dietnya. Berat badannya yang semula menyentuh 123 kg, berhasil dipangkas sebanyak 45 kg berkat diet sehat dan rutin berolahraga.

    Azie mengaku diet yang dijalani tidak menggunakan bantuan dokter gizi maupun menggunakan obat-obatan tertentu. Pria berusia 27 tahun itu justru mempelajari tips diet sehat melalui media sosial dan mendapat masukkan dari teman-temannya.

    Adapun motivasi Azie menjalani diet lantaran mengalami sejumlah kondisi tertentu, seperti asam urat imbas berat badannya yang berlebih. Kondisi tersebut membuat segala aktivitasnya menjadi terganggu. Selain itu, Azie juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain.


    “Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempet kena asam urat juga. Jadi aku sering banget bolak balik ke rumah sakit,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

    Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet. Azie justru menghindari mengonsumsi makanan manis dengan gula tinggi, tepung, minyak, santan, hingga gorengan.

    Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin olahraga. Dirinya selalu menyempatkan diri untuk pergi ke gym setelah pulang kerja.

    “Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

    Lantas, apakah nasi merah bagus untuk diet?

    Dokter spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, beberapa waktu lalu mengatakan kalori nasi merah sama seperti dengan nasi putih biasa. Bedanya, nasi merah memiliki lebih tinggi serat pangannya dibanding nasi putih.

    “Yang lebih penting itu lauk nya, bila semua di goreng, bersantan atau bumbu kacang, maka kalorinya meningkat,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/11).

    (suc/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Kesalahan saat Sarapan yang Tak Disadari Bikin Gampang Gemuk

    Jakarta

    Sarapan sering disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Hal ini mungkin ada benarnya, karena sarapan memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan sepanjang hari.

    Mengonsumsi makanan yang tepat saat sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Sebaliknya, menu yang buruk atau kebiasaan sarapan yang tidak sehat bisa menghambat diet.

    Dikutip dari The Sun, berikut kesalahan saat sarapan yang bisa menyabotase penurunan berat badan.


    1.⁠ ⁠Berlebihan Mengonsumsi Kalori Kosong

    Mengonsumsi makanan atau minuman berkalori, terutama yang mengandung kalori kosong, juga dapat mengganggu program diet. Ahli fisiologi dan gizi olahraga dr Mayur Ranchordas mengungkapkan makanan-makanan tersebut dapat membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari, sehingga meningkatkan risiko penambahan berat badan.

    “Jika Anda minum latte atau cappuccino penuh lemak dengan muffin, Anda mungkin berpikir ‘Saya hanya minum kopi dan muffin untuk sarapan’. Tapi itu kalori tinggi, dan tidak ada nilai gizinya. Itu sama dengan 700-800 kalori saat sarapan,” ungkapnya.

    “Jika Anda kemudian makan sandwich ayam dan bacon saat makan siang, Anda bisa melebihi asupan kalori harian Anda sebelum makan malam,” sambung Ranchordas

    2.⁠ ⁠Tidak Mengonsumsi Cukup Protein dan Lemak Sehat

    Sarapan yang sehat mengandung tiga komponen utama, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat. Sayangnya, banyak menu sarapan yang gagal menyertakan ketiganya, sehingga membuat seseorang cepat merasa lapar dan makan berlebihan.

    “Aturan umum bagi para atlet adalah apakah makanan tersebut memberi Anda lemak sehat, protein yang baik, mineral dan vitamin, serta karbohidrat dalam jumlah sedang? Jika jawabannya ya, 9/10 mungkin itu makanan sehat,” kata Ranchordas.

    3.⁠ ⁠Mengonsumsi Gorengan Berminyak

    Mengonsumsi gorengan saat sarapan juga menjadi salah satu kesalahan yang bisa menyabotase penurunan berat badan. Hobson mengatakan gorengan cenderung mengandung banyak lemak jenuh dan kalori, sehingga membuat tubuh merasa lesu.

    Tak hanya itu, mengonsumsi gorengan secara berlebihan juga dikaitkan dengan risiko kanker usus.

    “Jumlah yang lebih kecil tidak apa-apa. Namun, ada banyak kaitan antara daging olahan dan kanker usus. Bacon dan sosis, misalnya, juga penuh garam yang tidak baik untuk tekanan darah,” terangnya.

    4.⁠ ⁠Makan Sambil Jalan

    Rutinitas yang padat kerap memaksa banyak orang untuk sarapan sambil berangkat kerja atau beraktivitas. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa memberikan dampak buruk terhadap pengelolaan berat badan.

    “Ada kemungkinan Anda makan berlebihan jika tidak fokus pada makanan, dan jika terburu-buru, Anda berisiko mengalami gangguan pencernaan,” kata Hobson.

    Setiap orang memiliki waktu sarapan idealnya masing-masing. Beberapa orang mungkin sarapan sesaat setelah bangun tidur, sementara yang lain memilih menunggu 30 menit sampai satu jam setelah bangun tidur untuk sarapan.

    Hal itu sah-sah saja. Namun Hobson mengingatkan agar tidak menunggu sampai benar-benar merasa lapar untuk sarapan.

    “Menunggu hingga Anda kelaparan dapat membuat Anda mencari sesuatu yang tidak sehat,” pungkasnya.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto