Tag: diet

  • 5 Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Mau Coba yang Mana?


    Jakarta

    Salah satu kebiasaan yang bisa menjadi kunci utama menurunkan berat badan adalah menerapkan hidup sehat, salah satunya dengan memilih asupan yang tepat. Para ahli pun mengungkapkan beberapa minuman pagi favorit mereka yang dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat.

    Beberapa minuman ini disebut mampu menurunkan berat badan tanpa menyiksa dan tetap aman bagi tubuh. Satu lagi, minuman-minuman ini juga mudah banget dibuat di rumah lho.

    Meski begitu, cara ini tetap harus dilengkapi dengan olahraga rutin dan mengurangi asupan kalori yang berlebihan. Dikutip dari laman Eat This, berikut 5 minuman yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat.


    1. Teh hijau

    Penelitian menunjukkan teh hijau dapat mempercepat metabolisme, yang sangat penting jika ingin menurunkan berat badan. Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi Lisa Young, Ph.D.

    Selain itu, teh hijau juga mengandung katekin yang merupakan antioksidan yang terbukti efektif membakar lemak.

    “Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau, yang pada dasarnya merupakan katekin pekat, telah terbukti menurunkan berat badan dan menurunkan persentase lemak tubuh,” tambah Young.

    2. Kopi

    Saat meminum kopi hitam atau hanya menggunakan sedikit tambahan perasa, itu tidak akan menambah kalori pada kopi. Itulah yang membuat kopi menjadi minuman favorit yang bisa membantu menurunkan berat badan dengan cepat.

    “Penelitian menemukan bahwa kopi berkafein dapat mengurangi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme,” jelas The Nutrition Twins.

    “Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum kopi berkafein, artinya mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang minum lebih sedikit kafein atau mereka yang tidak minum kafein,” sambungnya.

    Selain itu, kafein meningkatkan metabolisme dan melancarkan buang air besar, sehingga membantu timbangan bergerak sesuai keinginan.

    3. Air hangat dengan perasan lemon

    Air hangat dengan lemon juga ternyata menjadi minuman detoks yang luar biasa. Young menjelaskan lemon memiliki segudang manfaat, karena kandungan antioksidan dan serat pektin yang ada di dalamnya.

    “Serat pektin dalam lemon merupakan serat larut yang paling banyak ditemukan pada buah-buahan dan sayur-sayuran. Alasan minuman ini bagus untuk menurunkan berat badan adalah karena menghidrasi, bebas kalori, dan dapat membantu menghilangkan racun dalam tubuh,” tutur Young.

    NEXT: Teh jahe

    4. Teh jahe

    Bagi yang suka minum jahe, minuman satu ini bisa banget dicoba. Young mengatakan minum teh jahe di pagi hari bisa menurunkan berat badan dengan cepat.

    Menurutnya, minuman hangat dan menenangkan ini bisa membantu meredakan sakit perut dan tidak mengandung kalori apapun.

    “Sebuah penelitian yang dilakukan tentang efek teh jahe dan manfaatnya bagi tubuh menemukan bahwa asupan jahe dapat menurunkan berat badan dan rasio pinggang-pinggul,” tambahnya.

    5. Kombinasi mentimun dan air mint

    Segelas air mentimun dan mint yang menyegarkan ternyata bisa membantu menurunkan berat badan. Selain itu, minuman ini tetap membuat tubuh terhidrasi dengan baik.

    “Mengkonsumsi air dengan daun mint dan mentimun memiliki banyak manfaat yang menyehatkan, dua di antaranya mendukung penurunan berat badan dan meningkatkan pencernaan,” pungkas Young.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Minuman Ini Bisa Hambat Penurunan Berat Badan, Hindari Saat Diet

    Jakarta

    Selain untuk menjaga kesehatan, salah satu tujuan diet adalah menurunkan berat badan. Saat berdiet, orang umumnya memperhatikan apa yang dimakan dan menghindari makanan yang menghambat penurunan berat badan.

    Tetapi tak hanya makanan, minuman pun juga harus diperhatikan. Sebab, beberapa jenis minuman mengandung gula dan kalori yang bisa menghambat penurunan berat badan, sehingga diet menjadi kurang berhasil.

    Apa saja minuman yang harus dibatasi demi diet yang sukses? Simak artikel berikut.


    Minuman yang Menghambat Penurunan Berat Badan

    Berikut beberapa minuman yang perlu dihindari saat berdiet.

    1. Soda

    Mengutip WebMD, minuman bersoda memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi, tetapi tidak memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh.

    Pencinta soda masih bisa mengonsumsi soda tanpa gula atau diet soda, tetapi dalam porsi yang terbatas.

    2. Kopi Susu

    Minuman kopi susu yang sering ditemukan di toko kopi kekinian sebaiknya dihindari karena kandungan kalorinya yang tinggi. Misalnya, menurut FatSecret, 1 gelas kopi latte mengandung 135 kalori. Sementara 1 gelas kopi moccha mengandung 394 kalori.

    Pencinta minuman jenis ini masih bisa meminumnya asal mengurangi kalori yang terdapat di dalamnya. Pesanlah kopi dengan takaran gula yang lebih sedikit atau tanpa gula. Jika bisa, pesanlah kopi yang memakai susu skim (susu murni yang lemak susunya telah dibuang) alih-alih susu biasa. Terakhir, hindari whipped cream untuk mengurangi asupan kalori.

    3. Minuman Beralkohol

    Mengutip Eat This Not That, minuman beralkohol seperti cocktail dan bir kerap dicampur dengan perasan buah, soda, atau sirup yang meningkatkan kandungan gula secara signifikan.

    Alkohol juga memiliki efek buruk pada metabolisme tubuh. Mengutip Healthline, alkohol umumnya mengandung kalori kosong tanpa tambahan nutrisi bagi tubuh.

    Selain itu, alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan sebagai sumber energi utama. Jadi, glukosa dari karbohidrat dan lipid dari lemak yang harusnya dibakar menjadi energi justru akan menumpuk pada tubuh.

    4. Minuman Berenergi

    Minuman berenergi kerap mengandung tambahan gula dan kafein yang menghambat penurunan berat badan. Jika seseorang memiliki pola makan sehat dan tidur dengan cukup dan teratur, seharusnya ia tidak lagi membutuhkan tambahan energi dari minuman berenergi.

    5. Jus Buah

    Meski terkesan sehat, jus buah yang sudah diproses sering mendapat tambahan gula sehingga bisa mengurangi kesuksesan diet.

    Selain itu, jus buah memiliki lebih sedikit serat dibandingkan buah utuh. Untuk merasa kenyang lebih lama, sebaiknya konsumsi buah utuh dibandingkan minum jus buah.

    6. Smoothie

    Sama seperti jus buah, smoothie juga sering dianggap minuman sehat. Tetapi, smoothie tanpa kandungan protein tidak membuat orang merasa kenyang cukup lama.

    Sebaiknya tambahkan sumber protein pada smoothie, misalnya Greek yogurt atau bubuk protein. Protein membuat kita merasa kenyang lebih lama dan menambah LBM (Lean Body Mass). Ini berarti, persentase lemak total berkurang, sehingga berat badan berkurang tetapi massa otot meningkat.

    7. Es Teh

    Kebanyakan es teh yang telah diproses atau dibeli di restoran dan rumah makan mengandung tambahan gula. 1 gelas es teh mengandung 90 kalori dan 22 miligram gula. Sehingga, minuman ini sebaiknya dihindari bagi yang berdiet.

    Sebagai alternatif, seduhlah teh sendiri di rumah sehingga kadar gula bisa dikontrol.

    Itu dia 7 minuman yang bisa menghambat penurunan berat badan. Bukan berarti detikers yang sedang berdiet tidak boleh mengonsumsi minuman ini sama sekali, ya. Minuman ini masih boleh dikonsumsi asalkan kalori dan gulanya dikurangi dan diminum dalam porsi yang terbatas.

    (fds/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Saran Dokter Gizi agar Body Nggak ‘Lebaran’ di Momen Lebaran


    Jakarta

    Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat. Meskipun mengandung gula, lemak, dan garam tinggi, ahli gizi menegaskan bahwa tetap menikmati makanan enak saat hari raya tidak akan merusak diet bagi yang menjalankannya.

    “Sebenarnya, tidak ada satu yang membuat diet menjadi lebih baik atau yang merusak. Jadi gini, mindset-nya diet itukan bukan berarti nggak makan, diet itukan artinya justru pengaturan pola makan,” ungkap spesialis gizi klinik, dr Diana F Suganda, SpGK, M.Kes saat dihubungi detikcom.

    Saat Lebaran, wajar untuk menikmati makanan khas seperti ketupat, opor, kue kering, dan hidangan lainnya. Namun, penting untuk tetap mindful. Artinya, perlu sepenuhnya menyadari makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.


    “Tetep mindful itu bukan berarti ‘cheating’, kalau cheating kayanya mindsetnya oh bisa bebas nih makan apa aja dan seberapa banyak, banyak-banyak terserah, mungkin makannya apa aja minumnya apa aja, nah nggak bisa,” jelas dr Diana.

    “Nah tetep mindful artinya apa, oke kita tahu sebenarnya seberapa banyak sih yang diperlukan oleh tubuh,” imbuhnya.

    “Tadi kalau misalnya makanan tinggi santan segala macem ya mindful aja, makan sesuai dengan porsi yang tadi tapi ngerasa cukup, ya udah kalau udah siang tadi makan santan dengan ketupat dan sebagainya, ya kalau bisa malem ya bening-bening,” pungkasnya.

    Penting untuk tetap menjaga pola makan dan hindari konsumsi makanan lebaran secara berlebihan. Selain itu juga harus mindful atau memiliki kesadaran penuh terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria Bekasi Berhasil Turun 50 Kg, Punya 4 Cara Diet Tanpa Tahan Lapar Seharian


    Jakarta

    Diet seringnya dikaitkan dengan perasaan ‘menyiksa’ lantaran banyak orang merasa berat mengubah pola makan. Hal ini juga dialami Leslie Perdana Sihombing, pria 25 tahun itu bahkan sempat menjajal segala macam diet, sampai ekstremnya menahan lapar seharian.

    Namun, apa yang didapat? Bukan membuahkan hasil, keesokan harinya seperti muncul perasaan ‘balas dendam’ makan lebih banyak, lantaran menahan lapar seharian di hari sebelumnya.

    Pada akhirnya, Leslie memiliki empat cara yang membuat dietnya berhasil tanpa perlu menahan lapar. Apa saja?


    “Aku suka makan lauk lebih banyak daripada nasi, dengan makan lebih banyak terutama berasal dari hewani, tubuh akan merasa kenyang lebih lama jadinya nggak perlu terlalu banyak buat mengurangi porsi,” cerita pria asal Bekasi tersebut.

    “Tapi biar bisa lebih hemat gue biasanya masak sendiri bisa pakai dada ayam, paha ayam, daging, ikan, ataupun telur,” lanjutnya.

    Cara kedua menurutnya yang cukup ampuh adalah mengontrol tempo makan atau cara makan. Jika seringnya makan terlalu cepat, ada keinginan lebih tinggi untuk masih merasa tidak kenyang. Berbeda jika saat membiasakan diri makan dengan perlahan.

    “Makan perlahan dengan mengontrol tempo atau ritme makan hal sesimpel ini cukup membantu karena biasanya kalau makan cepet banget, malah cenderung nambah nasi,” tuturnya.

    “Akhirnya setelah nambah nasi, terus kekenyangan dan terus nyesel,” katanya.

    Ketiga, minum air putih terlebih dulu sebelum makan. Minum air putih sebelum makan membuatnya merasa lebih kenyang yang kemudian bisa mengatur porsi makan tidak menjadi lebih banyak dari biasanya.

    “Selesai makan juga dorong lagi pakai air putih,” kata dia,

    “Dan yang paling penting itu percaya proses bertahap karena diet ini bukan sehari dua hari, seminggu, jadi nikmati saja,” pungkasnya.

    (naf/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Awal Mula Diet Pria Bekasi, BB Sempat 145 Kg! Kini Turun 50 Kg Tanpa Skip Nasi


    Jakarta

    Cerita perjalanan diet pria asal Bekasi yang berhasil menurunkan bobot tubuhnya hingga 50 kg, ramai disorot netizen. Bobot tubuh pria bernama Leslie Perdana Sihombing sempat di angka 145 kg.

    Rupanya, Leslie sukses menurunkan berat badan berkat diet one meal a day, alias hanya makan satu kali selama 24 jam.

    “Jadi jendela makan besar hanya satu sampai dua jam, dan setelah itu nggak boleh ngemil, dan hanya boleh minum air putih, teh, kopi, dan harus tanpa gula,” ceritanya saat dihubungi detikcom Selasa (27/2/2024).


    Dirinya tak pernah membatasi konsumsi nasi. Asupan karbo yang dirasa mengenyangkan dan tetap dipilih selama perjalanan diet Leslie adalah nasi.

    Metode one meal a day sebetulnya mengizinkan seseorang untuk mengonsumsi jenis makanan apapun. Namun, Leslie ingin sekaligus memperbaiki pola hidup dengan membiasakan mengonsumsi makanan sehat.

    “Metodeomad ini sebenarnya boleh makan apa saja dalam satu kali makan, tapi karena gue in

    gin menjalaninya sebagai pola hidup, jadi sangat menjaga makan kecuali lagi cheating,” sambungnya.

    Leslie membatasi cheating dalam seminggu minimal tidak lebih dari dua hari. Sebab, bila lebih dari waktu tersebut dan dilakukan berturut-turut, diet menjadi lebih mudah gagal dan sulit untuk kembali ‘on-track’.

    Apa Saja Sih yang Dikonsumsi?

    “Dalam satu piring itu ada protein hewani, karbo, serat, dan kadang ada protein nabati,”
    beber dia.

    “Makannya normal, tapi makannya sehari sekali proporsi nasinya jadi lebih sedikit dari lauk,” terang dia.

    Pria berusia 25 tahun tersebut juga perlahan mulai mengurangi asupan tepung-tepungan, makanan dengan proses digoreng, hingga makanan manis.

    “Kalaupun digoreng pakai minyak hewani dan kelapa,” jelasnya.

    NEXT: Awal mula konsisten diet

    Sebelum diet, Leslie mulai mengeluhkan nyeri di nyaris seluruh bagian tubuh. Setiap kali beraktivitas, ada rasa sakit di lutut, mudah mengantuk, sampai keluhan asam lambung.

    “Kalau dicek mungkin banyak penyakit-penyakit lainnya,” kata dia.

    Dirinya mengaku bobot tubuhnya berada di level obesitas karena ‘binge eating’, stres setelah putus cinta membuatnya tak bisa mengontrol berapa banyak makanan yang masuk ke tubuh.

    Dirinya juga terbiasa selalu mengonsumsi alkohol sebelum tidur. Porsi makan Leslie sebelum diet bisa sampai empat kali dalam sehari.

    “Tantangan terbesar selama diet, semuanya berat karena mengubah kebiasaan 180 derajat, paling berat setop ngemil, dari biasanya pagi makan nasi uduk, siang nasi padang, malam ngemil, makan nasi goreng, untuk setop nasi goreng saja dulu susah di awal,” pungkasnya.

    (naf/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Awal Mula Diet Pria Bekasi, BB Sempat 145 Kg! Kini Turun 50 Kg Tanpa Skip Nasi


    Jakarta

    Cerita perjalanan diet pria asal Bekasi yang berhasil menurunkan bobot tubuhnya hingga 50 kg, ramai disorot netizen. Bobot tubuh pria bernama Leslie Perdana Sihombing sempat di angka 145 kg.

    Rupanya, Leslie sukses menurunkan berat badan berkat diet one meal a day, alias hanya makan satu kali selama 24 jam.

    “Jadi jendela makan besar hanya satu sampai dua jam, dan setelah itu nggak boleh ngemil, dan hanya boleh minum air putih, teh, kopi, dan harus tanpa gula,” ceritanya saat dihubungi detikcom Selasa (27/2/2024).


    Dirinya tak pernah membatasi konsumsi nasi. Asupan karbo yang dirasa mengenyangkan dan tetap dipilih selama perjalanan diet Leslie adalah nasi.

    Metode one meal a day sebetulnya mengizinkan seseorang untuk mengonsumsi jenis makanan apapun. Namun, Leslie ingin sekaligus memperbaiki pola hidup dengan membiasakan mengonsumsi makanan sehat.

    “Metodeomad ini sebenarnya boleh makan apa saja dalam satu kali makan, tapi karena gue in

    gin menjalaninya sebagai pola hidup, jadi sangat menjaga makan kecuali lagi cheating,” sambungnya.

    Leslie membatasi cheating dalam seminggu minimal tidak lebih dari dua hari. Sebab, bila lebih dari waktu tersebut dan dilakukan berturut-turut, diet menjadi lebih mudah gagal dan sulit untuk kembali ‘on-track’.

    Apa Saja Sih yang Dikonsumsi?

    “Dalam satu piring itu ada protein hewani, karbo, serat, dan kadang ada protein nabati,”
    beber dia.

    “Makannya normal, tapi makannya sehari sekali proporsi nasinya jadi lebih sedikit dari lauk,” terang dia.

    Pria berusia 25 tahun tersebut juga perlahan mulai mengurangi asupan tepung-tepungan, makanan dengan proses digoreng, hingga makanan manis.

    “Kalaupun digoreng pakai minyak hewani dan kelapa,” jelasnya.

    NEXT: Awal mula konsisten diet

    Sebelum diet, Leslie mulai mengeluhkan nyeri di nyaris seluruh bagian tubuh. Setiap kali beraktivitas, ada rasa sakit di lutut, mudah mengantuk, sampai keluhan asam lambung.

    “Kalau dicek mungkin banyak penyakit-penyakit lainnya,” kata dia.

    Dirinya mengaku bobot tubuhnya berada di level obesitas karena ‘binge eating’, stres setelah putus cinta membuatnya tak bisa mengontrol berapa banyak makanan yang masuk ke tubuh.

    Dirinya juga terbiasa selalu mengonsumsi alkohol sebelum tidur. Porsi makan Leslie sebelum diet bisa sampai empat kali dalam sehari.

    “Tantangan terbesar selama diet, semuanya berat karena mengubah kebiasaan 180 derajat, paling berat setop ngemil, dari biasanya pagi makan nasi uduk, siang nasi padang, malam ngemil, makan nasi goreng, untuk setop nasi goreng saja dulu susah di awal,” pungkasnya.

    (naf/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Dokter Gizi Beberkan Kesalahan saat Diet Ketat, Bisa Berujung Masuk IGD


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal menjadi mimpi banyak orang. Sejumlah cara bahkan dilakukan demi diet agar memiliki bentuk tubuh impian.

    Hanya saja diet tak melulu soal mengurangi porsi makan. Pada orang dengan kondisi tertentu, terlalu mengatur pola makan dengan ketat bisa berujung fatal.

    “Ada juga yang beranggapan kalau niat kurangin makan, pasti bisa turun berat badannya. Lalu apa dampak dari stigma kalo makan pasti turun? Ada yang puasa, nggak makan,” kata spesialis gizi klinik dr Gaga Irawan Nugraha, SpGK(K) kepada media di Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).


    “Intermittent fasting sampai masuk emergency karena maag-nya kambuh,” sambungnya.

    Dia menambahkan masalah obesitas tak bisa ditangani hanya dengan diet dan olahraga. Beberapa hal yang juga penting dilakukan pengidap obesitas adalah memperhatikan faktor pemicu mereka mengalami kegemukan.

    Obesitas menurutnya juga dipengaruhi faktor lingkungan. Jika seseorang berada di lingkungan yang gemar menyantap makanan cepat saji, misalnya, maka akan sulit untuk mengatur dan menetapkan pola makan yang baik.

    Di sisi lain, otak juga memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme tubuh. Kemampuan untuk mengeksekusi keinginan makan atau tidak, keinginan untuk olahraga atau tidak merupakan salah satu peran otak bagi tubuh manusia.

    “Kan yang membuat seseorang menolak tawaran makan atau minum itu otak. Yang menyebutkan ‘nggak’ itu kan yang nyuruh otak. Termasuk ketersediaan bahwa saya ingin bangun pagi untuk berolahraga walau semalam bedagang, itu semua kan ada peran dari otak,” tandasnya.

    (Haifa Nur Raidah/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Berat Badan Saykoji Turun 40 Kg Tanpa Pantang Nasi, Begini Tipsnya


    Jakarta

    Ignatius Rosoinaya Penyami alias Igor Saykoji dalam beberapa tahun terakhir sering membagikan aktivitas diet yang Ia jalani di akun Instagram pribadinya. Rapper hitz tanah air itu lagi rajin-rajinnya olahraga dan mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan.

    Igor mengaku kalau pola makannya jauh berbeda dengan yang dulu. Konsumsi makanan lebih dijaga dan tidak asal-asalan. Sekarang, dia harus melakukan kalori defisit yakni jumlah kalori yang masuk harus lebih banyak yang dikeluarkan.

    “Untuk kalori itu bukan berarti kita harus makan sedikit loh, ternyata harus mengurangi makanan yang kalorinya tinggi. Saya hindarin gula dan karbohidrat berlebih. Tapi, bukan berarti nggak boleh dimakan ya. Ukurannya yang ditakar,” kata Igor saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2024).


    Dia mengaku tidak menghindari konsumsi nasi, tapi memang lebih banyak konsumsi serat, seperti buah dan sayur. Tidak kalah penting juga untuk konsumsi protein karena otot di dalam tubuh akan berkembang oleh protein.

    “Otot itu bisa dibangun dengan modal protein, makanya paling banyak konsumsi protein. Saya bisa lebih banyak ngenyangin diri dengan makan dada ayam dibanding makan lauk sedikit terus nasinya banyak, apalagi makan snack manis,”

    Selama menjalankan diet dengan menjaga pola makan salah satunya, Igor berhasil turun sekitar 40 kg. Semula berada di angka hampir 150 kg, sekarang sudah berada di sekitar 100 kg.

    Tentunya dengan berat badannya yang turun jauh, Dia mengaku sudah berganti size baju. Sekarang sudah bisa di size XL atau XXL. Sedangkan dulu, paling kecil di XXXL dan itu ngepress di badan.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Mau Diet Tapi Tetap Makan Nasi? Ini 3 Alternatifnya

    Jakarta

    Diet adalah aturan makan khusus untuk kesehatan. Salah satu tujuan diet adalah menurunkan berat badan. Orang-orang yang berdiet biasanya mengontrol pola dan porsi makanan mereka.

    Salah satu makanan yang kerap dihindari saat berdiet adalah nasi. Mengutip Hello Doctor, nasi sering dihindari karena tinggi akan karbohidrat dan kalori. Karena rasanya yang hambar, nasi umumnya dimakan bersama berbagai lauk lain. Sehingga dalam satu porsi makanan berisi nasi dan lauk, kita cenderung mendapat asupan kalori yang lebih banyak dari yang dibutuhkan.

    Bagi orang Indonesia yang terbiasa memakan nasi sebagai makanan pokok, menjalani diet tanpa nasi mungkin merupakan hal yang sulit. Namun jangan khawatir, ada berbagai alternatif diet yang bisa menurunkan berat badan meski tetap memakan nasi.


    Alternatif Diet Tetap Makan Nasi

    Jika detikers ingin berdiet tetapi tetap makan nasi, berikut beberapa alternatif diet yang bisa dicoba.

    1. Diet Rendah Lemak

    Mengutip Banner Health, ada beberapa jenis lemak dan tidak semuanya baik untuk tubuh. Misalnya, ada lemak jenuh yang terkandung dalam daging merah, keju, mentega, susu, dan lain-lain. Ada juga lemak trans yang rata-rata terbentuk dari makanan yang digoreng menggunakan minyak.

    Lemak jenuh dan lemak trans mampu meningkatkan kadar kolesterol sehingga sebaiknya detikers mengurangi makanan yang mengandung kedua jenis lemak tersebut.

    Tetapi, ada juga lemak yang baik untuk tubuh, seperti lemak tak jenuh yang terkandung alpukat, minyak zaitun, dan ikan salmon.

    Ketika menjalani diet rendah lemak, sebaiknya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Roti, sereal, nasi, dan pasta juga boleh dikonsumsi. Daging dan susu tetap boleh dikonsumsi, tetapi pilihlah bagian daging yang mengandung sedikit lemak, seperti daging ayam. Pilihlah juga susu atau yoghurt rendah lemak.

    2. Diet Vegan

    Diet vegan berarti tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan. Ini mencakup daging, susu, telur, keju, sampai madu. Protein tetap bisa didapatkan dari berbagai produk nabati seperti tahu, biji-bijian, dan susu kedelai atau susu almond. Tentu saja, nasi tetap bisa dikonsumsi.

    Mengutip Healthline, diet vegan sangat efektif dalam menurunkan berat badan sebab makanan yang dikonsumsi sangat rendah akan lemak dan tinggi akan serat, sehingga detikers akan merasa kenyang lebih lama. Selain mampu mengurangi berat badan, diet vegan mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

    3. Puasa Selang-seling (Intermittent Fasting)

    Ada alternatif diet lain bagi detikers yang tidak ingin membatasi jenis makanan yang bisa dimakan, yaitu puasa selang-seling atau intermittent fasting. Ada beberapa pola puasa yang populer, yaitu:

    • Metode 16/8: Berpuasa selama 16 jam sehari dan hanya boleh makan siang dan makan malam dalam periode 8 jam sisanya.
    • Metode eat-stop-eat: Tidak makan selama 24 jam setiap 1 atau 2 kali seminggu.
    • Diet 5:2: 2 kali seminggu, kurangi konsumsi kalori hingga 500-600 kalori sehari. Untuk 5 hari sisanya, detikers tidak perlu membatasi konsumsi kalori. Perlu diingat, 2 hari yang dipilih tidak boleh berturut-turut.
    • Warrior diet: Konsumsi buah dan sayur dalam porsi kecil pada siang hari, lalu makan kenyang pada malam hari.

    Intermittent fasting mampu mengurangi berat badan karena metode diet ini mengurangi konsumsi kalori keseluruhan. Tetapi ingat, diet ini tidak akan efektif jika detikers makan terlalu banyak demi mengkompensasi kalori yang dibatasi saat berpuasa.

    Perlu diingat juga bahwa metode diet ini tidak cocok untuk semua orang. Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, remaja, dan orang-orang yang underweight tidak disarankan mengikuti pola diet ini.

    Itu dia beberapa alternatif diet untuk menurunkan berat badan bagi detikers yang tetap ingin makan nasi. Namun, jangan lupa untuk tetap mengontrol porsi nasi yang dikonsumsi, ya! Perlu juga diingat bahwa tidak semua jenis diet cocok untuk semua orang. Berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk mengetahui jenis diet yang cocok untuk detikers.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Obesitas Berpotensi Sulit Hamil’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (fds/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Lebih Sehat Putih atau Kuning Telur? Begini Faktanya

    Jakarta

    Telur kaya akan nutrisi yang banyak manfaatnya untuk kesehatan. Makanan satu ini mengandung protein, vitamin, dan lemak sehat.

    Kebanyakan orang juga sangat suka sarapan dengan telur. Misalnya telur dadar, telur orak-arik, hingga telur rebus.

    Meski diolah dengan banyak cara, telur tetap bermanfaat untuk tubuh. Sebab, semua protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral penting ada di dalam telur.


    Tapi, yang jadi pertanyaan sebenarnya lebih sehat putih atau kuning telur ya?

    Dikutip dari Times of India, ada perbedaan jumlah kalori yang signifikan pada kuning telur dan putih telur. Kuning telur berukuran besar mengandung sekitar 55 kalori, sedangkan bagian putihnya hanya 17 kalori.

    Kuning telur

    Kuning telur mungkin kerap dihindari karena mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Itu bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan membuat seseorang rentan terhadap penyakit jantung.

    Namun, dari fakta yang ada, ternyata kuning telur mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan putih telur. Nutrisi pada kuning telur lebih padat.

    Bagian itu mengandung nutrisi penting seperti vitamin B6, B12, A, D, E, dan K. Kuning telur juga kaya akan kalsium, magnesium, zat besi, dan selenium.

    Karotenoid dalam kuning telur juga membantu meningkatkan penglihatan. Itu berperan sebagai antioksidan dan melindungi mata dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan pada retina.

    Kolin, vitamin yang larut dalam air yang terdapat dalam kuning telur memiliki sifat anti-inflamasi dan juga mengatur fungsi kardiovaskular tubuh.

    NEXT: Bagaimana dengan putih telur?

    Putih telur

    Albumen atau yang biasa disebut putih telur merupakan lapisan luar telur. Kebanyakan orang yang sadar kesehatan cenderung hanya makan bagian ini karena bebas lemak dan rendah kalori.

    Putih telur memberikan protein sehat bagi tubuh tanpa menambah kalori ekstra. Itu juga dikenal karena kemampuannya membantu membangun otot dan menambah berat badan, serta membuat kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Kehadiran mineral kalium dalam putih telur dapat membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah. Vitamin riboflavin yang ada dalam putih telur juga membantu mencegah katarak dan sakit kepala migrain.

    Dalam telur utuh, zat besi terbesar sebanyak 93 persen dipegang oleh kuning telur, dan 7 persen sisanya di putihnya. Meski kedua bagian telur itu sehat, jika dilihat dari kandungan nutrisinya disimpulkan bahwa kuning telur tampaknya lebih banyak manfaatnya.

    Namun, karena mengandung kolesterol yang dapat menyebabkan risiko penyakit, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. Tapi, disarankan juga untuk tidak membuangnya karena banyak nutrisi berharga di dalamnya.

    Jadi, sebaiknya konsumsilah telur secara utuh. Dengan begitu, semua nutrisi dari kedua bagian tersebut bisa didapatkan tubuh.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com