Tag: diet

  • 5 Menu Sarapan Nggak Bikin Timbangan ke Kanan, Cocok Buat yang Sering Gagal Diet


    Jakarta

    Beberapa orang beranggapan, ‘skip’ sarapan pagi hari adalah cara untuk menurunkan berat badan. Namun sayangnya, cara ini belum tentu cocok untuk semua orang. Nyatanya bagi beberapa orang, sudah menahan-nahan lapar di pagi hari, berat badan masih saja tak kunjung turun.

    “Salah satu kesalahan terbesar yang saya lihat di pagi hari sebenarnya adalah tidak makan apa pun. Tren diet ini membuat banyak orang mengabaikan pentingnya memulai hari dengan sarapan yang seimbang, terutama untuk menyeimbangkan gula darah dan hormon di awal hari. hari,” kata ahli gizi diet Ginger Hultin, dikutip dari Women’s Health, Rabu (20/12/2023).

    Di samping itu, sebuah penelitian kecil yang diterbitkan pada 2018 di Journal of Dairy Science menemukan bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi sarapan tinggi protein cenderung mengalami penurunan nafsu makan di siang hari dibandingkan dengan partisipan yang mengonsumsi lebih sedikit protein.


    Lantas biar berat badan turun, makanan apa sih yang cocok dijadikan menu sarapan pagi hari?

    1. Telur

    Pakar diet Gabrielle Tafur menjelaskan, telur adalah pilihan bagus karena harganya murah dan bisa dimakan dengan berbagai cara. Juga karena kaya akan protein dan zat besi, telur cocok sekali dijadikan asupan sarapan pagi hari.

    2. Pepaya

    Yap! Buah manis satu ini juga cocok dijadikan menu sarapan pagi hari. Pasalnya menurut Tafur, pepaya mengandung enzim yang membantu proses pencernaan. Agar lebih variatif dan mengenyangkan, cobalah hidangkan pepaya bersamaan dengan yogurt.

    3. Kiwi dan beri-berian

    Sudah banyak yang mengetahui, buah kiwi dan beri-berian seperti stroberi dan blueberry kaya akan vitamin C yang baik untuk tubuh. Walhasil, tepat sekali jika buah-buahan ini dijadikan teman hidangan pagi hari. Agar lebih mengenyangkan, buah-buahan ini juga bisa disantap bersamaan dengan yogurt.

    “Kiwi adalah buah yang diremehkan. Satu hingga dua buah bisa memberi Anda vitamin C yang cukup untuk sehari,” jelas Tafur.

    4. Kopi hitam

    Bagi beberapa orang, hari tak bakal berjalan komplit jika tidak diawali dengan secangkir kopi panas di pagi hari. Memang, asupan kafein bisa membuat seseorang lebih melek, sehingga konsentrasi untuk bekerja produktif pun lebih terjaga.

    Di samping itu, kopi hitam juga bisa membuat rasa kenyang bertahan lama. Walhasil, orang yang meminum kopi di pagi hari cenderung tidak cepat lapar di siang hari. Namun ingat, pastikan minuman kopi ini tidak mengandung banyak gula ya!

    5. Teh hijau

    Jika kopi hitam dirasa terlalu berat untuk hidangan pagi hari, misalnya karena bikin nggak nyaman di perut, minuman teh hijau bisa menjadi alternatif. Pasalnya, teh hijau kaya akan kandungan antioksidan yang juga baik buat tubuh.

    “Saya menggunakan teh hijau sebagai bahan dasar smoothie saya sebagai alternatif jus buah untuk memberikan tambahan rasa,” kata Tafur.

    (vyp/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Riset Ungkap Diet Intermittent Fasting Tak Cuma Pangkas BB, Sedahsyat Ini Efeknya


    Jakarta

    Metode diet ‘intermittent fasting’ diyakini banyak orang efektif menurunkan berat badan. Melalui metode ini, seseorang membatasi durasi waktu makannya dalam sehari. Dengan begitu, batas waktu makan seseorang menjadi lebih pendek, asupan makan pun mungkin menjadi lebih sedikit.

    Misalnya dalam sehari, seseorang hanya boleh makan dalam periode waktu 8 jam, seperti pukul 10 pagi hingga 6 sore. Kemudian berlanjut pada 16 jam lainnya, ia berhenti mengkonsumsi makanan apa pun kecuali minuman nol kalori seperti air putih.

    Rupanya bukan hanya efektif menurunkan berat badan, peneliti baru-baru ini menemukan bahwa metode diet intermittent fasting juga bisa berdampak buat pencernaan dan aktivitas otak. Seperti apa?


    Para peneliti di Institut Manajemen Kesehatan di Beijing menemukan bahwa pembatasan energi intermiten (IER) dapat menyebabkan perubahan drastis pada bakteri usus dan aktivitas otak. Temuan tersebut dilaporkan oleh South West News Service. Menurutnya, peserta penelitian yang menerapkan intermittent fasting ini mengalami penurunan aktivitas wilayah otak yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan kecanduan.

    “(Peserta penelitian yang menerapkan intermittent fasting) mengalami penurunan aktivitas wilayah otak yang terlibat dalam pengaturan nafsu makan dan kecanduan,” ungkap penelitian tersebut dikutip dari New York Post, Kamis (21/12/2023).

    “(Juga terdapat) peningkatan jumlah bakteri usus tertentu yang dapat membantu perhatian, penghambatan motorik, emosi dan pembelajaran,” imbuhnya.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan mempelajari sampel tinja dari 25 pria dan wanita yang menjalani diet intermittent fasting. Peserta pertama-tama menjalani ‘fase puasa dengan kontrol tinggi’ selama 32 hari. Selama periode puasa tersebut, mereka mengonsumsi makanan yang dirancang ahli gizi dan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing peserta.

    “Di sini kami menunjukkan bahwa pola makan IER mengubah poros mikrobioma otak-usus manusia. Perubahan yang diamati pada mikrobioma usus dan aktivitas di wilayah otak lainnya selama dan setelah penurunan berat badan sangat dinamis dan seiring berjalannya waktu,” kata dr Qiang Zeng.

    Kemudian sebagaimana diterbitkan dalam Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, penelitian ini juga menemukan bahwa metode penurunan berat badan intermittent fasting dapat membantu mengurangi masalah terkait obesitas seperti hipertensi, hiperlipidemia, dan disfungsi hati.

    “Mikrobioma usus yang sehat dan seimbang sangat penting untuk homeostasis energi dan menjaga berat badan normal,” beber Dr Yongli Li, juga dari Departemen Manajemen Kesehatan.

    (vyp/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Nggak Perlu Obat Pelangsing, 9 Cara Ini Terbukti Ampuh Hempaskan Perut Buncit

    Jakarta

    Banyak orang mendambakan berat badan ideal dan perut yang ramping. Tak heran, timbunan lemak di perut memang seringkali bikin nggak pede dan serba nggak nyaman saat beraktivitas.

    Nyatanya, upaya menurunkan berat badan tak selalu harus dengan mengkonsumsi obat diet. Ada sejumlah cara simpel dan efektif yang bisa dicoba untuk menurunkan berat badan sekaligus memangkas timbunan lemak di perut.

    Efektif dan ada penelitiannya, berikut adalah 9 cara alami untuk menurunkan berat badan dan menghempaskan lemak di perut:


    1. Puasa intermiten

    Intermitten fasting (IF) adalah metode diet dengan berpuasa. Artinya dengan metode ini, seseorang membatasi waktu makan dalam sehari, misalnya terhitung selama 8 jam sejak pukul 10 pagi hingga 6 sore.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa intermiten jangka pendek hingga 26 minggu sama efektifnya untuk menurunkan berat badan seperti mengikuti diet rendah kalori setiap hari.

    Metode puasa intermiten yang paling umum adalah sebagai berikut:

    • Alternate Day Fasting (ADF): berpuasa setiap dua hari sekali dan makan makanan biasa pada hari-hari tidak berpuasa. Versi ini dapat dimodifikasikan dengan makan hanya 25 hingga 30 persen dari kebutuhan energi tubuh pada hari puasa.
    • Diet 5:2 : Berpuasa selama 2 hari dalam seminggu. Pada hari-hari puasa, makanlah 500 hingga 600 kalori
    • Metode 16/8: Berpuasa selama 16 jam dan makan hanya selama 8 jam.

    Untuk sebagian besar orang, jendela waktu 8 jam ini bisa dimulai sekitar pukul 12 siang hingga pukul 8 malam. Studi tentang metode ini menemukan bahwa makan dalam periode terbatas membuat peserta mengonsumsi lebih sedikit kalori dan mengurangi berat badan.

    Penting untuk mengadopsi pola makan sehat pada hari-hari tanpa puasa dan menghindari makan berlebihan.

    2. Memantau pola makan dan olahraga

    Jika seseorang ingin menurunkan berat badan, penting untuk menyadari apa yang mereka makan dan minum setiap hari. Salah satu cara untuk melakukannya adalah mencatatnya dalam jurnal atau menggunakan pelacak makanan online.

    Penelitian menunjukkan bahwa memantau diet dan olahraga dapat membantu dalam penurunan berat badan karena hal ini mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan motivasi.

    Selain itu, suatu studi juga menemukan bahwa pencatatan aktivitas fisik secara konsisten membantu dalam penurunan berat badan.

    3. Mindful Eating

    Dengan makan penuh perhatian (mindful eating), seseorang memperhatikan cara dan tempat di mana mereka makan. Praktik ini dapat membantu orang menikmati makanan yang mereka konsumsi dan dapat membantu dalam mendukung penurunan berat badan.

    Kebanyakan orang menjalani kehidupan yang sibuk, seperti makan sambil bekerja atau sambil menonton TV. Akibatnya, banyak orang hampir tidak menyadari makanan yang mereka konsumsi.

    Berikut adalah beberapa cara untuk makan dengan penuh perhatian:

    • Makan sambil duduk di meja makan
    • Hindari distraksi saat makan
    • Makan secara perlahan
    • Memilih menu makanan dengan pertimbangan

    4. Mengonsumsi protein saat makan

    Protein dapat mengatur hormon-hormon nafsu makan untuk membantu seseorang merasa kenyang. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan hormon lapar ghrelin dan peningkatan hormon kenyang seperti peptide YY, GLP-1, dan kolesistokinin.

    Penelitian pada orang dewasa muda juga menunjukkan bahwa efek hormon dari mengonsumsi sarapan tinggi protein dapat bertahan selama beberapa jam.

    Pilihan baik untuk sarapan tinggi protein meliputi telur, oatmeal, mentega kacang dan biji-bijian, bubur quinoa, sarden, dan puding biji chia.

    5. Memangkas konsumsi gula dan karbohidrat olahan

    Gula dan karbohidrat olahan adalah jenis makanan yang dicerna dan diubah menjadi glukosa dengan cepat. Kelebihan glukosa masuk ke dalam darah dan memicu hormon insulin yang mendorong penyimpanan lemak di jaringan adiposa. Hal ini menyebabkan penambahan berat badan.

    Gantilah makanan yang sangat diproses dan tinggi gula dengan pilihan yang lebih kaya nutrisi. Pilihan penggantian makanan yang baik meliputi:

    • Beras, roti, dan pasta dari biji-bijian utuh sebagai pengganti versi putihnya.
    • Buah, kacang, dan biji-bijian sebagai pengganti camilan tinggi gula.
    • Teh herbal dan air infus buah sebagai pengganti minuman bersoda tinggi gula.
    • Smoothie dengan air atau susu sebagai pengganti jus buah.

    6. Mengonsumsi banyak serat

    Mengonsumsi banyak serat dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga dapat membantu dalam penurunan berat badan.

    Makanan kaya serat meliputi buah dan sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

    7. Menyeimbangkan bakteri usus

    Usus menampung sejumlah besar dan beragam mikroorganisme, termasuk sekitar 39 triliun bakteri.

    Setiap individu memiliki jenis dan jumlah bakteri yang berbeda dalam usus mereka. Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan penumpukan lemak dan penambahan berat badan. Sedangkan jenis lainnya bersifat baik sehingga dapat melancarkan pencernaan.

    Beberapa makanan yang dapat meningkatkan jumlah bakteri usus baik termasuk sayuran, makanan fermentasi, dan makanan prebiotik.

    8. Tidur malam yang berkualitas

    Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa tidur kurang dari 5-6 jam per malam berkaitan dengan peningkatan kejadian obesitas. Ada beberapa alasan di balik temuan ini.

    Penelitian menemukan bahwa tidur yang tidak mencukupi atau berkualitas buruk dapat memperlambat proses di mana tubuh mengubah kalori menjadi energi, yang disebut metabolisme. Ketika metabolisme kurang efektif, tubuh dapat menyimpan energi yang tidak digunakan sebagai lemak.

    Selain itu, tidur yang buruk dapat mempromosikan resistensi insulin dan meningkatkan kadar kortisol, yang juga mempromosikan penyimpanan lemak.

    Beberapa lama seseorang tidur juga mempengaruhi regulasi hormon pengontrol nafsu makan, yakni leptin dan ghrelin.

    9. Mengelola stres

    Stres memicu pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Ketika orang berada di bawah tekanan konstan, kortisol dapat berada di aliran darah lebih lama sehingga meningkatkan nafsu makan. Walhasil, seseorang akan makan lebih banyak.

    Studi menemukan bahwa menerapkan program manajemen stres selama 8 minggu bersamaan dengan diet rendah kalori menghasilkan penurunan yang signifikan dalam indeks massa tubuh (BMI) anak-anak dan remaja yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.

    Beberapa metode untuk mengelola stres meliputi:

    • Yoga, meditasi, atau tai chi
    • Teknik pernapasan dan relaksasi
    • Menghabiskan waktu di luar rumah, seperti berjalan kaki sore atau berkebun.

    (vyp/vyp)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Metode Diet Paling Populer di 2023, Pernah Coba yang Mana?

    Jakarta

    Setiap orang memiliki cara tersendiri demi mendapatkan tubuh ramping dengan berat badan yang ideal. Lantas tak heran, jika mulai bermunculan berbagai variasi diet baru yang pastinya bermanfaat bagi tubuh. Sepanjang 2023, tercatat sejumlah metode diet yang menjadi tren dan banyak dijalankan seseorang yang ingin menjaga berat badannya.

    Tak hanya membantu menurunkan berat badan, faktanya beberapa metode diet juga bermanfaat untuk mengurangi risiko beberapa penyakit, termasuk penyakit jantung dan diabetes. Bisa jadi referensi terbaik untuk memangkas lemak dari tubuh, inilah daftar cara diet paling populer sepanjang 2023,

    1. Diet Mediterania

    Metode diet ini menjadi salah satu cara menurunkan berat badan yang sering diterapkan banyak orang. Sebagian besar diet mediterania, terdiri dari buah-buahan, sayuran segar, keju rendah susu, ditambah beberapa biji-bijian, serta makanan laut. Diet ini juga mencakup protein tanpa lemak dalam jumlah rendah hingga sedang.


    Para ahli percaya bahwa diet bisa membantu mencegah penyakit dan meningkatkan umur panjang. Dikutip dari for women First, hal serupa juga disampaikan oleh Dawn Harris Sherling, MD yang mengatakan, pola makan seperti diet mediterania yang menekankan penggunaan berbagai macam buah, sayuran dan beberapa makanan lainnya benar-benar menjadi anti inflamasi serta pencegah penyakit.

    2. DASH Diet

    Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet menjadi cara untuk membantu orang mengontrol tekanan darah tanpa menggunakan obat-obatan. Dengan metode diet ini seseorang bisa mengurangi berat badan sekaligus menurunkan tekanan darah.

    Dikutip dari Prevention, cara ini bukan hanya bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan menyehatkan jantung, membatasi kalori yang dipersonalisasi juga benar-benar dapat menurunkan berat badan. Sehingga DASH menekankan untuk mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta produk susu rendah lemak jenuh dan kolesterol.

    3. Diet Keto

    Diet keto adalah penerapan pola makan rendah karbohidrat dan para pengikutnya mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, serta berprotein sedang. Termasuk mentega, minyak zaitun, minyak kelapa, kacang-kacangan, biji-bijian, dan juga alpukat yang membentuk sekitar 70 hingga 80 persen sehari.

    Sementara itu, pada protein hewani seperti daging, ikan, telur, dan makanan olahan susu terdiri dari 20 sampai 25 persen dari total kalori. Dikutip dari for women First, penerapan metode diet ini, membuat tubuh tidak perlu banyak mengubah karbohidrat menjadi energi. Sebagai gantinya, lemak pada tubuh akan dibakar menjadi energi.

    4. Plant-Based Diet

    Metode diet ini memiliki banyak variasi yang berbeda, termasuk vegan, plant-forward atau eating ona ‘plant slant’. Dikutip dari for women First, pada intinya seseorang yang menerapkan pola diet ini lebih banyak mengonsumsi makanan nabati daripada produk hewani.

    “Bukti menunjukkan bahwa kita semua bisa mendapat manfaat dari makan lebih banyak tanaman, tetapi itu tidak berarti hanya makanan,” ujar peneliti kesehatan usus Megan Rossi, PhD.

    Selain itu, berbagai protein nabati, seperti tahu, kacang polong, dan pistachio bisa menggantikan asupan protein hewani.

    5. Weight Watchers (WW)

    Diet yang satu ini dipercaya sebagai diet yang efektif untuk menurunkan berat badan, sehingga tidak heran jika ada banyak orang yang menerapkannya. Dikutip dari Prevention, penelitian secara konsisten menemukan bahwa WW efektif dalam menurunkan berat badan dengan aman.

    Bahkan menurut salah satu studi 2013, seseorang yang menerapkan diet WW delapan kali lebih mungkin menurunkan sepuluh persen berat badannya selama enam bulan. Hal ini tentu lebih cepat jika dibandingkan dengan mereka yang mencoba diet lainya.

    “Ada banyak bukti bahwa menggunakan aplikasi pelacakan dapat membantu menurunkan berat badan,” kata Meridan Zerner, RD seorang ahli diet di Cooper Clinic, Dallas.

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Ini 12 Tanda Tubuh Perlu Mulai Diet, Salah Satunya Perut Buncit

    Jakarta

    Memiliki berat badan yang ideal adalah impian hampir semua orang. Sebab, memiliki berat badan berlebih hingga obesitas dapat memicu sejumlah penyakit berbahaya, seperti jantung hingga diabetes.

    Tapi jangan khawatir, karena ada cara ampuh untuk mengurangi berat badan yaitu dengan diet. Selain itu, imbangi juga dengan olahraga teratur agar program diet berjalan optimal.

    Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum ‘ngeh’ kalau harus mulai diet demi menurunkan berat badan. Lantas, apa tanda-tanda tubuh kalau harus melakukan diet? Simak pembahasannya di bawah ini.


    Tanda-tanda Tubuh Harus Segera Diet

    Ada sejumlah tanda-tanda tubuh mengalami kelebihan berat badan. Hal ini perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan sejumlah penyakit berbahaya.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut tanda-tanda tubuh kelebihan berat badan dan harus segera diet.

    1. Punya Berat Badan Berlebih

    Terkadang, manusia sering tidak sadar kalau berat badannya sudah melebihi batas. Untuk mengetahui hal tersebut, detikers bisa melakukan pengecekan dengan body mass index (BMI) atau disebut juga indeks massa tubuh (IMT).

    Dilansir Very Well Health, BMI adalah indikator umum yang berfungsi untuk mengukur berat badan manusia apakah sudah ideal atau belum. Indikator ini akan mengukur berat badan, tinggi badan, dan usia.

    Untuk berat badan normal, hasil pengujian BMI berada di angka 18,5 – 24,9. Apabila hasil BMI di bawah 18,5 maka dinyatakan berat badan kurang. Sedangkan jika melebihi angka 25 maka dinyatakan kegemukan hingga obesitas.

    2. Mudah Lelah

    Salah satu tanda-tanda tubuh kelebihan berat badan adalah mudah lelah. Sebab, orang yang mengalami kegemukan lebih rentan mengalami kelelahan kronis.

    Hal ini disebabkan oleh berat badan berlebih sehingga memberikan tekanan di sejumlah organ tubuh, salah satunya paru-paru. Ketika paru-paru tertekan, hal ini membuatnya sulit memompa udara dengan baik.

    Apabila kamu gampang lelah meski melakukan aktivitas yang tidak begitu berat, maka sebaiknya mulai lakukan diet dan rutin berolahraga.

    3. Perut Buncit

    Tanda-tanda yang satu ini juga patut diwaspadai. Soalnya, perut buncit menjadi sinyal kalau ada kandungan lemak yang menumpuk di sekitar perut, sedangkan bagian tubuh lainnya tetap terlihat kurus.

    Sebagian orang mungkin menganggap perut buncit adalah hal yang menggemaskan. Akan tetapi, lemak perut yang menumpuk bisa memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti jantung, kolesterol tinggi, hingga diabetes.

    Dalam sejumlah kasus, perut buncit sering dialami pada laki-laki. Jadi, kalau perutmu sudah terlalu buncit dan bagian tubuh lainnya terlihat kurus, maka sudah saatnya kamu harus diet.

    4. Pakaian Mulai Sesak

    Apakah pakaian yang sering dipakai mulai terasa sesak? Jika iya, hal tersebut menjadi pertanda kalau berat badan berlebih. Contohnya, dahulu kamu terbiasa memakai celana ukuran L, namun karena berat badan terus bertambah alhasil harus menggunakan size XL atau bahkan XXL.

    5. Nyeri Sendi

    Tanda-tanda lain tubuh harus mulai diet adalah sering merasakan nyeri sendi. Umumnya, nyeri ini dapat terjadi di bagian lutut, pinggang, serta punggung.

    Hal ini terjadi karena lemak yang menumpuk dan berat badan terus bertambah, sedangkan tulang tidak bertambah besar. Alhasil, tulang harus menopang berat tubuhmu dan lama-lama mengakibatkan nyeri sendi.

    6. Sesak Napas

    Orang yang mengalami kegemukan akan lebih sering mengalami sesak napas. Mengutip situs National Heart, Lung, and Blood Institute, hal ini disebabkan karena lemak di sekitar leher dan dada dapat menyebabkan napas pendek.

    Maka dari itu, orang yang mengalami berat badan berlebih hingga kegemukan akan sulit untuk bernapas akibat lemak berlebih yang menumpuk, alhasil sulit membuat udara mengalir keluar masuk paru-paru.

    7. Muncul Masalah Kulit

    Ketika berat badan mulai bertambah, hal ini dapat menyebabkan masalah kulit. Sebab, perubahan hormon dapat mengakibatkan area di leher atau lipatan tubuh jadi menghitam dan muncul tekstur seperti beludru. Selain itu, peregangan kulit dapat menyebabkan stretch mark.

    8. Lebih Mudah Lapar

    Apakah belakangan ini kamu jadi sering mudah lapar padahal baru saja makan beberapa jam yang lalu? Jika iya, hal ini menjadi pertanda kalau berat badanmu akan naik. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan, maka detikers bisa mengalami kegemukan.

    Untuk mengatasi hal itu, cobalah konsumsi camilan yang sehat dan perbanyak minum air putih. Lalu, kendalikan pikiran agar bisa menahan diri untuk tidak banyak makan dalam porsi berlebih.

    9. Tidur Sering Mendengkur

    Mendengkur atau ngorok disebabkan oleh getaran jaringan lunak di tenggorokan dan leher ketika menghirup napas. Saat kelebihan berat badan, hal ini membuatmu berisiko mengalami Obstructive Sleep Apnoea, terlebih jika memiliki banyak lemak di area leher.

    Selain itu, orang yang memiliki lingkar leher lebih dari 43 cm umumnya lebih sering mendengkur.

    10. Perut Sering Mulas

    Banyak yang tidak tahu kalau kelebihan berat badan dapat memicu perut mulas, terasa panas, atau nyeri di antara tulang dada dan area tenggorokan. Hal ini disebabkan oleh lemak berlebih yang menimbulkan tekanan pada sistem pencernaan, sehingga menyebabkan isi perut terdorong ke arah kerongkongan.

    11. Tekanan Darah Tinggi

    Tekanan darah tinggi tak hanya disebabkan oleh stres, namun juga bisa dipengaruhi oleh kelebihan berat badan. Mengutip laman Kementerian Kesehatan, seseorang yang mengalami obesitas berisiko dua kali lipat mengalami serangan jantung koroner, diabetes melitus (kencing manis), dan hipertensi.

    12. Perhatikan Lingkar Pinggang

    Tanda-tanda tubuh harus segera diet yang terakhir adalah ukuran lingkar pinggang telah melebihi batas. Untuk pria, lingkar pinggang yang melebihi 90 cm menandakan kalau kelebihan berat badan, sedangkan pada wanita sudah di atas 80 cm.

    Hal ini disebabkan adanya penumpukan jaringan adiposa atau penyimpan lemak yang umumnya terletak di sekitar lingkar pinggang. Pada pria, sel adiposit lebih banyak di perut terutama organ dalam. Sedangkan bagi wanita lebih banyak menyimpan lemak di bagian bokong dan paha.

    Itu dia 12 tanda-tanda tubuh harus segera diet karena berat badan mulai berlebih. Jika kamu merasakan tanda-tanda di atas, segera atur program diet dan rutin berolahraga.

    (ilf/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan yang Harus Dibatasi saat Diet, Malah Bikin Badan Tambah ‘Lebar’

    Jakarta

    Diet adalah salah satu cara yang selalu direkomendasikan untuk menurunkan berat badan. Biasanya, diet dilakukan dengan cara mengatur pola makan atau mengonsumsi jenis makanan tertentu saja.

    Namun, hal lain yang tak kalah penting adalah menghindari berbagai makanan yang bisa menggagalkan diet. Faktanya, ada sejumlah makanan yang bisa menghambat proses menurunkan berat badan, tetapi masih sering dikonsumsi bahkan ketika sedang diet.

    Karena itu, penting untuk mengetahui makanan-makanan yang harus dihindari saat diet. Sehingga, diet bisa berjalan lancar dan bukan membuat tubuh malah semakin ‘lebar’.


    Makanan yang Harus Dibatasi saat Diet

    1. Nasi Putih

    Nasi putih kerap menjadi salah satu makanan yang harus dibatasi untuk dikonsumsi saat sedang diet. Bukan tanpa alasan, sebab nasi putih mengandung karbohidrat, dan kalori yang cukup tinggi.

    Tak hanya itu, nasi putih juga termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi. Karena itu, nasi putih juga tidak dianjurkan untuk orang yang sedang diet menurunkan gula darah.

    2. Roti Tawar

    Roti tawar umumnya terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan. Dikutip dari laman Medical News Today, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh orang yang sedang berdiet karena mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi.

    Selain itu, roti yang terbuat dari tepung gandum halus tersebut juga rendah serat, protein, serta nutrisi baik lainnya yang dibutuhkan tubuh.

    3. Keripik Kentang

    Di balik bentuknya yang tipis dan garing, keripik kentang memiliki kadar lemak dan kalori yang sangat tinggi. Keripik kentang juga kerap dicampur dengan garam, dapat memicu kenaikan berat badan.

    4. Jus Buah dalam Kemasan

    Mungkin beberapa orang mengira jus buah kotakan yang dijual di minimarket dapat membantu proses diet dan menurunkan berat badan. Faktanya, banyak dari jus buah tersebut tidak memiliki khasiat yang sama dengan buah aslinya.

    Dikutip dari Healthline, jus buah dalam kemasan memiliki kandungan serat yang sedikit, sehingga tidak bisa mengenyangkan tubuh. Selain itu, jus dalam kemasan juga biasanya diolah dengan menggunakan perasa atau pemanis buatan yang justru malah menaikkan berat badan.

    5. Kopi Tinggi Kalori

    Kandungan kafein dalam kopi memang bisa membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak dalam tubuh. Namun, beberapa racikan kopi tertentu malah bisa menyebabkan kenaikan berat badan loh.

    Dikutip dari Healthline, kopi yang dicampur dengan gula dan krim memiliki kandungan kalori tinggi yang malah dapat menambah berat badan. Jadi jika ingin mengonsumsi kopi sebagai bagian dari diet, pilihlah kopi hitam tanpa gula, krim, dan zat pemanis lainnya.

    6. Buah Kering

    Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan menggunakan sinar matahari ataupun mesin pengering. Meski terbuat dari buah-buahan, buah kering ternyata tidak memiliki khasiat yang sama dengan buah asli loh.

    Dikutip dari Medical News Today, buah kering memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Selain itu, buah kering memiliki kandungan air yang lebih sedikit, tapi tinggi fruktosa. Alhasil, buah kering memiliki jumlah kalori yang jauh lebih tinggi dibanding buah segar dalam setiap gramnya. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang diet.

    7. Gorengan

    Godaan gorengan saat sedang diet memang sulit untuk dilawan. Namun, gorengan berukuran kecil saja sudah cukup menggagalkan diet.

    Dikutip dari Medical News Today, makanan yang digoreng, bahkan sayur dan kentang, memiliki kandungan kalori, garam, dan lemak jenuh yang sangat tinggi. Selain bisa menambah berat badan, makanan yang digoreng juga dapat meningkatkan risiko penyakit seperti darah tinggi dan kolesterol.

    Gorengan juga rendah akan serat. Itulah alasannya mengapa kentang, makanan yang bisa mengenyangkan, tidak bertahan terlalu lama di perut jika diproses dengan cara penggorengan.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com