Tag: diet

  • Tips Diet Buat yang Insecure sama Pipi Tembem, Begini Saran Ahli Gizi


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal merupakan salah satu impian banyak orang. Selain menjadi lebih sehat, memiliki berat badan ideal juga dapat membuat penampilan menjadi lebih menarik.

    Pipi yang besar atau ‘tembem’ menjadi salah satu hal yang kerap ingin disingkirkan ketika proses penurunan berat badan. Apakah ada makanan tertentu yang dapat dihindari untuk ‘menyingkirkan’ pipi besar?

    Ahli diet teregistrasi mengungkapkan terdapat beberapa jenis makanan yang harus dibatasi untuk mendapatkan wajah yang lebih ramping. Makanan yang dimaksud adalah makanan daging olahan seperti sosis, ham, bacon, dan daging yang diawetkan. Makanan daging olahan cenderung mengandung natrium yang tinggi.


    “Disarankan untuk membatasi asupan makanan tinggi natrium karena dapat menahan air hingga menyebabkan pembengkakan dan pembesaran,” ucap Lauren Manaker dikutip dari NY Post, Senin (4/3/2024).

    Lauren menuturkan bahwa jenis-jenis bahan tertentu dapat menyebabkan bengkak karena meningkatkan retensi air dan peradangan. Garam atau natrium klorida menjadi salah satu penyebab utama apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

    Tidak hanya kandungan garam, makanan olahan umumnya juga mengandung gula yang tinggi. Hal ini dapat menjadi salah satu pemicu penambahan berat badan.

    “Makanan ultra-proses mengandung sejumlah besar natrium dan gula tambahan, yang juga dapat berkontribusi terhadap penambahan berat badan,” kata Manaker.

    Contoh makanan ultra-proses yang mungkin sering ditemukan termasuk pizza beku, sosis, permen, donat, hingga es krim. Jenis-jenis makanan ini umumnya sulit untuk dihindari karena begitu lezat.

    Makanan ultra-proses umumnya mengandung bahan kimia tambahan. Kandungan lemak yang ada di makanan jenis ini juga cenderung tinggi. Hal ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penurunan kognitif, hingga kematian dini.

    Hal yang menjadi perhatian, makanan ultra-proses justru memiliki kecenderungan untuk membuat konsumen ‘ketagihan’ dan sulit untuk berhenti makan.

    “Sekitar 60 persen kalori dalam makanan kita berasal dari makanan yang diklasifikasikan sebagai makanan ultra-proses, yang cenderung memiliki kombinasi kelebihan natrium, gula, dan karbohidrat olahan,” kata pakar nutrisi dan kesehatan Samatha Cassetty.

    “Makanan ini dapat menyebabkan peradangan dan retensi air, sehingga dapat menyebabkan tampilan bengkak. Kita harus mencoba untuk mengurangi konsumsi makanan-makanan ini dengan menggantinya dengan makanan utuh atau makanan yang diproses secara minimal,” tambahnya.

    Samantha menambahkan jenis makanan seperti kecap dan sup asin yang tinggi sodium juga dapat memberikan efek pembesaran. Karbohidrat yang banyak diproses seperti roti putih, sereal olahan, makanan ringan, atau minuman beralkohol juga dapat memberikan efek serupa.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Berencana Diet Saat Puasa? Catat Saran Dokter Gizi


    Jakarta

    Banyak orang memanfaatkan momen puasa Ramadan untuk sekalian diet, supaya saat lebaran tubuh menjadi lebih slim. Bisa-bisa saja kok, cuma memang banyak yang gagal.

    Beberapa kesalahan diet saat puasa Ramadan diungkap oleh Dr dr Nurul Ratna Mutu Manikam M.Gizi, SpGK (K), dokter spesialis gizi klinis dari Alia Hospital Jakarta Timur.

    Menurutnya, salah satu tantangan paling terbesar adalah saat berbuka. Beragam sajian yang memanjakan lidah kerap membuat seseorang lapar mata, sehingga justru lebih kalap makan dibandingkan saat tidak puasa.


    “Kalau ingin menurunkan berat badan, jangan makan gorengan. Jadi supaya kita terisi, kita makan buah. Buah yang berair supaya nggak dehidrasi,” saran dr Nurul dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (8/3/2024).

    Ia juga mengingatkan, saat berbuka sebisa mungkin tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang manis-manis. Begitu juga dengan makanan olahan tepung, sebaiknya diganti karbohidrat yang kompleks.

    “Bonusnya pas mau lebaran badannya lebih slim. Asalkan nanti bulan Syawal jangan kalap,” kata dr Nurul.

    Sementara itu, beberapa orang menganggap diet saat puasa berarti harus mengurangi porsi sahur. Menurutnya, hal itu justru kontraproduktif.

    “Nggak. Kalau sahurnya kita kurangin, jadinya kita lebih laper. Nanti pas buka puasa, balas dendam, makin lapar mata,” jelas dr Nurul.

    Bagi yang mau diet, dr Nurul menyarankan sebaiknya puasa Ramadan tidak dipandang terlalu rumit. Sama saja seperti pola makan sehari-hari, hanya sedikit digeser waktunya.

    “Seperti makan pagi digang ke sahur, makan siang diganti ke buka puasa,” katanya.

    Apa saja yang harus diperhatikan biar kebutuhan nutrisi selama puasa selalu terjaga? Nantikan terus ulasannya di detikHealth!

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Menu Sarapan ‘Anti-Gemuk’ yang Bisa Dicoba untuk Turunkan BB, Mau Coba Nggak Nih?


    Jakarta

    Proses penurunan berat badan mungkin tidak akan berjalan dengan mudah untuk beberapa orang. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari kurangnya berolahraga hingga masalah menu makanan yang dikonsumsi.

    Tak banyak yang menyadari, bahwa menu sarapan adalah salah satu faktor penting dalam proses penurunan berat badan. Jika sembarangan memilih, menu sarapan yang dikonsumsi bisa justru mengakibatkan kenaikan berat badan. Dikutip dari Eating Well, berikut ini adalah beberapa menu sarapan yang bisa jadi alternatif:

    1. Oatmeal

    Oatmeal sudah lama dikenal sebagai salah satu menu makanan yang ‘ramah’ dalam proses penurunan berat badan. Dalam banyak penelitian, oatmeal dinilai sebagai sumber makanan yang bisa membuat perasaan kenyang menjadi lebih lama.


    Oatmeal merupakan salah satu jenis sumber karbohidrat ‘slow-release’ yang dapat membuat tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah seperti mengonsumsi karbohidrat olahan. Mengonsumsi oatmeal membuat tubuh insulin tidak melonjak tinggi.

    2. Telur

    Satu butir telur mengandung enam gram protein dan 72 kalori. Bila dibandingkan dengan karbohidrat dan lemak, protein memiliki kemampuan membuat seseorang kenyang lebih lama yang lebih baik.

    Sebuah studi Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat tahun 2020 menemukan bahwa mengonsumsi telur untuk sarapan meningkatkan kepuasan makan dan menurunkan konsumsi kalori pada waktu makan selanjutnya. Telur sangat mengenyangkan dan dapat membantu mencegah rasa lapar, terlebih bila dikombinasikan dengan biji-bijian, buah, atau sayuran.

    Tidak hanya tinggi protein, bagian kuning telur juga kaya akan nutrisi sehat, seperti kalsium dan antioksidan yang baik untuk mata seperti lutein dan zeaxanthin.

    3. Yogurt

    Dalam laporan tahun 2020 yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, yogurt merupakan salah satu makanan teratas yang dapat mendorong proses penurunan berat badan. Kandungan protein, termasuk protein whey secara alami dapat ditemukan di dalam yogurt.

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kandungan protein dapat membuat seseorang kenyang lebih lama. Yogurt juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna apabila dibandingkan dengan karbohidrat sederhana.

    Untuk tetap menjaga asupan kalori, pilihlah yogurt tanpa gula dan kombinasikan dengan buah segar jika ingin menambahkan rasa manis.

    4. Pisang

    Dikutip dari Healthline, pisang merupakan salah satu buah yang tinggi serat namun rendah kalori. Satu buah pisang berukuran sedang hanya memiliki lebih dari 100 kalori namun mengandung 3 gram serta makanan. Jumlah tersebut memenuhi 11 persen kebutuhan serat harian seseorang.

    Penelitian telah menemukan bahwa meningkatkan asupan serat dari buah-buahan dan sayuran dikaitkan dengan proses penurunan berat badan. Selain itu, pisang mentah merupakan sumber pati resisten yang baik, sejenis pati yang tidak dapat dicerna oleh lambung dan usus kecil Anda.

    Penelitian menunjukkan bahwa pati resisten dapat membantu mengurangi asupan makanan dan mengurangi lemak perut.

    5. Kacang-kacangan

    Kacang merupakan sumber makanan yang memiliki keseimbangan ‘sempurna’ antara serat, protein, dan lemak yang menyehatkan jantung. Menambahkan kacang-kacangan sebagai menu diet dapat membantu mendukung proses penurunan berat badan.

    Namun, perlu diingat kacang-kacangan merupakan makanan yang cukup tinggi kalorinya. Batasi asupan hingga sekitar 28 gram atau satu ons agar kalori tidak menumpuk.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Diet saat Puasa Ramadan, Bisa Nggak Ya? Begini Saran Ahli Gizi


    Jakarta

    Ramadan menjadi momen tepat bagi umat muslim untuk meningkatkan ibadah dan kesehatan. Tak jarang juga yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk diet demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Hanya saja seringkali, Ramadan malah bikin berat badan naik alih-alih turun. Kok bisa ya?

    Ahli gizi Putri MJ, SGz mengatakan hal yang membuat seseorang semakin berisi ketika berpuasa adalah kebiasaan makan yang tidak tepat. Biasanya makanan yang dikonsumsi saat berbuka atau sahur tidak memenuhi standar gizi sehingga memicu berat badan berlebih.


    Saat sahur dan buka puasa, Putri mendorong untuk mengonsumsi real food atau makanan yang belum diolah berkali-kali agar gizi yang masuk dalam tubuh lebih utuh. Mengonsumsi makanan real food pun penting untuk memberikan energi dan kenyang lebih lama saat puasa.

    “Contohnya daripada makan mie instan untuk sahur, lebih baik makan nasi terus sama lauk yang proper kayak telur ayam atau ada sumber protein lainnya sama sayur. Jadi tetap makan gizi seimbang selama sahur,” bebernya saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan belum lama ini.

    Saat berbuka puasa pun, Putri menyarankan untuk menghindari gorengan dan makanan tinggi lemak saat perut kosong agar kalori harian tetap terjaga. Ini penting agar tidak melebihi asupan kalori harian dan tidak overeating.

    “Makan makanan yang rendah lemak dulu. Contohnya kayak es buah, buah segar, kurma, minum air. Itu nanti di jeda baru makan makanan berat gitu. Jangan kalap makan saat buka puasa,” tandasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 4 Resep Diet Kim Ji Won yang Tampil Langsing di Queen of Tears

    Jakarta

    Serial Queen of Tears berhasil mencuri perhatian para penggemar K-drama. Bukan hanya karena alur ceritanya yang menarik, tetapi juga berkat penampilan sang aktris, Kim Ji Won.

    Ji Won memerankan Hong Hae In, istri dari Baek Hyun Woo (diperankan oleh Kim Soo Hyun) sekaligus CEO dari Queens Department Store. Selain menunjukkan kemampuan akting yang ciamik, penampilan Ji Won dalam drama tersebut sempat bikin pangling para penggemar.

    Pasalnya, Ji Won tak lagi tampil dengan pipi chubby-nya dan tampak lebih langsing. Ternyata, itu adalah hasil diet ketat yang dia lakukan selama setahun penuh demi mendalami peran sebagai Hong Hae In.


    Dikutip dari Koreaboo, berikut pola diet yang dijalani oleh Ji Won hingga akhirnya memiliki tubuh langsing dan body goals.

    1. Tidak Mengonsumsi Makanan ‘Berat’

    Saat menjadi bintang tamu di acara Salon Drip, Ji Won berbagi tentang pengalaman dietnya. Aktris berusia 31 tahun itu mengaku selama setahun, dirinya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat. Bahkan, dia juga menahan diri untuk tidak menyantap chinese food dan jjapaghetti yang menjadi makanan favoritnya.

    2. Mengatur Porsi Makan

    Selain menghindari makanan tertentu, Ji Won juga sangat menjaga porsi makannya. Dia memastikan untuk tidak makan secara berlebihan dan selalu menyisakan sedikit makanan di piringnya.

    3. Memperbanyak Asupan Protein

    Untuk mendukung program dietnya, Ji Won juga mengonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti dada ayam, daging ikan, dan telur rebus.

    Dikutip dari Health, diet tinggi protein dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan rasa kenyang dan metabolisme tubuh.

    4. Rutin Berolahraga

    Ji Won pun rutin berolahraga untuk membantu membakar kalori dan menjaga bentuk tubuhnya. Dikutip dari KDrama Stars, salah satu olahraga yang dilakukan Ji Won adalah gimnastik. Bahkan, dia berlatih hingga enam jam setiap hari.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 4 Cara Efektif Turunkan BB untuk Dapat Body Goals, Mudah Dilakukan

    Jakarta

    Memiliki badan sehat dan bugar dengan berat ideal merupakan keinginan banyak orang. Sebab, hal ini juga menjadi acuan kesehatan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

    Dikutip dari Everyday Health, beberapa pakar diet memberikan tips paling efektif dan praktis untuk menurunkan berat badan. Berikut sederet penjelasannya.

    1. Makan Perlahan

    Licensed Clinical Social Worker and Psychotherapist in Private Practice in New York City beberapa kali meminta pasiennya untuk memilih makanan yang disukai. Kemudian ia menyarankan mereka untuk mengunyah secara perlahan dan menelan ketika semua makanan sudah halus.


    “Perlu waktu untuk mengetahui kita kenyang. Makan perlahan tidak hanya membuat kita lebih menikmati makanan, tapi juga memberi isyarat kenyang yang lebih baik,” jelas Janet Zinn.

    2. Masak dan ‘Food Prep’

    Biasakan untuk memasak dan mempersiapkan makanan atau disebut ‘food prep’. Misalnya setiap hari Minggu, siapkan makanan untuk sarapan seperti kombinasi oat, selai kacang, dan whey protein. Selain sarapan, bisa juga persiapkan untuk makan siang. Cobalah melakukan ‘food prep’ untuk seminggu dan kemas dalam wadah tersendiri, lalu masukkan ke dalam kulkas.

    “Setiap hari Minggu saya memasak makanan saya secara berkelompok selama seminggu. Untuk sarapan saya kombinasikan oat, selai kacang, rami, dan bubuk protein jadi yang perlu saya lakukan hanyalah menambahkan air dan microwave. Saya juga menyiapkan makan siang untuk seminggu dan mengemasnya dalam wadah tersendiri sehingga saya dapat mengambilnya setiap hari untuk dibawa ke tempat kerja,” kata – Kyra Williams, pelatih pribadi di Boston.

    3. Tidup yang Cukup

    Kurang tidur meningkatkan hormon rasa lapar, ghrelin, dan menurunkan hotmon kepuasan, leptin, yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan. Cobalah untuk menerapkan waktu tidur yang teratur, yakni sekitar 7 hingga 8 jam.

    “Saat kita kurang tidur, kita menginginkan lebih banyak makanan asin dan manis. Mengapa? Karena kapanpun Anda merasa lebih lapar, keinginan Anda akan makanan berenergi lebih tinggi – alias berkalori lebih tinggi – semakin meningkat,” kata ahli diet-gizi di Texas

    “Kita juga tahu bahwa cara kita berpikir dan memproses emosi dipengaruhi oleh kurang tidur, sehingga mudah untuk menghubungkan hal ini dengan gangguan kemampuan untuk membuat pilihan yang masuk akal dalam banyak bidang kehidupan, termasuk makanan,” lanjutnya.

    4. Tetap Terhidrasi

    Penelitian menemukan orang yang minum dua gelas air sebelum makan mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan orang yang tidak minum air sebelum makan. Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar sehingga menyebabkan makan lebih banyak. Namun, air juga membuat merasa lebih kenyang dan menyebabkan seseorang lebih sedikit makan.

    “Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar, sehingga menyebabkan Anda makan lebih banyak. Dan air membuat Anda merasa lebih kenyang, menyebabkan Anda makan lebih sedikit saat makan,” kata Megan Casper, RDN, konselor nutrisi dan pendiri serta CEO Nourished Bite.

    (suc/sao)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Tren Belly Dance Viral di TikTok, Betulan Ampuh untuk Turunkan Berat Badan?

    Jakarta

    Tren menurunkan berat badan di media sosial tidak ada habisnya. Terbaru, di TikTok ramai diperbincangkan soal tari perut atau belly dance yang disebut bisa menurunkan berat badan.

    Jauh sebelum viral di TikTok, sebagian orang sudah meyakini kalau belly dance dapat meratakan dan membentuk otot perut. Sekilas dari gerakannya, belly dance memang terlihat cukup menjanjikan. Namun, apakah benar gerakan belly dance ampuh untuk menurunkan berat badan?

    Dikutip dari Better Me, ada beberapa mitos tentang belly dance yang perlu diluruskan. Pertama, gerakan tari perut tidak bisa membentuk otot sixpack yang diidamkan banyak orang.


    Meski belly dance menargetkan beberapa bagian otot perut, gerakan tarian ini tidak cukup intens untuk bisa membentuk perut sixpack.

    Kedua, belly dance tidak bisa meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan. Faktanya, belly dance bahkan tidak bisa membakar kalori dalam jumlah yang sebanding dengan olahraga biasa.

    Lantas, apakah belly dance bisa membantu menurunkan berat badan?

    Meski efeknya tidak sebagus olahraga biasa, belly dance dapat dianggap sebagai salah satu olahraga kardio yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Olahraga kardio dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan sistem kardiovaskular, seperti pembuluh darah dan jantung.

    Selain itu, olahraga kardio juga dapat membakar kalori, sehingga membantu menurunkan berat badan. Dikutip dari Healthline, melakukan olahraga kardio selama 30 menit sehari dapat membantu membakar sekitar 140 hingga 295 kalori.

    Berdasarkan fakta tersebut, berlatih belly dancing selama 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Belly dance juga menyasar pada otot perut, area yang biasanya ingin diperkuat atau dikecilkan karena menjadi tempat penumpukan lemak.

    Gerakan belly dance juga dapat mengencangkan otot dan mempercantik penampilan di area pinggang.

    Belly dance juga melibatkan beberapa gerakan lengan, sehingga dapat melatih kekuatan pada lengan, bahu, serta otot-otot kecil yang ada di area tersebut.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Kebiasaan Simpel di Pagi Hari yang Ternyata Ampuh untuk Bakar Lemak di Perut


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal menjadi dambaan setiap laki-laki dan perempuan. Tak ayal, mereka yang memiliki berat badan berlebih akan melakukan segala cara untuk bisa mencapai angka yang diinginkan.

    Banyak strategi diet yang dipilih untuk bisa membantu menurunkan berat badan. Mulai dari diet yang aman, hingga diet ketat untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat yang justru bisa berisiko untuk kesehatan tubuh.

    Padahal, beberapa perubahan rutinitas sederhana di pagi hari dapat membantu seseorang lebih efektif menurunkan berat badan dengan aman. Dikutip dari Healthline, berikut rutinitas di pagi hari yang bisa membantu menurunkan berat badan:


    1. Sarapan dengan makanan berprotein tinggi

    Sarapan dianggap menjadi waktu terpenting untuk makan. Pasalnya, sarapan dengan menu makanan yang benar akan membantu seseorang merasa kenyang dan puas sampai siang hari. Mengonsumsi makanan tinggi protein juga dapat membantu mengurangi nafsu makan hingga siang hari, sehingga akan membantu dalam proses penurunan berat badan.

    Hasil penelitian pada 15 pria, sarapan berprotein tinggi akan membantu menurunkan kadar ghrelin atau ‘hormon kelaparan’ yang bertanggung jawab soal nafsu makan. Sarapan tinggi protein dinilai lebih efektif daripada yang tinggi karbohidrat. Pertimbangkan untuk mulai mengonsumsi telur, kacang-kacangan, biji chia, dan keju cottage.

    2. Minum banyak air putih

    Memulai pagi dengan meminum satu hingga dua gelas air putih dinilai sangat efektif membantu menurunkan berat badan. Pasalnya air dapat membantu meningkatkan pengeluaran energi atau jumlah kalori yang dibakar tubuh.

    Dalam sebuah penelitian penelitian, minum 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 30 persen. Serta, 500 ml air juga mampu mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi saat sarapan sebesar 13 persen.

    3. Menimbang berat badan

    Menggunakan timbangan setiap pagi dapat menjadi menjadi cara efektif untuk terus meningkatkan motivasi dan pengendalian diri dalam mencapai target penurunan berat badan. Selain itu, rutinitas ini bisa menumbuhkan perilaku atau kebiasaan sehat.

    Waktu yang tepat untuk menimbang badan setelah bangun tidur di pagi hari adalah sebelum makan atau minum apapun.

    4. Berjemur dengan sinar matahari

    Membuka tirai atau sekadar berjalan keluar ruangan untuk mendapatkan sinar matahari dinilai mampu membantu dalam upaya penurunan berat badan. Dengan paparan sinar matahari yang cukup, mampu memenuhi kebutuhan vitamin D seseorang.

    Membiarkan sinar matahari masuk atau duduk di luar ruangan selama 10-15 menit setiap pagi dapat memberikan efek yang menguntungkan selama proses penurunan berat badan.

    5. Memilih transportasi umum atau bersepeda ke tempat kerja

    Penelitian menunjukkan seseorang yang berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum memiliki kaitan dengan penurunan berat badan dan penurunan risiko penambahan berat badan.

    Mereka yang setiap hari bepergian menggunakan mobil cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih banyak dibanding mereka yang tidak. Serta, mereka yang aktif bersepeda atau berjalan kaki dikaitkan dengan indeks massa tubuh atau persentase lemak tubuh yang lebih rendah, daripada mereka yang menggunakan transportasi pribadi.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Ahli Ungkap 5 Cara Ampuh Bakar Kalori untuk Turunkan Berat Badan, Mau Coba?

    Jakarta

    Membakar kalori lebih banyak menjadi salah satu kunci untuk menurunkan berat badan. Menurut para ahli, cara nomor satu untuk membakar lebih banyak kalori adalah dengan lebih banyak bergerak.

    “Pada dasarnya kita tahu kalau tidak ada cara lain untuk membakar lebih bayak kalori atau meningkatkan metabolisme selain dengan bergerak lebih banyak,” ujar direktur program obesitas interdisipliner di Universitas North Carolina, Barry M Popkin, dikutip dari WebMD.

    Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pembakaran kalori. Apa saja? Berikut pembahasannya.


    1. Menambah Waktu Olahraga

    Instruktur kebugaran sekaligus peneliti dari Yale University, Christopher Wharton, PhD mengatakan semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berolahraga, maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Terlebih, jika peningkatan waktu itu dibarengi dengan peningkatan intensitas.

    Saat berolahraga, tubuh akan membakar kalori sebagai sumber energi. Namun, hal ini tidak hanya sebatas saat berolahraga saja. Faktanya, tubuh akan terus membakar kalori meski sudah selesai berolahraga.

    “Meskipun sulit untuk memastikan berapa lama efek ini bertahan, bisa disimpulkan bahwa peningkatan metabolisme pasca latihan aerobik dapat bertahan setidaknya 24 jam,” ucap Wharton.

    Jadi jika ingin membakar lebih banyak kalori, Wharton menyarankan untuk menambah durasi berolahraga.

    2. Melakukan Latihan Kekuatan

    Latihan kekuatan yang membangun massa otot juga dapat membantu pembakaran kalori. Semakin banyak otot yang dimiliki, maka semakin banyak pula kalori yang terbakar, bahkan saat Anda sedang beristirahat.

    “Cara paling efektif untuk meningkatkan metabolisme dan membakar lebih banyak kalori adalah dengan latihan aerobik dan latihan kekuatan. Keduanya penting,” kata peneliti di School of Nutrition and Exercise Science di Bastyr University, Megan A McCrory, PhD.

    3. Mengonsumsi Teh Hijau atau Teh Hitam Berkafein

    Mengonsumsi teh hijau atau teh hitam yang berkafein dapat meningkatkan pembakaran kalori. Sebab, kafein adalah stimulan yang bisa meningkatkan metabolisme, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.

    “Bahkan penelitian terdahulu menunjukkan mengonsumsi 250 miligram kafein bersama makanan dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar saat tubuh memetabolisme makanan tersebut sebesar 10 persen,” tutur dosen nutrisi dari Vanderbilt University School of Nursing, Jamie Pope, MS, RD, LDN.

    4. Sering Makan dalam Porsi Kecil

    Kalori dibutuhkan sebagai ‘bahan bakar’ untuk mengaktifkan sistem pencernaan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti percaya bahwa sering makan dalam porsi kecil dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh sepanjang hari.

    Meski tidak banyak bukti yang mendukung teori ini, McCrory mengungkapkan makan lebih sering dalam porsi kecil jauh lebih menyehatkan dibandingkan makan satu sampai dua kali sehari tapi dengan porsi yang banyak.

    5. Tidak Melewatkan Sarapan

    Sebagian orang percaya melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Padahal, hal yang terjadi justru sebaliknya.

    Beberapa penelitian menunjukkan orang yang melewatkan sarapan cenderung akan mengonsumsi lebih banyak kalori di waktu makan berikutnya. Studi lain juga menemukan bahwa kebiasaan skip sarapan dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi pada remaja.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Kelly Clarkson Buka-bukaan Resep Dietnya, Kini Sukses Turun 27 Kg


    Jakarta

    Penyanyi Kelly Clarkson buka-bukaan mengenai perjalanan dietnya. Dia mengaku sempat disangka depresi berat saat berat badannya menyentuh angka 92 kg.

    “Bobot saya yang paling berat 92 kg. Ini lucu karena orang berasumsi ‘oh dia pasti sengsara dan depresi’, padahal kenyataannya nggak,” tutur Clarkson dalam sebuah wawancara dikutip dari TODAY.

    Dalam wawancara terbaru, pelantun ‘Since You’ve Been Gone’ ini mengaku mengonsumsi obat untuk membantu menurunkan berat badannya. Hal itu tentunya atas rekomendasi dari dokter.


    Selain mengonsumsi obat penurun berat badan, Clarkson telah melakukan perubahan gaya hidup untuk kesehatan jangka panjangnya.

    “Punyaku (obat penurun berat badan) berbeda dari perkiraan orang, tapi akhirnya aku harus melakukan itu juga karena pemeriksaan darahku menjadi sangat buruk,” jelas Clarkson.

    Selain itu dia mengungkapkan bahwa berat badannya turun karena sekarang menjaga kesehatannya dengan serius dan lebih banyak berjalan kaki. Wanita pemenang Grammy Award ini juga tidak menjalani diet ketat atau membatasi konsumsi daging.

    Adapun alasannya menurunkan berat badan adalah untuk mengatasi masalah tiroid dan autoimun yang diidapnya. Selama episode acara bincang-bincangnya pada Januari 2024, dia mengungkapkan bahwa dia menderita pradiabetes.

    Dua tahun setelah mengetahuinya, dia memutuskan untuk mengubah kebiasaan gaya hidupnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing