Tag Archives: dilansir

4 Alasan Laron Serbu Rumah Saat Musim Hujan


Jakarta

Memasuki musim hujan, kamu akan lebih sering menemukan laron terutama pada saat malam hari. Hewan yang termasuk koloni rayap ini banyak muncul di musim hujan karena mencari kehangatan. Maka dari itu, banyak dari mereka yang terbang ke arah lampu jalan atau lampu rumah.

Dilansir detikFood, laron ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah. Saat hujan tiba, sarang atau rumah mereka basah karena terkena air hujan.

Ternyata selain mencari kehangatan, hewan kecil ini juga mencari pasangan lho. Apabila mereka gagal menemukan pasangan, laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka. Setelah itu, mereka akan membuat koloni baru dengan berkembang biak.


Selain karena mencari kehangatan, dilansir detikJateng, berikut beberapa alasan laron datang ke rumah.

1. Sumber Makanan

Sebagai salah satu koloni rayap, laron tertarik pada kayu sebagai sumber makanan utama. Sumber makanan lainnya adalah tanaman-tanaman di halaman rumah seperti pohon mati, kayu bakar, dan jenis tanaman yang tertentu.

2. Sumber Air

Meskipun nyaman tinggal di tempat kering, tetapi laron tetap membutuhkan air. Mereka mencari rumah yang memberikan akses mudah ke air. Maka dari itu, saat ada ember berisi air penuh, mereka mendekat.

3. Jalan Masuk ke Rumah

Saat sudah melihat koloni laron, kamu harus memastikan pintu dan celah lainnya di depan rumah tertutup. Kamu juga bisa menggunakan jaring-jaring. Mereka tertarik pada celah-celah di rumah untuk mencari sumber kehangatan dan makanan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Cara Menghitung Kebutuhan Wallpaper untuk Ruangan


Jakarta

Menggunakan wallpaper bisa mempercantik ruangan. Sebelum memasangnya, tentunya kamu perlu mengetahui dulu kebutuhan wallpaper untuk sebuah ruangan.

Umumnya, wallpaper yang dipasang bentuknya dalam bentuk roll. Ukurannya pun beragam, ada yang 10 x 0,5 meter, 9 x 0,45 meter, 8 x 0,45 meter maupun 5 x 0,6 meter.

Nah, sebelum membeli wallpaper, sebaiknya kamu ketahui dulu ukuran dinding yang ada. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui wallpaper yang dibutuhkan untuk dipasang di dinding tersebut.


Agar lebih mudah, yuk ketahui cara menghitung kebutuhan wallpaper. Dilansir dari pinhome, berikut ini informasinya.

Contoh Kasus

Ibu A ingin memasang wallpaper untuk dinding ruang keluarga yang memiliki ukuran misalnya 4 x 3 meter dan tinggi 3 meter. Rencananya, wallpaper yang ingin dibeli berukuran 10 x 0,5 meter. Berapa wallpaper yang dibutuhkan Ibu A?

Luas Bidang Dinding

Rumus: ((Panjang dinding + lebar dinding)x2) x tinggi dari dinding

= ((4+3) x 2) x 3
= (7 x 2) x 3
= 14 x 3
= 42 m2

Luas Bidang Wallpaper 1 Roll

Panjang wallpaper x lebar wallpaper
10 x 0,5 meter = 5 m2

Wallpaper yang dibutuhkan
Luas bidang dinding : luas bidang 1 roll wallpaper
= 42 m2 : 5 m2
= 8,4 meter atau sekitar 9 roll wallpaper

Untuk harga wallpaper pun beragam, mulai dari Rp 100.000-an hingga Rp 270.000-an per rol. Hal itu tergantung dari motif dan jenisnya. Sebagai catatan, harga tersebut belum termasuk dengan biaya jasa pasang wallpaper.

Itulah cara menghitung kebutuhan wallpaper. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman Gantung yang Bisa Tumbuh di Tempat Minim Cahaya


Jakarta

Memiliki tanaman di dalam rumah bisa membuat tampak asri dan segar. Jika tidak ada tempat untuk menaruh tanaman di dalam rumah, kamu bisa menggantungnya lho!

Nah, ada beberapa tanaman gantung yang bisa bertahan hidup tanpa harus terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini sangat cocok untuk ditaruh di dalam ruangan atau saat musim hujan agar kamu tidak repot-repot memindahkan tanaman ke dalam maupun luar ruangan.

Berikut ini ada beberapa tanaman gantung yang bisa bertahan hidup tanpa harus terkena cahaya matahari langsung.


1. Boston Fern

Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Boston Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

Dilansir Better Homes & Gardens, tanaman yang satu ini bisa hidup di dalam ruangan tanpa sinar matahari langsung. Boston fern menyukai udara lembap, jadi kamu bisa menyemprotnya dengan air secukupnya setiap hari agar daunnya tidak kering.

2. English Ivy

Ivy stems branches hanging down from an old stone wall, Glasgow Scotland England UKEnglish Ivy Foto: Getty Images/ZICC

Tanaman ini bisa tumbuh di dalam maupun luar ruangan. Jika ditaruh di dalam ruangan, tanaman ini juga bisa bertahan di tempat yang minim cahaya.

3. Heartleaf Philodendron

Tropical 'Philodendron Hederaceum Micans' houseplant with heart shaped leaves with velvet texture in gray flower pot on coffee tablePhilodendron Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

Philodendron merupakan tanaman yang mudah dirawat. Apalagi jenis Philodendron yang memiliki bentuk daun berbentuk hati ini tidak perlu banyak sinar matahari untuk tumbuh subur, jadi kamu tidak perlu khawatir jika di rumah memiliki cahaya yang minim.

4. String of Hearts

Ceropegia woodii also called String of Hearts or Chain of Hearts, modern house plant in a flowerpot against white wall, verticalCeropegia woodii atau String of Hearts Foto: Getty Images/iStockphoto/Lana_M

Tanaman berbentuk hati ini sangat cocok untuk dijadikan tanaman gantung. String of heart bisa tumbuh sangat panjang, jadi kamu bisa menaruhnya di tempat yang tinggi agar tampak lebih cantik.

Dilansir The Spruce, tanaman ini bisa tumbuh di tempat yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

5. Pothos

Neoplants Neo P1Pothos Foto: Dok. Neoplants

Tanaman ini merupakan salah satu tanaman indoor yang paling populer. Hal itu karena perawatannya yang mudah dan tidak harus diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Tanaman pothos akan tampak lebih cantik jika digantung karena batangnya akan menjalar ke bawah.

Itulah beberapa tanaman gantung yang bisa hidup di tempat minim cahaya. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! 5 Hal Ini Bisa Menarik Lalat ke Rumah


Jakarta

Adanya lalat di rumah membuat penghuni resah. Penghuni rumah pasti mencari cara agar bisa mengusir serangga tersebut.

Walaupun sudah berusaha untuk mengusir, namun lalat kerap kembali lagi. Kenapa ya?

Bisa saja di rumah kamu justru ada berbagai hal yang menarik lalat untuk datang lagi datang lagi. Apa saja hal-hal yang bisa menarik lalat ke rumah?


Dilansir dari Terminx, berikut ini informasinya.

Sampah

Sampah merupakan hal yang ada di setiap rumah. Lalat umumnya tertarik dengan bahan organik di tempat sampah. Lalat juga bisa bertelur di tempat sampah. Makanya, kamu harus rajin menjaga kebersihan sampah dan menutup tempat sampah agar tidak menjadi sarang lalat.

Kotoran Hewan Peliharaan

Buat kamu yang punya hewan peliharaan wajib waspada. Hal itu karena lalat menyukai kotoran hewan. Pastikan kamu sering membersihkan kotoran hewan di rumah ya detikers.

Makanan Basi

Makanan basi, baik itu makanan hewan maupun makanan manusia, bisa menarik lalat ke rumah. Jadi, pastikan kamu membersihkan makanan basi agar tidak mengundang lalat ke rumah.

Buah dan Sayur Busuk

Buah busuk juga bisa menjadi hal yang menarik lalat untuk datang ke rumah. Segera buang buah busuk jika ada di rumah.

Cairan Manis atau Fermentasi

Cairan manis atau terfermentasi, seperti sirup, soda, maupun cuka bisa mengundang lalat ke rumah. Jika ada tumpahan cairan tersebut segera dilap dan bersihkan kaleng minuman soda sebelum dibuang.

Itulah beberapa hal yang bisa menarik lalat ke rumah.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Bisa Jadi Sarang Bakteri, Kapan Spons Cuci Piring Harus Diganti?


Jakarta

Spons adalah alat pembersih berpori yang biasa banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari, terutama untuk mencuci piring. Spons dapat menyerap air sabun sehingga penggunaannya lebih cepat. Selain itu, permukaannya yang halus tidak akan menggores alat makan saat dibersihkan.

Perlu diingat, spons memiliki masa pakai dan tidak bisa terus-terusan dipakai. Hal ini dikarenakan fungsinya sebagai alat pembersih tentu tempat berkumpulnya bakteri. Jadi, jangan sampai kamu menggunakannya sampai hancur baru diganti.

Lantas, berapa lama sebaiknya kita mengganti spons yang dianjurkan?


Dilansir Today, para peneliti di Italia mendapati bahwa spons cuci piring adalah benda yang paling mudah terkontaminasi di rumah. Spons juga menjadi sarang bagi mikroorganisme dan patogen bawaan makanan. Mereka menganjurkan agar spons sering diganti sehingga alat makan juga benar-benar bersih setelah dicuci.

Seberapa Sering Harus Ganti Spons?

Anjuran untuk mengganti spons yang dipakai untuk mencuci piring adalah dilakukan tiap minggu. Sementara itu, apabila kamu memakai spons untuk memberikan meja dapur, kamu bisa menggantinya dengan kain microfiber yang bisa langsung dicuci apabila kotor sehingga tidak perlu beli baru.

Cara Membersihkan Spons

Pasti kamu berfikir, selama satu minggu gimana cara memastikan spons di rumah bersih dan aman untuk mencuci piring? Kamu bisa mencuci spons setelah mencuci piring. Caranya dengan cuci spons dnegan air sabun yang panas. Lalu, masukan ke dalam microwave selama dua menit.

Alternatifnya, kamu bisa rendam spons sekitar satu menit dalam campuran 1/2 sendok teh pemutih konsentrat dengan satu liter air hangat. Tapi, sebaiknya kamu tetap ganti spons sesering mungkin.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

4 Tanaman Hias yang Cocok untuk Kondisi Cahaya Redup



Jakarta

Menemukan tanam terbaik yang sedikit membutuhkan cahaya matahari langsung cukup sulit untuk ditemukan. Kombinasi ruangan yang gelap dan cahaya yang redup dapat menciptakan lingkungan yang membuat banyak tanaman dalam ruangan sulit tumbuh.

Namun, ada pilihan tanaman yang pastinya cocok untuk interior rumah, dengan cahaya yang sedikit namun tanaman tetap tumbuh dengan subur.

Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa pilihan tanaman yang cocok untuk cahaya redup sehingga dapat disimpan di dalam rumah.


Snake Plant

Tanaman snake plant dapat tumbuh dalam berbagai kondisi, mulai dari cahaya redup hingga sinar matahari langsung yang terang. Tanaman ini adalah tanaman yang sempurna untuk menghidupkan ruangan atau sudut yang gelap.

Tanaman ini berasal dari Afrika Barat sehingga berevolusi untuk mengatasi cahaya yang buruk dan kondisi kering, sehingga cocok untuk ruangan yang redup. Menurut NASA, tanaman snake plant juga merupakan pembersih udara alami.

Bunga Lili Perdamaian

Untuk tanaman berbunga dalam ruangan terbaik yang membutuhkan sedikit atau tidak sama sekali sinar matahari adalah bunga lili perdamaian. Dengan dedaunan hijau yang rimbun dan bunga putih kontras , bunga lili perdamaian sangat cocok untuk cahaya rendah.

Bunga lili perdamaian sangat mudah dirawat dan dikenal dengan kemampuannya memurnikan udara. Tanaman ini menjadi pilihan yang tepat untuk kamar tidur yang sering mengalami kondisi cahaya redup.

Bunga Philodendron

Tanaman Philodendron adalah tanaman hias klasik, tanaman ini juga merupakan salah satu varietas tanaman dalam ruangan dengan cahaya redup terbaik dan sangat toleran terhadap kondisi cahaya redup.

Tanaman ini dapat ditanam sebagai tanaman merambat pada tiang, sehingga mudah untuk menjaga tanaman untuk diatur. Bunga Philodendron tahan terhadap kekeringan. Hindari tanaman ini dari sinar matahari langsung.

Pohon Cemara China

Dikenal sebagai salah satu tanaman hias terbaik dengan daun berwarna-warni, cemara China menjadi pilihan tanaman yang tumbuh subur di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Tanaman tropis yang cantik dengan corak khas yang indah pada daunnya. Tanaman berdaun elegan ini dapat digunakan sebagai titik fokus untuk menciptakan suasana yang menenangkan.

Sehingga tanaman ini cocok ditanam di ruangan yang jarang terkena sinar matahari. Tanaman ini menyukai campuran tanah yang memiliki drainase baik dengan tambahan kerikil.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tanaman yang Bisa Bikin Rumah Makin Cantik


Jakarta

Adanya tanaman di rumah bisa memberikan kesan adem dan asri. Meletakkan tanaman di depan pintu rumah juga bisa mempercantik fasad.

Nah, ada beberapa tanaman yang cocok untuk diletakkan di depan pintu rumah. Apa saja? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

Bunga Tulip

Tulip flower background, Colorful tulips meadow nature in spring, close upBunga Tulip. Foto: iStock

Bunga tulip yang warna-warni bisa mempercantik fasad rumah. Bunga ini juga bisa tumbuh hingga mencapai setinggi 3 kaki atau 91 cm.


Dracaena

Four dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sillDracaena. Foto: Getty Images/iStockphoto/janzwolinski

Tanaman hijau ini bisa menjadi pilihan untuk diletakkan di depan pintu. Dracaena cocok diletakkan di luar ruangan dan tahan akan cuaca panas. Namun, jangan diletakkan di tempat yang terkena matahari langsung, kamu bisa meletakkannya di tempat yang teduh atau ada kanopinya.

Fern atau Tanaman Paku

Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

Tanaman ini cocok untuk digantung di area pintu masuk. Jika ingin meletakkan di luar, jangan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Caladium atau Keladi

Caladium planters-red and white. Horizontal.Caladium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Joe_Potato

Tanaman berwarna merah muda ini bisa memperindah tampilan rumah. Nah, kalau mau ditaruh di depan rumah kamu bisa meletakkannya di tempat yang tidak terkena matahari langsung karena tumbuhan ini menyukai suhu yang hangat.

Begonia

Beautiful mixture of various vibrant colored flowers in a hanging baskets on a house wall. Red and orange begonias, pink and purple petunias and pinkish geranium. Begonia. Foto: Getty Images/iStockphoto/hopsalka

Tanaman yang memiliki beragam warna ini cocok untuk membuat tampilan rumah tampak ‘hidup’. Begonia menyukai suhu yang hangat, jadi pastikan suhu di daerah rumah kamu tidak terlalu dingin ya.

Itulah beberapa tanaman yang cocok diletakkan di depan pintu masuk.

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Salah Pilih! Ini Macam-macam Kasur Berdasarkan Ukuran


Jakarta

Memilih kasur yang pas penting dilakukan. Ukuran kasur yang pas bisa membuat kamar tidak terlalu sempit maupun terlalu luas serta membuat penghuni kamar nyaman.

Ukuran kasur perlu disesuaikan dengan kamar dan kebutuhan agar bisa memberi kenyamanan sekaligus menyeimbangkan penataan ruang. Banyaknya ukuran tempat tidur yang ada di pasaran terkadang dapat membuat bingung, seperti ada ukuran twin bed, double bed, dan single bed.

Tapi kamu nggak perlu khawatir. Berikut ini ukuran tempat tidur yang biasa digunakan.


Twin Bed

Dilansir dari laman National Council on Aging twin bed dikenal juga sebagai single bed. Twin bed adalah jenis tempat tidur yang sering digunakan dan memiliki ukuran yang cukup kecil.

Biasanya, kasur ini hanya cukup untuk 1 orang saja. Ukurannya memiliki panjang sekitar 190,5 cm dengan lebar 96,5 cm.

Twin bed juga ideal diletakkan dalam ruangan kamar yang sempit. Ukuran kasur ini bisa jadi pilihan yang tepat kalau detikers sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Full Bed atau Double Bed

Selanjutnya ada ukuran Full Bed atau Double Bed. Kasur tipe ini cocok untuk dipakai sendiri yang ingin memiliki tempat tidur yang lebih luas. Ukurannya memiliki panjang sekitar 190,5 cm dan lebarnya 134 cm.

Queen Bed

Selanjutnya adalah Queen Bed. Kasur tipe ini cocok untuk dipakai untuk 2 orang. Biasanya, kasur ini memiliki panjang 203 cm dan lebar 152 cm.

King Bed

King Bed merupakan kasur dengan ukuran yang cukup besar. Biasanya, kasur tipe ini dipakai untuk 2 orang. Ukurannya memiliki panjang sekitar 203 cm dan lebar 193 cm.

California King Bed

Tempat tidur jenis ini memiliki ukuran yang sangat besar sehingga cocok untuk orang dengan perawakan besar atau bagi yang ingin memiliki ruang lebih. Ukurannya memiliki panjang sekitar 213 cm dan lebar 182 cm.

Itulah ukuran-ukuran tempat tidur yang biasa digunakan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Cegah Pintu Kayu Jamuran, Biar Nggak Cepat Rusak!


Jakarta

Pintu kayu di rumah rentan jamuran. Apalagi kalau kondisi rumah kamu lembap. Jamur yang tumbuh di pintu bisa merusaknya, bisa membuatnya keropos atau berubah warna.

Agar pintu kayu tidak jamuran, tentu kamu harus mencegahnya. Gimana caranya?

Dilansir dari Vivid Doors, berikut ini informasinya.


Cara Mencegah Pintu Kayu Jamuran

1. Pindahkan Tanaman Rumah

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah memindahkan tanaman rumah yang ada di dekat pintu maupun jendela. Sebab, tanaman bisa meningkatkan kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

Kamu bisa meletakkannya di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang lebih baik agar tidak menyebabkan kondisi lembap.

2. Rutin Membersihkan dan Merawat Pintu

Rutin membersihkan dan merawat pintu rumah juga bisa mencegah tumbuhnya jamur. Kamu bisa membersihkannya dengan air dan sabun, setelahnya dilap kering. Kalau bisa, gunakan pembersih yang mengandung anti-jamur agar jamur tidak tumbuh.

Untuk merawatnya, kamu bisa menggunakan cat agar pintu tidak mudah lembap. Cara ini perlu dilakukan terutama untuk pintu maupun jendela luar rumah karena rentan terkena air hujan atau kondisi lembap.

3. Turunkan Tingkat Kelembapan

Kamu bisa menggunakan dehumidifier atau AC untuk menurunkan tingkat kelembapan. Kamu juga bisa membuka jendela atau menggunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur untuk menurunkan kelembapan.

Itulah beberapa cara mencegah tumbuhnya jamur di pintu kayu. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

3 Tanaman Hias yang Diramal Nggak Ngetren Lagi Tahun Ini


Jakarta

Keberadaan tanaman bisa membuat rumah terasa adem, asri, dan enak dipandang. Pemilihan tanaman di rumah juga tergantung dari selera pemilik, kebutuhan, atau bahkan tren.

Ada masanya tanaman tertentu menjadi tren atau diburu orang banyak, misalnya seperti janda bolong atau monstera serta aglaonema. Beberapa tahun lalu, tanaman tersebut sempat ramai diburu karena keindahan dan keunikannya.

Di sisi lain, ada juga beberapa tanaman yang dinilai tidak ngetren lagi. Tanaman apa saja yang diprediksi tidak ngetren lagi pada tahun ini? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


1. Calathea

calatheacalathea Foto: Pinterest

Tanaman ini memang indah. Namun, perawatannya dinilai cukup melelahkan.

Calathea butuh tingkat kelembapan yang cukup tinggi dan sifatnya yang ‘rewel’ ini telah menyebabkan penurunan popularitas.

“Mereka menarik dan ada begitu banyak jenis calathea, tetapi komunitas tanaman hias sepakat bahwa tanaman ini sulit dan tidak cocok dengan kondisi rumah tangga yang normal,” kata kepala penanam di pembibitan tanaman hias dan penjual Plant Proper, Matt Alton.

2. Sukulen

Young woman planting flower.Ilustrasi tanaman sukulen. Foto: Getty Images/agrobacter

Tanaman yang ramah bagi pemula ini lama-lama kehilangan popularitasnya seiring dengan berjalannya waktu. Tanaman ini ternyata tidak benar-benar beginner friendly.

“Banyak pemilik tanaman kesulitan meniru kondisi kering yang mereka sukai, yang mengakibatkan masalah penyiraman berlebihan dan hasil yang mengecewakan,” tutur ahli tanaman dan pencipta Plant Kween, Christopher Griffin.

3. Crawling Philodendron

Philodendron Gloriosum ,Philodendron plant in the flowerpotPhilodendron Gloriosum. Foto: Getty Images/Jobrestful

Philodendron merupakan salah satu tanaman yang banyak dimiliki pemilik rumah. Namun, philodendron rambat atau crawling philodendron diprediksi tidak akan ngetren lagi.

Philodendron yang merambat, seperti Philodendron gloriosum dan mamei, cantik tetapi tidak praktis untuk ditanam dalam pot, karena cenderung tumbuh keluar dari pot.

“Pot persegi panjang sering digunakan untuk jenis tanaman ini, tetapi saya pikir karena kebiasaan pertumbuhannya, orang-orang menjauh dari menanamnya di rumah mereka,” kata Aulton.

Itulah beberapa tanaman yang diprediksi nggak ngetren lagi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com