Tag: dinding

  • Cara Membersihkan Noda di Dinding Tanpa Merusak Warna Cat


    Jakarta

    Dinding merupakan salah satu bagian rumah yang wajib dijaga kebersihannya karena debu dan kotoran bisa dengan mudah menempel. Selain membahayakan kesehatan, dinding yang kotor juga mengganggu penampilan rumah.

    Dinding kotor juga bisa disebabkan oleh anak-anak yang menyalurkan ‘kreativitas’ dengan cara mencoret atau menggambar di tembok. Meski bisa dibersihkan, tetapi perlu mengetahui cara yang tepat.

    Soalnya, membersihkan dinding rumah secara asal bisa menyebabkan kerusakan pada warna cat. Memang debu dan kotoran bakal hilang, tetapi justru warna cat dinding jadi berubah dan bisa terlihat kusam.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan noda dan kotoran di dinding tanpa merusak warna cat? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Membersihkan Noda di Dinding Tanpa Merusak Cat

    Sebagian orang khawatir jika membersihkan dinding dapat merusak cat. Tenang saja, ada cara khusus untuk membersihkan dinding tanpa merusak warna cat.

    Dilansir situs Elle Decor, Senin (19/8/2025), salah satu cara dalam membersihkan dinding tanpa merusak warna cat adalah dengan menggunakan air sedikit mungkin. Dengan begitu, kotoran dan debu bisa terangkat tanpa khawatir bikin kusam warna cat.

    “Cara terbaik untuk membersihkan dinding tanpa merusak cat adalah dengan menggunakan air sesedikit mungkin,” kata Justin Carpenter, pendiri layanan kebersihan Modern Maids.

    “Jika cat dinding Anda menggunakan lapisan akhir satin, Anda tidak perlu terlalu khawatir tentang jumlah air yang digunakan,” jelasnya.

    Perlu dicatat, dianjurkan untuk tidak menggunakan pembersih yang bersifat abrasif atau bahan kimia keras. Kandungan zat pada cairan tersebut dapat berakibat cat mengelupas dan warna cat dinding yang berubah.

    Setelah membersihkan dinding dengan air, Carpenter mengimbau agar segera mengeringkannya dengan kain microfiber. Cara ini dilakukan untuk meminimalisir kerusakan pada warna cat lebih parah.

    “Jika Anda memiliki masalah pada cat atau jika dindingnya sangat rapuh, sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau lakukan uji coba pada area yang kecil terlebih dahulu,” ujarnya.

    Tips Membersihkan Noda dan Kotoran di Dinding

    Carpenter membagikan sejumlah tips dalam membersihkan noda dan kotoran di dinding dengan baik dan benar. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siapkan Alat dan Bahan

    Langkah yang pertama adalah dengan mengumpulkan seluruh alat dan bahan, mulai dari sabun cuci piring, air hangat, ember, spons, dan kain microfiber untuk mengeringkan dinding.

    2. Bersihkan Debu di Dinding

    Sebelum membersihkannya dengan air, pastikan kamu telah menyingkirkan debu dan kotoran yang menempel di dinding dengan kemoceng atau kain lembut.

    3. Siapkan Cairan Pembersih

    Langkah selanjutnya adalah menyiapkan cairan pembersih dengan cara mencampurkan air hangat di dalam ember, lalu tuang 1-2 sendok makan sabun cuci piring. Setelah itu, aduk hingga merata dan memunculkan busa.

    4. Bersihkan Dinding dengan Spons

    Setelah itu masukkan spons ke dalam ember yang berisi cairan pembersih, peras sedikit dan bersihkan permukaan dinding yang kotor secara lembut dan perlahan.

    5. Bilas dengan Air Bersih

    Tahap berikutnya adalah dengan membersihkan dinding dengan air bersih, bisa menggunakan spons atau handuk yang lembut. Cara ini dapat membantu menghilangkan sisa-sisa sabun agar tidak meresap ke dalam dinding.

    6. Keringkan dengan Kain Microfiber

    Jika seluruh dinding telah dibersihkan dengan air, segera keringkan dengan kain microfiber. Lap permukaan dinding secara perlahan sampai kering tanpa ada sisa air yang menempel.

    Itulah cara membersihkan noda dan kotoran di dinding tanpa khawatir merusak warna cat. Semoga membantu!

    (ilf/ilf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Apakah dinding rumah detikers mengalami keretakan tipis yang hampir tak terlihat? Kalau iya, tembok rumahmu itu mengalami retak rambut.

    Sesuai sebutannya, retak rambut merupakan kondisi retak berukuran kecil di tembok dan bahkan kadang tidak terlihat dengan jelas. Kondisi retak seperti ini kerap terjadi pada dinding bangunan, salah satunya rumah.

    Namun, apa ya yang menyebabkan tembok mengalami keretakan rambut? Dan adakah cara untuk mengatasinya?


    Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah

    Ada sejumlah hal yang menyebabkan tembok rumah mengalami retak rambut. Mengutip unggahan dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut penyebab retak rambut di dinding:

    1. Plester

    Setelah pemasangan batu bata atau batako dalam tahap pembuatan dinding, selanjutnya masuk ke proses plester untuk melapisi tembok batu. Apabila lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sampai tidak ada kelembapan meski sedikit, maka nantinya acian tidak bisa menempel dengan sempurna. Inilah yang akan membuat retak rambut pada dinding,

    2. Acian

    Sebelum mengaplikasikan cat dan setelah plester, tembok biasanya dioleskan acian. Nah, kalau kualitas dan komposisi bahan acian yang digunakan tidak tepat maka bisa meningkatkan potensi retak rambut pada tembok.

    Tak hanya itu, mengoleskan acian ketika plester belum kering juga dapat berpengaruh terhadap munculnya retak rambut.

    3. Cat

    Pemilihan cat rumah yang bagus tidak hanya mempengaruhi tampilan hunian, tapi juga kondisi tembok nantinya. Cat rumah yang berkualitas baik umumnya memiliki kekuatan lekat tinggi yang bisa mempengaruhi lapisan acian.

    Jika memilih kualitas cat yang buruk maka tingkat kelekatan terhadap aciannya rendah. Dengan begitu, potensi timbulnya keretakan rambut akan meningkat.

    Di sisi lain, penggunaan cat dinding yang berbeda pada setiap lapisannya juga dapat mengakibatkan retak rambut.

    4. Perubahan Cuaca

    Cuaca yang berubah bisa menyebabkan pemuaian dan penyusutan pada tembok. Dan inilah yang bisa menimbulkan retak rambut pada dinding.

    5. Permukaan Tanah

    Tinggi permukaan tanah dapat berubah seiring berjalannya waktu. Ini membuat tembok bergerak mengikuti ketinggian tanah dan keretakan rambut pun bisa muncul.

    Cara Mengatasi Retak Rambut pada Dinding Rumah

    Jika tembok rumah detikers mengalami retak rambut, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yakni sebagai berikut:

    1. Kerik Lapisan Cat

    Jika retak rambut yang ada di tembok dalam kondisi ringan maka bisa mulai dengan mengerok lapisan cat yang menempel. Cat dapat dikerok menggunakan sekrap sampai terkelupas.

    2. Amplas Permukaan Dinding

    Selanjutnya, permukaan dinding dikerok catnya bisa dihaluskan sehingga menjadi rata menggunakan amplas. Amplas tembok sampai material pelapis dindingnya hilang.

    3. Isi Celah yang Retak

    Setelahnya, dinding dapat dibersihkan dari sisa pengerokan yang menempel. Kemudian, permukaan tembok yang terdapat celah retak atau terbentuk lubang bisa dilapisi dengan wall sealer. Tunggu wall sealer hingga kering untuk lanjut ke tahap berikutnya.

    4. Aplikasikan Cat Tembok

    Jika wall sealer telah kering, tembok bisa dicat kembali sesuai warna yang diinginkan. Aplikasikan cat dengan rapi dan pastikan wall sealer maupun noda bekas retakan lainnya tertutupi.

    Selain itu, retak rambut juga dapat diatasi dengan tindakan lain seperti perbaikan struktur bangunan jika penyebabnya adalah kegagalan struktur bangunan.

    Itu tadi deretan penyebab dan cara mengatasi retak rambut pada dinding. Jadi, detikers tidak perlu bingung lagi ya untuk menghilangkan keretakan rambut di dinding.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanda Dinding Rembes dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Dinding rembes merupakan salah satu hal yang kerap terjadi saat musim hujan. Hal ini tentunya bisa membuat penghuni rumah tidak tenang, apalagi jika berlangsung sama bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

    Tumbuhnya jamur bisa menyebabkan beberapa masalah seperti memicu penyakit pernapasan. Di sisi lain, dinding yang rembes hingga tumbuhnya jamur tentu bisa membuat dinding tidak enak dilihat.

    Sebelum mengatasi dinding rembes, tentu harus tahu tanda-tanda maupun penyebab dinding rembes. Dilansir dari Forbes Home, Kamis (1/2/2024), berikut ini 5 tanda dinding rumah kamu rembes.


    Tanda-tanda Dinding Rembes

    1. Bau Apak

    Bau lembap dan apak sering menandakan adanya kebocoran di dinding, terutama dinding bagian atas.

    2. Adanya Jamur

    Jamur muncul pada dinding karena lembap. Jika terdapat noda berwarna hitam, hijau, oranye, atau coklat pada dinding, kemungkinan itu adalah jamur.

    3. Ada Gelembung pada Dinding

    Jika ada gelembung pada dinding, kemungkinan air sudah ada di balik cat dinding. Cat Lateks biasanya cukup fleksibel untuk mengakomodasi tekanan air.

    4. Cat Dinding Mengelupas

    Mengelupasnya cat dinding juga menjadi indikasi adanya kebocoran di dinding. Air dapat menyebabkan cat kehilangan ikatannya dengan permukaan dinding atau perekat wallpaper dinding.

    Penyebab Dinding Rembes

    Terdapat beberapa penyebab dinding rembes, yaitu:

    – Pipa bocor
    – Fondasi retak
    – Water heaters atau pemanas air rusak
    – Atap bocor
    – Jendela rusak
    – Talang air rusak

    Cara Cegah Dinding Rembes

    Dalam catatan detikcom, ada beberapa cara untuk mencegah dinding rembes. Berikut ini caranya.

    1. Perbaiki Saluran Talang Air

    Sebagai langkah antisipasi untuk menanggulangi air hujan merembes ke dinding, sebaiknya periksa talang air rumah setiap 6 bulan. Apabila ada saluran pipa dan talang air yang rusak, segera perbaiki.

    2. Cat Dinding yang Memiliki Retak Rambut

    Salah satu penyebab dinding rembes karena adanya retak rambut. Nah, untuk mengatasinya, kamu bisa mengecatnya.

    Sebelum dicat, sebaiknya bersihkan sisa cat yang menempel dari permukaan dinding. Lapisan cat dasar menggunakan lapisan semen super dan semen perbandingan 1 : 1,25. Semen super dan semen berfungsi menutup retak rambut pada dinding, mengikat sisa debu dan kotoran. Selain itu, juga meningkatkan daya lekat waterproofing. Setelah kering dapat dilanjutkan dengan proses pelapisan waterproofing pada dinding. Lakukan 2 kali secara bertahap.

    3. Pakai Waterproofing

    Tips selanjutnya, kamu bisa menggunakan pelapis anti-bocor atau waterproofing. Khusus untuk bagian dinding kamar mandi, kamu harus memilihnya dengan tepat karena rentan lembap.

    4. Pastikan Acian Dinding Kering

    Saat musim hujan, otomatis rumah akan selalu terkena air hujan apalagi dinding bagian luar. Maka dari itu, jangan lupa untuk lakukan plester dan pengacian ulang pada dinding bagian luar.

    Proses acian bertujuan untuk menutupi semua pori – pori menggunakan bahan campuran seperti batu bata dan lainnya (plester). Pastikan acian dinding kering lalu beri waterproofing setelahnya. Kemudian, periksa dinding bagian dalam rumah setelah bagian luarnya selesai diperbaiki.

    Itulah tanda-tanda, penyebab, hingga cara mencegah dinding rembes. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Ngebor Dinding, Perhatikan 6 Hal Ini


    Jakarta

    Memasang dekorasi dapat membuat rumah tampak lebih estetik. Kamu dapat memanfaatkan dinding sebagai ruang untuk dekorasi.

    Hiasan dekorasi yang umum dipasang di dinding adalah lukisan, jam dinding hingga pigura foto. Tak jarang untuk memasang dekorasi kita perlu memasang paku atau baut, sehingga kita harus mengebor dinding.

    Namun, sebelum kamu memulai mengebor dinding sendiri, ada baiknya kamu perhatikan 6 hal berikut seperti yang dikutip dari Point2homes, Selasa (6/2/2024). Berikut pemaparanya.


    1. Waspada dengan Kabel Listrik

    Salah satu bahaya terbesar mengebor dinding rumah adalah risiko merusak atau menabrak saluran kabel rumah. Jika hunian kamu seperti apartemen atau rumah dengan kabel yang tersembunyi di dinding tentu ini berbahaya. Sederhananya dapat memutus jaringan listrik di rumah kamu.

    Masalahnya, memperbaiki kabel putus yang tertanam di dinding juga bukan tugas kecil, dan kamu akan membutuhkan tenaga profesional untuk menanganinya. Terlebih untuk memperbaikinya perlu mendapatkan akses ke kabel yang rusak dengan membuka dinding terlebih dahulu, kemudian prosesnya yang akan memakan biaya mahal, dan memakan waktu.

    Sebelum memulai pengeboran, kamu harus mengetahui terlebih dahulu lokasi kabel bersembunyi dengan melihat outlet listrik dan sakelar lampu ditempatkan. Kabel biasanya dipasang secara vertikal atau horizontal dari outlet dan saklar listrik. Jadi berhati-hatilah saat mengebor di dekatnya.

    2. Hati-hati dengan Pipa

    Selain memperhatikan kabel listrik kamu juga perlu hati-hati terhadap pipa yang tersembunyi dibalik dinding. Bergantung pada jenis pipa, kamu mungkin akan terkena semburan air bertekanan tinggi tanpa henti, yang akan menyebabkan kerusakan air yang luar biasa pada saat kamu mematikan listrik. kamu juga bisa menabrak pipa gas, yang bisa sangat berbahaya jika terjadi percikan api.

    Pipa lebih sulit dilacak daripada kabel karena penempatannya seringkali kurang dapat diprediksi. Setiap rumah berbeda dan, tergantung pada usia rumah, pipa bisa dari logam atau plastik, terbuka atau tersembunyi. Waspadalah terhadap pipa yang mungkin juga mengalir melalui lantai dan dinding luar.

    3. Ketahui Lokasi yang Berbahaya

    Area rumah yang paling mungkin menampung banyak kabel dan pipa adalah dapur dan dinding serta lantai kamar mandi. Dinding kamar mandi dapat menampung berbagai macam pipa. Jadi jika kamar tidur berada di sisi lain dan kamu perlu hati-hati ketika ingin menggantung lukisan.

    Dapur biasanya lebih kompleks, dan dapat menampung pipa gas, pipa air, pipa pemanas, dan kabel. Di bagian lain rumah, pipa dan kabel mungkin berfungsi dengan rapi.

    4. Cek Logam di Balik Dinding

    Pasalnya kabel listrik dan pipa merupakan barang-barang yang terbuat dari material berbahan logam dan besi. Alat pendeteksi logam akan sangat berguna untuk mengecek keberadaan kabel dan pipa yang tertanam di balik dinding.

    Caranya, cukup jalankan perangkat di sepanjang permukaan; akan berbunyi bip jika ada sesuatu di balik dinding. Pastikan mengujinya terlebih dahulu pada semua jenis material, dan periksa kedalaman di mana ia akan terus dideteksi.

    5. Ketahui dan Pahami Dahulu Material Dinding

    Setelah area tersebut aman untuk dikerjakan, perhatikan proses pengerjaannya. Penting untuk mengetahui dari bahan apa dinding, dan apakah kamu dapat melakukan apa yang telah direncanakan dengan aman.

    Misalnya, jika baru saja membeli cermin antik menakjubkan dengan ukuran yang cukup berat, kamu perlu tahu bahwa dinding tempat menggantungnya itu sesuai dan mampu menampung sebagai ruang untuk meletakkan barang tersebut. Selanjutnya, jika material dinding terbuat dari kayu, maka hati-hatilah dalam proses pengeboran. Dinding kayu juga rentan ketika dibor, resikonya kayu dinding di rumah kamu akan terbelah dan rusak.

    6. Gunakan Alat Bor yang tepat

    Bahan yang berbeda membutuhkan alat yang berbeda pula. Misalnya, jika dinding, lantai, atau langit-langit kamu terbuat dari batu/beton, kamu akan mendapatkan pemasangan yang bagus, tetapi membutuhkan bor yang lebih kuat dan mata bor yang benar.

    Kamu bisa mendapatkan mata bor yang berbeda untuk pasangan bata, kayu dan logam, dan penting untuk mengetahui perbedaannya. Jika perlu mengebor ubin, kamu memerlukan mata bor ubin khusus (biasanya memiliki ujung seperti berlian) untuk mencegah retak atau pecah.

    Demikian 6 Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengebor dinding untuk pasang dekorasi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Dinding Juga Perlu Dibersihkan, Begini Caranya


    Jakarta

    Tidak hanya sebagai fondasi dasar sebuah rumah, dinding juga menjadi ‘kanvas kosong’ untuk segala detail yang memikat mata, seperti deretan koleksi foto. Itu sebabnya coretan dan noda di dinding bisa sangat terlihat.

    Bekas noda yang ada di dinding biasanya selalu muncul setiap percikan air membasahi dinding saat sedang memasak atau cipratan air setelah cuci tangan. Kalau tidak dibersihkan, noda-noda ini bisa membekas dan sulit untuk dibersihkan.

    Cara Menghilangkan Debu dan Kotoran di Dinding

    Seiring berjalannya waktu, debu akan menimbun di semua perabotan rumah kita adalah hal yang wajar. Di samping itu, kamu pasti pernah melihat jejak sepatu yang menempel di dinding yang tidak enak dilihat.


    Alat dan Bahan

    1. Kain mikrofiber
    2. Sabun cuci piring yang lembut
    3. Sikat pembersih yang lembut
    4. Kemoceng

    Langkah-langkah

    1. Bersihkan dinding dengan kemoceng atau kain mikrofiber untuk menghilangkan debu, sarang laba-laba, dan partikel lainnya
    2. Bersihkan sebanyak mungkin debu dan kotoran di dinding dengan sikat pembersih, tapi jangan sampai menggores cat
    3. Gunakan campuran air hangat dan sabun cuci piring yang lembut untuk membersihkan kotoran kecil dengan cepat
    4. Celupkan kain mikrofiber ke dalam campuran tersebut dan peras dengan benar
    5. Bersihkan dinding dengan gerakan melingkar dan bilas dengan kain khusus air
    6. Lap dengan kain mikrofiber kering dan biarkan sampai benar-benar kering

    Cara Menghilangkan Noda di Dinding

    Kamu bisa menghilangkan noda membandel di dinding hanya dengan memakai larutan pembersih yang tepat. “Sebaiknya hindari penggunaan bahan pemutih pada dinding, karena dapat mempengaruhi warnanya,” kata Jennifer Parnell seperti dikutip dari Martha Stewart. “Selain itu, hindari penggunaan bahan yang bersifat abrasif, karena akan merusak lapisan dinding,” lanjutnya.

    Alat dan Bahan

    1. Pembersih ringan
    2. Kain mikrofiber
    3. Soda kue
    4. Cuka

    Langkah-langkah

    1. Gunakan pembersih lembut dengan pH netral, seperti sabun yang diencerkan dalam botol semprot, atau pembersih serbaguna alami yang tidak beracun. Pembersih kimiawi yang keras bisa mengikis cat
    2. Semprot area tersebut dan diamkan beberapa saat. Seka tiap tetesan dengan kain mikrofiber non-abrasif
    3. Bersihkan kotoran di dinding dengan lembut. Jangan menggosok terlalu kasar, karena bisa merusak cat atau finishing
    4. Gunakan cuka dan soda kue untuk noda yang lebih membandel. Takarannya tergantung seberapa banyak noda dinding kamu. Masukkan soda kue dulu lalu tambahkan air secara perlahan sampai campurannya mirip pasta, lalu tambahkan cuka
    5. Oleskan campuran tersebut ke dinding dan biarkan mengering
    6. Bersihkan campuran yang sudah kering dengan kain lembut dan ulangi sesuai hilang

    Itulah cara membersihkan dinding rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bikin Cat Dinding Menggelembung Jadi Mulus Lagi


    Jakarta

    Cat menggelembung dan mengelupas adalah masalah yang sering terjadi pada dinding rumah. Meski terlihat sepele, cat yang menggelembung atau mengelupas ini merusak estetika dinding rumah. Jika dibiarkan, semakin lama masalah ini bisa berdampak pada kerusakan pada tembok.

    Menurut Co-CEO dan Co-Founder Gravel, Georgi Ferdwindra Putra, cat yang menggelembung bisa diakibatkan oleh dinding yang lembab, paparan sinar matahari langsung, permukaan dinding yang kotor, dan juga kesalahan dalam pemilihan cat tembok.

    “Orang sering beranggapan masalah cat menggelembung disebabkan kualitas cat yang buruk atau perubahan suhu. Padahal, faktor lain seperti mengecat dinding yang lembab, terpapar sinar matahari langsung, permukaan dinding yang kotor, atau salah memilih jenis cat juga berperan besar,” jelas Georgi Ferdwindra Putra, Co-CEO dan Co-Founder Gravel seperti yang dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (31/5/2024).


    “Persiapan dinding yang baik juga krusial sebelum pengecatan, dinding harus dalam kondisi prima. Kelembaban dinding dan paparan sinar matahari juga harus diperhatikan karena akan sangat mempengaruhi hasil akhir dan ketahanan cat pada dinding. Bahkan, cat dengan kualitas tinggi pun tidak akan memberikan hasil maksimal jika persiapan dindingnya tidak memadai,” tambahnya.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan cat dinding yang menggelembung, berikut diantaranya.

    Tips Menghilangkan Cat Dinding yang Menggelembung

    1. Kikis Bagian Cat yang Menggelembung

    Sebelum melalukan pengecatan ulang, bersihkan dulu dinding dari cat yang menggelembung. Kikis bagian yang menggelembung tersebut sampai hilang menggunakan pisau dempul.

    2. Aplikasikan Kompon

    Setelah bagian cat yang menggelembung sudah hilang, tutup area tersebut menggunakan kompon atau wall sealer. Hal ini dilakukan untuk membuat permukaan dinding rata kembali.

    3. Ampelas Dinding

    Setelah kompon kering, jangan lupa untuk mengampelas dinding hingga halus dan rata. Hal ini bertujuan agar tembok halus dan cat bisa menempel dengan sempurna.

    4. Cat Ulang

    Setelah dinding mulus dan rata, proses selanjutnya adalah mengecat ulang dinding tersebut. Sebelum mengaplikasikan cat tembok, aplikasikan dulu cat primer. Setelah primer mengering, barulah lapisi dengan cat finishing sesuai keinginan.

    Selain itu, untuk mencegah cat menggelembung, pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kamu bisa menggunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembaban udara. Jangan lupa juga untuk selalu memilih cat berkualitas yang sesuai dengan jenis permukaan dinding, dan selalu ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan cat.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Dinding Rumah Bisa Pakai Styrofoam Bekas, Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Membangun rumah ramah lingkungan bisa menjadi upaya masyarakat berkontribusi untuk mencegah kerusakan alam. Konsep ini dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan bijak memilih bahan bangunan.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan menggunakan bahan daur ulang adalah salah satu cara untuk membuat rumah ramah lingkungan. Ia mengaku pernah menggunakan styrofoam sebagai bahan membuat dinding dalam sebuah proyek pembuatan rumah ramah lingkungan.

    “Saya mendapatkan material styrofoam yang berasal dari material daur ulang, sampah kita. Dan ternyata styrofoam ini sendiri adalah insulator dari panas,” ujar Denny kepada detikcom belum lama ini.


    Styrofoam yang digunakan dalam konstruksi bangunan ini disebut Expanded Polystyrene (EPS) panel. Bahan ini berfungsi sebagai pengganti batu bata, sehingga dapat digunakan untuk membuat dinding rumah.

    Denny menjelaskan pemakaian EPS panel atau Styrofoam sebagai bagian tengah tembok rumah. Lalu, menggunakan kawat ayam sebagai elemen perekat semen. Kemudian, dilakukan semprot atau kamprot pada kedua sisi, sehingga menjadi tembok..

    “Jadi itu dia (dinding dari styrofoam) udah punya kekuatan sendiri. Dan itu sudah dites di beberapa negara kadar kekuatannya cukup baik,” ungkapnya.

    Lalu, apa saja manfaat menggunakan styrofoam sebagai bahan baku tembok? Berikut penjelasannya.

    Manfaat Styrofoam buat Dinding Rumah

    1. Lebih Hemat Biaya

    Menurut Denny, styrofoam daur ulang ini bisa membuat biaya bahan bangunan tembok menjadi lebih hemat. Dengan begitu, dana yang bisa disisakan tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya.

    2. Bisa Menghalau Panas

    Styrofoam daur ulang tak hanya ramah lingkungan, melainkan juga berfungsi sebagai menghalau panas masuk ke dalam rumah. Kalau rumah terasa adem, tentu bisa meminimalisir penggunaan AC, bukan?

    “Styrofoam sendiri secara penelitian mampu menurunkan secara pasif 3 derajat (selsius) suhu udara dibandingkan dinding konvensional,” imbuhnya.

    3. Lebih Tahan Gempa

    Terpisah, pemilik rumah yang menggunakan tembok dari styrofoam, Yensen Aliamin mengatakan metode pembuatan tembok ini mampu meminimalisir retakan akibat gempa bumi. Pasalnya, dinding dari styrofoam memakai sambungan kawat yang menyatukan getaran rumah secara serentak.

    “Teknologi styrofoam ini ternyata karena dia pakai kawat-kawat, jadi kawat-kawat itu tembok sama tembok dan segalla macam semuanya diikat. Karena diikat, pada waktu gempa, satu rumah itu goyangnya bersamaan. Bahayanya itu kalau gempa satu tembok itu bergetarnya beda dari yang lain, sehingga akan retak dari ujung ke ujung,” paparnya.

    4. Bangun Rumah Lebih Cepat

    Selain itu, dinding dari styrofoam juga membuat struktur bangunan lebih ringan. Oleh karena itu, bangunan rumah tidak memerlukan fondasi dan kolom terlalu besar. Proses pembangunan rumah pun menjadi lebih cepat.

    “Kalau mau bikin tembok karena kita sudah pakai kayak wafer gitu, tinggal beli (bahan), pasang-pasang, diikat, baru disemenin, cepat sekali. Kalau mau bikin satu panel (atau) satu tembok, bikin dulu satu tembok, setelah itu (setelah) kita pikir-pikir ‘kayaknya mau bikin jendela di sini’. Gampang, tinggal dipotong pake gerinda, dibikin aja kotak. Cuma potong kawat dan styrofoam,” ucapnya.

    Bahkan, Yensen mengatakan pembangunan rumahnya hanya memakan waktu 3 bulan hingga ada bentukan rumah.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 5 Cara Ini Bisa Bersihkan Jamur yang Tumbuh di Dinding Rumah


    Jakarta

    Masuk musim hujan, rumah jadi lebih lembap dari biasanya. Hal ini bisa jadi pemicu tumbuhnya jamur pada spot-spot di rumah yang paling lembap seperti dinding. Kondisi ini bisa semakin parah jika rumah tidak memiliki ventilasi yang tepat.

    Jamur bisa tumbuh di mana saja baik dinding di rumah baru ataupun lama. Dari material beton ataupun kayu, jamur bisa hidup di sana jika permukaannya lembap. Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, melainkan juga bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Melansir Medical News Today, spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke dalam rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang. Kelembapan udara yang tinggi mendukung pertumbuhan jamur. Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Melansir The Spruce, Senin (17/6/2024) berikut cara membersihkan jamur dari dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air. Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering. Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu. Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal 7 Jenis Tekstur Dinding dan Cara Mengaplikasikannya


    Jakarta

    Biasanya dinding rumah berupa permukaan yang halus dan rata. Namun, untuk mendekorasi dinding, kamu bisa berkreasi dengan berbagai tekstur dinding rumah, lho!

    Melansir dari Architectaria, Kamis (20/6/2024) tekstur dinding bukan sekadar pemanis saja, tetapi dapat membantu menyembunyikan kesalahan arsitektur juga. Daripada mengeluarkan dana lebih untuk perbaikan, lebih baik membiarkan dinding atau plafon memiliki pola tekstur yang menarik.

    Untuk membuat tekstur pada dinding, tentu dibutuhkan teknik dan keahlian khusus. Yuk, simak jenis-jenis tekstur dinding dan cara membuatnya di sini.


    7 Jenis Tekstur Dinding

    1. Tekstur Sisir

    Dinding dengan tekstur sisir berbentuk seperti helaian rambut. Tekstur ini menggunakan teknik khusus, yakni dengan membuat serangkaian pola pelangi yang berulang pada dinding kering dan merupakan salah satu teknik tekstur yang lebih sederhana.

    Metode ini memerlukan compound drywall, roller, dan sekop berlekuk

    Cara membuat tekstur sisir dengan mengaplikasikan compound drywall ke dinding menggunakan roller, lalu gunakan gigi trowel untuk mengaplikasikan garis secara perlahan seperti menyisir pada compound basah. Biarkan tekstur mengering selama 24 jam sebelum cat dasar dan pengecatan.

    2. Tekstur Popcorn

    Tekstur popcorn memiliki bentuk seperti kumpulan jagung berondong dan penerapan dinding ini memberikan tampilan klasik di tahun 70an dan masih banyak yang menerapkan ini di banyak rumah terkini.

    Tekstur ini terkenal karena bagus dalam menyembunyikan ketidaksempurnaan dan bahkan dapat membantu membuat insulasi suara antara lantai dan dinding. Apalagi tekstur ini bisa banyak yang suka karena kamu bisa terapkan sendiri. Pada tekstur ini kamu hanya perlu semprotan plafon popcorn dan campuran air lalu semprotkan ke dinding.

    tekstur dindingtekstur dinding Foto: tekstur dinding

    3. Tekstur Kulit Jeruk

    Seperti namanya, tekstur kulit jeruk berbentuk seperti kulit jeruk. Permukaan dinding ini halus dan bergelombang dan memberikan kesan sederhana namun berbeda

    Untuk metode kulit jeruk, kamu memerlukan hopper (atau penyemprot) untuk menyemprotkan plester. Lalu, compound menjadi seperti adonan pancake, sedikit lebih tipis dari yang kamu gunakan.

    Latihan pola tersebut di atas karton sebelum dicoba ke dinding. Jika sudah yakin buatlah pola dengan menyemprotkan lapisan tipis cat dan bentuknya berceceran yang tidak disikat menjadi rata. Gunakan sikat rol untuk tampilan yang lebih bersih.

    4. Tekstur Knockdown

    Teknik untuk mendapat tekstur knockdown sangat umum diterapkan oleh profesional untuk membuat dinding teknik sederhana dan mudah dengan hasil yang cantik.

    Kamu perlu membuat campuran bubuk air dan tekstur memakai hopper lalu menyemprotkannya pada dinding. Setelah itu gunakan alat knockdown untuk membuat tekstur dengan ringan ‘merobohkan’ cat atau lumpur. Alat knockdown adalah alat pembersih yang terbuat dari karet.

    5. Tekstur Pusaran Pasir

    Dinding bertekstur pusaran pasir bisa kamu terapkan dengan campuran pasir dengan membuat lingkaran di dalam pola. Yang harus kamu lakukan dengan tekstur ini dengan cara mengecat dinding memakai lumpur atau primer dengan membuat lingkaran dalam pola yang kamu inginkan. Ketipisan bahan akan mempermudah banyaknya keseragaman.

    6. Tekstur Slap Brush

    Tekstur slap brush mendapat istilah dari membuat tekstur seperti menamparkan kuas ke dinding. Teknik ini biasanya diterapkan baik oleh ahli maupun yang amatir untuk menutupi kesalahan.

    Untuk memulai dengan teknik ini, campuran drywall yang dibutuhkan cukup banyak untuk menghasilkan tekstur ini. Kamu bisa memakai dua cara tergantung preferensi kamu.

    Kamu bisa mencelupkan kuas ke dalam lumpur dengan membuat tamparan lalu mengoleskannya langsung ke dinding, atau kamu bisa melakukan kebalikannya dengan cara mengoleskan lumpur ke dinding terlebih dahulu, lalu menamparnya dengan kuas.

    7. Tekstur Slap Brush Knockdown

    Tekstur slap brush knockdown mengkombinasikan tekstur slap brush dan metode knockdown. Ini bisa disesuaikan dengan preferensi kamu dengan banyak kesalahan.

    Untuk memulainya, kamu bisa menerapkan cara tekstur dinding slap brush. Kemudian, kamu menyelesaikannya dengan teknik knockdown menggunakan sekop.

    Itulah beberapa tekstur dinding dan cara membuatnya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, Cara Pembuatan, dan Tempat Penggunaannya


    Jakarta

    Arsitektur rumah memiliki beragam detail yang memiliki dua peran yakni estetika dan mengokohkan bangunan. Salah satu detail arsitektur yang memiliki dua peran tersebut adalah tali air.

    Bentuk tali air sendiri seperti garis bercelah kecil yang sengaja dibuat saat membangun rumah. Contoh paling mudah untuk melihat tali air terletak pada garis antara bingkai pintu dan dinding.

    Pengertian Tali Air

    Menurut arsitek Denny Setiawan, tali air adalah celah di antara dua permukaan yang sama ataupun berbeda jenis yang ukurannya 1 cm x 1 cm.


    “Tali air hanya sebesar tetesan air yang mengalir. Jadi kan kecil ya. Memang tujuannya ada yang berfungsi sebagai alurnya air, tetapi kebanyakan tali air justru malah adanya di dalam rumah,” katanya saat dihubungi detikProperti pada Kamis (20/6/2024).

    Menurutnya, tali air ukurannya tidak terlalu besar. Untuk bentuknya sendiri bisa lurus ataupun melengkung menyesuaikan kebutuhan.

    Fungsi Tali Air

    Meskipun ukurannya kecil, tetapi tali air memiliki segudang fungsi yang berperan penting terhadap kekokohan struktur rumah, berikut diantaranya.

    1. Pemisah Antara 2 Permukaan

    Tali air dapat memberi batasan antara dua permukaan yang berbeda bahan ataupun yang sejenis.

    “Biasanya tali air itu sebagai pemisah 2 material. Kenapa dipisah? Karena kalau misalnya dipertemukan langsung dan rapat biasanya ada risiko ketidakrapihan akan terlihat,”

    2. Membuat Tampilan Bangunan Lebih Rapih

    Denny mencontohkan tali air yang terletak diantara tembok dan pintu yang salah satu fungsinya ada membuat tampilannya lebih rapih.

    3. Mengatasi Pemuaian dan Penyusutan 2 Material

    Perbedaan material yang dipasang berdekat memungkinkan terjadi penyusutan dan pemuaian. Maka dari itu, diantara kedua material bangunan disisakan ruang kosong seperti tali air agar dua material saat memuai tidak saling merusak.

    4. Mengurangi Risiko Retak Rambut pada Dinding

    Risiko retak rambut pada dinding semakin kecil jika pada dinding dibuatkan tali air karena mungkin saja terjadi pemuaian.

    5. Meminimalisir Kerusakan pada Dinding

    Denny menambahkan dengan dibuat tali air pada struktur rumah, jika terjadi retakan atau kerusakan, yang perlu diperbaiki hanya sebidang kecil di sekitar tali air.

    “Nah dengan kamu batasi tali air kamu mengacinya cuma satu bidang kecil doang,”

    6. Menghemat Biaya dan Perawatannya Lebih Mudah

    Kemudian, dengan tali air, biaya pembuatan serta perawatannya lebih murah dan mudah

    7. Hasil Acian Jadi Lebih Kecil

    Membuat dinding dengan tali air, proses acian akan semakin rapih karena bidang yang diaci tidak terlalu besar.

    8. Menambah Estetika Rumah

    Bentuk tali air yang dibebaskan sesuai keinginan penghuni, dapat menjadi hiasan pada dinding, lantai, hingga plafon rumah yang membuat tampilan hunian tidak monoton.

    Cara Pembuatan Tali Air

    Denny mengungkapkan cara pembuatan tali air biasanya 2 macam yakni secara manual dan memakai aluminium U.

    “Ada beberapa, yang manual dengan acian dibuat lebih masuk. Atau ada beberapa yang tidak yakin membuatnya dengan rapih, biasanya memakai aluminium U,” tuturnya.

    Cara menggunakan aluminium U untuk membuat tali air dengan menempelkan ke dalam dinding yang akan dibentuk. Kelebihannya, dalam tahap finishing jadi lebih rapih. Sementara, dengan cara manual ada risiko bentuknya jadi bergelombang karena gerakan tangan pembuatnya sehingga tidak serasi.

    Tempat Penggunaannya Tali Air

    1. Lantai

    Selain dinding, tali air juga digunakan di lantai. Fungsinya sama seperti di tembok untuk mencegah material rusak saat pemuaian dan penyusutan.

    “Beton ekspos, nut lantai. Kenapa sih harus ada tali air di beton ekspos? Kalau bidangnya terlalu besar akan membuat risiko pecah karena muai susut di lantai beton semakin besar makanya butuh tali air,” jelasnya.

    Denny juga menyebutkan dia menerapkan tali air sebagai pengganti plint lantai.

    “Plint itu kayak di rumah kita ada lapisan keramik yang berdiri di bawah dinding. Nah itu biasanya kadang-kadang kami pakai tali air. Supaya memberikan kesan tidak menempel atau melayang,” lanjutnya.

    2. Plafon

    Tali air di dinding sering disebut rapih tepi. Rapih tepi adalah pengganti list di sekeliling plafon. Sebab, pertemuan antara 2 bahan, belum tentu rata, sementara dengan tali air kelihatannya lebih rapih.

    “Pada desain minimalis orang menghindari desain seperti cornice di plafon,” bebernya.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com