Tag: dinding rumah

  • 5 Kiat Perawatan Dinding Rumah Supaya Bersih dan Mulus


    Jakarta

    Merawat rumah merupakan tanggung jawab bagi penghuni untuk memastikan hunian tetap terjaga dalam keadaan yang baik. Setiap bagian rumah pun perlu dirawat, termasuk atap, jendela, lantai, bahkan tembok rumah.

    Namun, sering kali dinding rumah terlewatkan atau terabaikan untuk dirawat pemilik rumah. Umumnya pemilik rumah merasa cukup dengan menambal dan mengecat tembok saja.

    Padahal, tembok juga berperan dalam melengkapi tampilan rumah agar senantiasa terlihat indah. Dikutip dari CommonFloor, berikut ini kiat-kiat merawat dinding rumah selalu bersih dan mulus.


    1. Cat Ulang Tembok

    Langkah paling mudah untuk memberikan tampilan segar dan baru pada tembok tentunya dengan mengecatnya. Jika tembok terlihat tua dan usang, kamu bisa membuat tampilan baru dengan mengecat ulang dengan warna yang sama ataupun baru.

    Perlu diingat juga untuk membersihkan tembok terlebih dahulu sebelum pengecatan. Pastikan dulu tembok bebas dari debu, sawang, maupun gundukan agar hasil pengecatan lebih sempurna.

    Selain itu, kamu bisa memilih cat yang glossy supaya tembok tampak halus dan berkilau. Jenis cat ini akan mencegah bekas tetesan air dan kotoran mengendap di dinding.

    2. Aplikasikan Plamir Sebelum Pengecatan

    Plamir adalah proses melapisi tembok sebelum mengecat tembok menggunakan campuran kapur, kanji, dan air. Teknik ini merupakan salah satu faktor untuk membuat tembok tampak lebih bagus.

    Teknik ini cukup ekonomis dan higienis serta memberikan tampak baru pada tembok. Kamu bisa menggunakan kuas cat yang besar untuk mengaplikasikan lapisan tebal pada dinding.

    3. Membersihkan Tembok

    Selain untuk higienitas, ternyata tembok juga perlu dibersihkan secara berkala membuat tembok tampak lebih indah dipandang. Namun, ada teknik khusus saat membersihkan tembok tergantung pada jenis cat dan tekstur dinding.

    Sebaiknya berhati-hati agar tidak menggosok dinding terlalu keras supaya tidak menimbulkan noda atau merusak tekstur cat. Kamu bisa menggunakan air sabun cuci piring dengan spons atau tisu bersih untuk membersihkan tembok.

    Selain itu, kamu bisa vakum dinding menggunakan sikat lembut secara berkala untuk membersihkan debu dan sawang.

    4. Perbaiki Penyok dan Goresan

    Meski berbahan kokoh, ada saja alasan yang membuat tembok penyok, tergores, atau berlubang. Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa menjaga jarak furnitur atau barang-barang dari tembok atau memasang bumper karet di belakang furnitur.

    Namun, kalau dinding sudah terlanjur rusak, bisa diperbaiki menggunakan lapisan cat atau plester paris.

    5. Atasi Kelembapan dan Kebocoran Dinding

    Penting sekali memperhatikan dan memperbaiki sumber air yang berdekatan dengan tembok. Jika ada kebocoran air atau saluran yang menyentuh tembok, ada kemungkinan tembok melemah, bahkan roboh.

    Untuk mencegah itu, pastikan setiap pipa air atau saluran pembuangan tidak bocor di dekat fondasi dinding rumah. Selain itu, jangan lupa juga untuk memeriksa pertumbuhan lumut dan segera hilangkan dengan pembersih lumut.

    Begitulah kiat-kiat menjaga dinding rumah agar bersih dan mulus, sehingga tampilan rumah selalu indah. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal 7 Jenis Tekstur Dinding dan Cara Mengaplikasikannya


    Jakarta

    Biasanya dinding rumah berupa permukaan yang halus dan rata. Namun, untuk mendekorasi dinding, kamu bisa berkreasi dengan berbagai tekstur dinding rumah, lho!

    Melansir dari Architectaria, Kamis (20/6/2024) tekstur dinding bukan sekadar pemanis saja, tetapi dapat membantu menyembunyikan kesalahan arsitektur juga. Daripada mengeluarkan dana lebih untuk perbaikan, lebih baik membiarkan dinding atau plafon memiliki pola tekstur yang menarik.

    Untuk membuat tekstur pada dinding, tentu dibutuhkan teknik dan keahlian khusus. Yuk, simak jenis-jenis tekstur dinding dan cara membuatnya di sini.


    7 Jenis Tekstur Dinding

    1. Tekstur Sisir

    Dinding dengan tekstur sisir berbentuk seperti helaian rambut. Tekstur ini menggunakan teknik khusus, yakni dengan membuat serangkaian pola pelangi yang berulang pada dinding kering dan merupakan salah satu teknik tekstur yang lebih sederhana.

    Metode ini memerlukan compound drywall, roller, dan sekop berlekuk

    Cara membuat tekstur sisir dengan mengaplikasikan compound drywall ke dinding menggunakan roller, lalu gunakan gigi trowel untuk mengaplikasikan garis secara perlahan seperti menyisir pada compound basah. Biarkan tekstur mengering selama 24 jam sebelum cat dasar dan pengecatan.

    2. Tekstur Popcorn

    Tekstur popcorn memiliki bentuk seperti kumpulan jagung berondong dan penerapan dinding ini memberikan tampilan klasik di tahun 70an dan masih banyak yang menerapkan ini di banyak rumah terkini.

    Tekstur ini terkenal karena bagus dalam menyembunyikan ketidaksempurnaan dan bahkan dapat membantu membuat insulasi suara antara lantai dan dinding. Apalagi tekstur ini bisa banyak yang suka karena kamu bisa terapkan sendiri. Pada tekstur ini kamu hanya perlu semprotan plafon popcorn dan campuran air lalu semprotkan ke dinding.

    tekstur dindingtekstur dinding Foto: tekstur dinding

    3. Tekstur Kulit Jeruk

    Seperti namanya, tekstur kulit jeruk berbentuk seperti kulit jeruk. Permukaan dinding ini halus dan bergelombang dan memberikan kesan sederhana namun berbeda

    Untuk metode kulit jeruk, kamu memerlukan hopper (atau penyemprot) untuk menyemprotkan plester. Lalu, compound menjadi seperti adonan pancake, sedikit lebih tipis dari yang kamu gunakan.

    Latihan pola tersebut di atas karton sebelum dicoba ke dinding. Jika sudah yakin buatlah pola dengan menyemprotkan lapisan tipis cat dan bentuknya berceceran yang tidak disikat menjadi rata. Gunakan sikat rol untuk tampilan yang lebih bersih.

    4. Tekstur Knockdown

    Teknik untuk mendapat tekstur knockdown sangat umum diterapkan oleh profesional untuk membuat dinding teknik sederhana dan mudah dengan hasil yang cantik.

    Kamu perlu membuat campuran bubuk air dan tekstur memakai hopper lalu menyemprotkannya pada dinding. Setelah itu gunakan alat knockdown untuk membuat tekstur dengan ringan ‘merobohkan’ cat atau lumpur. Alat knockdown adalah alat pembersih yang terbuat dari karet.

    5. Tekstur Pusaran Pasir

    Dinding bertekstur pusaran pasir bisa kamu terapkan dengan campuran pasir dengan membuat lingkaran di dalam pola. Yang harus kamu lakukan dengan tekstur ini dengan cara mengecat dinding memakai lumpur atau primer dengan membuat lingkaran dalam pola yang kamu inginkan. Ketipisan bahan akan mempermudah banyaknya keseragaman.

    6. Tekstur Slap Brush

    Tekstur slap brush mendapat istilah dari membuat tekstur seperti menamparkan kuas ke dinding. Teknik ini biasanya diterapkan baik oleh ahli maupun yang amatir untuk menutupi kesalahan.

    Untuk memulai dengan teknik ini, campuran drywall yang dibutuhkan cukup banyak untuk menghasilkan tekstur ini. Kamu bisa memakai dua cara tergantung preferensi kamu.

    Kamu bisa mencelupkan kuas ke dalam lumpur dengan membuat tamparan lalu mengoleskannya langsung ke dinding, atau kamu bisa melakukan kebalikannya dengan cara mengoleskan lumpur ke dinding terlebih dahulu, lalu menamparnya dengan kuas.

    7. Tekstur Slap Brush Knockdown

    Tekstur slap brush knockdown mengkombinasikan tekstur slap brush dan metode knockdown. Ini bisa disesuaikan dengan preferensi kamu dengan banyak kesalahan.

    Untuk memulainya, kamu bisa menerapkan cara tekstur dinding slap brush. Kemudian, kamu menyelesaikannya dengan teknik knockdown menggunakan sekop.

    Itulah beberapa tekstur dinding dan cara membuatnya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Hilangkan Coretan di Dinding Rumah


    Jakarta

    Adanya coretan di dinding, baik dari krayon, spidol, maupun tinta bisa merusak estetika ruangan. Kejadian tersebut kerap terjadi apabila ada anak-anak di rumah.

    Namun kamu tidak perlu pusing kalau ada coretan di dinding. Sebab, ada berbagai cara untuk membersihkannya. Berikut ini adalah tipsnya.

    Cara Membersihkan Coretan di Dinding

    Pakai Pasta Gigi

    Kandungan abrasif ringan dalam pasta gigi dapat membantu mengikis noda tanpa merusak permukaan dinding. Cara menggunakannya pun cukup mudah. Pertama, oleskan sedikit pasta gigi langsung pada area yang terkena coretan.


    Kemudian, gosok secara lembut dengan kain atau spons basah hingga coretan mulai memudar. Setelah coretan hilang, bersihkan sisa pasta gigi dengan kain bersih yang telah dibasahi air.

    Baking Soda dan Air

    Baking soda, yang dikenal sebagai bahan pembersih alami, juga sangat efektif untuk menghilangkan coretan di dinding. Kamu hanya perlu mencampurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta.

    Oleskan pasta ini pada area yang tercoret, kemudian gosok dengan gerakan melingkar menggunakan kain atau spons. Setelah noda hilang, bersihkan sisa baking soda dengan kain lembab hingga bersih. Cara ini sangat cocok untuk coretan yang tidak terlalu dalam dan tidak membekas lama.

    Pakai Cuka Putih

    Cuka putih memiliki sifat asam yang efektif untuk memecah dan menghilangkan noda yang cukup membandel. Untuk menggunakannya, campurkan cuka putih dengan air dalam perbandingan yang sama.

    Celupkan kain atau spons ke dalam campuran tersebut, lalu gosokkan pada area yang terkena coretan. Proses ini mungkin membutuhkan beberapa kali aplikasi, tergantung pada seberapa kuat noda yang ingin dihilangkan. Setelah coretan hilang, bilas area tersebut dengan kain bersih yang lembab untuk menghilangkan sisa cuka.

    Selain dengan menggunakan cara-cara di atas, kamu juga bisa menggunakan beberapa tips berikut ini. Beberapa cara ini bisa membantu memudarkan coretan di dinding.

    Pertama, uji dulu bahan pembersih pada area kecil dan tersembunyi di dinding. Ini dilakukan untuk memastikan bahan yang digunakan tidak akan merusak cat atau permukaan dinding.

    Kedua, saat membersihkan dinding hindari menggosok terlalu keras karena ini dapat merusak cat atau membuat noda semakin menyebar. Cukup gosok secara lembut dan perlahan.

    Ketiga, kamu bisa coba menggunakan penghapus ajaib (magic eraser) yang banyak tersedia di pasaran. Produk ini sangat efektif untuk menghilangkan berbagai jenis noda tanpa memerlukan bahan tambahan. Basahkan dengan sedikit air pada penghapus ajaib dan gosok perlahan pada coretan dinding.

    Jika cara-cara tersebut masih belum mampu menghilangkan coretan, maka perlu dilakukan pengecatan ulang. Pengecatan ulang adalah pilihan yang baik jika noda terlalu membandel dan tidak bisa diatasi dengan pembersihan biasa. Proses pengecatan dinding cukup sederhana, namun kualitas hasilnya memiliki beberapa faktor penentu.

    “Perhatikan ukuran permukaan dinding dan perbedaan jenis cat. Jika tidak menemukan jenis cat, pilih yang paling mendekati dengan warna dinding awal. Dan yang paling penting adalah keterampilan tukang bangunan yang melakukan pengecatan. Walau seperti sederhana, namun proses pengecatan dinding lumayan kompleks,” kata PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander Samosir dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (31/8/2024).

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan coretan pada dinding di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rumah Kamu Retak? Begini Cara Atasinya



    Jakarta

    Tembok retak di rumah memang sangat mengganggu dan bisa menurunkan nilai estetika pada rumah. Tembok yang retak juga dapat meningkatkan risiko kerusakan struktur bangunan secara keseluruhan. Sebaiknya tembok yang retak jangan diabaikan dan harus segera di perbaiki agar tidak sampai merembet pada kerusakan struktur bangunan.

    Sebelum melakukan perbaikan, penting untuk memahami penyebab retak. Beberapa penyebab umumnya adalah pergeseran tanah, akibat fondasi yang tidak stabil ataupun perubahan kondisi tanah.

    Kamu juga dapat melihat kondisi kelembapan tanah yang berlebih, apakah ada kebocoran air yang dapat menyebabkan kerusakan pada dinding, kesalahan dalam konstruksi juga dapat merusak fondasi pada dinding.


    Jika ada retakan kecil pada dinding gunakan dempul untuk menutup ratakan, lalu amplas sampai halus setelah kering, dan cat ulang dari awal, namun ketika retakan pada dinding itu besar atau struktural, kamu dapat memeriksa penyebab terjadinya retakan besar tersebut apakah ada masalah pada pondasi atau kelembapan yang berlebih.

    Melansir buildbetterhouse.com, Selasa (11/9/2024), mempelajari cara memperbaiki bagian yang rusak ini tidak hanya dapat meningkatkan tampilan ruang tempat tinggal anda, tetapi juga membantu kamu mengatasi potensi masalah yang mendasarinya.

    Jika kamu sudah menerapkan semua langkah-langkah tersebut tetapi dinding tak kunjung benar maka kamu bisa sewa tenaga profesional. Namun kamu juga bisa melakukan pencegahan keretakan pada dinding dengan melakukan perawatan secara berkala.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Jamur di Dinding yang Subur Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Dinding rumah akan mudah ditumbuhi jamur saat musim hujan seperti saat ini. Penyebabnya karena kondisi ruangan lebih lembap saat musim hujan.

    Jika ini terjadi di rumah, kamu perlu melakukan tindakan. Sebab jamur yang tumbuh di dinding bisa membahayakan kesehatan. Selain itu tentu merusak estetika rumah.

    Dikutip dari Medical News Today, jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang-layang di udara. Spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Spora dengan mudah tumbuh menjadi jamur di tempat dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Contohnya di sekitar kebocoran pada atap, jendela, atau pipa, serta di tempat yang pernah terkena banjir. Jamur juga bisa tumbuh dengan baik di sekitar benda-benda dari kertas, kardus, dan kayu.

    Jamur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi orang-orang yang memiliki alergi, penyakit pernapasan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jamur bisa menjadi racun bagi pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki asma atau kondisi paru-paru kronis. Selain itu, jamur juga bisa memicu terjadinya gejala alergi, seperti pilek dan demam. Beberapa jenis jamur, seperti Aspergillus, bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu aspergilosis.

    Melansir situs Center for Disease Control and Prevention Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, jamur dalam ruangan yang paling umum adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus.

    Jamur akan lebih mudah tumbuh saat musim hujan yang menyebabkan kelembapan meningkat. Maka dari itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif untuk menanggulangi pertumbuhan jamur di dinding rumah.

    Tips Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah saat Musim Hujan

    Melansir dari situs Bishop Clean Care, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah saat musim hujan.

    1. Pastikan Rumah dalam Kondisi Kering

    Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan dinding rumah dalam kondisi kering atau tidak lembap. Periksa secara berkala area yang sering menjadi tempat berkumpulnya air atau kondensasi, seperti kulkas, tangki air, jendela, dan ruang bawah tanah.

    Pastikan untuk segera mengeringkan setiap kelembapan yang kamu temukan. Lakukan pemeliharaan rutin untuk mencegah kelembapan lebih lanjut.

    2. Pantau Kelembapan di Rumah

    Kelembapan tinggi adalah penyebab umum pertumbuhan jamur. Kamu bisa membeli alat pengukur kelembaban atau humidity monitor untuk memastikan tingkat kelembaban rumah tetap rendah. Hal ini akan membantumu mengidentifikasi area yang berpotensi menjadi tempat subur bagi jamur dan mengambil langkah preventif sebelum masalah muncul.

    3. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Ventilasi yang baik adalah kunci untuk menghindari udara lembap terperangkap di dalam rumah. Periksa saluran ventilasi untuk memastikan tidak ada yang terhalang sehingga udara bisa beredar dengan baik. Dengan optimalisasi ventilasi, kelembapan bisa dikurangi dan area basah di rumah akan lebih cepat mengering.

    4. Alihkan Kelembapan dari Luar Rumah

    Jangan lupakan kelembapan dari luar rumah yang juga bisa menyebabkan masalah jamur. Perbaiki atap yang bocor, bersihkan saluran air hujan secara teratur, dan hindari genangan air di sekitar fondasi rumah. Dengan mengalihkan kelembapan dari luar, kamu bisa mencegah masalah jamur sebelum mereka muncul.

    5. Gunakan Produk Tahan Jamur

    Sebagai langkah preventif, pertimbangkan untuk menggunakan produk tahan jamur dalam pembangunan atau renovasi rumah. Mulai dari kayu, cat, isolasi, hingga bahan bangunan penting lainnya, pilih material yang dirancang khusus untuk mencegah pertumbuhan jamur.

    Demikianlah tips mencegah jamur tumbuh di dinding rumah saat musim hujan. Dengan menerapkan tips ini, kamu bisa menjaga rumah bebas dari jamur yang tidak diinginkan, terutama saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Area Rumah yang Wajib Dilindungi Cat Antibocor


    Jakarta

    Dinding rumah perlu dilapisi dengan cat waterproof. Cat satu ini jenisnya berbeda dengan cat dinding biasa karena dapat tahan air, melindungi dari kebocoran, mencegah menggelembung, warna pudar, dan terkelupas saat terkena air.

    Cat yang juga bisa disebut dengan cat antibocor ini biasanya harganya lebih mahal dari cat biasa. Namun, tidak perlu khawatir soal modal yang perlu disiapkan karena tidak semua bagian rumah harus memakai cat waterproof.

    Dilansir Angi, berikut beberapa ruangan yang paling disarankan untuk dilapisi dengan cat waterproof.


    1. Dinding Eksterior

    Dinding eksterior adalah dinding yang berada di luar rumah seperti fasad. Dinding eksterior harus memakai jenis cat yang berbeda dengan interior. Sebab, dinding luar akan mengalami perubahan suhu seperti dari panas ke dingin atau dari kering ke lembap. Kondisi ini bisa memicu tumbuhnya jamur, pudarnya warna cat, dan perubahan tekstur cat tersebut. Oleh karena itu, cat waterproof sangat dibutuhkan untuk dinding bagian luar rumah.

    2. Kamar Mandi

    Ruangan selanjutnya yang dindingnya harus mendapatkan perlindungan ekstra adalah kamar mandi. Meskipun dinding ini tidak terkena sinar matahari langsung atau pun dihantam air hujan, tetapi ruangan ini merupakan area basah. Kelembapan sering menjadi masalah di ruangan ini dan dapat memicu cat dinding rusak. Untuk mencegah hal tersebut, disarankan untuk menggunakan cat waterproof.

    3. Kolam Renang

    Biasanya kolam renang permukaannya menggunakan keramik sehingga perawatannya mudah. Namun, ada bagian kolam renang yang lebih bagus dilapisi cat. Mengingat permukaan di sekitar kolam renang bisa cepat basah, cat yang digunakan harus waterproof agar tidak timbul gelembung dan bisa tahan lama.

    4. Dapur

    Selain kamar mandi, dapur juga tempat yang mudah lembap. Di sini terciptanya panas dari kompor dan dingin dari keran air. Dapur bisa bertambah lembap apabila ditemukan pipa-pipa yang digunakan ternyata ada yang bocor.

    Hati-hati, kondisi ini mudah membuat warna cat dinding pudar dan muncul bintik-bintik hitam atau putih yang merupakan jamur. Untuk menghindari hal tersebut, disarankan untuk memakai cat waterproof.

    5. Lantai Garasi

    Garasi biasanya selalu dalam keadaan tertutup dengan minim ventilasi. Hal ini yang membuat garasi sering berbau karena muncul spot-spot jamur di area yang lembap. Kondisi seperti ini mudah membuat cat dinding berubah kusam. Bagi yang lantai garasinya hanya terbuat dari beton atau semen tanpa keramik, kamu bisa melapisinya dengan cat waterproof. Jenis cat dinding ini selain tahan terhadap air juga tidak mudah luntur terkena oli atau zat kimia lainnya.

    Kekurangan Cat Dinding Waterproof

    Selain kegunaannya yang bisa melindungi dinding rumah, cat waterproof juga memiliki kekurangan, berikut di antaranya.

    1. Berpotensi Terjadi Kebocoran

    Meskipun namanya cat antibocor, tetapi mungkin saja cat waterproof mengalami kebocoran. Jika kamu menemukan kondisi seperti ini, harus dilakukan pengecekan dahulu. Bisa jadi sumber masalahnya bukan dari cat tetapi mungkin ada masalah pada rumah seperti kebocoran, rembes, atau retakan yang belum ditutupi dengan baik.

    2. Harganya Mahal

    Seperti yang disebutkan sebelumnya cat waterproof biasanya lebih mahal dari jenis cat lainnya karena memiliki keunggulan tersendiri. Kisaran harga cat waterproof jika di 2025 dilihat dari beberapa situs online mulai dari Rp 60 ribuan hingga Rp 4 jutaan tergantung pada merek dan berat isinya.

    3. Sulit Diaplikasikan ke Dinding

    Pengecatan cat waterproof harus diaplikasikan berlapis-lapis. Selain itu, beberapa jenis cat waterproof berbau yang menyengat sehingga saat kamu melapisi cat dinding ke dinding rumah perlu menggunakan masker dan memastikan terdapat ventilasi di ruangan tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior buat Dinding Rumah


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kamu perlu membedakan penggunaan cat untuk interior dan eksterior rumah. Walaupun sama-sama cairan pigmen, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi dinding.

    Cat interior digunakan pada bagian dalam rumah, seperti kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang agar tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban.

    Sementara itu, cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar rumah. Cat ini lebih tahan dengan berbagai kondisi alam seperti hujan, angin, dan perubahan cuaca.


    Lantas, apa saja perbedaan cat interior dan eksterior? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint.

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Inilah perbedaan antara cat interior dan eksterior yang perlu kamu tahu agar tidak salah pakai.

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Cat interior dan eksterior memiliki perbedaan pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Oleh karena itu, cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan matte atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik, sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Cara mengaplikasikan kedua jenis cat tersebut juga berbeda. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Selanjutnya, jangka waktu untuk proses pengeringan kedua cat tersebut pun berbeda. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Harga cat eksterior biasanya lebih mahal dibandingkan cat interior. Sebab, cat eksterior mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    Itulah perbedaan cat interior dan eksterior buat dinding rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Kotor gegara Coretan Krayon? Coba Bersihkan Pakai 6 Bahan Ini


    Jakarta

    Orang tua pasti pernah mendapati dinding rumahnya kotor akibat coretan krayon. Biasanya hal ini terjadi pada keluarga yang memiliki anak kecil usia 10 bulan hingga 4 tahun yang tengah aktif belajar warna, menggambar, dan mencoret-coret.

    Anak-anak tersebut pasti sudah diingatkan untuk mencoret di kertas gambar atau media yang mudah dihapus. Namun, anak-anak kerap penasaran dengan sekitarnya. Melihat dinding yang polos seperti kertas, mereka merasa bisa mencoret di sana.

    Apabila kalian mengalami hal seperti ini, tenang, biarkan anak-anak mencoret-coret sepuasnya. Sebab, krayon sebenarnya bisa dihilangkan, bahkan tanpa harus membeli cat baru untuk menutupi nodanya. Pastikan dahulu, krayon yang dibeli memang mudah dihapus. Biasanya di kemasannya terdapat label “washable” atau “erasable”.


    Dilansir The Spruce, berikut beberapa bahan yang bisa digunakan untuk menghapus krayon di dinding.

    Cara Menghilangkan Noda Krayon Di Dinding

    1. Spons Melamin atau Magic Spons

    Saat ini ada produk bernama spons melamin atau sering juga disebut dengan magic spons. Benda satu ini benar-benar seperti namanya bisa menghilangkan noda-noda membandel seperti sulap. Bahan yang dipakai oleh spons ini memiliki bahan abrasif mikroskopis yang membuatnya berfungsi seperti amplas yang sangat halus saat basah sehingga bisa menghapus noda krayon.

    Spons satu ini cocok untuk membersihkan noda krayon pada dinding dengan finishing glossy atau satin. Cat dengan finishing matte bisa gampang rusak oleh pembersih ini.

    Cara memakainya adalah dengan membasahi spons dengan air lalu gosokkan dengan lembut pada noda. Saat nodanya hilang, jangan gosok lagi dinding tersebut karena dapat merusak dinding.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bisa menghilangkan noda krayon di dinding. Sebab, cara kerjanya di dalam cuka putih mengandung asam yang dapat mengurai lilin dan pigmen pada krayon. Saat membersihkannya, kamu juga tidak perlu menggosok terlalu keras.

    Cara memakainya dengan memasukkan cuka putih ke dalam air, lalu bersihkan noda krayon memakai sikat gigi bersih. Apabila tidak ada sikat gigi, bisa juga gunakan kain mikrofiber.

    3. Odol

    Bahan selanjutnya yang bisa untuk membersihkan noda krayon pada dinding adalah odol. Dalam odol terdapat bahan abrasif yang bisa membersihkan noda. Namun, perhatikan jenis odolnya. Pastikan memakai jenis odol putih biasa, tidak berwarna, tidak mengandung gel gar tidak mengotori dinding.

    Cara membersihkannya cukup dengan memakai sedikit odol ke jarimu, lalu gosokkan ke noda. Ambil sikat gigi lalu gosok noda tersebut hingga menghilang. Bersihkan sisa odol dengan kain lembab, lalu biarkan dinding mengering.

    4. Pengering Rambut

    Selain bahan yang abrasif, ternyata panas dari pengering rambut juga bisa membersihkan noda krayon pada dinding. Sebab, panas tersebut dapat melelehkan lilin pada krayon. Pastikan suhu pengering rambut yang digunakan rendah agar tidak merusak dinding. Setelah lilin mulai meleleh, bersihkan dengan tisu kertas. Lakukan ini dengan cepat agar nodanya tidak menetes dan melebar ke mana-mana.

    5. Soda Kue

    Selain cuka putih, soda kue juga ampuh membersihkan noda krayon pada dinding. Tambahkan beberapa sendok makan soda kue ke dalam mangkuk kecil, lalu tambahkan air secukupnya untuk membuat campuran kental dan konsistensinya seperti odol. Lalu, ambil lap basah untuk menggosok dinding yang terkena noda krayon secara lembut. Setelah krayon hilang, bersihkan area tersebut dengan lap basah dan biarkan mengering.

    6. Kaos dan Setrika

    Cara ini hampir mirip dengan pengering rambut. Panas dapat melelehkan lilin pada krayon. Namun, panas tersebut tidak boleh terkena langsung pada dinding, nanti cat dapat mengelupas. Oleh karena itu, harus memakai kaos atau kain yang tidak begitu tipis sebagai bantalan. Letakkan kain tersebut di atas noda krayon, gunakan serika dengan api sedang di atas noda untuk melelehkan dan mengangkatnya dari dinding ke kain.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Retak Rambut Tak Boleh Dianggap Sepele, Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Retak rambut adalah sebutan untuk garis-garis kecil karena retakan yang muncul di dinding. Jika dilihat dari dekat, retak rambut juga membuat lubang tipis pada dinding. Ukurannya bermacam-macam, ada yang kecil dan pendek, ada pula yang kecil panjang.

    Munculnya retak rambut bukan disebabkan dari getaran atau pergerakan berskala besar, melainkan berasal dari kesalahan pada saat pembangunan. Jadi retak rambut sebenarnya bisa dicegah sebelum rumah benar-benar selesai dan dihuni.

    Dilansir unggahan akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut penyebab munculnya retak rambut di dinding.


    Penyebab Retak Rambut pada Dinding Rumah

    1. Plester

    Proses pembuatan dinding yang tepat dan kokoh melalui beberapa tahapan, bukan hanya menumpuk bata dengan semen. Salah satunya adalah melakukan plester. Tahapan ini merupakan melapisi susunan batu yang sudah selesai ditumpuk sehingga batu-batu tersebut tidak lagi terlihat.

    Retak rambut bisa muncul karena kesalahan pada proses ini. Biasanya karena lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sampai tidak ada kelembapan meski sedikit. Akibatnya acian tidak bisa menempel dengan sempurna sehingga tercipta retak rambut pada dinding.

    2. Acian

    Acian adalah tahap kedua dari pembuatan dinding setelah diplester. Seperti yang dijelaskan sebelumnya apabila plester terlalu kering, acian juga tidak dapat menempel. Dari sana muncul retak-retak halus yang tidak dapat ditutup dengan cara ditimpa cat dinding. Apabila plesternya sudah aman, retak rambut juga tetap akan muncul karena pengacian dilakukan sebelum plester kering.

    3. Cat

    Cat adalah proses terakhir pada saat memoles dinding. Apabila di bagian plester dan acian tidak bagus, cat dinding tidak dapat menyamarkan hal tersebut kecuali dinding dipasang plester atau penutup yang tidak melekat pada dinding. Selain itu, untuk mencegah munculnya retak rambut, dibutuhkan pula cat yang berkualitas sehingga setiap lapisan dapat merekat dengan pada dinding rumah.

    4. Perubahan Cuaca

    Pemicu retak rambut ternyata bukan hanya pada kesalahan pembangunan. Cuaca juga bisa menyebabkan retak rambut karena perubahan cuaca juga menyebabkan perubahan suhu. Material sangat sensitif pada perubahan cuaca dan material yang mengalami pemuaian dan penyusutan dapat memicu retakan halus.

    5. Permukaan Tanah

    Kemudian, adanya pergerakan tanah juga dapat menyebabkan retak rambut. Pergerakan tanah merupakan kondisi alam. Sebenarnya sebaiknya menghindari membangun rumah di lokasi ini karena cukup berbahaya, tetapi terkadang masyarakat tidak memeriksa dan baru menyadari setelah retak pada bangunan semakin banyak. Pergerakan tanah tidak hanya menimbulkan retak rambut, tetapi bisa merambah ke tahap yang lebih parah yakni merobohkan fondasi rumah hingga rata dengan tanah.

    Cara Mengatasi Retak Rambut pada Dinding Rumah

    Retak rambut masih bisa diperbaiki walaupun ditemukannya setelah rumah dihuni. Berikut penjelasannya.

    1. Kerik Lapisan Cat

    Untuk memperbaiki retak halus, prosesnya harus dikerjakan dari awal yakni memperbaiki kondisi plesteran. Maka, cat dinding harus dibersihkan dengan alat bernama kape atau larutan perusak cat.

    2. Amplas Permukaan Dinding

    Selanjutnya, permukaan dinding bisa dihaluskan menggunakan amplas. Haluskan dinding sampai material pelapis dindingnya hilang.

    3. Isi Celah yang Retak

    Dinding yang sudah tidak ada lapisan catnya tadi akan dilapisi dengan wall sealer. Bagian ini, perlu dilakukan oleh tenaga profesional agar ketebalannya benar. Pastikan lapisan wall sealer ini sudah kering sebelum masuk ke tahap selanjutnya.

    4. Tambahkan Cat Kembali

    Jika wall sealer telah kering, dinding bisa dicat kembali sesuai warna yang diinginkan. Aplikasikan cat dengan rapi dan pastikan wall sealer maupun noda bekas retakan lainnya tertutupi.

    Selain itu, retak rambut juga dapat diatasi dengan tindakan lain seperti perbaikan struktur bangunan jika penyebabnya adalah kegagalan struktur bangunan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Cat Dinding Rumah Lembap dan Mengelupas


    Jakarta

    Dinding rumah perlu dicat agar hunian terlihat lebih berwarna dan estetis. Akan tetapi, dinding rumah bisa saja mengalami kelembapan tinggi sehingga interior rumah terlihat kusam.

    Jika dinding rumah sudah lembap, maka cat yang menempel di tembok dapat terkelupas. Lalu, muncul seperti benjolan dari dalam dinding yang membuat interior rumah jadi terlihat jelek.

    Untuk mencegah hal tersebut, detikers perlu tahu apa saja penyebab cat dinding rumah lembap dan mengelupas. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Cat Dinding Lembap dan Mengelupas

    Ada sejumlah penyebab cat dinding rumah mengalami lembap hingga mengelupas. Dilansir situs Home Building and Renovating, berikut penyebabnya:

    1. Kondensasi

    Faktor utama cat dinding lembap dan mengelupas karena mengalami kondensasi. Perlu diketahui, kondensasi bisa terjadi ketika udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Saat udara mendadak dingin secara cepat maka memicu terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya akan menjadi lembap.

    Jika kondensasi ini terus dibiarkan bisa menyebabkan masalah lain yang lebih parah, seperti cat dinding mengelupas dan muncul jamur hitam (black mold) di dinding hingga langit-langit rumah.

    2. Dinding Retak

    Adanya dinding retak di rumah juga bisa menjadi penyebabnya. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Kondisi itu membuat kelembapan dapat masuk ke dinding lewat celah retakan. Lalu, air yang masuk ke dalam dinding tidak bisa keluar lagi, sehingga menyebabkan bercak lembap di dinding bagian dalam.

    3. Ada Pipa Air yang Bermasalah

    Faktor lainnya disebabkan oleh masalah pada sejumlah pipa air rumah yang bocor. Terkadang, beberapa penghuni rumah menganggap sepele masalah ini karena air yang menetes dalam jumlah kecil.

    Padahal, jika pipa bocor didiamkan selama berbulan-bulan bisa menimbulkan masalah besar, salah satunya dinding menjadi lembap. Soalnya, tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai dinding bisa memicu kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    Dalam jangka waktu lama, kelembapan pada dinding akibat pipa air bocor dapat merusak struktur rumah. Kondisi itu menyebabkan korosi pada material bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen.

    4. Perubahan Suhu Ekstrem

    Perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem juga bisa memicu kelembapan pada cat dinding hingga akhirnya mengelupas. Ketika suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin bisa menyebabkan cat dinding rusak. Alhasil, cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Demikian empat penyebab cat dinding rumah mengalami lembap dan mengelupas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com