Tag: dingin

  • 5 Cara Bikin Kamar Lebih Sejuk dan Nyaman buat Tidur Tanpa AC


    Jakarta

    Cuaca panas bisa mengganggu aktivitas tidur di malam hari. Mungkin kamu merasa tidak nyaman karena kamar tidur terlalu hangat.

    AC tentu bisa menjadi penyelamat di kondisi seperti ini. Namun, tanpa menggunakan AC pun kamu masih bisa mengakali kamar tidur supaya mendapat kesejukan di tengah panasnya udara di malam hari.

    Melansir dari HealthPartners, Jumat (17/5/2024) berikut ini cara membuat kamar tidur lebih sejuk tanpa AC.


    Tips Bikin Kamar Tidur Sejuk

    1. Ganti Selimut dan Seprai

    Kalau tidur tanpa selimut terasa kurang lengkap, maka saat cuaca panas gunakan kain tipis saja. Lalu, kamu bisa mengganti seprai bantal dan kasur dengan bahan yang lebih adem seperti katun dan linen.

    Bahkan, kamu bisa menyimpan kain itu di kulkas beberapa saat sebelum dipasang. Cara ini menjadi alternatif buat mendapatkan sensasi lebih dingin di tempat tidur.

    2. Gel Pendingin

    Kamu bisa membeli bantalan berisi gel pendingin, lalu menyimpannya di kulkas sebelum tidur. Taruh gel pendingin ini di tempat tidur agar kasur terasa dingin atau tempelkan pada tubuh sembari tidur.

    3. Tidur di Bawah

    Apabila memiliki rumah bertingkat, kamu bisa sementara waktu tidur di kamar lantai bawah karena hawa panas cenderung menguap ke atas. Kamu juga bisa coba tidur di lantai kamar menggunakan matras.

    4. Kipas Angin

    Kipas angin bisa jadi alternatif bagus kalau nggak ada AC. Selain mendapat hembusan angin yang adem, kipas angin memicu sirkulasi udara dan suara yang bikin tidur lebih nyenyak.

    Namun, pastikan arah angin tidak langsung mengenai badan, melainkan dipantulkan ke tembok.

    5. Tutup Jendela dan Gorden di Siang Hari

    Kalau tidak ada angin segar yang masuk melalui jendela di siang hari, lebih baik tutup jendela dan gorden. Cara ini mencegah masuknya hawa panas dari luar rumah. Lalu, buka lagi jendela di malam hari ketika suhu sudah dingin.

    Begitulah cara bikin kamar tidur lebih sejuk supaya bisa tidur nyenyak di malam hari tanpa AC. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Penyebab Kulkasi Menjadi Tidak Dingin


    Jakarta

    Kulkas adalah alat elektronik untuk menjaga makanan, sayur hingga buah-buahan agar tetap segar. Suhu dingin di dalam kulkas menjaga agar makanan tak cepat basi.

    Namun, masalah akan datang saat kulkas menjadi tidak dingin. Jangan panik, ada beberapa alasan kulkas menjadi tidak dingin jadi kita tahu bagaimana memperbaikinya.

    Dikutip dari Better Homes and Gardens, ini alasan kulkas tidak dingin.


    1. Pengaturan Suhu yang Tidak Tepat

    Penyebab kulkas nggak dingin dengan baik adalah pengaturan suhu. Periksa pada kontrol pengatur suhu untuk menentukan suhu yang disetel di kulkas. Pastikan juga pada bagian freezer. Jika suhu terlalu tinggi, atur suhunya untuk memastikan makanan dan minuman di dalam kulkas tetap dingin. Setelah suhu diubah, tunggu sekitar 24 jam agar suhu di dalam kulkas menjadi stabil.

    2. Isi Kulkas Terlalu Penuh dan Berantakan

    Jika isi kulkas terlalu penuh, kulkas akan kesulitan untuk mengatur suhu. Apalagi kalau isinya berantakan dan barang ditumpuk sembarangan maka bisa berdampak pada pengoperasian mesin pendingin. Kamu harus mengurangi jumlah makanan, minuman, dan barang lain yang disimpan di kulkas tetapi jangan juga dibiarkan kosong. Jadi sebaiknya, isi kulkas sekitar setengah hingga tiga perempatnya agar proses pendinginan lebih optimal.

    3. Ventilasi Udara Terhalang

    Udara dingin yang dihasilkan kulkas harus dapat mengalir ke kompartemen tertutup pada freezer dan bagian dalam kulkas. Jika ventilasi udara di dalam kulkas terhalang oleh makanan atau minuman maka akan menghambat efisiensi dalam pendinginan. Selain itu, Jika ventilasi udara kotor, tertutup es dan tumpahan makanan maka dapat menghalangi keluarnya udara sejuk ke bagian dalam kulkas. Untuk mengatasi masalah ini, bersihkan ventilasi udara dan tata ulang isi kulkas dan pastikan tak ada yang menghalangi ventilasi udara.

    4. Kumparan Kondensor Kotor

    Kumparan kondensor terletak di bagian belakang kulkas dan merupakan komponen kunci dalam proses pendinginan. Jika kumparan kondensor tertutup kotoran maka kumparan tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan berkurangnya proses pendinginan.

    5. Permukaan Tidak Rata

    Jika kulkas tidak berada pada permukaan rata, maka dapat mempengaruhi fungsi kulkas. Pintu kulkas mungkin tidak dapat ditutup dengan benar atau saklar pintu tidak berfungsi dengan benar, sehingga menyebabkan masalah pada pendinginan. Atasi masalah ini dengan menyesuaikan kaki di bagian bawah untuk menambah atau mengurangi ketinggian setiap sudut. Kulkas harus benar-benar rata dari sisi ke sisi, tetapi dari depan ke belakang, kulkas harus dimiringkan sekitar 1/4 inch ke arah belakang untuk membantu pintu menutup dengan benar.

    6. Segel Karet Pintu Kulkas Kotor atau Rusak

    Pintu kulkas memiliki segel yang membantu mencegah udara dingin merembes keluar dari dalam kompartemen. Jika segel pada pintu terlalu kotor, aus, atau rusak, hal tersebut dapat menyebabkan pintu tidak dapat menutup dengan benar, sehingga menyebabkan kebocoran udara dingin dari kulkas dan mengurangi kemampuan pendinginan. Jika segel kotor kamu bisa membersihkannya dengan kain lembab dan sabun cuci piring. Namun, jika segel sudah aus atau rusak parah kamu harus menggantinya dengan yang baru.

    7. Kurang Suplai Listrik

    Jika kulkas tidak mendapat aliran listrik yang cukup maka nggak bisa mempertahankan pendinginan. Cek bagian belakang kulkas untuk menemukan stekernya dan pastikan sudah terpasang dengan benar. Jika kulkas nggak dingin dan lampu mati meskipun alat sudah tersambung ke stopkontak, maka kulkas tidak menerima aliran listrik.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Makin Panas gegara Equinox, Ini 8 Cara Rumah Adem Tanpa AC


    Jakarta

    Saat cuaca panas, banyak orang mencari cara untuk membuat rumah adem bahkan tanpa menggunakan pendingin udara. Apalagi jika kamu tinggal di Jakarta yang sedang terasa panas dan gerah akhir-akhir ini karena ada fenomena equinox. Apa itu?

    Melansir dari detikNews,Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, menjelaskan menjelaskan equinox merupakan fenomena gerak matahari ketika melintasi garis khatulistiwa.

    “Equinox adalah fenomena astronomi ketika matahari melintasi garis khatulistiwa. Fenomena ini berkaitan dengan posisi titik semu matahari yang melintasi ekuator. Equinox berlangsung dua kali dalam setahun yaitu pada 21 Maret dan 23 September, hal ini terjadi berulang setiap tahun,” kata Guswanto kepada wartawan, seperti yang dilansir pada Senin (23/9/2024).


    Matahari akan berada di ekuator. Selain itu, sedikitnya tutupan awan membuat paparan panas matahari bersinar optimum dan mengarah ke Belahan Bumi Selatan.

    Agar kegiatan di rumah tidak terganggu karena panas matahari, mengutip dari South House Tale, berikut ini beberapa strategi efektif yang dapat membantu kamu menciptakan suasana adem di rumah.

    1. Tutup Jendela dan Tirai

    Sinar matahari langsung dapat meningkatkan suhu di dalam rumah, untuk menjaga suhu tetap sejuk, coba tutup jendela dan tirai di siang hari. Kamu juga bisa menggunakan tirai berwarna terang atau bahan yang dapat memantulkan cahaya untuk hasil terbaik.

    2. Memanfaatkan Kipas Angin

    Kipas angin adalah alat sederhana namun efektif untuk menciptakan sirkulasi udara. Arahkan kipas ke jendela terbuka di malam hari untuk membiarkan udara segar masuk. Di siang hari, letakkan kipas di dekat jendela untuk mengeluarkan udara panas dari dalam rumah.

    3. Tanaman Hijau sebagai Penyegar

    Tanaman dalam ruangan tidak hanya mempercantik dekorasi, tetapi juga membantu mendinginkan udara. Tanaman seperti lidah mertua atau monstera dapat menyerap panas dan meningkatkan kelembapan, menjadikan suasana lebih nyaman.

    4. Dinding Berongga

    Dinding rongga adalah salah satu cara yang tepat untuk mengeluarkan udara panas. Sela-sela antar dinding dalam dan luar dapat memantulkan panas dan mencegahnya masuk ke area dalam rumah kamu.

    5. Kurangi Penggunaan Peralatan Elektronik

    Peralatan elektronik, seperti televisi dan komputer, dapat menghasilkan panas saat digunakan, serta matikan perangkat yang tidak diperlukan untuk mengurangi suhu di dalam rumah. Ini juga membantu menghemat energi.

    6. Mandi Air Dingin

    Salah satu cara tercepat untuk mendinginkan tubuh adalah dengan mandi air dingin. Menggunakan kompres dingin di dahi dan pergelangan tangan juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh kamu dengan cepat.

    7. Pilih Warna Cat yang Cerah

    Jika kamu berencana untuk mengecat ulang rumah, pertimbangkan untuk menggunakan warna cerah. Warna-warna ini dapat memantulkan cahaya matahari, sehingga membantu menjaga suhu di dalam rumah tetap sejuk.

    8. Ventilasi Alami di Malam Hari

    Buka jendela pada malam hari untuk membiarkan udara segar masuk saat suhu lebih rendah. Ini dapat membantu mengalirkan udara segar dan mengurangi kelembapan di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Mengatasi Masalah AC yang Tidak Dingin



    Jakarta

    AC (Air Conditioner) sudah menjadi bagian penting dari kehidupan, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Saat cuaca panas terik, satu-satunya harapan adalah AC yang berfungsi dengan baik.

    Namun, terkadang Anda bisa menghadapi masalah AC yang tidak dingin. Nah, berikut adalah 7 tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi masalah AC yang tidak dingin.

    1. Periksa Suhu Termostat


    Salah satu penyebab paling umum AC tidak dingin adalah pengaturan suhu yang salah pada termostat. Kadang-kadang, Anda mungkin tidak sengaja mengatur suhu terlalu tinggi. Coba periksa dan pastikan termostat Anda diatur ke suhu yang lebih rendah.

    Misalnya, untuk membuat ruangan Anda terasa lebih dingin, aturlah suhu di bawah 24 derajat Celcius. Apabila termostat berfungsi dengan baik, maka AC akan mulai menurunkan suhu ruangan. Ini merupakan langkah dasar yang mudah, namun seringkali diabaikan.

    2. Cek Filter Udara

    Filter udara yang kotor bisa menjadi penyebab utama AC Anda tidak bisa mendinginkan udara. Ketika filter kotor, aliran udara akan terhambat, membuat AC bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Anda bisa merasakannya; kadang AC hanya mengeluarkan udara hangat.

    Untuk mengatasi ini, coba periksa filter udara. Jika kotor, segera bersihkan atau ganti dengan yang baru. Disarankan untuk memeriksa filter setiap satu hingga dua bulan sekali, terutama saat musim panas.

    3. Pastikan Unit Eksternal Bersih

    Unit AC yang terletak di luar ruangan juga harus mendapatkan perhatian. Kotoran, debu, dan dedaunan yang menempel pada unit bisa menghambat pendinginan. Pastikan untuk membersihkan area sekitar unit eksternal dan menghilangkan semua rintangan.

    Saat membersihkan, hati-hati jangan sampai merusak bagian-bagian sensitif. Jika Anda merasa kurang nyaman untuk melakukannya sendiri, menghubungi teknisi mungkin merupakan pilihan yang tepat.

    4. Cek Refrigeran

    Kekurangan refrigeran dapat menyebabkan AC Anda tidak beroperasi secara optimal. Refrigeran adalah bahan yang digunakan untuk menurunkan suhu udara. Apabila terjadi kebocoran atau kadar refrigeran terlalu rendah, AC tidak akan memberikan pendinginan yang efektif.

    Jika Anda mencurigai adanya masalah ini, sebaiknya hubungi teknisi berlisensi untuk memeriksa dan mengisi ulang refrigeran Anda. Mengisi refrigeran bisa menjadi proses yang rumit, dan Anda tidak ingin merusak sistem AC.

    5. Periksa Saluran Pembuangan

    Saluran pembuangan AC yang tersumbat bisa menyebabkan masalah pendinginan. Ketika saluran pembuangan tersumbat, air tidak dapat mengalir dengan baik, yang dapat menyebabkan AC tidak berfungsi optimal. Anda mungkin juga melihat tanda-tanda kebocoran air di sekitar AC Anda.

    Pastikan untuk memeriksa saluran pembuangan dan membersihkannya jika diperlukan. Anda bisa memanfaatkan perangkat pembersih saluran yang ada di pasaran atau menghubungi seorang teknisi untuk melakukan pembersihan secara tepat.

    6. Cek Pengaturan Mode AC

    Beberapa AC memiliki beberapa mode, seperti mode pendingin, dehumidifikasi, dan sirkulasi udara. Pastikan Anda memilih mode yang tepat. Misalnya, jika Anda ingin ruangan dingin, pastikan Anda berada di mode pendingin.

    Apabila Anda merasa ragu, silakan merujuk pada buku panduan pengguna AC Anda untuk mengetahui fungsi dan mode yang ada. Mode yang salah bisa membuat Anda merasa AC tidak berfungsi dengan baik, padahal sebenarnya hanya pengaturannya yang salah.

    7. Pertimbangkan Upgrade AC Anda

    Jika AC Anda sudah berusia tua dan sering bermasalah, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan upgrade. Teknologi AC terus berkembang, dan model-model baru lebih efisien dan hemat energi. Selain itu, jika Anda berencana membeli AC baru, pastikan untuk memeriksa harga AC yang sesuai dengan anggaran Anda.

    Salah satu merek yang bisa Anda pertimbangkan adalah Daikin. AC Daikin dikenal dengan kualitas dan efisiensi energinya. Meskipun harga AC Daikin mungkin lebih tinggi dibandingkan merek lain, namun banyak pengguna merasa puas dengan kinerja dan daya tahan produk ini.

    Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat mengatasi masalah AC yang tidak dingin dengan lebih mudah. Ingatlah untuk selalu melakukan perawatan rutin agar AC Anda tetap dalam kondisi optimal. Jangan ragu untuk menghubungi teknisi jika Anda tidak dapat menemukan penyebab masalahnya. Selamat mencoba, semoga AC Anda kembali dingin!

    (Content Promotion/HargaAC)



    Sumber : www.detik.com

  • Simak! Ini Cara Agar Rumah Terasa Hangat saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Seringkali saat hujan suhu di dalam rumah terasa lebih dingin. Ada cara untuk membuat rumah terasa hangat ketika musim hujan.

    Hawa dingin yang terasa saat musim hujan terjadi karena ketika hujan suhu udara menurun. Kamu bisa ikuti tips berikut ini untuk menjaga rumah tetap hangat dan nyaman saat musim hujan.

    Kenapa Terasa Dingin saat Musim Hujan?

    Saat musim hujan, suhu udara seringkali turun karena proses presipitasi mendinginkan udara. Saat uap air di udara mengembun menjadi tetesan air hujan, ia melepaskan energi panas ke udara yang menyebabkan suhu udara turun. Selain itu, awan juga bisa menghalangi sinar matahari sehingga juga berkontribusi terhadap penurunan suhu.


    Untungnya, kamu bisa melakukan beberapa cara agar tidak kedinginan saat musim hujan.

    Tips Biar Nggak Kedinginan Saat Musim Hujan

    Melansir The Spruce, berikut ini adalah 7 cara sederhana untuk membuat rumahmu tetap hangat dan nyaman selama musim hujan.

    1. Perbarui Peralatan Tidurmu

    Musim kemarau mungkin cocok dengan kain katun dan linen, tetapi saat musim hujan tiba, flanel adalah pilihan yang lebih bijak.

    Gantilah seprai tipismu dengan yang terbuat dari flanel atau jersey karena kain-kain ini akan membantu mempertahankan kehangatan tubuhmu. Selain itu, lipat selimut tambahan di ujung tempat tidur agar mudah digunakan saat malam tiba.

    2. Tambahkan Bantal yang Lembut

    Bantal hias yang bertekstur bisa menjadi tambahan yang sempurna untuk sofa atau tempat tidurmu. Pilih satu atau dua bantal bertekstur yang cocok dengan warna ruangan atau ganti sarung bantal yang sudah ada dengan yang baru.

    Bahan seperti boucle berbulu, rajutan wol, atau beludru akan membuat ruangan terlihat dan terasa lebih nyaman. Jangan lupa untuk menyediakan selimut bulu sintetis juga!

    3. Tambahkan Karpet dengan Tekstur

    Karpet dengan tekstur memberikan rasa hangat dalam ruangan. Jika ruangan di rumahmu memiliki lantai keras atau karpet datar, pertimbangkan untuk menambahkan karpet berbulu yang lembut. Jika anggaranmu terbatas, pertimbangkan untuk menumpuk karpet-karpet kecil di beberapa titik strategis, seperti di depan tempat tidur atau di bawah meja kopi. Ini akan menambah kehangatan di rumah.

    4. Pertimbangkan Pencahayaan yang Lembut

    Saat malam tiba di musim hujan, pencahayaan yang hangat bisa membantumu tetap terjaga dan membuat ruangan terasa lebih nyaman. Pasang lampu ruangan dan meja dengan lampu LED berwarna hangat untuk menciptakan cahaya yang menyerupai lilin.

    5. Ganti Tirai dan Gorden Jendela

    Jika kamu memiliki tirai atau gorden yang tipis, pertimbangkan untuk menggantinya dengan yang berbahan beludru atau lapisan termal. Selain memberikan tampilan yang lebih hangat, tirai ini juga akan membantu mengisolasi ruangan dari udara dingin yang mungkin masuk melalui jendela-jendela.

    6. Ganti Sarung Sofa

    Jika kamu memiliki sofa yang bisa ditutup dengan sarung, pertimbangkan untuk mencoba sarung baru selama musim hujan. Pilih warna yang gelap dan bahan yang lebih lembut daripada kain katun putih biasa. Hal ini akan memberikan nuansa yang lebih hangat pada ruang tamumu.

    7. Tambahkan Karpet di Dapur

    Di dapur, kamu juga bisa menambahkan karpet untuk menciptakan suasana yang lebih hangat. Taruh karpet kecil di depan area dapur, letakkan taplak di meja makan, dan tambahkan sarung kursi berbahan linen pada kursi kayu atau logam. Ini akan membantu menciptakan nuansa yang lebih hangat dan nyaman di ruang makan.

    Demikian 7 tips biar nggak kedinginan di rumah saat musim hujan. Dengan sedikit sentuhan dan perubahan kecil, kamu bisa menjadikan rumah sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan hangat selama musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Panas atau Dingin? Ini Suhu Terbaik untuk Mengepel Lantai



    Jakarta

    Suhu air ternyata cukup berpengaruh terhadap hasil saat mengepel lantai. Suhu air menjadi faktor tambahan selain penggunaan sabun dan pewangi.

    Penentuan suhu air dalam mengepel juga bisa berpengaruh untuk membersihkan lantai dari debu, bakteri dan kuman yang tak kasat mata. Oleh karena itu, suhu pada air berpengaruh pada kebersihan saat mengepel lantai. Ada dua jenis suhu air, yakni dingin dan panas.

    Lantas, mana yang lebih baik untuk mengepel lantai?


    Air Panas vs Air Dingin, Mana yang Lebih Baik?

    Mengutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Selain itu, air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

    Bahan pembersih lantai juga dapat bekerja lebih efektif jika dicampurkan dengan air panas.

    Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi.

    Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

    Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

    Untuk jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

    Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik dan porselen lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

    Tips lain saat mengepel lantai adalah hindari menuangkan cairan pembersih terlalu banyak saat mengepel lantai vinyl. Cairan kimia yang terlalu banyak justru bisa merusak permukaannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) kini sudah banyak digunakan di rumah-rumah untuk mendinginkan ruangan. Seiring penggunaan, AC rumah harus dicuci secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik.

    Sayangnya, beberapa orang kerap lupa atau justru enggan mencuci AC miliknya. Meskipun masih mengeluarkan udara sejuk, tetapi jika AC tidak dicuci maka bisa saja rusak di kemudian hari.

    Untuk mencuci AC pun juga tidak bisa sembarangan. Biasanya, terdapat jasa cuci AC rumah dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung dari jenis AC yang digunakan.


    Lantas, perlukah AC rumah dicuci secara rutin? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin?

    Dilansir situs HydroKleen, para ahli dibidang AC menyarankan agar perlu mencuci AC setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski dirasa tidak ada kerusakan pada AC yang kamu miliki, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka detikers perlu mencuci AC lebih sering lagi.

    Hal ini juga berlaku jika kamu menempatkan AC di ruangan merokok. Agar AC tetap bekerja secara optimal, pastikan filter AC dibersihkan maksimal tiga bulan sekali.

    Perlu diingat, AC dapat menyimpan debu dan kotoran seiring penggunaan, terutama di beberapa komponen seperti koil dan filter udara. Jika jarang dibersihkan, tak hanya bikin AC terasa tidak sejuk tapi juga dapat mengeluarkan partikel debu yang membahayakan kesehatan.

    Pentingnya Mencuci AC Secara Rutin

    Sama halnya seperti barang elektronik lainnya, AC perlu dirawat agar bisa mendinginkan udara secara maksimal. Nah, salah satu cara merawat AC adalah dengan membersihkannya.

    Dilansir laman Aqua Elektronik, berikut mengapa pentingnya mencuci AC secara rutin:

    1. AC Lebih Awet

    Filter AC yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan kotoran dan debu yang menumpuk. Jika dibiarkan, maka sering waktu dapat membebani kerja mesin AC.

    Selain itu, menumpuknya kotoran dan debu dapat berisiko terjadinya overheating pada evaporator hingga menyebabkan muncul bunga es pada AC. Maka dari itu, AC harus dicuci secara berkala.

    2. Mengurangi Biaya Listrik

    Karena AC kotor dapat membebani kinerja mesin, hal ini juga turut memengaruhi daya listrik yang digunakan untuk menghidupkan AC. Alhasil, biaya listrik bisa membengkak setiap bulannya hanya gara-gara AC jarang dibersihkan.

    3. AC jadi Lebih Sejuk

    Fungsi utama AC adalah untuk menyejukkan udara. Jika AC tidak dibersihkan secara rutin maka bisa memengaruhi kesejukan udaranya.

    Perlu diingat, salah satu tanda-tanda AC harus dicuci adalah ketika dalam kondisi menyala tapi udara yang terhembus tidak dingin atau justru terasa panas. Kalau sudah terjadi, maka sebaiknya AC segera dicuci.

    4. Mencegah AC Mudah Rusak

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, AC yang kotor dapat mengganggu kinerjanya. Jika AC terus menyala dalam keadaan kotor, hal ini membuat komponen AC jadi cepat rusak dan aus.

    Apabila AC sudah rusak, maka siap-siap saja harus merogoh kocek dalam-dalam. Soalnya, biaya perbaikan AC yang rusak juga tidak murah.

    Demikian penjelasan tentang pentingnya mencuci AC rumah secara rutin. Jadi, jangan lupa untuk mencuci AC agar udara tetap dingin.

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang, Ini Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat mendinginkan ruangan. Namun jika AC sudah mulai terasa tidak dingin, bisa jadi karena salah menempatkan outdoor AC di rumah.

    Sebagai informasi, AC terdiri dari dua komponen yakni AC dalam (indoor AC) dan AC luar (outdoor AC). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin agar ruangan terasa sejuk.

    Sementara itu, outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Agar indoor AC bisa bekerja optimal, maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Beberapa pemilik rumah terkadang hanya memikirkan pemasangan AC dalam saja. Padahal, penempatan outdoor AC juga wajib diperhatikan karena dapat memengaruhi suhu dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar AC dapat bekerja secara maksimal, maka penting untuk mengetahui posisi yang tepat saat memasang outdoor AC. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC

    Outdoor AC di rumah tak bisa dipasang secara sembarangan. Lantas, di mana posisi yang tepat untuk meletakkan AC luar? Dilansir situs All Purpose Air Conditioning, berikut jawabannya:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari Langsung

    Outdoor AC sebaiknya diletakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan AC luar dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkena cahaya langsung dari matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Soalnya, posisi tersebut langsung menghadap sinar matahari saat pagi dan sore yang dikhawatirkan membuat AC bekerja lebih ekstra dan boros energi.

    Jika baru saja pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat terbaik untuk memasang outdoor AC. Jika belum, luangkan waktu untuk mengamati area mana saja di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari saat cuaca panas.

    2. Tempat yang Datar dan Terbuka

    Outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Cara ini dilakukan agar mempermudah kinerja AC menurunkan suhu ruangan dengan baik.

    Pastikan outdoor AC dipasang di tempat yang berventilasi baik dan tidak terhalang oleh benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya. AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan sehingga AC tak mampu bekerja secara efisien.

    3. Tempat yang Jauh dari Pohon

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi bukan berarti outdoor AC diletakkan di bawah pohon rindang. Soalnya, outdoor AC dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Seiring waktu, AC jadi lebih cepat kotor dan jika tak segera dibersihkan maka bisa cepat rusak.

    Selain itu, hindari memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Sebab, jika terjadi hujan dan terdapat genangan air di sekitar AC luar maka bisa memicu kerusakan. Oleh sebab itu, outdoor AC selalu dipasang di tempat yang lebih tinggi agar aman.

    4. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Outdoor AC juga harus dipasang di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini agar AC lebih mudah diakses untuk dibersihkan dan dirawat secara rutin. Posisi AC yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses pembersihan AC jadi rumit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Namun, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    Itulah empat posisi yang tepat untuk pasang outdoor AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Kedinginan saat Tidur? Segini Suhu AC yang Ideal


    Jakarta

    Saat tidur di malam hari, banyak orang yang mengatur suhu Air Conditioner (AC) di suhu rendah. Namun, hal ini bikin tubuh jadi kedinginan dan menggigil. Namun jika suhu yang diatur terlalu tinggi, alhasil tidak bisa merasakan sensasi suhu dinginnya.

    Sebagai pemilik AC, detikers perlu tahu cara mengatur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Sebab, suhu yang pas dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang di malam hari.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal di kamar tidur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Suhu AC yang Ideal di Kamar Tidur

    Dilansir situs Medical News Today, Minggu (25/5/2025), suhu AC yang ideal untuk kamar tidur bisa diatur sekitar 16-19,5 derajat Celcius.
    Sementara itu, pakar tidur dari Universitas Kansai menganjurkan suhu AC diatur antara 25-28 derajat Celcius agar tidur lebih berkualitas di malam hari.

    Mengatur suhu AC pada tingkat yang ideal bisa memberikan berbagai manfaat. Selain meningkatkan kualitas tidur, hal ini turut berdampak positif mulai dari:

    • Menjaga suhu tubuh tetap normal
    • Mencegah dehidrasi
    • Udara di kamar jadi lebih bersih
    • Mencegah kulit kering.

    Tips Mengatur Suhu AC saat Tidur

    Sebelum menyalakan AC di kamar tidur, pastikan kamu melakukan beberapa tips di bawah ini agar ruangan cepat dingin. Dikutip dari Mitsubishi Electronic, berikut sejumlah tipsnya:

    1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela Kamar

    Pastikan kamu telah menutup pintu dan jendela kamar secara rapat. Jika tidak, maka udara dingin yang berhembus dari AC bisa keluar kamar tidur. Selain bikin kamar jadi kurang dingin, hal ini bisa jadi pemicu listrik cepat boros.

    2. Gunakan Mode Sleep pada AC

    Saat tidur di malam hari, kamu bisa mengaktifkan mode sleep pada AC. Mode ini berfungsi untuk menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis agar lebih nyaman dan tidak kedinginan saat tidur. Selain itu, mode sleep pada AC juga lebih hemat listrik karena mengurangi kinerja kompresor AC.

    Demikian penjelasan mengenai cara atur suhu AC yang ideal untuk kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pasang Outdoor AC Nggak Bisa Asal, Ini Posisi yang Tepat!


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) di rumah sering kali tidak dingin meski sudah diatur ke suhu rendah? Bisa jadi permasalahannya bukan karena jarang dirawat tapi akibat posisi outdoor AC yang salah.

    Perlu diketahui, AC terdiri dari dua komponen yaitu AC dalam (indoor) dan AC luar (outdoor). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin ke seluruh ruangan agar terasa sejuk.

    Sementara outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Supaya indoor AC dapat berfungsi optimal maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Sayangnya, masih ada pemilik rumah yang tidak memerhatikan posisi outdoor AC karena hanya fokus memasang AC dalam. Padahal, posisi outdoor AC juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi udara dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar tidak salah dalam memasang outdoor AC di rumah, simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat untuk Menaruh Outdoor AC

    Outdoor AC memang dipasang di luar, tapi bukan berarti diletakkan secara asal. Dikutip dari All Purpose Air Conditioning, Jumat (11/7/2025), berikut posisi yang tepat:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari

    AC luar sebaiknya dipasang di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan outdoor AC dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terpapar cahaya matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Sebab, posisi ini langsung menghadap sinar matahari ketika pagi dan sore yang berisiko membuat AC bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan.

    Kalau kamu baru pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat yang pas untuk memasang outdoor AC. Jika belum, cobalah amati sekitar rumah untuk mencari tempat yang paling minim terkena sinar matahari.

    2. Tempat Terbuka dan Datar

    Agar dapat mendinginkan udara secara maksimal, outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Pastikan juga AC luar dipasang di tempat yang punya ventilasi udara baik dan tidak terhalang benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya.

    Perlu diketahui, AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan AC. Alhasil, AC tidak mampu bekerja secara efisien dan bisa mengakibatkan boros listrik.

    3. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Tips berikutnya adalah memasang outdoor AC di tempat yang mudah dijangkau. Cara ini dilakukan agar AC dapat diakses dengan mudah ketika ingin dibersihkan atau dicek secara berkala. Posisi AC luar yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses perawatannya jadi sulit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Kalau kondisi udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    4. Jauh dari Pohon Tinggi

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi hindari memasang outdoor AC di bawah pohon tinggi dan rindang. Sebab, AC luar dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Hal itu membuat AC jadi cepat kotor dan jika tidak segera dibersihkan maka berisiko cepat rusak.

    Selain itu, jangan memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Soalnya, saat terjadi hujan dan terdapat genangan di sekitar AC luar maka dapat memicu kerusakan. Sebaiknya pasang AC di tempat yang agak tinggi supaya lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com