Tag: dipan

  • Sering Jadi Sarang Debu, 6 Tempat Ini Harus Sering Dibersihkan!


    Jakarta

    Debu merupakan kumpulan partikel kecil yang berasal dari kotoran, pasir, kulit mati, hingga bulu hewan peliharaan. Debu bukan hanya membuat ruangan kotor, melainkan membawa penyakit apabila tidak sering dibersihkan.

    Partikel debu biasanya berasal dari luar yang masuk melalui celah-celah di rumah. Bisa juga karena terbawa angin atau menempel pada benda-benda yang berasal dari luar.

    Namun, ada pula tempat-tempat langganan debu bersarang yang jarang kamu sadari. Dilansir Southern Living, berikut beberapa tempat yang bisa menjadi sarang debu di rumah.


    1. Dipan Tempat Tidur

    Dipan tempat tidur merupakan kerangka tempat tidur yang biasanya terbuat dari kayu, besi, atau bahan lainnya. Sisi dipan biasanya tidak tertutupi dengan kain atau kasur. Tidak heran jika sisi-sisi ini mudah berdebu.

    Namun, kamu perlu waspadai karena debu yang berkumpul di sisi-sisi dipan ini dapat mempengaruhi kualitas tidur penggunanya. Cara mencegahnya yakni dengan rajin membersihkan sisi-sisi tempat tidur setiap membereskan kasur. Kamu bisa menggunakan kain, mikrofiber basah, atau penyedot debu.

    2. Gorden atau Tirai

    Gorden dan tirai biasanya terbuat dari kain. Bahan seperti ini mudah sekali kotor dan debu mudah menempel di permukaannya. Kamu perlu rutin mengganti gorden dan mencucinya. Apabila bahan gorden bukan dari kain, kamu bisa membersihkannya setiap hari dengan kemoceng atau kain mikrofiber.

    3. Dinding

    Meskipun dinding bentuknya vertikal, debu bisa menempel dan tidak jatuh ke bawah. Kamu juga bisa melihat keberadaan debu pada dinding yang tidak pernah dibersihkan, terutama di bagian atas. Cara membersihkannya cukup mudah, kamu bisa memakai kain mikrofiber atau kemoceng dengan gagang yang panjang.

    4. Kusen Pintu dan Jendela

    Kusen pintu dan jendela merupakan bagian frame atau bingkai dari keduanya. Biasanya bagian atas dan dalam kusen sering berdebu karena jarang dibersihkan. Padahal kamu bisa lho membersihkan bagian ini dengan spons kering dan basah.

    5. Ventilasi Udara

    Debu masuk melalui ventilasi udara, tidak heran jika banyak debu yang menumpuk di sana. Pastikan untuk membersihkan ventilasi dengan kemoceng microfiber atau penyedot debu dengan sikat setidaknya sebulan sekali.

    6. Bohlam

    Menurut Departemen Energi AS, bohlam yang berdebu ternyata dapat mengurangi pencahayaan hingga 30%. Oleh karena itu, bohlam perlu sering dibersihkan.

    Pada saat membersihkan bohlam lampu harus dalam keadaan mati, saluran listrik dicabut, dan menunggu bohlam hingga dingin. Bersihkan bohlam dengan mengusapnya menggunakan kain kering. Sementara untuk lampu gantung bisa disapu dengan kemoceng panjang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Letakkan Kasur Langsung di Lantai, Ketahui Untung Ruginya Dulu


    Jakarta

    Tempat tidur biasanya terdiri dari kasur empuk beserta dipan sebagai alasnya. Kalau tak menggunakan dipan, posisi kasur bakal lebih pendek dan langsung menyentuh lantai.

    Ada kalanya penghuni rumah meletakkan kasur atau matras langsung di atas lantai tanpa alas. Kemungkinan penghuni melakukan ini karena tidak punya dipan atau memang ingin style kamar tertentu.

    Dilansir dari Tom’s Guide, meletakkan matras di atas lantai merupakan opsi yang sederhana dan memudahkan penghuni rumah. Namun, sebenarnya hal itu tidak direkomendasikan, lho.


    Sebab, kasur membutuhkan ruang untuk bernapas agar bentuknya tetap terjaga. Terutama matras yang super empuk rawan ditumbuhi jamur dan bakteri.

    Kerugian Letakkan Kasur di Lantai

    Inilah sejumlah kekurangan meletakkan kasur di lantai yang perlu penghuni rumah pertimbangkan.

    1. Rawan Tumbuh Jamur dan Lumut

    Sebagian besar matras punya risiko tinggi untuk tumbuh lumut dan jamur kalau ditaruh di lantai. Tanpa celah antara kasur dan lantai, tidak ada aliran udara. Hal itu dapat menyebabkan tempat lembap, sehingga menarik serangga dan hama lainnya untuk berkumpul dan berkembang biak.

    Kalau mau pasang di lantai, pilih kasur hybrid dan pegas lebih daripada kasur yang seluruhnya berbusa padat. Udara bisa bergerak lebih bebas di antara pegas.

    2. Memicu Alergi Kambuh

    Jika penghuni punya riwayat alergi, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk meletakkan kasur di lantai. Sebab, debu dan tungau bisa cepat mengumpul kalau ditaruh langsung di lantai dibandingkan di atas alas.

    3. Rawan Kutu Kasur

    Kutu kasur lebih mudah menyelinap ke kasur yang ada di lantai. Lama-lama matras bakal habis dipenuhi kutu kasur dalam beberapa bulan ke depan.

    Keuntungan Letakkan Kasur di Lantai

    Di sisi lain, berikut kelebihan meletakkan kasur langsung di lantai.

    1. Matras Empuk Jadi Lebih Padat

    Kalau merasa kasur terlalu empuk atau kendur, menaruhnya di lantai bisa membuatnya lebih padat. Namun, kalau punya masalah mobilitas, penghuni mungkin membutuhkan dorongan untuk bisa bangun dari posisi yang rendah.

    2. Memperbaiki Postur Tubuh

    Banyak penelitian menunjukkan manfaat tidur di matras di atas lantai. Posisi tidur ini baik untuk sirkulasi darah, mengurangi nyeri leher dan punggung, serta memperbaiki postur dan keselarasan tulang belakang.

    3. Gaya Interior Alternatif

    Meletakkan kasur di lantai bisa membuat kamar tidur tampak minimalis dan lega. Sebagai alternatif, penghuni bisa membeli kasur lantai Jepang yang dapat digulung dan disimpan sewaktu tidak digunakan.

    Tips Letakkan Kasur di Lantai

    Jika penghuni tetap ingin meletakkan kasur di atas lantai, berikut ini tipsnya.

    1. Pasang Busa atau Karton di Bawah Kasur

    Beri alas karton atau busa di bawah kasur agar tidak kedinginan. Lakukan ini hanya Kalau lantai kamar tidur dilapisi kayu atau ubin.

    2. Sandarkan Kasur Seminggu Sekali

    Untuk mencegah pertumbuhan lumut dan jamur, sandarkan matras ke tembok selama beberapa jam seminggu sekali. Cara ini berguna untuk mengurangi kelembapan pada kasur.

    3. Jaga Kebersihan Lantai dan Matras

    Pastikan lantai dan kasur tetap terjaga bersih. Penghuni perlu rajin menyapu lantai di bawah kasur dan membersihkan debu pada dinding dan furniture.

    4. Pilih Posisi yang Tepat

    Jangan sembarangan taruh kasur di kamar tidur. Pilih lokasi yang memiliki sirkulasi udara yang baik, seperti dekat jendela.

    Itulah informasi seputar meletakkan kasur di atas lantai tanpa alas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Titik Ini Jarang Dibersihkan di Rumah, Bisa Jadi Sarang Debu


    Jakarta

    Rumah harus dibersihkan secara rutin agar bebas kotoran dan debu. Namun, ada beberapa bagian rumah yang sering kali luput dibersihkan, sehingga menjadi sarang debu.

    Debu merupakan kumpulan partikel kecil yang berasal dari kotoran, pasir, kulit mati, hingga bulu hewan peliharaan. Penghuni perlu membersihkan debu agar rumah tidak kotor serta terhindar dari penyakit.

    Lantas, bagian rumah mana saja yang biasa menjadi sarang debu? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tempat yang Bisa Jadi Sarang Debu

    Inilah beberapa tempat yang sering kali menjadi sarang debu karena jarang dibersihkan, dilansir dari Southern Living.

    1. Gorden atau Tirai

    Gorden dan tirai mudah sekali kotor dan ditempeli debu karena biasanya terbuat dari bahan kain. Penghuni rumah perlu rajin mengganti gorden dan mencucinya. Jika gorden atau tirai tidak terbuat dari kain, penghuni bisa membersihkannya dengan kemoceng atau kain mikrofiber.

    2. Dipan Tempat Tidur

    Dipan adalah kerangka tempat tidur yang biasanya terbuat dari besi, kayu, atau bahan lainnya. Sisi-sisi dipan mudah jadi tempat berkumpulnya debu.

    Sebagai langkah pencegahan, penghuni perlu membersihkan sisi-sisi tempat tidur setiap membereskan kasur. Penghuni bisa menggunakan kain, mikrofiber basah, atau penyedot debu untuk membersihkan dipan.

    3. Dinding

    Dinding rumah juga dapat menjadi sarang debu. Debu masih bisa menempel walaupun dinding berbentuk vertikal.

    Bagian rumah ini memang jarang dibersihkan, sehingga nggak heran kalau debu menumpuk. Penghuni bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber atau kemoceng bergagang panjang.

    4. Kusen Pintu dan Jendela

    Kusen adalah bingkai pada pintu dan jendela. Biasanya bagian atas dan dalam kusen sering berdebu karena jarang dibersihkan. Bagian tersebut bisa dibersihkan menggunakan spons kering dan basah.

    5. Ventilasi Udara

    Debu bisa masuk rumah melalui ventilasi udara. Tak heran, banyak debu menumpuk di bagian rumah ini. Penghuni dapat membersihkan ventilasi menggunakan kemoceng, kain mikrofiber, atau penyedot debu dengan sikat minimal sebulan sekali.

    Itulah beberapa tempat yang bisa menjadi sarang debu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Serangga Kecil yang Sering Muncul di Kamar Tidur


    Jakarta

    Rumah adalah tempat tinggal bagi manusia, tetapi serangga juga kerap ditemukan di sini. Meski berukuran kecil, kehadiran serangga cukup mengganggu penghuni.

    Serangga bisa muncul di berbagai tempat di dalam rumah, tak terkecuali kamar tidur. Berbagai serangga kerap menyelinap masuk kamar tidur karena menemukan lingkungan yang cocok buat ditinggali.

    Lantas, makhluk kecil apa saja yang sering muncul di kamar tidur? Simak ulasannya berikut ini.


    Serangga yang Sering Ada di Kamar Tidur

    Inilah deretan serangga kecil yang bisa ditemukan di kamar tidur.

    1. Kutu Kasur

    Dikutip dari Pointe Pest Control, serangga yang identik dengan kamar tidur adalah kutu kasur. Serangga ini biasanya berada di kasur atau dipan tempat tidur. Mereka juga dapat tinggal di wallpaper, koper, gorden, karpet, dan sofa.

    Ruang yang berantakan adalah surga bagi kutu kasur karena mereka perlu tempat bersembunyi buat bertahan hidup. Kutu kasur membutuhkan darah manusia untuk bertelur. Namun, mereka dapat hidup setahun tanpa makanan.

    2. Laba-laba

    Laba-laba kerap terlihat di kamar tidur. Serangga ini tidak terlalu mengganggu, tetapi suka membuat sarang atau bersembunyi di sudut-sudut ruangan. Titik masuk laba-laba biasanya melalui celah dan retakan di sekitar jendela.

    Arakhnida ini mencari kehangatan dan makanan di kamar tidur. Mereka biasanya bersembunyi di dekat jendela, sudut ruangan, atau bawah furniture.

    3. Kecoak

    Terkadang kecoak dapat masuk kamar tidur dan mengganggu ketenangan penghuni. Tak heran, kecoak adalah serangga pembawa penyakit yang sangat kotor.

    Serangga ini senang tinggal di tempat yang lembap dan berantakan. Mereka pun berkembang biak dengan cepat.

    4. Semut

    Dilansir dari M&M Pest Control, semut tak hanya mencari makanan di dapur, tetapi juga di kamar tidur. Semut tertarik masuk kamar tidur kalau ada makanan atau tumpahan makanan. Sebab, sebagian penghuni rumah terkadang makan di dalam kamar, bahkan di atas tempat tidur.

    5. Kutu

    Jika serangga kecil di atas tempat tidur, kemungkinan itu adalah kutu. Serangga ini berakhir di kamar tidur karena terbawa hewan peliharaan yang masuk kamar.

    Kutu adalah serangga kecil tak bersayap yang menghisap darah hewan. Mereka juga bisa menghisap darah manusia sampai meninggalkan sensasi gatal dan bekas merah pada kulit.

    6. Nyamuk

    Berdasarkan Aptive Pest Control, nyamuk merupakan serangga bersayap yang suka menghisap darah manusia. Hal ini membuat kulit manusia bentol-bentol dan gatal pada kulit.

    Serangga ini suka masuk kamar tidur lewat jendela atau pintu yang terbuka. Mereka tertarik dengan karbon dioksida dari pernapasan manusia dan suhu hangat di kamar.

    Itulah serangga kecil yang suka berada di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com