Tag: diseka

  • Bak Mandi Bisa Jadi Sarang Kuman, Ini Cara dan Waktu Tepat Membersihkannya



    Jakarta

    Sebagai wadah penyimpanan air untuk membersihkan diri, bak mandi harus diperhatikan kebersihannya. Baik itu bak mandi pada umumnya, maupun bak mandi untuk berendam. Sebab, bak mandi menyimpan bekas sabun, kotoran, hingga lumut yang menempel pada permukaannya.

    Pertanyaannya, seberapa sering sebetulnya bak mandi harus dibersihkan?

    Melansir dari situs The Spruce, bak mandi harus dibersihkan setiap dua minggu atau lebih tergantung seberapa kotornya. Selain itu, jika punya hewan peliharaan yang juga mandi di kamar mandi, maka pastikan bilas bak mandi lebih sering untuk menghilangkan kotoran dan debu yang bisa menempel.


    Tips Bersihkan Bak Mandi

    Adapun untuk membersihkan bak mandi kamu bisa menggunakan cairan hidrogen peroksida. Cairan ini adalah cairan yang efektif untuk menghilangkan noda. Pastikan gunakan sarung tangan dan kacamata untuk menghindari kontak langsung dengan cairan. Berikut langkah-langkah membersihkan kamar mandi

    Buka Ventilasi Kamar Mandi

    Jika kamar mandi ada ventilasi, maka bisa dibuka untuk menghindari menghirup hidrogen peroksida secara langsung.

    Buat Pasta Pembersih

    Buatlah pasta pembersih dengan mencampurkan hidrogen peroksida dan soda kue. Letakkan dalam wadah plastik kemudian aduk sampai pasta mengental.

    Oleskan Pasta ke Noda

    Oleskan pasta ke noda pada bak mandi dan diamkan sekitar 10 menit. Setelah itu gosok noda dan biarkan satu jam sebelum diseka. Jika nodanya membandel, diamkan dengan waktu yang lebih lama.

    Bilas dengan Air

    Bilas noda yang telah dibersihkan dengan air atau spon basah. Jika masih ada noda bisa ulangi proses pengolesan dan penggosokan.

    Itu dia informasi seputar membersihkan bak mandi. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Menelan Ludah dan Dahak Saat Salat, Apakah Batal?


    Jakarta

    Menelan ludah dan dahak ketika sedang salat kerap dipertanyakan muslim. Banyak yang khawatir hal tersebut membuat salat seseorang batal.

    Menukil dari buku Ensiklopedia Fikih Indonesia 2: Taharah yang disusun Ahmad Sarwat, dahak adalah lendir yang keluar dari kerongkongan atau dari jalan pernapasan. Dahak tidak termasuk najis meski keluar dari tubuh manusia.

    Ketidaknajisan dahak terbukti dalam sebuah hadits berikut,


    “Rasulullah SAW menyeka dahak ketika salat dengan ujung selendang beliau.” (HR Bukhari)

    Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga tidak melarang orang membuang dahaknya ke bajunya sendiri ketika salat. Beliau bersabda,

    “Jika kalian ingin meludah (membuang dahak), janganlah meludah ke depan atau ke sebelah kanan. Namun meludahlah ke sebelah kiri atau ke bawah kakinya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Lantas, apa hukum menelan ludah dan dahak ketika sedang salat? Apakah salat seseorang akan batal?

    Hukum Menelan Ludah dan Dahak Saat Salat

    Buya Yahya melalui ceramahnya menjelaskan terkait hukum menelan ludah dan dahak ketika salat atau puasa. Menurutnya, dahak yang sudah dikeluarkan dari mulut tidak boleh dimasukkan kembali.

    “Dahak yang keluar dari dalam sudah melampaui batas (dengan cara) di kkhk-kan dan keluar, maka tidak boleh dimasukkan lagi. Jika dimasukkan membatalkan,” katanya dilihat dari kanal YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip tayangan dalam channel tersebut.

    “Yang sudah keluar dari dalam karena Anda mengatakan khhk seperti huruf kho, lalu sudah keluar berarti tidak boleh lagi dimasukkan ke dalam dan jika ditelan menjadi membatalkan karena barang dari dalam,” sambungnya.

    Namun, apabila dahak atau ludah masih ada di mulut kemudian tidak dikeluarkan tetapi tertelan maka tidak masalah sehingga salat tidak batal.

    “Sesuatu yang ada di mulut dari ludah itu ditelan gak ada masalah, dengan catatan ludah (itu) yang murni belum bercampur dengan yang lainnya, ludahnya sendiri,” ujar Buya Yahya menjelaskan.

    Namun, apabila ludah atau dahak sudah keluar dari mulut, hendaknya muslim yang sedang salat segera membuangnya. Cara membuangnya yaitu diseka menggunakan baju atau sorban. Selesai salat, baju atau sorban yang terdapat dahak bisa dicuci.

    “Cara membuangnya ya dibuang kalau kita dalam salat dibuang di baju kita dan sorban kita dan sebagainya supaya tidak mengganggu masjid. Nanti dicuci, jangan sampai kita mengotori masjid, meludah ke masjid,” tambahnya.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com