Tag: dishwasher

  • Jangan Nyalakan 4 Elektronik Ini Barengan, Bisa Bikin Korslet!


    Jakarta

    Ada banyak barang elektronik di rumah yang perlu dicolok ke stopkontak agar bisa menyala, seperti AC, kipas angin, TV, mesin cuci, dan kulkas. Barang-barang tersebut juga memiliki daya listrik yang besar agar bisa beroperasi.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang mencolok barang-barang elektronik tersebut pada satu stopkontak yang sama. Lebih parahnya lagi, barang elektronik itu digunakan dalam waktu bersamaan.

    Sebenarnya, sah-sah saja jika kamu menyalakan AC, lemari es, atau menggunakan vacuum cleaner di waktu yang bersamaan. Namun, masalah bisa muncul jika benda tersebut dicolok pada satu stopkontak yang sama dan daya listrik di rumah tidak terlalu besar.


    Perlu diketahui, ada sejumlah barang elektronik yang sebaiknya tidak dicolok ke stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

    Barang Elektronik Ini Jangan Menyala Secara Bersamaan

    Sejumlah pakar di bidang kelistrikan menyebut ada barang-barang elektronik yang jangan dinyalakan secara bersamaan. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut daftarnya:

    1. Mesin Cuci dan Dishwasher

    Mesin cuci dan dishwasher (mesin pencuci piring) sebaiknya tidak dinyalakan dalam waktu yang sama. Sebab, kedua alat ini dapat mengonsumsi daya listrik yang sangat besar.

    Jika mesin cuci dan dishwasher dicolok pada satu stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan, maka bisa merusak kedua barang elektronik tersebut seiring waktu.

    “Menyalakan dishwasher sambil mencuci pakaian di mesin cuci dapat memengaruhi kinerja mesin. Bisa jadi pakaian tidak akan bersih atau air yang keluar di dishwasher sangat kecil,” kata pakar listrik Glenn Lewis.

    2. Peralatan Dapur

    Jika kamu memiliki peralatan dapur seperti microwave, pemanggang roti, atau ketel listrik, sebaiknya tidak dinyalakan secara bersamaan. Ketiga alat itu memiliki daya listrik yang besar dan jika dihidupkan bersamaan dapat membebani sirkuit, sehingga berpotensi memicu korsleting.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, hindari mencolok ketiga barang tersebut pada satu stopkontak. Cek juga besaran watt-nya untuk mengetahui mana peralatan dapur yang paling besar dan rendah daya listriknya.

    3. Pengering Rambut

    Meski ukurannya kecil, tapi ternyata pengering rambut atau hair dryer memiliki daya listrik yang besar. Pada umumnya hair dryer memiliki daya listrik sekitar 400-1.000 watt.

    Jika daya listrik di rumah kamu tidak terlalu besar, sebaiknya jangan menggunakan pengering rambut sambil menyalakan AC, TV, atau mesin cuci. Sebab, arus listrik yang terlalu besar bisa memicu kelebihan beban pada sirkuit dan berisiko terjadi arus pendek listrik.

    4. Barang Elektronik yang Menyala dalam Waktu Lama

    Ada sejumlah barang elektronik yang terus menyala dalam waktu lama, seperti lemari es, AC, dan dispenser air. Selain terus menyala setiap waktu, barang elektronik itu juga memiliki daya listrik yang besar.

    Sebaiknya hindari mencolok barang-barang elektronik, terutama yang menyala dalam waktu lama dan punya daya besar pada satu stopkontak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bahaya pada arus listrik yang berisiko menyebabkan terjadinya korsleting.

    Itulah empat barang elektronik di rumah yang sebaiknya jangan menyala dan dicolok pada satu stopkontak yang sama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Mau Beli Dishwasher? Kenali Jenis dan Cara Pemakaiannya Dulu


    Jakarta

    Memiliki dapur modern akan lebih keren jika peralatannya juga modern. Salah satunya adalah dishwasher atau alat pencuci piring otomatis. Mencuci piring bisa lebih mudah menggunakan alat ini.

    Tapi sebelum membeli dishwasher, kamu sebaiknya membaca artikel ini terlebih dahulu untuk tahu jenis dan cara pemakaiannya.

    Jenis-jenis Dishwasher

    Jenis dishwasher bisa dibedakan berdasarkan sistem instalasinya. Pada jenis standar, biasanya dishwasher disambungkan secara permanen ke pipa air. Tapi kini juga ada dishwasher portabel yang hanya membutuhkan keran wastafel.


    Berikut ini jenis-jenis dishwasher yang dikutip dari situs Whirlpool:

    1. Permanen atau Bawah Meja

    Mesin pencuci piring built-in (permanen) atau under counter (bawah meja) adalah jenis dishwasher yang paling umum. Jenis ini biasanya ada dua ukuran berbeda, yaitu berukuran 24 inci dan 18 inci.

    Dishwasher ini memiliki kelebihan, yaitu tidak membutuhkan ruang konter dan ruang lantai yang digunakan pun minimal. Fitur dishwasher ini biasanya lebih banyak, seperti pengaturan pencucian, pengeringan khusus, dan kapasitas yang lebih besar.

    Karena tidak tersambung dengan keran wastafel, maka keberadaannya tidak mengganggu fungsi wastafel jika digunakan bersamaan.

    2. Portabel

    Dishwasher portabel sangat cocok buat kalian yang tinggal di tempat tinggal kecil, seperti apartemen, kos, atau RV (rumah mobil).

    Mesin ini tidak memerlukan sambungan pipa sendiri, melainkan mengandalkan adaptor keran yang terhubung ke wastafel. Biasanya tersedia beberapa ukuran, dari 24 inci, 18 inci, hingga yang lebih kecil.

    Kelebihannya, kamu bisa membawa dishwasher ini ke mana pun. Tipe permukaan dishwasher seperti balok kayu, menjadikan dishwasher bisa digunakan sebagai meja atau fungsi lain. Selain itu, harga mesin cuci piring portabel biasanya lebih murah daripada built-in.

    3. Terintegrasi atau Siap Pakai

    Tipe ketiga juga mirip built-in. Dishwasher ini memungkinkan kamu menambahkan tampilan lebih personal ke dapur. Mesin ini siap dipasang di panel kompatibel dengan eksterior khusus yang dapat disesuaikan dengan lemari kabinet.

    Kelebihan tipe ini adalah kamu bisa menciptakan tampilan yang kohesif dengan kabinet yang ada. Model dishwasher ini membuat tampilan dapur lebih halus karena tidak berbentuk industrial. Fiturnya juga cukup banyak seperti tipe built-in.

    Cara Pemakaian Dishwasher

    Cara pemakaian dishwasher bisa dibagi menjadi tiga, yaitu cara memasukkan piring ke dishwasher, cara menjalankan mesin, dan cara membersihkan dishwasher. Berikut ini cara pemakaian dishwasher yang dikutip dari situs IFB:

    Memuat Piring ke Dishwasher

    Yang pertama, kalian harus tahu bagaimana cara memasukkan atau memuat piring dan peralatan lain ke dishwasher.

    1. Bilas Peralatan

    Sebelum memasukkan ke dishwasher, buang terlebih dahulu sisa makanan dan bilas sedikit dengan air untuk memastikan tidak ada makanan yang menempel. Sisa makanan nantinya bisa menyumbat, seperti sisa makanan di saluran wastafel.

    2. Masukkan ke Rak Bawah

    Rak dishwasher bagian bawah sebaiknya digunakan untuk peralatan yang lebih besar, seperti wajan, panci, dan piring besar.

    Letakkan piring di tempat piring. Letakkan secara terbalik agar air bisa terbuang habis, dan hadapkan ke nosel semprotan agar lebih optimal.

    Piring baja tahan karat India (yang ujungnya lebih besar) harus ditempatkan di rak bergantian agar air bisa mengalir di kedua sisinya.

    Peralatan perak dan baja tahan karat jangan sampai bersentuhan, karena bisa menimbulkan reaksi kimia selama pencucian piring.

    3. Masukkan ke Rak Atas

    Rak dishwasher bagian atas digunakan untuk peralatan yang lebih kecil, seperti mangkuk, mug, cangkir, gelas, dan piring kecil. Peralatan ini juga harus diletakkan terbalik dan miring agar terkena air secara menyeluruh.

    Jika ada tempat khusus sendok dan garpu, letakkan di sana. Namun jika tak ada, letakkan di rak paling atas.

    4. Pakai Deterjen dengan Benar

    Gunakan deterjen khusus yang direkomendasikan. Gunakan dengan takaran yang pas sesuai petunjuk pemakaian. Jangan menambahkan takaran meskipun piring lebih kotor dari biasanya, karena dikhawatirkan menyisakan residu di piring.

    Pakai juga garam pencuci piring sesuai petunjuk. Jika menggunakan tablet dishwasher, gunakan hanya satu tablet untuk setiap kali pencucian. Jangan pernah memakai sabun cuci piring biasa di dishwasher.

    5. Tips

    • Baca petunjuk pemakaian tentang bahan-bahan peralatan yang tidak boleh dipakai, misalnya kayu, plastik casserole, aluminium, tembaga, perak, emas, dan perunggu.
    • Masukkan alat-alat ringan dengan hati-hati karena bisa bergeser dan merusak alat lain.
    • Jangan memasukkan peralatan masak antilengket, kecuali ada label bahwa peralatan tersebut aman untuk dicuci di dishwasher.
    • Jangan membebani dishwasher secara berlebihan.

    Menjalankan Dishwasher

    Setelah memasukkan piring dan peralatan lain dengan benar, sekarang adalah cara menjalankan dishwasher.

    1. Pilih Siklus Paling Ringan

    Sebisa mungkin, gunakan siklus pencucian paling ringan, seperti mode pencucian ramah lingkungan atau pencucian cepat. Siklus ringan lebih menghemat energi dan membutuhkan lebih sedikit air.

    2. Jalankan Siklus Intens untuk Peralatan Kotor

    Untuk mencuci peralatan lebih kotor, gunakan siklus pencucian piring yang lebih intensif agar lebih optimal. Piring dengan noda membandel mungkin memerlukan program pencucian berat atau pencucian dengan suhu tinggi.

    3. Program Kering

    Program kering digunakan jika peralatan harus segera digunakan. Tapi jika tidak terburu-buru, lebih baik diamkan agar kering sendiri agar hemat listrik.

    4. Tips

    • Gunakan opsi ‘Half Load’ jika mesin berisi sedikit piring.
    • Peralatan akan mengering lebih baik di dalam dishwasher jika menggunakan rinse aid.
    • Tidak menggunakan rinse aid dapat menyebabkan noda air/bekas putih pada peralatan dan pengeringan kurang baik.
    • Salah memilih program bisa mempengaruhi hasil pencucian dan pengeringan.

    Membersihkan Dishwasher

    Kamu harus membersihkan dishwasher secara teratur. Caranya adalah seperti ini:

    1. Bersihkan Bagian Luar Dishwasher

    Yang pertama, bersihkan dulu bagian luar dishwasher. Bersihkan noda makanan, bekas jari, noda air, dll. Gunakan air sabun dan spons atau pembersih peralatan serbaguna.

    Namun, jangan semprotkan pembersih peralatan/pembersih kaca langsung ke arah dishwasher agar tidak merusak komponen elektronik. Semprotkan ke kain, handuk lap atau tisu, baru usap ke mesin.

    2. Bersihkan Filter

    Bersihkan juga filter. Bagian ini sangat penting untuk menghindari penyumbatan pada saluran pembuangan. Filter bawaan ini biasanya terletak di dekat rak bawah yang berfungsi mencegah sisa makanan besar menyumbat saluran.

    Jika dishwasher digunakan teratur, kamu harus membersihkan filter setidaknya 1-2 kali sebulan. Kotoran di filter bisa menimbulkan bau tak sedap.

    3. Bersihkan Aksesori dan Komponen

    Lepas komponen yang dapat dilepas, lalu cucilah di wastafel. Jika cukup kotor, bersihkan dengan sikat atau spons agar minyak dan lemak hilang.

    4. Bersihkan Secara Keseluruhan

    Gunakan kain atau tisu basah untuk menyeka sisa makanan, kotoran, dan debu dari bagian dalam dan bawah dishwasher.

    Kemudian letakkan cuka putih ke dalam cangkir atau mangkuk yang aman untuk dishwasher di rak paling atas, jalankan siklus terpanas dengan program pengeringan, biarkan mengering dengan sendirinya.

    Setelah siklus pembersihan berakhir dan mesin pencuci piring dikeringkan dengan udara, seka bagian dalamnya dengan kain lembut atau tisu dapur.

    5. Tips

    • Gunakan pengharum dishwasher berbahan alami dan aman untuk menghindari dan menghilangkan bau tak sedap.
    • Jika paking karet berjamur atau berlumut, lihat buku petunjuk untuk membersihkannya.
    • Beberapa pembersih dapat merusak paking.
    • Jangan gunakan pemutih untuk membersihkan dishwasher baja tahan karat karena akan merusaknya.

    Itulah tadi hal-hal yang harus kamu ketahui sebelum membeli dishwasher, mulai dari jenis, cara pemakaian, serta tipsnya.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Segera Cabut 7 Benda Elektronik Ini Ketika Hujan Badai!


    Jakarta

    Belakangan ini cuaca di sejumlah daerah sedang diguyur hujan deras. Bahkan, hujan disertai petir dan angin kencang turut melanda beberapa wilayah di Indonesia.

    Saat terjadi hujan deras disertai petir, sebaiknya segera berlindung di dalam rumah. Lalu, disarankan untuk mencabut barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak agar tidak tersambar petir.

    Sebab, sambaran petir bisa memicu terjadinya lonjakan arus listrik, sehingga dapat merusak barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak.


    Penasaran, apa saja barang elektronik yang perlu dicabut ketika sedang hujan deras disertai petir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Elektronik yang Perlu Dicabut saat Hujan Badai

    Ketika hujan badai disertai petir melanda rumah kamu, dianjurkan untuk segera mencabut sejumlah barang elektronik dari stopkontak. Meski begitu, tidak semua barang elektronik perlu dicabut.

    Direktur Komunikasi Asosiasi Produsen Peralatan Rumah Tangga Chris Doscher mengatakan peralatan portabel perlu segera dicabut dari stopkontak saat hujan badai. Sebab, petir yang menyambar dapat menyebabkan lonjakan daya yang dapat merusak peralatan kecil.

    “Secara umum, peralatan portabel harus dicabut dari stokkontak saat tidak digunakan. Pastikan kabelnya berada di tempat yang aman agar tidak tertarik atau tersangkut sehingga tidak menyebabkan penghuni rumah tersandung,” kata Doscher mengutip Better Homes & Gardens.

    Beberapa peralatan portabel yang dimaksud oleh Doscher di antaranya:

    • Mesin pembuat kopi
    • Air fryer
    • Mixer
    • Pemanggang roti
    • Microwave
    • Vacuum cleaner
    • Blender.

    Menurut Doscher, barang-barang di atas perlu segera dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Langkah ini untuk mengantisipasi sambaran petir yang bisa saja menimbulkan kerusakan pada barang elektronik tersebut.

    Tidak Semua Barang Elektronik Harus Dicabut saat Hujan Badai

    Akan tetapi, Doscher menyebut tidak semua barang elektronik di rumah harus dicabut dari stopkontak, terutama jika terjadi hujan badai. Ada beberapa barang yang telah dirancang dan diuji menahan lonjakan arus listrik.

    “Ada barang-barang elektronik yang telah dirancang dan diuji untuk menahan lonjakan arus listrik ketika sedang badai,” ujarnya.

    Beberapa barang elektronik yang tidak perlu dicabut antara lain kulkas, mesin pencuci piring (dishwasher), dan mesin cuci. Menurutnya, barang elektronik tersebut masih tetap aman walau tidak dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai.

    Namun, jika kamu khawatir dengan barang elektronik lainnya seperti TV, radio, PC, atau konsol game, tidak masalah jika dicabut dari stop kontak. Pastikan kamu segera mencabutnya ketika sudah melihat tanda-tanda ada hujan badai, sebelum petir menyambar dan merusak barang elektronik.

    Itulah tujuh barang elektronik yang perlu dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com