Tag: dispenser

  • Anak Suka Bermain Air di Dispenser? Begini Tips Pencegahannya


    Jakarta

    Dispenser adalah alat yang biasa digunakan di rumah untuk mengambil air minum dari galon. Dispenser membantu penggunanya mendapatkan air minum tanpa harus mengangkat galon setiap kali hendak minum.

    Biasanya dispenser memiliki 3 tombol untuk menyajikan suhu air yang berbeda yakni ada air mineral biasa, air panas, dan air dingin. Fitur mengubah suhu air ini membuat penyajiannya lebih instan karena tidak perlu memasak atau mendinginkan air dahulu untuk mendapatkannya.

    Namun, jika kamu memiliki anak kecil yang cukup aktif, mereka bisa saja tertarik untuk menekan kerana tau tombol pada dispenser.


    Apalagi beberapa dispenser memang dibuat tidak terlalu tinggi agar mempermudah penggunanya menaikkan galon, posisi ini menguntungkan bagi anak-anak yang ingin menekan tombol dispenser.

    Bahayanya jika anak-anak justru menekan tombol air panas dan posisi tangannya berada di saluran air keluar. Tangan anak yang terkena air panas dapat memerah dan melepuh.

    Untuk menghindari kecelakaan ini, kamu bisa menggunakan beberapa cara mengamankan dispenser agar tidak berbahaya bagi anak-anak seperti yang dikutip dari situs storables.com berikut.

    Kunci Pengaman

    Dispenser yang menggunakan saluran airnya seperti keran yang harus di tarik tutupnya bisa menggunakan semacam kunci pengaman untuk mencegah anak iseng menekanya.

    Kunci pengaman ini menahan keran diputar atau di tarik sehingga tidak ada air yang keluar. Kunci pengaman ini bentuknya tidak seperti kunci logam atau gembok melainkan seperti segel yang menutup pada bagian lubang saluran air atau pada bagian atasnya. Barang ini terbuat dari bahan plastik sehingga tahan lama.

    Menjauhkan Dispenser dari Jangkauan Anak

    Kunci pengaman terkadang menyulitkan orang lain di rumah jika perlu mengambil air minum buru-buru. Jika merasa tidak efesien, orangtua bisa memindahkan dispenser ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh anak seperti tempatnya yang lebih tinggi atau tidak terlihat.

    Sembunyikan Kabel Listrik dari Jangkauan Anak

    Dispenser sama seperti TV mereka membutuhkan listrik untuk dapat digunakan terutama dispenser yang menyajikan air panas dan air dingin.

    Kabel dispenser biasanya tidak terlalu panjang, sehingga stop kontak dan kabel tersebut cukup rendah dan bisa dijangkau oleh anak. Ini bisa berbahaya untuk anak yang masih merangkak atau belajar berjalan sembari berpegangan dengan benda di sekelilingnya.

    Membersihkan Secara Teratur

    Membersihkan dispenser secara teratur sebenarnya bukan hanya untuk kebaikan anak tetapi seluruh penghuni rumah yang mengonsumsi air dari alat tersebut.

    Meski air galon tersebut terbukti bersih tetapi jika alat perantaranya berlumut tentu akan terkontaminasi. Maka dari itu, membersihkan dispenser secara rutin perlu dilakukan.

    Saat membersihkan dispenser pastikan galon diturunkan dan colokan telah dicabut. Setelah itu lepas penyangga galon dan tempat alas gelas. Bersihkan menggunakan sabun colek. Untuk bagian yang sudah berlumut atau kerak bisa menggunakan air hangat sembari disikat dengan sikat kecil atau spons agar tidak merusak permukaan dispenser.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dispenser Galon Atas atau Bawah Mana yang Lebih Baik? Ini Bedanya


    Jakarta

    Dispenser adalah alat yang mempermudah penggunanya untuk mengambil air tanpa perlu mengangkat galon setiap hendak minum. Dispenser juga penggunaannya sangat efisien dan beberapa diantaranya menyediakan fitur penyediaan air panas dan dingin.

    Tidak heran jika dispenser tersedia hampir di setiap rumah, selain karena fungsinya yang efisien, juga dispenser memiliki 2 tempat meletakkan galon yakni di atas dan di bawah.

    Keduanya sama-sama bisa mengeluarkan air dengan mudah. Adanya dua cara meletakkan galon di dispenser ini sebagai pilihan bagi pengguna yang tidak bisa mengangkat galon air yang berat seperti lansia, ibu hamil, atau orang yang cedera. Pemasangan galon biasanya bisa meminta bantuan dari petugas yang mengantarkan ke rumah, tetapi tidak semua penjual galon memiliki layanan ini.


    Sebelum memutuskan untuk menggunakan dispenser galon di atas atau di bawah ketahui kelebihan dan kekurangannya menurut situs cookindocs.com yang dikutip pada Rabu (21/2/2024) sebagai berikut.

    Kelebihan Dispenser Galon Atas

    1. Meletakkan galon atas cukup dengan mengganti dengan tutup berlubang dan badan galon dipasang secara terbalik.
    2. Harga dispenser dengan letak galon di atas lebih murah dan terjangkau.
    3. Lebih mudah mengetahui kapan air perlu diisi ulang.

    Kekurangan Dispenser Galon Atas

    1. Dispenser galon atas membutuhkan waktu lama untuk membuat air panas karena bagian atas yang terbuka membuat sirkulasi pemanasan dan pendinginannya lebih lama.
    2. Mengangkat galon yang tengahnya berlubang pasti membuat air berceceran di lantai jika galon terkena guncangan. Selain itu, mengangkat galon berat bisa membuat membuat punggung sakit.
    3. Dispenser galon atas perlu dibersihkan secara rutin karena debu biasa menumpuk di sekitar lubang. Sebaiknya setiap mengganti galon air, dispenser juga dibersihkan.

    Kelebihan Dispenser Galon Bawah

    1. Desain galon ini memasukkan galon dari bawah dan tidak perlu diangkat. Dispenser ini menyediakan ruang kosong di bagian bawah dan ada selang yang berfungsi untuk memompa air naik ke atas.
    2. Galon dan air terjamin kebersihannya karena tempat galon tertutup.
    3. Proses pemanasan dan pendinginan air jauh lebih cepat karena galon berada di tempat yang tertutup.

    Kekurangan Dispenser Galon Bawah

    1. Dispenser galon bawah memiliki teknologi tambahan untuk membantu air naik ke atas. Selain itu pemasangannya yang jauh lebih aman membuat peminatnya meningkat sehingga harga galon ini jauh lebih mahal.

    2. Ketersediaan air harus sering di cek karena tidak terlihat dari luar.

    3. Lebih sulit dibersihkan karena biasanya bagian-bagian tertentu tidak bisa dibersihkan karena berat dan memang tidak bisa dilepas.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Merawat Dispenser Agar Air Tidak Bau


    Jakarta

    Dispenser biasanya menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan akses air minum yang mudah.

    Bahkan beberapa jenis dispenser memiliki sistem pendingin dan pemanas yang sangat praktis, sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan air minum yang dingin maupun panas tanpa harus melalui proses yang merepotkan.

    Sayangnya, penggunaan dispenser secara berkala dalam jangka waktu yang panjang sering membuat air minum kotor, berasa, bahkan hingga memiliki bau tidak sedap.


    Namun kamu tidak perlu khawatir, gejala tersebut sebenarnya biasa diatasi dengan melakukan perawatan rutin kepada dispenser.

    Dikutip dari awesomewaterfilters.com.au, ada beberapa cara mudah untuk merawat dispenser yang bisa kamu lakukan sendiri. Berikut ringkasannya.

    Cara Merawat Dispenser

    1. Baca Buku Panduan

    Membaca buku panduan sangat penting dilakukan saat kamu membeli dispenser. beberapa tipe dispenser memerlukan perawatan khusus, dan biasanya cara tersebut dijelaskan dalam buku panduan yang disediakan pada paket produk.

    2. Bersihkan Dispenser Secara Rutin

    Agar air minum dari dispenser tetap bersih dan tidak berbau, penting bagi kamu untuk rajin membersihkan bagian dalam dispenser tersebut. Adapun rekomendasi cara membersihkan bagian dalam dispenser di bawah ini.

    • Cabut kabel dispenser agar tidak kesetrum
    • Lepas galon/tempat air dari dispenser
    • Buat larutan pembersih dengan sabun cuci piring yang dicampur dengan cuka putih
    • Gunakan spons atau kain lembut untuk membersihkan bagian dalam dispenser dengan larutan pembersih
    • Bilas hingga bersih
    • Biarkan dispenser kering sebelum menggunakannya kembali

    3. Ganti Filter Air

    Beberapa dispenser mahal mempunyai filter air didalamnya. Penting bagi kamu yang memiliki dispenser dengan filter air untuk menggantinya beberapa waktu sekali saat filter air sudah kotor.

    4. Bersihkan Galon/Tempat Air

    Terutama bagi kamu yang menggunakan tipe tempat air langsung, kamu harus sering mengecek dan membersihkan tempat air tersebut, sehingga terhindar dari lumut dan bakteri yang mengakibatkan air minum memiliki rasa dan bau tidak sedap

    5. Bersihkan Bagian Luar Dispenser

    Selain bagian dalam dispenser, kamu juga perlu untuk memperhatikan bagian luar dispenser, terutama pada bagian kran dan baki tetesan pada dispenser tersebut karena seiring waktu bakteri dan kotoran sering menempel pada bagian ini.

    Cara membersihkannya cukup dengan mengelapnya dengan kain dan membersihkan bagian kotoran yang membandel dengan air sabun cuci piring.

    6. Bersihkan Sistem Pendingin/Pemanas

    Bila kamu memiliki dispenser dengan sistem pendingin/pemanas, kamu wajib untuk membersihkan bagian sistem ini secara rutin. Hal ini dilakukan agar sistem ini lebih awet dan terhindar dari bau tidak sedap.

    7. Cek Kebocoran

    Kamu wajib melakukan pengecekan rutin akan tanda-tanda kebocoran. Bila kamu melihat ada genangan air di dalam mesin dispenser, kamu harus segera memperbaikinya. Hal ini akan membuat air minum memiliki bau tidak sedap, dan bahkan kebocoran ini bisa merusak dispenser kamu.

    8. Simpan Pada Tempat yang Baik

    Bila kamu ingin mempunyai dispenser yang awet, kamu harus menatanya dengan baik agar terhindar dari kerusakan dan kontaminasi air. Dispenser harus diletakkan pada tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

    9. Ikuti Aturan Keselamatan

    Selalu taati aturan keselamatan saat menggunakan dan merawat dispenser air. Jauhkan dispenser dari sumber panas dan stopkontak, dan jangan pernah menggunakan kabel yang bertumpuk. Jangan mencoba melakukan perbaikan atau modifikasi apapun pada dispenser tanpa berkonsultasi dengan produsen atau tenaga ahli.

    Itulah ringkasan untuk merawat dispenser agar awet dan tidak bau. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Cara Hemat Listrik Biar Tagihan Nggak Membengkak


    Jakarta

    Tagihan listrik menjadi salah satu pengeluaran yang harus diemban pemilik rumah setiap bulannya. Jika penggunaan listrik boros, maka tagihan bisa makin melonjak. Tentu kamu nggak mau pusing karena tagihan listrik yang melonjak tinggi bukan?

    Nah, oleh karena itu kamu perlu melakukan upaya menghemat listrik. Lalu, seperti apa ya cara menghemat penggunaan listrik di rumah?

    Dalam Modul Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kemdikbud oleh Haris Danial dan Ismiyati Ano, menghemat listrik berarti sikap yang tidak membuang listrik secara percuma, dan mematikan sebagian listrik yang tidak terpakai. Perilaku itu terlihat sepele, namun membawa dampak besar untuk lingkungan kita.


    Mengutip dari detikJabar, Selasa (2/9/2024), berikut ini cara untuk menghemat penggunaan listrik di rumah.

    Tips Hemat Listrik di Rumah

    1. Menyambung Daya Listrik PLN Sesuai Kebutuhan

    Melansir dari anjuran Kementerian ESDM, rumah tangga kecil rata-rata membutuhkan daya listrik yang sedikit. Maka, cukup dengan menyambung listrik berdaya 450 VA atau 900 VA. Sedangkan untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1.300 VA.

    2. Menyesuaikan Perabot Elektronik Sesuai Kebutuhan

    Kamu bisa lebih efisien memakai listrik dengan menyesuaikan barang elektronik sesuai kebutuhan, seperti memilih kulkas dengan ukuran yang sesuai. Jika rumah tangga kecil maka cukup pilih kulkas satu pintu dengan ukuran kecil, namun jika untuk industri usaha barulah menggunakan pendingin dengan kapasitas yang lebih besar.

    Bisa juga dengan mengatur jumlah kepemilikan perabotan, seperti untuk rumah tangga kecil tak perlu menggunakan pendingin ruangan atau AC pada setiap ruangan. Kemudian untuk ruangan yang memiliki cukup ventilasi tak perlu menggunakan AC.

    3. Mengatur Suhu Sesuai Kebutuhan

    Selain itu, pantau juga suhu barang-barang elektronik seperti kulkas dan AC. Tak perlu dengan suhu yang maksimal, pastikan dengan suhu yang cukup. Contohnya seperti mengatur serta sesuaikan suhu AC berdasar luas ruangan, pertahankan suhu pendingin sekitar 25°C.

    Berdasar anjuran dari dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur melalui lamannya, masyarakat juga bisa mengatur daya pencahayaan maksimum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai berikut:

    • Untuk ruangan kerja gunakan penerangan 12 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 350 lux.
    • Untuk tempat parkir, lobi, dan koridor gunakan penerangan 4 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 100 lux.
    • Untuk ruang arsip gunakan penerangan 6 watt/m² dengan tingkat pencahayaan 150 lux.

    4. Gunakan Elektronik Hemat Energi

    Kamu bisa mulai menggunakan setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Gunakan lampu LED sebagai penerangan, sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

    Untuk komputer, tentunya sekarang nyaris semua pengguna monitor sudah menggunakan LCD atau LED karena lebih hemat listrik daripada menggunakan monitor tabung. Kemudian bisa juga menggunakan saklar otomatis, pengatur waktu (timer), atau sensor cahaya (photocell) untuk lampu taman dan teras.

    5. Nyalakan Barang Elektronik Hanya Saat Diperlukan

    Kamu bisa lebih hemat listrik dengan mulai membiasakan matikan barang elektronik yang tidak digunakan. Contohnya seperti jangan nyalakan televisi saat tidak ingin menonton televisi, nyalakan televisi ketika ingin menonton. Jadi, jangan dibiasakan TV menyala ketika tertidur, ya!

    Kemudian matikan lampu saat pagi dan siang hari, hingga matahari mulai terbenam barulah nyalakan kembali lampu. Kemudian, mulai kurangi ;ampu pada setiap armateur (kotak lampu) dari tiga menjadi dua atau satu lampu saja.

    6. Hindari Penggunaan Listrik Bersamaan

    Sebaiknya menghindari penggunaan benda elektronik secara bersamaan. Misalnya kamu terburu-buru akan pergi, kemudian ingin menggunakan hair dryer. Maka sebelum mulai memasang hair dryer matikan televisi dan AC. Nyalakan listrik seperlunya saja, selebihnya dimatikan.

    7. Beli Tangki Penampungan Air

    Selain listrik, penggunaan air pun kita harus berhemat. Sebaiknya mulai gunakan tangki air untuk menghemat penggunaan pompa air listrik. Buatlah tandon air dan gunakan mesin pompa air jika benar-benar membutuhkan.

    8. Cabut Aliran Listrik

    Pastikan mencabut aliran listrik barang-barang elektronik yang sudah penuh dayanya, seperti handphone, kabel komputer, printer, dispenser, jika tidak dibutuhkan lagi maka cabut dari stop kontak (plug) setelah selesai digunakan atau setelah jam kerja berakhir.

    Kabel listrik peralatan elektronik yang masih menancap, meski sedang tidak digunakan juga akan tetap membuat aliran listrik mengalir. Hal itu juga akan membuat tagihan listrik semakin melonjak. Contoh lainnya, jangan biarkan kabel televisi tersambung ke saklar apabila ingin bepergian berhari-hari dari rumah.

    9. Mengganti Keran yang Bocor

    Terkadang kita tahu ada keran yang bocor pada salah satu titik, namun kita biarkan karena tidak sempat mengganti atau bahkan malas. Keran yang bocor meskipun hanya mengeluarkan setetes demi tetes air juga merupakan bentuk pemborosan.

    Air juga termasuk sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Untuk itu gunakan air secukupnya. Apabila kita sering menyalakan pompa air, maka biaya listrik pun akan tinggi. Segera ganti keran jika memang bocor.

    10. Mempersingkat Penggunaan Listrik

    Persingkat penggunaan listrik sebisa mungkin, contohnya ketika ingin memasak nasi dengan rice cooker kamu sudah menggunakan air panas, cara ini dapat mempersingkat waktu memasak sehingga pemakaian listrik dapat dihemat.

    11. Membuat Rumah dengan Ventilasi Udara

    Cara menghemat listrik adalah dengan membuat rumah yang memiliki cukup ventilasi. Hal ini akan membuat aliran udara dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Selain itu, membuat sirkulasi udara di dalam rumah juga bisa mengurangi penggunaan pendingin ruangan atau kipas angin. Lebih utamakan untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara daripada menggunakan pendingin ruangan di pagi dan siang hari.

    12. Manfaatkan Ventilasi Rumah

    Fungsi dari ventilasi tak hanya untuk sirkulasi udara, namun kamu juga bisa memanfaatkan cahaya alami (matahari) pada siang hari dengan membuka tirai jendela secukupnya agar tingkat cahaya memadai untuk melakukan kegiatan. Mulailah untuk mengurangi penggunaan lampu pada ruangan kerja.

    Itulah cara menghemat listrik di rumah. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Tips Membersihkan Dispenser agar Tak Mudah Bau


    Jakarta

    Dispenser merupakan alat yang dirancang untuk mempermudah saat mengambil air minum dari galon. Jadi pengguna tidak perlu mengangkat beban berat dari galon, cukup menekan tombol yang tersedia di dispenser layaknya membuka keran, air akan keluar atas perintah kita.

    Di balik kemudahannya, ada yang perlu pengguna tahu bahwa dispenser ini mudah berdebu, kotor, dan bau. Debu yang menempel di badan dispenser bisa masuk ke dalam dan terminum oleh penggunanya karena jarang dibersihkan. Oleh karena itu, perlu sering dibersihkan luar dan dalam.

    Dikutip dari situs Awesome Water Filters, berikut cara membersihkan dispenser.


    Cara Merawat Dispenser

    1. Cabut Kabel

    Sebelum menurunkan galon dari dispenser, pastikan kabel tidak ada yang tersambung ke listrik. Hal ini untuk menghindari penggunanya tersetrum ketika membersihkan dispenser.

    2. Campurkan Sabun Cuci Piring dan Cuka

    Setelah galon diturunkan, bawa dispenser ke bak cuci piring atau ke halaman rumah. Lalu siapkan larutan pembersihnya. Biasanya sabun cuci piring dan air sudah cukup untuk membersihkan, tetapi apabila ada noda membandel, kamu bisa menambahkan cuka sedikit ke dalam larutan pembersih.

    Pakai spons untuk mengusap seluruh bagian dispenser, lalu bilas. Apabila sudah kering bisa digunakan kembali.

    3. Ganti Filter Air

    Beberapa jenis dispenser memakai filter air yang dapat membunuh bakteri berbahaya pada air. Jika dispenser di rumah memiliki filter, ingat untuk rajin menggantinya. Jangan sampai filter air sudah kotor hingga mempengaruhi rasa dan warna air.

    4. Bersihkan Sistem Pendingin dan Pemanas

    Beberapa dispenser memiliki teknologi yang dapat mengubah air menjadi dingin atau panas. Bagian ini juga perlu dicek secara berkala. Selain untuk menjaga kebersihannya, cara ini juga untuk memastikan tidak ada masalah pada sistem.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com