Tag: doa

  • Doa Menyembelih Hewan Kurban dan Tata Caranya



    Jakarta

    Penyembelihan hewan kurban sebaiknya diawali dengan membaca doa menyembelih hewan kurban. Amalan ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan waktu Idul Adha.

    Doa menyembelih hewan kurban Idul Adha adalah bagian dari kesunnahan sebelum menyembelih. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada salah satu keterangan hadits dari Aisyah RA berikut,

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِي سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ


    Artinya: Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka dibawakanlah kambing tersebut kepada beliau untuk dijadikan kurban. Beliau lalu berkata kepada Aisyah, “Wahai Aisyah, asahlah pisau,”

    Nabi Muhammad SAW mengambil pisau tersebut dan kambing tersebut, beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil berkata, “Bismillah (dengan nama Allah). Ya Allah, terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarganya, dan umatnya,” (HR Muslim).

    Doa Menyembelih Hewan Kurban

    Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi dalam Fikih Kurban menyebut, sebelum menyembelih hewan kurban dapat didahului dengan membaca bismillah, membaca takbir, dan doa agar hewan kurbannya diterima oleh Allah SWT. Dinukil dari Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam Kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, berikut bacaan doa menyembelih hewan kurban.

    وجهت وجهي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِن صَلاتِي ونسكي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرَّحِيمِ. اللهم صل على سيدنا محمدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا محمد. الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد. اللهُم هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ اللهم تقبل مني مِنْ فَلَان كَمَا تَقَبلْتَ مِنْ إِبْرَاهِيمَ خَلِيْلكَ.

    Artinya: “Aku menghadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukanNya, dan aku termasuk golongan orang muslimin.

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala puji. Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu, dan melalui hewan ini pula mendekatkan diri kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dariku/dari fulan (sebut nama orang yang berqurban), sebagaimana Engkau menerima dari Nabi Ibrahim, kekasih-Mu.”

    Hukum mengucapkan basmalah sebelum menyembelih hewan kurban adalah wajib. Menurut Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi, kehalalan daging kurban dipengaruhi oleh bacaan basmalah sebelum daging disembelih sebagaimana disinggung dalam surah Al An’am ayat 121,

    وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

    Artinya: “Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik.”

    Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al Fatawa juga menyebutkan kewajiban membaca basmalah sebelum hewan disembelih. Hal ini pun, menurutnya, telah disetujui oleh mayoritas ulama.

    Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

    1. Alat Sembelihan Tajam

    Gunakanlah alat penyembelihan yang tajam, seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Syaddad ibn Aus Radhiyallahu anhu Beliau bersabda,

    “Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan dalam segala hal. Ketika kamu membunuh, maka lakukanlah dengan cara yang baik, dan ketika kamu menyembelih, maka lakukanlah dengan cara yang baik, serta pastikan pisau yang digunakan tajam, dan tenangkan hewan yang akan disembelih.” (HR Muslim)

    Selanjutnya, lakukan penyembelihan dengan memotong tenggorokan dan dua urat nadinya yang ada di leher hewan kurban.

    2. Hadap Kiblat

    Hadapkanlah hewan kurban ke arah kiblat. Hal ini sesuai dengan hadits berikut, “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan ketulusan dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah golongan musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku diperintahkan demikian, dan aku termasuk golongan orang Muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) adalah darimu, untuk-Mu, dan atas nama Muhammad dan umatnya.” (HR Abu Dawud)

    Hari Idul Adha adalah momen penting bagi umat Islam di mana penyembelihan hewan kurban dilakukan. Tahun ini, sama seperti tahun sebelumnya, pemerintah Indonesia baru akan menetapkan waktu Idul Adha 2023 usai menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1444 H. Pada tahun-tahun sebelumnya, sidang isbat digelar pada 29 Dzulqaidah.

    Sementara itu, PP Muhammadiyah telah mengumumkan penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1444 Hijriah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Keputusan ini juga mencakup penentuan tanggal Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji 2023. Menurut keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha 2023 akan jatuh pada tanggal 28 Juni 2023.

    Sekian adalah sekilas pembahasan mengenai doa menyembelih hewan kurban sekaligus tata cara dan jadwalnya. Semoga tulisan kali ini dapat membantu ya, detikers!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Iftitah Allahu Akbar Kabiro Walhamdulillahi Katsiro



    Jakarta

    Bacaan allahu akbar kabiro walhamdulillahi katsiro merupakan penggalan salah satu doa iftitah yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca surah Al Fatihah.

    Hal ini secara langsung dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Kitab al-Adzkar bahwa banyak hadits yang secara keseluruhan menyatakan setelah melakukan takbiratul ihram hendaknya orang tersebut mengucapkan,

    اللهُ أَكْبَر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً


    Allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa

    Artinya: “Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah sepanjang pagi dan petang.” (Hadits ini dianggap shahih oleh Ibnu Khuzaimah, HR Dawud, Ahmad, dan Ibnu Majah)

    Imam an-Nawawi juga memaparkan bacaan doa setelah takbiratul ihram dengan lafaz berikut:

    وَجَّهْتُ وَجُمِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شريك له وبذلك أُمِرْتُ وأنا من المُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ أَنتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفُتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جميعًا لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لأخستنها إِلَّا أَنتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّهَا إِلَّا أَنتَ لَتَيْك وَسَعْدَيكَ وَالْخَيْرُ كله في يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أنا يك واليك تباركت وتعاليت أستغفرك وأتوب إليك

    Arab latin: Wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifa wamaa anaa minal musyrikiin. inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin. Allahumma antal maliku laa ilaha illa anta anaa abduka zhalamtu nafsii wa’taraftu bidzanbii faghfirlii dzunuubii jamii’aa, laa yaghfirudz dzunuuba illa anta, wahdinii liahsanil akhlaaqi, laa yahdii liahsanihaa ilaa anta, washrif ‘annii sayyiahaa la yashrifu ‘annii sayyi’ahaaa illa anta, labbaika wasa’daika walkhairu kulluhu fiiyadaika, wassyarru laisa ilaika, anaa bika wailaika, tabaaraka wata’aalaita, astagfiruka wa atuubu ilaika.

    Artinya: “Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan bukanlah aku termasuk dalam golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Karena itu aku rela diperintah dan aku adalah golongan orang Islam. Ya Allah, Engkaulah Penguasa, tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah Tuhanku sedangkan aku adalah hamba-Mu. Aku telah berbuat aniaya terhadap diriku dan mengakui dosaku. Karena itu, ampunilah seluruh dosa-dosaku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau. Berilah aku petunjuk terhadap budi pekerti yang terbaik, dan tiada yang dapat menunjukkan yang terbaik kecuali Engkau. Hindarkanlah aku dari keburukan budi pekerti, di mana tiada yang dapat menghindarkanku darinya kecuali Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, dan aku patuhi perintah-Mu ya Allah. Seluruh kebaikan berada dalam kedua tangan-Mu, dan kejahatan tidak dinisbatkan kepada-Mu. Aku hanya dapat hidup dengan-Mu dan akan kembali kepada-Mu. Mahaberkah Engkau dan Mahatinggi, aku mohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu.” (Hadits ini shahih, HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad dan semuanya berasal dari hadits Ali bin Abi Thalib)

    Imam an-Nawawi juga menjelaskan bahwa banyak sekali hadits yang memberi penjelasan mengenai bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Di antaranya hadits Aisyah RA, “Apabila Rasulullah SAW telah membaca doa iftitah, maka beliau mengucapkan,

    اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ

    Artinya: “Mahasuci Engkau ya Allah, dan aku memuji-Mu, dengan kesucian nama- Mu, Mahaagung kebesaran-Mu, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, dianggap shahih oleh Ibnu Khuzaimah)

    Merangkum detikHikmah, ada beberapa syarat dalam membaca doa iftitah, di antaranya:

    1. Salat yang dikerjakan selain salat jenazah, walaupun salat jenazahnya di atas kuburan atau salat gaib (mayatnya berada di daerah yang jauh dari daerahnya orang yang menyalati).

    2. Waktunya cukup untuk mengerjakan salat (beserta membaca doa iftitah). Jika waktunya sempit atau terbatas, maka boleh untuk tidak membaca doa iftitah bahkan harus melaksanakan yang wajib-wajib saja.

    3. Saat menjadi makmum tidak khawatir ketinggalan sebagian surat al-Fatihah seandainya ia membaca doa iftitah.

    4. Saat menjadi makmum, ia tidak menjumpai imam di selain posisi berdiri. Jika ia menjadi makmum masbuk dan menjumpai imam di selain posisi berdiri semisal ruku’, sujud dan seterusnya, maka tidak disunnahkan membaca doa iftitah, akan tetapi ia langsung menyusul ke posisi imam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Adzan, Dibaca agar Mendapat Syafaat pada Hari Kiamat



    Jakarta

    Doa setelah adzan merupakan amalan sunnah yang dipanjatkan usai muazin menyerukan adzan. Selain itu, doa tersebut juga termasuk ke dalam adab ketika mendengarkan adzan.

    Menurut buku 63 Adab Sunnah oleh Dr KH Rachmat Morado Sugiarto Lc M A, doa setelah adzan disampaikan oleh Jabir bin Abdullah. Dikatakan orang yang membaca doa tersebut akan mendapat syafaat pada hari kiamat.

    Adapun, hukum membacanya ialah sunnah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Berikut bacaan doanya seperti dinukil dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah susunan Abdullah Zaedan.


    Bacaan Doa setelah Adzan

    اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذه الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاةِ القائمة آت مُحَمَّداً الْوَسَيْلَةَ والْفَضيلَةَ وابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوْداً الَّذِي وَعَدتَهُ

    Arab latin: Alloohumma robba hadzihid da’watittaamatit taammati was sholaatil qoo`imati aati muhammadal wasiilata wal fadhiilata wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa-‘adtahu

    Artinya: “Ya Allah, Rabb yang memiliki panggilan ini, yaitu yang sempurna juga memiliki salat yang didirikan. Berikanlah Nabi Muhammad wasilah serta keutamaan, berikut juga kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia menuju tempat yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan,” (HR An Nasa’i)

    Keistimewaan Doa setelah Adzan

    Menukil dari buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, keistimewaan dari doa setelah adzan ialah mendapat syafaat pada hari kiamat kelak sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. Maksud syafaat ini ialah pertolongan Rasulullah untuk umatnya.

    “Barang siapa ketika mendengar adzan lalu mengucapkan (doa ini), maka masuklah syafaatku baginya di hari kiamat,” (HR Bukhari).

    Syafaat Nabi Muhammad SAW banyak macamnya, seperti untuk orang-orang yang menanggung dosa dari umatnya agar mendapat pengampunan dari Allah. Selain itu memasukkan mereka ke dalam surga tanpa hisab, serta meninggikan derajat setiap orang sesai dengan yang pantas.

    Bahkan, keistimewaan lain dari orang yang rutin membaca doa setelah adzan ialah dikaruniai khusnul khatimah di akhir hidupnya. Untuk meraih keistimewaan tersebut tidak cukup sekadar membacanya di lisan, melainkan harus mengetahui dan menghayati maknanya.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bacaan Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit, Lengkap dengan Latin dan Terjemahnya



    Jakarta

    Setiap orang yang sedang sakit pasti mengharapkan kesembuhan. Sebab, ajaran Islam selalu menanamkan untuk selalu memanfaatkan waktu sehat yang memiliki nikmat untuk beramal dan beribadah sebelum datangnya waktu sakit.

    Selain mendatangi ahli medis, berdoa memohon diberi kesembuhan juga merupakan salah satu cara untuk berikhtiar kepada Allah SWT. Berikut ini adalah beberapa doa yang telah dirangkum dari berbagai sumber dan dapat dibaca untuk meminta kesembuhan.

    Doa Mohon Kesembuhan dari Sakit

    1. Doa Mohon Kesembuhan

    Dikutip dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun yang disusun oleh Adi Tri Eka, berikut bacaan doa memohon kesembuhan.


    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِوَالْفَقْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Bacaan latin: Allaahumma ‘aafinii badanii, allaahumma ‘aafinii fii sama ‘ii, allahumma ‘aafinii fii basharii. Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri. Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri la ilaaha illaa anta

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah badanku. Ya Allah, sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah, sembuhkanlah penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan selain engkau.” (HR Abu Daud).

    2. Doa Mohon Diangkatnya Penyakit

    Rasulullah SAW membaca doa ini ketika meruqyah salah seorang sahabat. Berikut bacaannya.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Bacaan latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,”

    3. Doa yang Dibaca oleh Orang Sakit

    Melansir buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim, terdapat bacaan doa yang dapat dibaca oleh orang yang sedang sakit. Bacaan ini didasari oleh hadits Rasulullah.

    Diriwayatkan kepada kami dalam Shahih Muslim, dari Utsman bin Abil ‘Ash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah pun memerintahkannya membaca doa berikut.

    (3x) بِسْمِ اللَّهِ

    (7x) أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    Bacaan latin: Bismillah (3x), a’uudzu bi’izzatillaahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (7x)

    Artinya: Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari kejahatan yang menimpaku dan yang aku takuti.”

    4. Doa Untuk Orang Sakit

    Doa untuk orang sakit ini dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA sesuai dengan riwayat Ibnu Sunni. Doa ini dapat ditujukan secara spesifik dengan menyebut orang yang menderita penyakitnya.

    شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Bacaan latin: Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

    Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,”

    Adapun doa untuk orang sakit selanjutnya disunnahkan untuk dibaca 3 kali. Kemudian, orang yang membaca doanya dianjuran menyapukan badan orang yang sakit dengan tangan kanan.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Bacaan latin: Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tidak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    5. Doa Mohon Kondisi Sehat

    Muhammad Lutfi Zamani menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Pasti Mustajab perihal bacaan doa mohon kondisi sehat.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ ولا إل أحد منان ناس

    Bacaan latin: Yaa hayyun, yaa qayyuumun, birahmatika istaghiitsu, wa ashlih lii sya’nii kullahuu, wa laa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin, wa laa ilaa ahadin minan naas.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Kekal, hanya dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh kondisiku, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Dan jangan Engkau biarkan aku bergantung kepada siapapun dari manusia.” (Ath Thabrani, Al-Mu’jamu ash-Shaghir lith Thabrani, Juz 2 (Mesir: Muwaqi’u Jaamil Hadits, tt), hlm. 3).

    Itulah 5 bacaan doa mohon kesembuhan dari penyakit yang dapat dibaca baik oleh orang yang sedang sakit maupun orang yang menjaga atau datang menjenguk. Dengan rutin membacakan doa, maka orang yang sakit pun akan segera sembuh atas izin Allah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Meluluhkan Hati Seseorang dari Jarak Jauh, Beserta Bacaan dan Artinya


    Jakarta

    Sebagian dari detikers mungkin merasa kesulitan meluluhkan hati seseorang. Padahal kamu sangat berharap hati orang tersebut bisa luluh sehingga dapat menjalin hubungan baik denganmu.

    Seseorang ini bisa jadi adalah orang yang dicintai agar bisa mengenal dan akhirnya menikah. Atau mungkin orang tersebut adalah atasan atau rekan kerja agar nantinya pekerjaan kita semakin lancar dan rezeki mengalir lebih mudah.

    Solusi utama dari masalah ini adalah mendekat kepada Allah SWT dan memohon doa kepada-Nya. Dalam artikel ini akan kita ulas bagaimana doa meluluhkan hati seseorang dari jarak jauh dengan menyebut nama orang yang dimaksud.


    Doa Meluluhkan Hati dengan Menyebut Nama

    Berikut ini doa meluluhkan hati seseorang dari jarak jauh dengan menyebutkan nama orang yang dimaksud.

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ
    ..(sebut nama orang dimaksud)..اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ
    كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ
    فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Bacaan Latin

    Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika.
    Allaahumma sakhkhir lii … (sebut nama orang dimaksud)… kama sakhkhorta firauna li musa.
    Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda.
    Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadika. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

    Artinya

    Ya Allah, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah dan hina, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.
    Ya Allah tundukkan (sebut nama) kepadaku sebagaimana Engkau tundukkan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya untukku sebagaimana Engkau melembutkan besi pada Daud.
    Karena dia tidak berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya ada di tangan-Mu, dan hatinya ada di tangan-Mu.

    Demikian tadi doa meluluhkan hati seseorang dari jarak jauh dengan menyebutkan nama orang yang dimaksud. Semoga kita senantiasa mendapatkan kemudahan dalam segala urusan.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Salam ketika Berada di Sekitar Makam Rasulullah


    Jakarta

    Membaca doa salam ketika berada di sekitar makam Rasulullah SAW termasuk hal yang dianjurkan dalam Islam. Terutama bagi yang berkesempatan untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah.

    Freddy Rangkuti dan Siti Haniah dalam buku Aku Datang Memenuhi Panggilan-Mu: Panduan Doa dan Ibadah menggambarkan, makam Rasulullah SAW terletak di sudut timur Masjid Nabawi dan masih termasuk di dalam masjid. Pada bangunan ini terdapat empat pintu.

    Keempat pintu tersebut adalah pintu sebelah kiblat dinamai pintu At-Taubah, pintu sebelah timur dinamai pintu Fatimah, pintu sebelah utara dinamai pintu Tahajjud, dan pintu sebelah barat ke Raudhah.


    Di dalam ruangan ini tidak hanya ada makam Rasulullah SAW saja, melainkan ada dua makam sahabat Rasulullah SAW, yaitu Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin Khattab RA.

    Adab Berkunjung ke Makam Rasulullah SAW

    Sementara itu, Ahmad Alawiy dkk dalam buku Umrah: Panduan Ibadah Umrah Praktis Lahir Batin menjelaskan mengenai adab di makam Rasulullah SAW, sebagai berikut:

    1. Mendatangi maqrabah (makam) Rasulullah SAW dari arah kepala dengan membelakangi kiblat, menghadap maqrabah dan menjauh dari makam berjarak sedikitnya sekitar 2 meter

    2. Khusyuk dan khidmat penuh pengagungan pada Rasulullah SAW yang berada di hadapannya

    3. Mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW dengan suara lembut dan bersikap tenang tanpa disertai gerakan yang tidak perlu

    4. Mengucapkan salam kepada Abu Bakar As-Shiddiq RA

    5. Mengucapkan salam kepada Umar bin Khattab RA

    6. Setelah menghadap Rasulullah SAW, bertawwasul, dan meminta syafaat pada beliau.

    Doa Salam ketika Berada di Makam Rasulullah SAW

    Mengutip dari buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, berikut bacaan doa salam ketika berada di makam Rasulullah SAW,

    السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَارَسُوْلَ اللهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللهِ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَمِيْنُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيْبَ اللَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا صَفْوَةَ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللَّهِ وَحْدَهُ لاشَرِيكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ أَنَّكَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَأَمِيْنُهُ وَصَفِيهُ وَخِيَرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّيْتَ الأَمَانَةَ وَنَصَحْتَ الْأُمَّةَ وَجَاهَدْتَ فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ. اَللَّهُمَّ أُتِهِ الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ وَاتِهِ نِهَايَةَ مَا يَنْبَغِي أَنْ يَسْأَلَهُ السَّائِلُونَ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ

    Artinya: “Salam sejahtera atasmu wahai Rasulullah. Salam sejahtera untukmu wahai Nabiallah. Salam sejahtera atasmu wahai al-Amin, pribadi yang terpercaya. Salam sejahtera atasmu wahai kekasih Allah, Salam sejahtera bagimumu wahai makhluk pilihan Allah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi, baginda adalah hamba-Nya, Rasul-Nya, kepercayaan-Nya kekasih-Nya dan pilihan-Nya diantara makhluk-Nya. Aku bersaksi, sungguh engkau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanat, memberi nasihat kepada umat, dan berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh. Yang Allah, berikan hak menjadi wasilah, kemuliaan dan martabat yang tinggi serta bangkitkan ia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan, dan berikan dia karunia tertinggi yang pantas diberikan pada orang-orang yang memohon, sungguh Engkau tidak akan mengingkari janji.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Laa Ilaha Illallah, Sebaik-baik Doa di Hari Arafah



    Jakarta

    Umat Islam dianjurkan membaca doa hari Arafah. Dalam salah satu hadits dikatakan, sebaik-baiknya doa adalah doa yang dibaca pada hari Arafah dan doa tersebut diawali dengan lafaz Laa Ilaaha Illallah.

    Hari Arafah memiliki keutamaan sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Zadul Ma’ad. Dikatakan, hari Arafah adalah hari yang padanya terdapat suatu waktu yang mustajab untuk berdoa.

    Ibnu Qayyim menjelaskan, mayoritas pendapat menyebut waktu tersebut jatuh pada saat terakhir setelah salat Ashar. Pada waktu tersebut orang-orang yang wukuf sedang melaksanakan wukufnya yang diisi dengan doa dan tadharru’.


    Dijelaskan pula bahwa sebaik-baik hari di sisi Allah SWT adalah hari raya kurban, dan itu adalah hari haji akbar sebagaimana tercantum dalam Kitab As-Sunan dari Rasulullah SAW beliau bersabda,

    أَفْضَلُ الأَيَّمِ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمِ الْقَرِ

    Artinya: “Seutama-utama hari di sisi Allah SWT adalah hari Raya Kurban, kemudian hari Al-Qarr (setelah hari raya kurban).” (HR Ahmad, Abu Dawud, daan bnu Khuzaimah)

    Ada yang mengatakan, bahwa hari Arafah lebih utama daripadanya, dan pendapat ini dikenal di kalangan sahabat sahabat Imam Syafi’i. Hari Arafah disebut sebagai hari haji akbar, dan puasa yang dikerjakan padanya dapat menghapus kesalahan selama dua tahun.

    Terdapat pula riwayat dari Abu Dawud melalui sanad yang paling shahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hari haji akbar itu adalah hari raya kurban.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah.)

    Hari Arafah adalah pendahuluan bagi hari raya kurban, karena padanya berlangsung kegiatan wakaf, tadharru, taubat, peribadatan, dan permintaan maaf.

    Bahkan ada hadits yang menjelaskan dalam Shahih Bukhari dari Ibnu Abbas RA yang mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

    “Tiada ada suatu hari di mana amal saleh yang dilakukan padanya lebih disukai Allah SWT daripada sepuluh hari ini.” Para sahabat berkata, “Tidak pula jihad di jalan Allah?” beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak membawa hal itu sedikit pun.” (HR Ahmad, Ad-Dailami, dan Bukhari)

    Bacaan Doa Hari Arafah

    Mengutip Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi terdapat sebuah hadits yang membahas mengenai bacaan doa dan dzikir ketika hari Arafah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik doa adalah doa yang dibacakan pada hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan nabi-nabi terdahulu adalah bacaan:

    لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: Laa Ilaaha Illaallahu wahdahu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.”

    Diriwayatkan pula dari Salim bin Abdullah bin Umar RA dia melihat pengemis yang meminta-minta pada hari Arafah, dia mengatakan: “Wahai orang yang lemah, di hari ini kau meminta-minta kepada selain Allah SWT.”

    Oleh karena itu, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan dzikir dan doa serta melakukannya dengan penuh kesungguhan. Hari Arafah merupakan hari yang paling utama untuk berdoa di antara hari-hari lainnya dalam setahun.

    Pada hari Arafah juga dikerjakan sebagian pekerjaan yang paling mulia yaitu menunaikan ibadah haji. Bukan hanya itu, pada hari Arafah juga menjadi tujuan utama bagi haji serta menjadi rujukannya.

    Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk menghabiskan waktunya untuk berdzikir dan berdoa, membaca Al-Qur’an, membaca berbagai macam doa, membaca berbagai macam dzikir, berdoa untuk diri sendiri, melakukan dzikir, dan masih banyak amalan sunnah lainnya. Demikian menurut penjelasan para ulama.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Nabi Ismail ketika akan Disembelih



    Jakarta

    Saat Nabi Ismail AS mengetahui mengenai perintah Allah SWT untuk menyembelihnya, ia pasrah seraya berdoa. Inilah bacaan doa Nabi Ismail ketika akan disembelih.

    Kisah penyembelihan Nabi Ismail AS yang kemudian menjadi dasar perintah untuk berkurban ini diceritakan dalam Kitab Al-Qashash al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir.

    Diceritakan, Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra pertamanya yaitu Nabi Ismail AS yang lahir ketika usia Nabi Ibrahim AS sudah mencapai 86 tahun.


    Peristiwa penyembelihan Nabi Ismail AS itu merupakan ujian dari Allah SWT terhadap Nabi Ibrahim AS. Dengan sikap Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang penuh keyakinan kepada Allah SWT dan bertawakal kepada-Nya mereka melaksanakan perintah itu.

    Perintah Allah SWT itu lalu dijawab oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam surah Ash-Shaffat ayat 102,

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ

    Artinys: “Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu? …” (QS As-Saffat: 102)

    Setelah mendengar apa yang dikatakan ayahnya, Nabi Ismail AS pun menjawab,

    قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ …

    Artinya: “..Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” (QS As-Saffat: 102)

    Ibnu Katsir mengatakan, jawaban yang diberikan oleh Nabi Ismail AS merupakan wujud dari ketaatan seorang anak kepada orang tua dan Tuhannya.

    Doa Nabi Ismail saat akan Disembelih

    Perkataan Nabi Ismail AS dalam surah As-Saffat 102 tersebut juga berisi doa Nabi Ismail AS ketika akan disembelih. Berikut bacaannya,

    سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

    satajidunii in shaaa’allaahu minas saabiriin

    Artinya: “Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

    Posisi Nabi Ismail saat akan Disembelih

    Diceritakan pula bahwa pada saat itu Nabi Ibrahim AS membaringkan Nabi Ismail AS seperti dibaringkannya seekor hewan sembelihan.

    Di mana posisi pipi Nabi Ismail AS menempel ke tanah. Lalu, Nabi Ibrahim AS menyebut asma Allah SWT dengan bertakbir, bersaksi, dan menyerahkan sepenuhnya kematian putranya kepada Allah SWT.

    As-Sad dan ulama lainnya berkata, “Ibrahim menggoreskan goloknya pada leher Ismail, tetapi tidak melukai sedikit pun.”

    Ada juga yang berpendapat “Antara golok dan leher Ismail terdapat lempengan logam.” Wallahu a’lam.

    Karena sikap tawakal dari Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS akhirnya Allah SWT memberikan tebusan bagi Nabi Ismail AS.

    Allah SWT mengganti Nabi Ismail AS dengan hewan sembelihan yang besar. Menurut pendapat mayoritas ulama yang masyhur bahwa pengganti Ismail itu adalah seekor kibasy (kambing besar) berwarna putih, bermata hitam, dan bertanduk besar.

    Nabi Ibrahim AS melihat kambing itu telah terikat dengan tali berwarna cokelat di Gunung Tsabir.” Ats-Tsauri meriwayatkan dari Abdullah bin Utsman bin Khutsaim, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Yaitu kambing yang digembalakan di surga selama empat puluh musim.” Sa’id bin Jubair berkata, “Kambing itu digembalakan di surga hingga Gunung Tsabir pun terpecah karena kehadirannya.”

    Selain itu, Muhammad Yusuf Effendi dalam buku Ayah Juara 7 Hari Menjadi Ayah Qur’ani menjelaskan doa dari Nabi Ibrahim AS yang diajarkan kepada Nabi Ismail AS.

    Nabi Ibrahim AS mengajarkan doa seusai mengerjakan segala sesuatu kebaikan agar amal saleh mereka diterima oleh Allah SWT.

    Doa ini diabadikan dalam surah Al-Baqarah ayat 127,

    وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ١٢٧

    Artinya: “(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Idul Adha: Arab, Latin dan Terjemahnya



    Jakarta

    Doa buka puasa Idul Adha menjadi salah satu amalan yang dapat dikerjakan menjelang buka puasa Tarwiyah dan Arafah. Panjatkan doa sebelum menyatap hidangan berbuka puasa.

    Dua puasa sunnah di bulan Zulhijjah ini dapat mendatangkan banyak keutamaan bagi setiap muslim yang menjalaninya. Puasa tarwiyah dikerjakan pada 8 Zulhijjah. Sementara puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah. Waktu ini bertepatan dengan waktu jamaah haji sedang wukuf di Arafah.

    Diriwayatkan Abu Qatadah rahimahullah, Rasulullah bersabda,


    صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

    Artinya: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas” (HR Muslim).

    Doa Buka Puasa Idul Adha

    Mengutip buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, dan Thibbun Nabawi oleh Maryam Kinanti N, berikut bacaaan doa berbuka puasa.

    Doa buka puasa Tarwiyah dan Arafah sebenarnya tidak berbeda dengan puasa lainnya.

    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

    Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.

    Doa Buka Puasa Sesuai Sunnah

    ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

    Bacaan latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

    Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah,” (HR Abu Daud).

    Dianjurkan juga untuk menyegerakan buka puasa jika waktunya telah tiba. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

    إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ

    Artinya: “Jika malam telah datang dari sini dan siang telah tertutup dari sini, serta matahari terbenam, itulah waktu berbuka bagi yang berpuasa,” (HR Bukhari).

    Dilansir dari laman NU Online, Syekh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam Hasyiyah I’anatut-thalibin juz 2 halaman 279 menjelaskan bahwa waktu membaca doa buka puasa adalah setelah berbuka, bukan dibaca sebelum dan bukan pula saat berbuka. Penempatan waktu membaca doa berbuka puasa dilakukan setelah selesai berbuka puasa adalah dengan merujuk makna yang terkandung dalam doa tersebut.

    Syekh Said bin Muhammad Ba’ali dalam Kitab Busyra al-Karim halaman 598 menjelaskan, disunnahkan (membaca doa buka puasa) ketika hendak berbuka tetapi (waktu) yang lebih utama adalah setelah berbuka dengan membaca doa: ‘Allahumma laka shumtu wa ala rizqika afthartu’.

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain Lengkap dengan Artinya


    Jakarta

    Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Selain mendirikan sholat Id di pagi hari, ibadah yang paling dianjurkan saat Idul Adha adalah berkurban.

    Dalam Islam, kurban adalah bentuk ibadah yang memiliki banyak keberkahan dan pahala. Hukum kurban termasuk ke dalam sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan atau hampir mendekati wajib bagi orang yang mampu.

    Terdapat dalil yang menjelaskan tentang kurban, salah satunya disebutkan dalam surat Al Hajj ayat 34 yakni sebagai berikut:


    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

    Latin: Wa likulli ummatin ja’alnā mansakal liyażkurusmallāhi ‘alā mā razaqahum mim bahīmatil-an’ām, fa ilāhukum ilāhuw wāḥidun fa lahū aslimụ, wa basysyiril-mukhbitīn

    Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah SWT).”

    Agar proses penyembelihan hewan kurban semakin berkah, dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Lalu, seperti apa bacaan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain? Simak di bawah ini.

    Doa Menyembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain

    Mengutip laman NU, terdapat doa yang dibaca ketika hendak menyembelih hewan kurban. Untuk lebih jelasnya, simak urutan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain berikut ini.

    1. Membaca Bismillah

    بِسْمِ اللهِ

    Bismillah

    Artinya: “Dengan nama Allah.”

    2. Membaca Sholawat untuk Rasulullah SAW

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

    Artinya: “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

    3. Membaca Takbir 3 Kali dan Tahmid 1 Kali

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

    4. Membaca Doa Sembelih Hewan Kurban Milik Orang Lain

    (….) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ

    Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min … (ucapkan nama pemilik hewan kurban)

    Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (nama pemilik hewan kurban).”

    Syarat Berkurban

    Setelah mengetahui bacaan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain, kini detikers perlu memahami apa saja syarat-syarat berkurban yang sah dalam Islam. Simak sejumlah syarat berkurban yang harus dipenuhi di bawah ini:

    1. Muslim

    Syarat berkurban yang pertama yakni seorang Muslim. Bagi orang kafir tidak diwajibkan untuk kurban.

    2. Berkecukupan atau Mampu

    Kurban disunnahkan bagi yang mampu, yakni telah memiliki harta untuk berkurban. Seorang muslim dianggap mampu jika sudah bisa memberi nafkah kepada keluarga.

    3. Balig dan Berakal

    Kurban dilakukan oleh seorang muslim yang sudah balig atau cukup umur dan berakal. Sementara bagi anak-anak tidak dibebankan untuk berkurban.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai bacaan doa menyembelih hewan kurban milik orang lain. Semoga artikel ini dapat membantu detikers saat proses penyembelihan hewan kurban.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com