Tag: doa

  • Doa Menyembelih Ayam dan Etikanya yang Harus Dipahami Muslim


    Jakarta

    Saat memotong ayam dianjurkan membaca doa menyembelih ayam. Dalam Islam, proses penyembelihan dimaksudkan agar kehalalan suatu daging terjaga.

    Perlu diketahui, ayam atau hewan yang tidak disembelih sesuai syariat maka kehalalannya diragukan. Karenanya, saat menyembelih ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan, seperti tata cara dan doa yang dibaca.

    Lalu, seperti apa bunyi bacaan doa menyembelih ayam? Berikut bahasannya.


    Doa Menyembelih Ayam: Arab, Latin dan Arti

    Menurut kitab Al-Tadzib fi Adillati Matb al-Ghayah wa al-Taqrib oleh Musthafa Dib al-Bugha, ada sejumlah syarat penyembelihan yang harus dipenuhi, salah satunya penyembelih harus berakal sehat. Selain itu, alat penyembelihan yang digunakan harus pisau tajam agar proses penyembelihan tidak menyiksa hewan.

    Sebelum menyembelih, jangan lupa membaca basmalah terlebih dahulu. Setelahnya baru panjatkan doa menyembelih ayam. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa Andalan Para Nabi susunan Dr Mustafa Murad.

    اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

    Arab latin: Allahumma hadzihi minka wa ilaika fataqabbal minnii yaa kariim

    Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku,”

    Etika Menyembelih Hewan

    Mengutip kitab Nazam Takziyah oleh K H Ahmad Rifa’i, ada sejumlah etika yang perlu diperhatikan ketika menyembelih hewan, termasuk ayam. Antara lain adalah:

    • Dilarang menyembelih sebelum memahami ilmu syariat dan tata cara menyembelih
    • Ketika hendak menyembelih, harus mempelajarai ilmu syariat dan memahami tata cara penyembelihan yang benar terlebih dahulu
    • Menyembelih binatang sebagai satu bentuk ibadah
    • Senantiasa mengusahakan aspek halal dan menjauhi perkara haram

    Tata Cara Menyembelih Ayam sesuai Syariat Islam

    Dijelaskan dalam buku Fikih susunan H Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, tata cara menyembelih ayam sesuai syariat yaitu sebagai berikut:

    1. Siapkan alat penyembelihan yang tajam dan bersih
    2. Ikat kaki hewan yang akan disembelih lalu baringkan menghadap kiblat, posisi lambung kiri berada di bawah
    3. Menyebut nama Allah atau membaca basmalah lalu diikuti dengan doa
    4. Memotong tenggorokan dan dua urat leher hewan yang akan disembelih dalam satu gerakan sehingga memutus jalan makan, minum, nafas, serta urat nadi kanan dan kiri pada leher hewan

    Demikian doa menyembelih ayam dan pembahasan terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Keutamaan Membaca Sholawat, Bisa Jadi Kunci Terkabulnya Doa


    Jakarta

    Ada sejumlah keutamaan membaca sholawat yang bisa diraih umat Islam. Membaca sholawat dapat menjadi bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus doa yang bernilai pahala.

    Setiap menunaikan salat, umat Islam bahkan telah diwajibkan membaca sholawat nabi setiap tasyahud akhir. Perintah membaca sholawat termaktub dalam Al Quran surah Al-Ahzab ayat 56. Allah SWT berfirman,

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا


    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

    Bacaan Sholawat Pendek

    Mengutip dari buku Memahami Makna Bacaan Sholat karya Abu Utsman Kharisman, bacaan sholawat pendek yang dibaca di luar salat, yaitu dapat diamalkan sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammad

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Bacaan tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaikh al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin. Selain itu, umat Islam juga dapat membaca sholawat nabi yang pendek dengan bacaan:

    صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

    Latin: Shallallahu ‘ala Muhammadin

    Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

    Keutamaan Membaca Sholawat

    Habib Abdullah Assegaf dan Indriya dalam buku Mukjizat Shalawat menukil keutamaan sholawat menurut Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Sholawat Nabi SAW. Berikut di antaranya.

    1. Membaca sholawat termasuk wujud menaati perintah Allah SWT sebagaimana telah disebutkan dalam surat Al-Ahzab ayat 56.
    2. Mendapat balasan 10 sholawat dari Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Orang yang bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan beri sholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim)
    3. Derajatnya diangkat sepuluh derajat oleh Allah SWT sebagaimana dalam hadits Nabi SAW yang berbunyi, “Barang siapa bersholawat satu kali saja, Allah SWT akan memberinya sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya.”
    4. Orang yang bersholawat satu kali akan dituliskan sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh keburukan darinya.
    5. Membaca sholawat nabi menjadi kunci terkabulnya doa di sisi Allah SWT. Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk mengawali doa dengan membaca sholawat.
    6. Sholawat akan mendatangkan syafaat dari Rasulullah SAW bagi orang yang membacanya.
    7. Sholawat akan mencukupkan apa yang diinginkan seseorang.
    8. Sholawat menjadikan seorang hamba dekat dengan Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.
    9. Sholawat dapat menjadi bentuk sedekah bagi orang yang tidak mampu bersedekah.
    10. Sholawat kepada Rasulullah SAW yang dibaca dengan ikhlas dapat mempermudah hajat seseorang.
    11. Sholawat memberikan kebaikan pada suatu majelis dan penghuninya tidak akan mendapat kerugian pada hari kiamat.
    12. Sholawat dapat mendatangkan keberkahan serta mencegah seseorang dari kefakiran dan sifat kikir.
    13. Sholawat mengandung zikir kepada Allah SWT untuk mensyukuri segala nikmat-Nya.
    14. Membaca sholawat nabi juga akan menghindarkan seseorang dari sifat lupa. Sebab, melalui sholawat seseorang akan terus mengingat Allah SWT.
    15. Sholawat kepada Rasulullah SAW dari umatnya ialah doa. Semakin banyak seorang muslim bersholawat, maka semakin cinta kita kepada Nabi dan Allah SWT pun akan mencintai kita.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Qunut Subuh Versi Pendek: Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Doa qunut subuh dibaca ketika rakaat kedua salat Subuh. Biasanya, doa dipanjatkan setelah i’tidal dan sebelum melakukan sujud.

    Hukum membaca doa qunut sendiri ialah sunnah muakkad seperti dikatakan oleh Imam Nawawi melalui Kitab al-Adzkar. Dalil terkait hukum doa qunut subuh merujuk pada hadits dari Anas bin Malik yang berbunyi,

    “Rasulullah senantiasa membaca qunut ketika sholat Subuh sehingga beliau wafat,” (HR Ahmad)


    Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Pendek

    Mengacu pada sumber yang sama, yaitu Kitab Al-Adzkar, berikut bacaan doa qunut subuh pendek.

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Arab latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi,”

    Pengganti Doa Qunut Subuh

    Sebetulnya, doa qunut sendiri sunnah hukumnya untuk dibaca. Hal ini merujuk pada pendapat Imam Malik dan Syafi’i yang dinukil dari buku Fiqih Shalat Terlengkap susunan Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani.

    Prof Wahbah Az-Zuhaili melalui bukunya yang berjudul Fiqhul Islam wa Adillatuhu menyebut bahwa boleh membaca doa qunut dengan redaksi lain. Syaratnya, zikir tersebut berisi doa dan pujian seperti dijelaskan oleh ulama mazhab Syafi’i.

    Bacaan yang dapat dipanjatkan jika tidak hafal doa qunut subuh ialah allaahummaghfir lii yaa Ghafur atau membaca warhamnii ya rahiim, atau walthuf bi yaa lathiif.

    Namun, mazhab Syafi’i berpandangan bahwa yang paling utama untuk dibaca ialah allahummah dinii sampai akhir. Lain halnya dengan mazhab Hanafi yang berpandangan jika tidak hafal diperbolehkan mengganti dengan ucapan yaa Rabbi atau Allahummaghfir lii sebanyak 3 kali.

    Selain itu, membaca doa yang tercantum pada surat Al Baqarah ayat 201 juga diperbolehkan.

    رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār (QS Al Baqarah: 201)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Masuk WC dan Adabnya yang Harus Diperhatikan Muslim


    Jakarta

    Doa masuk WC dibaca termasuk ke dalam amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bacaan tersebut bertujuan meminta kepada Allah SWT agar dihindari dari segala kejahatan yang ada di dalam kamar mandi.

    Bahkan, Nabi SAW sendiri mengatakan bahwa batas antara jin dan manusia ialah sebelum memasuki WC. Dari Sayyidina Ali, Nabi SAW bersabda:

    “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke WC, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)


    Lantas, bagaimana doa masuk WC yang bisa dipanjatkan kaum muslimin? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun susunan Adi Tri Eka.

    Doa Masuk WC: Arab, Latin dan Arti

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

    Arab latin: Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi

    Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

    Adab Masuk WC

    Selain doa masuk WC, ada juga sejumlah adab yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin. Menukil Buku Pintar 50 Adab Islam susunan Arfiani.

    1. Membaca Niat

    Pertama ialah membaca niat dengan benar. Bunyi niatnya seperti yang telah dipaparkan sebelumnya.

    2. Awali dengan Basmalah

    Ketika masuk WC, awali dengan membaca basmalah. Menyebut nama Allah sebelum masuk ke kamar mandi termasuk ke dalam adab. Dengan bacaan tersebut maka pandangan jin untuk melihat aurat kita akan terhalang.

    3. Dahului Kaki Kiri

    Saat masuk ke dalam WC, dahului kaki kiri. Dalam sebuah riwayat, disebutkan Rasulullah SAW menggunakan kaki kiri ketika masuk ke dalam kamar mandi.

    “Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Tidak Berlama-lama di WC

    Jangan berlama-lama di dalam WC. Jika sudah selesai, sebaiknya langsung keluar.

    Itulah doa masuk WC beserta adabnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pembuka Acara Versi Pendek dan Panjang


    Jakarta

    Sebelum memulai acara biasanya selalu ada doa yang dipanjatkan. Hal itu dilakukan sebagai permintaan kepada Allah SWT untuk meminta kelancaran.

    Salah satu doa yang bisa dipakai terletak dalam Al-Qur’an. Doa pembuka acara ini adalah potongan ayat dalam surah Al A’raf.

    Mengutip buku Para Nabi dan Rasul karya Nurul Huda, berikut doa pembuka acara yang bisa diamalkan.


    Doa Pembuka Acara Versi Pendek

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab Latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.”

    Doa Pembuka Acara Versi Panjang

    Doa ini sering kita dengar sebagai bacaan pengantar khutbah. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa, doa ini dapat dibaca saat ada hajat, melakukan akad nikah, membuka pengajian/majelis, atau menyampaikan khutbah Jumat. (HR Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majad, dan Nasa’i)

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

    Arab Latin: “Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta’iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na’uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba’du.”

    Artinya: “Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

    Doa Penutup Acara

    Setelah selesai acara atau majelis, sebaiknya ditutup juga dengan sebuah doa. Doa ini dipanjatkan untuk meminta maaf dari kekhilafan selama acara.

    Doa tersebut adalah sebagai berikut:

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

    Arab Latin: “Subhaanakallaahumma wa bi-ḥamdika, asyhadu allaa Ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka.”

    Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu.”

    Penjelasan dari doa penutup majelis ini adalah berdasarkan sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang duduk di suatu majelis dan di dalamnya terdapat banyak perkataan yang hampa dan tidak berguna, kemudian ia membaca doa ini, maka keburukan yang ia lakukan di majelis tersebut diampuni.” (HR Tirmidzi)

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa agar Dijauhkan dari Sifat Kikir, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Kikir adalah sifat tercela yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Sikap kikir bahkan bertentangan dengan firman-firman Allah di dalam Al-Qur’an.

    Dijelaskan dalam buku Bebas Tes Surga atau Neraka susunan Muh Akbar Nasrulah, kikir merupakan sifat enggan berbagi atau memberi sesuatu yang dimiliki kepada orang lain. Sifat ini keterbalikan dari sifat dermawan yang artinya lapang dalam berbagi.

    Allah SWT melarang hamba-Nya untuk kikir, seperti disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 80,


    وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    Arab latin: Wa lā yaḥsabannallażīna yabkhalụna bimā ātāhumullāhu min faḍlihī huwa khairal lahum, bal huwa syarrul lahum, sayuṭawwaqụna mā bakhilụ bihī yaumal-qiyāmah, wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

    Artinya: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,”

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya terkait sifat kikir atau bakhil.

    “Hati-hatilah kamu terhadap sifat bakhil, karena bakhil telah merusak orang-orang sebelum kalian. Mereka memutuskan silaturahmi, berbuat bakhil dan berbuat maksiat, semuanya disebabkan oleh penyakit bakhil ini,” (HR Imam Ahmad).

    Ada doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin agar terhindar dari sifat kikir. Berikut bacaannya seperti dinukil dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH Sulaeman bin Muhammad Bahri.

    Doa agar Dijauhkan dari Sifat Kikir

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبَحْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ
    الرَّجَال

    Arab latin: Allahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaali

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, kemalasan, kekikiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain,” (HR Bukhari, Baihaqi & Ahmad)

    Bahaya Sifat Kikir

    Mengacu pada sumber yang sama, berikut sejumlah bahaya yang ditimbulkan dari sifat kikir:

    1. Kezaliman

    Orang yang berbuat zalim dinamakan zalimin, lawan dari sifat ini ialah adil. Kezaliman terdiri berbagai macam, salah satunya syirik.

    Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa suatu saat Abu Hayyaj Al-Asadi thawaf di Baitullah. Kemudian dia melihat seseorang berdoa, ‘Allahumma qini syuhha nafsi (ya Allah jagalah diriku dari sifat kikir)’, orang itu tidak menambah dari itu (doa). Lantas Abu Hayyaj bertanya kenapa hanya berdoa demikian.

    Orang tersebut menjawab, “Sesungguhnya jika diriku terjaga dari kekikiran, maka aku tidak akan mencuri, berzina, dan perbuatan dosa lainnya,”

    2. Pemutus Tali Silaturahmi

    Bahaya dari sifat kikir lainnya adalah sebagai pemutus tali silaturahmi. Kikir menimbulkan ketidaknyamanan terhadap orang lain, apabila sifat ini menghilangkan rasa cinta kepada saudara bahkan hingga memutus tali silaturahmi maka orang tersebut akan mendapat kesengsaraan di neraka kelak.

    Nabi SAW bersabda,

    “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman dengan (iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” (HR Bukhari dan Muslim).

    3. Berlebihan dalam Mencintai Dunia

    Sifat kikir akan menimbulkan rasa cinta dunia yang berlebihan. Ini disebabkan keinginan agar barang atau energi yang dimiliki tidak berkurang sedikit pun untuk kepentingan orang lain.

    Karenanya, kecenderungan untuk menyimpan sesuatu tanpa mengamalkan dan membelanjakan di jalan Allah akan semakin menambah kecintaan terhadap dunia. Hal tersebut hanyalah kenikmatan sementara dan kebahagiaan yang memperdayakan.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Syukur Nikmat, Kapan Sebaiknya Diamalkan?


    Jakarta

    Doa syukur nikmat dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin setiap hari. Allah SWT melimpahkan banyak nikmat kepada hamba-Nya seperti nikmat sehat, umur, hingga rezeki.

    Dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman:

    لَئِنْ شَكَرْتُمْ لاَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


    Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih,”

    Menurut buku Aqidah Akhlak pada Madrasah susunan Indra Satia Pohan, kata syukur diambil dari kata syakara, syukuran, dan wa syukuran yang artinya berterima kasih kepadanya. Jika disebut asy syukru, maka artinya ucapan terima kasih.

    Bersyukur berasal dari kata dasar syukur yang juga disebut dengan nikmat. Pendapat lain mengatakan kata syukur berarti terima kasih, sementara nikmat artinya pemberian atau anugerah.

    Memperbanyak doa syukur nikmat, niscaya seorang muslim akan terhindar dari azab yang pedih. Selain itu, nikmat yang diperoleh kian bertambah.

    Lantas, bagaimana bacaan doa syukur nikmat yang dapat dipanjatkan?

    Bacaan Doa Syukur Nikmat: Arab, Latin dan Arti

    Doa syukur nikmat tercantum dalam Al-Quran surat An Naml ayat 19,

    رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

    Arab latin: Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh,”

    Bagaimana Cara Mensyukuri Nikmat?

    Ada berbagai macam cara untuk mensyukuri nikmat. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Akidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah Kelas X tulisan Drs H Thoyib Sah Saputra MPd dan Drs H Wahyudin MPd, berikut contohnya.

    • Bersyukur kepada Allah dengan hati, yaitu mengakui dan menyadari bahwa nikmat yang diperolehnya berasal dari Allah SWT
    • Bersyukur kepada Allah dengan lisan, yaitu mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah dengan mengucapkan alhamdulillah
    • Bersyukur kepada Allah dengan perbuatan, yaitu melakukan amal perbuatan yang baik sesuai tuntunan agama

    Manfaat Bersyukur Kepada Allah SWT

    Merujuk pada sumber yang sama, dengan bersyukur maka umat muslim akan memperoleh banyak manfaat, antara lain:

    • Hidup penuh keberkahan
    • Senantiasa terhindar dari penyakit hati
    • Meningkatkan kualitas iman
    • Bertambahnya nikmat
    • Mensucikan hati dan jiwa
    • Ukhuwah dan interaksi sosial kemasyarakatan semakin baik
    • Memperbaiki kualitas hidup dengan selalu belajar ikhlas akan segala sesuatu
    • Membuka pintu rezeki

    Itulah doa syukur nikmat yang bisa dipanjatkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melepas Pakaian, Amalkan agar Dilindungi dari Pandangan Jin


    Jakarta

    Ketika melepas pakaian, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh seorang muslim. Doa dibaca agar kegiatan yang dilakukan senantias memperoleh berkah dari Allah SWT.

    Terkait pakaian, Allah SWT berfirman dalam surat Al A’raf ayat 26 yang berbunyi:

    يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ


    Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat,”

    Bacaan Doa Melepas Pakaian

    Berikut merupakan doa berpakaian yang bisa dibaca oleh kaum muslimin seperti dinukil dari buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari terbitan Redaksi Qultum Media.

    بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

    Arab latin: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

    Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia,”

    Keutamaan Membaca Doa Melepas Pakaian

    Disebutkan dalam buku terbitan Haura Utama yang bertajuk Living Hadis, ada sejumlah keutamaan yang diperoleh dari melafalkan doa melepas pakaian. Yang pertama ialah melindungi tubuh ketika aurat terbuka.

    Selain itu, membaca doa melepas pakaian juga termasuk ke dalam bentuk malu dan hormat kepada malaikat yang selalu bersama kita. Bahkan, doa tersebut juga melindungi tubuh kita dari pandangan jin.

    Rasulullah SAW sendiri menjelaskan bagaimana bahayanya ‘ain atau pandangan mata yang dapat menyebabkan kerusakan. Tidak hanya manusia, pandangan jin terhadap aurat manusia juga memiliki dampak buruk.

    Adab Melepas Pakaian sesuai Sunnah Nabi SAW

    Merujuk pada sumber yang sama, hendaknya ketika melepas pakaian didahului dari sebelah kiri. Hal ini dikatakan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Baihaqi melalui Siti Hafshah yang berbunyi,

    “Bahwa Rasulullah SAW menggunakan tangan kanan untuk makan, minum, dan memakai pakaian, sedangkan tangan kiri beliau gunakan untuk selain hal tersebut,”

    Sebaliknya, ketika mengenakan pakaian hendaknya didahului dari sebelah kanan. Diriwayatkan dalam sebuah hadits melalui Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kalian berpakaian dan berwudhu, maka mulailah dengan yang sebelah kanan kalian,” (HR Abu Dawud)

    Demikian doa melepas pakaian dan bahasan terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Dijauhkan dari Masalah dan Kesulitan Hidup, Sesuai Ajaran Rasulullah SAW



    Jakarta

    Doa adalah salah satu bentuk usaha untuk mendapatkan perlindungan ataupun ketika meminta kepada Allah SWT. Salah satu doa yang menjadi penting adalah doa agar dijauhkan dari masalah dan kesulitan hidup.

    Berdoa kepada Allah SWT merupakan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan setiap muslim. Anjuran ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Dikutip dari Buku Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah karya Fathuri Ahza Mumtaza, dijelaskan bahwa terdapat ajaran dari Rasulullah SAW kepada putrinya, Fatimah, seperti yang tercatat dalam riwayat Imam Thabrani. Selain itu, Rasulullah SAW juga selalu membaca doa ini saat menghadapi kesulitan atau masalah dalam hidupnya.

    Doa agar Dijauhkan dari Masalah

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْن.

    Arab Latin: “Ya Hayyu Ya Qayyum, biraḥmatika astaghits, asliḥ lii sya’ni kullah, wa laa takilnii ilaa nafsii ṭarfata ‘ain.”

    Artinya: “Wahai Zat yang Mahahidup. Wahai Zat yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan kepadaku meski hanya sekejap mata.”

    Demikian pula ketika mendapati cobaan seperti masalah yang menumpuk dan terus menerus mendera. Terdapat juga doa dalam keadaan tersebut.

    Doa saat Menghadapi Masalah Hidup yang Menumpuk

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ.

    Arab Latin: “Allahumma laka al-hamdu wa ilaika al-musytaka wa anta al-musta’aanu, wala haula wala quwwata illa billahi al-‘aliyyi al-adziimi.”

    Artinya: “Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Zat yang dimintai pertolongan. Dan Engkaulah yang bisa diminta pertolongan. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.”

    Selain kedua doa di atas. terdapat beberapa doa lagi yang bisa diamalkan untuk memperlancar kehidupan sehari-hari. Dikutip dari arsip detikHikmah, berikut ini adalah beberapa doa tersebut.

    Doa Perlindungan dan Keselamatan Sehari-hari

    Doa Memohon Perlindungan dari Orang Jahat

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

    Arab Latin: “Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

    Doa Memohon Perlindungan dari Takdir Buruk

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

    Arab Latin: “Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i”

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Demikian bacaan doa agar dijauhkan dari masalah dan kesulitan hidup. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk berdoa setiap saat ya, detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Upacara Bendera 17 Agustus, Bisa Dibaca Umat Muslim



    Jakarta

    Umat muslim dianjurkan membaca doa kapanpun, termasuk ketika perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Ada doa yang bisa dibaca umat muslim saat pelaksanaan upacara bendera.

    Dalam Al-Qur’an surah Al Mu’minun ayat 60 dijelaskan, Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk selalu memanjatkan doa.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ – ٦٠


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Contoh Doa Upacara Bendera 17 Agustus

    Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus versi 1

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
    Pagi ini, kami,
    Para pemimpin dan seluruh rakyat bangsa ini,
    Bersimpuh, tengadahkan tangan, persembahkan puja-puji,
    Kami bersyukur, atas 78 tahun kemerdekaan bangsa dan negara kami, serta anugerah yang tak terbilang dan tercurah di bumi pertiwi.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
    Beri kami petunjuk agar peringatan proklamasi kemerdekaan ini bisa menjadi
    momentum merekatkan kesatuan dan persatuan.
    Anugerahi kami kebeningan hati dan kejernihan pikir, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah
    Negeri ini punya cita, mudahkanlah dalam menggapainya
    Hindarkanlah nusantara kami dari bencana dan marabahaya.

    Teguhkan rasa cinta tanah air, tumbuh-suburkan tenggang rasa, solidaritas antar sesama, dan gotong royong dalam membangun bangsa.
    Sehingga, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dapat diwujudkan segera

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa
    Jangan tinggalkan kami dalam kesendirian dan ketidakberdayaan.
    Beri kami petunjuk serta kekuatan untuk membawa negeri ini ke arah kemajuan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
    Ampunilah semua dosa kami
    Dosa orangtua dan guru-guru kami.
    Ampuni para tokoh bangsa dan para pemimpin kami.
    Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami,
    Mereka yang telah korbankan jiwa raga, darah dan air mata dalam upaya
    memerdekakan negeri ini,
    Masukkan mereka ke surgaMu, muliakan kedudukan mereka di sisiMu.

    Ya Allah
    Kami terus berharap limpahan rahmatMu
    Kami terus meminta keluasan ampunanMu
    Kiranya Engkau juga mengabulkan doa hamba-hambaMu.
    Aamiin

    Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus versi 2

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
    حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ
    يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِ
    اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Esa,

    Dengan penuh kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu. Engkaulah Sang Pencipta alam semesta ini, Engkau-lah Dzat yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya. Oleh karena itu, hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Rahim,

    Atas segala rahmat dan karunia-Mu, hari ini kami seluruh bangsa Indonesia, kembali dapat memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.

    Tambahkanlah curahan kasih sayang-Mu sebagai berkah bagi kami mengisi kemerdekaan menuju negeri yang adil dan makmur di bawah ridho-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

    Jadikanlah peringatan upacara proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah bangsa kami dari buruk sangka, percekcokan, perselisihan, dan perpecahan.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana,

    Masih panjang perjuangan bangsa kami dan masih jauh pula perjalanan sejarah bangsa kami, oleh karena itu hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa, agar menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Pengampun,

    Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, para pemimpin dan para pejuang kami. Terimalah amal dan perjuangan mereka, karena Engkau dzat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang,

    Kabulkanlah permohonan dan doa kami, agar kami semua tergolong hamba-hamba-Mu yang beruntung. Aamiin

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
    وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus versi 3

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِيءُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Esa,

    Dengan segala kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia bersimpuh, dan mengangkat tangan mempersembahkan puji dan syukur kehadirat-Mu atas karunia dan nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-78 tahun 2023.

    Engkaulah Maha Pencipta alam semesta ini. Oleh karena itu hanya kepada-Mu kami berserah diri dan beriman, dan hanya kepada-Mu pula kami bertawakkal.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Kuasa

    Dengan semangat proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ke-78 ini, berikanlah kami inspirasi yang tak putus-putus untuk mengiringi langkah kami dalam menjadikan Indonesia maju, Indonesia yang mampu untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan serta berkarya tanpa batas, mampu mengungguli dengan bangsa-bangsa di dunia.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pemersatu,

    Jadikanlah detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini, sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa kami dengan sepenuh jiwa, jauhkan kami dari perpecahan dan permusuhan.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Pengampun,

    Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa-dosa ibu bapak kami, guru-guru kami, dan para pemimpin kami. Terimalah amal dan perjuangan para syuhada kami, yang telah berjuang dengan tetesan keringat, darah dan air mata, karena kami tahu Engkau maha pengampun lagi maha penyayang.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنِ

    Itulah beberapa contoh teks doa yang bisa dibaca bagi umat muslim saat Upacara Bendera 17 Agustus 2023.

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com