Tag: doa

  • Doa Setelah Sholat Dhuha dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Salah satu sholat sunnah yang dianjurkan untuk ditegakkan adalah sholat dhuha. Sebab, ada banyak sekali keberkahan dan pahala jika kamu melaksanakan sholat dhuha secara rutin.

    Setelah melaksanakan sholat, kamu bisa berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalani aktivitas. Selain itu, ada juga sebuah doa yang sering dibaca setelah sholat dhuha.

    Seperti apa bacaan doa setelah sholat dhuha tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilaksanakan saat terbit matahari hingga menjelang waktu Dzuhur. Sholat ini dikenal sebagai sholat untuk mengharapkan rezeki dan ampunan dari Allah SWT.

    Setelah menunaikan sholat dhuha, detikers bisa melanjutkan dengan berdzikir dan berdoa. Adapun salah satu doa yang sering dibaca usai sholat dhuha, yakni sebagai berikut:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    Latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

    Keutamaan Mendirikan Sholat Dhuha

    Seperti yang dijelaskan di atas, mendirikan sholat dhuha memiliki banyak keberkahan. Mengutip buku Berkah Shalat Dhuha oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut sejumlah keutamaan mendirikan sholat dhuha.

    1. Sholat Dhuha Adalah Sedekah

    Keutamaan mendirikan sholat dhuha sama seperti dengan bersedekah, sehingga dapat memperoleh pahala yang besar. Dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    يُصْبِحُ علَى كُلِّ سُلَامَى مِن أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بالمَعروفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِن ذلكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُما مِنَ الضُّحَى

    Artinya: “Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat disepadankan dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat.” (HR Muslim).

    2. Dicukupi Kebutuhan Hidupnya Sehari-hari

    Umat muslim yang mendirikan sholat dhuha secara rutin akan dicukupi kebutuhannya sehari-hari. Dari Abu Darda dan Abud Dzar Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

    يا ابنَ آدمَ اركعْ لي من أولِ النهارِ أربعَ ركَعاتٍ أكْفِكَ آخِرَه

    Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)

    3. Diampuni Dosanya Walau Sebanyak Buih di Lautan

    Dengan melaksanakan sholat dhuha, seorang umat muslim akan diampuni seluruh dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits sebagai berikut:

    مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ

    Artinya: “Barangsiapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

    Nah, itu dia pembahasan mengenai doa sholat dhuha lengkap dengan bahasa Arab, latin, dan artinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Dzikir usai Sholat Subuh: Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Ada doa dan dzikir yang dapat dilafalkan setelah sholat Subuh. Amalan bernilai pahala ini bisa rutin dikerjakan saat matahari mulai terbit.

    Doa dan dzikir subuh bisa menjadi cara untuk mengungkapkan terima kasih atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Selain itu, doa dan dzikir setelah sholat Subuh juga bisa menjadi ikhtiar agar dikabulkannya doa.

    Mengutip buku Rahasia Keutamaan Shalat Subuh oleh Syeikh M. Nuruddin Marbu Al Makki dijelaskan bahwa pagi itu merupakan ‘Afdhaliyatul waktu’, waktu afdhaliyah yakni waktu yang utama. Mengapa demikian?


    Pertama, karena kemuliaan waktu.
    Kedua, karena merupakan permulaan.
    Ketiga, karena merupakan peringatan.

    Ketika seorang muslim sudah diperingatkan dengan ibadah dari pagi, yakni mulai dari bangun tidur, maka dengan izin Allah SWT, untuk langkah dan waktu berikutnya akan dimudahkan.

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 78,

    أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    Artinya: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

    Dalam ayat tersebut sudah dijelaskan betapa penting dan wajibnya sholat bagi umat muslim. Sholat akan terasa sempurna jika kita melafadzkan doa dan zikir setelah melaksanakan sholat subuh.

    Doa dan Dzikir Setelah Sholat Subuh

    Mengutip buku Panduan Salat Doa & Zikir oleh Abdurrahaman Adiib, berikut merupakan doa dan dzikir setelah sholat Subuh yang dapat dibaca.

    Membaca istighfar

    أستغفر الله

    Bacaan latin: Astaghfirullah (3x)

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah”

    Membaca pujian

    اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

    Bacaan latin: Allahumma ‘antas-salaamu waminkas-salaamu tabaarakta ya dzal-jalaali wal-‘ikraami.

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang sejahtera dan dari-Mu datangnya kesejahteraan. Mahamulia Engkau, wahai Tuhan yang memiliki kemegahan dan kemuliaan.”

    Kemudian dilanjutkan dengan membaca,

    اَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

    Arab-Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Membaca tasbih 33x

    سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣

    Bacaan latin: Subhanallah (33x)

    Artinya: “Mahasuci Allah”

    Membaca tahmid 33x

    اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣

    Bacaan latin: Alhamdulillah (33x)

    Artinya: “Segala puji bagi Allah”

    Membaca takbir 33x

    اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣

    Bacaan latin: Allahuakbar (33x)
    Artinya: “Allah Mahabesar”

    Membaca surat Al-ikhlas 3x

    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    Bacaan latin: qul huwallahu ahad. Allahu samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad. (3x)

    Artinya: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”

    Membaca surat Al-Falaq (3x)

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Bacaan latin: Qul a’uudzu birob-bil falaq, min syarri ma khalaq, wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarri n-naffaasaati fil ‘uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan penyihir-penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”

    Membaca surat An-Naas (3x)

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

    Bacaan latin: Qul a’uudzu birab-bin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.”

    Berdoa kepada Allah SWT

    Berdoa dapat dilakukan usai sholat Subuh, sesungguhnya Allah SWT Maha Mengabulkan doa. Dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min (Al-Ghaafir) Ayat 60, Allah berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Bacaan latin: Wa qaala rabbukumud’ụunii astajib lakum, innallażiina yastakbirụuna ‘an ‘ibaadatii sayadkhulụuna jahannama daakhiriin.

    Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berkendara Sesuai Sunnah Rasulullah yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Di antara sunnah dalam berkendara adalah membaca doa. Rasulullah SAW juga telah mengajarkan beberapa doa berkendara yang bisa dipanjatkan umat Islam.

    Doa berkendara umumnya termuat dalam kumpulan doa safar. Para ulama menyandarkan anjuran membaca doa ketika berkendara dengan firman Allah SWT dalam surah Az Zukhruf ayat 12-14.

    وَالَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْفُلْكِ وَالْاَنْعَامِ مَا تَرْكَبُوْنَۙ ١٢ لِتَسْتَوٗا عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ ١٣ وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ ١٤


    Artinya: “(Dialah) yang menciptakan semua makhluk berpasang-pasangan dan menjadikan kapal laut untukmu serta hewan ternak untuk kamu tunggangi agar kamu dapat duduk di atas punggungnya. Kemudian jika kamu sudah duduk (di atas punggung)-nya, kamu akan mengingat nikmat Tuhanmu dan mengucapkan, “Mahasuci Zat yang telah menundukkan (semua) ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami.”

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam kitab adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah menjelaskan, ayat tersebut mengandung pengertian bahwa sarana transportasi berasal dari kelembutan Allah SWT, penundukan-Nya, pemuliaan-Nya, dan pemberian nikmat dari-Nya. Sehingga, sudah sepatutnya ketika menaikinya untuk berdzikir kepada Sang Pemberi Nikmat.

    Dalam Mukhtashar Riyaadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi terdapat hadits yang menyebut bahwa jika sudah berada di atas kendaraannya ketika hendak bepergian, Rasulullah SAW bertakbir tiga kali lalu membaca doa berkendara. Berikut bacaannya.

    Doa Berkendara

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْتَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ وَالْوَلَدِ

    Subhaanal ladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun. Allohumma innaa nas’aluka fii safarinaa haadzal birro wat taqwaa wa minal ‘amali maa tardhoo. Alloohumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa wathwi ‘annaa bu’dah. Allohumma antash shoohibu fis safari wal kholiifatu fil ahl. Alloohumma innii a’uudzu bika min wa’tsaa’is safari wa ka’aabatil manzhori wa suu’il munqolabi fil maali wal ahli wal walad

    Artinya: “Mahasuci Dzat yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak kmampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Ya Allah, sungguh kami memohon kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai dalam safar ini. Ya Allah, aku mohon Engkau berkenan memudahkan safar ini dan mendekatkan jarak jauhnya. Ya Allah, Engkaulah pelindung dalam safar ini dan penjaga bagi keluarga yang kutinggalkan. Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kepayahan dan kesedihan dalam safar ini, dan kejadian yang tidak diharapkan, baik dalam harta, istri, maupun anak, saat aku kembali nanti.”

    Doa berkendara tersebut diriwayatkan Muslim dari Ibnu Umar RA. Masih disebutkan dalam riwayat yang sama, ketika Rasulullah SAW hendak pulang, beliau juga membaca doa tersebut dengan ditambah: aaayiibun, taa’ibuun, ‘aabiduun, lirobbinaa haamduun (Kami kembali, bertobat, beribadah, dan memuji kepada Rabb kami)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin turut dijelaskan, ketika berkendara juga dianjurkan membaca basmalah. Dianjurkan pula memperbanyak memuji Allah SWT, mengagungkan-Nya, dan menyucikan-Nya.

    Adab-adab Berkendara

    Mengutip buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana, berikut adab berkendara yang bisa diperhatikan seorang muslim:

    • Mengucapkan niat bahwa berkendara ini adalah untuk kebaikan dan semata-mata untuk Allah SWT.
    • Bersyukur dengan kendaraan yang ada dan meyakini bahwa Allah SWT akan memberikan perlindungan terhadap kita.
    • Memperhatikan kelengkapan dan keamanan kendaraan.
    • Membaca basmalah dan berdoa ketika akan mengendarai kendaraan.
    • Mengucapkan takbir ketika menemui jalanan yang terjal.
    • Mematuhi peraturan lalu lintas dan menghormati pengendara lain.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Qunut Nazilah dan Tata Cara Pengerjaannya


    Jakarta

    Doa qunut nazilah dibaca ketika ada musibah atau bencana, hal ini dijelaskan oleh ulama Hanafi, Syafi’i dan Hanabilah. Namun, mazhab Hanafi menilai doa tersebut dapat dibaca pada salat-salat jahriyyah yaitu salat Subuh, Maghrib, dan Isya.

    Mengutip buku Bimbingan Praktikum Ibadah tulisan Prof Dr H Abudin Nata MA, secara harfiah qunut artinya ‘sedang’, sedangkan nazilah artinya ‘yang turun’. Secara umum, pengertian qunut nazilah ialah dibaca guna memperoleh perlindungan dari bencana.

    Prof Wahbah Az-Zuhaili dalam Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu menjelaskan bahwa doa qunut nazilah dibaca secara jahar atau mengeraskan suara. Disebut qunut nazilah yang artinya bencana atau musibah yang melanda kaum muslimin.


    Bencana itu bisa berupa ketakutan, paceklik, wabah penyakit, dan lain sebagainya. Hukum pembacaan doa qunut nazilah adalah sunnah sebagaimana hadits shahih yang berbunyi:

    “Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para qurra’ (ahli Al-Qur’an) radhiyallahu ‘anhum,” (HR Bukhari dan Muslim)

    Bacaan Doa Qunut Nazilah

    Merujuk pada buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2, redaksi qunut nazilah tercantum dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan Umar RA, ketika melakukan doa qunut ia membaca:

    اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَلِفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَأَصْلِحْ ذَات بَيْنِهِمْ، وَانْصُرْ عَلَى عَدُوّكَ وَعَدُوِّهِمْ اللَّهُمْ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِينَ يُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمْ خَالِفٌ بَيْنَ كَلِمَتِهِمْ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ

    Arab latin: Allahummaghfirlil mu’miniina wal mu’minati, wal muslimiina wal muslimaati, wal alifa bayna quluubihim, wa ashlih dzaat baynihim, wanshur alaa a’uduwka wa aduwwihim lahumul an kafarati ah lil kitaabi ladziina yukadzibuuna rasulaka, wa yuqaa tiluuna aw liyaa aka. allahumma khoolifun bayna kalimatihim, wa zalzil aqdaa mahum, wa anzil bihim ba’salkaldzii laa yurdun anilqowmil mujrimiina. bismillahirrahmanirrahiiim. allahumma innanasta’iinuka.

    Artinya: “Ya Allah ampunilah dosa orang mukmin, dan mukminat, muslimin, dan muslimat, satu- kaniah hati-hati mereka, damaikanlah di antara mereka. Tolonglah mereka untuk mengalahkan musuhmu, dan musuh mereka. Ya Allah timpakanlah laknat kepada orang kafir ahli kitab yang telah mendustakan para utusan-Mu, dan memerangi para wali-Mu. Ya Allah, gagapkanlah ucapan mereka, pecah belahkan kekuatan mereka, dan timpakan siksa-Mu yang tidak mungkin mampu dicegah mereka. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, dan Penyayang. Ya Allah sesungguhnya kami memohon pertolongan kepada-Mu.”

    Dalam buku Fiqh Wabah oleh LPBKI MUI Pusat, ada juga doa qunut nazilah versi lainnya yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرِّمَا قَضَيْتَ فَا نَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا
    قَضَيْتَ وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ اللَّهُمُ ادْفَع عَنَّا وَعَنِ المُسْلِمِينَ العَلاءَ وَالبَلاءَ وَالْوَباءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَة وَالشَّدَائِدَ الْمِهَنَ وَالْفِتْنَ وَالسُّوءَ وَالزِّنَا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ
    وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Arab latin: Allaahummahdii fiiman hadaiyt wa ‘aafinaa fiiman ‘aafaiyt wa tawallani fiiman tawallaiyt wa baarikli fiimaa a’thoiyt Wa qini syarro maa qodloiyt. Fainnaka taqdlii walaa yuqdloo ‘alaiyk wa innahu laa yadzillu man waalayt wa laa ya’izzu man ‘aadaiyt. Tabaarokta robbanaa wa ta’aalaiyt. Fa lakal hamdu ‘alaa maa qodloiyt. Astaghfiruka wa natuubu ilaiyk. Allaahummadfa’ ‘annal gholaa’a wal balaa’a wal wabaa’ wal fahsyaa’a wal munkar. Was suyuufal mukhtalifata wasy syadaaida wal mihan. Maa zhoharo minhaa wa maa bathon. Mim balainaa hadzaa khoosshoh wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan innaka ‘alaa kulli syaiin qadiir. Wa shallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin.”

    “Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.”

    “Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad Saw beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”

    Tata Cara Mengerjakan Qunut Nazilah

    Mengacu pada sumber yang sama, qunut nazilah dapat dilakukan setiap salat fardhu pada rakaat terakhir sehabis rukuk. Doa qunut dibaca pelan (sirr) jika pada waktu Zuhur dan Ashar, namun apabila ketika Subuh, Magrib dan Isya dalam salat berjamaah maka harus dibaca dengan keras.

    Bagi imam salat yang membaca doa qunut nazilah dapat mengubah kata ganti sendiri menjadi kata ganti sendiri menjadi kata ganti untuk orang banyak. Sementara makmum cukup mengaminkannya.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Tua Lengkap Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Memanjatkan doa untuk orang tua merupakan salah satu bentuk bakti seorang anak. Para ulama telah mengajarkan doa yang bisa dipanjatkan kepada keduanya.

    Dalil mendoakan orang tua termaktub dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahqaf ayat 15,

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ١٥


    Artinya: “Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al-Isra ayat 24,

    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ ٢٤

    Artinya: “Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    Mengutip buku Bersahabat dengan Orang Tua karya Nurul Asmayani, doa anak untuk orang tua merupakan hal yang sangat berharga. Dikatakan dalam sebuah hadits, Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan,

    “Sungguh seseorang dapat naik kelasnya di surga!” Seorang sahabat bertanya keheranan, “Ya Rasulullah! Dari mana saya mendapatkan tempat setinggi itu?” Lalu Rasulullah menjawab, “Dengan permohonan ampun anakmu untuk dirimu.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al Baihaqi)

    Doa untuk Orang Tua

    Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hayat karya Nurdin Hasan, berikut bacaan doa untuk orang tua:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Bacaan latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

    Lafaz doa untuk orang tua tersebut termuat dalam Al-Qur’an surah Al Isra ayat 24.

    Bentuk Bakti Anak terhadap Orang Tua

    Selain memanjatkan doa untuk orang tua, ada beberapa bentuk bakti lain yang bisa dilakukan seorang anak. Mengutip buku Ya Rabbi, Lancarkanlah Rezeki Kami karya Ukasyah Habibu Ahmad, berikut di antaranya:

    • Patuh kepada orang tua
    • Bertutur kata secara lembut
    • Bersilaturahmi kepada orang tua
    • Menafkahi orang tua

    Dalam buku tersebut juga dijelaskan, terdapat banyak berkah ketika kita berbakti kepada orang tua, seperti sabda Rasulullah SAW,

    “Barang siapa berbakti terhadap ibu bapaknya maka kebahagiaanlah untuknya, dan Allah akan memanjangkan umurnya.” (HR Abu Ya’la, Thabrani, dan Hakim)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Belajar dan Adabnya, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa setelah belajar bisa dipanjatkan usai menuntut ilmu. Dalam Islam, belajar merupakan kewajiban kaum muslimin.

    Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

    “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan siapa saja yang meletakkan ilmu tidak pada tempatnya, maka ibarat kalung permata, mutiara, dan emas yang diikatkan pada seekor babi,” (HR Ibnu Majah)


    Pada hadits lainnya dikatakan bahwa mereka yang pergi menuntut ilmu sama halnya dengan berada di jalan Allah SWT.

    “Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi)

    Kumpulan Doa Setelah Belajar

    Mengutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hayat susunan Nurdin Hasan dan arsip detikHikmah, berikut sejumlah doa setelah belajar yang bisa dipanjatkan.

    1. Doa Setelah Belajar Versi Pertama

    اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Arab latin: Allahumma arinal haqqa haqqa warzugnat tiba’ah wa arinal batila batila warzuqaj tinabah.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami dapat selalu mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami sesuatu yang salah (batil) sehingga kami dapat selalu menjauhinya.”

    2. Doa Setelah Belajar Versi Kedua

    اللهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَعَلَّمْنَا الَّذِي يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

    Arab latin: Allaahumman fa’naa bimaa ‘allamtanaa wa ‘allimnaal ladzii yanfa’unaa wa zidnaa ‘ilmaan walhamdulillaahi ‘alaa kulli haalin.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami kemanfaatan bagi apa yang telah Engkau ajarkan pada kami. Ya Allah ajarkanlah pada kami sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan tambahkanlah ilmu pada kami segala puji hanya milik Allah pada setiap saat.”

    3. Doa Setelah Belajar Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَوْدَعْتُكَ مَا عَلَّمْتُهُ فَرْدُدُهُ لِي عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Allaahumma innii istauda’tuka maa ‘allamtuhuu faardud-hu lii ‘indaa haajatii ilaihi yaa rabbal ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, aku titipkan kepada-Mu apa yang telah aku pelajari, maka aku mohon kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya, wahai Tuhan semesta alam.”

    4. Doa Setelah Belajar Versi Keempat

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab latin: Alllaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqon toyyiban wa ‘amalan mutaqobbalan.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang tidak tertolak.”

    5. Doa Setelah Belajar Versi Kelima

    سُبْحَنَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ الَيْكَ

    Arab latin: Subhaanaka allaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

    Artinya: “Maha suci Engkau, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

    Mengutip Buku Teks Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum susunan Furqon Syarief Hidayatulloh, berikut sejumlah adab menuntut Ilmu.

    1. Meluruskan Niat

    Niat yang baik menentukan kualitas dan hasil yang tengah dikerjakan seorang muslim. Sebaik-baiknya niat adalah menjadikan momen mencari ilmu hanya untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT dan bukan penghargaan manusia.

    2. Ihsan

    Ihsan atau usaha terbaik harus dilakukan tiap muslim saat menuntut ilmu. Usaha terbaik (ihsan) akan mendapat hasil yang juga baik sesuai hadits Rasulullah SAW.

    إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

    Artinya: “Sungguh Allah SWT telah menetapkan ihsan dalam segala hal. Jika kalian berperang maka lakukanlah yang terbaik. Jika sedang menyembelih hewan maka lakukan juga usaha terbaik. Salah satu dari kalian mengasah pisaunya, sedangkan yang lain menenangkan hewan yang akan disembelih.” (HR Tirmidzi)

    3. Tawakal

    Setelah melakukan usaha terbaik, tiap muslim menyerahkan hasilnya sesuai ketentuan Allah SWT sesuai sifat tawakal. Syekh Shahhat bin Mahmud Ash Shawi mengungkapkan, tawakal artinya percaya sepenuhnya kepada Allah SWT.

    Apapun yang ditetapkan-Nya atas usaha dalam mencari ilmu, seorang muslim sudah sepatutnya menerima hal itu dengan keikhlasan. Sebab, semua yang dikehendaki Allah SWT pasti mengandung hikmah di baliknya.

    4. Menaati Perintah Allah SWT

    Sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk memerhatikan aturan yang telah disyariatkan dalam Islam dan meningkatkan ketaatannya kepada Allah dan rasul-Nya. Terutama dalam menuntut ilmu, seorang muslim diharapkan untuk menghindarkan diri dari perbuatan dosa.

    Guru dari seorang imam besar mazhab Imam Syafi’i, Waqi, menyarankan muridnya untuk berhenti melakukan dosa. Menurut Waqi, pengetahuan adalah cahaya Allah SWT dan Allah SWT tidak mau cahayanya menyinari dosa.

    Demikian doa setelah belajar beserta adabnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Agar Dijauhkan dari Penyakit Hati, Terhindar dari Sombong hingga Dengki



    Yogyakarta

    Ada doa yang bisa dibaca agar dijauhkan dari penyakit hati. Lafalkan doa ini setiap hari agar senantiasa mendapatkan perlindungan Allah SWT sehingga memiliki hati yang bersih.

    Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan manusia dengan hati yang bersih. Namun, terkadang manusia mengotori hatinya atas kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit hati.

    Dalam ajaran Islam, penyakit hati merupakan perbuatan tercela. Dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 125, Allah SWT berfirman,


    وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كَٰفِرُونَ

    Artinya: Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.

    Rasulullah SAW bersabda,
    “Ketahuilah, di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, baiklah tubuh seluruhnya, dan apabila daging itu rusak, rusaklah tubuh seluruhnya. Ketahuilah olehmu, bahwa segumpal daging itu adalah kalbu [hati],” (H.R. Bukhari).

    Doa Agar Dihindari dari Penyakit Hati

    Penyakit hati banyak jenisnya, sebut saja misalnya sombong, iri hati, dengki, hasad atau bahkan kebodohan, semua termasuk penyakit hati. Penyakit hati dapat dihindari dan dapat diobati.

    Kita harus menghindari penyakit hati karena hal itu dapat membawa kerugian. Berdoa kepada Allah SWT adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan agar dijauhkan dari penyakit hati.

    Mengutip buku Terapi Penyakit Hati oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dijelaskan bahwa secara keseluruhan, Al-Qur’an adalah syifa atau penyembuh berbagai penyakit. Allah SWT tidak menurunkan penyembuh yang lebih mujaraab untuk mengobaati penyakit daripada Al-Qur’an.

    1. Doa agar dijauhkan dari sombong

    Takabur atau sombong termasuk salah satu penyakit hati yang harus dihindari. Allah SWT membenci orang yang sombong dan membanggakan diri.

    Dikutip dalam buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustadz H. Amrin Ali al-Kasyaf berikut doa agar dijauhkan dari sifat sombong.

    اَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطَرِ الْغِنَى وَمَذَلَةِ الْفَقْرِ يَامَنْ وَعَدَ فَوَفَى وَأَوْعَدَ فَعَفَا اِغْفِرْ لِمَنْ ظَلَمَ وَآسَى يَامَنْ تَسُرُّهُ بِطَاعَتِي وَلَا تَضُرُّهُ مَعْصِيَتِى هَبْ لِي مَا يَسُرُّكَ وَاغْفِرْ لِي مَا لاَ يَضُرُّكَ

    Bacaan latin: Allaahumma innii a-‘uudzubika mim batharil ghinaa. Wa madzalatil faqr. Yaa man wa’ada fawafaa. Wa aw’ada fa’afaa. Ighfir liman zhalama wa asaa yaa man tasurruhu bithaa’atii. Wa alaa tadhurruhu ma’shiyatii. Hablii maa yasurruka waghfir lii maa laa yadhurruk.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyombongkan diri karena kaya. Dari kehinaan karena miskin. Wahai Dzat yang apabila berjanji pasti memenuhinya. Jika mengancam lalu memaafkannya. Ampunilah bagi orang yang merasa zhalim dan kemudian menyesali diri. Wahai Dzat yang merasa senang hati karena ketaatanku. Tidak akan membahayakan karena kemaksiatanku. Berilah kepadaku apa-apa yang menyenangkan-Mu dan ampunilah diriku terhadap apa-apa yang aku lakukan yang memang tidak membahayakan-Mu”.

    Umat muslim juga dapat mengamalkan doa Nabi Musa yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al Ghafir ayat 27,

    وَقَالَ مُوْسٰىٓ اِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّيْ وَرَبِّكُمْ مِّنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

    Arab-latin: Wa qāla mụsā innī ‘użtu birabbī wa rabbikum ming kulli mutakabbiril lā yu`minu biyaumil-ḥisāb

    Artinya: Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.”

    2. Doa agar dijauhkan dari fitnah

    Masih menurut Ustadz H. Amrin Ali al-Kasyaf, berikut bacaan doa agar dijauhkan dari fitnah,

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالِ

    Bacaan latin: Allaahumma innii a’uudzu bika min fitnatin naari wa ‘adzaabin naari. Wa min fitnatil qabri wa’adzaabil qabri. Wa min syarri fitnatil ghinaa wa min syarri fitnatil faqri wa min syarril masihiid dajjal.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ujian api neraka, siksa neraka, ujian kubur, dan siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari buruknya ujian kaya, kemiskinan, dan Dajjal.”

    3. Doa agar dijauhkan dari iri hati dan dengki

    Dikutip dalam buku Online Terus Bersama Allah dan Rasul Nya karya Nasrullah Nurdin, berikut bacaan doa agar dijauhkan dari iri hati dan dengki. Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 10,

    وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِلإخْوَانَنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبَنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ ٠

    Bacaan latin: Rabbanaghfir lanaa wa liikhwaaninalladzii sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa ghillan lilladziina aamanuu, rabbanaa innaka ra’uufur rahiim

    Artinya: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr ayat 10)

    4. Doa agar dijauhkan dari pamer, bohong, dan munafik

    Dikutip dari buku Risalah Doa Zikir dan Keluarga yang disusun oleh Tim Madinatul Ilmi, ada doa yang dapat dibaaca agar dijauhkan dari sikap pamer, bohong, dan munafik. Berikut bacaan doanya,

    اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ وَ لِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفى الصُّدُوْرِ

    Bacaan latin: Allaahumma thohhir qolbii minan nifaaaqi wa ‘amalii minar riyaa-I wa lisaanii minal kadzibi wa ‘ainii minal khiyaanati innaka ta’lamu khoo-inatal a’yuni wa maa tukhfish shuduur.

    Artinya: “Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, amal perbuatanku dari pamer, lidah dan ucapanku dari kebohongan, dan sucikan mataku dari khianat. Sesungguhnya, Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan mengetahui apa saja yang tersembungyi dalam hati.”

    5. Doa agar dijauhkan dari ghibah

    Berikut adalah doa yang bisa dibaca untuk menjaga lisan dari perkataan yang buruk, termasuk ghibah.

    اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan maniku.” [Sunan Abu Dawud no. 1551; Sunan At-Tirmidzi no. 3492].

    Mengutip laman NU, doa berikut ini juga bisa dibaca untuk menjaga lisan. Sebagaimana disebutkan oleh Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam komentar kitab Risâlah al-Mustarsyidîn, maka berikut doa yang dianjurkan agar Allah SWT menjaga lisan,

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَمْتِي فِكْراً وَنُطْقِي ذِكْراً

    Arab Latin: Allâhumma-j’al shamtî fikran wa nuthqî dzikran

    Artinya: Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir, dan bicaraku berdzikir.

    Demikian beberapa doa agar dihindari dari penyakit hati. Doa ini dapat dibaca kapanpun, termasuk saat selesai sholat fardhu.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa agar Dipermudah Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki


    Jakarta

    Dalam Islam, segala sesuatu dimulai dan diakhiri dengan doa. Peran doa dalam kehidupan kaum muslimin sangatlah penting.

    Saking pentingnya doa, Allah SWT bahkan menyukai orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:

    “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa.” (HR Hakim)


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dipanjatkan untuk memudahkan segala urusan sekaligus melancarkan rezeki. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa Mengundang Rezeki susunan Islah Susmian.

    Kumpulan Doa Dimudahkan Segala Urusan dan Dilancarkan Rezeki

    1. Doa dimudahkan urusan dunia dan akhirat

    اللهم الطف بي في تيسير كل عسير، فإن تيسير كل عسير عليك يسير، وأسألك اليسر والمعافاة في الدنيا والآخرة

    Arab latin: Allaahummalthuf bii fii taisiiri kulli ‘asiirin, fa inna taisiira kulli ‘asiirin ‘alaika yasiir, as ‘alukal yusra wal mu’aafaata fid dun-yaa wal aakhirati

    Artinya: “Ya Allah, berilah taufik, kebajikan, atau kelembutan kepadaku dalam hal kemudahan pada setiap kesulitan, karena sesungguhnya kemudahan pada setiap yang sulit adalah mudah bagiMu, dan aku mohon kemudahan serta perlindungan di dunia dan di akhirat.” (HR Thabrani).

    2. Doa dilancarkan rezeki yang luas

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka an tarzuqanii rizqan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin, innaka a’laa kulli sya’in qadiirun

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk berkenan memberiku rezeki yang luas serta baik, tanpa payah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    3. Doa dimudahkan urusan dan terhindar dari beban yang berat

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    Arab latin: Robbanaa laa tuaa khidznaa innasiinaa au akhtho’na, robbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanabih, wa’ fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘ala al qaumilkaafiriin

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kamu memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir,” (QS Al Baqarah 286).

    4. Doa dilancarkan rezeki sebelum beraktivitas

    Dari Abu Hurairah dalam hadits Abu Dawud, dikatakan Nabi SAW setiap paginya membaca sebuah doa. Bacaan yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW di pagi hari ialah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Arab latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

    Artinya: “Ya Allah, denganMu aku berpagi hari, denganMu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, denganMu kami mati. Hanya kepadaMu (kami) kembali.” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

    5. Doa dimudahkan segala urusan dan memohon pertolongan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Arab latin: Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.” (HR Tirmidzi).

    6. Doa dilancarkan rezeki di pagi hari

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Arab latin: Allahmumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa mala’ikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu lailaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua mahkluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu.” (HR Abu Daud).

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 3 Amalan yang Didoakan Malaikat


    Yogyakarta

    Banyak amalan yang bila dikerjakan maka akan didoakan malaikat. Umat muslim harus tahu agar setiap amalan yang dikerjakan bernilai pahala sekaligus mendapat doa malaikat.

    Malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT dari cahaya serta tidak memiliki dosa dan salah. Itulah sebabnya doa para malaikat termasuk mustajab.

    Seorang muslim wajib beriman kepada malaikat, seperti Firman Allah SWT yang tertera dalam Al-Qur’an surat An Nisa’ ayat 136,


    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا ١٣٦

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh.”

    Dikutip dari buku Berkenalan dengan Malaikat karya Abdul Hamid Kisyik, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda,

    أن تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

    Artinya: “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya serta Hari Kemudian dan hendaklah engkau beriman kepada Qadha dan Qadar, kebaikan maupun keburukannya.” (HR Muslim)

    Terdapat beberapa amal kebaikan yang akan didoakan oleh malaikat. Maka akan sangat beruntung jika seorang Muslim mendapatkan doanya karena Allah SWT akan mengabulkannya.

    Amalan yang Didoakan Malaikat

    Dikutip dari buku Didoakan Oleh 70 Ribu Malaikat karya A. Noer Che bahwa beberapa golongan amalan ini akan didoakan oleh malaikat.

    1. Tidur dalam Keadaan Suci

    Terdapat banyak keutamaan jika seorang muslim mensucikan diri dari hadas besar dan kecil ketika akan tidur. Beberapa diantaranya adalah malaikat akan menemani tidurnya, memohonkan ampunan hingga ia terbangun, dan menjaganya dari segala bahaya.

    Sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

    “Sucikanlah badan-badan kalian. Semoga Allah menyucikan kalian karena tidak ada seorang hamba pun yang tidur malam dalam keadaan suci, melainkan satu malaikat akan bersamanya di dalam ‘syi’ar’ (segala sesuatu yang ada pada badan berupa pakaian atau yang lainnya). Tidak satu saat pun ia membalikkan badannya melainkan satu malaikat akan berkata, ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia tidur malam dalam keadaan suci.” (HR. Thabrani)

    2. Tidak Meninggalkan Tempat Sholat Setelah Sholat

    Alangkah baiknya jika seorang muslim berdzikir setelah melaksanakan sholat. Karena dengan melaksanakannya, malaikat akan bershalawat kepadanya, berdoa atas keselamatan dunia dan akhirat, memohonkan ampunan, dan memohonkan kasih sayang kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya. Para malaikat berkata, ‘Ya Allah, ampunilah dan sayangilah ia.” (HR. Ahmad)

    3. Menjenguk Sesama Muslim yang Sakit

    Disebutkan dalam buku Amalan Kecil Berpahala Besar karya Ustadz Arif Rahman bahwa malaikat akan mendoakan seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya yang sedang sakit.

    “Tiada seorang muslim yang menjenguk seorang muslim pada waktu pagi melainkan dia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga sore hari. Dan ia menjenguk pada sore hari maka ia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga pagi harinya. Dan akan mendapatkan jaminan buah-buahan yang siap di petik di dalam surga.” (HR. Tirmidzi)

    Selain mendapatkan doa dari malaikat, dengan menjenguk saudara muslim yang sakit akan mempererat tali silaturahmi.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Setiap aktivitas yang dilakukan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa. Termasuk dalam masuk dan keluar kamar mandi.

    Pasalnya, beberapa orang menyepelekan hal tersebut. Padahal doa di kamar mandi sangat dianjurkan untuk meminta pertolongan dan ridho dari Allah SWT agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Karena kamar mandi adalah salah satu tempat yang juga dihuni oleh jin.

    Sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits, Ali RA mengatakan Rasulullah SAW bersabda:


    “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke kamar mandi, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Doa Masuk Kamar Mandi

    Mengutip buku Dahsyatnya Amalan 24 Jam Rosululloh karya Abu Najib Abdillah, berikut doa masuk ke dalam kamar mandi yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bacalah doa tersebut dengan keras sampai terdengar oleh orang lain. Jangan lupa gunakan kaki kiri untuk melangkah masuk ke dalamnya.

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

    Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaits

    Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

    Doa Keluar Kamar Mandi

    Jika sudah selesai, jangan lupa untuk membaca doa kembali. Gunakan kaki kanan untuk keluar dari kamar mandi sambil membaca doa sebagai berikut:

    غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

    Ghufranaka Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii

    Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah mensejahterakan.”

    Adab di Kamar Mandi

    Dalam Islam, berbicara dalam kamar mandi adalah suatu perbuatan yang sebaiknya dihindari. Hal ini didasarkan pada prinsip menghormati tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan ritual kebersihan dan menjaga kesucian dalam ibadah. Namun, perlu diingat bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini.

    Mayoritas ulama menganggap bahwa berbicara dalam kamar mandi tidak dilarang secara mutlak, tetapi lebih baik dihindari karena kamar mandi adalah tempat yang dianggap kurang pantas untuk berbicara. Beberapa ulama berpendapat bahwa jika berbicara dalam kamar mandi diperlukan atau berkaitan dengan keperluan yang mendesak (seperti jika ada kebutuhan komunikasi yang mendesak), maka boleh dilakukan dengan syarat tetap menjaga kehormatan tempat dan menahan diri dari percakapan yang tidak pantas.

    Namun, ada juga pandangan yang lebih ketat yang menganggap bahwa berbicara dalam kamar mandi adalah perbuatan yang tidak dianjurkan sama sekali, kecuali dalam keadaan darurat yang memerlukan komunikasi.

    Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya sebagaimana ditegaskan oleh Syekh Zakariyya al-Anshari:

    وقد روى ابن حبان وغيره خبر النهي عن التحدث على الغائط

    “Ibnu Hibban dan lainnya meriwayatkan hadits tentang larangan berbicara saat membuang kotoran” (Syekh Zakariyya al-Anshari, Fath al-Wahhab, juz.1, hal.12).

    Sementara Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan:

    (ولا يتكلم) أي يكره له إلا لمصلحة تكلم حال خروج بول أو غائط ولو بغير ذكر أو رد سلام للنهي عن التحدث على الغائط ولو عطس حمد بقلبه فقط كمجامع، فإن تكلم ولم يسمع نفسه فلا كراهة أو خشي وقوع محذور بغيره لولا الكلام وجب أما مع عدم خروج شيء فيكره بذكر أو قرآن فقط

    “Hendaknya tidak berbicara, maksudnya dimakruhkan berbicara kecuali karena adanya maslahat, saat keluarnya air kencing atau kotoran, meski dengan selain dzikir atau berupa menjawab salam, karena larangan berbicara saat membuang hajat. Bila ia bersin, hendaknya memuji Allah di hati seperti orang yang berhubungan intim. Jika ia berbicara dan tidak memperdengarkan dirinya maka tidak ada hukum makruh, atau bila khawatir terjadinya hal yang berbahaya dengan tanpa berbicara, maka hukumnya wajib. Adapun saat tidak keluar kotoran apa pun, maka makruh hanya berupa ucapan dzikir atau ayat al-Quran” (Syekh Ibnu Hajar al-haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz.1, hal.170).

    Adab tidak berbicara di kamar mandi juga tercantuk dalam kitab Hasyiyah al-Bujarimi dan Fath al-Wahhab:

    (و) أن (يسكت) حال قضاء حاجته عن ذكر وغيره فالكلام عنده مكروه إلا لضرورة كإنذار أعمى فلو عطس حمد الله تعالى بقلبه ولا يحرك لسانه

    “Hendaknya diam saat membuang hajatnya dari dzikir dan lainnya, maka berbicara saat buang hajat adalah makruh kecuali karena darurat seperti memperingatkan orang buta. Jika ia bersin, maka memuji Allah di dalam hati dan tidak menggerakan lisannya.”

    (قوله: حال قضاء حاجته) ليس بقيد فالمعتمد الكراهة حال قضاء حاجته وقبله وبعده لأن الآداب للمحل، وإن كان قضية كلام الشيخين ما مشى عليه الشارح شوبري. (قوله: فالكلام عنده مكروه) ولو بالقرآن خلافا للأذرعي حيث قال بتحريمه ح ل.

    “Ucapan Syekh Zakariyya; saat buang hajat; ini bukan qayyid, maka pendapat yang dibuat pegangan adalah makruhnya berbicara saat memenuhi hajat (keluarnya kotoran), sebelum dan setelahnya, karena etika kembali kepada tempat, meski petunjuk ucapan dua guru besar (Imam al-Nawawi dan Imam al-Rafi’i) adalah pendapat yang didukung oleh pensyarah (Syekh Zakariyya). Keterangan dari Imam al-Syaubari. Ucapan Syekh Zakariyya; maka berbicara saat buang hajat makruh; meski dengan ayat al-Quran, berbeda dengan imam al-Adzra’i yang mengatakan hukumnya haram. Keterangan dari Imam al-Halabi” (Syekh Zakariyya al-Anshari, Fath al-Wahhab, dan Syekh Sulaiman al-Bujairimi, al-Tajrid linaf’il ‘Abid, juz.1, hal.56).

    Penting untuk dicatat bahwa prinsip-prinsip ini diambil untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan rasa hormat terhadap tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan kebersihan diri dan ritual ibadah. Meskipun ada perbedaan pendapat, menjaga adab dalam setiap situasi adalah hal yang ditekankan dalam Islam. Jadi, jika memungkinkan, sebaiknya hindari berbicara dalam kamar mandi dan memilih tempat yang lebih tepat untuk berkomunikasi.

    Demikian doa masuk kamar mandi dan keluar kamar mandi serta adabnya. Semoga dapat membantu detikers.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com