Tag: doa

  • Waktu Doa yang Tidak Tertolak atau Kecil Kemungkinan Tak Diijabah


    Jakarta

    Rasulullah SAW pernah menyampaikan sejumlah waktu mustajab untuk berdoa. Dikatakan, memanjatkan doa pada waktu tersebut tidak akan tertolak atau kecil kemungkinan tak diijabah Allah SWT.

    Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa. Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat tersebut merupakan sebagian karunia dan kemurahan Allah SWT. Dia menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan menjamin akan mengabulkan permintaan mereka.

    Waktu Doa Tak Tertolak

    Ada sejumlah waktu di mana ketika seseorang berdoa tidak akan tertolak atau kecil kemungkinan tak diijabah. Waktu-waktu ini telah disampaikan Rasulullah SAW melalui sejumlah hadits.

    1. Saat Sepertiga Malam Terakhir

    Imam Bukhari mengeluarkan hadits dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad bahwa berdoa ketika sepertiga malam terakhir akan dikabulkan Allah SWT. Dari Abu Hurairah RA ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Tuhan kami turun pada setiap malam ke langit bumi ketika sepertiga malam terakhir dan berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku mengabulkannya, siapa yang memohon kepada-Ku pasti Aku memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku pasti Aku mengampuninya.”

    Imam Bukhari mengatakan hadits tersebut shahih. Imam Muslim turut meriwayatkannya dalam bab Shalatul Musafirin. Ar-Tirmidzi dan Ibnu Majah juga meriwayatkannya.

    2. Saat Berbuka Puasa

    Dalam Kitab Induk Doa & Dzikir terlengkap yang disusun oleh Tim Shahih, saat berbuka puasa (bagi orang yang berpuasa) adalah waktu yang tidak tertolak. Hal ini bersandar pada riwayat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya, bagi orang yang berpuasa, pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah)

    3. Antara Adzan dan Iqamah

    Memanjatkan doa pada waktu antara adzan dan iqamah juga tidak tertolak atau kecil kemungkinan tak diijabah Allah SWT. Hal ini diterangkan dalam sebuah hadits yang termuat dalam kitab Bulughul Maram karya Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani.

    وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ، وَغَيْرُهُ، وَصَحْحَهُ ابْنُ حِبَّانَ، وَغَيْرُهُ.

    Artinya: “Dan dari Anas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.’ Dikeluarkan oleh An-Nasa’i dan lainnya. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan lainnya.”

    4. Saat Perang Berkecamuk

    Ada juga hadits yang menyebut, saat perang berkecamuk juga termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Memanjatkan doa pada waktu tersebut tidak akan tertolak. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak, pada saat adzan dan tatkala perang berkecamuk.” (HR Abu Dawud)

    5. Sesaat pada Hari Jumat

    Waktu doa yang tidak tertolak lainnya adalah sesaat pada hari Jumat. Para ulama berbeda pendapat terkait waktu ini. Ulama Syafi’iyyah Imam an-Nawawi dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin menyebutkan beberapa waktunya.

    Menurut hadits yang berasal dari Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy’ari RA, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar RA bertanya,

    “Apakah kau pernah mendengar ayahmu menceritakan waktu yang istimewa pada hari Jumat dari Rasulullah SAW?” Abu Burdah menjawab, “Ya, aku pernah mendengar ayah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Waktu tersebut ada di antara duduknya imam hingga selesai salat.” (HR Muslim)

    Ada juga yang menyebut bahwa waktu tersebut bertepatan dengan waktu Ashar pada hari Jumat. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW membicarakan hari Jumat lalu beliau bersabda,

    “Pada hari itu ada waktu yang apabila seorang hamba muslim menepati waktu itu dalam keadaan salat lalu ia mohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR Muttafaq ‘Alaih)

    Orang-orang yang Doanya Tak Tertolak

    Rasulullah SAW dalam salah satu hadits hasan pernah bersabda mengenai tiga orang yang doanya tidak akan tertolak. Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Terhindar dari Utang, Amalkan Tiap Hari Agar Hidup Selalu Merasa Cukup


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca dan diamalkan secara rutin agar terhindar dari utang. Sejatinya utang yang tidak terlunasi akan dibawa sampai akhirat. Naudzubillah.

    Utang piutang memang diperbolehkan dalam Islam asalkan tidak mengandung unsur riba di dalamnya. Pinjam meminjam uang atau barang hukumnya boleh namun dengan perjanjian bahwa peminjam wajib mengembalikannya secara utuh.

    Sebagaimana hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Nabi SAW bersabda,


    “Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi utangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan maka Allah akan memusnahkannya.” (HR. Bukhari dan Ibn Majah)

    Dalam hadits lain dijelaskan bahwa utang adalah perkara yang terjadi di dunia namun akibatnya akan dibawa sampai akhirat.

    Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

    من مات وعليه دَينٌ ، فليس ثم دينارٌ ولا درهمٌ ، ولكنها الحسناتُ والسيئاتُ

    “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya utang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya)” (HR. Ibnu Majah no. 2414, disahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 437).

    Senada dengan hadits Abu Hurairah Ra., Rasulullah SAW bersabda,

    نفس المؤمن مُعَلّقة بدَيْنِه حتى يُقْضى عنه

    “Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena utangnya sampai hutangnya dilunasi” (HR. At Tirmidzi no. 1079, ia berkata, “(Hadits) hasan”, disahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

    Deretan hadits tersebut menegaskan bahwa orang yang memiliki utang wajib melunasinya. Jika ternyata seseorang masih memiliki utang dan ajalnya telah tiba, maka keluarganya lah yang memiliki kewajiban untuk melunasi utangnya.

    Doa Agar Terhindar dari Utang

    Mengutip buku Ada Orang Utang oleh Ammi Nur Baits, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa agar dijauhkan dari utang. Doa ini juga bisa dipanjatkan agar dimudahkan membayar utang.

    Doa Agar Selalu Merasa Dicukupkan

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab-latin: Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, war agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.”

    Artinya: “Ya Allah cukupkan lah aku dengan yang halal dan jauhkan lah aku dari yang haram, dan cukupkan lah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”

    Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa ada seorang budak mukatab yang mendatangi beliau. Budak ini mengatakan: Saya tidak mampu melunasi cicilan tanggungan untuk membebaskan diriku, karena itu bantulah aku. Ali pun mengatakan: “Maukah saya ajarkan beberapa kalimat yang pernah diajarkan Rasulullah SAW, Andaikan engkau memiliki utang sebesar gunung Tsabir, maka Allah akan membantu
    melunasinya. Bacalah: Allahummak finii bi balaalika…dst.” (HR. Ahmad no. 1318 dan Turmudzi no. 3563)

    Doa Agar Terbebas dari Utang

    Doa terbebas dari utang yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    ArabLatin : Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

    Doa Agar Dilindungi dari Dosa Utang

    Rasulullah juga mengajarkan doa minta perlindungan dari dosa dan doa terbebas dari utang seperti diriwayatkan dalam Hadits Bukhari nomor 5891.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّي خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

    Arab-latin: Allahhumma Inni A’uudzubika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghrami wamin fitnatil qabri wa’adzaabil qabri wamin fitnatin naari wa’azaabin naari wamin syarri fitnatil ghaniy wa a’uudzubika minal fitnatil faqri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjal,Allahummaghsil ‘annii khathaayaya bimaais salji walbaradi wanaqqi qalbi minal khthaayaya kamaa naqqaitats tsaubal abyadi minad danas wabaa’id baini wabainal khathaayaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi

    Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, kesalahan dan terlilit hutang, dan dari fitnah kubur serta siksa kubur, dan dari fitnah neraka dan siksa neraka dan dari buruknya fitnah kekayaan dan aku berlindung kepada-Mu dari buruknya fitnah kefakiran serta aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun, sucikanlah hatiku dari kotoran-kotoran sebagaimana Engkau menyucikan baju yang putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.”

    Demikian beberapa doa agar dijauhkan dari utang. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi hamba-Nya yang bertakwa.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yusuf agar Dalam Perlindungan Allah SWT hingga Wafat Husnul Khotimah


    Jakarta

    Nabi Yusuf adalah satu dari 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui serta diimani tiap muslim. Kisahnya memberi pelajaran hingga Allah menurunkan satu surat yang membahas kehidupan Nabi Yusuf AS.

    Tiap ayat dalam surat Yusuf sesunggunya adalah doa sang nabi dalam keadaan buruk. Termasuk saat nabi sedang senang agar selalu bersyukur, diberi perlindungan, hingga meninggal dalam kondisi baik.

    Daftar Doa Nabi Yusuf

    Berikut adalah beberapa doa Nabi Yusuf yang dibaca ketika keimanannya tengah diuji. Doa ini disebutkan dalam buku Kitab Induk Doa dan Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih


    1. Doa Ketika Dirayu Wanita dan Terhindar dari Maksiat

    مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

    ma’āżallāhi innahụ rabbī aḥsana maṡwāy, innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS Yusuf: 23).

    2. Doa Terhindar dari Nafsu dan Tipu Daya

    رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

    rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad’ụnanī ilaīh, wa illā taṣrif ‘annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn

    Artinya: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”. (QS Yusuf: 33).

    3. Doa Ketika Menjadi Pejabat

    رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

    Rabbi qad ātaitanī minal-mulki wa ‘allamtanī min ta`wīlil-aḥādīṡ, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, anta waliyyī fid-dun-yā wal-ākhirah, tawaffanī muslimaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh”. (QS Yusuf: 101).

    Ketiga doa ini sesungguhnya masih memiliki banyak hikmah bila dibaca seorang muslim. Misalnya doa terhindar dari nafsu dan tipu daya, ayat ini bisa dibaca agar diselamatkan dari bujukan orang jahat seperti dijelaskan dalam buku Kumpulan Kisah dan Doa Para Nabi karya Abi Abbari.

    Doa ketika menjadi pejabat bisa dibaca saat mohon kesabaran, dikutip dari Mutiara Doa Para Nabi dan Rosul dari Al-Qur’an dan Hadis karya Ahmad Suhendra. Bacaan ini juga dibaca agar muslim wafat dalam kondisi husnul khotimah.

    Dengan banyaknya hikmah dari doa Nabi Yusuf, semoga kita berkesempatan membacanya tiap hari.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang yang Diundang Makan, Ungkapan Syukur dan Terima Kasih


    Yogyakarta

    Makan bukan hanya tentang memuaskan rasa lapar, tetapi juga merupakan momen yang memiliki berbagai makna dalam kehidupan. Makanan juga merupakan bagian dari rezeki yang patut disyukuri.

    Dalam berbagai tradisi dan kepercayaan, diucapkanlah doa sebelum atau setelah makan sebagai ekspresi rasa syukur, penghormatan, dan makna yang lebih dalam.

    Di balik kebiasaan sederhana ini, tersembunyi makna-makna mendalam yang mengajarkan kita tentang penghargaan terhadap hidangan dan hubungan antarmanusia.


    Doa Orang yang Diundang Makan

    Mendapat jamuan makan ketika bertamu ke rumah sesama muslim merupakan sebuah rezeki. Rasulullah SAW selalu mencontohkan untuk memberikan doa kepada orang yang menyuguhkan makanan.

    Dikutip dari buku Al-Adzkar: Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya Imam Nawawi bahwa dalam riwayat Shahih Muslim bahwa Rasulullah SAW berkunjung ke rumah ayah Abdullah bin Busr, kemudian ayah Abdullah memberikan jamuan kepada Rasulullah SAW.

    Setelah Rasulullah memakan hidangan tersebut, ayah Abdullah berkata, “Mohon doakanlah kami.” Kemudian Rasulullah SAW berdoa,

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepada mereka keberkahan rezeki yang Engkau berikan kepada mereka. Ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

    Masih mengutip dari sumber buku yang sama, bahwa ketika Rasululah SAW berkunjung ke rumah Sa’ad Abu Daud, beliau diberikan roti dan kismis. Setelah memakannya, Rasulullah SAW bersabda,

    “Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di rumah kamu, orang-orang yang berbuat kebaikan telah memakan makanan kamu dan para malaikat telah mendoakan kamu.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i)

    Mengutip buku Kamus Praktis Muslim dari A Sampai Z karya Abdullah bin Ahad Al-‘Allaf Al-Ghamidi bahwa doa tamu yang diundang makan untuk tuan rumah yaitu,

    اللهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي

    Artinya: “Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberiku makan dan berilah minum orang yang telah memberiku minum.” (HR Muslim)

    Makna Doa Bagi Orang yang Memberi Makanan

    Dari kebiasaan sederhana ini memberikan makna mendalam yang mengingatkan muslim mengenai aspek spiritual dalam tindakan sehari-hari, seperti:

    – Mengingat akan pemberian dan rezeki

    Di balik doa orang yang diundang makan terdapat ungkapan rasa syukur yang mendalam. Ketika seseorang mengucapkan doa sebelum makan, ia mengakui bahwa rezeki dan makanan yang disajikan merupakan pemberian dari Allah SWT

    – Ungkapan penghormatan kepada tuan rumah

    Doa yang diucapkan oleh orang yang diundang makan merupakan bentuk penghormatan kepada tuan rumah.

    – Terjalinnya hubungan sosial

    Makan bersama merupakan salah satu momen yang dapat digunakan untuk menjalin kedekatan dan menjadi bagian dari silaturahmi dengan sesama.

    – Terjalinnya hubungan dengan Allah SWT

    Dengan doa orang yang diundang makan, seorang muslim akan menghubungkan diri dengan Allah SWT ketika berdoa meminta berkah-Nya.

    Doa orang yang diundang makan memiliki kedalaman makna yang melampaui sekadar kata-kata. Doa ini mengajarkan tentang syukur, penghormatan, hubungan sosial, dan hubungan dengan Allah SWT.

    Dalam momen-momen sederhana seperti makan bersama, doa menjadi pengingat bahwa setiap tindakan memiliki dimensi spiritual yang dapat menghubungkan kita dengan Yang Maha Kuasa dan dengan sesama manusia.

    Dengan mengucapkan doa, kita menghadirkan makna yang lebih dalam dalam momen yang tampaknya biasa-biasa saja. Jika diundang makan atau disuguhkan makanan, jangan lupa berdoa ya Detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Langit Cerah dan Bulan Purnama: Arab, Latin, Arti



    Yogyakarta

    Alam semesta ini begitu indah dan penuh misteri, memberikan kita momen-momen berharga yang sering kali terlewatkan begitu saja. Salah satu momen indah itu adalah saat langit cerah dan bulan purnama bersinar dengan gemilangnya di langit malam.

    Tidak hanya sebagai pemandangan alam yang menakjubkan, momen ini juga bisa menjadi panggilan untuk merenung dan berdoa.

    Melihat keindahan langit dapat membuat rasa kagum dan bersyukur kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191,


    اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ . الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.”

    Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 5,

    هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ٥

    Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui.”

    Dua ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT mengajak umatnya untuk merenungkan penciptaan langit dan bumi sebagai bukti kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Allah SWT juga mengingatkan umatnya untuk selalu berdzikir dan memohon perlindungan dari siksa neraka.

    Doa Melihat Langit Cerah

    Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW mengajarkan umat muslim untuk membaca doa ketika melihat langit cerah. Doa ini merupakan kutipan dari bagian ayat di atas.

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Rabbanaa maa khalaqta haazaa baatilaa, sub-haanaka fa qinaa ‘azaaban-naar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka jauhkanlah kami dari siksaan api neraka.”

    Doa Melihat Bulan Purnama

    Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika melihat bulan purnama,

    اللهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيَمْنِ وَالإِيْمَانِ وَالسَّلَامِ وَالإِسْلامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ الله

    Bacaan latin: “Allaahummaa ahlilhu ‘alainaa bilyamni wal imaani was salaami wal islaami rabbii wa rabbukallahu.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah setiap permulaan bulan bagi kami dengan kebaikan, keimanan, perdamaian, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”

    Marilah sebagai umat muslim membiasakan diri untuk membaca doa ketika melihat langit cerah ataupun bulan purnama, sebagai salah satu cara untuk bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Agar Anak Sholeh: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Memiliki anak sholeh adalah impian setiap orang tua. Beberapa doa bisa dipanjatkan agar terkabul memiliki anak sholeh)

    Apalagi Allah SWT memberikan keistimewaan kepada orang tua yang hendak meminta sesuatu kepada-Nya. Setiap doa yang dilontarkan pasti Allah ijabah, mulai dari hal yang baik maupun yang buruk.

    Maka dari itu, sebagai orang tua hendaklah mendoakan anaknya dalam hal kebaikan. Menukil buku Indahnya Pernikahan & Rumahku, Surgaku karya H. Ade Saroni, berikut doa yang bisa dipanjatkan agar anak sholeh yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 74 dan Surat Ibrahim ayat 40.


    Sedangkan dalam buku 5 Amalan Pencuci Hati karya Ali Akbar bin Aqil & M. Abdullah Charis, ada pula doa yang bisa diamalkan agar dikaruniai anak yang sholeh dan sholeha. Doa tersebut tercantum dalam Al-Quran surat Ash-Shaffat ayat 100 dan Ali Imran ayat 38.

    Sementara itu, menukil buku Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadli, doa agar anak sholeh juga tercantum dalam Surat Al-Ahqaf Ayat 15.

    1. Surat Al-Furqan ayat 74

    وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Latin: walladzîna yaqûlûna rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a’yuniw waj’alnâ lil-muttaqîna imâmâ

    Artinya: “Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    2. Surat Ibrahim ayat 40

    رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

    Latin: rabbij’alnî muqîmash-shalâti wa min dzurriyyatî rabbanâ wa taqabbal du’â’

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim: 40)

    3. Ash-Shaffat ayat 100

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Rabbi Hab lii mina ash-shoolihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

    4. Ali Imran ayat 38

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Rabbi Hab lii milla dunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka samii’ud du’a’i

    Artinya: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

    5. Surat Al-Ahqaf Ayat 15

    وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ إِحْسَٰنًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

    Arab-Latin: Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi iḥsānā, ḥamalat-hu ummuhụ kurhaw wa waḍa’at-hu kurhā, wa ḥamluhụ wa fiṣāluhụ ṡalāṡụna syahrā, ḥattā iżā balaga asyuddahụ wa balaga arba’īna sanatang qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn

    Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang soleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memakai Baju Baru, Amalkan Sebagai Tanda Syukur



    Yogyakarta

    Baju baru seringkali menjadi simbol kebahagiaan bagi banyak orang. Untuk itu, dianjurkan membaca doa sebagai ungkapan syukur.

    Namun sebagai muslim, hendaknya harus selalu mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas termasuk ketika memakai baju baru.

    Salah satu cara untuk mengingat Allah SWT ketika memakai baju baru adalah dengan membaca doa.


    Doa Mengenakan Baju Baru

    Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, bahwa terdapat dua doa yang Rasulullah SAW baca ketika memakai baju baru.

    Bacaan ketika Rasulullah SAW ketika memakai baju baru,

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَاصُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu.

    Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidi, dan An-Nasa’i)

    Rasulullah SAW bersabda bahwa doa ketika memakai baju baru yaitu,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ مَا أُوَارِيْ بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ عَمَدَ إِلَى التَّوْبِ الَّذِي أَخْلَقَ فَتَصَدَّقَ بِهِ كَانَ فِي حِفْظِا للَّهِ، وَفِي كَنَفِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَ فِي سَتْرِ اللهِ حَيّاً وَمَيّتاً

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwarii bihi ‘aurati wa atajammalu bihi fii hayatii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang dengannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.” (HR At-Tirmidzi)

    Hikmah Membaca Doa Ketika Memakai Baju Baru

    Mengutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, bahwa terdapat beberapa hikmah ketika seorang muslim membaca doa ketika memakai baju baru.

    – Memohon kebaikan atas baju baru yang dipakainya

    Dalam doa tersebut, seorang muslim memohon kepada Allah SWT agar memberikan kebaikan dari pakaian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim, harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas.

    – Selalu mengingat Allah SWT

    Dengan membaca doa saat memakai baju baru, seorang muslim diingatkan untuk selalu mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas kita. Hal ini juga menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

    Agar dijauhkan dari keburukan ataupun kejahatan saat mengenakan baju baru yang dipakainya
    Dalam doa tersebut, seorang muslim juga berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan yang mungkin terkandung pada pakaian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim, hendaknya harus selalu waspada.

    Dari pemaparan di atas, doa saat memakai baju baru merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas seorang muslim.

    Dalam doa tersebut, seorang muslim memohon kepada Allah SWT agar memberikan kebaikan dari pakaian tersebut dan melindungi diri dari kejahatan yang mungkin terkandung di dalamnya.

    Sebagai seorang muslim, kita harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas. Semoga bermanfaat ya. Detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa yang Dilakukan Rasulullah SAW saat Terbangun Tengah Malam?


    Jakarta

    Sebagian muslim mungkin pernah mengalami terbangun di tengah malam hari karena sebab tertentu misalnya, mendengar suara, mimpi, atau berpindah posisi. Bagi yang mengalami hal itu, Rasulullah SAW pernah menganjurkan sebuah kesunnahan.

    Berdasarkan sejumlah keterangan hadits dalam buku Doa-doa Rasulullah SAW oleh Ibnu Taimiyah, Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca zikir dan memanjatkan doa. Selain itu, Rasulullah SAW diceritakan mengambil air wudhu dan salat malam saat terbangun tersebut.

    Keterangan ini berdasarkan dari Abdullah ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah terbangun tengah malam lalu beliau segera mengambil air wudhu dan melanjutkan tidurnya kembali. Berikut bunyi haditsnya,


    “Suatu ketika di tengah malam, Rasulullah terbangun karena ingin membuang hajat. Kemudian setelah itu, beliau berwudhu dan tidur kembali.” (HR Bukhari)

    Zikir dan Doa Rasulullah SAW saat Terbangun Tengah Malam

    Dikutip dari Kitab Ad Da’awat dalam hadits Ubadah bin Shamit RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang terbangun dari tidurnya pada malam hari kemudian ia mengucapkan:

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ.

    Arab latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikala lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qadir. Alhamdulillah wa subhaanallaah, wa la ilaaha llallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah.

    Artinya: Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian dan Dialah Dzat yang Maha Kuasa, segala puji bagi Allah, Maha suci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya melainkan karena Allah.

    Kemudian dia berkata, ‘Ya Allah, ampunilah aku,’ atau ia memanjatkan doa maka hal tersebut (istigfar maupun doa itu) akan dikabulkan. Kemudian jikadia berwudhu lalu mendirikan salat maka salatnya tersebut akan diterima.” (HR Bukhari)

    Selain itu, dikutip dari Sunan at-Tirmidzi Jilid 4 oleh Muhammad bin Isa bin Saurah (Imam at-Tirmidzi), Rasulullah SAW juga mengamalkan zikir lain sebagaimana disebut dalam riwayat dari Muhammad bin Nashar yang pernah mengutip dari Ummi Salamah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah membaca zikir berikut saat terbangun di tengah malam

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا تَعَارٌ مِنَ البَلِ، قَالَ: رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَاهْدِ السبيل الأقوم

    Arab latin: Rabbiġْfir wārْḥamْ, wāhْdi lissabīl al-ʾaqūm

    Artinya: Ya Tuhan, ampuni dan kasihanilah kami serta tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.

    Zikir berikut juga diamalkan Rasulullah SAW saat terbangun dari tidur karena terkejut. Bacaannya bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i, dan At Tirmidzi dari kakek Amr bin Syu’aib.

    بِسْمِ اللَّهِ أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَرَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُون

    Arab latin: Bismillahi ‘ā’ūْḏu bikalimātillahi al-ttāmmaẗi minْ ġaḍabihi waʿiqābihi wasyarri ʿibādihi waminْ hamarāti assyayāṭīni waʾānْ yaḥْḍurūn

    Artinya: Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami beberapa kalimat yang diucapkan karena terkejut ketika tidur, “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan, siksaan, dan kejahatan hamba-hamba-Nya, serta dari segala gangguan setan dan dari kedatangan mereka.”

    Rasulullah SAW juga menganjurkan muslim yang terbangun pada tengah malam untuk mengangkat kain selimutnya sebelah dalam, kemudian bagian tersebut digunakan untuk membersihkan tempat tidur. Setelahnya, baru bisa dilanjutkan tidur berbaring dengan lambung kanan.

    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْزِعْ دَاخِلَة إِزَارِهِ ثُمَّ لْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ فَإِنَّهُ لايَدْرِى مَا حَدَثَ عَلَيْهِ بَعْدَهُ ثُمَّ لْيَضْطَجِعْ عَلَى جَنْبِهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ لَيَقُلْ ، بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا حَفِظْتَ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Artinya: Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila seseorang dari kamu bangun di waktu malam, lalu kembali ke tempat tidurnya, hendaklah ia mengangkat kain selimutnya yang sebelah dalam. Kemudian hendaklah ia membersihkan tempat tidur itu dengannya. Karena, ia tidak mengetahui apa yang telah ada di tempat tidur itu sesudahnya. Setelah itu, hendaklah ia berbaring di atas lambung kanannya itu lalu mengucapkan, ‘Dengan nama-Mu, ya Allah, aku meletakkan lambungku; dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku, rahmatilah dia. Jika Engkau melepaskannya, peliharalah dia sebagaimana Engkau memelihara jiwa hamba-hamba-Mu yang baik-baik.”

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ibu Bapak untuk Anak dan Sebaliknya: Arab, Latin, dan Terjemahan


    Jakarta

    Allah SWT memberi keistimewaan kepada ibu bapak kita. Setiap doa yang dipanjatkan oleh mereka pasti diijabah oleh-Nya, mulai dari hal yang baik maupun sebaliknya.

    Keistimewaan itu tercantum dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

    ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكٍّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ


    Artinya: Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang berpergian dan doa baik orang tua untuk anaknya.

    Sedangkan dalam hadits lain dari Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

    Artinya: Tiga doa yang pasti diijabah adalah doa orang tua, doa orang berpuasa dan doa orang musafir.

    Maka dari itu, orang tua harus berhati-hati dalam mendoakan anaknya. Sebagaimana yang tercantum dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadli.

    Doa Ibu Bapak untuk Anaknya

    Banyak sekali doa yang bisa dipanjatkan oleh orang tua untuk anaknya. Di bawah ini adalah beberapa contoh doa yang bisa diamalkan.

    Doa Agar Anak Cerdas

    Berikut adalah doa yang bisa dipanjatkan supaya dikaruniai anak yang cerdas, sebagaimana yang tercantum dalam buku Madinatul Ilmi yang berjudul Risalah Doa & Zikir Keluarga,

    أَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادِيْ وَذُرِّيَّاتِي مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْنِي وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ السُّوْءِ وَأَهْلِ الضَّيْرِ وَارْزُقْنِي وَإِيَّاهُمْ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَخُلْقًا حَسَنًا وَالتَّوْفِيقَ لِطَّاعَةِ وَفَهُم النَّبِيِّينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِرَبِّ الْعَالَمِين

    Latin: Allahummaj al aulaadii wa dzurriyyatii min ahlil ilmi wa ahlil khoiri walaa taj alnii waiyyaahum min ahlissu i wa ahlidh dhoiri warzuqnii wa iyyaahum ilman naafi an wa rizqon waasi an wa khuluqon hasanan wat taufiqo liththoo ati wa fahman nabiyyiina wal hamdulillahi robbil aalamin

    Artinya: Ya Allah, jadikanlah hamba, anak-anak hamba dan cucu-cucu hamba ke dalam golongan ahli ilmu dan ahli kebaikan. Jangan jadikan kami sebagai ahli kejahatan dan ahli kerusakan. Berilah hamba rezeki dan berilah mereka ilmu yang bermanfaat serta rezeki yang luas, tubuh yang baik, petunjuk untuk taat serta pemahaman sebagaimana pemahaman para nabi. Segala puji bagi-Mu Tuhan semesta alam.

    Doa Agar Anak Sholeh

    Dalam buku Indahnya Pernikahan dan Rumahku, Surgaku oleh H. Ade Saroni, doa agar anak sholeh selanjutnya tercantum dalam beberapa ayat yang ada pada Al-Qur’an, yaitu:

    Surat Al-Furqan ayat 74:

    وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Latin: walladzina yaquluna rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil muttaqina imama

    Artinya: Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

    Surat Ibrahim ayat 40:

    رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

    Latin: rabbij alni muqimash shalati wa min dzurriyyati rabbana wa taqabbal du aa

    Artinya: Ya rab, jadikanlah hamba dan sebagian anak cucu hamba orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa hamba.

    Doa Anak untuk Ibu Bapaknya

    Begitu pun sebaliknya, mendoakan ibu bapak adalah wujud bakti seorang anak kepada orang tuanya. Hal ini menjadi salah satu ungkapan terima kasih untuk mereka karena telah merawat dan membesarkan kita.

    Karena kebaikan itu, sudah sepatutnya bagi seorang anak untuk berperilaku baik kepada ibu bapak kita. Allah pun melarang seorang anak untuk membentak kedua orang tuanya.

    Perintah ini langsung dari Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 23 yang berbunyi:

    وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا .

    Arab Latin: Wa qada rabbuka alla ta’ budu illaa iyyahu wa bil walidaini iḥsana, imma yabluganna indakal kibara aḥaduhuma au kilahuma fa la taqul lahuma uffiw wa la tan har huma wa qul lahuma qaulang karima.

    Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah satu di antara keduanya atau keduanya sudah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangalah sekali-kali kamu mengatakan kepada mereka perkataan “ah” dan jangan pula kamu membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

    Berikut lafaz doa yang bisa dipanjatkan untuk mendoakan ibu bapak kita:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Rabbighfirli wali walidayya warhamhuma kamarabbayani shaghira

    Artinya: Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba. Sayangi mereka seperi mereka menyayangi aku di waktu kecil.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim dalam Islam, Ini Dalilnya


    Jakarta

    Berdoa adalah salah satu amalan dengan sejumlah keutamaan yang dapat dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits pun menjelaskan keutamaan mendoakan sesama muslim.

    Islam sangat menganjurkan untuk berdoa karena terdapat keutamaan-keutamaan di dalamnya. Allah SWT berfirman dalam surah Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri. Seorang muslim juga dapat berdoa untuk orang lain apalagi bila orang yang didoakan juga tidak mengetahui hal tersebut.

    Keutamaan dan Dalil Mendoakan Sesama Muslim

    Keutamaan mendoakan sesama muslim disebutkan dalam salah satu hadits riwayat Muslim. Berdasarkan hadits tersebut, malaikat juga turut mendoakan orang yang berdoa tiap kali mereka mendoakan sesama muslim.

    مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu kecuali malaikat berkata, ‘Dan untuk kamu juga seperti itu.’” (HR Muslim)

    Melalui riwayat lainnya disebutkan pula bawah mendoakan sesama muslim termasuk jenis doa yang mustajab atau dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

    دَعْوَةُ الْمَرْء الْمُسْلِم لأخيه بظهر الغيب مُسْتَجَابَةٌ، عندَ رأْسه مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلِّمَا دَعَا الأَخِيهِ بِخَيْرِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بمثل رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

    Artinya: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di kepala seorang muslim itu ada malaikat yang diberi tugas; bila ia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang diberi tugas itu mengucapkan, ‘Amin, dan untukmu juga seperti itu.’”

    Selain itu, dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3 karya Imam an Nawawi, ada beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. Salah satunya, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hasyr ayat 10,

    وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ ١٠

    Artinya: “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

    Surah Muhammad ayat 19 berisikan memohonkan ampunan dosa bagi orang lain. Allah SWT berfirman:

    فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ ١٩

    Artinya: “Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Ibrahim ayat 41 tentang bacaan doa yang dapat diamalkan untuk mendoakan sesama muslim. Berikut bacaannya:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ ٤١

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com