Tag: doa

  • Kumpulan Doa Ketenangan Hati dan Pikiran, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Sebagai seorang hamba sudah sepatutnya kita memohon kepada Allah SWT dengan cara berdoa. Dalam Islam, segala sesuatu harus diawali dan diakhiri dengan doa.

    Doa juga dapat menjadi penenang kala hati dilanda rasa gundah dan gelisah. H M Amrin Ra’uf melalui bukunya yang berjudul Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah menjelaskan bahwa doa memiliki pengaruh baik bagi psikis seseorang.

    Ketika berdoa, rasa cemas dalam hati dan pikiran dapat teratasi. Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa ketenangan hati dan pikiran yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati susunan Darul Insan dan buku Panduan Lengkap Mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an oleh Eko Nani Fitriono S Th I M P I.


    6 Doa Ketenangan Hati dan Pikiran

    1. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Pertama

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ (رواه البخاري)

    Arab latin: Allahumma innī a’ūdzu bika minal hammi wal ḥazan wal ‘ajzi wal kasal wal bukhli wal jubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijāl.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemas dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

    2. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Kedua

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    3. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Ketiga

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    4. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    5. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Kelima

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Arab latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    6. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Keenam

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Robbisrohlii sodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    Demikian doa ketenangan hati dan pikiran yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagaimana Cara Mendoakan Orang Sakit agar Cepat Sembuh?


    Jakarta

    Mendoakan orang sakit agar cepat sembuh adalah salah satu bentuk kepedulian dan kasih sayang yang bisa ditunjukkan kepada sesama. Rasulullah SAW dalam beberapa hadits telah mengajarkan cara mendoakan orang sakit agar cepat sembuh.

    Selain memberikan dukungan moral dan bantuan materi, doa juga merupakan senjata ampuh yang bisa digunakan untuk memohon kesembuhan dari Allah SWT.

    Cara Mendoakan Orang Sakit

    Dikutip dari buku Akidah Akhlak karya H.Aminudin dan Harjan Syuhada, cara mendoakan orang sakit agar cepat sembuh sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut.


    • Duduk berdekatan dengan arah kepala orang yang sakit dan meletakkan tangan di kening dan wajah serta mengusap-usap dada dan perut si sakit.
    • Bertanya tentang keadaannya, sambil menempelkan tangan kanannya di tubuh orang yang sedang sakit dan membaca doa.

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ar-Rabi’ bin Abdullah, ia berkata, “Saya pernah pergi bersama Al-Hasan menjumpai Qatadah untuk menziarahinya dan ia duduk di sisi kepalanya. Lalu bertanya kepadanya dan mendoakan kesembuhan baginya.”

    • Mengucapkan ucapan yang baik.

    Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian menghadiri orang yang sakit atau mayit maka ucapkanlah ucapan yang baik karena sesungguhnya malaikat mengaminkan atas apa yang kalian ucapkan.”

    • Mendoakan orang yang sakit.

    Doa untuk Orang yang Sedang Sakit

    Dikutip dari kitab Al-Adzkar karya Al-Imam An-Nawawi, terdapat beberapa doa yang Rasulullah SAW baca ketika sedang menjenguk orang yang sakit agar mendapatkan kesembuhan dari Allah SWT. Beberapa di antaranya yaitu:

    • Mengusap dengan tangan kanan di badan orang yang sedang sakit dengan membaca,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman

    Artinya: “Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah rasa sakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Dzat Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

    • Meletakkan tangan ke bagian yang terasa sakit dengan mengucap sebanyak 3x

    بِسْمِ اللّهِ

    Bismillah

    Artinya: “Dengan Nama Allah”

    • Mengucap doa ini sebanyak 7x

    أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

    A’udzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir

    Artinya: “Aku berlindung dengan keperkasaan dan kuasa Allah dari keburukan apa yang aku rasakan dan apa yang aku khawatirkan.”

    • Ketika Rasulullah SAW menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash, beliau mengucapkan,

    اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اَللّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan

    Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad.”

    • Mengucap doa ini sebanyak 7x

    أَسْأَلُ الله العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka

    Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhannya Awasy yang agung, semoga Dia menyembuhkanmu,”

    • Membaca doa seperti yang malaikat Jibril doakan ketika Rasulullah SAW sakit,

    بِاسْمِ اللهِ، أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ

    Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika min syarri kulli nafsin aw ainin haasidin, Allahu yasyfika bismillahi arqika

    Artinya: “Dengan Nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan segala jiwa atau mata yang dengki. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan Nama Allah aku meruqyahmu.”

    • Doa yang Rasulullah SAW ucapkan ketika menjenguk orang Salman,

    يَا سَلْمَانُ، شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِينِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Ya Salaman, Syafallahu saqomaka, Wa ghafara dzanbaka, Wa ‘afaka fi dinika wa jismika, Ila muddati ajalika

    Artinya: “Wahai Salman, semoga Allah menyembuhkan sakitmu, mengampuni dosamu, dan memberi keselamatan dalam urusan agamamu, serta menyehatkan badanmu hingga waktu ajalmu tiba.”

    Doa menjenguk orang sakit seperti dipanjatkan Rasulullah SAW saat mendoakan Salman tersebut namanya bisa diganti dengan orang yang akan didoakan.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri Doa Apa? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri adalah penggalan ayat yang ada pada surah Taha. Ayat ini sering dipakai sebagai doa oleh umat Islam untuk meminta kemudahan dan kelancaran lisan.

    Mengutip buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, doa ini pernah dipakai oleh Nabi Musa AS saat berhadapan dengan Firaun. Ia meminta pertolongan kepada Allah SWT agar dimudahkan saat berbicara dengan rivalnya.

    Allah pun mengabulkan doa Nabi Musa. Beliau akhirnya bisa menyampaikan kebenaran tentang agama Islam supaya Firaun sadar dan beriman kepada Allah SWT. Meskipun pada akhir hayatnya, Firaun meninggal dunia dalam keadaan su’uk khatimah.


    Robbisrohli Sodri Wayassirli amri juga bisa menjadi doa penenang hati jika yang sedang merasa gelisah. Jika sering mengamalkannya, insyaallah bisa memberikan ketenangan.

    Berikut bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri versi lengkap.

    Bacaan Robbisrohli Sodri Arab, Latin dan Terjemahannya

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Bacaan latin: Robbisrohli sodri, wayassirli amri, wahlul ‘uqdatammil lisani yafqohu qouli.

    Artinya: “Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Taha ayat 25-28).

    Doa Penenang Hati

    Tak hanya doa di atas, masih ada lagi doa penenang hati lainnya yang bisa diamalkan. Menukil buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati karya Daruk Insan, berikut doa-doa penenang hati yang bisa dibaca.

    1. Doa Saat Merasa Sedih

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Bacaan latin: La ilaha illallahul ‘azimul haliim, la ilaha illallahu rabbul ‘arsyil ‘azim, laa ilaha illallahu rabbussamawati, wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil karim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Rabb (Pemilik) Arsy yang Agung. Tidak ada Tuhan yang berhak Disembah dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik Arsy yang mulia.”

    2. Doa Agar Dimudahkan Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Bacaan latin: Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzolimin

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    3. Doa Agar Hati Ditetapkan Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Bacaan latin: Rabbana la tuzig quluu banaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladunka rahmatan innaka antalwahhab

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Kau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Kau beri petunjuk kepada kami, karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Kau. Karena sesungguhnya Kaulah Maha Pemberi (karunia).”

    4. Doa Agar Hati Tenang dari Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal haromi wal bukhl. Wa a’udzubika min ‘adzabil qabri, wamin fitnatil mahya wal mamaati

    Artinya: “Ya Tuhan, hamba berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepadaMu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Terhindar dari Kezaliman, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Zalim adalah sifat tercela yang tidak dibenarkan dalam Islam. Definisi zalim sendiri dimaknai sebagai tindakan yang keluar dari batas-batas kebenaran.

    Dalam buku Cahaya Abadi Muhammad SAW karya M Fethullah Gullen, mereka yang berbuat zalim kerap ditunda azabnya oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Sesungguhnya Allah terus menunda azab bagi orang zalim, dan jika Dia mengazabnya, maka si zalim itu tidak akan mampu lolos darinya.” Lalu Rasulullah membacakan ayat yang berbunyi, “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS Hud: 102)


    Pelaku zalim diibaratkan sebilah pedang di genggaman Allah, Nabi SAW menyatakan dalam sebuah hadits,

    “Seorang zalim adalah (alat) keadilan Allah di Bumi. Allah menimpakan balasan (kepada pihak lain) dengan menggunakan dia, lalu Dia menjatuhkan balasan-Nya kepadanya.”

    Berkaitan dengan itu, ada doa yang bisa dibaca agar seseorang terhindar dari kezaliman. Berikut bunyi bacaannya yang dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat tulisan Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf M Pd.

    Doa agar Dijauhkan dari Kezaliman

    رَبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِالظَّالِمِيْنَ إِلا تَبَارًا

    Arab latin: Robbighfirlii waliwaalidayya wa liman dakhola baitiya mukminaw wa lil mukminiina wal mukminaat, wa laa tazidizh zhoolimiina illaa tabaaroo.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu-bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.”

    Azab bagi Manusia yang Berbuat Zalim

    Dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Al-Qur’an dan Hadis Per Tema; Bagian 3 Jalan Menuju Keselamatan tulisan Alita Aksara Media, mereka yang berbuat zalim akan mendapat kegelapan pada hari kiamat kelak. Hal ini sesuai dengan bunyi sabda Nabi Muhammad SAW:

    “Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Selain itu, Allah SWT juga menjauhkan hidayahnya dari para pelaku zalim. Padahal, hidayah merupakan petunjuk yang diberikan Allah kepada umatnya, dalam surat Al Maidah ayat 51 Allah berfirman:

    ۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

    Kezaliman seseorang dapat mendatangkan bencana dan malapetaka. Hal ini dijelaskan dalam surat Hajj ayat 45.

    فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

    Artinya: “Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ayat Kursi, Manfaat, dan Waktu Utama Membacanya


    Jakarta

    Doa Ayat Kursi merujuk pada Ayat Kursi yang ada di surat Al-Baqarah ayat 255. Ayat ini memberi manfaat bagi muslim yang membacanya, misal memperoleh perlindungan dari Allah SWT.

    Ayat kursi dapat dibaca kapanpun dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk simak ulasannya.

    Ayat Kursi beserta Latinnya

    Berikut adalah bacaan Ayat Kursi beserta tulisan latin dan artinya.


    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Arab-latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung.”

    Manfaat Ayat Kursi

    Dikutip dari buku Kaya Total dengan Ayat Kursi yang ditulis oleh Muhammad Ainur Rasyid, berikut beberapa manfaat dari membaca ayat kursi dalam beberapa hadits:

    1. Berdasarkan Abu Hurairah

    قُلْتُ قَالَ لِي إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ ‏{‏اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ‏}‏ وَقَالَ لِي لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلاَ يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ، وَكَانُوا أَحْرَصَ شَىْءٍ عَلَى الْخَيْرِ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ ‏”‏‏.‏ قَالَ لاَ‏.‏ قَالَ ‏”‏ ذَاكَ شَيْطَانٌ

    Artinya: Dia berkata kepadaku, “Ketika kamu hendak tidur bacalah Ayat Kursi dari awal hingga akhir.” Kemudian dia berkata juga kepadaku, “Jika kamu melakukannya, Allah akan menunjuk penjaga yang akan bersamamu dan tidak ada setan yang mendekatimu hingga pagi.” Abu Hurairah atau periwayat lain menambahkan, penjaga ini sangat rajin melakukan perbuatan baik. Nabi SAW berkata, “Dia mengatakan yang sebenarnya, walau dia sendiri adalah penipu seutuhnya. Tahukah kau kepada siapa engkau berbicara tiga hari ini Abu Hurairah?” Abu Hurairah mengatakan, “Tidak.” Nabi SAW lantas mengatakan, “Dia adalah setan.” (HR Bukhari).

    Hadis ini diceritakan Abu Hurairah saat mendapat tugas menjaga sodaqoh dari Nabi SAW. Selama melaksanakan tugas, ada setan yang datang dan mengambil sodaqoh. Abu Hurairah menangkap setan tersebut, namun melepasnya karena kasihan.

    Setelah berlangsung tiga kali, Abu Hurairah ingin membawa setan tersebut pada Nabi SAW. Setan tersebut lantas menjelaskan keutamaan membaca Ayat Kursi, yang dibenarkan Rasulullah SAW.

    2. Berdasarkan Kitab Al-Mathalib al-Aliyyah

    فَقَالَتْ إِنِّي ذَاكِرَةٌ لَكَ شَيْئًا آيَةَ الْكُرْسِيِّ اقْرَأْهَا فِي بَيْتِكَ فَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ وَلاَ غَيْرُهُ

    Artinya: “Aku harus mengatakan padamu sesuatu. Jika kamu membaca Ayat Kursi di rumah, maka tidak ada setan atau apa pun yang akan mendekatimu.” (HR Tirmidzi).

    Hadis ini berdasarkan cerita salah satu sahabat Nabi SAW Abu Ayyub Al-Ansari, yang menyimpan kurma di rumahnya. Dia bercerita pada Nabi SAW ada setan yang datang ke rumah dan mengambil kurmanya tanpa izin.

    Nabi SAW memerintahkan Abu Ayyub untuk menangkapnya, yang dilakukan hingga tiga kali. Abu Ayyub melepasnya karena setan berjanji tidak akan kembali. Ketika Abu Ayyub tidak melepasnya sebelum bertemu Nabi SAW, setan tersebut menyarankan untuk membaca Ayat Kursi. Potongan surat Al Baqarah itu akan menjauhkan setan dari rumah.

    3. Berdasarkan Albani

    قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ مَنْ قَرَأَ آيَةَ اَلْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ اَلْجَنَّةِ إِلَّا اَلْمَوْتُ }

    Artinya: Rasulullah SAW mengatakan, “Siapa saja yang membaca Ayat Kursi tiap akhir sholat wajib maka tidak ada yang bisa mencegahnya masuk surga kecuali kematian (HR An Nasa’i).

    4. Kitab Nuzhatul Majalis wa Muntakhabin Nafais

    عن النبي صلى الله عليه وسلم من خرج من منزله فقرأ آية الكرسي يبعث الله إليه سبعين ألف ملك يستغفرون له ويدعون له فإذا رجع إلى منزله ودخل بيته وقرأ آية الكرسي نزع الله الفقر من بين عينيه

    Artinya: Dari Nabi Saw, “Barasngsiapa keluar dari rumahnya, kemudian dia membaca Ayat Kursi, maka Allah akan mengutus kepadanya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampun dan mendoakannya. Kemudian ketika dia kembali ke rumahnya dan masuk rumah dengan membaca Ayat Kursi, maka Allah menghilangkan kefakiran yang ada di depan matanya.”

    5. Berdasarkan Riwayat Dailami

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامٌ وَإِنَّ سَنَامَ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَفِيهَا آيَةٌ هِيَ سَيِّدَةُ آىِ الْقُرْآنِ هِيَ آيَةُ الْكُرْسِيِّ ‏”

    Artinya: Seperti diceritakan Abu Hurairah, Nabi SAW mengatakan, “Segala sesuatu ada puncaknya dan puncak Al-Qur’an adalah surat Al-Baqarah, di dalamnya ada ayat yang merupakan tuan dari segala ayat. Itulah Ayat Kursi.” (HR Tirmidzi).

    Membaca ayat kursi bermanfaat untuk rezeki yang lancar dan memberkahi kita dengan sifat syukur dan tidak riya’. Ayat kursi mengajarkan kita agar menjadi orang kaya yang rendah hati dan dekat dengan Allah SWT.

    Waktu Utama Membaca Ayat Kursi

    Dikutip dari Pusat Jurnal UIN Ar-Raniry, berikut waktu utama membaca doa ayat kursi:

    1. Sebelum Tidur

    Ketika seseorang membaca ayat kursi sebelum tidur, maka ia senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah dan setan tidak mendekatinya hingga pagi. Hal ini dijelaskan pada hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, tentang setan yang mencuri harta zakat.

    2. Setelah Sholat Wajib

    Ketika seseorang membaca ayat kursi saat setelah sholat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya dari surga kecuali kematian. Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang membaca ayat kursi saat setiap selesai sholat (fardhu), maka tidak ada penghalang antara ia dengan masuk surga, kecuali kematian.”

    3. Ketika Pagi dan Sore Hari

    Ayat kursi dibaca ketika pagi dan sore hari dapat melindungi dari gangguan setan. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab tentang jin yang mencuri kurmanya.

    Itulah tadi bacaan doa Ayat Kursi, manfaat, dan waktu utama membacanya. Semoga bermanfaat!

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Sebelum Ujian Sekolah, Panjatkan Agar Diberi Kelancaran


    Jakarta

    Doa sebelum ujian sekolah dapat diamalkan agar diberi kelancaran sekaligus hasil akhir yang diharapkan. Sebagaimana yang diketahui, kaum muslimin mengawali dan mengakhiri segala sesuatu dengan berdoa.

    Ujian sekolah dinilai sebagai sesuatu yang paling menegangkan. Meski peserta didik sudah berusaha semaksimal mungkin dengan belajar, tentu saja hasil akhir harus tetap kita serahkan kepada Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Mu’min ayat 60,


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut doa yang bisa dipanjatkan sebelum ujian sekolah berlangsung seperti dinukil dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf.

    Kumpulan Doa Sebelum Ujian Sekolah

    1. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Pertama

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: “Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    2. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Kedua

    بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

    Arab latin: “Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina.”

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

    3. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Ketiga

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الحَكِيمُ

    Arab latin: “Subhaanakallaahumma laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu.”

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

    4. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Keempat

    اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

    Arab latin: “Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan.”

    Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

    5. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Kelima

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تَنْسِنَاهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab latin: “Allaahumma innii astaudi’uka maa ‘allamtaniihi fardud hu ilayya ‘inda haajatii ilaihi wa laa tunsinaahu yaa rabbal ‘alaamiina.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang Engkau telah mengajarkannya kepadaku. Maka kembalikanlah ia kepadaku sewaktu aku menghendakinya. Dan, janganlah Engkau melupakannya dariku, wahai Dzat Yang Menguasai seluruh alam.”

    Demikian doa sebelum ujian sekolah berbagai versi. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Lupa Baca Bismillah Saat Makan? Lakukan Hal Ini Agar Tetap Berkah



    Jakarta

    Bismillah adalah kalimat yang sering diucapkan oleh umat muslim sebelum melakukan sesuatu, termasuk sebelum makan.

    Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang seringkali luput dari perhatian. Salah satunya adalah lupa membaca bismillah saat akan makan.

    Padahal, membaca bismillah sebelum makan adalah salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini penting karena membawa berkah pada makanan.


    Namun, bagaimana jika lupa baca bismillah saat makan? Simak penjelasan berikut.

    Lupa Baca Bismillah Saat Makan?

    Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan jika lupa baca bismillah saat makan, agar tetap mendapatkan berkah dari Allah SWT:

    – Ucapkan bismillah saat ingat

    Dikutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, jika seseorang lupa membaca bismillah di awal makan, maka ia dapat membacanya saat ingat meskipun di tengah makan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang dari kalian memakan makanan maka hendaklah ia membaca, “Bismillah”, dan jika ia lupa membacanya di awal makan, maka hendaklah ia membaca, “Bismillah fii awwalihi wa akhiri.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

    Dengan mengucapkan bismillah saat ingat, seseorang akan menunjukkan bahwa dia masih mengingat Allah SWT dan mengharap berkah dari-Nya. Selain itu, dengan membaca bismillah akan menutup celah bagi syaithan untuk ikut makan bersama.

    – Ucapkan doa setelah makan

    Setelah selesai makan, hendaknya mengucapkan doa setelah makan sebagai bentuk rasa syukur dan pujian kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan rezeki.

    Dikutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, doa yang dapat dibaca setelah selesai makan yaitu:

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ الّٰذِي اٰطٰعٰمٰنٰا و سٰقٰانٰا و جٰعٰلٰنٰا مُسْلِمِيْن

    Bacaan latin: Alhamdulillaahil ladzi ath’amnaa wa saqaana wa ja’alanaa minal muslimiin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberi makan dan minum kepada kami dan telah menjadikan kau termasuk dalam golongan orang-orang yang muslim” (HR Abu Daud)

    Keutamaan Membaca Bismillah Sebelum Makan

    Dikutip dari buku Penuntun Makan Minum Cr Rasul karya M. Zaka Alfarisi, jika seseorang membaca bismillah sebelum makan, maka makanannya akan berkah dan setan tidak akan ikut makan bersamanya.

    Rasulullah SAW bersabda,

    مَنْ سِرَّهُ أَنْ لَا يَجِدَ الشَّيْطَانُ عِنْدَهُ طَعَامًا وَلَا مَقِيلًا وَلَا مَبِيْتًا فَلْيُسَلَّمْ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ وَلْيَسْم عَلَى طَعَامِهِ

    Artinya: “Barang siapa yang ingin agar setan tidak bisa ikut makan di sampingnya, tidak bisa ikut beristirahat, dan tidak bisa ikut bermalam, maka hendaklah ia mengucap salam saat masuk ke dalam rumahnya dan membaca bismillah saat ia makan.” (HR Ath-Thabarani)

    Dikutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, membaca bismillah ketika makan adalah salah satu cara untuk mendapatkan kekuatan agar menang melawan setan.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika seseorang kalian masuk ke dalam rumahnya dan ia menyebut nama Allah ketika memasukinya dan ketika makan, maka setan berkata, “Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makanan bagi kalian.” Namun jikaia masuk ke dalam rumahnya tanpa menyebut nama Allah, maka setan berkata, “kalian mendapatkan tempat bermalam,” dan jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka setan berkata, “kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

    Akibat Lupa Membaca Bismillah Sebelum Makan

    Dikutip dari buku 165 Kebiasaan Nabi SAW karya Abduh Zulfidar Akaha, bahwa ada seorang sahabat yang lupa membaca bismillah ketika makan. Dia baru teringat setelah makanannya hampir habis dan tinggal sesuap lagi.

    Tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa dan berkata, “Sesungguhnya tadi setan turut makan bersamanya, tetapi setelah dia menyebut nama Allah, setan itu langsung memuntahkan isi perutnya.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sebelum Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya membaca doa sebelum dan setelah bangun tidur. Hal ini merupakan bagian dari praktik ibadah dan adab yang dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    Sebelum tidur Nabi Muhammad SAW biasa melakukan beberapa hal ini. Mulai dari berwudhu, mengibaskan tempat tidur hingga memanjatkan doa.

    Sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi:


    “Jika seseorang di antara kalian hendak tidur, ambillah potongan kain dan kibaslah tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucap ‘Bismillaah,’. Karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050.)

    “Apabila kamu ingin tidur maka berwudhulah lebih dulu sebagaimana wudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah ke kanan dan bacalah doa doa sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda: ‘Jadikanlah doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu,” (HR Bukhari Muslim).

    Begitupun saat bangun tidur. Nabi Muhammad SAW biasa membaca doa sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut:

    قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ ‏”‏ اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَأَمُوتُ ‏”‏‏.‏ وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ‏”‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ‏

    Artinya: Ketika Nabi Muhammad hendak tidur dia biasa mengatakan, “Allahumma bismika ahya wa amut.” Dan saat bangun di pagi hari dia terbiasa mengucap, “Al-hamdu li l-lahi al-ladhi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihi-nnushur.” (HR Bukhari).

    Doa Sebelum Tidur

    Dikutip dari buku 100 Doa Harian Untuk Anak karya Kak Nurul Ihsan, seperti in bacaan doa sebelum tidur yang bisa dibaca:

    بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

    “Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

    Artinya: “Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845)

    Ada pula doa sebelum tidur versi panjang. Berikut bacaannya:

    للَّهُمَّ أَسْلَمْتُ إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرى إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْحَى مِنْكَ إِلا إِلَيْكَ، أَمَنْتُ بكتابكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

    Bacaan latin: Allahuma aslamtuilaika wawajjahtuwajhii ilaika, wafawwadhtuamrii ilaika waalja’tudzahrii ilaika raghbatan waraghbatan ilaika laa maljaawalaa manjaa minka illa ilaika amantu bikitaabikalladzii anzaita wabinabiyyikalladzi arsalta

    Artinya : “Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu. Aku menghadapkan wajahku kepada-Mu. Aku menyerahkan segala urusanku kepada-Mu. Aku menyandarkan punggungku kepadaMu lantaran mengharap dan takut kepadaMu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari ancamanMu kecuali hanya kepadaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Kau turunkan juga (aku beriman) kepada nabiMu yang Kau utus.” (HR, Muslim, Bukhari dan Abu Dawud)

    Selain doa di atas, Rasulullah juga memanjatkan doa berikut. Doa ini diriwayatkan oleh Anas RA.

    Bacaan latin: Alhamdulillahilladzi ath ‘amana wasaqona wakafana wa awana fakammimman lakafiya lahu walamu’wiya

    Artinya: “Segala puji bagi Allah zat yang telah memberi makan dan minum kepada kami, serta telah mencukupi dan memberi tempat tinggal kepada kami. Betapa banyak orang yang tak ada yang mencukupi dan tak memberi tempat kepadanya.” (HR Muslim)

    Doa Bangun Tidur

    Sementara bacaan doa bangun tidur yang bisa kamu amalkan adalah sebagai berikut, sebagaimana dikutip dari buku Penuntun Doa, Yuk! karya Abu Ihsan.

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

    Bacaan latin: Alhamdulillahilladhi ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnushur

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan kehidupan, mematikan kami, dan hanya kepada-Nyalah kami kembali.”

    Namun perlu diperhatikan juga adab-adab setelah bangun tidur. Masih mengutip buku yang sama, seperti ini adab setelah bangun tidur:

    1. Membaca istighfar tiga kali
    2. Membaca Syahadat
    3. Membaca doa bangun tidur
    4. Jangan mengusap tangan ke mata, dikhawatirkan tangan kita kurang bersih dan bisa menjadikan mata kita gatal atau sakit
    5. Lekas bangun jangan bermalas-malasan
    6. Sholat Subuh tepat waktu
    7. Merapikan tempat tidur dan kamar

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda Doa Dikabulkan Allah SWT Menurut Ulama


    Jakarta

    Pada hakikatnya, semua doa didengar oleh Allah SWT. Sebab, sebagaimana disebutkan dalam salah satu firman-Nya surah Gafir ayat 60, Allah SWT menyukai orang-orang yang berdoa dan memohon kepada-Nya.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”


    Hal serupa juga disebutkan dalam ayat lain yakni surah Al Baqarah ayat 186,

    وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

    Artinya: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    Dikutip dari Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar, Rasulullah SAW dalam hadits shahihnya pernah menekankan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa dari setiap muslim. Hal ini dijelaskan oleh salah satu riwayat dari Ubbadah bin Ash-Shamit dalam Sunan At-Tirmidzi.

    “Tidak ada seorang muslim pun di dunia ini yang berdoa kepada Allah dengan suatu permohonan, kecuali Allah akan memberikan permohonan itu atau menggantinya dengan perlindungan dari sesuatu yang tidak diinginkan, selama dia tidak berdoa dengan dosa atau memutuskan hubungan silaturahmi.” Seorang pria bertanya, ‘Apakah artinya kita harus semakin banyak berdoa?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Allah justru lebih banyak memberi.’ (HR Tirmidzi)

    Tanda Doa Dikabulkan Allah SWT

    Menurut Sa`id Ibn al-Musayyab dalam Dar Al-Ifta Al-Misriyyah, Allah SWT memberi pentujuk bila doa dan ibadah yang diamalkan oleh kita diterima-Nya. Salah satunya terlihat saat muslim senantiasa melakukan ketaatan setelah ketaatan lainnya.

    “Misalnya, jika seseorang (ibadah) salat Dzuhur, kemudian ada keinginan melanjutkan untuk menunaikan salat Ashar, maka itu tandanya salat Dzuhur-nya diterima karena Allah telah membimbingnya untuk menunaikan ketaatan berikutnya setelah yang pertama,” jelasnya.

    Tanda lain bahwa doa dikabulkan Allah SWT menurut Sa’id Ibn al-Musayyab adalah senantiasa berhusnuzan atau berprasangka baik kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang berbunyi, “Aku seperti yang prasangka hamba-Ku,” (HR Muttafaq’alaih)

    Selain itu, beberapa tanda doa dikabulkan Allah SWT juga pernah disebutkan oleh Syaikh Abdullah Hajjaj yang diterjemahkan Haidar Musyafa dalam buku Hidup Berkah dengan Doa. Berikut di antaranya:

    1. Semakin merasa takut pada Allah SWT. Sebab, hanya orang-orang yang beriman dan bertakwa pada Allah SWT yang selalu merasa takut kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 9,

    وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا

    Artinya: Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).

    2. Hati semakin tenteram, damai, dan yakin. Hal itu pun membuatnya semakin rajin memuji dan mengagungkan-Nya melalui zikir dan melafalkan kalimat yang disukai Allah SWT.

    3. Menjadi pribadi yang cekatan dalam bertindak hingga cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Orang yang dikabulkan doanya maka ia telah dekat dengan Allah SWT sehingga segala yang dilakukannya sesuai dengan ajaran-Nya.

    4. Semakin dermawan sebagai bukti rasa syukur kepada Allah SWT.

    5. Semakin bersyukur kepada Allah SWT.

    Allah SWT memiliki cara tersendiri untuk mengabulkan doa-doa dari hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Rasulullah SAW dalam haditsnya menjelaskan beberapa cara Allah mengabulkan permintaan dari hamba-Nya.

    Dari Abu Sa’id, Rasulullah SAW bersabda bahwa ada doa yang langsung dikabulkan, ada doa yang disimpan di akhirat, dan ada doa yang diganti untuk menghindarkan keburukan baginya. Berikut bunyi haditsnya,

    ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa.” Rasulullah lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR Ahmad)

    Syaikh Bakar Abdul Hafizh Al-Khulaifat dalam Tafsir dan Makna Doa-doa dalam Al Quran menyebut, doa adalah meminta pertolongan dan memohon. Dari segi istilah, doa bermakna ibadah.

    Doa juga dikatakan sebagai perkataan yang dipanjatkan untuk menunjukkan rasa memohon dengan ketundukan hati. Adapun hakikat dari doa adalah suatu permohonan pertolongan dari seorang hamba kepada Allah SWT.

    (rah/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Potong Kuku dan Tata Caranya Menurut Islam


    Jakarta

    Doa potong kuku sesuai anjuran Rasulullah SAW dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Potong kuku disebut sebagai fitrah amaliah dan bertujuan untuk menjaga kebersihan.

    Mengutip buku Fakta Ilmiah Amal Sunnah Rekomendasi Nabi karya Haviva, kotoran yang menempel pada celah-celah kuku dapat menghalangi air masuk ke dalam pori-pori saat berwudhu. Karenanya memotong kuku perlu dilakukan agar wudhu seorang muslim sah.

    Dalam hadits yang berasal dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda terkait 10 perkara fitrah termasuk memotong kuku.


    “10 hal yang termasuk fitrah, yaitu menggunting (menipiskan) kumis, memelihara (memanjangkan) jenggot, bersiwak (menggosok gigi), istinsyaq (memasukkan air ke hidung ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh sela-sela jari (barajim), mencabut (mencukur) bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan bersuci dengan menghemat air.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah)

    Doa Potong Kuku: Arab, Latin, dan Arti

    Berikut doa potong kuku yang dapat dipanjatkan seperti menukil buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil.

    بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

    Arab latin: Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari menyebut tidak ada hadits shahih mengenai urutan potong kuku dari Rasulullah SAW. Namun, beliau sempat mencontohkan untuk memulai segala sesuatu dari bagian kanan.

    Berikut tata cara memotong kuku tangan yang baik yang dikutip dari buku Jangan Remehkan Amalan-amalan Ringan karya Abdul Aziz Sa’dua,

    • Jari telunjuk tangan kanan
    • Jari tengah tangan kanan
    • Jari manis tangan kanan
    • Jari kelingking tangan kanan (tinggalkan ibu jari tangan kanan)
    • Jari kelingking tangan kiri
    • Jari manis tangan kiri
    • Jari tengah tangan kiri
    • Jari telunjuk tangan kiri
    • Ibu jari tangan kiri
    • Ibu jari tangan kanan

    Imam an-Nawawi dalam Kitab al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan bahwa jari jempol bagian kanan tetap dipotong setelah jari kelingking kanan tanpa mengakhirkannya bersama jempol bagian kiri. Sementara itu, cara memotong kuku kaki yang baik ialah dimulai dari jari kelingking kaki kanan dan bergerak berurutan hingga jari kelingking kiri.

    Demikian doa potong kuku dan tata caranya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com