Tag: doa

  • Doa untuk Orang Sakit, Sesuai Ajaran Rasulullah SAW



    Jakarta

    Menjenguk dan mendoakan orang sakit merupakan anjuran yang diajarkan Rasulullah SAW. Saat menjenguk ini juga bisa dibarengi doa untuk memohon kesembuhan.

    Ujian dari Allah SWT sangat beragam bentuknya, termasuk dalam bentuk sakit. Seorang muslim yang mengalami sakit patut tetap bersyukur dan bersabar karena ujian Allah SWT ini pasti membuahkan hikmah.

    Menjenguk saudara atau kerabat yang sakit merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dijelaskan sejumlah riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW saat menjenguk sahabatnya yang sakit.


    Ketika menjenguk kerabat yang sakit, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan dengan berbagai doa yang dibacakan untuk mengharapkan kesembuhannya.

    Doa Rasulullah SAW untuk Kesembuhan Orang Sakit

    Ada beberapa doa yang dibacakan Rasulullah SAW untuk mengharap kesembuhan orang yang sakit.

    Doa ini sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

    Dalam riwayat lain, sebagaimana dilansir dari laman NU Online, Rasulullah SAW membaca doa ini ketika meruqyah salah seorang sahabat.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

    Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan baca doa berikut ini sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit. Dengan doa ini, diharapkan bahwa Allah SWT akan mengangkat penyakit yang diderita orang tersebut.

    أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

    Arab latin: As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

    Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu.”

    Doa ini dapat dilafalkan sambil menyebut nama orang yang sakit. Hal ini pernah dilakukan Rasulullah SAW saat menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash sebagaimana riwayat Imam Muslim berikut.

    اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Arab Latin: Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan.

    Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad,”

    Lafal nama Sa’ad bisa diganti dengan nama orang yang sakit.

    Rasulullah SAW juga membacakan doa ketika menjenguk seorang badui yang menderita demam. Dalam riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

    لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Arab latin: Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.

    Artinya, “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,”

    Doa Mohon Diampuni Dosa

    Sakit merupakan ujian sekaligus penggugur dosa. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 155-156:

    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ . ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

    Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali). Mereka itu mendapat keberkatan dari Tuhannya dan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

    Selain doa memohon kesembuhan, dapat juga membaca doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa ini dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA sebagaimana riwayat Ibnu Sunni

    شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

    Arab latin: Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.

    Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

    Keutamaan Orang yang Sakit

    Mengutip buku Sakit Menguatkan Iman yang disusun oleh Prof KH Alie Yafei dkk, disebutkan bahwa sakitnya seorang muslim yang beriman dapat membawa beberapa keutamaan.

    Berikut beberapa keutamaan yang diperoleh orang yang sakit:

    1. Doa orang sakit mustajab

    Doa orang yang sakit termasuk doa yang mustajab sebagaimana doa malaikat.

    Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu datang mengunjungi si sakit, maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat (yakni besar kemungkian dikabulkan).” (HR Ibnu Majah)

    2. Balasan surga bagi orang yang sakit pada mata

    Bagi orang yang menderita sakit atau cacat mata dan ia bersabar, maka Allah SWT menjanjikan balasannya, yaitu surga.

    Firman Allah dalam hadits Qudsi:
    “Jika Aku menguji hamba-Ku dengan (menghilangkan penglihatan) kedua mata yang sangat dicintainya kemudian ia sabar, Aku akan menggantinya dengan surga.” (HR Ahmad dari Anas dan Thabrani yang bersumber dari Jarir ra.)

    Baihaqi meriwayatkan dari Anas ra. bahwa pada suatu waktu, Abdullah bin Ummi Makhtum (seorang sahabat yang tunanetra) datang berkunjung kepada Rasulullah SAW yang sedang duduk bersama sahabat-sahabat yang lain. Rasulullah SAW bersabda,

    “Inginkah kalian mendengar apa yang diceritakan Jibril kepadaku? Sesungguhnya Allah berfirman, “Hak pahala bagi orang yang telah kuambil penglihatan kedua matanya yang sangat dimuliakannya tidak lain adalah surga.”

    3. Dijadikan penduduk surga

    Orang yang bersabar dengan penyakit yang dideritanya termasuk penduduk surga. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Atha bin Ribah bahwa Ibnu Abbas bertanya kepadanya: “Inginkah kamu melihat wanita penduduk surga”? Jawabku, “Tentu saja.”

    Kata Ibnu Abbas, “Nah wanita hitam itu, ia pernah datang mengadu kepada Nabi SAW, “Saya ini sering jatuh pingsan dan terbuka aibku, maka doakanlah untukku agar Allah menyembuhkanku.” Ujar Nabi SAW, Jika kamu mau, kamu terima itu dengan sabar, dan sebagai ganjarannya kamu mendapat surga. Atau kalau tidak, saya doakan agar Allah menyembuhkanmu.

    Ujar wanita itu, ‘Saya akan bersabar, tetapi saya sering terbuka aib saya kalau pingsan, maka doakanlah untukku agar aibku tidak tersingkap.’ Lalu Nabi mendoakan untuknya.”

    4. Dicatat kebaikan pahala saat sedang sakit

    Bagi orang yang biasa mengerjakan kebaikan semasa lapang dan sehatnya, akan tetap dicatatkan untuknya pahala kebaikannya jika ia berhalangan mengerjakannya karena sakit.

    Firman Allah SWT kepada para malaikat dalam hadits Qudsi:
    “Jika Aku menguji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, maka berilah dia pahala sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan kepadanya.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    Sangat besar rahmat dan karunia Allah SWT bagi orang-orang beriman yang sabar saat diuji dengan sakit.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Manfaat Doa Nurbuat Beserta Pengertian, Bacaan Arab dan Latinnya


    Jakarta

    Usaha sangat diperlukan dalam mencapai semua keinginan dan kebutuhan dalam hidup. Namun, usaha saja tidak akan cukup apabila tidak diiringi dengan doa. Salah satu doa yang dikenal bisa mengabulkan hajat adalah doa nurbuat.

    Doa ini mungkin terdengar asing bagi sebagian dari kita. Namun doa ini nyatanya memiliki banyak manfaat bagi kita di dunia maupun di akhirat.

    Doa nurbuat berisi harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh umat muslim yang mengamalkannya. Nah, untuk tahu lebih jelasnya mengenai apa saja manfaat dari doa nurbuat, simak penjelasan berikut ini.


    Pengertian Doa Nurbuat

    Dalam buku berjudul Malaikat Pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi (2022) Dijelaskan bahwa pengertian doa yang sering dikenal dengan sebutan doa nubuwwah yang memiliki arti “cahaya kenabian”.

    Doa nurbuat baik untuk diamalkan dan dibaca kapanpun karena mempunyai makna yang baik untuk menghindarkan kita dari kesesatan dan diberi perlindungan oleh Allah SWT. Doa nurbuat berasal dari bahasa Arab yakni Nurun Nubuwwah. Doa nurbuat bersumber dari riwayat Imam Abul Qaim Ali Ibn Asakir dalam Tarikh Dimasyq.

    Bacaan Doa Nurbuat Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

    اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ عَيْنِ الْقُدْرَةِ وَالنَّاظِرِيْنَ وَعَيْنِ الْجِنِّ الْاِنْسِ وَالشَّيَاطِيْنِ

    وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَاهُوَ اِلاَّذِكْرٌ لِّلْعَالَمِيْنَ وَمُسْتَجَابُ اْلقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُوالْعَرْشِ الْمَجِيْدِ

    طَوِّلْ عُمْرِيْ وَصَحِّحْ جَسَدِيْ وَاقْضِ حَاجَتِيْ وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ وَحَبِّبْنِيْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ اٰدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِيْنَ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْ

    Latinnya: Allahumma dzis-sulthaanil azhiim. Wa dzil-mannil qadiim. Wa dzil-wajhil kariimi wa waliyyil kalimaatit taammaati wadda’awaatil mustajabati ‘aaqilil hasani qal husaini min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wannaaziriina wa ‘ainil insi wal jinni. Wa in yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi abshaarihim lammaa sami’udzdzikra wa yaquuluuna innahu lamjnun. Wa maa huwa illaa dzikrul lil ‘aalamiin.

    Wa mustajabu luqmaanil hakiimi wa wa waritsa sulaimaanu dawuuda ‘alaihimas-salaamul waduudu dzul ‘arsil wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbib linnaasi ajma’iin.
    Wa tabaa’adil’adaawata kullahaa min bani aadama ‘alaihissalaamu man kaana hayyan wa yahiqqal qaulu ‘alal kaafiriin. Wa qul jaa-al haqqu qa zahaqal baathilu innal baathila kaana zahuuqan.

    Wanunazzilu minal qur’aani maa huwa syifaa-un wa rahmatun lil mu’minin. Wa laa yaziiduz zhaalimiina illaa khasaaraa.
    Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifuun. Wasalamun ‘alal mursaliina wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, pemilik kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari niwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu (Muhammad) dengan pandangan mereka, ketika mendengar Al-Qur’an (dibaca) lalu mereka berkata, ‘sesungguhnya (Muhammad) itu benar-benar orang gila.’

    Dan Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi semua umat. Dan mengijabahi Lukmanul Hakim dan Sulaiman yang telh mewarisi Daud as. Allah adalah Zat yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang mulia, panjangkanlah umurku, sehatkanlah jasadku, kabulkanlah hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku, cintakan semua orang, jauhkanlah permusuhan anak cucu Adam as, dari orang-orang kafir.

    Dan katakanlah, Yang haq telh datang dan yang batil telah musnah. Sesungguhnya yang batil itu pasti musnah. Dan kami turunkan Alquran sebagai sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan Al-Qur’an tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah, Tuhan yang Maha Mulia dari segala sifat yang diberikan orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan tetap bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

    Manfaat Doa Nurbuat

    Setiap doa memiliki keistimewaannya masing-masing. Seperti halnya doa nurbuat yang juga memiliki keistimewaan sendiri apabila diamalkan dengan bersungguh-sungguh. Berikut ini beberapa keistimewaan dari doa nurbuat dilansir melalui buku berjudul Tanya Jawab Islam: Piss KTB (2015).

    1. Dapat mengabulkan segala hajat apabila dibaca rutin setelah selesai sholat fardhu.
    2. Dosa akan terampuni apabila dibaca saat matahari terbenam.
    3. Menjaga rumah dari segala gangguan gaib seperti sihir, santet, gangguan jin dan lain sebagainya.
    4. Menjauhkan dari perbuatan maksiat dan kekufuran.
    5. Mendapat kesejahteraan dalam dunia dan akhirat.
    6. Dapat menghindarkan manusia dari segala perbuatan jahat dan munkar.
    7. Selalu diberikan kesehatan, kemudahan dan keselamatan dari Allah SWT.
    8. Dapat dimudahkan segala jalannya.
    9. Pada tanaman, akan bermanfaat dalam menghindari serangan hama.
    10. Pada binatang, akan bermanfaat dalam menjinakkannya.

    Nah itu dia penjelasan mengenai doa nurbuat, arti dan manfaat dari doa nurbuat yang bisa detikHikmah rangkum. Penting untuk diingat, bahwa berdoa saja tidaklah cukup, kita harus selalu berusaha dan berserah diri kepada Allah SWT atas hasil yang akan diberikan. Semoga bermanfaat!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Hujan Berkah, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Hujan termasuk ke dalam rahmat yang Allah SWT limpahkan kepada makhluk hidup. Bahkan, waktu turunnya hujan dianggap mustajab.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan, dan doa ketika turunnya hujan.” (HR Al-Hakim)


    Menukil buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku oleh Masriyah Amva, hujan adalah salah satu tanda atas kebesaran dan rahmat Allah SWT untuk semua makhluk-Nya yang ada di bumi. Ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Berkaitan dengan itu ada doa yang dapat dipanjatkan agar hujan yang turun tergolong sebagai suatu berkah. Seperti apa? Berikut bacaannya yang dinukil dari Kitab Al-Adzar karya Imam An-Nawawi dan Fiqhus Sunnah tulisan Sayyid Sabiq.

    Doa Hujan Berkah: Arab, Latin dan Arti

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab latin: Allahumma shoyyiban nafi’an’

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

    Kumpulan Doa yang Dipanjatkan ketika Hujan

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa-doa lainnya yang dapat dipanjatkan ketika hujan turun.

    1. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    2. Doa ketika Hujan disertai Petir

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    3. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Itulah doa hujan berkah dan doa-doa lainnya yang dapat dibaca ketika hujan turun. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pembuka dan Penutup Acara, Lengkap dengan Doa Keselamatan sesuai Sunnah


    Jakarta

    Dalam sebuah acara, umumnya dimulai dengan lantunan doa. Doa pembuka acara ini bertujuan untuk memohon perlindungan Allah SWT agar acara dapat berjalan lancar serta membawa kebaikan.

    Demikian pula halnya ketika acara telah selesai, biasanya akan ada doa penutup yang juga dibacakan. Doa pembuka acara dan penutup acara juga kerap menjadi bagian dari rangkaian acara dalam sebuah majelis.

    Doa Pembuka Acara

    Mengutip buku Para Nabi dan Rasul karya Nurul Huda, berikut doa pembuka acara yang bisa diamalkan.


    Terdapat beberapa doa yang biasa dilafalkan untuk membuka acara. Salah satu doa yang bisa dipakai sebagai doa pembuka acara adalah potongan ayat dalam surah Al A’raf.

    Doa Pembuka Acara Versi Pendek

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …

    Arab Latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.”

    Doa Pembuka Acara Versi Panjang

    Selain doa pembuka acara dalam versi pendek, terdapat pula doa dalam versi panjang. Biasanya doa ini dilafalkan di awal khutbah.

    Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa, doa ini dapat dibaca saat ada hajat, melakukan akad nikah, membuka pengajian/majelis, atau menyampaikan khutbah Jumat. (HR Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majad, dan Nasa’i)

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

    Arab Latin: “Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta’iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na’uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba’du.”

    Artinya: “Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

    Doa Penutup Acara

    Setelah acara berlangsung, sebelum menutup dan mengakhiri acara, ada baiknya melafalkan doa terlebih dahulu. Doa ini ditujukan sebagai ucapan terima kasih sekaligus syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

    Doa penutup acara ini sebagaimana disampaikan dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi. Dengan memanjatkan doa tersebut, niscaya diampuni dosa-dosa akibat perkataan atau perbuatan yang tidak bermanfaat ketika acara berlangsung.

    Doa Penutup Acara

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

    Arab latin: Subhaanakallaahumma wa bi-ḥamdika, asyhadu allaa Ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka

    Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu,”

    Doa Keselamatan

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H. Hamdan Hamedan, MA disebutkan bahwa saat menutup acara bisa diiringi dengan membaca doa keselamatan. Berikut bacaan doanya,

    اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ ٱلْيَقِينِ مَا تُهَوَنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ فَأَرَنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمَنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنًا وَلَا تُسَلَّطَ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمْنَا.

    Arab Latin: “Allahummaqsim lanaa min khasy-yatika maa tahuulu bihii bainanaa wa baina ma’shiyyatika wa min thaa’atika maa tuballighuna bihii jannataka wa minal yaqiini maa tuhawwinu bihii ‘alainaa mashaa-ibad dunya.

    Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarinaa wa quwwatinaa ma ahyaytanaa waj’alhul waaritsa minnaa waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadaanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.”

    Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.”

    “Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami, dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau hadirkan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.”

    Diriwayatkan melalui hadits Tirmidzi, Ibnu Umar Radhiallahu anhu menyampaikan “Jarang Rasulullah SAW berdiri dari majelis kecuali beliau berdoa dengan doa-doa ini untuk para sahabatnya. Selain itu, doa ini juga mencakup banyak hal, termasuk permohonan agar kita senantiasa selamat dunia dan akhirat. (HR. Tirmidzi)

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ketika di Dalam Masjid, Amalkan agar Mendapat Berkah


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca ketika berada di dalam masjid. Doa ini merupakan sunnah Rasulullah SAW dan bisa menjadi amalan mulia untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT.

    Masjid merupakan tempat yang suci yang didalamnya menjadi area untuk melakukan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah SWT. Masjid tempat yang mulia, oleh karenanya ketika berada di dalam masjid dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti dzikir, sholawat ataupun berdoa.

    Mengutip buku Al-Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah oleh Imam Nawawi dijelaskan bahwa ketika seorang muslim berada di dalam masjid maka dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir. Begitu pula membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir, doa-doa dan dzikir lainnya.


    Dianjurkan pula memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan membaca hadits-hadits Rasulullah, memperdalam ilmu fikih, dan ilmu-ilmu syariat lainnya.

    Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 36

    فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ

    Artinya: Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW pun menjelaskan tentang masjid sebagai tempat yang mulia dan istimewa.

    Diriwayatkan dari Buraidah, dia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya masjid-masjid itu dibangun sesuai dengan tujuannya.” (HR Muslim)

    Dari Anas bin Malik , dia mengatakan, Rasulullah SAW berkata kepada si badui yang kencing di salah satu sudut masjid, “Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak pantas sama sekali untuk dikencingi seperti ini dan tidak pula dikotori. Karena sesungguhnya masjid-masjid itu hanyalah untuk berdzikir kepada Allah, sholat, dan membaca Al-Qur an.” (HR Muslim)

    Doa ketika Duduk di Masjid

    Orang yang duduk di masjid hendaknya berniat i’tikaf agar memperoleh keutamaan. Orang yang duduk di masjid, hendaklah berupaya melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Tujuannya yakni untuk menjaga, menghormati, memuliakan, dan mengagungkan masjid.

    Duduk di masjid bisa sambil melantunkan doa yang merupakan bacaan tasbih, takbir, tamid.

    ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠﻪْ ﻭَﻵ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮْ

    Artinya: “Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar

    Keutamaan Membaca Doa dan Dzikir di Masjid

    Dikutip dari buku Berzikir Cara Nabi: Merengkuh Keutamaan Zikir Tahmid, Tasbih, Tahlil, dan dan Hauqala oleh Abdur Razzaq Ash-Shadr dijelaskan beberapa keutamaan dari dzikir di dalam masjid. Berikut diantaranya:

    1. Kalimat yang Paling Dicintai Allah.

    Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari hadits Samurah bin Jundab ra, dia berkata:

    “Rasulullah SAW bersabda: Kalimat yang paling dicintai Allah ada 4. Kamu bisa memulai dari kalimat mana saja: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar.

    2. Kalimat Pelebur Dosa

    Dalam kitab Al Musnad, Sunan At Tirmidzi, dan Musadrak Al Hakim, terdapat riwayat dari hadits Abdullah bin ‘Amr ra, dia berkata:

    “Rasulullah SAB bersabda: “Di muka bumi ini, setiap kali seseorang membaca kalimat laa ilaaha illallaah, Allaahu Akbar, Subhaanallah, Alhamdulillaah, dan Laa haula walaa quwwata illaa billaah, maka dosa-dosanya dilebur meskupun lebih banyak dari buih di laut.”

    Dosa yang dilebur yakni dosa kecil. Sedangkan dosa besar tidak bisa dilebur dengan tobat.

    3. Tanaman Surga

    At Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda: “Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisra’kan. Lalu Ibrahim berkata, ‘Wahai Muhamamd, samapaikan salamku kepada umatmu dan beritahulah mereka bahwa surga itu baik tanahnya, tawar airnya, dan surga itu qi’an, yang tanamannya adalah subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar.”

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Sebagai seorang anak yang berbakti, sudah sepatutnya kita mendoakan kedua orang tua ketika mereka masih hidup maupun telah tiada. Berkaitan dengan itu, ada sebuah doa untuk ayah yang sudah meninggal yang dapat dibaca oleh kaum muslimin.

    Perintah mendoakan orang tua tercantum dalam surah Al-Ahqaf ayat 15,

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ١٥


    Artinya: “Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

    Adapun, mengenai cara berbakti bagi orang tua yang sudah meninggal disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya yang berbunyi:

    “Jika orang tua yang sudah meninggal masih ada cara berbakti yang harus dilakukan seorang anak, yakni dengan mendoakan mereka untuk keselamatan dan pengampunan, memenuhi janji, membayar utang-utang mereka, dan menjalin silaturahmi dengan kerabat dan sahabatnya.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    Menukil buku Bersahabat dengan Orang Tua susunan Nurul Asmayani, doa anak untuk orang tua menjadi hal yang sangat berharga. Dari Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh seseorang dapat naik kelasnya di surga!” Seorang sahabat bertanya keheranan, “Ya Rasulullah! Dari mana saya mendapatkan tempat setinggi itu?” Lalu Rasulullah menjawab, “Dengan permohonan ampun anakmu untuk dirimu.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al Baihaqi)

    Bacaan Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-amalan Dahsyat untuk Orangtua oleh Muhammad Abdul Hadi, berikut doa yang dapat dipanjatkan seorang anak untuk ayahnya yang sudah meninggal dunia.

    1. Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

    Arab latin: Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

    Setelahnya, bisa membaca doa berikut:

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

    Arab latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    Terakhir untuk menutup doa untuk ayah yang sudah meninggal, selanjutnya dapat membaca doa sapu jagat, sholawat nabi dan membaca surah al-Fatihah.

    رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …

    Arab latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

    Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. (Lalu bacalah Surat Al-Fatihah).”

    Doa-doa tersebut alangkah baiknya jika dibaca setelah selesai menjalankan salat fardhu. Sebab doa setelah salat fardhu termasuk salah satu doa yang mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Arab latin: Rabbigh firlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiiraa

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil.”

    Demikian doa untuk ayah yang sudah meninggal. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa saat Angin Kencang, Bisa Dibaca ketika Cuaca Buruk



    Jakarta

    Doa saat angin kencang menjadi amalan yang bisa dikerjakan umat muslim. Angin merupakan fenomena alam sekaligus tentara Allah SWT.

    Sama seperti hujan, angin juga diciptakan Allah SWT untuk membawa keberkahan. Namun ada kalanya angin bertiup dengan sangat kencang sehingga dikhawatirkan akan menjadi sebuah bencana.

    Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Angin itu adalah bagian dari rahmat Allah. Ia bisa datang membawa rahmat dan bisa datang membawa azab. Jika kalian melihat angin, janganlah kalian memakinya! Mintalah kepada Allah kebaikannya dan mintalah perlindungan kepada Allah dari kejelekannya!” (HR Nasa’i)


    Doa saat Angin Kencang

    Dikutip dari laman NU Online, terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang bisa dibaca saat merasakan angin kencang. Doa ini semata-mata dibaca untuk mendapat perlindungan Allah SWT dari marabahaya.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا ضَرُوْرَةً.

    Arab Latin: Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîhâ wa khairamâ ursilat bih, wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîhâ wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj’alhâ rahmatan wa lâ taj’alhâ ‘adzâban. Allâhummaj’alhâ riyâhan wa lâ taj’alhâ dharûratan.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, aku minta kepada-Mu kebaikan ini angin, kebaikan barang yang ada di dalamnya, dan kebaikan barang yang diutus melaluinya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan ini angin, kejahatan barang yang ada di dalamnya, dan kejahatan barang yang diutus melaluinya. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin rahmat dan jangan jadikan ini sebagai angin siksa. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin manfaat dan jangan jadikan ini sebagai angin bahaya.”

    Selain doa di atas, terdapat juga doa lainnya yang bisa diamalkan saat terjadi angin kencang, berikut bacaan doanya:

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَمَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا رِيْحًا

    Arab Latin: Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîha wa khairamâ ursilat bih, wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîha wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj’alhâ rahmatan, wa lâ taj’alhâ ‘adzâban. Allâhummaj’alhâ riyâhan, wa lâ taj’alhâ rîhan.

    Artinya: “Tuhanku, kepada-Mu aku mohon kebaikan angin ini, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan tujuan dihembuskannya. Kepada-Mu aku berlindung dari unsur negatif angin ini, unsur negatif yang terkandung di dalamnya, dan unsur negatif tujuan dihembuskannya. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai rahmat. Jangan jadikan ia sebagai azab. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai angin baik, bukan angin yang membawa akibat negatif.”

    Saat angin terlalu kencang dan diiringi dengan hujan lebat, bisa amalkan doa yang dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, berikut doanya:

    Arab latin: Allohuma laqhan laa aqiiman, allohummaj’alhaa rahmatan wa laa taj’alhaa adzaaban, allohummaj’alhaa riyaahan wa laa taj’alhaa riihan.

    Artinya: Ya Allah, jadikanlah angin ini pembawa hujan, bukan angin yang kosong dan tiada membawa kebaikan. Ya Allah, jadikanlah ia sebagai rahmat dan jangan Engkau jadikan sebagai azab. Ya Allah, jadikanlah ia riyah (angin yang membawa kebajikan), dan jangan Engkau jadikan dia riih (angin yang membawa keburukan).”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan, Begini Cara Mengamalkannya


    Jakarta

    Ayat kursi merupakan sebutan bagi Surat Al-Baqarah ayat 255. Rutin mengamalkan ayat ini disebutkan punya keutamaan besar, di antaranya dapat melindungi dari kejahatan setan dan mengusir gangguan jin.

    Mengutip buku Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is oleh Syaikh Ash-Shafuri, ulama Najmuddin an-Nasafi menuturkan bahwa Malaikat Jibril berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya ifrit dari kalangan jin mau menipumu, maka usirlah dia dengan ayat kursi.”

    Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada kaum muslim, “Tiada kamu membaca ayat kursi di sebuah tempat yang ada setannya, kecuali setan akan keluar dari tempat itu.” (Al-Hadits)


    Ayat ini memiliki berbagai khasiat dan keistimewaan lantaran di dalamnya mengandung makna yang agung. Abdur Razzaq Ash-Shadr dalam buku Berzikir Cara Nabi mengungkap kalau ayat kursi terdiri dari kalimat tauhid kepada Allah SWT, pengagungan dan pujian terhadap-Nya, serta penyebutan sifat-sifat-Nya yang sempurna

    Untuk bisa memahami makna dari ayat ini, simak tulisan Arab Surat Al-Baqarah ayat 255 beserta latin dan artinya pada uraian berikut.

    Doa Ayat Kursi: Arab, Latin, dan Artinya

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ – 255

    Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal ḥayyul-qayyuum(u), laa ta’khużuhuu sinatuw wa laa naum(un), lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil arḍ(i), man żal lażii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi iżnih(ii), ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuḥiiṭuuna bisyai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-(a), wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal arḍ(a), wa laa ya’uuduhuu ḥifẓuhumaa, wa huwal ‘aliyyul ‘aẓiim(u).

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    Benarkah Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan?

    Seperti penjelasan di atas, Surat Al-Baqarah ayat 255 atau ayat kursi mampu lindungi pembacanya dari kejahatan setan. Dengan membaca ayat ini pula, jin dan setan pengganggu juga bisa hengkang, lho.

    Ini sebagaimana hadits beredaksi panjang yang diriwayatkan Imam Nasa’i dari Abu Hurairah RA. Di mana kala itu Nabi SAW menugaskan Abu Hurairah RA untuk menjaga harta zakat fitrah pada bulan Ramadhan. Namun tiba-tiba ada yang datang dan mengambil makanan dari zakat tersebut

    Abu Hurairah RA kemudian menangkapnya dan berkata, “Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah SAW.” la berkata, “Tolong, lepaskan aku. Sebab aku orang yang sangat membutuhkan. Aku juga mempunyai tanggungan, sehingga aku benar-benar terdesak.” Mendengar itu, Abu Hurairah pun membebaskannya.

    Pada pagi harinya, Nabi SAW bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam?”

    Abu Hurairah RA menjelaskan kalau orang yang mengambil harta zakat dalam keadaan terdesak dan sangat membutuhkan sehingga ia kasihan dan melepaskannya. Tapi Rasul SAW mengatakan, “Sebenarnya dia telah menipumu dan akan datang kembali.”

    Mendengar informasi dari Nabi SAW tersebut, lalu Abu Hurairah RA mengintai kedatangan pencuri harta zakat itu. Benar saja, orang itu datang lagi dan langsung mengambil makanan. Abu Hurairah RA pun kembali menangkap dan berkata akan melapor kepada Rasulullah SAW.

    Si pencuri zakat lalu mengungkap alasan yang sama, kalau ia sangat membutuhkannya lantara punya tanggungan. Kemudian ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Mendengarnya, Abu Hurairah RA pun luluh kembali dan melepaskannya.

    Rasul SAW bertanya lagi kepada Abu Hurairah RA di pagi harinya mengenai orang yang mencuri harta zakat. Dan ia kembali kemukakan alasan dirinya melepaskan pencuri itu kepada beliau. Lagi-lagi beliau SAW bersabda kalau dia sudah menipu Abu Hurairah RA dan akan datang kembali.

    Karena Nabi SAW berkata lagi seperti itu, Abu Hurairah RA lalu mengintai kembali. Dan ternyata, ia menemukan orang itu datang ketiga kalinya untuk mengambil harta zakat. Ia segera menangkapnya seraya menuturkan, “Aku benar akan melaporkanmu kepada Rasulullah SAW. Ini kali ketiga bahwa kamu berjanji tidak akan mengulangi kembali, tapi kamu akan datang lagi.”

    Dia berkata, “Tolong, lepaskan aku. Aku akan mengajarimu beberapa kalimat, yang mana Allah SWT akan memberikan manfaat kepadamu dengannya.” Abu Hurairah RA bertanya, “Apakah itu?”

    Dia menjawab, “Apabila engkau akan beranjak ke tempat tidur, bacalah ayat kursi (Allaahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum..) sampai selesai. Dengan begitu, engkau akan selalu mendapat penjagaan dari Allah SWT dan sama sekali tidak akan didekati setan sampai pagi hari.”

    Abu Hurairah RA melaporkan kepada Rasul SAW, dan beliau bersabda, “Dia sungguh telah berkata benar, namun dia tetap sebagai pendusta.” “Wahai Abu Hurairah, tahukah engkau siapa yang telah berbicara denganmu tiga malam berturut-turut kemarin?” lanjut beliau. Abu Hurairah RA menjawab, “Tidak.” Nabi SAW berkata, “Dialah setan.” (HR Nasa’i)

    Dari hadits di atas bisa dipahami kalau setan mengajari Abu Hurairah secara langsung untuk mengamalkan ayat kursi sebelum tidur supaya tidak dapat didekati bahkan diganggu oleh makhluk halus sejenisnya.

    Dan ini dibenarkan oleh Rasulullah SAW bahwa amalan ayat kursi itu memang dapat dipraktikkan ketika hendak tidur agar terjaga dari setan dan jin.

    Cara Mengamalkan Ayat Kursi Sebagai Pengusir Setan

    Selain hendaknya dibaca sebelum tidur, Abdul Mun’im Qindil melalui kitab at-Tadaawaa bil Qur’aan memberi tahu cara lain untuk mengamalkan ayat kursi sebagai pengusir setan.

    Ia memaparkan, “Apabila kamu berkeinginan agar Allah SWT menjagamu dari kejahatan jin (setan) sepanjang siang, bacalah ayat kursi sesudah bangun tidur. Apabila ingin agar Allah SWT menjagamu sepanjang malam, bacalah ayat kursi setelah matahari terbenam. Jika kamu berkeinginan agar setan tidak memasuki rumahmu, maka bacalah ayat kursi pada waktu pagi dan petang. Niscaya setan (jin) tidak akan memasuki rumahmu.”

    Demikian cara mengamalkan ayat kursi supaya terlindung dari setan dan mengusir jin dari penjelasan tersebut, yakni dengan:

    • Membaca ayat kursi sebelum tidur agar tidak didekati setan sampai pagi hari
    • Membaca ayat kursi sesudah bangun tidur agar dijaga Allah SWT dari kejahatan jin dan setan sepanjang siang
    • Membaca ayat kursi setelah matahari terbenam supaya terlindungi dari jin dan setan sepanjang malam
    • Membaca ayat kursi pada pagi dan petang hari agar setan dan jin tidak bisa memasuki rumah.

    Itulah penjelasan mengenai doa ayat kursi sebagai pengusir setan serta pelindung dari gangguan jin dilengkapi dengan tulisan Arab, latin, dan artinya. Jangan lupa diamalkan ya, detikers.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Merasa Gelisah dan Takut? Baca Doa Ini Yuk!



    Jakarta

    Dalam kehidupan, sering kali menghadapi kondisi yang membuat gelisah dan takut. Agar perasaan merasa tenang, amalkan doa untuk menghilangkan gelisah, khawatir dan takut.

    Berdoa bisa menjadi cara untuk menenangkan jiwa dan mendapatkan ketenangan dalam diri. Dengan berdoa juga, umat muslim bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan rasa ikhlas.

    Doa saat Merasa Gelisah dan Takut

    Terdapat beberapa doa yang dapat dibaca saat merasa gelisah dan takut. Beberapa diantaranya yaitu:


    Dikutip dari buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, jika sedang merasa gelisah dan takut maka doa yang dapat dibaca yaitu:

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

    Bacaan latin: A’uudzu bikalimaatil laahit taammati min ghadlabihii wa syarri ‘ibaadihii wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdluruun.

    Artinya: “Aku berlindung dengan firman Allah yang sempurna, dari murka Allah dan keburukan hamba-Nya dan dari godaan syaitan agar mereka tidak mendatangiku.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Dikutip dari buku Nggak Takut Dosa karya Kang Yadi, doa yang dapat dibaca ketika sedang gelisah dan takut yaitu:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’uudzubika minal hammi walhazani wa a’uudzubika minal ‘ajzi walkasali wa a’uudzubika mina jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid daini wa qahri rijaali.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari rasa sumpek dan gelisah, dan aku berlindung pada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dan aku berlindung pada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung pada- Mu dari cengkraman utang dan kekerasan orang.”

    Dikutip dari Buku Fikih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, doa yang dapat dibaca ketika sedang gelisah yaitu,
    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

    Bacaan latin: Yâ hayyu yâ qayyûmu, bi-rahmatika astagîtsu.

    Artinya: “Wahai Zat yang Mahahidup, wahai Zat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.” (HR At-Tirmidzi)

    Pentingnya Doa dalam Mengatasi Gelisah dan Ketakutan

    Doa menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan oleh seseorang jika sedang merasa gelisah atau takut. Dengan berdoa, maka seseorang akan memungkinkan untuk mengingat Allah SWT dan dengan mengingat-Nya maka seseorang akan merasa tenteram.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ar-Rad ayat 28,

    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

    Mengatasi Gelisah dan Takut setelah Berdoa

    Dikutip dari buku Usir Gelisah dengan Ibadah karya Syauqi Abdillah Zein, setelah membaca doa di atas, seseorang dapat beribadah untuk mengatasinya.

    Ibadah terbukti sangat efektif dan ampuh dalam mengatasi berbagai permasalahan, misalnya gelisah dan rasa takut. Ibadah yang dapat dilakukan yaitu dengan cara salat, berdzikir atau pun bersedekah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Maulid Nabi Muhammad Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Sebentar lagi umat Islam akan memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, yakni pada 12 Rabiul Awal. Dalam menyambut hari tersebut, umat Islam bisa memanjatkan bacaan doa Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW biasa disebut dengan Maulid Nabi. Semua umat Islam mengetahui bahwa hari ini diperingati pada tanggal 12 Rabiul Awal. Orang-orang bahkan sudah merayakannya sejak awal bulan Rabiul Awal, jelas Yusuf Al-Qaradhawi dalam Ibnul Qaryah wal Kuttab, Malamih Sirah wa masirah.

    Perayaan Maulid Nabi dilakukan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari menyedekahkan makanan atau sembako kepada orang sekitar, membacakan kisah-kisah semasa hidup Rasulullah SAW, ataupun dengan membaca doa Maulid Nabi Muhammad SAW.


    Doa yang dipanjatkan ketika memperingati hari lahir Rasulullah SAW biasanya berupa sholawat. Bacaan sholawat itu bisa berupa sholawat Maulid Simtudduror, Maulid Ad-Diba’i, Maulid Al-Barzanji, Maulid Azab, sholawat Bushairi, dan Maulid Ad Diya’ullami, seperti dijelaskan dalam buku Berkah Pena Bertinta Emas karya Zainal Ilmi.

    Bacaan Doa Maulid Nabi Muhammad: Sholawat Maulid Simtudduror

    Dinukil dari buku yang berjudul Kitab Shalawat Terbaik & Terlengkap oleh Ustadz Rusdianto, berikut bacaan sholawat Maulid Simthud Durar.

    Sholawat Pembuka

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    Bismillahirrahmanirrahim

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا لَاحَ فِي الْأُفْقِ نُورُ كَوْكَبٌ

    Latin: Maa laaha fil ufuqi nuuru kaukab

    Artinya: Selama cahaya bintang bersinar di ufuk

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    الْفَاتِحِ الْخَاتِمِ الْمُقَرَّبْ

    Latin: Al-faatihil khaatimil muqarrab

    Artinya: Pemuka, penutup, dan hamba yang didekatkan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    الْمُصْطَفَى الْمُجْتَى الْمُحَبَّبْ

    Latin: Al-mushthafal mujtabal muhabbab

    Artinya: Insan pilihan dan hamba yang terkasih

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا لَاحَ بَدْرُ وَغَابَ غَيْهَبْ

    Latin: Maa laaha badrun wa ghaaba ghaihab

    Artinya: Selama bulan purnama bersinar dan kegelapan hilang

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا رِيحُ نَصْرِ بِالنَّصْرِ قَدْ هَبْ

    Latin: Maa riiha nashrin bin nashri qad hab

    Artinya: Selama angin pertolongan menghembuskan pertolongan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا سَارَتِ الْعِيْسُ بَطْنَ سَبْسَبْ

    Latin: Maa saaratil ‘iisu bathna sabsab

    Artinya: Selama unta masih berjalan di padang sahara

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَكُلِّ مَنْ لِلْحَبِيْبِ يُنْسَبْ

    Latin: Wa kuli man lilhabiibi yunsab

    Artinya: Dan, setiap orang yang bernasab kepada beliau

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَكُلِّ مَنْ لِلنَّبِي يَصْحَبْ

    Latin: Wa kuli man linnabiyyi yash-hab

    Artinya: Dan, setiap orang yang menjadi sahabat beliau

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاغْفِرْ وَسَامِحْ مَنْ كَانَ أَذْنَبْ

    Latin: Waghfir wa saamih man kaana adznab

    Artinya: Ampunilah dan maafkanlah orang yang telah berbuat dosa

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَبَلَّغِ الْكُلَّ كُلَّ مَطْلَبْ

    Latin: Wa ballighil kulla kulla mathlab

    Artinya: Dan, sampaikanlah semuanya kepada segala yang diinginkan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاسْلُكْ بِنَا رَبِّ خَيْرَ مَذْهَبْ

    Latin: Wasluk binaa rabbi khaira madzhab

    Artinya: Dan, tempuhkanlah untuk kami jalan yang terbaik, ya Tuhan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاصْلِحْ وَسَهَلْ مَا قَدْ تَصَعَبْ

    Latin: Washlih wa sahhil maa qad tasha’ab

    Artinya: Perbaikilah dan mudahkanlah segala yang sulit

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    أَعْلَى الْبَرَايَا جَاهَا وَأَرْحَبْ

    Latin: A’lal baraayaa jaahan wa arhab

    Artinya: Makhluk yang tertinggi dan terluas kedudukannya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    أَصْدَقِ عَبْدِ بِالحَق أَعْرَبُ

    Latin: Ashdaqi ‘abdin bil haqqi a’rab

    Artinya: Hamba yang paling jujur yang menyampaikan kebenaran

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    خَيْرِ الْوَرَى مَنْهَجًا وَأَصْوَبْ

    Latin: Khairil waraa manhajan wa ashwab

    Artinya: Manusia yang paling baik dan benar manhajnya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَا ظَيْرَ يُمْن عَنِّى فَأَطْرَبْ

    Latin: Maa thaira yumnin ghan-nan fa athrab

    Artinya: Selama burung keberkahan berdendang dan bernyanyi

    Sholawat Kedua

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَشْرَفِ بَدْرٍفِى الْكَوْنِ اَشْرَقْ

    Latin: Asyrafi badrin fil kauni asyraq

    Artinya: Bulan purnama termulia yang bersinar di semesta

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَكْرَمِ دَاعٍ يَدْعُوْ اِلَى الْحَقْ

    Latin: Akrami daa’in yad’uu ilal-haq

    Artinya: Penyeru terbaik yang mengajak kepada kebenaran

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَلْمُصْطَفَى الصَّادِقِ الْمُصَدَّقْ

    Latin: Almushthafaash shaadiqil mushaddaq

    Artinya: Insan pilihan, yang benar dan dibenarkan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَحْلَى الْوَارَى مَنْطِقًاوَاَصْدَقْ

    Latin: Ahlal waraa manthiqan wa ashdaq

    Artinya: Manusia yang paling manis dan paling tutur katanya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    اَفْضَلِ مَنْ بِالتُّقَى تَحَقَّقْ

    Latin: Afdhali man bit tuqaa tahaqqaq

    Artinya: Orang yang paling utama yang mewujudkan ketakwaan

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    مَنْ بِالسَّخَاوَالْوَفَاتَخَلَّقْ

    Latin: Man bis sakhaa wal wafaa takhallaq

    Artinya: Pemilik akhlak dermawan dan setia

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاجْمَعْ مِنَ الشَّمْلِ مَاتَفَرَّقْ

    Latin: Wajma’ minasy syaamli maa tafarraq

    Artinya: Dan persatukanlah setiap yang tercerai dari kumpulannya

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاصْلِحْ وَسَهّلْ مَاقَدْتَعَوَّقْ

    Latin: Washlih wa sah-hil maa qad ta’awwaq

    Artinya: Perbaiki dan mudahkanlah segala yang terhambat

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَافْتَحْ مِنَ الْخَيْرِكُلَّ مُغْلَقْ

    Latin: Waftah minal khaairi kulla mughlaq

    Artinya: Bukalah segala kebaikan yang terkunci

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاَلِهِ وَمَنْ بِاٌلنَّبِيّ تَعَلَّقْ

    Latin: Wa aalihi wa man bin-nabii ta’allaq

    Artinya: Dan atas keluarganya serta yang cinta kepada Nabi

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَاَلِهِ وَمَنْ لِلْحَبِيْبِ يَعْشَقْ

    Latin: Wa aalihi wa man lilhabbiib ya’syaq

    Artinya: Dan atas keluarganya serta yang merindukan beliau

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    وَمَنْ بِحَبْلِ النَّبِيّ تَوَثَّقْ

    Latin: Wa man bihablin nabii tawatstsaq

    Artinya: Dan yang berpegang dengan tali Nabi

    يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدُ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaa muhammad

    Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad

    يَارَبّ صَلّ عَلَيْهِ وَسَلّمْ

    Latin: Yaa rabbi shalli ‘alaihi wa sallim

    Artinya: Ya Tuhan, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada beliau

    Selanjutnya dapat membacakan kisah Maulid Nabi.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com