Tag: doa

  • Inilah 5 Doa Iftitah yang Diajarkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Doa iftitah adalah doa dalam salat yang dibaca di rakaat pertama setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah. Doa ini dibaca dalam setiap salat fardhu maupun salat sunnah.

    Ada beberapa bacaan doa iftitah yang diajarkan oleh Rasullullah SAW. Selain itu, doa iftitah juga memiliki sejumlah keutamaan. Namun sebelum itu, sebaiknya ketahui terlebih dahulu bagaimana hukum membaca doa iftitah dalam salat.

    Hukum Membaca Doa Iftitah

    Hukum membaca doa iftitah adalah sunnah, baik untuk imam, makmum, atau seseorang yang melakukan salat sendiri.


    Apabila seseorang berniat membaca doa iftitah, tetapi ia tidak sengaja melupakannya, maka seseorang tersebut tidak perlu melakukan sujud syahwi. Seseorang yang tidak membaca doa ini salatnya tetap dianggap sah.

    Namun dalam kasus salat jenazah, doa ini tidak disunnahkan untuk dibaca lantaran salat jenazah dianjurkan untuk dilakukan secara singkat.

    Meskipun hukum doa iftitah adalah sunnah, seorang Muslim tetap dianjurkan membaca doa tersebut sebab Rasulullah SAW biasa membacanya ketika sholat. Hal tersebut tertuang dalam sebuah hadits berikut:

    Dari Abu Hurairah RA,

    كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة؛ ما تقول؟ قال: ” أقول: … ” فذكره

    Artinya: “Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika salat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:… (beliau menyebutkan doa iftitah).” (HR Muttafaqun).

    Bacaan Doa Iftitah

    Kusnadi S.Ag M.Ag M.AHum dalam buku QnA Persoalan Islam menjelaskan doa iftitah memiliki banyak shighat (bentuk) berdasarkan beberapa riwayat hadits, yaitu sebagai berikut:

    Doa Iftitah 1

    Doa iftitah ini umumnya sering dipakai umat Muslim lantaran seringkali tertera dalam buku panduan salat sekaligus diajarkan di bangku sekolah.

    الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا.

    (Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila)

    Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

    أنى وجهت وجهي للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين

    (inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin)

    Artinya: Kuhadapkan wajahku kepada zat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.

    ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين

    (inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin)

    Artinya: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.

    Doa Iftitah 2

    Berdasarkan hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW juga membaca doa iftitah pendek lainnya seperti berikut ini.

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    (Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod)

    Artinya: Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkan lah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cuci lah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.

    Doa Iftitah 3

    Menurut hadist riwayat Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi berikut ini bacaan doa iftitah.

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    (Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk)

    Artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.

    Doa Iftitah 4

    Hadist riwayat Muslim menyebutkan bahwa doa iftitah ini dibaca ketika Rasulullah SAW melakukan sholat malam.

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    (Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawati wal ardhi ‘aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shirootim mustaqiim)

    Artinya: Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkan lah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki

    Doa Iftitah 5

    Rasulullah pernah mengamalkan doa iftitah berikut ini sebagaimana tertuang dalam hadist riwayat Abu Daud.

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

    (Allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilla a’udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih)

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.

    Keutamaan Doa Iftitah

    Doa iftitah memiliki sejumlah keutamaan yang diriwayatkan dari beberapa hadits. Berikut ini keutamaan doa iftitah.

    1. Dibukanya Pintu-pintu Langit

    Salah satu keutamaan doa iftitah adalah dibukanya pintu-pintu langit. Pendapat tersebut merujuk pada salah satu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar RA,

    “Ketika kami salat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang mengucapkan ‘Allahuakbar kabira walhamdu lillahi katsira wasubhanalla hibukratawwa ashiilan’. Selesai salat, Rasulullah SAW bertanya, ‘Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?’ Seorang sahabat menjawab, ‘Saya, wahai Rasulullah.’ Beliau lalu bersabda, ‘Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu’ Kata Ibnu Umar, ‘Maka aku tak pernah lagi meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah SAW mengucapkan hal itu.’” (HR Muslim).

    2. Bacaan Rasulullah SAW Saat Salat Malam

    Syekh Irfan bin Sulaim al-Asya Hasunah al-Dimasyqiy dalam Kitab Adzkaar al-Muttaqin min Kitaabillah wa Shahih al-Haditsi Imam menyebutkan, doa iftitah menjadi bacaan Rasulullah SAW ketika memulai salat malamnya.

    Dari Abu Salmah bin Abdurrahman bin Auf ia berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah Ummul Mukminin. Dengan bacaan apa Nabi memulai salatnya apabila ia bangun dari tidur di malam hari?” Aisyah berkata, “Apabila bangun dari tidur malam, maka Rasulullah membaca doa iftitah dalam salatnya.”

    Itulah beberapa bacaan doa iftitah disertai dengan hukum dan keutamaannya. Semoga bermanfaat.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tobat 100 Kali Sehari, Ternyata Ini Istighfar yang Rasulullah SAW Baca


    Jakarta

    Setiap manusia tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Karena itu, hendaknya kita tobat dan memohon ampunan Allah SWT. Bahkan Rasulullah SAW yang memiliki sifat maksum saja senantiasa bertobat kepada-Nya setiap hari.

    Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Jami’us Sirah mengemukakan bahwa Nabi SAW adalah manusia yang paling banyak tobatnya. Beliau juga adalah manusia yang paling sering beristighfar. Para sahabat mendengar beliau membaca istighfar lebih dari 100 kali dalam sekali duduk.

    Dalam sejumlah hadits disebutkan pula kalau Rasul SAW bertobat dan meminta ampun lebih dari 70 kali atau sebanyak 100 kali setiap harinya. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa beliau SAW bersabda:


    “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya aku (sendiri) bertobat kepada-Nya sebanyak 100 kali dalam sehari.” (HR Ahmad [4/211] dan Muslim [2702])

    Abu Hurairah RA mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah SWT dan bertobat kepada-Nya dalam sehari sebanyak lebih dari 70 kali.’” (HR Bukhari)

    Nabi SAW selalu bertobat dan memohon ampunan Allah SWT setiap harinya sekalipun dosa-dosa beliau di masa lalu maupun di masa mendatang telah diampuni oleh-Nya. Beliau SAW bersabda: “Sesungguhnya, qalbuku tidak akan terhibur kecuali setelah aku beristighfar kepada Allah SWT dalam satu hari 100 kali.” (HR Muslim)

    Dari hadits-hadits di atas dapat diketahui jelas bahwa Nabi SAW bertobat dan memohon ampunan Allah SWT hingga 100 kali setiap harinya. Beliau melakukan itu karena hatinya merasa tenang setelah beristighfar.

    Sebagai manusia biasa tentu kita harus malu dengan Rasul SAW. Lantaran kita tidak seperti beliau yang dosanya telah diampuni dan maksum (terhindar dari perbuatan dosa), serta kita hanyalah manusia biasa yang sering melakukan dosa dan kesalahan.

    Karenanya marilah kita bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kita bisa mulai dengan cara termudah, yakni mengikuti bacaan istighfar yang Nabi SAW baca. Seperti apa redaksi istighfar yang beliau lafalkan dalam tobat hariannya?

    Bacaan Istighfar 100 Kali Rasulullah SAW

    Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar memberi tahu bacaan istighfar yang dibaca Nabi SAW dalam tobat hariannya. Dia menukil riwayat dari Ibnu Umar RA dalam kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.

    Ibnu Umar RA mengatakan bahwa Rasul SAW membaca istighfar sebanyak 100 kali setiap harinya dengan redaksi berikut:

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Latin: Raabbighfir lii watub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim.

    Artinya: “Ya Allah Tuhanku, ampunilah aku dan berikanlah tobat atasku, sungguh Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Pengasih.”

    Imam Tirmidzi menyatakan bahwa hadits ini hasan.

    Keutamaan Istighfar

    Bertobat dan memohon ampunan Allah SWT dengan istighfar bukanlah perkara yang sepele. Pasalnya, dosa dan kesalahan yang dimiliki pembaca istighfar akan terampuni.

    Sayyidah Aisyah RA pernah menuturkan: “Nabi SAW bersabda kepadaku, ‘Apabila engkau melakukan sebuah dosa, mohon ampunlah kepada Allah SWT dan segera bertobatlah kepada-Nya. Niscaya akan diterima serta engkau akan diampuni dari dosa tersebut.’” (HR Nasa’i)

    Bukan hanya dosa dan kesalahannya diampuni, istighfar juga punya keistimewaan lain. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Siapa saja yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalah, melapangkan kesempitannya, dan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i)

    Demikian, marilah kita semua bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT, minimal dengan melafalkan bacaan istighfar. Bisa dengan membaca redaksi istighfar Rasulullah SAW di atas.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk Keselamatan Umat Islam


    Jakarta

    Qunut nazilah merupakan doa yang dipanjatkan untuk keselamatan umat Islam. Doa ini biasa dibaca saat terjadi bencana, musibah, perang, dan keadaan tidak menyenangkan lainnya yang menimpa umat Islam.

    Dalil pelaksanaan qunut nazilah ini bersandar pada beberapa hadits shahih yang termuat dalam kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab hadits lainnya, sebagaimana diterangkan dalam Mausu’at Ad-Du’a karya Syaikh Hamid Ath-Thahir Al-Basyuni.

    Dalam salah satu hadits Muslim disebutkan,


    مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَى سَرِيَّةٍ مَا وَجَدَ عَلَى السَّبْعِيْنَ الَّذِينَ أُصِيبُوا يَوْمَ بِثْرِ مَعُونَةَ كَانُوا يُدْعَوْنَ الْقُرَّاءَ فَمَكَثَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى قَتَلَتِهِمْ

    Artinya: “Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berduka atas musibah yang menimpa delegasi beliau sebagaimana rasa duka beliau atas musibah yang telah menimpa delegasi beliau berjumlah 70 orang yang dibunuh di Bi’ru Ma’unah, yang mana mereka semua biasanya disebut dengan qurroo’. Karenanya, beliau melakukan qunut selama sebulan guna mendoakan kecelakaan atas orang-orang yang telah membunuh mereka.” (HR Muslim)

    Imam an-Nawawi dalam Shahih Muslim bi Syarhi An-Nawawi mengatakan, menurut pendapat yang shahih dan populer, umat Islam harus membaca qunut nazilah setiap salat fardhu tatkala kaum muslim sedang dilanda bencana, seperti kedatangan musuh atau kekeringan atau banjir atau gempa dan lain sebagainya.

    Doa Qunut Nazilah Arab dan Artinya

    Berikut bacaan doa qunut nazilah sebagaimana dinukil dari buku Fiqh Wabah yang disusun oleh LPBKI MUI Pusat.

    Qunut nazilah dalam situasi perang:

    للهُم أَنْج سَلَمَة بن هِشَامٍ، اللهُمَّ أَنْجِ الوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْج عَيَّاسَ بْنَ أبِي رَبِيعَة، اللهُمَّ أَنْجِ المُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطَأتَكَ عَلَى مُضَرَ، اللَّهُمَّ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah ‘Ayyash bin Abi Rabi’ah. Ya Allah, tolonglah Walid bin Al Walid. Ya Allah, tolonglah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, tolonglah orang-orang lemah dari kaum mukminin. Ya, Allah sempitkanlah jalan-Mu atas orang-orang yang durhaka. Ya Allah, jadikanlah tahun-tahun yang mereka lewati ibarat tahun-tahun yang dilewati Yusuf.”

    Qunut nazilah saat nabi dikhianati Yahudi dan Nasrani:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلْفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ اللَّهُمُ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاتكَ اللَّهُم خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي : لا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ

    Artinya: “Ya Allah ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas mushu-Mu dan musuh mereka. Ya Allah laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan memerangi para wali-Mu.

    Ya Allah cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat. (Dengan nama-Mu Ya Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu.”

    Cara Melakukan Qunut Nazilah

    • Membaca qunut nazilah setiap salat fardhu pada rakaat terakhir setelah rukuk
    • Membaca qunut nazilah dengan suara keras sebagaimana dikatakan Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Ini mengacu pada hadits shahih dari Abu Hurairah RA yang menyebut, “Rasulullah SAW membaca qunut dengan suara keras dalam qunut nazilah (adanya bencana). Adapun, jika salat sendirian maka bisa membacanya dengan suara pelan.
    • Mengangkat tangan saat membaca doa qunut.

    Ulama Syafi’iyah berbeda pendapat dalam masalah mengangkat tangan. Ada yang berpendapat mengangkat tangan dan mengusap kedua tangan pada wajah, ada yang menyebut mengangkat tangan tapi tidak mengusap kedua tangan pada wajah, dan pendapat ketiga tidak mengangkat tangan dan tidak mengusapkannya ke wajah. Imam an-Nawawi menyebut pendapat pertama yang paling benar.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Dzikir Penghapus Dosa yang Bisa Diamalkan Seorang Muslim


    Jakarta

    Manusia yang hidup di dunia ini tak lepas dari kesalahan dan perbuatan dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Dalam Islam, membaca dzikir penghapus dosa bisa menjadi salah satu upaya untuk memohon ampunan Allah SWT.

    Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dia akan mengampuni hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh meminta ampunan-Nya.

    Allah SWT berfirman dalam surah An-Nisa ayat 110 yang berbunyi,


    وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

    Artinya: “Siapa yang berbuat kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian memohon ampunan kepada Allah, niscaya akan mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Oleh karena itu, umat Islam diperintahkan untuk meminta ampunan kepada Allah SWT. Salah satunya dengan berzikir.

    Dzikir Penghapus Dosa

    1. Istighfar

    Zikir penghapus dosa yang pertama adalah istighfar. Dijelaskan dalam Buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ali Amrin Al-Qurawy, dzikir adalah wujud permohonan maaf (ampun) kita kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Barang siapa mengucapkan ‘Aku meminta ampunan kepada Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, yang hidup dan berdiri sendiri, mengatur makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya,’ maka dosanya akan diampuni meskipun ia pernah melarikan diri dari medan perang.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim)

    Saking pentingnya dzikir istighfar, Imam Qatadah juga berkata, “Sesungguhnya, Al-Qur’an ini menunjukkan kepada kalian tentang penyakit dan obatnya. Adapun penyakit itu adalah dosa-dosa, dan istighfar adalah obat bagi kalian.”

    Berikut bacaan istighfar penghapus dosa yang dimaksud dalam hadits tersebut,

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab-latin: Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih

    Artinya: “Aku meminta ampunan kepada Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, yang hidup dan berdiri sendiri, mengatur makhluk-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.”

    2. Dzikir La Illahaa Illallah

    Disebutkan dalam buku Berbuat Dosa tapi Masuk Surga yang ditulis oleh Muhammad Akrom, apabila seorang muslim ingin meminta ampunan atas dosanya kepada Allah SWT, maka ia bisa mengucapkan:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ

    Arab-latin: Laa Illaaha illallah Wallahu Akbar, Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billahi

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah SWT, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali (datangnya dari) Allah SWT.”

    Dalam hadits dikatakan, “Barang siapa yang membaca lafal ini, maka baginya diampuni kesalahannya meskipun kesalahannya seperti buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    3. Dzikir Subhanallahi wa Bihamdihi

    Muhammad Auli dalam bukunya yang berjudul Risalah Doa & Zikir Keluarga, menuliskan salah satu hadits yang menjelaskan tentang dzikir penghapus dosa adalah dengan membaca subhanallahi wa bihamdihi.

    Hadits itu berbunyi,

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa yang mengucapkan subhanallahi wa bihamdihi dalam sehari sebanyak seratus kali, niscaya akan dihapus semua dosa-dosa (kecil)-nya, meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Bukhari)

    Berikut bacaan yang dimaksud dalam hadits tersebut,

    سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ

    Arab-latin: Subhanallah wa bi hamdih

    Artinya: “Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya.”

    4. Dzikir Rabbanaaghfir lana Watub ‘Alainna

    Dzikir penghapus dosa yang keempat tertulis dalam buku 10 Amalan Inti Penghapus Dosa karya Ahmad Zacky El-Syafa. Dzikir ini berbunyi:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab-latin: Rabbanaaghfir lanaa watub ‘alainaa innaka antat tawwabur rahiimu

    Artinya: “Duhai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, terimalah tobat kami, sesungguhnya Engkau adalah Zat Yang Maha menerima tobat lagi Maha Kasih sayang.”

    Rasulullah SAW selalu membaca dzikir penghapus dosa ini sebelum beranjak dari sebuah majelis atau halaqah (pertemuan) sebanyak seratus kali. Hal ini terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Dawud yang berasal dari Ibnu Umar RA.

    5. Dzikir Sayyidul Istighfar

    Rasulullah SAW pernah bersabda, bahwa siapa saja yang membaca sayyidul istighfar pada waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga. Apabila seseorang membacanya pada waktu petang hari dengan penuh keyakinan, kemudian ia meninggal dunia sebelum pagi, maka ia juga termasuk penghuni surga. (HR Bukhari)

    Dzikir tersebut berbunyi,

    اَللّٰهُمَّ اَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنِبِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلَّا اَنْتَ

    Arab-latin: Allaahumma anta Rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wawa’dika wastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu u laka bidzanbii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Isya dan Bacaan Dzikirnya


    Jakarta

    Ada bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah menyelesaikan sholat. Termasuk bacaan doa setelah sholat Isya.

    Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdoa kepada-Nya. Hal tersebut terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Al A’raf ayat 55,

    اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ ٥٥


    Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

    Dzikir dan doa setelah sholat Isya dapat di amalkan oleh setiap muslim karena terdapat keutamaan yang mulia. Rasulullah SAW pernah ditanya, “Doa macam apakah yang paling didengarkan?” Beliau menjawab: “Bagian malam yang akhir setelah sholat fardu.” (HR Tirmidzi)

    Bacaan Doa setelah Sholat Isya

    Dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah Serta Doa Sehari-hari karya Muhammad Fakhri, berikut bacaan doa setelah sholat isya yang dapat di amalkan oleh seorang muslim.

    أَسْتَغْفِرُ الله العظيم x٣

    Bacaan latin: Astaghfirullah 3x

    Artinya: “Aku minta ampun kepada Allah.” (3x)

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ.

    Bacaan latin: Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Mahasuci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدَّ مِنْكَ الجد.

    Bacaan latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

    Artinya: “Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya, Allah. Tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal salehnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.”

    لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، لَهُ النَّعْمَةُ وَ لَهُ الْفَضْلُ وَ لَهُ التَّنَاءُ الحَسَنُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينُ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.

    Bacaan latin: Laa ilaha wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.

    Artinya: “Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir benci.”

    سُبْحَانَ اللهِ ۳۳× . الْحَمْدُ لِلهِ ۳۳× اللهُ أَكْبَرُ ۳۳× . لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلَّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Bacaan latin: Subhanallah (33x) Alhamdulillah (33x) Allahu akbar (33 x) Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

    Artinya: “Mahasuci Allah (33x), segala puji bagi Allah (33x), Allah Maha Besar (33x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    اللهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلُ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَ رُكُوعَنَا وَ سُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَ تَضَرُّعَنَا وَتَخَشُعَنَا وَتَعَبُدَنَا وَثَمُمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيمُ.

    Bacaan latin: Allaahumma rabbana taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa warukuu’anaa wasujuudanaa waqu’uudanaa watadharru’anaa wa takhasysyu’anaa wata’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah yaa rahmaanu yaa rahiim,

    Artinya: “Ya, Allah. Terimalah sholat kami, puasa kami, rukuk kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusyuk kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama sholat, Ya, Allah, yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارَ، وَأَدْخِلْنَا الْجُنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

    Bacaan latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataw wafil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaabannaar. Wa adkhilnal jannata ma’al abraari yaa ‘aziizu gaffaar.

    Artinya: “Ya, Allah kami. Berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat dan jauhkan kami dari siksa api neraka. Dan masukanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha Mulia dan Maha Pengampun.”

    Neni Nuraeni dalam buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar menyatakan bahwa dengan membaca zikir dan doa setelah sholat, seseorang akan mendapatkan keutamaan seperti diberikan ketenangan hatinya oleh Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Ra’d ayat 28,

    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pulang dari Bepergian, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Kaum muslimin dianjurkan untuk berdoa dalam segala kondisi. Begitu pula ketika hendak memulai aktivitas maupun mengakhirinya.

    Manusia sebagai makhluk sosial tentu memiliki kegiatan sehari-hari yang mengharuskan mereka untuk bepergian keluar rumah. Ketika hendak pergi ada doa yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam, begitu pun setelah pulang dari bepergian.

    Selekas pulang dari bepergian, seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa dan memperhatikan beberapa adab. Salah satunya adalah dengan membaca doa masuk rumah ketika pulang dari bepergian.


    Lantas, seperti apa bunyi doa pulang dari bepergian yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin?

    Doa Pulang dari Bepergian: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul oleh Dra Neni Nuraeni M Ag, berikut doa pulang bepergian yang dapat dibaca.

    آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَاحَامِدُوْنَ

    Arab latin: Aaibuuna taaibuuna ‘aabiduuna lirobbina haamiduun

    Artinya: “Kami adalah orang-orang yang kembali, orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang beribadah kepada Rabb kami, kami memanjatkan segala puji.” (HR Muslim)

    Selain doa di atas, ada juga doa yang dinukil dari kitab Al-Adzkar min Kalam Sayyid Al-Abrar karya Imam An-Nawawi, bahwa dalam Kitab Ibnu As-Sunni dari Ibnu Abbas beliau mengatakan saat Rasulullah SAW pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya, beliau membaca doa:

    تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حَوْبًا

    Arab latin: Tauban, tauban, li rabbinâ, lâ yughâdiru hauban

    Artinya : “Aku bertaubat kepada Tuhan kami, dan kepada-Nya aku kembali.”

    Kemudian, ada sebuah doa versi panjang yang dapat dipanjatkan selain dua doa di atas. Berikut bunyinya sebagaimana dikutip dari buku Doa Dzikir Muslimah tulisan Abu Ayyub El-Faruqi.

    لاَاِلٰهَ اِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. آيِبُوْنَا, تَاءِبُوْنَا عَابِدُوْنَالِرَبِّنَاحَامِدُوْنَ, صَدَقَ اللّٰهُ وَعْدَهُ, وَنَصَرَعَبْدَهُ وَهَزَمَ الْاَ حْزَابَ وَحْدَهُ

    Arab latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahulaa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai in qadiirun. Aayibuunaa, taaibuuna ‘aabiduunaa lirabbinaa haamiduuna, shadaqallaahu wa’dahu, wanashara ‘abdahu wahazamal ahzaba wahdahu

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertobat, beribadah dan memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad) dan mencerai beraikan golongan musuh dengan sendirian.”

    Merujuk pada buku tersebut, setelah bepergian kaum muslimin dapat bertakbir tiga kali, di atas tempat yang tinggi kemudian membaca doa di atas.

    Adab Pulang dari Bepergian

    Ibnu Watiniyah melalui bukunya Tuntutan Lengkap 99 Salat Sunnah Superkomplet menjabarkan sejumlah adab yang perlu diperhatikan kaum muslimin setelah pulang dari bepergian. Pertama, ketika hendak memasuki rumah, dianjurkan mendahulukan kaki kanan seraya mengucapkan, “Assalamu’alaina wa ‘ala ibadillahish shalihin.”

    Kedua, saat tiba di rumah, selanjutnya membaca doa yang disebutkan oleh Imam An Nawawi dengan bunyi berikut, “Tauban, tauban, lirabbina, auban la yughadiru hauban”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menabur Bunga di Makam, Bisa Diamalkan saat Ziarah



    Jakarta

    Ziarah makam adalah salah satu sunnah yang bisa dikerjakan seorang muslim. Selain mendoakan ahli kubur, biasanya ziarah juga disertai dengan menabur bunga di atas makam.

    Memanjatkan banyak doa untuk jenazah di dalam makam bertujuan agar mereka mendapat rahmat dari Allah SWT.

    Menaburkan bunga di makam sebenarnya bukanlah sebuah anjuran. Melansir laman NU Online, tabur bunga dalam Islam didasarkan pada riwayat sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah meletakkan dahan yang masih basah di atas kuburan. Tindakan Rasulullah ini dimaknai sebagai cara untuk meringankan siksa kubur penghuni makam.


    Secara khusus, tidak ada dalil yang menganjurkan untuk menabur bunga di makam namun tidak ada juga ulama yang melarang hal ini. Ketika menaburkan bunga di makam, seorang muslim bisa membaca doa ziarah.

    Bacaan Doa Ziarah Makam

    Ketika hendak memasuki area pemakaman, seorang muslim dituntunkan untuk membaca salam kepada penghuni kubur terlebih dahulu, jelas Buku Pintar 50 Adab oleh Arfiani.

    Berikut bacaan doa salam di makam yang bisa diamalkan.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدَّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَنْتُمْ لَن فَرَطٌ ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعْ أَسْأَلُ الله الْعَافِيةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Arab-latin: assalaamu ‘alaikum ahlad-diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa-allahu bikum laa hikuun, antum lana farat, wa nahnu lakum taba’un asalullaahal ‘afyata lanaa wa lakum

    Artinya: Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, kami insyaAllah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua (HR Muslim)

    Untuk mendoakan jenazah yang di dalam kubur agar diampuni oleh Allah SWT, doa sahih yang bisa dipanjatkan adalah sebagaimana diambil dari arsip detikhikmah berikut ini.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Arab-latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

    Hukum Menabur Bunga di Makam

    Menabur bunga di makam seolah sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan masyarakat di Indonesia. Sebenarnya yang menjadi sunnah adalah meletakkan dahan atau pohon yang masih dapat bertumbuh.

    “Dalilnya adalah riwayat dalam hadis sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah meletakkan dahan hijau yang segar setelah membelahnya menjadi dua bagian di atas dua makam yang ahli kuburnya sedang disiksa. Tujuan peletakan dahan basah ini adalah meringankan siksa keduanya, selagi kedua dahan itu belum kering, yaitu diringankan keduanya dengan berkah tasbih kedua dahan tersebut. Pasalnya, tasbih dahan basah lebih sempurna daripada tasbih dahan kering karena hijau segar mengandung daya hidup.” (Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, [Beirut, Darul Fikr: tt], cetakan keempat, juz II, halaman 672).

    Atas dasar riwayat sahih ini, maka para ulama fikih menyebutkan bahwa:

    يُسنّ وضْع الْجريد الاخضَر علَى القبْر وكَذا الرّيْحان ونحْوه مِن الشّيء الرّطب

    “Disunahkan meletakkan dahan pohon yang masih hijau segar di atas kuburan. Demikian pula hal-hal yang mengandung aroma yang sedap atau serupa dari zat yang basah segar.” (As-Syarbini, Al-Iqna’ pada Hamisy Tuhfatul Habib, (Beirut, Darul Kutub al Islamiyah: 1996 M/1417 H).

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Keselamatan, Bisa Diamalkan Tiap Hari



    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca untuk mengharapkan keselamatan dan memohon perlindungan Allah SWT. Doa ini dapat diamalkan setiap hari setelah sholat fardhu.

    Doa memiliki peran utama dalam Islam. Allah telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berdoa.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ghafir ayat 60,


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.””

    Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan kepada umat muslim untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin agar Allah mengabulkan permohonannya pada saat dalam kondisi yang berat dan dalam keadaan terjepit, hendaknya ia memperbanyak berdoa di kala lapang (senang).” (HR Tirmidzi)

    Salah satu jenis doa yang memiliki makna yang dalam dalam Islam adalah doa keselamatan.

    Doa keselamatan adalah cara untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dan menjaga diri kita dari segala macam bahaya. Seorang muslim dapat mengharap keselamatan kepada Allah SWT dengan membaca doa keselamatan.

    Doa Keselamatan

    1. Doa keselamatan keluarga

    Dikutip dari buku Kumpulan Doa Makbul: Berdoa Sesuai dengan Al-Qur’an & Assunah, bacaan doa agar diberi keselamatan keluarga yaitu:

    رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

    Bacaan latin: Rabbi najjini wa ahli mimma ya maluna

    Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa- apa (kejahatan) yang mereka perbuat.”

    2. Doa mohon keselamatan dunia dan akhirat

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنيا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Rabbanâ âtinâ fiddunya hasanatan wafil akhirati hasanatan waqinâ adzaban nar.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.”

    3. Doa mohon keselamatan dari penganiayaan orang zhalim

    رَبِّ نَجِّنِي مِنَ القَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Bacaan latin: Rabbi najjini minal qaumizh zhâlimina

    Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim.”

    4. Doa agar selamat dari hutang yang menumpuk

    Dikutip dari Buku Pegangan Doa dan Zikir Keselamatan Ratibul Haddad: Kumpulan Doa dan Zikir yang Sering Diwiridkan oleh Para Santri di Pondok Pesantren, doa agar selamat dari hutang yang menumpuk yaitu:

    اللَّهُمَّ اِنّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Bacaan latin: Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal ha- zani wa a’uudzubika minal ‘ajzi walkasali wa a’uudzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaali

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesusahan dan duka cita. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari lemas dan malas. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari takut dan kikir. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari hutang menumpuk dan paksaan orang banyak.” (Dibaca satu kali atau yang lebih utama tiga kali).

    5. Zikir dengan Ayat Kursi

    Dengan membaca Ayat Kursi atau surah Al Baqarah ayat 255, maka Allah SWT akan memberikan keselamatan untuk hamba-Nya.

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Bacaan latin: Allaahu Laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi. Mangdzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illai bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha. Walaa ya-uuduhuu hifdzuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

    Demikian beberapa doa keselamatan yang bisa diamalkan oleh muslim. Doa ini dapat dibaca kapanpun, terutama saat setelah sholat fardhu.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa agar Hujan Berhenti, Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat sekaligus anugerah dari Allah SWT. Berkat hujan, makhluk hidup di muka bumi dapat memenuhi kebutuhannya.

    Menukil buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, turunnya hujan menjadi salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Sebab, hujan penuh dengan rezeki dan rahmat.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,


    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

    Apabila hujan tak kunjung turun, maka kondisi tanah akan kering dan tandus. Hal tersebut berakibat buruk bagi lingkungan.

    Begitu pula jika hujan terus menerus mengguyur. Jika sudah seperti itu, hujan dapat membawa bencana seperti banjir, angin kencang, tumbangnya pohon, dan lain sebagainya.

    Ketika hal itu terjadi, kaum muslimin bisa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar hujan berhenti. Doa agar hujan berhenti ini diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Doa agar Hujan Berhenti

    1. Doa Memohon Hujan Berhenti dan Langit Cerah

    Dikutip dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, berikut doa yang bisa dibaca oleh kaum muslimin agar hujan berhenti.

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari).

    2. Doa agar Terhindar dari Bahaya Hujan Deras

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    3. Doa setelah Hujan Berhenti dan Reda

    Jika hujan sudah reda, ada baiknya bagi kaum muslim untuk membaca doa pula. Ini doa setelah hujan yang dilansir dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera susunan M. Khalilurrahman Al-Mahfani:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Tentang Cuaca Panas, Benarkah Embusan Neraka Jahanam?



    Jakarta

    Cuaca panas adalah salah satu fenomena alam yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Di bawah sinar matahari yang terik, suhu udara meningkat, dan orang-orang mencari cara untuk mengatasi dampak panas tersebut.

    Dalam Islam, cuaca panas dijelaskan dalam beberapa dalil Al-Qur’an dan hadits. Musim panas atau kemarau yang berkepanjangan merupakan tanda kekuasaan Allah SWT.

    Termaktub dalam Al-Qur’an surat Al A’raf ayat 130, Allah SWT berfirman,


    وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

    Artinya: Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

    Dengan adanya cuaca panas ini, umat muslim hendaknya semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

    Hadits Tentang Cuaca Panas

    Dirangkum dari buku Shahih Bukhari Muslim karya Muhammad Fu’ad Abdul Baqi dan buku Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’: Volume 2 karya Muhammad Nasir al-Din Albani, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentang cuaca panas.

    1. Cuaca panas berasal dari embusan neraka Jahanam

    حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا اشْتَدُ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

    Abu Hurairah RA berkata, “Nabi SAW bersabda: ‘Jika cuaca sangat panas maka tunggulah sampai (agak) dingin untuk sholat zuhur,sebab panas yang sangat itu berasal dari hembusan neraka jahannam.’”

    Maksud dari hadits ini adalah “Tundalah sementara sampai udara agak dingin, tetapi tidak sampai waktu Ashar.”

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

    حَدِيثُ أبي هُرَيْرَةَ عَن النَّبي صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اشْتَكَتِ النَّارُ إلى رَبِّهَا فَقَالَتْ: يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ نَفَسٍ فِي الشَّتَاءِ وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ فَهُوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزُّمْهَرِيرِ

    Abu Hurairah RA berkata: “Nabi SAW bersabda: ‘Neraka pernah mengeluh kepada Tuhan: ‘Ya Rabbi, sebagian diriku telah makan sebagian lainnya.’ Maka Allah mengizinkan padanya untuk bernafas dua kali; yaitu satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas. Maka nafas api neraka itu lebih dahsyat dari panas yang dapat kamu rasakan dan lebih hebat dari dingin yang kamu rasakan.’”

    2. Menunda sholat Dzuhur saat cuaca panas

    حَدِيثُ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: أَذَّنَ مُؤَذِّنُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ فَقَالَ : أَبْرِدْ أَبْرِدْ أَوْ قَالَ: انْتَظِرُ انْتَظِرُ وَقَالَ: شِدَّةُ الْخَرُ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلَاةِ حَتَّى رَأَيْنَا فَيْ التَّلُولِ

    Artinya: Abu Dzar RA berkata: “Pada suatu hari mu’adzdzin Nabi SAW adzan, maka Nabi SAW bersabda kepadanya: ‘Dinginkanlah dinginkanlah!’ Atau beliau bersabda: ‘Tunggulah sampai kami bisa melihat bayangan bukit-bukit itu.’”

    3. Menyiram air saat berpuasa

    Dalam kitab Muntaqal Akhbar min Ahaditsi Sayyidil Akhyar, Ibnu Taimiyah menukil hadits riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu Dawud.

    عن أبي بكر بن عبد الرحمن عن رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قال “رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يصب الماء على رأسه من الحر وهو صائم” رواه أحمد وأبو داود.

    Artinya: Dari Abu Bakar bin Abdurrahman dari seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ia berkata, “Aku melihat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menuang air di atas kepalanya lantaran panas. Sementara beliau sedang berpuasa.”

    4. Wudhu saat cuaca panas

    مَنْ أَسْبَغَ الْوُضُوءَ فِي الْبَرْدِ الشَّدِيدِ كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ كفْلانِ، وَمَنْ أَسْبَغَ الْوُضُوءَ فِي الْحَرِّ الشَّدِيدِ كَانَ لَهُ مِنَ الأخر كفل

    Barangsiapa membaguskan (menyempurnakan) wudhunya pada waktu cuaca sangat dingin, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan barangsiapa yang membaguskan wudhunya pada waktu cuaca sangat panas, maka baginya satu pahala.

    Doa saat Cuaca Panas

    Ketika cuaca terasa panas, hendaknya seorang muslim membaca doa untuk memohon perlindungan Allah SWT. Doa ini seperti yang tertera dalam buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Amrin Ali Al-Kasyaf:

    لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ، مَا أَشَدَّ حَرُّ هَذَ الْيَوْمِ، اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

    Bacaan latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu, maa asyadda harru haadzal yaum, allahumma ajirnii min harri jahannam.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah panasnya hari ini. Ya Allah, lindungi aku dari panasnya api neraka.” (HR Ibnu As-Sunni)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com