Tag: doa

  • Bacaan Doa saat Menyiram Air di Kuburan


    Jakarta

    Menyiram air di makam ahli kubur sering kali dilakukan para peziarah. Ada doa yang bisa dibaca saat menyiram air di kuburan.

    Doa saat menyiram air di kuburan merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan penghormatan dan berdoa untuk roh yang telah berpulang. Rasulullah SAW pernah melakukannya untuk putra beliau.

    Menurut keterangan dalam Tuhfatul Muhtaj sebagaimana dinukil Husnan M. Thaib dalam buku Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dan Tata Cara Mengurus Jenazah, Rasulullah SAW menyiram air di kuburan putra beliau yang bernama Ibrahim seraya membaca doa. Ini bacaan doanya.


    Doa Menyiram Air di Kuburan

    أَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا المَاءَ بَرْدًا وَسَلَامًا فِي قَبْرِهِهَا وَاسْقِ تَرَاهُ / هَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Bacaan latin: Allahummaj’al haadzaalmaa’abar dannwasaalaamann fiiqabrihi haa wasqitsaraahu haa birahmatika yaa arhamarrahimin.

    Artinya: “Ya Allah jadikanlah air ini sebagai pendingin dan keselamatan di dalam kuburnya dan tuangkanlah rahmat di dalam kuburnya dengan rahmatMu wahai Yang Pengasih dari Yang Pengasih.”

    Hukum Menyiram Air di Kuburan

    Dikutip dari sumber sebelumnya, hukum menyiram air di kuburan selama tidak turun hujan adalah sunnah. Tujuan menyiram air di kuburan adalah agar almarhum mendapat kedinginan di dalam baringannya. Maka disunnahkan untuk menyiram air di kuburan dengan air yang suci lagi dingin.

    Sunnah menyiram air di kuburan adalah pernyataan para ulama dan merupakan tindakan yang Rasulullah SAW lakukan. Al Azra’i berpendapat bahwa hukum menyiram air di kuburan menggunakan air najis adalah makruh.

    Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah menyiram air di kuburan putra beliau, Ibrahim.

    “Sesungguhnya Rasulullah SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya.” (HR Abu Daud)

    Dalam majalah Nahdlatul Ulama, AULA, edisi Maret 2022 yang bertajuk Orkestrasi Potensi Jam’iyah, terdapat beberapa pendapat dari para ulama mengenai menyiram air di kuburan.

    Di antaranya pendapat Syaikh Muhammad bin Umar bin Ali bin Nawawi al-Jawi Abu Abdil Mu’thi, ia mengatakan, “Menyiram kuburan dengan air dingin karena ingin mendapatkan dinginnya tempat. Tidak mengapa dicampur dengan sedikit air bunga karena malaikat menyukai bau harum.”

    Dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah dikatakan, “Ulama Madzhab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali menghukumi sunnah menyiram air di atas kuburan setelah pemakaman karena Nabi melakukan hal itu di atas makam Sa’ad bin Mu’adz dan memerintahkan hal itu pada makam Utsman bin Mazh’un.”

    Al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Dha’ifah menjelaskan, ada banyak hadits tentang menyiram air di atas kuburan namun memiliki ‘illah (kecacatan). Al-Albani menjelaskan kecacatan hadits-hadits tersebut dalam al-Irwa (jilid 3, hal. 205-206). Ia juga menemukan sebuah hadits dengan sanad kuat dalam Awsath al-Thabrani bahwa Rasulullah SAW menyiram air di atas kuburan putra beliau, Ibrahim. Maka Al-Albani menyebutkan riwayat hadits tersebut dalam al-Shahihah No. 3045.

    Keutamaan Menyiram Air di Kuburan

    Menyiram air di kuburan memiliki sejumlah keutamaan. Merangkum sumber di atas, beberapa keutamaan menyiram air di kuburan antara lain:

    • Agar almarhum mendapat kedinginan di dalam baringannya.
    • Sebagai keselamatan di dalam kubur almarhum
    • Sebagai rahmat dalam kubur almarhum
    • Menguatkan tanah dan agar tidak hilang karena terpaan angin
    • Dalam ziarah kubur umat Islam tidak membatasi diri dengan menyiram air di kuburan atau menabur bunga saja. Namun juga dilengkapi dengan sunnah-sunnah lainnya seperti mengucapkan salam kepada ahli kubur, mendoakan dan memohonkan ampun untuk mereka kepada Allah SWT, dan sebagainya.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir Malaikat Maut untuk Orang Zalim & Keutamaannya


    Jakarta

    Zalim adalah salah satu tindakan yang dilarang dalam Islam karena merugikan. Ada bacaan dzikir untuk orang zalim yang bisa diamalkan. Amalan ini juga dikenal dengan dzikir Malaikat Maut.

    Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah mengatakan bahwa Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak dzikir. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 41-42,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ٤١ وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا ٤٢


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

    Dzikir Malaikat Maut untuk orang zalim adalah bentuk ibadah yang bertujuan untuk memohon pengampunan dan perlindungan dari perbuatan zalim. Dzikir ini merupakan salah satu Asmaul Husna.

    Seseorang dapat membaca dzikir Malaikat Maut ini jika menyadari telah melakukan tindakan zalim atau jika ingin selamat dari orang zalim.

    Bacaan Dzikir Malaikat Maut untuk Orang Zalim

    Dikutip dari buku Panduan Shalat untuk Wanita: Panduan Bersuci untuk Sholat karya Ria Khoirunnisa, bacaan dzikir Malaikat Maut untuk orang zalim yaitu,

    Yaa Qaabidh

    Artinya: “Maha Menyempitkan”

    Dzikir tersebut dapat dibaca sebanyak 903 kali. Bisa juga membaca dzikir Malaikat Maut dalam redaksi yang lebih panjang, berikut lafaznya.

    Yaa qoobidhu idzaa jaa’a ajalunaa faqbidh ruuhanaa fii husnil khotimah

    Artinya: “Ya Tuhan Yang Maha Mencabut, jika telah sampai ajal kami, cabutlah kami dalam keadaan husnul khotimah.”

    Keutamaan Dzikir Malaikat Maut untuk Orang Zalim

    Mengutip sumber sebelumnya, terdapat beberapa keutamaan dzikir Malaikat Maut ini atas izin Allah SWT. Berikut di antaranya.

    • Dilindungi dari kezaliman

    Dzikir Yaa Qaabidh merupakan dzikir malaikat Maut (Malaikat Izrail). Jika seseorang dizalimi maka disarankan untuk membaca Yaa Qaabidh sebanyak 903 kali, maka si zalim maupun kezaliman itu akan hancur atau orang tersebut dilindungi dari keduanya.

    • Selamat dari kelaparan, kehausan, luka, sakit, dan sebagainya

    Jika seseorang menuliskan ism Al Qaabidh (dengan za’faran atau hanya menggunakan gerakan jari) Asma Allah SWT ini di empat potong roti setiap hari selama 40 hari dan memakannya, maka Insya Allah ia akan diselamatkan dari rasa kelaparan, kehausan, luka, sakit, dan sebagainya.

    • Jika membaca Yaa Qaabidh 1000 kali, maka akan terhindar dari orang zalim
    • Seseorang akan semakin dekat dengan Allah SWT dan akan dihindarkan dari orang-orang yang zalim dengan membaca Yaa Qaabidh sebanyak 1000 kali
    • Jika membaca rutin Yaa Qaabidh 100 kali setiap hari, maka akan diberi jalan dari kesempitan
    • Diberi keselamatan oleh Allah SWT setiap menghadapi ancaman

    Meski demikian, detikHikmah belum menemukan hadits yang bisa dijadikan sandaran terkait keutamaan mengamalkan dzikir Malaikat Maut tersebut.

    Kisah Teladan Dzikir Malaikat Maut untuk Orang Zalim

    Teguh Sulistyowati dan As-Sukoharj dalam buku Asmaul Husna dan Kisah-Kisah Teladannya menuliskan salah satu kisah teladan tentang dzikir Malaikat Maut untuk orang zalim. Kisah ini berjudul Si Kusta, Si Botak, dan Si Buta.

    Diceritakan, di bani Israil terdapat tiga orang yang memiliki penyakit kusta, botak, dan buta. Allah SWT ingin menguji keimanan mereka dengan mengirimkan malaikat dan mengusap tubuh mereka sehingga yang berpenyakit kusta kini menjadi cantik kulitnya, yang botak menjadi tumbuh lebat dan hitam rambutnya, sedangkan yang buta kini dapat melihat dengan normal.

    Sebelum malaikat pergi meninggalkan mereka, malaikat memberikan seekor unta kepada si Kusta. Seekor lembu untuk si Botak dan seekor kambing untuk si Buta. Berbekal hewan tersebut akhirnya mereka menjadi orang kaya yang sukses. Hingga suatu hari Allah SWT kembali mengutus malaikat untuk mengubah kembali keadaan mereka seperti sedia kala.

    Ketika si Kusta dan si Botak mengetahui kedatangan malaikat, mereka mencaci dan mengusirnya. Berbeda dengan si Buta, ia menerima kedatangan malaikat dan mempersilahkan malaikat apabila berkeinginan untuk mengambil kembali harta yang pernah ia berikan. Setelah kejadian tersebut Allah SWT menyempitkan rezeki si Kusta dan si Botak hingga mereka jatuh miskin dan mereka lupa siapakah yang memberikan seluruh hartanya selama ini serta mereka dikembalikan keadaan seperti semula.

    Si Buta tetap dapat menikmati harta yang dimilikinya karena ia mengetahui bahwa harta itu titipan-Nya dan akan kembali kepada-Nya suatu saat nanti. Allah SWT berkuasa untuk mengambil nikmat dan dan menyempitkan rezeki seluruh hamba yang dikehendaki-Nya karena Dia Al Qabith, Yang Maha Menyempitkan.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sesudah Wudhu dan Keutamaan Membacanya


    Jakarta

    Wudhu termasuk ke dalam salah satu syarat sah salat. Wudhu sama artinya dengan membasuh air ke sejumlah anggota tubuh yang ditentukan.

    Wudhu sama artinya dengan bersuci yang berarti menghilangkan hadats kecil. Perintah bersuci ini tercatat dalam sejumlah ayat Al-Qur’an salah satunya surah Al Maidah ayat 6,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

    Setelah wudhu, ada sebuah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Anjuran ini merujuk pada Kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi yang bersandar pada hadits dari Umar bin Khattab RA, Nabi SAW bersabda:

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)

    Doa Sesudah Wudhu: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan susunan Ali Akbar bin Aqil, berikut doa setelah wudhu yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin.

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    Selain doa di atas, ada juga bacaan lain yang dapat dilafalkan dengan singkat dan mudah. Berikut bunyinya,

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Keutamaan Membaca Doa Sesudah Wudhu

    Membaca doa sesudah wudhu ternyata mengandung keutamaan. Dijelaskan oleh DR H Sagiran melalui buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ adalah orang-orang yang bertobat.

    Dari tobat tersebut artinya menyucikan kita dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang suci.

    Nah, itulah bahasan mengenai doa sesudah wudhu dan keutamaan membacanya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Panas Terik yang Dibaca Rasulullah SAW, Yuk Amalkan Hari Ini



    Jakarta

    Cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika kita sedang menjalankan puasa sunnah. Tidak hanya di Arab Saudi, cuaca Indonesia akhir-akhir ini juga panas, suhunya mencapai 40 derajat celcius.

    Dalam menghadapi cuaca yang panas, ada beberapa doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW agar dapat beraktifitas dengan normal. Berikut doa-doa yang dapat dipanjatkan ketika cuaca sedang panas dan matahari terik.

    Cuaca dan panas terik matahari juga pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Kala itu, beliau berdoa kepada Allah SWT agar selalu dilindungi oleh-Nya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar bumi kembali dingin adalah meminta hujan yang bermanfaat kepada Tuhan.


    Rasulullah SAW mengajari umatnya untuk meminta diturunkan hujan dengan salat istisqa. Selain itu, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan agar Allah SWT mau mencurahkan nikmat-Nya kepada kita.

    Doa ketika Panas Terik sehingga Meminta Diturunkan Hujan

    Dilansir dari buku Doa Dzikir Muslimah oleh Abu Ayyub El-Faruqi, berikut doa meminta hujan tersebut.

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِينَّا مَرِيئًا نَافِعًا غَيْرِ ضَاءٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

    Arab-latin: Allâhummas qinâ ghaitsam mughîtsam mari`am nâfi’an ghaira dhârrin, ‘âjilan ghaira âjilin.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan dengan segera, tidak ditunda-tunda.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

    Doa ketika panas terik lalu meminta hujan selanjutnya adalah:

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ

    Arab Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Doa ketika Panas Terik saat Khotbah Salat Istisqa

    Dinukil dari arsip detikhikmah, berikut lafal doa yang bisa dipanjatkan ketika panas terik melanda sebuah wilayah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

    Doa ketika Panas Terik

    Doa ketika panas terik melanda yang terakhir dikutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf.

    لاَ إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ مَا أَشَدَّ حَرُّ هَذَ الْيَوْمِ، اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ خَهَنَّمَ.

    Arab-latin: laa ilaaha illallaahu wahdahu, maa asyadda harru haadzal yaum, allahumma ajirni min harri jahannama.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah panasnya hari ini. Ya Allah, lindungi aku dari panasnya api neraka.”

    Demikianlah doa ketika panas terik yang bisa diamalkan hari ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Turunnya Hujan, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Hujan termasuk ke dalam anugerah yang Allah SWT berikan. Turunnya hujan menjadi rahmat bagi bumi dan seisinya.

    Karenanya, jika musim kemarau melanda tak jarang kaum muslimin yang berdoa memohon agar diturunkan hujan. Terlebih, hujan juga membawa rezeki dan keberkahan bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

    Saat hujan, doa-doa yang dilantunkan oleh kaum muslimin juga dianggap mustajab, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:


    “Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan, dan doa ketika turunnya hujan.” (HR Al-Hakim)

    Dikutip dari buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku tulisan Masriyah Amva, ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Doa Memohon Turunnya Hujan

    Berikut bacaan doa memohon turunnya hujan seperti dinukil dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa oleh Nasrudin Abd Rohim,

    اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

    Arab latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii’an naafi’an ghoiro dhoorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan deras yang penuh ketentraman, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat,”

    Ada juga bacaan versi lain yang mengacu pada hadits Rasulullah SAW, yaitu:

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Arab latin: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan,”

    Anjuran Membaca Doa Turun Hujan Sebanyak-banyaknya

    Dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat karya Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf, dianjurkan membaca doa memohon turun hujan sebanyak-banyaknya usai mengerjakan salat istisqa.

    Salat istisqa ini disebut juga sebagai amalan memohon turunnya hujan. Selain itu, doa memohon turunnya hujan juga dapat dipanjatkan pada waktu-waktu mustajabnya doa.

    Setelah hujan turun, Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslimin untuk membaca doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِه

    Arab latin: Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih

    Artinya: “Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Masuk Area Pemakaman Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Seorang muslim hendaknya membaca doa ketika masuk area pemakaman. Ada beberapa doa yang bisa dibaca sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

    Anjuran untuk membaca doa ketika masuk area pemakaman bersandar pada hadits yang berasal dari Buraidah RA, ia berkata,

    “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum Mukminin dan Muslimin. Sesungguhnya kami insya Allah menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah untuk kami dan untuk kalian.” (HR Muslim)


    Imam Muslim mengeluarkan riwayat tersebut dalam kitab Jenazah. Hadits ini turut dinukil Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin.

    Doa Masuk Area Pemakaman

    Dikutip dari buku Kelengkapan Tarikh Muhammad Jilid 6 karya Moenawar Chalil, berikut doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika masuk area pemakaman:

    • Diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dari Ibnu Mas’ud RA, “Apabila masuk ke pemakaman, Rasulullah SAW mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيَّتُهَا الأَرْوَاحُ الْقَانِيَةُ. وَالأَبْدَانُ الْبَالِيَةُ وَالْعِظَامُ النَّخِرَةُ الَّتِى خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِاللَّهِ مُؤْمِنَةٌ. أَللهُمَّ أَدْخِلْ عَلَيْهِمْ رَوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنا

    Bacaan latin: Assalamu’alaikum ayyatuhaal ‘arwaahul qaaniyat. Wal abdaanul baaliyatu wal’ithomunnakhiratul ti kharajat minaddunyaa wa hiyabillahi mu’minat. Allahumma adkhil ‘alaihim rawkhaan minka wa salaaman minna.

    Artinya: “Kesejahteraan semoga dilimpahkan atas kamu, hai semua roh yang rusak tubuhnya dan badan-badan yang busuk serta tulang-tulang yang hancur, yang telah keluar dari dunia, padahal ia beriman kepada Allah. Ya Allah, masukkanlah kepada mereka itu kelapangan dari Engkau dan kesejahteraan dari kami.”

    • Ibnus Sunni meriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyari mina kaana rasuulul mu’miniina wal mu’minaati wal muslimina wal muslimaati wassholihiina wassholihaat, wa inna insyaa allahu bikum laa khiquun

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu.”

    • Ibnu Abbas RA berkata dalam riwayat At Tirmidzi, “Rasulullah SAW pernah berjalan melalui kuburan di Madinah. Beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (ahli kubur), lalu beliau mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ، يَغْفِرُ الله لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالأَثَرِ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum yaa ahlal qubuur, yaghfirullahu lanaa walakum, antum salafnaa wa nakhnu bil ‘atsari

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, wahai ahli kubur. Mudah-mudahan Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu mendahului kami dan kami menyusul kamu di belakang.”

    Adab Ziarah Kubur

    Ada beberapa adab dalam ziarah kubur. Disebutkan dalam buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa karya Sopian Riduan, berikut tujuh adab ziarah kubur menurut Islam.

    Sangat dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum pergi berziarah dan menyucikan niat dalam menjalankan ziarah kubur.

    • Mengucapkan doa ketika masuk area pemakaman

    Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya untuk mengucapkan doa ketika masuk area pemakaman. Seseorang dapat membaca salah satu doa ketika masuk area pemakaman di atas.

    • Menghadap ke arah kiblat saat berdoa untuk almarhum dan berdzikir

    Ketika berdoa dan berdzikir untuk almarhum, seseorang hendaknya mengarah ke kiblat.

    Doa ziarah yang dapat dibaca yaitu,

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

    Bacaan latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa allahu bikum laahiquun, as’alullahal ‘aafiyata lanaa wa lakum.

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah SWT merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

    • Berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT

    Setelah berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT, umat muslim sangat dianjurkan untuk membaca surah Al Fatihah.

    Setelah membaca Al Fatihah, hendaknya membaca ayat-ayat pendek seperti surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.

    • Tidak duduk atau menginjak bagian atas kuburan

    Dalam sebuah hadits berkata bahwa, “Janganlah kalian salat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya.” (HR Muslim)

    • Tidak melakukan hal yang berlebihan

    Contoh dari tidak melakukan hal yang berlebihan yaitu menjadikan makam menjadi masjid, mencium batu nisan, atau menangis sambil meratapi makam di depannya.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Santri 2023, Bisa Dibaca saat Apel 22 Oktober



    Jakarta

    Hari Santri 2023 diperingati setiap tanggal 22 Oktober 2023. Dalam rangkaian acara ini terdapat agenda apel atau Upacara Hari Santri akan digelar di Tugu Pahlawan Kota Surabaya, Jawa Timur pada pukul 07.00 WIB. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, H Syaifullah Yusuf mengatakan bahwa PCNU-PCNU di Indonesia juga akan melaksanakan secara serentak di tempat masing-masing secara serentak pada pukul 07.00 WIB.

    Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Indonesia dijadwalkan akan mengikuti apel di berbagai lokasi. Semua serentak apel mulai pukul 07.00 WIB.

    Dalam rangkaian upacara Hari Santri 2023, terdapat pembacaan doa. Ada doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.


    Doa Upacara Hari Santri 2023

    Berikut beberapa contoh doa yang bisa dibaca saat upacara peringatan Hari Santri 2023.

    1. Doa Hari Santri versi 1

    Bismillahirrahmanirrahim
    Alhamdulillah hamdas syākirin, hamdan nā’imin hamdan yuwāfī niamahu wa yukāfiu mazīdah.
    Yā rabbanā lakal hamdu kamā yanbaghii lijalāli wajhikal karīmi wa ‘adhīmi sulthānik
    Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad

    Ya Allah, segala puji dan syukur kami limpahkan pada Mu
    Pada hari ini kami semua berkumpul disini untuk melaksanakan upacara Hari Santri 2023.

    Ya Allah, berkahilah kami selalu dengan rahmat dan hidayah-Mu
    Berikanlah santri santri kami pengetahuan, semangat, dan kekuatan untuk terus memajukan negeri tercinta ini ya Allah.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui bimbing lah kami dan para santri penerus bangsa ke jalan yang benar.

    Serta berikan pula kesabaran, kesehatan, dan umur panjang pada guru-guru kami yang tanpa lelah memberikan ilmunya kepada kami. Hapuslah peluh dan rasa lelahnya dengan ridho-Mu.

    Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

    Waassalamualaikum warahmatullahu wabarakatuh.
    Alhamdulillahi robbil’alamin

    2. Doa Hari Santri versi 2

    Bismillahirrahmanirrahim
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Ya Allah pada upacara hari santri ini kami berkumpul untuk bersimpuh mempersembahkan puji syukur atas kehadirat-Mu.

    Ya Allah pada momentum Hari Santri Nasional ini, kami kibarkan bendera merah putih.

    Semoga bendera merah putih yang berkibar di hadapan kami menjadi simbol persatuan, keberanian, serta semangat dalam menuntut ilmu sesuai dengan tema Hari Santri 2023 “Jihad Santri Jayakan Negeri”

    Ya Allah, ridohi lah perjalanan hidup kami dan jadikan para santri kami sebagai generasi santri yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

    Kuatkan kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman ini ya Allah.

    Rabbana atina fiddunya hasanah
    Wa fil akhirati hasanah
    Waqina ‘adzabannar

    Waassalamualaikum warahmatullahu wabarakatuh.
    Alhamdulillahi robbil’alamin

    3. Doa Hari Santri versi 3

    Doa upacara Hari Santri berikut juga bisa dibaca. Doa ini dipanjatkan saat Hari Santri 2021 yang dibacakan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

    Bismillahirrahmanirrahim

    Alhamdulillah hamdas syākirin, hamdan nā’imin hamdan yuwāfī niamahu wa yukāfiu mazīdah.
    Yā rabbanā lakal hamdu kamā yanbaghii lijalāli wajhikal karīmi wa ‘adhīmi sulthānik
    Allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad

    Wahai Tuhan yang melapangkan jalan ke surga bagi para penuntut ilmu
    Wahai Tuhan yang mengajarkan nama-nama segala sesuatu
    Wahai Tuhan yang memukadimahkan Iqra sebagai pembuka wahyu
    Wahai Tuhan yang memuliakan Adam melebihi malaikat yang diciptakan lebih dahulu

    Wahai Tuhan yang meninggikan derajat kaum beriman pewaris ilmu
    Anugerahi kami sedikit pengetahuan-Mu,
    Agar tak sesat langkah kami menuju ridlo-Mu

    Wahai Tuhan yang memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam,
    Himpun lah kami bersama mereka yang mencintai indahnya kalam
    Wahai Tuhan yang mengutus para Rasul dan para Nabi
    Teguhkan hati anak-anak kami para santri

    Wahai Tuhan yang memerintahkan kami menuntut ilmu dari buaian hingga usainya nadi
    Izinkan kami menitipkan negeri ini kepada para santri
    Karena mereka lah pengemban misi para nabi
    Memakmurkan bumi, mengabarkan cinta Ilahi

    Wahai Tuhan Sang pemberi rezeki
    Mudahkan urusan para pencari tuntunan Ilahi
    Dengan izin dan kehendak-Mu Ya Rabbi,
    Percayakan lah di tangan mereka masa depan negeri ini

    Wahai Tuhan yang Maha Mewujudkan Mimpi
    Izinkan kami terus berjuang menyejahterakan negeri
    Membangun negeri yang berdikari
    Mengharumkan nama bangsa dan ibu pertiwi

    Rabbana atina fiddunya hasanah
    Wa fil akhirati hasanah
    Waqina ‘adzabannar

    Subhanaka rabbil izzati ‘amma yasifuna
    Wa salamun ‘alal mursalina
    Walhamdulillahi Rabbill ‘alamina.

    Demikian beberapa contoh doa yang bisa dibaca saat Upacara Hari Santri 2023. Puncak perayaan Hari Santri 2023 digelar di Surabaya, Jawa Timur. Jutaan santri dari berbagai daerah pun diagendakan hadir dalam rangkaian acara ini.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang yang Berbuat Kebaikan, Bisa Dibaca Ya



    Jakarta

    Kebaikan telah menjadi salah satu tindakan mulia dalam kehidupan seluruh umat. Berbuat kebaikan merupakan perintah Allah SWT kepada hamba-Nya.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nahl ayat 90,

    ۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٩٠


    Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 195,

    وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ١٩٥

    Artinya: ” Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

    Ketika seseorang melakukan suatu kebaikan, seorang muslim dapat membaca doa untuk orang yang berbuat kebaikan kepadanya sebagai ungkapan terima kasih.

    Berikut bacaan doa untuk orang yang berbuat kebaikan.

    Doa untuk Orang yang Berbuat Kebaikan

    Doa pertama

    Dikutip dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah karya Wulan Mulya Pratiwi, bahwa Rasulullah menganjurkan untuk membaca doa berikut:

    جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
    Bacaan latin: Jazaakallahu khairan

    Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan” (HR Tirmidzi)

    atau

    جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا كَثِيرًا

    Bacaan latin: Jazaakallaahu khairan katsiiran

    Artinya: “Semoga Allah Swt. membalasmu dengan ganjaran yang baik.”

    Doa kedua

    Dikutip dari buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, setiap muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut ketika ada orang yang berbuat kebaikan,

    وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ.

    Bacaan latin: Wa fiika baarakallah

    Artinya:”Semoga Allah juga melimpahkan keberkahan kepadamu.”

    atau

    وَفِيهِمْ بَارَكَ اللهُ

    Bacaan latin: Wa fiihim baarakallah

    “Semoga Allah juga melimpahkan keberkahan kepada mereka.”

    Hadits Tentang Membalas Kebaikan

    Dalam Islam, berbuat kebaikan kepada orang lain adalah salah satu tindakan penting. Rasulullah SAW adalah suri tauladan dalam berbuat baik kepada sesama. Setiap orang yang menerima kebaikan dari orang lain juga sangat dianjurkan untuk membaca doa untuk orang yang berbuat kebaikan kepadanya. Hal tersebut terdapat dalam beberapa sabda Rasulullah SAW yang terdapat di dalam beberapa hadits.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memberi kebaikan kepada kalian, hendaklah kalian membalasnya. Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia hingga kalian melihat diri kalian telah membalasnya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Hakim).

    Rasulullah SAW bersabda, “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) selama sebulan penuh.” (HR Thabrani)

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang diberikan kebaikan lalu dia berkata kepada pelaku kebaikan itu, “Jazakallahu khairan” (semoga Allah memberikan balasan yang terbaik), maka dia telah sempurna dalam memuji.” (HR At-Tirmidzi)
    Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang Anshar tentu tidak mendapatkan semua pahala, karena sungguh karunia Allah itu sangat luas. Permasalahannya tidak seperti yang kalian duga, jika kalian pandai berterima kasih atas kebaikan mereka maka itu artinya kalian telah membalas kebaikan itu.” (HR Abu Dawud, At Tirmidzi, dan Bukhari)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bacaan Doa Memohon Anak yang Saleh dan Salihah



    Jakarta

    Anak yang saleh dan salihah merupakan harapan terbesar umat muslim yang telah menikah. Anak yang saleh dan salihah juga menjadi anugerah yang sangat berharga karena mereka adalah harta yang membawa keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

    Muhammad Sani dalam buku Jalan Ke Surga Bagi Para Ayah Pahala Memanjakan Istri dan Menyanyangi Anak menyatakan bahwa kedua orangtua dapat mendoakan anaknya agar menjadi soleh dan sholehah. Rasulullah SAW bersabda,

    “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang berpergian (safar), dan doa orang yang dizalim.” (HR Abu Dawud).


    Allah SWT akan mengabulkan doa untuk hamba-Nya. Allah SWT berfirman dalam surah Ghaffir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.””

    Terdapat doa memohon anak yang saleh dan salihah ketika pasangan muslim menginginkannya, seperti yang telah diajarkan Allah SWT dalam beberapa Al-Qur’an. Berikut bacaan doanya.

    Doa Memohon Anak yang saleh dan salihah

    Dikutip dari buku Tafsir Maudhui Sosial: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik penerbit Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin PTIQ, doa yang dapat dibaca ketika memohon anak yang saleh dan salihah yaitu:

    Doa memohon anak yang soleh dan sholehah dalam surah Al Baqarah ayat 128,

    رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ١٢٨

    Bacaan latin:

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

    Doa memohon anak yang soleh dan sholehah dalam surah Ali Imran ayat 38,

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Artinya: “Wahai Tuhanku, karuniakanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

    Doa memohon anak yang soleh dan sholehah dalam surah As Shaffat ayat 100,

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ ١٠٠

    Artinya: “”Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

    Doa memohon anak yang saleh dan salihah dalam surah Al Furqan ayat 74,

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Bacaan latin: Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa Qurrata a’yuuniw waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Muhammad Sani menambahkan bahwa mendoakan anak menjadi saleh dan salihah merupakan sebuah kewajiban orang tua karena memiliki kekuatan yang luar biasa. Segala usaha manusia tidak akan berhasil atau menjadi sesuatu jika tidak sesuai dengan ketentuan atau takdir Allah SWT. Namun sebuah doa bisa mengubah takdir.

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan) Allah ta’ala selain doa. Dan tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR At Tirmidzi)

    Wallahualam

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Dhuha Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya


    Jakarta

    Sholat Dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Saat mengerjakannya, umat Islam bisa menutup dengan membaca doa sholat Dhuha.

    Sholat Dhuha dapat dikerjakan dari matahari naik setinggi tombak hingga matahari tergelincir. Namun disunnahkan mengakhirinya hingga matahari cukup tinggi dan terik, ungkap Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah.

    Dalam sholat Dhuha terdapat doa khusus. Berikut doa sholat Dhuha lengkap dengan bacaan latin dan artinya yang dapat dibaca oleh setiap muslim seperti dinukil dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari: Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki karya Arif Rahman.


    Doa Sholat Dhuha Lengkap: Arab, Latin, Artinya

    اللهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقَى فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرَبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan latin: Allahumma innadh dhuha’a dhuha’uka, wal bahaa’a bahaa’uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahumma inkaana rizqa fis samaa’i fa ‘anzilhu wa inkaana fil ardhi fa ‘akhrijhu wa inkaana mu’asaran fayassirhu wa inkaana haraaman fathahhirhu wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa ‘ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadikash shalihin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah. Dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Jika seorang muslim melaksanakan sholat Dhuha dan mengamalkan doa sholat Dhuha, maka ia akan mendapatkan keutamaan yang mulia. Beberapa keutamaan sholat Dhuha seperti yang dikemukakan oleh Sayyid Sabiq berdasarkan hadits yaitu:

    1. Sholat Dhuha Adalah Sedekah

    Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian bersedekah untuk setiap ruas tulang tubuh pada setiap pagi. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, tahmid adalah sedekah, tahlil adalah sedekah, takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan kemungkaran juga sedekah. Semua itu dapat dilakukan dengan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud)

    2. Sholat Dhuha Dapat Menggantikan 360 Kali Sedekah

    Rasulullah SAW bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 ruas tulang. Setiap orang dituntut mengeluarkan sedekahnya untuk masing-masing ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang mampu melaksanakannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dahak yang ada di masjid lalu dipendam ke tanah dan menyingkirkan gangguan di tengah jalan, itu termasuk sedekah. Namun, jika tidak mampu, cukup bagi kalian mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman: Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yakni sholat Dhuha), (jika kamu senantiasa mengerjakannya) niscaya Aku memenuhi keperluanmu pada akhirnya (sore hari).” (HR Hakim dan Thabrani)

    4. Akan Mendekatkan Diri dengan Kemenangan

    Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih dekat (tercapainya) dari kejayaan perang (kemenangan) yang mereka peroleh, lebih banyak harta rampasannya, dan dekat (waktu) kembalinya? Siapa yang berwudhu, lantas pergi ke masjid untuk mengerjakan sholat sunnah Dhuha, orang itulah yang lebih dekat kemenangannya, lebih banyak memperoleh harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya.” (HR Ahmad, Thabrani, dan Abu Ya’la)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com