Tag: doa

  • 5 Doa agar Cepat Menghafal, Bantu Kuatkan Ingatan


    Jakarta

    Doa agar cepat menghafal biasanya dikaitkan dengan doa-doa untuk belajar, menguatkan pikiran, serta perlindungan dari sifat lupa.

    Kegiatan menghafal biasanya dilakukan ketika seseorang hendak menghafal Al-Qur’an, menghafal buku pelajaran, atau menghafal apapun. Kegiatan ini membutuhkan ingatan yang kuat, memori yang panjang, dan terhindar dari sifat lupa.

    Oleh karena itu, detikHikmah sudah rangkumkan beberapa doa dari beberapa sumber yang bisa diamalkan untuk membantu cepat menghafal dan belajar.


    Doa agar Cepat Menghafal Al-Qur’an

    Dinukil dari buku Metode Cepat Menghafal Juz ‘Amma karya Ahmad Zainal Abidin, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib RA, beliau bersabda,

    “Aku akan mengajarkan sebuah doa yang membuat dirimu tidak akan melupakan ayat-ayat Al-Qur’an.”

    اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ مَعَاصِيْكَ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي. وَارْحَمْنِي مِنْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِيْنِي. وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظْرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي. اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ لَا تَرَامُ أَسْتَلْكَ يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُوْرِ وَجْهِكَ أَنْ تَلْزِمَ قَلْبِي حِفْظُ كِتَابَكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي. وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوْهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيْكَ عَنِّي، اللَّهُمَّ نَوْرُ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَاشْرَحْ بِهِ صَدْرِي وَفَرَّحْ بِهِ قَلْبِي وَأَطْلِقْ بِهِ لِسَانِي. وَاسْتَعْمِلْ بِهِ بَدَنِي. وَقَوْنِي عَلَى ذَلِكَ. وَأَعِنِّي عَلَيْهِ إِنَّهُ لَا مُعِيْنُ عَلَيْهِ إِلَّا أَنْتَ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Arab-latin: Allaahummar hamnii bitarkil ma’aashii abadan maa abqaitanii, warhamnii min an atakallafa maa laa ya’nii nii. Warzuqnii husnan nazhri fii maa yurdhiika ‘annii. Allaahumma badii’as samaawaati wal ardha dzal jalaali wal ik-raami, wal ‘izzati laa taraam, as aluka ya allah ya rahmaan bi jalaalika wa nuuri wajhika an talzima qalbi hifzha kitaabaka kama ‘allamtanii, warzuqnii an atluuhu ‘alan nahwil ladzii yurdhiika ‘annii.

    Allaahumma nawwir bikitaabika basharii, wasyrah bihii shadrii, wa farrih bihii qalbii, wa athliq bihii lisaanii. Wasta’mil bihii badani. Wa qawwinii ‘alaa dzaalika. Wa a’innii ‘alaihi innahuu laa ma’iinun ‘alaihi illaa anta. Laa ilaaha illaa anta.

    Terjemahan: Ya Allah rahmati untuk (dapat) meninggalkan maksiat kepada-Mu selamanya, selagi Engkau masih memberi kesempatan kepadaku. Kasihani diriku dari hal yang tak sanggup aku pikul. Karuniailah aku iktikad baik dan ketertarikan kepada hal yang Engkau sukai. Teguhkan hatiku untuk menghafal kitab-Mu, sebagaimana Engkau ajarkan kepadaku. Karuniailah aku untuk (dapat) membacanya sesuai yang Engkau sukai. Ya Allah dengan kitab-Mu terangilah penglihatanku, lapangkanlah dadaku, bahagiakan diriku, bebaskan (belenggu) lidahku, terapkanlah kepada badanku, kokohkanlah dirik atasnya dan bantulah diriku untuk hal tersebut. Sesungguhnya, tiada penolong untuk hal tersebut, kecuali Engkau. Tiada Tuhan selain Engkau.”

    Doa agar Tidak Mudah Lupa

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِى وَعَلَانِيَتِي فَاقْبِلْ مَعْذِرَنِي وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَاعْطِنِي لِسُؤَالِي وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي يَا مَنْ يَعْلَمُ خَابِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ. وَاللَّهُ يَقْضِى بِالْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ لَا يَقْضُوْنَ بِشَيْءٍ إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ.

    Arab-latin: Allaahumma innaka ta’lamu sirrii wa ‘alaaniyatii faqbil ma’dziratii wa ta’lamu haajatii fa’thinii lisu- aalii wa ta’lamu maa fii nafsii faghfirlii dzanbii yaa man ya’lamu khaa-inatal a’yuni wa maa tukhfish shuduur. Wallaahu yaqdhii bil haqqi walladziina yad’uuna min duunihi laa yaqdhuuna bisyai-in innallaaha huwas samii’ul bashiir.

    Doa agar Kuat Hafalannya

    Diambil dari buku Amalan Mujarab Pencerdas Otak karya Ipnu Rinto Noegroho

    اللهمّ اجْعَلْ نَفْسِي مُطْمَيِنَةً تُؤْمِنُ بِلِقَابِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطابِكَ وَتَرْضَى بِقَضَابِكَ

    Arab-latin: allahummajal nafsi muthmainnatan tu’minu biliqa-ika wa taqna’u biatha-ika wa tardha biqadha-ika

    Terjemahan: “Ya Allah, jadikanlah jiwaku tenang, mengimani perjumpaan dengan-Mu, merasa cukup dengan pemberian-Mu, dan ridha dengan ketentuan-Mu.”

    Doa Mencegah Lupa

    رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الكافرين

    Arab-latin: Rabbana wa la tahmil ‘alaina isrann kama hamaltahu ‘alallažina min qablina, rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih, wa’fu ‘anna, wagfir lana, warhamna, anta maulana fansurna ‘alal-qaumil-kafirin

    Terjemahan: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Berilah kami maaf; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

    Doa Dimudahkan Menyerap Ilmu

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلماً نافعاً، وَرِزْقاً طيباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Arab-latin: Allahumma inni as-aluka ilman naafi’an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu As-Sunni).

    Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan umat muslim agar otak dapat mengingat dan lebih mudah menghafal.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Kedua Orang Tua dan Adab yang Harus Diperhatikan


    Jakarta

    Sebagai seorang mukmin, sudah sepatutnya kita mendoakan kedua orang tua. Hal ini menunjukkan bakti kepada keduanya yang telah melahirkan dan membesarkan kita.

    Secara bahasa, doa artinya memanggil dengan suara dan ucapan sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Bakar Abdul Hafizh melalui buku Al-Ad’iyah fi Al-Qur’an Al-Karim Tafsiruha wa Ma’aniha. Dari segi istilah, doa dimaknai sebagai ibadah.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 23,


    ۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا٢٣

    Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

    Doa yang dipanjatkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya merupakan sesuatu yang bernilai besar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    “Sungguh seseorang dapat naik kelasnya di surga!’ Seorang sahabat bertanya keheranan, ‘Ya Rasulullah! Dari mana saya mendapatkan tempat setinggi itu?’ Lalu Rasul menjawab, ‘Dengan permohonan ampun anakmu untuk dirimu.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Baihaqi)

    Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin dan Arti

    Merangkum arsip detikHikmah, doa untuk kedua orang tua tercantum dalam surah Al Isra ayat 24,

    رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرً

    Arab latin: Rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    Ada juga doa versi lainnya yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin dengan bunyi sebagai berikut,

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Arab latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

    Adab Seorang Anak pada Kedua Orang Tuanya

    Mengutip buku Pelajaran Adab Islam 2 oleh Suhendri, Ahmad Syukri dan Abdul Fatah, berikut adab yang harus diperhatikan seorang anak kepada kedua orang tuanya.

    1. Tidak Meninggikan Suara

    Ketika sedang berbicara dengan orang tua, jangan meninggikan suara. Merendahkan suara dan tidak memandang tajam tergolong sebagai akhlak yang mulia dan sikap penghormatan yang sangat layak untuk diterapkan.

    2. Tidak Mendahului dalam Berkata-kata

    Mempersilakan serta membiarkan orang tua untuk berkata-kata terlebih dahulu dapat menyenangkan hati orang tua. Hal ini dicontohkan dalam hadits riwayat Abdullah bin Umar RA, ia berkata:

    “Kami pernah bersama Nabi SAW di Jummar, kemudian Nabi bersabda: ‘Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang muslim’ Ibnu Umar berkata: ‘Sebetulnya aku ingin menjawab pohon kurma. Namun karena aku yang paling muda di sini maka aku diam,’ Lalu Nabi SAW pun memberi tahu jawabannya (kepada orang-orang): ‘ia adalah pohon kurma” (HR Bukhari)

    Ibnu Umar RA melakukan hal tersebut karena adanya sahabat lain usianya lebih tua meski bukan orang tuanya.

    3. Selalu Mendoakan

    Sebagai seorang anak, hendaknya kita selalu mendoakan orang tua sebagaimana yang telah diajarkan Allah melalui Al-Qur’an. Jasa mereka yang besar tentu tidak dapat diukur dengan materi.

    Itulah doa untuk kedua orang tua dan adabnya yang harus diperhatikan.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Memohon Pertolongan Allah Saat Terdesak yang Dicontohkan para Nabi



    Jakarta

    Doa memohon pertolongan Allah saat terdesak ada beberapa macam. Doa-doa ini bisa dipanjatkan sekarang dengan sepenuh hati dan ikhlas agar Allah SWT mencurahkan pertolongan-Nya.

    Tertulis dalam buku Al-Wafi: Syarah Hadis Arba’im Imam an-Nawawi karya Musthafa Dieb El-Bugha dan Muhyiddin Mistu, Rasulullah SAW menasihati Ibnu Abbas RA dan mukminin untuk selalu memohon hanya kepada Allah Yang Mahamulia dan Mahakuasa.

    Orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT hanya diperkenankan untuk meminta permohonan, bantuan, pertolongan, dan pertolongan kepada-Nya seorang.


    “Apabila kamu meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu memohon pertolongan, maka mohonlah kepada Allah.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, Allah SWT berfirman, ‘Apakah ada orang yang berdoa, maka Aku akan mengabulkan doanya. Apakah ada orang yang meminta, maka Aku akan memberinya. Dan apakah ada orang yang memohon ampunan, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR Bukhari dan Muslim).

    Oleh karena itu, berikut adalah beberapa doa memohon pertolongan Allah saat terdesak sesuai dengan contoh nabi dan rasul.

    Doa Memohon Pertolongan Allah saat Terdesak Nabi Nuh AS

    Dinukil dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun yang ditulis oleh Adi Tri Eka, doa Nabi Nuh AS ketika meminta pertolongan Allah SWT terdapat pada surah Al-Qamar ayat 10 yang berbunyi,

    اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ

    Arab-latin: annii maghluubun fantashiir

    Terjemahan: “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”

    Doa Memohon Pertolongan Allah SWT saat Terdesak Nabi Hud AS

    Doa memohon pertolongan Allah saat terdesak juga pernah dipanjatkan oleh Nabi Hud AS sebagaimana tertera dalam ayat suci Al-Qur’an, yaitu surah Al-Mu’minun ayat 39 yang berbunyi,

    رَبِّ انْصُرْنِيْ بِمَا كَذَّبُوْنِ

    Arab-latin: Rabbin surnii bimaa kadzabuun

    Terjemahan: “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka telah mendustakanku.”

    Doa Memohon Pertolongan Allah SWT saat Terdesak Nabi Luth AS

    Doa ini adalah doa Nabi Luth AS untuk keluar dari kota yang penuh dengan kezaliman dan ketidakadilan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Hasan Husen dalam bukunya yang berjudul Pengobatan dan Doa Mustajab.

    “Doa ini mengajarkan mengajarkan kita untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah ketika kita berada dalam situasi atau lingkungan yang tidak adil atau penuh dengan kezaliman,” tulis buku tersebut.

    Doa tersebut berbunyi,

    رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْ هٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ اَهْلُهَاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّاۚ وَاجْعَلْ لَّنَا مِنْ لَّدُنْكَ نَصِيْرًا

    Arab-latin: Robbanaa akhrijnaa min haadzihil qoryatidz dzoolimi ahluhaa waj’al lanaa min ladunka waliyyan waj’al lanaa min ladunka nashiiroo

    Terjemahan: “Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.” (QS. An-Nisa ayat 75)

    Doa Memohon Pertolongan Allah SWT saat Terdesak Nabi Muhammad SAW

    Dikutip dari buku Berdoa dengan Ayat Al-Qur’an: Indahnya Memanjatkan Permohonan dengan Bahasa Tuhan oleh M. Mas’udi Fathurrohman, doa Rasulullah SAW tersebut berbunyi,

    رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ

    Arab-Latin: Robbihkum bilhaqqi warobbunarrohmanul musta’anu ‘ala ma tashifun

    Terjemahan: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Tuhan kami adalah Tuhan Yang Maha Pengasih (dan) yang dimintai segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.” (QS. Al-Anbiya ayat 112)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Agar Orang Tua Dijauhkan dari Api Neraka


    Jakarta

    Seorang anak dapat berbakti kepada orang tua dengan mengirimkan doa agar orang tua dijauhkan dari api neraka. Doa tersebut dapat diucapkan setiap saat.

    Doa anak yang berbakti kepada orang tuanya termasuk doa yang mustajab. Disebutkan dalam buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku karya Masriyah Amva, jika berdoa untuk kedua orang tua, maka doa itu akan dikabulkan oleh Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda, “Empat orang yang doanya dikabulkan; pemimpin yang adil, seseorang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan dirinya, doa orang teraniaya, dan doa anak untuk kedua orang tuanya.” (HR Abu Nu’aim)


    Ada juga riwayat yang berasal dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW juga bersabda,

    “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara, 1) Sedekah jariah; 2) Ilmu yang bermanfaat; 3) Anak yang saleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)

    Maka dari itu, jangan sampai lalai dari mendoakan orang tua. Begini bacaan doa agar orang tua dijauhkan dari api neraka sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

    Doa Agar Orang Tua Dijauhkan dari Api Neraka

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Bacaan latin: Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksaan api neraka.” (HR Bukhari)

    Doa Anak untuk Orang Tua Singkat

    Dikutip dari buku Mudah Menghafal Doa Sehari-hari untuk Muslim Cilik terbitan Media Pressindo, doa untuk orang tua yang singkat dan paling umum yaitu,

    اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرُ

    Bacaan latin: Allahummaghfirlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiira

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kepada kedua orang tuaku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mengasuhku di waktu kecil.”

    Doa Mohon Ampun untuk Orang Tua dan Kebinasaan Orang Zalim

    Nabi Nuh AS membaca doa ini untuk mendoakan dirinya, kedua orang tuanya, dan orang-orang yang mengikutinya. Dikutip dari buku Doa Ajaran Ilahi karya Abdullah Gymnastiar, doa mohon ampun untuk orang tua dan kebinasaan orang zalim yaitu,

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا

    Bacaan latin: Rabbigh-firli waliwalidayya waliman dakhala baitiya mu’minan walimu’miina wal mu’minati wala tazidizh-zhalimina illa tabara

    Artinya: “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, serta bagi siapa saja yang masuk ke rumahku dengan keadaan beriman; dan semua orang yang beriman, laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim melainkan kebinasaan.”

    Doa untuk Orang Tua yang Telah Meninggal

    Dilansir dari detikHikmah, bacaan doa untuk orang tua yang telah meninggal yaitu,

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ.

    Bacaan latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā. Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn. Al-Fatihah.

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Al-Fatihah.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Iftitah dalam Sholat Lengkap dengan Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa iftitah merupakan salah satu doa yang dibaca sebelum Al-Fatihah dalam salat. Doa ini tidak wajib dibaca karena hukumnya sunnah.

    Mengutip buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar, ulama empat mazhab memiliki pandangan berbeda mengenai doa iftitah. Ada yang mengatakan sunnah ada juga yang mengatakan makruh.

    Mazhab Hanafi

    Mazhab Hanafi menyatakan bahwa doa iftitah dalam salat adalah ‘subhanakallahumma wa bi hamdika wa tabarakasmuka wa ta’ala jadduka wa la ilaha ghairuk’. Doa ini dianjurkan untuk dibaca oleh imam, makmum, dan munfarid dalam salat fardhu dan salat sunnah, kecuali jika imam sudah memulai membaca Surah Al-Fatihah. Dalam situasi seperti itu, tidak dianjurkan bagi makmum untuk membaca doa iftitah.


    Jika seseorang melewatkan satu rakaat dan menemui imam pada rakaat kedua, disarankan untuk membaca doa iftitah sebelum imam memulai membaca Surah Al-Fatihah. Jika ia menemui imam dalam keadaan ruku atau sujud, dan ia yakin akan menemui imam sebelum imam bangkit dari ruku atau sujud, maka disarankan membaca doa iftitah.

    Mazhab Syafi’i

    Mazhab Syafi’i mengajarkan doa iftitah sebagai ‘wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas-samawati wal-ardha hanifan musliman, wa ma ana minal-musyrikin, inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil-‘alamîn, la syarika lahu wa bi dzalika umirtu wa ana minal-muslimin.’

    Mazhab Syafi’i

    Mazhab Hanbali sejalan dengan Mazhab Hanafi dalam masalah lafazh doa iftitah. Mereka memandang bahwa membaca doa sebagaimana yang diajarkan oleh Mazhab Syafi’i juga diperbolehkan dan tidak makruh.

    Mazhab Maliki

    Mazhab Maliki, dalam pandangan umum, menganggap membaca doa iftitah sebagai makruh. Hal ini didasarkan pada pandangan yang populer dalam mazhab ini, meskipun ada riwayat yang menyebutkan bahwa Imam Malik memandang doa iftitah sebagai mandub (pekerjaan yang mendatangkan pahala).

    Bacaan Doa Iftitah

    Dalam bukunya yang berjudul “QnA Persoalan Islam,” Kusnadi S.Ag M.Ag M.AHum menjelaskan bahwa doa iftitah memiliki berbagai variasi. Berikut bacaannya:

    Doa Iftitah 1

    اللهُ أَكْبَر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.أنى وَجَّهْتُ وَجُمِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مسلما وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شريك له وبذلك أُمِرْتُ وأنا من المُسْلِمِينَ

    Bacaan latin: Allahu akbar kabiro walhamdulillahi katsiro wa subhanallahi bukrotaw-washila. Inni Wajjahtu wajhiya lilladzi fatarassamawati wal ardha hanifa muslima wama anaminal musyrikin. inna solati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin. lasyariikalahu wa bidzalika umirtu wa anaminal muslimin.

    Artinya: “Aku sungguh menghadapkan wajahku kepada Sang Pencipta langit dan bumi, dengan penuh ketulusan dan penyerahan. Aku tidak tergolong dalam kelompok orang-orang musyrik. Segala salatku, ibadahku, kehidupanku, dan kematianku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu, aku dengan tulus menerima perintah-Nya, dan aku adalah seorang muslim.”

    Doa Iftitah 2

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Bacaan latin: Subhaanakallahumma wa bihamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaajadduka walaa ilaha ghoiruk.

    Artinya: ya Allah yang Maha Suci, aku memuji-Mu, dan Maha Suci Nama-Mu yang penuh berkah. Kekayaan dan keagungan-Mu begitu tinggi, tak ada yang layak untuk diibadahi dengan benar kecuali Engkau. (HR. Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi)

    Doa Iftitah 3

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Bacaan latin: Allahumma baid bayni wa bayna khotoyaya kama ba’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqots-saubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silni min khotoyaya bil ma-iwats tsalji walbarod.

    Artinya: Ya Allah, jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan timur dari barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, mandikan aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun. (HR. Bukhari dan Muslim)

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Baca Al Fatihah Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Selepas membaca surah Al Fatihah, seorang muslim dianjurkan untuk membaca sebuah doa.

    Surah Al Fatihah adalah surah pertama dalam kitab suci Al-Qur’an. Disebut Al-Fatihah artinya pembukaan kitab secara tertulis dan dengan surah ini dibuka bacaan dalam salat.

    Sebagaimana disebutkan dalam buku Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir, Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abu Al-‘Aliyah menyebutkan bahwa surah Al Fatihah diturunkan ketika Rasulullah SAW masih menetap di Makkah. Sehingga surah ini digolongkan sebagai surah Makkiyah.


    Surah Al Fatihah terdiri dari tujuh ayat, 25 kata, dan 113 huruf. Al Bukhari mengatakan surah ini disebut sebagai Ummul Kitab, yang berarti permulaan Al-Qur’an dan permulaan salat.

    Selain itu, Al Fatihah juga disebut Ar-Ruqyah. Berdasarkan hadits Abu Sa’id, yaitu ketika meruqyah seseorang yang terkena sengatan, maka Rasulullah SAW bersabda, “Dari mana engkau tahu bahwa Al Fatihah itu adalah ruqyah.”

    Terpisah, buku Kamus Doa yang ditulis oleh Luqman Junaedi menjelaskan bahwa kejadian itu adalah saat seorang sahabat melaporkan dirinya kepada Rasulullah SAW saat ia berhasil menyembuhkan seorang pemimpin kabilah dari sengatan kalajengking dengan membaca Al Fatihah.

    Sementara itu, Imam Al Ghazali mengatakan bahwa orang yang membaca surah Al Fatihah sebanyak 100 kali, maka ia akan memperoleh segala sesuatu yang diinginkan dengan segera. Muslim tersebut juga akan terlindung dari segala perkara yang ditakuti dan terpelihara dari kezaliman.

    Setelah membaca surat Al-Fatihah, muslim disunnahkan untuk membaca sebuah doa.

    Doa Setelah Baca Al Fatihah Beserta Artinya

    Masih diambil dari sumber yang sama, doa setelah membaca surah Al Fatihah adalah sebagaimana berikut.

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدًا يَفُوقُ كُلَّ حَمْدِ الْحَامِدِينَ. حَمْدًا يَكُوْنُ رِضًا وَمَرْضِيًّا عِنْدَ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الَّذِي دَحَى الْأَرْضَ وَالْأَقَالِيمَ، وَاخْتَصَّ مُوْسَى الْكَلِيْمَ، وَأَحْيَ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ، وَسَمَّى نَفْسَهُ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، فَهُمَا إِسْمَانِ جَلِيْلَانِ فِيْهِمَا شِفَاءٌ لِكُلِّ سَقِيْمٍ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ الَّذِي لَيْسَ لَهُ مُنَازِعٌ فِي الْمُلْكِ وَلَا شَرِيكٌ وَلَا قَرِيْنٌ وَلَا وَزِيرٌ وَلا وَلَا مُشِيْرٌ وَلَا مُعِيْنٌ، بَلْ كَانَ قَبْلَ الْعَوَالِمِ أَجْمَعِيْنَ. أَنْتَ الْمُحِيْطُ بِجَمِيعِ السَّلَاطِيْنِ وَالشَّيَاطِيْنِ، وَعَوْنِيْ عَلَى الْأَبْعَدِينَ وَالْأَقْرَبِيْنَ، وَوَجْهِي عَلَى الْأَجْنَاسِ الْمُخْتَلَفَةِ.

    وَإِيَّاكَ نَعْبُدُ بِالْإِقْرَارِ، وَنَعْتَرِفُ بِالتَّقْصِيْرِ ، وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ. وَنَشْهَدُ أَنْْ لٓا إِلَهَ إِلَا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ عَلَى كُلِّ حَاجَةٍ مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. يَاهَادِيَ الْمُضَلِّيْنَ، لَا هَادِيَ غَيْرَكَ.

    اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. اَللَّهُمَّ يَا مَالِكَ رِقَابِ الْغَوَالِمِ كُلَّهَا، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْغَمِّ يَامُنْجِيَ الْمُؤْمِنِيْنَ. فَرْجِ الْكُرَبِ عَنِّي يَا مُفَرِّجَ الْمَكْرُوبِيْنَ. يَا رَبِّ يَا غِيَاثَ الْكُرَبِ عَنِّي، يَا مُفَرِّجَ الْمَكْرُونِينَ، يَارَبِّ يَاغِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِيْنَ، إِكْفِنِي وَنَجِّنِي مِمَّا أَخَافُ، وَأَحْذَرُ، وَسَخَّرْ لِي مَنْ أَحْوَجْتَنِيْ إِلَيْهِ، يَا مُعَيْتُ أَعْتَنِيْ.

    وَذَا النُّوْن إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. فَاسْتَجَابَ لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ منَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ.

    وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ الطَّاهِرِينَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

    Terjemahan: Segala puji bagi Allah, Tuhan penguasa alam semesta, pujian yang mengungguli setiap pujian orang-orang yang memuji, pujian yang diridai oleh Tuhan penguasa alam semesta. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang yang menghamparkan bumi beserta seluruh penjurunya. Mengkhususkan Musa sebagai nabi yang diajak bicara secara langsung. Menghidupkan tulang-belulang yang sudah hancur. Menyebut diri-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, sebuah nama agung yang mengandung obat bagi segala macam penyakit.

    Penguasa hari Pembalasan yang tak ada penentang, sekutu, teman, menteri, penasihat, atau penolong. Bahkan, Dia telah ada sebelum alam semesta ada. Engkaulah yang menguasai semua penguasa dan setan. Engkaulah penolongku terhadap musuh yang jauh dan yang dekat. Dan Engkaulah wajahku dalam menghadapi berbagai jenis manusia.

    Kepada-Mu aku menyembah dengan penuh pengakuan. Mengakui kekurangan, memohon ampun atas semua dosa, dan bertobat kepada-Mu. Kami bersaksi tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa lagi tidak memiliki sekutu dan Muhammad Saw. adalah hamba sekaligus utusan-Mu. Kepada-Mu kami memohon pertolongan atas setiap kebutuhan dunia dan agama. Wahai Zat yang memberikan petunjuk bagi orang-orang yang sesat, tak ada pemberi petunjuk selain diri-Mu.

    Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Ya Allah, penguasa seluruh alam, tiada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh, kami termasuk orang-orang yang zalim. Ya Allah, hindarkan aku dari kesedihan, wahai Zat yang menyelamatkan kaum Mukminin. Hilangkan kesusahanku, wahai Zat yang menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah. Ya Allah, Tuhan yang menghilangkan kesedihanku, wahai Tuhan yang menghilangkan kesusahan orang-orang yang susah. Ya Allah, Tuhan yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan. Cukupilah aku, selamatkan aku dari sesuatu yang kutakutkan dan kukhawatirkan. Tundukkan kepadaku orang yang kubutuhkan. Wahai Tuhan Yang Maha Penolong, tolonglah aku.

    Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami takkan mempersempitnya (menyulitkannya), Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tiada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Semoga kesejahteraan senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya yang suci, dan juga kepada segenap sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan penguasa alam semesta.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa agar Dijauhkan dari Fitnah Dunia dan Akhirat


    Jakarta

    Fitnah termasuk ke dalam penyakit hati. Secara harfiah, arti fitnah adalah menyebarkan berita yang tidak benar tentang seseorang dengan tujuan menjatuhkannya.

    Dalam Al-Qur’an, fitnah dijelaskan dalam surah Al Anfal ayat 39 yang berbunyi:

    وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهٗ لِلّٰهِۚ فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ


    Arab latin: Wa qātilụhum ḥattā lā takụna fitnatuw wa yakụnad-dīnu kulluhụ lillāh, fa inintahau fa innallāha bimā ya’malụna baṣīr

    Artinya: “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”

    Bentuk fitnah dalam Islam terdiri dari berbagai macam. Menurut buku Dosa-dosa Jariah tulisan Rizem Aizid, setidaknya ada tiga bentuk fitnah.

    Pertama, menyebarkan isu yang tidak benar atau gosip. Hal ini sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Orang yang diisukan akan merasa sangat dirugikan apabila berita yang disebarkan tidak benar.

    Kedua, menyebarkan berita bohong. Berita bohong dibuat dengan tujuan merusak nama baik orang yang difitnah dan tentunya, informasi tersebut tidak berdasarkan fakta.

    Terakhir, memberikan persaksian palsu. Dalam hal ini, tujuannya untuk membenarkan kejahatan seseorang. Kesaksian palsu termasuk ke dalam fitnah dan tentu dosanya sangat besar.

    Dosa fitnah tercantum dalam surah Al Buruj ayat 10,

    إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam, dan bagi mereka azab neraka yang membakar.”

    Kumpulan Doa agar Dijauhkan dari Fitnah Dunia dan Akhirat

    Mengutip buku Kumpulan Doa-Doa Langit karya Rudiyanto dan buku Setapak Akhir Zaman susunan Thoriq Aziz Jayana, berikut sejumlah doa yang dapat dilafalkan agar dijauhkan dari fitnah.

    1. Doa Dijauhkan dari Fitnah Versi Pertama

    doa dijauhkan dari fitnahDoa dijauhkan dari fitnah

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabi jahannama wa min ‘adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal

    Artinya: “Wahai Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan-Mu dari siksa neraka jahanam, qubur, fitnah mati, hidup, dan masiihiddajjal (syetan yang menginjak bumi dan banyak bohongnya)”

    2. Doa Dijauhkan dari Fitnah Versi Kedua

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

    Arab latin: Hasbunallah wa ni’mal wakil. Ni’mal maula wa ni’man nasir

    Artinya: “Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.”

    3. Doa Dijauhkan dari Fitnah Versi Ketiga

    اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗقَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ

    Arab latin: Amman yujiibu mudhtharra idzaa da’aahu wayaksyifussuu-a wayaj’alukum khulafaa-al ardhi ailahun ma’allahi qoliilan maa tadzakkaruun(a) “a wayaj alukum khulafaa-al ardhi ailahun ma’allahi qoliilan maa tadzakkaruun(a)

    Artinya: “Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Allahumma Antassalam Lengkap Beserta Keutamaannya


    Jakarta

    Manusia tak akan pernah luput dari kesalahan. Maka dari itu, Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu dzikir dan memohon ampun pada-Nya salah satunya dengan mengucap bacaan allahumma antassalam.

    Perintah Allah SWT tersebut termaktub dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an, salah satunya surah Hud ayat 3,

    وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ ٣


    Artinya: “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).”

    Dari banyaknya bacaan dzikir, Allahumma antassalam adalah salah satu bacaan dzikir yang dibaca setelah salat. Bacaan dzikir tersebut merupakan bacaan yang bersumber dari Rasulullah SAW.

    Allah SWT juga menganjurkan hamba-Nya untuk berdzikir setelah salat. Anjuran tersebut termaktub dalam surah An-Nisa ayat 103,

    فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا ١٠٣

    Artinya: “Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.”

    Seorang muslim akan mendapatkan keutamaan yang mulia dengan membaca dzikir allahumma antassalam. Begini bacaan allahumma antassalam lengkap dengan keutamaan dan waktu membacanya.

    Bacaan Allahumma Antassalam Lengkap

    اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

    Bacaan latin: Allahumma antassalam wa minkas salam tabarakta ya dzaljala li wal ikram

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Dzat yang memberi keselamatan. Dari-Mu keselamatan (bersumber). Engkau Maha Agung, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim dan lainnya)

    Bacaan allahumma antassalam tersebut termuat dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq.

    Waktu Membaca Allahumma Antassalam

    Mengutip dari sumber buku sebelumnya, bacaan allahumma antassalam adalah bacaan yang bersumber dari Rasulullah SAW. Bacaan tersebut disunnahkan untuk dibaca setelah salam.

    Dari Tsauban RA berkata, “Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam jika selesai salat mengucap ‘Astaghfirullah’ tiga kali, kemudian mengucap ‘Allahumma antassalam wa minkassalam tabarakta ya dzaljalali wal ikram.’” (HR Muslim)

    Keutamaan Membaca Allahumma Antassalam

    Seorang muslim yang membaca dzikir allahumma antassalam akan mendapatkan keutamaan yang istimewa. Dikutip dari buku Berdzikirlah! Pasti Hatimu Akan Tenang karya Nurul Qamariyah, beberapa keutamaan membaca allahumma antassalam yaitu:

    • Menuntun seseorang pada ketenangan sekaligus kemantapan hati dalam menjalin hubungan kerja.

    Caranya yaitu membaca dzikir allahumma antassalam setelah melaksanakan salat hajat atau salat tahajud minimal 99 kali. Setelah itu di akhiri dengan doa, memohon agar hati menjadi tenang, serta selalu diberi petunjuk dalam memilih partner kerja yang baik.

    • Akan dijauhkan dari perbuatan jahat.
    • Meyakini bahwa Allah SWT satu-satunya yang berhak menyandang ‘As-Salam’.
    • Setelah membaca dzikir allahumma antassalam secara konsisten, dampaknya akan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang bisnis atau pekerjaan.

    Insya Allah.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sehabis Wudhu: Arab, latin dan Terjemahan


    Jakarta

    Umat Islam dianjurkan untuk berdoa sehabis wudhu. Hal ini sebagai bentuk sempurna usai melakukan penyucian.

    Dalam kitab “at-Targib wat-Tarhib,” dijelaskan bahwa setelah berwudhu, seseorang hendaknya berdoa dengan posisi tangan diangkat dan menghadap kiblat. Kemudian wajah dianjurkan untuk mengarah ke langit.

    Menukil buku “Gantung Wudhu” yang ditulis oleh Dr. dr. H. Sagiran, Sp.B, doa yang diucapkan setelah wudhu memiliki makna yang sangat penting. Dalam doa tersebut, kita memohon kepada Allah SWT agar wudhu menjadi sarana untuk meningkatkan ibadah kita dan menjadikan kita lebih bersih, baik secara fisik maupun batin.


    Anjuran untuk berdoa sehabis wudhu berlandasan hadis Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam sebagai berikut:

    مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

    Artinya: “Barangsiapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.’ Maka dibukalah delapan pintu surga untuknya yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau.” (HR. Tirmidzi; hadits shahih)

    Doa Setelah Wudhu dan Artinya

    Ada beberapa jenis doa sehabis wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah. Dari yang versi pendek hingga panjang.

    Mengutip beberapa sumber, berikut doa sehabis wudhu yang bisa diamalkan.

    Doa Sehabis Wudhu 1

    Doa sehabis wudhu yang pertama diambil dari buku Kumpulan Do’a Sehari-Hari yang diterbitkan oleh Kemenag. Berikut doanya.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدُا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ وَاجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan Latin: Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluh. Allaahummaj’alni minat-tawwabina waj’alni minal mutathahirin, waj’alni min ‘ibadikas-sholihin.

    Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.

    Doa Sehabis Wudhu 2

    Merujuk kepada buku “Tuntunan Doa & Zikir untuk Berbagai Situasi & Kebutuhan” karya Ali Akbar bin Aqil, berikut adalah doa setelah wudhu yang kedua.

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Bacaan latin: Asyhaduanla ilaha illallaah wahdahu la syariikalahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu, allaahummaj’alni minat-tawwaabina, waj’alni minal mutathahhirina, subhanakallahumma wa bihamdika, asyhaduanla ilahailla anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu. Aku juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai salah seorang yang bertaubat dan yang menjalani penyucian diri. Engkau Maha Suci, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu.”

    Doa Sehabis Wudhu 3

    Berikut doa sehabis wudhu ketiga yang dinukil dari kitab “Targib war Tarhib”.

    أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّااللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِ كَ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ عَمِلْتُ سُوْءًاوَظَلَمْتُ نَفْسِى أَسْتَغْفِرُكَ اللَّهُمَّ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ فَاغْفِرْلِى وَتُبْ عَلَىَّ اِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ .اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ وَاجْعَلْنِى عَبْدًا صَبُوْرًاشَكُوْرًاوَاجْعَلْنِى أَذْكُرُكَ كَثِيْرًاوَأُسَبِّحُكَ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا.

    Bacaan latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuluhu. Subhanaka allahumma wabihamdika la ilaha illa anta ‘amiltu suan wadzolamtu nafsi astaghfiruka. Allahumma wa atubu ilaika faghfirli watub ‘alayya innaka antat-tawwabur-rohiimi. Allahummaj ‘alni minat-tawwabina waj’alni minal mutatohirina waj ‘alni min ‘ibaadikas-sholihin waj’alni ‘abdan shoburon syakuron waj’alni adzkuruka katsiron wa asabihuka bukrotan waashila.

    Artinya: Aku bersaksi tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Aku bersaksi sesungguhnya nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Aku telah melakukan kejahatan dan telah menganiaya diri, maka Aku memohon ampunan-Mu dan Aku kembali bertobat kepada-Mu. Maka ampunilah dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau adalah Zat yang banyak menerima tobat lagi Penyayang. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang mensucikan diri. Jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang saleh, jadikanlah aku hamba yang banyak kesabaran(nya) lagi banyak kesyukuran(nya), jadikanlah aku orang yang banyak ingat kepada-Mu dan selalu menyucikan-Mu pagi dan petang.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Sakit Perempuan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Mendoakan orang yang sakit termasuk ke dalam anjuran Nabi Muhammad SAW. Doa untuk orang sakit perempuan dapat disimak dalam artikel berikut.

    Sakit merupakan satu dari sekian banyak ujian yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya. Dikutip dari buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian susunan Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang sakit merupakan hak sesama muslim.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

    Doa untuk Orang Sakit Perempuan

    Dijelaskan dalam buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, doa untuk orang sakit perempuan ialah Syafakillah. Apabila diucapkan untuk laki-laki, maka berubah menjadi Syafakallah.

    Arti dari doa tersebut ialah “Semoga Allah menyembuhkanmu,”. Selain Syafakillah, ada juga Syafahallah dan Syafahannallah yang digunakan untuk orang sakit perempuan. Perbedaannya terletak pada cara penggunaan dan orang yang dituju.

    Dalam tatanan bahasa Arab, Syafakillah diucapkan ketika yang sedang sakit berjenis kelamin perempuan dan dilafalkan langsung kepada orang yang sakit. Sementara itu, Syafahallah digunakan untuk orang ketiga perempuan dan Syafahannallah untuk orang ketiga lebih dari satu perempuan.

    Alangkah lebih baiknya apabila ucapan doa untuk orang sakit perempuan ditambahkan menjadi seperti ini,

    شفاك الله لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Arab latin: Syafakillah laa basa thogur insyaAllah

    Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan). Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini membuat dosamu bersih.”

    Mengutip buku Al-Adzkar atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, disebutkan beberapa doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Salah satunya berbunyi sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

    Arab latin: “Allaahuma rabbin naas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

    Keutamaan Orang yang Sakit

    Mengutip buku Sakit Menguatkan Iman yang disusun oleh Prof KH Alie Yafei dkk, disebutkan bahwa sakitnya seorang muslim yang beriman dapat membawa beberapa keutamaan, antara lain sebagai berikut:

    1. Doanya Mustajab

    Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika kamu datang mengunjungi si sakit, maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat (yakni besar kemungkinan dikabulkan).” (HR Ibnu Majah)

    2. Dijadikan Penduduk Surga

    Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Atha bin Ribah bahwa Ibnu Abbas bertanya kepadanya:

    “Inginkah kamu melihat wanita penduduk surga?” Jawabku, “Tentu saja.”

    Kata Ibnu Abbas, “Nah wanita hitam itu, ia pernah datang mengadu kepada Nabi SAW, “Saya ini sering jatuh pingsan dan terbuka aibku, maka doakanlah untukku agar Allah menyembuhkanku.” Ujar Nabi SAW, Jika kamu mau, kamu terima itu dengan sabar, dan sebagai ganjarannya kamu mendapat surga. Atau kalau tidak, saya doakan agar Allah menyembuhkanmu.

    Ujar wanita itu, ‘Saya akan bersabar, tetapi saya sering terbuka aib saya kalau pingsan, maka doakanlah untukku agar aibku tidak tersingkap.’ Lalu Nabi mendoakan untuknya.”

    3. Dicatat Kebaikan Pahala Saat Sedang Sakit

    Firman Allah SWT kepada para malaikat dalam hadits Qudsi:

    “Jika Aku menguji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, maka berilah dia pahala sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan kepadanya.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    Demikian doa untuk orang sakit perempuan yang dapat dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com