Tag: doa

  • Kumpulan Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Doa melancarkan rezeki dan usaha dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Rezeki sendiri merupakan salah satu ketetapan Allah SWT bagi hamba-Nya.

    Setiap manusia tentu ingin memiliki rezeki yang baik dan berasal dari sumber halal. Hal ini dimaksudkan agar rezeki yang didapat membawa keberkahan.

    Allah SWT berfirman dalam surah Saba ayat 36,


    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

    Rasulullah SAW juga pernah bersabda dalam sebuah hadits terkait rezeki yang telah dijamin oleh Allah SWT,

    “Andai kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Pada pagi hari, ia pergi dengan perut kosong, dan pada sore hari ia pulang dengan perut kenyang.” (HR Tirmidzi dan Hakim)

    Dijelaskan dalam buku Mengetuk Pintu Rezeki susunan Irwan Kurniawan, rezeki terbagi ke dalam dua jenis yaitu rezeki lahiriah dan batiniah. Rezeki lahiriah berhubungan dengan badan atau berupa materi seperti kesehatan. Sementara itu, rezeki batiniah erat kaitannya dengan hati, seperti rasa bahagia dan ilmu pengetahuan.

    Kumpulan Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha

    Mengutip buku 99 Doa untuk Bisnis Lancar Rezeki Berlimpah susunan Abdurrahim Hamdi, Kitab Doa Mustajab Terlengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemahnya karya Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf dan arsip detikHikmah, berikut sejumlah doa yang dapat dibaca untuk melancarkan rezeki dan usaha.

    1. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Pertama

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairita’abin wala masyaqqatin walaa dhoirin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai in qadiir.”

    Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan, sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.”

    2. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيْمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri, wal ‘aziimata ‘alar rusydi, wa as-aluka syukra ni’matik, wa as-aluka husna ‘ibaadatik, wa as-aluka qalban saliiman, wa as-aluka lisaanan shaadiqa, wa as-aluka min khairi maa ta’lam, wa astaghfiruka lima ta’lamu innaka anta ‘allamul ghuyuub.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi permasalahan dan memohon agar Engkau berkenan memberikan petunjuk. Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar giat beribadah kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui. Aku juga memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui, karena Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad)

    3. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Ketiga

    اَللَّهُمَّاِنِّيأَسْئَلُكَأَنْتَرْزُقَنَىرِزْقًاحَلَالًاوَاسِعًاطَيِّبًامِنْغَيْرِتَعْبٍوَلَامَشَقَّةٍوَلَاضَيْرٍوَلَانَصَبٍاِنَّكَ عَلَىكُلِّشَيْءٍقَدِيْرٌ

    Arab latin: Allaahumma inni as-asluka antarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً

    Arab latin: Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR Ibnu Majah)

    5. Doa Melancarkan Rezeki dan Usaha Versi Kelima

    اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

    Arab latin: Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

    Artinya: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

    Demikian kumpulan doa melancarkan rezeki dan usaha. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Yahdikumullah Wa Yuslihu Balakum, Cara Menjawab dan Mendoakan Orang Bersin



    Jakarta

    Bacaan yahdikumullah wa yuslihu balakum adalah balasan untuk menjawab orang yang mendoakan orang bersin. Bersin adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah SWT.

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهُ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُوْلُ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ، وَأَمَّا التَّتَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ


    Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai bersin dan membenci menguap, jika salah seorang dari kalian bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka hak setiap Muslim yang mendengarnya mengucapkan untuknya (يَرْحَمَكَ الله ) semoga Allah merahmatimu. Adapun menguap, itu adalah dari syetan. Jika salah seorang dari kalian menguap, maka tahanlah semampunya…” (HR Al-Bukhari)

    Terdapat ucapan doa jika ada orang yang mendoakan kita ketika bersin, yaitu yahdikumullah wa yuslihu balakum. Lantas, apa arti yahdikumullah wa yuslihu balakum? Berikut jawabannya beserta adab ketika bersin.

    Bacaan Yahdikumullah wa Yuslihu Balakum

    Mengutip buku Kumpulan Doa Makbul oleh Neni Nuraeni, berikut bacaan dan arti yahdikumullah wa yuslihu balakum,

    يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

    Bacaan latin: Yahdikumullah wa yuslihu balakum

    Artinya: “Semoga Allah memberimu hidayah dan memperbaiki keadaanmu.” (HR Bukhari)

    Adab Ketika Bersin

    Terdapat adab ketika bersin yang harus diperhatikan oleh setiap musim. Merujuk pada buku Ringkasan Kitab Adab oleh Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, berikut beberapa adab ketika bersin:

    1. Mendoakan orang yang bersin

    Islam mensyariatkan umatnya untuk berdoa setelah bersin dengan memuji Allah SWT. Sebab dengan bersin, umat Islam diberikan rahmat dan meminta hidayah dan kebaikan urusan kepada Allah SWT. Mendoakan orang yang bersin merupakan fardhu kifayah. Jika sebagian orang sudah melakukannya, maka kewajiban yang lain gugur.

    Dari Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Nabi SAW memerintahkan kami untuk melaksanakan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara,” beliau lalu menyebutkan, “menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang yang bersin, menjawab salam, menolong orang yang dizhalimi, memenuhi undangan, dan menunaikan sumpah.” (HR Bukhari dan lainnya)

    2. Mendoakan orang yang bersin ketika mendengar yang bersin itu mengucapkan alhamdulillah

    Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, dia berkata, “Dua orang lelaki bersin di hadapan Rasulullah SAW, maka salah satu dari keduanya didoakan oleh Rasulullah dan satu lagi tidak. Laki-laki itu berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW engkau mendoakan dia dan tidak mendoakan aku?’ Beliau menjawab, ‘Dia mengucapkan alhamdulillah, sedangkan engkau tidak’.” (HR Bukhari dan lainnya)

    3. Disunnahkan membaca alhamdulillah atau alhamdulillah ala kulli hal

    Sesuai dengan hadits Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bersin, ucapkanlah: alhamdulillah.”

    Diriwayatkan oleh Abu Dawud berbunyi, “Maka ucapkanlah: alhamdulillah ala kulli hal (pada segala keadaan).” (HR Bukhari dan lainnya)

    4. Disunnahkan bagi orang yang mendengar doa orang yang bersin untuk membaca yarhamukallah

    Sesuai dengan hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bersin, maka ucapkanlah alhamdulillah, dan teman atau saudaranya hendaklah mengucapkan untuknya yarhamukallah

    Setelah di doakan oleh orang lain, bagi yang bersin disunnahkan mengucapakan yahdikumullah wa yuslihu balakum atau mengucapkan yarhamunallah wa ‘iyyakum wa yaghfirulanaa wa lakum

    5. Di anjurkan merendahkan suara bersin

    Kebanyakan orang yang bersin biasanya mengeluarkan suara keras yang mengganggu dan mengagetkan. Maka di anjurkan untuk merendahkan suaranya dengan meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya.

    6. Mendoakan orang yang bersin cukup untuk tiga kali bersin, lebih dari itu, maka bersin itu adalah flu

    Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Doakanlah saudaramu tiga kali bersin, bila lebih dari itu, maka dia sedang sakit flu.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pelaris Dagangan agar Ramai dan Berkah, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Berdagang adalah salah satu pekerjaan yang digeluti oleh manusia, termasuk umat Islam. Bahkan, Nabi Muhammad SAW terkenal sebagai pedagang yang ramah sekaligus jujur hingga menyandang gelar Al Amin.

    Agar dagangan yang dijajakan laris, sudah sepatutnya kaum muslimin berdoa kepada Allah SWT. Jadi, tidak hanya berusaha melainkan juga memohon kepada Allah yang Maha Menentukan.

    Doa pelaris dagangan dipanjatkan agar kita paham bahwa sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan dan perlu bantuan Sang Khalik. Doa juga harus diiringi dengan perbuatan baik selama berdagang, seperti jujur, amanah, dan semacamnya.


    Berikut berbagai versi doa pelaris dagangan yang dapat diamalkan oleh para pedagang muslim seperti dikutip dari buku 99 Doa untuk Bisnis Lancar Rezeki Berlimpah karya Abdurrahim Hamdi dan Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah tulisan Abdullah Zaedan.

    Kumpulan Doa Pelaris Dagangan

    1. Doa Pelaris Dagangan Versi Pertama

    Doa pelaris dagangan versi pertama tercantum dalam Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 114,

    قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab latin: Qala ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

    Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan, turunkanlah kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami, maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

    2. Doa Pelaris Dagangan Versi Kedua

    اللهم اني أسْأَلُكَ صِحَةٌ فِي إِيْمَانِ وَإِيْمَانَا فِي حُسْنِ خُلُقٍ وَنَحَاحًا يَتْبَعُهُ فَلَاح وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَعَافِيَةٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنْكَ وَرِضْوَانًا

    Arab latin: Alloohumma innii as-aluka shihhatan fii iimaanin wa iimaanan fii husni khulukin wa najaahan yatba-‘uhu falaahun warohmatan minka wa-‘aafiyatan wa maghfirotan minka wa ridhwaanan

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kemurnian iman dan akhlak terpuji, serta kesuksesan yang disertai keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan, pengampunan, dan keridhaan dari-Mu.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    3. Doa Pelaris Dagangan Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَامَشَقَّةٍ وَلَاضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab latin: “Allaahumma inni as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai`in qadiir”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki untukku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa Pelaris Dagangan Versi Keempat

    اللهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُودُ يَاجَوَّادُ يَا بَاسِطُ يَا كَرِيْمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطَّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلِيمُ يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ يَا رَحْمَنُ يَارَحِيْمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَ الجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَاحَنَّانُ يَامَنَّانُ انْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab latin: Allaahumma yaa ahadu yaa waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu yaa wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa ‘aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii’us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati khairin tughninii ‘amman siwaaka.

    Artinya: “”Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha pemurah, wahai Dzat yang Maha pembagi, wahai Dzat yang Mahamulia, wahai Dzat yang Maha pemberi, wahai Dzat yang memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Mahakaya, wahai Dzat yang Maha pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha mengetahui, ‘wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang Maha pengasih, wahai Dzat yang Maha penyayang, wahai Dzat yang Maha pemberi anugerah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapa pun selain Engkau.”

    Demikian doa penglaris dagangan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Jangan lupa dibaca ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya


    Jakarta

    Ketika selesai mengerjakan sholat, seorang muslim diperintahkan untuk memanjatkan doa dan permintaan kepada Allah SWT, termasuk ketika selesai sholat Dhuha. Bagaimanakah doa sholat Dhuha lengkap? Berikut ulasannya.

    Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dilaksanakan pada waktu dhuha, yaitu mulai dari nampaknya matahari kurang lebih antara jam tujuh pagi, sampai bergesernya matahari (masuk waktu Zuhur).

    Pengertian sholat Dhuha ini sebagaimana dijelaskan di buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap oleh Cepi Burhanudin.


    Sholat Dhuha bisa dilakukan sebanyak dua rakaat, utamanya delapan rakaat, sampai dengan dua belas rakaat. Cara mengerjakannya adalah dengan salam setiap dua rakaat.

    Disebutkan dalam buku tersebut, sholat Dhuha memiliki wasilah sebagai penambah rezeki dan menghilangkan kefakiran dari diri seorang muslim.

    Lantas, apa yang dibaca pada saat sholat Dhuha?

    Doa Sholat Dhuha Lengkap dan Bacaan Surat Pendeknya

    Bacaan Sholat Dhuha Lengkap dengan surat pendek yang bisa dipanjatkan ketika sholat.

    1. Rakaat Pertama

    Surah Al Fatihah ayat 1-7, yang berbunyi:

    (1) بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    (2) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan) semesta alam

    (3) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

    Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

    (4) مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

    Artinya: Pemilik hari Pembalasan.

    (5) اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

    Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

    (6) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

    Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

    (7) صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

    Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

    Surah Asy-Syams ayat 1-15 yang berbunyi,

    (1) وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ

    Artinya: Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),

    (2) وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَاۖ

    Artinya: demi bulan saat mengiringinya,

    (3) وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَاۖ

    Artinya: demi siang saat menampakkannya,

    (4) وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَاۖ

    Artinya: demi malam saat menutupinya (gelap gulita),

    (5) وَالسَّمَاۤءِ وَمَا بَنٰىهَاۖ

    Artinya: demi langit serta pembuatannya,

    (6) وَالْاَرْضِ وَمَا طَحٰىهَاۖ

    Artinya: demi bumi serta penghamparannya,

    (7) وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ

    Artinya: dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,

    (8) فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

    Artinya: lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

    (9) قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ

    Artinya: sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)

    (10) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ

    Artinya: dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.

    (11) كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ ۖ

    Artinya: (Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas

    (12) اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَاۖ

    Artinya: ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah).

    (13) فَقَالَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقْيٰهَاۗ

    Artinya: Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya.”

    (14) فَكَذَّبُوْهُ فَعَقَرُوْهَاۖ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْۢبِهِمْ فَسَوّٰىهَاۖ

    Artinya: Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah).

    (15) وَلَا يَخَافُ عُقْبٰهَا ࣖ

    Artinya: Dia tidak takut terhadap akibatnya.

    2. Rakaat Kedua

    Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Ad-Dhuha ayat 1-11, yang berbunyi

    (1) وَالضُّحٰىۙ

    Artinya: Demi waktu duha

    (2) وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

    Artinya: dan demi waktu malam apabila telah sunyi,

    (3) مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

    Artinya: Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.

    (4) وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ

    Artinya: Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

    (5) وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ

    Artinya: Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.

    (6) اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

    Artinya: Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);

    (7) وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ

    Artinya: mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);

    (8) وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ

    Artinya: dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?

    (9) فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ

    Artinya: Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

    (10) وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ

    Artinya: Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.

    (11) وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ

    Artinya: Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).

    3. Rakaat Ketiga

    Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Ikhlas ayat 1-4, yang berbunyi,

    (1) قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.

    (2) اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

    Artinya: Allah tempat meminta segala sesuatu.

    (3) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

    Artinya: Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

    (4) وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ

    Artinya: serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

    4. Rakaat Keempat

    Setelah membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Kafirun ayat 1-6, yang berbunyi,

    (1) قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir,

    (2) لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ

    Artinya: aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

    (3) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ

    Artinya: Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah.

    (4وَ0 لَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ

    Artinya: Aku juga tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

    (5) وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ

    Artinya: Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.

    (6) لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

    Artinya: Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

    Meski demikian, apabila seorang muslim hendak mengucapkan surah lain yang ada pada Al-Qur’an juga tetap diperbolehkan. Sebab semua surah yang ada di Al-Qur’an sama baiknya dengan surah-surah yang sudah disebutkan di atas.

    Doa Sholat Dhuha Lengkap

    Doa sholat Dhuha lengkap dianjurkan untuk dibaca setelah melakukan sholat tersebut. Menukil dari buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah: Prayer & Zikir Complete Sunnah. Doa tersebut berbunyi:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab-latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.

    Ya Allah, jika rezeki masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh,”

    Selain mengucapkan doa ini, seorang muslim diperbolehkan untuk mengucapkan doa apa saja sesuai yang ia kehendaki. Allah SWT pasti akan mendengar permintaan dan permohonan orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Nya.

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir setelah Sholat Taubat Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Setelah melakukan sholat taubat, seorang muslim diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk berdzikir kepada Allah SWT. Seperti apa dzikir setelah sholat taubat tersebut?

    Suatu kesalahan atau dosa besar maupun kecil, harus ditebus dengan cara memohon ampun kepada Allah SWT dan bertaubat. Selebihnya, seorang muslim dianjurkan untuk mendirikan sholat dua rakaat dan berdzikir setelahnya.

    Sholat yang dilakukan seorang muslim jika ingin bertaubat atas kesalahan yang pernah ia lakukan disebut dengan sholat taubat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Yakinlah, Dosamu Pasti Diampuni karya Zainul Hadi.


    Sholat taubat bisa dilakukan kapan saja, kecuali waktu-waktu yang dilarang untuk sholat. Jumlah rakaat yang disunahkan adalah sebanyak dua rakaat. Sholat ini dituntunkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana sabdanya yang berbunyi,

    “Tidak ada seorang hamba yang berbuat suatu dosa, kemudian membaguskan wudhunya, lalu berdiri sholat dua rakaat, kemudian beristighfar (memohon ampun) kepada Allah, kecuali Allah pasti mengampuninya.”

    Kemudian, Rasulullah SAW membaca surah Ali-Imran ayat 135 yang berbunyi,

    وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ١٣٥

    Artinya: Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).” (HR Abu Dawud)

    Lalu bagaimana bacaan dzikir setelah sholat taubat yang sesuai dengan tuntunan?

    Dzikir setelah Sholat Taubat

    Di dalam buku Ebook 10 Dosa Besar (Series): Jilid IV: Tuntunan Hijrah dan Taubatan Nasuuha karya Hamba Allah (Dosa Besar), disebutkan bahwa dalam mengerjakan sholat taubat tidak ada bacaan khusus, melainkan seperti mengerjakan sholat dua rakaat pada umumnya.

    Selain itu, setelah melakukan sholat taubat juga tidak ada bacaan istighfar khusus untuk sholat taubat. Namun, bisa diperbanyak istighfar dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

    Berikut adalah bacaan istighfar lengkap dengan Arab, latin, dan artinya.

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab-latin: Astaghfirullaahal’adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih

    Artinya: “Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya,”

    Kemudian, dianjurkan juga membaca doa setelah sholat taubat yang berbunyi:

    اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

    Arab-latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana’abduka wa ana’alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu. abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

    Artinya: “Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Rezeki, Baca di Hari Jumat agar Terkabul


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dilafalkan untuk memohon rezeki yang halal dan berkah. Doa memohon rezeki ini bisa dibaca hari Jumat, hari yang mustajab untuk berdoa.

    Rezeki setiap makhluk memang telah diatur dengan sebaik-baiknya oleh Allah SWT, namun manusia juga perlu berusaha, berdoa dan bertawakal. Berdoa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat muslim.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebaik-baiknya, maka Allah akan memberikan rezeki sebagaimana Dia berikan kepada burung. Ia keluar pada waktu pagi dalam keadaan perut yang kosong dan pulang petang dengan perut kenyang.” (HR. Ahmad).


    Allah SWT bahkan berjanji akan memberikan rezeki berlimpah kepada hamba-hamba-Nya yang berusaha dan selalu bersyukur. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 7:

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

    Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

    Hari Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Di hari ini terdapat waktu mustajab untuk berdoa.

    Mengutip buku Kajian Magnet Rezeki oleh Nasrullah Adi Gunawan dijelaskan bahwa Allah SWT adalah Maha Pemberi Rezeki sehingga kita juga mengenalnya sebagai Raza al Quini, Yang Maha Pemberi Rezeki, Yang Maha Kaya, dan Yang Maha Memberikan Kekayaan.

    Dalam Surat Al-Jumu’ah Ayat 11, Allah SWT berfirman

    وَإِذَا رَأَوْا۟ تِجَٰرَةً أَوْ لَهْوًا ٱنفَضُّوٓا۟ إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَآئِمًا ۚ قُلْ مَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ مِّنَ ٱللَّهْوِ وَمِنَ ٱلتِّجَٰرَةِ ۚ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

    Artinya: Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.

    Doa Memohon Rezeki di Hari Jumat

    Dalam buku Agar Hidup Selalu Berkah karya Habib Syarief Muhammad Alaydrus disebutkan beberapa bacaan doa yang bisa dilafalkan di hari Jumat.

    أدام الله لكم بركة الجمعة دهوراً، وألبسكم من تقواه نوراً، جمعة مباركة

    Arab latin: Adamallahu lakum barakatal Jumat duhuran, wa albasakum min taqwahu nuron, jumatan mubarakah

    Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kalimat pada hari Jumat ini, serta Allah mengenakan cahaya dari kesalehan hari ini, Jumat yang diberkahi,”

    Selanjutnya doa agar diberikan keberkahan rezeki serta terhindar dari siksa kubur.

    الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma barik lana fi ma razaqtana wa qina adza bannar.

    Artinya: “Ya Allah, berikan kami berkah pada rezeki yang telah Engkau berikan dan peliharalah kamu dari siksa neraka,”

    Doa mengharapkan rezeki halal dan berkah di hari Jumat

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Arab latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

    Selain membaca doa tersebut, seorang muslim juga dianjurkan melakukan amalan lain di hari Jumat seperti sholat Jumat bagi laki-laki, memperbanyak sholawat dan dzikir serta melakukan sedekah.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa yang Dibaca Sebelum Yasinan: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Sebelum membaca surat Yasin, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu. Doa tersebut dilakukan dengan cara tawasul kepada orang-orang soleh.

    Mengacu pada buku “Tiga Permata Agama: Kajian Ushul dan Furu Surat Al Fatihah Edisi Terbaru” karya Dian Erwanto, tawasul dijelaskan sebagai metode untuk berdoa dan membuka pintu-pintu yang mengarah kepada Allah. Di mana yang menjadi tujuan adalah hanya Allah, dan orang yang dijadikan perantara dalam tawasul bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

    Tawasul menjadi suatu cara untuk berdoa kepada Allah dengan melibatkan perantara orang yang dicintai oleh Allah. Contohnya seperti Nabi, wali, atau tokoh agama, tetapi dengan tetap mengharapkan pertolongan hanya dari Allah semata.


    Berikut doa-doa sebelum yanisan yang bisa dipanjatkan oleh umat Islam.

    Doa Sebelum Yasinan 1

    اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Bacaan latin: Ila hadrotin-nabiy-yi shalallahu a’laihi wa sallam wa alihi wa ikhwanihi minal anbiya-i wal mursalina wal awliya-i wasy-syuhada-i wash-sholihin wash-shohabati wattabi’ina wal ulama-il a’milina wal mushonnifinil mukhlishina wa jami’il malaikatil muqor-robin, tsum-ma ila jami’i ahlilkuburi minal muslimina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ila maghari biha barriha wa bahriha khususon ila abaina wa ummahatina wa ajda dina wa jaddatina wa masya yikhina wa masyayikhi masya yikhina wa asa tidzatina wa asa tidzati asatidzatina wa liman ahsana ilaina wa limaj tama’na huhuna bisababihi syay-un lillahi lahum, al-fatihah..

    Artinya: “Untuk Nabi Muhammad SAW yang terhormat, seluruh keluarga, dan saudara-saudaranya dari kalangan nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi’in, ulama yang amalannya terpercaya, ulama penulis yang ikhlas, serta seluruh malaikat Muqarrabin. Serta untuk semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut maupun di darat, khususnya untuk bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, kakek-kakek kami, nenek-nenek kami, guru-guru kami, pengajar-pengajar dari guru-guru kami, ustadz-ustadz kami, pengajar-pengajar dari ustadz-ustadz kami, dan kepada semua yang telah berbuat baik kepada kami dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah, dan pahalanya kami dedikasikan untuk mereka semua. Al-Fatihah…

    Doa Sebelum Yasinan 2

    ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا اَلْفَاتِحَة……………….. (Nama arwah yang dikirimi hadiah tahlil)

    Bacaan latin: Tsumma ilaa jamii’i ahlil kuburi minal muslimiina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ilaa maghari biha barrihaa wa bahri ha khushuu shon abaa anaa wa ummahaa tinaa wa ajdaa danaa wa jaddaa tina wa masyaa yikhana wa masyaa yikha masyaa yikhinaa wa limanij tama’naa hahunaa bisababihi wa khushuson … (sebutkan nama orang yang dituju) Al-Fatihah

    Artinya: Selanjutnya, kepada semua ahli kubur dari kalangan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Dan kepada kaum mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang tersebar dari wilayah timur hingga barat, baik di darat maupun di laut. Khususnya, doa ini kami tujukan untuk bapak-bapak kami, para ibu kami, nenek-nenek kami baik yang laki-laki maupun perempuan, juga untuk para guru besar kami dan para guru besar mereka, guru-guru kami, para gurunya guru kami, serta kepada semua yang telah menyebabkan kami berkumpul di sini. Dan khususnya untuk arwah …(sebutkan nama si mayit)… Al-Fatihah.

    Doa Sebelum Yasinan 3

    ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَة

    Bacaan latin: Tsumma ilaa hadrati ikhwaa nihi minal anbiyaa-i wal mursalin wal awliya-i wasy-syuhadaa-i wash-sholihina wash-shohabati wattaa bi’ina wal ‘ulamaa-i wal mushonnifina wa jami’il malaa ikatil muqorrobin khushuson sayyidnaa assyaikhi i’bdilqodir aljailani radhiyallahu ‘anhu Al-Fatihah…

    Artinya: Selanjutnya, kami berdoa untuk seluruh sahabat dan keluarga Nabi, para wali, syuhada, orang-orang sholeh, sahabat-sahabat Nabi dan generasi sesudahnya, para ulama, pengarang-pengarang yang ikhlas, serta para malaikat yang selalu mendekat kepada Allah. Dan yang terutama, kami menghaturkan doa Al-Fatihah untuk penghulu kami, Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Al-Fatihah…

    Doa Sebelum Yasinan 4

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Bacaan latin: Bismilla hirrahmaa nirrahim ilaa hadrotinnabiyyi shalallahu ‘alaihi wa sallama wa alihi wa shohbihi syai-un lillahi lahumul fatihah

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Nabi Muhammad SAW, seluruh keluarganya, dan para sahabatnya. Doa ini kami persembahkan kepada Allah, dan pahalanya kami dedikasikan untuk mereka semua.”

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Dzikir Petang Sesuai Sunnah, Bisa Diamalkan Tiap Hari


    Jakarta

    Ada beragam versi dzikir petang sesuai sunnah yang dapat diamalkan muslim. Dzikir tersebut mengandung keutamaan bagi yang mengamalkannya.

    Perintah berdzikir pada waktu petang sudah dijelaskan dalam surah Al Ahzab ayat 41-42 yang berbunyi,

    (41) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
    (42) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا


    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.”

    Selain itu, keutamaan dzikir pada waktu petang maupun pagi juga disinggung dalam surah Al Mu’min ayat 55,

    فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

    Artinya: “Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”

    Berikut beberapa dzikir yang bisa diamalkan tiap petang sebagaimana dikutip dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Petang yang ditulis oleh Ustad Abdul Wahhab.

    5 Bacaan Dzikir Petang Sesuai Sunnah

    1. Dzikir Petang Versi Pertama

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab-latin: Allaahumma anta rabbii la ilaaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzubika min syarri ma shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang ku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (HR Bukhari)

    Dzikir petang di atas disebut juga dengan Sayyidul Istighfar. Rasulullah SAW mengatakan siapa saja yang membaca Sayyidul Istighfar ini di waktu petang, maka ia akan masuk surga. Begitu pula ketika ia membacanya di pagi hari.

    2. Dzikir Petang Versi Kedua

    اللهم بك أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْنَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.

    Arab-latin: Allaahumma bika ashbahnaa, wabika amsainaa, wabika nahnaa, wabika namuutu wa-ilaikal mashiir.

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali.”

    3. Dzikir Petang Versi Ketiga

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ.

    Arab-latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    4. Dzikir Petang Versi Keempat

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab-latin: Allaahumma ‘aafinii fii badani, allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, allaahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqri, wa a’uudzubika min ‘adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah, selamatkan penglihatanku. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa’i)

    5. Dzikir Petang Versi Kelima

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Arab-latin: A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala kejahatan mahluk yang diciptakan-Nya.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sebelum Ujian, Yuk Baca agar Lancar dan Diberi Kemudahan!



    Jakarta

    Doa sebelum ujian bisa dibaca dengan tujuan memohon kemudahan dari Allah SWT sehingga dapat mengerjakan ujian dengan lancar. Doa ini juga menjadi salah satu tanda seorang muslim beriman yang selalu mengingat dan melibatkan Allah SWT.

    Dengan bertawakal maka perasaan hati akan merasa lebih tenang sehingga bisa mengerjakan ujian dengan lancar. Doa juga menjadi cara untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT.

    Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa setiap hamba-Nya yang meminta permohonan. Hal ini tegas tercatat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah Ayat 186


    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
    Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

    Seraya berdoa, tanamkan dalam hati bahwa pertolongan Allah SWT sangat dekat. Rezeki dan pertolongan yang diberikan juga bisa berupa banyak hal dan bisa datang dari arah yang tak diduga.

    Hal ini termaktub dalam Surat At-Talaq Ayat 3

    وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

    Artinya: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

    Mengutip buku 13 Rahasia Doa Lulus Ujian oleh Ahmad Rifa’i Rif’an, selain berusaha dan berdoa seorang yang menjalani ujian juga harus bertawakal. Sertai juga dengan berbuat jujur.

    Kejujuran akan membuahkan rasa bangga di jiwa. Dengan jujur, insya Allah pertolongan Allah akan mempercepat jalan sukses.

    Rasulullah SAW, bersabda: “Hendaklah kamu semua bersikap jujur. Karena kejujuran membawa pada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur (shidiq). Jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membava ke neraka. Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan, akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong (kadzdzab).”

    Doa Sebelum Ujian

    Doa sebelum ujian bisa dibaca agar diberikan kemudahan dalam ujian. Doa ini dikutip dari kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi dan beberapa hadits riwayat lain.

    1. Doa Nabi Musa

    Doa yang pertama merupakan doa yang diucapkan Nabi Musa AS kepada kaumnya. Oleh karena itu, doa ini juga disebut dengan doa Nabi Musa. Sebaiknya doa sebelum ujian ini dibaca sebanyak 100 kali menjelang pelaksanaan. Bunyi bacaannya tercantum dalam firman Allah QS. Thaha ayat 25-28:

    1. قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
    وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
    وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
    يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Bacaan latin: rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

    Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28).

    2. Doa memohon kemudahan

    2. اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Bacaan latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    3. Doa memohon bantuan Allah SWT

    3. رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

    Bacaan latin: Rabbi yassir wa a’in wa laa tu’assir

    Artinya: “Wahai Rab-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit.”

    4. Dalam sebuah riwayat dikatakan, barangsiapa yang merasa was-was maka dapat mengucapkan doa berikut.

    Hadits ini datang dari Aisyah ra sebagaimana terdapat dalam kitab Ibnu Sunni.

    آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ

    Bacaan latin: A mannaa billaahi wa birusulihi

    Artinya: “Aku beriman kepada Allah dan rasulnya.”

    5. Dalam hadist riwayat Ibnu Hibban, dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Bacaan latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    Demikian bacaan doa sebelum ujian yang bisa dibaca. Iringi juga dengan melakukan amalan kebaikan seperti memperbanyak sholawat dan bacaan dzikir.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Ada Petir sesuai Hadits Rasulullah SAW


    Jakarta

    Doa ketika ada petir dapat dibaca saat hujan. Petir atau guntur seringkali muncul ketika musim hujan dengan suara bergemuruh.

    Dalam Al-Qur’an, terkait petir disebutkan pada surah Ar Ra’d ayat 13,

    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣


    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

    Petir identik dengan kilatan listrik yang disertai suara gemuruh keras. Kerap kali, petir membuat siapa saja yang mendengar dan melihatnya ketakutan.

    Doa ketika Ada Petir: Arab, Latin dan Arti

    Dikutip dari Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, dalam kitab al-Muwatha‘, dari Abdullah bin Azzubair RA, ia berkata: ‘Sungguh, jika Rasulullah melihat petir dan mendengar guruh, beliau meninggalkan obrolan dan membaca,

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Nabi Muhammad SAW menganjurkan kaum muslimin membaca doa di atas sebanyak tiga kali, niscaya mereka akan terlindung dari petir dan suara gemuruhnya yang menakutkan. Imam Nawawi dalam Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar menyebut dalil lain yang berisi anjuran berdoa saat melihat petir berasal dari Abdullah bin Zubair RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Mahasuci Zat, yang petir selalu membaca tasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat pun bertasbih memuji-Nya karena takut kepada-Nya”. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah peringatan yang sangat keras dari Allah kepada para penghuni bumi, yaitu ancaman turunnya petir, banjir, dan sebagainya. Doa ini dikutip dari surah Ar-Ra’d ayat 13″. (HR Malik)

    Masih dari sumber yang sama, berikut doa lain yang dapat dibaca ketika mendengar petir,

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

    Itulah doa yang dapat dibaca ketika ada petir. Jangan lupa baca ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com