Tag: doa

  • Begini Cara Mengamalkan Hasbunallah Wanikmal Wakil untuk Hajat


    Jakarta

    Hasbunallah wanikmal wakil merupakan salah satu doa tawakal yang memiliki banyak sekali manfaat terutama menjadi penolong saat ditimpa kesulitan dan menginginkan sebuah hajat. Lantas, bagaimana cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil untuk hajat?

    Zikir hasbunallah wanikmal wakil biasa disebut juga dengan doa tawakal. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Ladang-Ladang Pahala bagi Wanita karya Umi Hasunah Ar-Razi.

    Lafal doa tawakal adalah sebagaimana berikut ini:


    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ.

    Arab-latin: Hasbunallaah wani’mal wakiil

    Artinya: “Cukuplah Allah penolong bagi kami, karena Dia sebaik-baiknya penolong.”

    Doa tawakal ini diucapkan ketika seseorang sedang dilanda cemas, khawatir, dan ketika sedang menghadapi sebuah masalah. Dengan mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil, maka benih-benih keberanian akan muncul dan percaya bahwa Allah SWT selalu menyertai.

    Selain menumbuhkan keberanian saat dilanda masalah, doa ini juga akan membangkitkan seseorang yang sedang terpuruk karena masalah yang rumit.

    Cara Mengamalkan Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, hajat bisa diartikan sebagai maksud, keinginan, kehendak, kebutuhan, keperluan, atau keselamatan. Ketika menginginkan sesuatu maka seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa hasbunallah wanikmal wakil.

    Cara mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil untuk hajat sudah dibahas oleh Muhammad Arifin Rahman dalam bukunya yang berjudul Berlimpah Harta dengan Beragam Dzikir, Shalat, dan Puasa Khusus.

    Seseorang yang menginginkan sebuah hajat atau keinginan, kemudahan, mendapat rezeki, dan pertolongan dari Allah SWT, maka ia bisa mengamalkan doa hasbunallah wanikmal wakil sebanyak 450 kali selama sehari semalam.

    Syekh Abul Al-Hasan Asy-Syadzili mengatakan, “Barang siapa ingin dicukupi segala kebutuhannya, dilindungi dari kejelekan semua makhluk, selalu mendapat pertolongan, dan dianugerahi kekayaan, maka bacalah ‘hasbunallah wanikmal wakil’ setiap hari sebanyak 450 kali.”

    Selebihnya, seorang muslim tadi juga harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT agar bisa beramal saleh, menjauhi segala kemaksiatan, dan tidak malas mengerjakan kebaikan.

    Para ulama menganjurkan untuk membaca hasbunallah wanikmal wakil bukan tanpa alasan, melainkan karena banyaknya fadhilah dan manfaat yang didapat setelah mengamalkan doa ini.

    Apa saja fadhilah dan manfaat doa hasbunallah wanikmal wakil?

    Fadhilah Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Berikut adalah beberapa fadhilah atau manfaat dari membaca hasbunallah wanikmal wakil sebagaimana diungkapkan oleh Syekh Abil Hasan Asy-Syadzhili yang dituliskan oleh Ahmad FAthoni El-Kaysi.

    • Orang yang mengamalkan hasbunallah wanikmal wakil akan mendapat kekayaan, pertolongan Allah SWT, dan dicintai oleh orang banyak.
    • Allah SWT akan selalu melindungi dan menjaga hamba-Nya yang mengamalkan doa hasbunallah wanikmal wakil.
    • Bermanfaat untuk keberhasilan melobi para pejabat.
    • Allah SWT akan mencurahkan kemuliaan yang langgeng, perasaan dan keadaan yang berkecukupan, dan memberikan pertolongan saat terdesak.
    • Hasbunallah wanikmal wakil bermanfaat untuk menarik massa atau menambah pengikut.
    • Bisa melumpuhkan kekuatan orang zalim yang hendak berbuat buruk.
    • Akan mendapat jalan keluar saat dilanda masalah dan kebuntuan apa saja.
    • Menyelesaikan masalah yang terjadi pada dua orang atau kelompok orang.
    • Bisa menolong bila diremehkan karena miskin.
    • Mendapat rezeki dari arah yang tidak terduga.
    • Bermanfaat untuk memudahkan seseorang agar dipatuhi oleh semua orang.
    • Meredam demonstrasi.
    • Menjadikan harta benda atau tempat tinggal aman dari hama dan pencuri.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah dan Keutamaannya



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa pada waktu pagi. Doa ini bisa dibaca sebelum memulai aktivitas agar senantisa mendapat perlindungan dari Allah SWT.

    Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk membaca doa setiap waktu, termasuk ketika pagi hari. Anjuran-anjuran tersebut termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut beberapa ayat yang menerangkan tentang doa di pagi hari.

    Surah Thaha ayat 130

    فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى ١٣٠


    Artinya: “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.”

    Surah Al A’raf ayat 205

    وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ ٢٠٥

    Artinya: “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.”

    Surah Shad ayat 18

    اِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهٗ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْاِشْرَاقِۙ ١٨

    Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) pada waktu petang dan pagi.”

    Bacaan Doa Pagi Sesuai Anjuran Rasulullah

    Terdapat beberapa doa pagi yang dibaca oleh Rasulullah SAW. Dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan, berikut bacaan doa pagi Rasulullah SAW:

    1. Doa pertama

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلَامِ وَكَلِمَةِ الإخلاصِ وَدِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

    Bacaan latin: Asbahnaa ‘ala fithrotil islaami wa kalimatil ikhlash, wa diini nabiyyinaa muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa millati abiina ibroohiima, wamaa anaa minal musyrikiin

    Artinya: “Kami menjalani pagi hari di atas kesucian (fitrah) Islam, di atas kalimat ikhlas, di atas agama nabi kami Muhammad saw, dan di atas millah (agama) bapak kami Ibrahim. Dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (HR An Nasai)

    2. Doa kedua

    اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ

    Bacaan latin: Allaahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wabika namuutu wa ilaikan nusyuur

    Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu pagi dan sore, dan dengan pertolongan-Mu kami hidup dan mati, dan kepada- Mu tempat kami kembali.” (HR An Nasai)

    3. Doa ketiga

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ وَفِتْنَةٍ فِي الدُّنْيَا وَعَذَابِ فِي النَّارِ

    Bacaan latin: Amsainaa wa amsal mulku lillaahi walhamdulillaahi laa ilaaha illallahahu wahdahu laa syariikalahu, allaahumma inni a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa suu’il kibari wa fitnatin fiddun yaa wa ‘adzaabin finnaar

    Artinya: “Ya Allah, dengan pertolongan-Mu kami menjalani waktu sore dan di sore hari kekuasaan bagi-Mu ya Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Engkau yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut, kikir, jeleknya sifat sombong, fitnah waktu di dunia, dan dari siksa api neraka.” (HR An Nasai)

    Keutamaan Membaca Doa Pagi

    Dirangkum dari buku Al-Matsurat Qubro & Dzikir Asmaul Husna, berikut keutamaan membaca doa dan dzikir pagi dan petang:

    1. Ibadah yang mulia

    Berdoa menjadi amalan yang mulia, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. HR. Timidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

    2. Dicintai Allah SWT

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya”. (HR Tirmidzi)

    3. Meningkatkan ketakwaan

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya : Apa yang dimaksud tergesa-gesa ? Beliau menjawab : ” Dia berkata ; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa”. (HR Muslim)

    4. Dijauhkan dari keburukan

    Dari Ubadah bin Shamit ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada seorang muslim berdoa kepada Allah di dunia dengan suatu permohonan kecuali Allah akan mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya, selagi tidak berdoa sesuatu dosa atau pemutusan kerabat. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum berkata : Jikalau begitu saya akan memperbanyak (doa). Beliau bersabda : ‘”Allah mengabulkan doa lebih banyak daripada yang kalian minta”. (HR. Tirmizi)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Selamat dan Tolak Bala, Muslim Bisa Amalkan Setiap Hari



    Jakarta

    Doa selamat dan tolak bala adalah doa yang ditujukan untuk mendapat perlindungan dari Allah SWT. Amalkan doa-doa ini agar hidup selalu dilindungi oleh-Nya!

    Doa adalah ucapan yang diungkapkan oleh seorang hamba kepada tuhannya yang berisi tentang harapan, permintaan, dan permohonan, dengan tujuan agar dikabulkan oleh Allah SWT.

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memanjatkan doa kepada-Nya. Ketika seseorang tidak mau berdoa, berarti ia telah meninggalkan perintah-Nya. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Rahasia Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah oleh Fahruddin Ghozy.


    Perintah berdoa kepada Allah SWT tercantum dalam Al-Qur’an surah Gafir ayat 60 yang berbunyi,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berdoa bisa tentang apa saja sesuai dengan permintaan dan kebutuhan seorang hamba. Oleh karena itu, tak jarang seseorang juga berdoa untuk meminta keselamatan dan perlindungan. Lantas, bagaimana doa keselamatan dan tolak bala tersebut?

    Berikut, beberapa doa keselamatan dan tolak bala yang bisa detikHikmah rangkumkan.

    Doa Keselamatan dan Tolak Bala

    Diambil dari arsip detikHikmah, doa keselamatan dan tolak bala yang dikeluarkan oleh NU adalah sebagaimana berikut ini:

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah.

    Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah.

    Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil; izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga.

    Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Al Qur’an yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan, Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.

    Doa Tolak Bala

    Doa tolak bala secara khusus tercantum dalam buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan. Doa tersebut berbunyi:

    اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةٌ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

    Artinya: Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

    Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

    Selanjutnya, di dalam Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan sudah dicantumkan sebuah doa meminta keselamatan kepada Allah SWT yang diriwayatkan oleh Nasai. Doa itu berbunyi:

    اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Alloohumma aatinaa fid dun-yaa hasanatan wa fil aakhiroti hasanatan wa qinaa adzaaban naari

    Artinya: Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. (HR An-Nasai)

    Doa Meminta Perlindungan Allah SWT

    Puspa Swara dan Ibnu Wathiniyah turut mencantumkan sebuah doa untuk mohon perlindungan kepada Allah SWT dalam buku mereka yang berjudul Majmu’ Syarif (Perempuan). Doa tersebut berbunyi:

    اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja-‘altahu sahlaa, wa anta taj-‘alul hazna idza syi-ta

    sahlaa.

    Artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan). Jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah.

    Doa Keselamatan Diri dari Kesulitan Hidup

    Doa keselamatan diri dari kesulitan hidup ini diucapkan oleh Rasulullah SAW setelah orang-orang munafik mencerca beliau karena dianggap serakah karena tidak puas hanya dengan kemenangan kota Makkah. Padahal beliau hanya menyampaikan bahwa suatu saat imperium Romawi dan Persia akan jatuh pada kekuasaan Islam.

    Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Doa Harian: yang Dianjurkan Para Nabi dan Orang Saleh karya Tim Lentera Hati. Ketika itu, Rasulullah SAW di mengucapkan doa yang berbunyi,

    قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Qulillāhumma mālikal-mulki tu’til-mulka man tasyā’u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyā'(u), wa tu’izzu man tasyā’u wa tużillu man tasyā'(u), biyadikal-khair(u), innaka ‘alā kulli syai’in qadīr(un). Tūlijul-laila fin-nahāri wa tūlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā’u bigairi ḥisāb(in).

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.” (QS Ali-Imran : 26-27)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sujud Terakhir dalam Salat, Boleh dengan Bahasa Indonesia?


    Jakarta

    Saat sujud terakhir, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Namun, bolehkah berdoa saat sujud terakhir dengan bahasa Indonesia?

    Rasulullah SAW dan Allah SWT telah memerintahkan muslimin untuk memperbanyak berdoa dalam kehidupan sehari-hari terutama di waktu-waktu mustajab.

    Salah satu waktu atau kondisi yang mustajab dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT adalah ketika sujud dalam salat. Sujud yang utama adalah sujud yang terakhir. Hal ini juga termasuk salah satu sunah dalam sujud.


    Dikutip dari buku Fiqh Shalat Terlengkap oleh Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, umat Islam disunahkan untuk memperbanyak doa memohon kebaikan dunia dan akhirat saat sujud dalam salat.

    Dalam sujud ini Rasulullah SAW sudah mengajarkan banyak sekali doa-doa ma’tsur yang bisa diamalkan. Namun, jika tidak hafal bolehkah berdoa saat sujud terakhir dengan bahasa Indonesia?

    Bolehkah Berdoa saat Sujud Terakhir dengan Bahasa Indonesia?

    Tidak semua orang di dunia ini bisa berbahasa Arab. Tentu untuk berdoa dalam sujud terakhir dalam bahasa Arab menjadi hal yang sulit bagi sebagian orang, terutama orang Indonesia. Lalu, bolehkah berdoa saat sujud terakhir dengan bahasa Indonesia?

    Masih melansir sumber sebelumnya, ada dua pendapat di kalangan ulama mengenai doa ma’tsur dalam sujud terakhir salat.

    Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad berpendapat, berdoa dengan bahasa selain Arab, termasuk doa yang bukan ma’tsur (yang diajarkan Rasulullah SAW) hukumnya haram.

    Pendapat ini menyebutkan bahwa muslim tidak boleh mengarang doanya sendiri (tidak ma’tsur) untuk meminta sesuatu kepada Allah SWT. Jika dirinya tetap mengarangnya dengan bahasa selain Arab maka salatnya menjadi tidak sah atau batal.

    Terlebih lagi dijelaskan dalam buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2 karya Wahbah Az-Zuhaili bahwa berdoa dalam salat dengan doa yang menyerupai ucapan bias tidak diperbolehkan. Misalnya, seseorang berdoa, “Ya Allah, berilah aku ini, berilah aku itu” atau “Ya Allah, nikahkanlah aku dengan si fulanah.” Doa seperti ini hukumnya disebut makruh tahrim dan dapat membatalkan salat.

    Ulama-ulama yang berpendapat demikian mendasarkan hukum ini berdasarkan hadits riwayat Muslim yaitu, “Salat itu tidak sah jika di dalamnya terdapat ucapan manusia, karena salat itu tasbih, takbir, dan bacaan Al-Qur’an.”

    Sementara itu, pendapat lainnya disebutkan oleh sebagian ulama lain di luar ulama-ulama mazhab Hanafiyah, membolehkan orang salat untuk berdoa sesuai keinginannya. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Ibnu Mas’ud yang berbunyi, “Kemudian pilihlah doa yang diinginkan dan memohonlah dengan doa tersebut.”

    Riwayat lain menyebutkan, “Kemudian berdoalah sesuai keinginan hati.” Atau riwayat lain yang berbunyi, “Setelah itu pilihlah doa yang dikehendakinya.”

    Oleh sebab itu ulama lain seperti ulama mazhab Syafi’iyyah, Abu Yusuf, dan Muhammad berpendapat, berdoa di dalam salat boleh menggunakan bahasa selain bahasa Arab,termasuk dalam sujud terakhir.

    Ketentuan ini ditujukan terutama untuk orang yang tidak mampu berbahasa Arab. Mereka boleh berdoa menggunakan bahasa yang ia bisa.

    Sementara itu, untuk orang yang bisa berbahasa Arab, lebih baik ia tidak menggunakan bahasa selain Arab. Hal ini lebih shahih hukumnya karena tidak ada uzur baginya.

    Doa Ma’tsur saat Sujud Terakhir dari Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW sudah mencontohkan beberapa doa yang bisa dibaca pada saat sujud terakhir. Doa ini dikenal dengan sebutan doa yang ma’tsur. Berikut contohnya.

    1. Doa Sujud Terakhir Versi Pertama

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksaan api neraka.

    2. Doa Sujud Terakhir Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

    Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku telah banyak berbuat aniaya kepada diriku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Oleh karena itu berikanlah ampunan kepadaku, dan sayangilah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penyayang.

    3. Doa Sujud Terakhir Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, siksa kubur. Aku berlindung dari fitnah hidup, dan mati serta dari kejahatan Dajjal.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Sebagai seorang hamba, sudah sepatutnya kita bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Allah SWT berikan. Nikmat yang diberikan tidak hanya harta, melainkan juga kesehatan dan lain sebagainya.

    Cara bersyukur kepada Allah SWT juga dapat dilakukan dengan memanjatkan doa kepada-Nya. Allah SWT bahkan berjanji menambah kenikmatan bagi hamba-Nya yang bersyukur.

    Dalam surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman:


    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

    Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

    Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat

    Mengutip buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI serta buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh H Hamdan Hamedan MA, berikut sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin dalam mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan.

    1. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Pertama

    Doa mensyukuri nikmat tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surat An Naml ayat 19:

    فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

    Arab latin: Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    2. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kedua

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي شَكُورًا وَاجْعَلْنِي صَبُوْرًا وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنَيَّ صَغِيرًا وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيرًا.

    Arab latin: Allaahummaj-‘alnii syakuuran waj-‘alnii shabuuran waj-‘alnii fii ‘ainayya shaghiiran, wa fii a’yunin-naasi kabiiraa.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur kepada-Mu, sabar menerima cobaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku sendiri, tetapi besar dalam pandangan orang lain.”

    3. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأمْرِ وَالْعَزِيمَةِ عَلَى الرَّهْدِ وَأَسْأَلُكَ مُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَلِسَانًا صَادِقًا.

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri wal ‘aziimati ‘alar-rusydi wa as-aluka syukra ni’matika wa husna ‘ibaadatika wa as-aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan, dan aku memohon kepada-Mu niat yang kuat untuk mendapatkan petunjuk-Mu, dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mu dan kebaikan melakukan ibadah, dan aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang mampu berkata jujur.” (HR. Nasa’i no. 1.304)

    4. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Keempat

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِالنَّهَارِ وَجَاءَ بِاللَّيْلِ سَكَنًا نِعْمَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لَكَ مِنَ الشَّاكِرِينَ الْحَمْدُ اللَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي يَوْمِي هَذَا فَرُبَّ مُبْتَلًى قَدِ ابْتُلِيَ فِيمَا مَضَى مِنْ عُمْرِي ، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ وَفِي الْآخِرَةِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Alhamdulillahil ladzi dzahaba bin nahar wa jaa bil laili sakanan ni’matan minhu wa fadhlan. Allahummaj’alna laka minasy syakirin. Alhamdulillaahil ladzi ‘afani fi yaumi hadza farubba mubtalan qad ibtuliya fima madla min ‘umri. Allahumma ‘afini fima baqiya minhu wa fil akhirati wa qina ‘adzaban nar.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan siang hari dan mendatangkan malam untuk waktu beristirahat sebagai nikmat dan karunia dari-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bersyukur kepada-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan aku hari ini. Telah banyak cobaan yang telah aku jalani dari umurku. Ya Allah, sehatkan aku dari sisa umurku, dan dikhirat lindungilah aku dari siksa neraka.”

    5. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kelima

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شريكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الفكر.

    Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi-ahadin min khalqika fa minka wahdaka laa syariika laka fa lakal hamdu wa lakasy syukru.

    Artinya: “Ya Allah, nikmat apa pun yang ada padaku di waktu pagi atau yang ada pada setiap makhluk-Mu, semuanya hanya dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur.” (HR Abu Dawud no. 5.073 & HR. Baihaqi no. 4.459)

    Itulah deretan doa yang dapat dipanjatkan untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Allahumma Laa Sahla yang Dibaca saat Ditimpa Kesulitan


    Jakarta

    Memanjatkan doa kepada Allah SWT bisa dilakukan dalam berbagai keadaan. Salah satunya ketika mendapat kesulitan.

    Dalil berdoa kepada Allah SWT saat ditimpa kesulitan termaktub dalam Al-Qur’an surah An Naml ayat 62. Allah SWT berfirman,

    اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْۤءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاۤءَ الْاَرْضِۗ ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗقَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ ٦٢


    Artinya: “Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.”

    Doa allahumma laa sahla adalah doa yang dibaca ketika ditimpa kesulitan. Mengutip buku Panduan Salat Doa & Zikir Sehari-hari dan Sepanjang Masa Sesuai Tuntunan Rasul karya Abdurrahman Adiib berikut bacaan doa allahumma laa sahla yang bisa diamalkan.

    Doa Allahumma Laa Sahla

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً ، وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Bacaan latin: Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa ‘anta taj ‘alil huzna ‘idza syi’ta sahlan

    Artinya: “Ya Allah, tiada satu kemudahan, melainkan jika Engkau jadikan mudah, dan dengan kehendak-Mu sesuatu yang sulit itu menjadi mudah.”

    Cara Mengatasi Kesulitan Hidup

    Kesulitan dapat muncul karena beberapa sebab. Salah satu sebab yang menjadi pemicu datangnya kesulitan adalah dosa.

    Dirangkum dari buku Pasti Terkabul karya Thoriq Anwar, jika kesulitan muncul karena dosa, maka cara terbaik untuk mengatasinya adalah bertobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Kesulitan juga muncul sebagai cobaan dari Allah SWT. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan bersabar dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

    Berdoa juga merupakan salah satu cara agar dimudahkan dalam menghadapi kesulitan. Dengan berdoa dan bersungguh-sungguh dalam menghadapi kesulitan, maka insyaa Allah seseorang akan menemukan jalan keluar dari kesulitan hidupnya.

    Tips agar Doa Diijabah oleh Allah SWT

    Terdapat beberapa tips agar doa diijabah oleh Allah SWT. Merujuk pada buku Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman al Mahfani, berikut tips agar doa diijabah oleh Allah SWT:

    Berdoa dengan Penuh Keikhlasan

    Kunci dikabulkannya doa adalah keikhlasan. Semakin kuatnya keikhlasan, maka semakin pantas dan mungkin pula doanya akan diijabah oleh Allah SWT.

    Berdoa Hanya kepada Allah SWT

    Hanya kepada Allah SWT lah setiap hamba berdoa meminta hajat hidup, memohon perlindungan dari bahaya dan musibah, serta mengadu dan berkeluh kesah. Sebab, Allah SWT adalah Dzat yang Maha Mendengar, Maha Berkuasa, dan Maha Berkehendak. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas izin dan perkenan-Nya.

    Khusnuzhzhan (Berbaik Sangka) kepada Allah SWT

    Allah SWT akan lebih memahami hakikat keinginan hamba-Nya jika ia berbaik sangka kepada Allah SWT. Jika doanya tidak terkabul, maka seorang hamba harus tetap bersangka baik kepada Allah SWT. Sebab, Allah SWT lebih tahu kapan saat yang paling tepat untuk mengabulkan doa hamba-Nya.

    Berdoa dengan Penuh Keyakinan

    Doa yang diiringi dengan penuh keyakinan dan harap akan dikabulkan oleh Allah SWT. Seorang hamba harus yakin bahwa Allah SWT mendengar doanya, yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkan keinginannya. Jika doanya tidak terkabulkan setelah sekian lama, seorang hamba harus yakin bahwa Allah SWT akan memberikan yang terbaik untuknya.

    Memperbanyak Amal Saleh

    Ketika berdoa mengharapkan sesuatu dari Allah SWT, maka seseorang harus memperbanyak amal saleh. Sebab, penyebab utama terangkat dan diterimanya doa adalah amal saleh. Allah SWT tidak akan mengabulkan doa hamba-Nya yang gemar bermaksiat serta mengonsumsi makanan dan minuman haram.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Masuk Ruang Ujian dan Minta Kelancaran Tes


    Jakarta

    Sebelum mengikuti sebuah tes, sebaiknya seorang muslim mempersiapkan diri dengan maksimal. Salah satunya dengan memanjatkan doa masuk ruang ujian.

    Ujian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Saat memasuki ruang ujian, tak sedikit siswa yang merasa gelisah atau tertekan.

    Di tengah-tengah situasi yang sulit itu, banyak dari siswa mencari dukungan mental. Salah satunya dengan berdoa kepada Allah SWT untuk diberi kemudahan dan kelancaran menghadapi tes.


    Banyak doa yang bisa diucapkan saat seorang pelajar hendak mengerjakan ujian. Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan saat menghadapi ujian atau tes yang diambil dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf.

    Doa Masuk Ruang Ujian

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَلُكَ خَيْرُ الْمَوْلَجِ وَخَيْرُ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا بِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا.

    Allaahumma innii as-aluka khairal muulaji wa khairal mukhraji. Bismillaahi waljnaa bismillaahi kharajnaa wa’alallaahi rabbuna tawakkalnaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, sebaik-baiknya tempat masuk dan sebaik-baiknya tempat keluar. Dengan nama Allah, kami masuk. Dengan nama Allah, kami keluar. Dan, kepada Allah Tuban kami, kami berserah diri.”

    Kumpulan Doa saat Ujian

    1. Doa agar Dimudahkan dalam Menghadapi Ujian

    اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

    Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    2. Doa sebelum Mengikuti Ujian

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ.

    Subhaanakallaahumma laa ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu.

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

    3. Doa ketika Menghadapi Soal atau Tes yang Sulit

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سهلاً.

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan wa anta taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlan.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan selain telah Engkau jadikan mudah, dan Engkau, jika Engkau kehendaki, dapat menjadikan kesedihan itu menjadi kemudahan.”

    4. Doa agar Dapat Mengerjakan Soal yang Belum Dipahami

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْا فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنِي وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

    Allaahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainii wa ashlih lii sya’nii kullahu laa ilaaha illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan. Karena itu, janganlah Engkau biarkan aku mengikuti hawa nafsuku walupun sekejap mata, perbaikilah keadaanku semuanya. Tiada Tuhan selain Engkau.”

    5. Doa Memohon Dapat Mengerjakan Soal-soal Ujian dengan Benar

    اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

    Allaahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu wa arinal baathila- baathila warzuqnaj tinaabahu.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, dan tunjukkan yang salah sebagai kesalahan dan berilah kami kemampuana untuk menjauhinya.”

    6. Doa agar Lulus Ujian

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ وَالْخَاتِمِ ! لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ

    Allaahumma shalli alaasayyidinaamuhammadinil faatihi limaa ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa naashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shiraathikal mustaqiimi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi haqqa qadrihi wamiqdaarihil ‘azhimi.

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keagungan atas tuan kami, Nabi Muhammad Saw., yang menjadi pembuka bagi segala yang terkunci yang menjadi penutup bagi segala yang dahulu, yang memperjuangkan kebenaran dengan kebenaran dan yang menunjukan kepada-Mu yang lurus, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya dengan hak kapasitas dan derajat yang agung.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa untuk Bayi Baru Lahir agar Anak Tumbuh Saleh-Salihah


    Jakarta

    Ketika bayi baru lahir, pada umumnya sanak keluarga, kerabat, dan tetangga akan datang untuk menjenguk dan mendoakannya. Bagaimana sebaiknnya doa dan dzikir untuk bayi tersebut?

    Melahirkan anak dengan selamat dan dalam keadaan sehat wal afiat merupakan impian dan harapan semua orang tua yang di dunia ini. Tentunya, mereka sangat bersyukur atas karunia Allah SWT apabila anak yang lahir sesuai dengan harapan.

    Rasa syukur ini tak jarang diungkapkan dengan curahan doa dan harapan kepada bayi yang baru lahir tersebut. Orang tua, kakek nenek, keluarga, dan lainnya banyak yang memberikan harapan terbaiknya dengan cara bersholawat atau doa kepada bayi itu. Lantas, bagaimana doa dan dzikir untuk bayi baru lahir tersebut?


    5 Pilihan Doa untuk Bayi Baru Lahir

    1. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Pertama

    Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang pertama diambil dari buku Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil karya Syaifurrahman El-Fati. Doa itu berbunyi,

    اعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَةٍ

    Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    2. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kedua

    Doa ini dapat dibacakan untuk bayi yang sudah diazankan. Berikut bacaannya,

    أُعِيدُهُ (هَا) بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ كُلِّ شَرِّ ذِي حَسَدٍ

    Arab-latin: U’idzuhu (haa) bil waahidis shamadi min kulli syarrin dzii hasad

    Artinya: “Aku berlindung kepada-Mu yang Maha Esa dan tempat meminta jagalah anak ini dari segala kejahatan dan dari orang yang dengki.”

    Apabila bayi yang didoakan adalah laki-laki, maka doa yang dilafalkan persis seperti di atas. Sedangkan untuk bayi perempuan kata ganti “hu” diganti dengan “haa”.

    3. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Ketiga

    أُعِيدُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةِ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab-latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laam- maah

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.” (HR Bukhari)

    4. Doa untuk Bayi Baru Lahir Versi Keempat

    Dinukil dari buku Tanya Jawab Islam: Piss KTB karya PISS KTB, TIM Dakwah Pesantren, ketika itu, Rasulullah SAW pernah mendoakan kedua cucunya dengan sebuah doa. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwasanya Rasulullah SAW berdoa,

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوَّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنِ لَامَّةٍ (صحيح البخاري)

    Artinya: Dari Ibn Abbas RA bahwa Nabi SAW berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau SAW yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda: “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim AS) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim AS yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa: Aku berlindung Demi kalimat kalimat Allah kesemuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (HR Bukhari)

    5. Doa untuk Bayi yang Baru Lahir Versi Kelima

    Doa dan dzikir untuk bayi baru lahir yang terakhir khusus dilakukan ketika bayi terus menerus menangis di malam hari. Orang tua bisa membacakan doa kemudian ditiupkan ke ubun-ubun sang bayi.

    بسم الله الرحمن الرحيم

    بسم الله الشافي

    بسم الله الكافي

    بسم الله المعافي

    بسم الله لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

    Arab-latin: Bismillahir rohmaanir rohiim
    Bismillahisy syafi
    Bismillahil kaafi
    Bismillahil mu’afi
    Bismillahi la yadhurru ma’as mihi syai’ un fil ardhi wa la fis samai wahuwas sami’ul ‘alim

    Apabila bayi menangis keras karena demam, maka bacalah lima macam basmalah ini 19 kali kemudian ditiupkan ke air. Lalu, air itu digunakan untuk memberi kompres pada bayi demam tersebut.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Allahu Yahdik dan Waktu yang Tepat untuk Mengamalkannya


    Jakarta

    Umat Islam selalu diajarkan untuk bertutur kata baik. Ditambah, sesama umat Islam diperintahkan untuk saling mendoakan kebaikan, baik secara langsung atau sembunyi-sembunyi.

    Sering kali kita tidak sadar mengucapkan kata yang sebenarnya bermakna doa. Misalnya, Assalamu’alaikum yang bermakna “semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat, dan keberkahan untukmu”.

    Bagi umat Islam mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata Allahu Yahdik. Namun tidak menutup kemungkinan, kata tersebut masih terdengar asing ditelinga, tidak taju artinya dan juga maknanya.


    Lalu apa arti Allahu Yahdik dan kapan harus memakai Allahu Yahdik? Lalu apa hikmah dari mengucapkan Allahu Yahdik?

    Pengertian Allahu Yahdik

    Seperti yang dapat dilihat, Allahu Yahdik ( اللَهُ يَهْدِك) terdiri dari dua kata, yakni Allahu yang artinya “Allah”, dan Yahdik yang artinya “Membalas dengan kebaikan” atau “Memberi petunjuk kebaikan.” Menukil buku The Prophetic Parenting oleh A.R. Shohibul Ulum, bisa disimpulkan jika kata Allahu Yahdik memiliki makna “Semoga Allah memberimu cahaya hidayah/petunjuk”.

    Allahu yahdik dapat digunakan dengan berbagai varian tulisan dan pengucapan, disesuaikan juga dengan siapa kita berbicara. Berikut cara memakainya:

    • Allahu yahdika (اَللهُ يَهْدِيكَ), ucapan tersebut ditujukan kepada laki-laki.
    • Allahu yahdiki (اَللهُ يَهْدِيكِ), ucapan tersebut ditujukan kepada perempuan.
    • Allahu yahdikuma (اَللهُ يَهْدِيكُمَا), ucapan tersebut ditujukan kepada dua orang laki-laki, atau dua orang perempuan, atau dua orang terdiri dari laki-laki dan perempuan.
    • Allahu yahdikum (اَللهُ يَهْدِيكُمْ), ucapan tersebut ditujukan kepada banyak laki-laki.
    • Allahu yahdikunna (اَللهُ يَهْدِيكُنَّ), ucapan tersebut ditujukan kepada banyak perempuan.

    Waktu yang Tepat untuk Mengucapkan Allahu Yahdik

    Untuk mengucapkan Allahu Yahdik ada waktu tertentu. Merangkum dari berbagai sumber, kata ini sesuai ketika kita bertemu dengan seseorang yang sedang kebingungan prihal agama, sehingga kita mendoakannya agar Allah segera memberinya petunjuk.

    Adapun kata ini diucapkan saat ada seseorang yang berbuat kesalahan dan maksiat. Agar orang tersebut selalu ingat dengan Allah, dan semoga hidayah dari Allah segara turun kepadanya.

    Namun mengucapkan Allahu Yahdik tidak boleh dibarengi dengan perasaan merendahkan orang lain, atau merasa diri sendiri paling benar. Sebagian orang yang mengucapkan kata ini seolah-olah orang yang ada di hadapannya berada di dalam kesesatan dan jauh dari jalan Allah SWT.

    Selain itu Allahu Yahdik juga bisa dipakai ketika seseorang sedang marah. Karena ucapan adalah doa, maka daripada mengucapkan hal-hal yang buruk lebih baik mendoakan orang yang sedang membuat kita kesal atau marah.

    Oleh karena itu, marilah kita menjaga perkataan kita agar tidak mengucapkan doa atau ungkapan buruk terutama kepada saudara atau keturunan kita. Saat kita merasa sangat marah terhadap anak atau keluarga, alangkah baiknya jika kita menggantinya dengan kata-kata yang baik.

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan,

    ثَلَاثُ دَعْوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكَّ فِيْهِنَّ : دَعْوَةُ المَظْلُوْمِ وَ دَعْوَةُ المُسَافِرِ وَ دَعْوَةُ الوَالِدِ لِوَلَدِهِ.

    “Tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak ada keraguan dalam terkabulnya: doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian, dan doa kebaikan orang tua untuk anaknya.” (HR. Muslim no. 3009).

    Makna dan Hikmah Mengucapkan Allahu Yahdik

    Sejumlah hikmah dapat diperoleh dari pengucapan Allahu Yahdik. Salah satu hikmahnya adalah kita saling mendoakan sesama muslim agar selalu berada di jalan Allah SWT.

    Mengucapkan Allahu Yahdik dapat memotivasi diri kita dan orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terlebih dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT agar senantiasa ada dalam hidayah.

    Selain itu, saat kita mengingatkan saudara sesama muslim untuk tidak berbuat maksiat, secara tidak langsung kita juga mengingatkan diri sendiri untuk tidak berbuat maksiat dan selalu mendekat kepada Allah SWT. Maka pengucapan kata ini sangat memiliki makna besar bagi orang lain maupun diri sendiri agar tidak terjerumus dalam dosa.

    Hidayah adalah hal prerogatif Allah SWT, manusia hanya dapat berusaha untuk memperolehnya. Hidayah merupakan bukti maha kekuasaan Allah SWT terhadap hambanya.

    Semoga detikers adalah hamba Allah yang selalu berada di jalan-Nya dan selalu dilimpahkan hidayah. Amin.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Versi Doa Sholat Istisqo, Amalan Meminta Turunnya Hujan


    Jakarta

    Doa sholat istisqo terdiri dari berbagai versi. Sholat istisqo sendiri artinya amalan yang dilakukan oleh kaum muslimin untuk memohon turunnya hujan.

    Allah SWT berfirman dalam surah Hud ayat 52,

    وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ


    Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.”

    Sayyid Sabiq melalui Fikih Sunnah-nya mengatakan bahwa tidak ada waktu khusus pelaksanaan sholat istisqo. Dengan demikian, amalan tersebut dapat dilakukan kapan saja selain pada waktu yang dilarang.

    Kumpulan Doa Sholat Istisqo

    Mengutip buku Super Lengkap Shalat Sunnah oleh Ubaidurrahim El-Hamdy, doa yang dibaca ketika Nabi SAW melaksanakan sholat istisqo terdiri dari sejumlah versi menurut hadits Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi.

    Doa sholat istisqo dapat dibaca setelah mengerjakan amalan tersebut, berikut bunyinya.

    اللَّهمَّ اسْقِنَا عَيْنَا مُغْنِنَا رَبَّنَا نَافِعًا غَيْرُ ضَارِ عَاجِلا غَيْرُ آحِلٍ.

    Arab latin: Allaahumasqinaa ghaitsan mughiitsan naafi’an ghairu dhaarin ‘aajilan ghairu aajilan. marii-an

    Artinya: “Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang menyejuk- kan, menggembirakan dan membawa manfaat serta tidak membawa mudharat, dengan segera tanpa ditunda.” (HR. Abu Dawud, Hakim, dan Baihaqi)

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِكَ، وَاشْرُ رَحْمَكَ وَأَحْيِ بَلْدَكَ البَيتِ

    Arab latin: Allaahumas qi ‘ibaadaka wa bahaa-imika, wan syur rah- mataka wa ahyi baldakal mayyit.

    Artinya: “Ya Allah, hujanilah hamba-hamba-Mu dan juga binatang- binatang-Mu, tebarkanlah kasih sayang-Mu, dan hidup- kanlah negeri-Mu yang mati (gersang) ini.” (HR. Abu Dawud)

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ لاإِلَهَ إِلَّا اللَّهَ فَعَلَ مَا يُرِيدُ اللَّهُم أَتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَّكَ أَنتَ الْغَنِي وَبَحْنُ الْفُقَرَاءَ، أُنزِلَ عَلَيْنَا الْغَيْتَ، وَاجْعَلْ مَا أَنزَلْتَ لنَا قُوةً وبلاغا إِلَى حِينٍ.

    Arab latin: Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Laa ilaaha illaallaahu yaf’alu maa yuriid, allaahumma antallaahu laa ilaaha illaa anta, antal ghaniyyu wa nahnul fuqaraa’, anzil ‘alainal ghait- sa, waj’al maa anzalta lanaa quwwatan wa ballaaghan ilaa hiinin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemu- rah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pem- balasan, (Al-Fatihah 2-4). Tiada Tuhan selain Allah Yang Melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Ya Allah, Engkau Allah yang tiada Tuhan selain Engkau. Engkau kaya dan kami tidak memliki apa-apa. Turunkanlah hujan kepada kami. Dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan yang menembus waktu.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

    Itulah doa sholat istisqo yang dapat dibaca selesai mengerjakan amalan sunnah tersebut. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com