Tag: doa

  • Doa untuk Palestina yang Masih Berduka, Yuk Kita Amalkan


    Jakarta

    Peperangan antara zionis Israel dengan pejuang Palestina masih terus memanas. Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan ada 17.177 korban tewas sampai hari ini, seperti dikutip Al Jazeera (7/12).

    Sebagai sesama umat muslim, tentunya kita ingin membantu saudara yang ada di Palestina. Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, kita hanya bisa mengirimkan doa kepada rakyat Palestina agar mereka selalu diberikan kekuatan dalam mengahadapi para zionis.

    Qunut nazilah menjadi salah satu doa yang dapat dipanjatkan umat muslim saat tengah menghadapi isu-isu berat dalam kehidupan. Contohnya seperti masalah keamanan, pertanian, bencana, hingga krisis kemanusiaan.


    Saifuddin Zuhri dalam buku Guruku Orang-orang dari Pesantren mengatakan, umat Islam di Indonesia telah sejak lama memanjatkan doa qunut nazilah untuk dibaca setiap salat lima waktu dalam rangka mendoakan Palestina. Qunut nazilah dipercaya dapat memperkuat batin antar umat Islam meski tidak pernah bertemu.

    Qunut Nazilah

    Menurut Mazhab Syafi’i, hukum membaca doa qunut nazilah adalah sunnah. Dalam catatan sejarah Islam, doa qunut nazilah pertama kali dilafalkan oleh Rasulullah SAW pascatragedi Bir Ma’unah di bulan Shafar ke-4 Hijriyah atau Mei 625 H.

    Merujuk buku Bimbingan Praktikum Ibadah oleh Abudin Nata, berikut ini adalah bacaan doa qunut nazilah lengkap dengan latin dan artinya:

    Doa untuk Palestina (1)

    اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

    Latin: Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruk, wa nastahdika wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsni alaikal khaira kullahu nasykuruka wa la nakfuruk, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk. Allahumma iyyaka na’budu, wa laka nushalli wa nasjud, wa ilaika nas’a wa nahfid, narju rahmataka wa nakhsya adzabak, inna adzabakal jidda bil kuffari mulhaq.

    Artinya: Artinya: “Ya Tuhan kami, kami memohon pertolongan-Mu, memohon ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, meyakini keberadaan-Mu, bertawakal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur atas segala kebaikan-Mu, dan kami menarik diri dari mereka yang ingkar kepada-Mu. Ya Tuhan kami, hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya kepada-Mu kami menghadap dalam sholat dan sujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami berharap akan rahmat-Mu, dan kami merasa takut terhadap siksaan-Mu yang keras, karena azab-Mu yang pedih akan menimpa orang-orang yang ingkar.”

    Doa untuk Palestina (2)

    اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Latin: Allahumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a’da’ad dînilladzina yashudduna ‘an sabilik, wa yukadzzibuna rusulaka wa yuqatiluna auliya’ak. Allahummaghfir lil mu’minina wal mu’minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya’i minhum wal amwat, innaka qaribun mujibud da’awat. Allahumma ashlih dzata bainihim, wa allif baina qulubihim, waj’al fi qulubihimul îmana wal hikmah, wa tsabbithum ala dinika wa rasulik, wa auzi’hum an yufu bi’ahdikalladzi ‘ahadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilahal haq, waj’alna minhum, wa shallallahu ala sayyidina muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallam.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, yang merupakan musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, yang mendustakan rasul-Mu, dan yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, berilah ampunan kepada hamba-hamba-Mu yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Sesungguhnya, Engkau adalah Sang Maha Dekat dan Maha Mendengar segala doa. Tuhan kami, satukanlah hati para kaum muslimin, tumbuhkan kekuatan iman dan hikmah dalam hati mereka, kokohkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, berikan ilham kepada mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Engkau ikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh dan lawan-lawan mereka. Ya Tuhan yang sejati, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.”

    Doa untuk Palestina (3)

    اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ. اَللّٰهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Bacaan latin: Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka wa nastahdika wa nu’minu bika wa natawakkalu ‘alayka wa nutsni ‘alaykal khayra kullahu, nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla’u wa natruku may yafjuruka. Allahumma iyyaka na’budu wa laka nushalli wa nasjudu wa ilayka nas’a wa nahfidu, narju rahmataka wa nakhsya ‘adzabaka, inna ‘adzabakal jidda bil kuffari mulhiqun. Allahumma tsabbit ikhwananal mujahidina fi Filistin, khusushan fi Ghazzah, wahqin dima’ahum. Allahumma ‘alayka bil Yahud, ash-shuhyuniyyina, al-mal’unina, wa anzil ghadhabaka ‘alayhim. Allahumma-nshur dinaka wa kitabaka wa sunnata nabiyyika Muhammadin shallalluhu ‘alayhi wa sallam

    Artinya,”Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, pengampunan-Mu, dan petunjuk-Mu. Kami beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, dan bersyukur atas segala kebaikan-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu dan tidak kufur kepada-Mu. Kami menjauhi orang-orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, kami hanya beribadah kepada-Mu, bersujud dan berdoa kepada-Mu. Kami berusaha dan bergerak dengan harapan rahmat-Mu dan rasa takut akan siksaan-Mu. Kami menyadari bahwa azab-Mu yang berat menimpa orang-orang kafir. Ya Allah, kuatkan saudara-saudara mujahidin kami di Palestina, terutama di Gaza, dan lindungi mereka. Ya Tuhan, hukumlah orang-orang Yahudi Zionis yang berdosa, dan tunjukkan murka-Mu kepada mereka. Ya Tuhan, bantu agama-Mu, kitab-Mu, dan sunnah Nabi-Mu, Muhammad. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kedamaian atas beliau.”

    اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

    Bacaan latin: Allahummanshuril musliminal mustadl’afina fi kulli makan(i). Allahumma-rhamil mustadh’afina min ‘ibadik(a). Allahummaksyifil ghummah ‘an ummatina. Allahumma inna nas’aluka an tarfa’al bala-a ‘an Ghazzah wa ahliha, wa an tanshurahum ‘ala ‘aduwwihim, wa an tarḫamal mustadl’afina min ‘ibadika, wa an taksyifal ghummah ‘an ummatina. Allahumma ‘afina walthuf bina waḫfadhna wanshurna wa farrij ‘anna wal muslimin(a). Allahummakfina wa iyyahum jami’an syarra masha-ibid dun-ya wad din(i)

    Artinya: “Ya Allah, bantu umat Islam yang menderita di seluruh dunia. Kasihanilah mereka yang terzhalim di antara hamba-hamba-Mu. Ya Tuhan, hilangkanlah penderitaan dari umat kami. Kami mohon agar Engkau mengangkat kesulitan dari Gaza dan penduduknya, memberi mereka kemenangan atas musuh mereka, mengampuni mereka yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu, dan singkirkanlah penderitaan di bangsa kami. Ya Allah, berikanlah kami kesehatan, berikan hati yang baik kepada kami, lindungilah kami, dan dukunglah kami, serta seluruh kaum Muslim. Ya Allah, peliharalah kami dan mereka dari segala bahaya, baik dalam urusan dunia maupun agama.”

    اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ مَنْ فِيْ صَلَاحِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لاَ تُهْلِكْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ فِيْ هَلَاكِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَالْبَرَكَةِ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعْ وَاصْرِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الْأَذَى وَالْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْحُمَّى وَالْجَدْبَ وَالْجَوْرَ وَالظُّلْمَ وَجَمِيْعَ أَنْوَاعِ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ وَالشَّدَائِدِ وَالزَّيْغِ وَالضَّلَالِ وَالزَّلَازِلِ وَالرِّيْحِ وَالْجَهْلِ وَالْبَلَاءِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وأَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَالْمَنْكُوْبِيْنَ وَالْمَكْرُوْبِيْنَ وَالْمَظْلُوْمِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاكْلَأْهُمْ وَصُنْهُمْ وَتَوَلَّهُمْ وَارْعَهُمْ وَأَلْهِمْهُمْ رُشْدَهُمْ، وَوَفِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَالْطُفْ بِنَا وَبِهِمْ فِيْ مَا يَجْرِيْ بِهِ الْقَضَاءُ، وَاصْرِفْ وَادْفَعْ وَأَبْعِدْ وَأَزِلْ عَنَّا وَعَنْهُمْ شَرَّ الطَّاغِيْنَ وَالْبَاغِيْنَ وَالظَّالِمِيْنَ وَالْمُعْتَدِيْنَ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَالْمُؤْذِيْنَ وَالْعَائِنِيْنَ وَالسَّاحِرِيْنَ بِمَا شِئْتَ عَاجِلاً غَيْرَ اٰجِلٍ فِيْ عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Bacaan latin: Allahumma ashlihna wa ashliḫ man fi shalahihi shalahul muslimin(a). Allshumma la tuhlikna wa ahlik man fi halakihi shalahul muslimin(a). Allahumma-sqinal ghaytsa war rahmata ma’al luthfi wal ‘afiyati wal barakati wa la taj’alna minal mahrumin. Allahummarfa’ washrif ‘anna wa ‘anil musliminal adza wal ghala-a wal bala-a wal qahtha wal humma wal jadba wal jawra wadh dhulma wa jami’a anwa’il fitani wal mihani wal amradhi wal asqami wasy-syada-idi wazzayghi wadl dlalali waz zalazili war rihi wal jahli wal bala-i ma dhahara minha wa ma bathana. Wa anjil mustadh’afina wal mankubina wal makrubina wal madhlumina minal muslimina wakla’hum washunhum wa tawallahum war’ahum wa alhimhum rusydahum wa waffiqna wa iyyahum lima tuhibbu wa tardla, wal-thuf bina wa bihim fi ma yajri bihil qadha-u, washrif wadfa’ wa ab’id wa azil ‘anna wa ‘anhum syarrath thaghina wal baghina wadh dhalimina wal mu’tadina wal mufsidina wal mu’dzina wal ‘a-inina was sahirina bima syi’ta ‘ajilan ghayra ajilin fî ‘afiyatin wa salamatin birahmatika ya arhamarrahimina

    Artinya, “Ya Allah, perbaikilah kami dan perbaiki orang-orang yang mendatangkan kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, jangan hancurkan kami, dan hancurkanlah siapa pun yang jika mereka hancur akan membawa kebaikan bagi kaum Muslimin. Ya Allah, limpahkan kepada kami hujan dan rahmat, kebaikan, kesehatan, dan keberkahan. Janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang terhalang dari berkah-Mu. Ya Allah, jauhkan dari kami dan kaum Muslimin segala mara bahaya, bencana, kesengsaraan, kekeringan, penyakit, kesakitan, kemalangan, penyimpangan, kesesatan, gempa bumi, angin yang merusak, kebodohan, dan kesengsaraan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Lindungilah umat Islam yang tertindas, diinjak-injak, dianiaya, dan dizalimi. Berikan mereka perlindungan, bimbingan, dan pertolongan. Tunjukkan kami dan mereka kepada jalan yang Engkau ridhai, dan selalu lembutkanlah hati kami dalam menerima takdir-Mu. Lindungi kami dari kejahatan orang-orang zalim yang ingin menyakiti dan menindas. Juga orang-orang yang menyerang, merusak, menyakiti, beserta para penolong mereka dan tukang sihirnya sesuai apa saja yang Engkau kehendaki, secepatnya tanpa penundaan, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

    Tata Cara Membaca Doa Qunut Nazilah

    Mengutip dari buku Ensiklopedia Doa oleh Hamid Ahmad Ath-Thahir, ada yang perlu diperhatikan saat membaca doa qunut nazilah. Yaitu:

    1. Para ulama fiqih sepakat bahwa doa qunut nazilah itu dibaca dengan suara keras.
    2. Seorang makmum disunnahkan mengucapkan amin ketika mendengar doa qunut nazilah.
    3. Mengangkat tangan ditengah-tengah doa baik untuk imam atau makmum.
    4. Boleh dilakukan dengan berjamaah atau dilakukan sendiri.

    Waktu Membaca Doa Qunut Nazilah

    Doa qunut nazilah dapat dilafalkan disemua sholat fardhu, berbeda dengan qunut subuh seperti yang dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarah Al-Muhadzdzab:

    “Nabi SAW membaca doa qunut tidak hanya dalam sholat Subuh, tetapi juga ketika umat Islam dihadapkan pada cobaan, seperti terbunuhnya para sahabat al-qurra’.”

    Pendapat di atas juga diperkuat dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim sebelumnya. Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani, tidak ada teks doa qunut nazilah yang spesifik.

    Doa qunut nazilah dilakukan saat i’tidal atau bangun dari ruku’ di rakaat terakhir sholat, sebagaimana yang termaktub dalam hadits berikut:

    “Sesungguhnya, Nabi SAW membaca doa qunut nazilah selama sebulan sebagai tanggapan atas tragedi pembunuhan terhadap para Qurra’ (ahli Al-Qur’an), semoga Allah meridhai mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat yang Allah SWT berikan kepada para hamba-Nya. Hujan juga disebut sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)


    Meski demikian, hujan yang turun terus menerus dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Saat hal tersebut terjadi, ada sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin.

    Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Arti

    1. Doa Pereda Hujan Versi Pertama

    Menukil buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, doa pereda hujan ini diamalkan Rasulullah SAW untuk meminta langit cerah. Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Nabi Muhammad SAW,

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan. (HR Bukhari).

    2. Doa Pereda Hujan Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa pereda hujan versi lainnya sebagaimana diriwayatkan dari hadits Abu Daud dan Tirmidzi,

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    3. Doa Pereda Hujan Versi Ketiga

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    Itulah sejumlah doa pereda hujan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya, Aamiin ya rabbal alaamiin.

    (aeb/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS Agar Anak Tampan dan Bercahaya



    Jakarta

    Ada sebuah tradisi di kalangan muslimin ketika ingin memiliki anak yang tampan dan bercahaya, yaitu dengan membaca doa Nabi Yusuf AS. Berikut adalah cara mengamalkan doa Nabi Yusuf tersebut!

    Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Mereka akan mempersiapkan segalanya bahkan sejak sebelum sang buah hati lahir. Mulai dari perlengkapan kelahiran bayi, baju, mainan, dan lain sebagainya.

    Tak lupa, orang tua juga selalu mendoakan bayi yang masih ada di dalam kandungan agar diberi kesehatan, kecerdasan, saleh, dan lain-lain. Tak jarang, para orang tua juga berdoa untuk ketampanan atau kecantikan sang bayi.


    Biasanya, para orang tua akan berdoa dengan doa Nabi Yusuf AS agar mendapat rida Allah SWT dan diberikan keturunan yang rupawan tampan bagai nabi paling tampan tersebut.

    Berikut cara mengamalkan doa Nabi Yusuf AS agar anak tampan dan saleh berdasarkan buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam karya Rizem Aizid.

    Persiapan Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS

    Perlu diketahui terlebih dahulu, membaca doa Yusuf AS agar anak berparas rupawan tidak ada syariat atau tuntunan maupun sunahnya. Namun sebagian orang tetap mengamalkan ini sebagai bentuk ikhtiar.

    Adapun syarat-syarat dalam membaca surah Yusuf agar harapan dan doa memperoleh anak tampan layaknya Nabi Yusuf AS adalah sebagaimana berikut:

    1. Bersuci

    Sebelum mengamalkan doa Nabi Yusuf AS dan memegang Al-Qur’an, hendaknya seorang muslim bersuci terlebih dahulu, baik dengan cara mandi besar maupun wudhu.

    Al-Qur’an adalah kitab suci. Oleh karena itu, sudah sepantasnya orang yang akan memegang kitab suci itu haruslah dalam keadaan yang suci pula.

    2. Memperhatikan Adab Membaca Al-Qur’an

    Jika ingin mengamalkan doa Nabi Yusuf AS atau membaca surah Yusuf, maka seseorang harus memperhatikan adab dalam membaca Al-Qur’an. Seperti memegangnya dengan tangan kanan dan tidak merusaknya.

    3. Memilih Tempat Bersih dan Suci

    Agar harapan terkabul, maka seseorang harus memilih tempat yang bersih dan suci ketika membacanya. Hindari tempat-tempat kotor dan buruk seperti kamar mandi, kuburan, dan lain sebagainya.

    4. Menghadap Kiblat

    Meski sepele, menghadap kiblat sebelum mengamalkan doa Nabi Yusuf AS juga tidak boleh dilewatkan. Hal ini dianjurkan oleh syariat.

    5. Membaca Surah Yusuf dengan Tartil

    Bagian yang tak kalah penting adalah membaca surah Yusuf atau doa Nabi Yusuf AS dengan tartil. Artinya, seseorang harus tenang dan meresapi setiap maknanya.

    6. Resapi Makna dan Artinya

    Keenam, resapilah betul-betul makna dan arti dari setiap ayat yang dibaca. Hal ini sangat penting bagi perkembangan psikologi sang buah hati.

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS

    Agar mengamalkan doa Nabi Yusuf AS lebih baik lagi, maka seorang muslim harus memperhatikan tiga hal di bawah ini.

    1. Mengamalkan doa Nabi Yusuf AS di malam hari

    Agar doa lebih terkabul maka seseorang perlu membaca doa Nabi Yusuf AS di malam hari. Sebab, Allah SWT telah memposisikan waktu sepertiga malam dan salat tahajud sebagai waktu terbaik untuk berdoa.

    Allah SWT sudah menjanjikan bahwa apabila ada seorang hamba-Nya yang berdoa di malam hari, maka tidak akan terjadi kecuali doa tersebut dikabulkan oleh-Nya.

    Di saat seperti inilah waktu yang tepat untuk meminta keturunan yang baik hatinya, amalnya, dan juga rupanya.

    2. Yakin Doa Nabi Yusuf AS Bisa Menjadi Wasilah

    Cara mengamalkan doa Nabi Yusuf yang kedua adalah dengan meyakini sepenuh hati bahwa surah Yusuf itu dapat menjadi perantara atau wasilah dikabulkannya doa oleh Allah SWT.

    Jika keinginan yang dipanjatkan adalah seorang anak yang tampan dan saleh, maka ia harus meyakini dengan membaca surah Yusuf, akan lahir seorang anak yang tampan lahir dan batinnya.

    3. Tawakal kepada Allah SWT

    cara mengamalkan doa Nabi Yusuf yang terakhir adalah dengan bertawakal kepada Allah SWT.

    Tawakal dalam konteks ini maksudnya adalah memperlihatkan ketidakmampuan seseorang dan menggantungkan semuanya kepada Allah SWT karena hanya Dia Yang Maha Kuasa.

    Setelah semua usaha sudah dilakukan semaksimalnya, maka langkah selanjutnya adalah menyerahkan semua hasilnya kepada Allah SWT. Dia-lah yang Maha Mengatur dan paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sholat Dhuha dan Keutamaannya


    Jakarta

    Dhuha adalah waktu yang tepat untuk meminta rejeki. Umat Islam dianjurkan untuk berdoa ketika memasuki waktu tersebut.

    Dalam buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap karya Cepi Burhanudin, umat Islam bisa mengerjakan sholat dhuha saat matahari mulai terbit dari jam 7 pagi hingga masuk waktu Dzuhur. Hukum mengerjakannya adalah sunnah dengan jumlah rakaat paling sedikit adalah dua, namun yang lebih utama adalah empat.

    Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Dari Nu’aim bin Hammad Al Ghothofaniy, beliau pernah mendengar Nabi Muhammad shalallahu Alaihu Wasallam bersabda,


    “Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at sholat di awal siang. Maka itu akan membuatmu cukup di akhir siang.” (HR. Ahmad)

    Selain itu sholat dhuha juga bisa menghapus dosa-dosa kita. Dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

    “Siapa saja yang melaksanakan sholat Dhuha secara istiqamah, dosanya akan diampuni oleh Allah meskipun sebanyak buih di lautan.” (Hadis Riwayat Tirmidzi)

    Kemudian masih banyak lagi hadis-hadis lainnya yang menjelaskan soal sholat dhuha.

    Bacaan Doa Sholat Dhuha dan Artinya

    Setelah mengerjakan sholat dhuha, hendaklah memanjatkan doa kepada Sang Pencipta. Menukil buku Doa & Dzikir Lengkap Sunnah: Prayer & Zikir Complete Sunnah karya Kustiana Mara, berikut bacaan doa sholat dhuha.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Bacaan latin: Allahumma innadduha’a duha’uka wal baha’a baha’uka wal jamala jamaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma ingkana rizqiy fissama’i, fa anzilhu wa ingkana fil ardi, fa akhrijhu wa ingkana mu’assaran, fa yassirhu wa ingkana haraman, fa thohhirhu wa ingkana ba’idan, fa qarribhu bihaqqi duha’ika wabaha’ika wajamalika waquwwatika waqudratika, atini ma ataita ‘ibadakash-sholihin.

    Artinya: “Ya Allah, pada saat Dhuha ini, waktu adalah milik-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezeki berada di atas langit turunkanlah dan jika berada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sulit permudahkanlah, jika haram sucikanlah. Jika masih jauh, dekatkanlah. Dengan berkah waktu Dhuha ini, dengan keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala berkah yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

    Zikir Sholat Dhuha

    Selain memanjatkan doa, umat Islam juga dianjurkan untuk berzikir setelah melaksanakan sholat dhuha. Berikut zikir yang bisa dibaca sebagaimana dinukil dari buku Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha karya Huriyah Huwaida.

    Dalam buku tersebut dikatakan bahwa zikir ini bisa dibaca sebanyak 100 kali. Berikut bacaannya:

    Bacaan latin: Robbighfirli watub ‘alayya innaka antat-tawwabul ghofur.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah saya dan terimalah taubat saya. Karena sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat dan ampunan.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Sholat Dhuha memiliki berbagai keutamaan jika seseorang rajin melaksanakannya. Berikut adalah keutamaan Sholat Dhuha yang diambil dari buku “Berkah Shalat Dhuha” karya M. Khalilurrahman Al Mahfani.

    1. Bisa memiliki istana di surga
    2. Diampuni semua dosanya
    3. Dicukupi segala kebutuhannya
    4. Investasi amal
    5. Seperti orang bersedekah

    Sedangkan menurut buku “Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah” karya H. M. Amrin Ra’uf, beberapa keutamaan saat seseorang mengucapkan doa dan dzikir setelah sholat Dhuha adalah:

    1. Dilancarkan segala urusan
    2. Disehatkan badannya
    3. Perekonomian akan baik
    4. Dijauhkan dari segala tipu daya
    5. Rezeki datang dari arah yang tak disangka-sangka

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bisa Menjadi Obat Segala Penyakit, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Perintah berdoa termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an dan dijelaskan pula oleh Rasulullah SAW melalui beberapa hadits. Doa bahkan bisa menjadi obat berbagai penyakit.

    Setiap mukmin diperintahkan untuk berdoa dalam berbagai kondisi. Termasuk ketika mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.

    Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf Ayat 55, Allah SWT berfirman,


    ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

    Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

    Setiap Penyakit Ada Obatnya

    Melalui buku Terapi Penyakit Hati, Ibnul Qayyim al- Jauzi menjelaskan bahwa doa bisa menjadi cara untuk mengobati penyakit.

    Diceritakan, Syaikh Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah ditanya, “Wahai Syaikh, seseorang terkena musibah. Sebenarnya ia sadar, jika musibah itu berlangsung terus-menerus, nasibnya rusak di dunia dan di akhirat. Ia telah berusaha sungguh-sungguh mencegah musibah itu dengan berbagai cara, tapi musibah itu makin menjadi-jadi. Bagaimana ia mengatasinya? Bagaimana ia melepaskan diri dari musibah itu?”

    Imam Ibnul Qayyim menjawab, “Alhamdulillah. Dengarkanlah wahai Saudaraku. Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad riwayat Bukhari, Abu Hurairah menuturkan sabda Nabi Muhammad,

    “Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”

    Dalam Shahih Muslim, terdapat sabda Rasulullah riwayat Jabir bin Abdillah,
    “Untuk setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat sesuai dengan penyakit, ia akan sembuh dengan izin Allah.”

    Maksud hadits ini, apabila seseorang diberi obat yang sesuai dengan penyakitnya, dan waktunya sesuai dengan ketentuan Allah SWT, atas izin-Nya orang sakit itu akan sembuh.

    Dalam Musnad Imam Ahmad, disebutkan sebuah hadis riwayat Usamah bin Syarik, di mana Rasulullah SAW bersabda,
    “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan kesembuhan. Dia ajarkan kepada orang yang Dia ajarkan dan tidak Dia pahamkan orang yang Dia bodohkan (yang tidak diberi petunjuk).”

    Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda,
    “Sesungguhnya Allah tidak menimpakan sesuatu penyakit kecuali memberikan pula obatnya, kecuali satu penyakit. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, penyakit apakah itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Penyakit tua’.”

    Penyakit yang dimaksud dalam beberapa hadits ini meliputi penyakit hati, ruh dan fisik. Nabi Muhammad mengategorikan kebodohan sebagai salah satu penyakit. Obatnya adalah bertanya atau belajar kepada orang yang pandai atau lebih berilmu.

    Abu Daud meriwayatkan penuturan Jabir bin Abdullah, “Kami keluar bepergian. Salah satu dari kami terkena batu sehingga kepalanya terluka. Ketika tertidur, orang itu bermimpi bersenggama dengan istrinya hingga mengeluarkan air mani. Ia pun bertanya kepada teman-temannya, ‘Apakah aku diizinkan untuk bertayamum?’

    Mereka menjawab, ‘Engkau tidak perlu bertayamum. Bukankah engkau tahan air? Namun orang itu tetap mandi. Akibatnya, ia meninggal. Setelah tiba di Madinah, kami menghadap Rasulullah memberitahukan masalah yang dialaminya. Rasulullah menjawab, “Kalian telah membunuhnya. Allah akan membalas kalian. Mengapa kalian tidak bertanya apabila tidak mengerti Sesungguhnya obat orang bodoh adalah dengan bertanya. Orang tadi cukup bertayamum. Sedangkan untuk lukanya, jika amat dalam, ambilkanlah sepotong kain dan usapkanlah di atasnya. Selanjutnya ia dapat mencuci seluruh tubuhnya sehingga bagian yang luka tidak perlu terkena air.”

    Rasulullah lantas menjelaskan, kebodohan adalah penyakit dan obatnya adalah kemauan untuk bertanya atau mencari ilmu. Allah SWT menjelaskan dalam al-Qur’an bahwa Al-Qur’an adalah asy-syifa (penyembuh).

    Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Fussilat Ayat 44,

    وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

    Artinya: Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

    Secara keseluruhan, Al-Qur’an adalah Syifa atau penyembuh, sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT di atas.

    Maksud dari “penyembuh” dalam konteks ini adalah penyembuh hati dari kebodohan dan keraguan. Allah tidak menurunkan penyembuh yang lebih mujarab untuk mengobati penyakit daripada Al-Qur’an.

    Doa Adalah Obat Penyakit

    Dalam hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Abu Sa’id meriwayatkan, beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW menempuh suatu perjalanan jauh. Ketika tiba di salah satu perkampungan Arab, mereka mohon izin kepada penduduk setempat untuk singgah. Permohonan mereka ditolak. Kemudian mereka pun pergi.

    Saat itu, kepala kampung dipatuk ular hingga pingsan. Warga sibuk berupaya mengobatinya, namun gagal. Seorang warga berkata, “Bagaimana jika kita mendatangi para musafir itu, barangkali ada di antara mereka yang dapat mengobati?”

    Beberapa warga pun datang menemui para sahabat dan berkata, “Wahai Tuan-tuan musafir! Kepala dusun kami tersengat ular berbisa. Kami telah berusaha sekuat tenaga, namun tak berhasil menyembuhkannya. Barangkali ada di antara kalian yang bisa berbuat sesuatu.”

    Salah seorang sahabat berkata, “Ya, aku akan mengobatinya walau kalian telah menolak kami untuk singgah di tempat ini. Aku akan mengobatinya dengan syarat kalian memberi kami sesuatu.”

    Mereka pun setuju dan berjanji memberikan beberapa ekor kambing.

    Salah seorang sahabat itu pun berupaya menyembuhkan sang kepala dusun. Ia membaca Surah Al-Fatihah sampai selesai. Atas izin Allah SWT, kepala dusun yang sakit itu pun bangkit dan sembuh total, seakan tak pernah terkena apa-apa.

    Sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, orang yang mengobati itu diberi beberapa ekor kambing seperti yang dijanjikan. Para musafir menghendaki agar kambing itu dibagi-bagikan.

    Namun, orang yang mengobati berkata kepada teman-temannya, “Kita tidak akan melakukan apa-apa hingga kita bertemu dengan Rasulullah SAW. Kita akan menceritakan apa yang telah kita lakukan dan menunggu keputusan beliau.”

    Mereka pun menghadap Rasulullah dan menceritakan kejadian itu. Beliau berkata, “Siapa yang memberitahumu bahwa Al Fatihah itu ruqyah? Engkau telah tepat melakukannya. Bagi-bagikan kambing itu dan berilah aku sebagian.”

    Bacaan Al-Qur’an tersebut ternyata mampu menyembuhkan dan mengatasi penyakit secara total, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

    Al-Fatihah merupakan doa yang bisa dijadikan obat yang paling mudah. Seandainya dipakai untuk pengobatan secara baik, seseorang tentu akan melihat hasil menakjubkan.

    Seorang sahabat Nabi pernah menuturkan, “Aku tinggal di Kota Makkah selama beberapa waktu. Aku menderita berbagai macam penyakit dan tidak menjumpai dokter maupun obat. Maka, aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan Surah Al-Fatihah. Ternyata aku sembuh.

    Karena itu, aku menyampaikan hal itu setiap kali ada orang yang mengeluh sakit. Setelah mempraktikkannya, kebanyakan mereka sembuh dengan cepat.”

    Pelajaran yang dapat diambil dari beberapa kisah ini adalah bahwa segala macam zikir, ayat, dan doa bisa menjadi obat bermanfaat untuk penyembuhan.

    Tapi terkabulnya doa sangat ditentukan oleh kekuatan dan kemauan keras orang yang bersangkutan. Datangnya kesembuhan sangat dipengaruhi oleh pelakunya.

    Tidak terkabulnya suatu doa, kadang akibat adanya penghalang kuat yang menghalangi kemanjuran obat tersebut.

    Ada beberapa sebab yang membuat doa terkabul, baik dalam menolak hal-hal yang tidak dikehendaki maupun mendapatkan hal-hal yang diharapkan.

    Ketika berdoa mengharapkan kesembuhan atas suatu penyakit, hendaknya menanamkan dalam hati bahwa hanya Allah SWT Sang Maha Penyembuh.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini yang Dilakukan Rasulullah ketika Sedih dan Gundah


    Jakarta

    Rasulullah SAW pernah dilanda kesedihan dan kegundahan semasa hidupnya. Sejumlah riwayat menyebut beliau senantiasa membaca doa untuk mengatasi kesedihan dan kegundahan itu.

    Riwayat tersebut dijelaskan Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Zadul Ma’ad yang diterjemahkan Tim Griya Ilmu. Riwayat-riwayat ini termuat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Jami’ At-Tirmidzi, Musnad Ahmad, dan Sunan Abu Dawud.

    Baca Ya Hayyu Ya Qayyum

    Disebutkan dalam Jami’ At-Tirmidzi melalui riwayat Anas RA, Rasulullah SAW mengucapkan ya Hayyu ya Qayyum apabila bersedih karena suatu hal. Berikut bacaan selengkapnya.


    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْتُ

    Ya Hayyu, ya Qayyum birahmatika astaghitsu

    Artinya: “Ya Allah Al-Hayyu (Yang Mahahidup), Al-Qayyum (Yang Maha Terjaga), dengan rahmat-Mu aku memohon keselamatan.”

    At-Tirmidzi mengeluarkan hadits tersebut dalam Ad-Da’awaat. Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan dalam sanadnya terdapat Yazid bin Abaan Ar-Raqaasyi, seorang rawi yang dhaif.

    Baca Doa Qurb

    Ibnu Abbas RA turut meriwayatkan hadits sebagaimana termuat dalam Shahih Bukhari dan Muslim, saat tertimpa kesusahan Rasulullah SAW biasa berdoa dengan bacaan:

    لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمِ الْحَلِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ السَّبْعَ ، وَرَبُّ الْأَرْضِ، رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Laa ilaaha illallaahul ‘Azhimul Haliim. Laa ilaaha illallaahu Rabbul ‘arsyil ‘azhiim. Laa ilaaha illallaahu Rabbus-samaawaati sab’i wa Rabbul ardhi wa Rabbul ‘arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada yang berhak disembah secara benar melainkan Allah yang Mahaagung dan Mahalembut. Tidak ada yang berhak disembah secara benar melainkan Allah, Rabb dari Arsy yang agung. Tidak ada yang berhak disembah secara benar melainkan Allah, Rabb dari langit (yang tujuh), Rabb dari bumi serta Rabb dari Arsy yang mulia.”

    Imam Bukhari mengeluarkan hadits tersebut dalam Ad-Da’awaat bab Ad Du’a ‘Indal Karbi dan Muslim mengeluarkannya dalam Adz-Dzikr wad Du’aa bab Du’a al-Karbi.

    Baca Kalimat Tasbih

    Menurut riwayat lain yang berasal dari Abu Hurairah RA, saat mengalami kegundahan karena suatu hal, Rasulullah SAW memandang ke langit seraya berkata,

    سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

    Subhanallahil ‘azhim

    Artinya: “Mahasuci Allah yang Mahaagung.”

    Namun, apabila Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam doanya, beliau mengucapkan,

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

    Ya Hayyu ya Qayyum

    Riwayat di atas dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Ad-Da’awaat bab Maa Yaquulu ‘Inda al-Karbi. Dikatakan, dalam sanadnya terdapat Ibrahim bin Al-Fadhl Al-Makhzumi, seorang perawi yang matruk (dituduh dusta).

    Dalam Sunan Abu Dawud terdapat riwayat dari Abu Bakar Ash-Shiddiq saat Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk menghadapi musibah. Doa yang dimaksud sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ؛ فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ؛ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Artinya: “Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau sandarkan urusanku kepada diriku sendiri biarpun sekejap mata. Perbaikilah segala urusanku, tidak ada yang berhak disembah secara benar melainkan Engkau.”

    Hadits tersebut turut diriwayatkan oleh Ahmad dan Al Bukhari dalam Al-Adabu Al-Mufrad. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Meraih Kemenangan, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Doa meraih kemenangan dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Pada dasarnya, umat Islam diperintahkan untuk berdoa kepada Allah SWT.

    Dalam surah Al Mukmin ayat 60, Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Doa termasuk ke dalam ibadah, sebagaimana disebutkan dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki tulisan KH Sulaeman bin Muhammad Bahri. Berdoa atau menyampaikan permohonan adalah ciri ibadah seseorang kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW dalam sebuah hadits juga menjelaskan terkait pentingnya doa, beliau bersabda:

    “Tiap muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah atau dijauhkan Allah daripadanya suatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR At Turmudzi)

    Doa Meraih Kemenangan Berbagai Versi

    Mengutip buku Doa dan Zikir Orang Sukses oleh Zaki Zamani, berikut sejumlah doa meraih kemenangan yang bisa dibaca oleh kaum muslimin.

    1. Doa Meraih Kemenangan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالْفَوْزَ بالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma inni as’aluka mujibati rahmatika, wa ‘aza’ima maghfiratika, was-salamata min kulli ithmin, wal-ghanimata min kulli birrin, wal-fawza bil- jannati, wannajata mina-nar

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang menyebabkan turunnya rahmat-Mu, segala sesuatu yang memastikan ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keberuntungan dari setiap perbuatan baik, kemenangan dengan meraih surga dan keselamatan dari neraka,”

    2. Doa Meraih Kemenangan Versi Kedua

    Dalam buku Pegangan Hadits Arba’i An-Nawawi susunan Tim Mutiara, ada juga doa kemenangan versi lain yang dapat dibaca yaitu:

    Rabbanaa wa syi’ ta kulla syai-ir rahmataw wa ‘ilman faghfir lil ladziina taabuu wattaba’u sabiilaka waqihim ‘adzaabal jahiim. Rabbanaa wa-adkhilhum jannaati adninillati wa’attahum wa man shalaha min aabaa-ihim wa azwaajihim wa dzurriyyaatihim innaka antal’aziizul hakiim. Waqihimus sayyiaati wa mantaqis sayyiaati yaumaidzin faqad rahimtah, wa dzaalika huwal fauzul ‘adhiim.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalanMu, dan peliharalah mereka dari siksa neraka yang menyala-nyala. Wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang shaleh diantara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua, sesungguhnya. Engkaulah yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan, dan barangsiapa yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar.”

    3. Doa Meraih Kemenangan Versi Ketiga

    اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًالِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًاوَّ يَنۡصُرَكَ اللّٰهُ نَصۡرًا عَزِيۡزًا

    Arab latin: Inna fatahna laka fat han mubina, liyoghfiro lakallahuma takodda min zambika wa maa ta’akhoro wa yutimma ni’matahu alayka wa yahdiyaka siroo tommustakii maa wayan surokallahu nasron aziiz.

    Artinya: “Sesungguhnya kami telah membentangkan bagimu kemenangan yang gemilang. Agar dia mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang. Dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu. Dan dia memberi petunjuk di jalan yang lurus. Dan Allah akan memberikan pertolongan kepadamu dengan pertolongan yang mulia.”

    4. Doa Meraih Kemenangan Versi Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الفلاح والنجاح

    Arab latin: Allahumma inni as’alukal falaaha wannajaaha

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, keberuntungan dan keselamatan,”

    Itulah sejumlah doa yang dapat dibaca untuk meraih kemenangan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Kedua Orang Tua dan Adabnya yang Harus Dipahami Muslim


    Jakarta

    Doa kedua orang tua menjadi bentuk bakti seorang anak. Berdoa menjadi cara berterima kasih kepada orang tua karena telah merawat dan membesarkan kita.

    Allah SWT berfirman dalam surah Luqman ayat 14,

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ


    Arab latin: wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan ‘alā wahniw wa fiṣāluhụ fī ‘āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

    Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

    Syaikh Bakar Abdul Hafizh dalam karyanya, Al-Ad’iyah fi Al-Qur’an Al-Karim, Tafsiruha wa Ma’aniha, mendefinisikan kata doa secara bahasa berarti memanggil dengan suara, dan ucapan.

    Doa Kedua Orang Tua: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Doa untuk kedua orang tua tercantum dalam surah Al Isra ayat 24 yang berbunyi,

    رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرً

    Arab latin: Rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    Selain itu, ada juga doa kedua orang tua versi lainnya yang dapat dibaca. Berikut lafaznya yang dirangkum dari arsip detikHikmah,

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Arab latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā

    Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

    Adab pada Kedua Orang Tua

    Mengutip buku Pelajaran Adab Islam 2 oleh Ahmad dan Abdul Fatah, berikut sejumlah adab yang harus diperhatikan pada kedua orang tua.

    1. Taat kepada Kedua Orang Tua

    Seorang muslim harus taat kepada kedua orang tua yang membesarkannya selama mereka tidak mendurhakai Allah SWT. Bahkan, hukum menaati kedua orang tua menjadi kewajiban bagi seorang muslim.

    2. Tidak Mendahului dalam Berkata-kata

    Mempersilakan serta membiarkan orang tua untuk berkata-kata terlebih dahulu dapat menyenangkan hati orang tua. Hal ini dicontohkan dalam hadits riwayat Abdullah bin Umar RA, ia berkata:

    “Kami pernah bersama Nabi SAW di Jummar, kemudian Nabi bersabda: ‘Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang muslim’ Ibnu Umar berkata: ‘Sebetulnya aku ingin menjawab pohon kurma. Namun karena aku yang paling muda di sini maka aku diam,’ Lalu Nabi SAW pun memberi tahu jawabannya (kepada orang-orang): ‘ia adalah pohon kurma.” (HR Bukhari)

    3. Selalu Mendoakan

    Sebagai seorang anak, hendaknya kita selalu mendoakan orang tua sebagaimana yang telah diajarkan Allah melalui Al-Qur’an. Jasa mereka yang besar tentu tidak dapat diukur dengan materi.

    Itulah doa kedua orang tua beserta adabnya yang harus dipahami oleh kaum muslimin. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keutamaan Doa Nabi Yunus, Salah Satunya Dikabulkan Hajat


    Jakarta

    Nabi Yunus AS memanjatkan sebuah doa kepada Allah SWT ketika ia ditelan di dalam perut paus. Doa yang diamalkannya tersebut mengandung banyak keutamaan dan hikmah yang bisa diteladani muslim.

    Dikisahkan oleh Ibnu Katsir dalam buku Kisah Para Nabi, kisah bermula saat Nabi Yunus AS sedang berdakwah kepada kaumnya yang melenceng dari ajaran tauhid agar mereka kembali kepada Allah SWT.

    Singkat cerita, kaum tersebut tidak mau mendengarkan Nabi Yunus AS sehingga membuatnya kesal dan meninggalkan kaum itu. Nabi Yunus AS pun meninggalkan kaumnya dengan menggunakan kapal bersama dengan beberapa orang yang lain.


    Di tengah perjalanan, terjadilah badai yang amat dahsyat sehingga awak kapal terpaksa menurunkan sebagian beban kapal ke dalam laut. Namun, beban kapal masih juga belum berkurang dan kapal masih akan tenggelam.

    Berakhirlah Nabi Yunus AS yang terpilih untuk dilemparkan ke dalam laut. Seketika itu pula, muncul paus yang sangat besar dan langsung melahap Nabi Yunus AS ke dalam perutnya.

    Di dalam keadaan yang gelapnya malam dan gelapnya perut paus, Nabi Yunus AS memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa ini termakub dalam potongan surah Al Anbiya ayat 87. Berikut lafal doanya.

    لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

    Arab-latin: Allā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn(a)

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    5 Keutamaan Doa Nabi Yunus AS

    1. Dikabulkan Segala Permintaannya

    Mengutip buku Zikir-zikir Pembersih dan Penentram Hati karya M. Rojaya, keutamaan doa Nabi Yunus AS yang pertama adalah dapat melancarkan permintaan seseorang.

    Dalam sebuah hadits disebutkan, “Doanya Dzun Nun (Nabi Yunus AS) saat berdoa di dalam perut ikan, laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minal zalimin. Tidaklah seorang muslim berdoa dalam hal apa pun, melainkan Allah akan mengabulkannya.” (HR Al Hakim)

    2. Dimudahkan Hadapi Kesulitan

    Keutamaan doa Nabi Yunus AS yang selanjutnya adalah dapat mempermudah seseorang dalam menghadapi masalah dan kesulitan.

    Apabila seseorang sedang dihadapkan dengan sebuah masalah, hendaknya ia memperbanyak membaca doa Nabi Yunus AS dengan harapan Allah SWT akan membukakan jalan keluarnya.

    3. Berserah Diri kepada Allah SWT

    Dinukil dari arsip detikJatim, keutamaan doa Nabi Yunus AS selanjutnya adalah dapat dimudahkan ketika menghadapi ujian dan sebagai bentuk berserah diri kepada-Nya.

    4. Diampuni Dosa-dosa

    Ketika melakukan kesalahan, maka hendaknya seseorang segera bertobat sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yunus AS. Seseorang bisa berharap dengan doa ini Allah SWT akan segera mengampuni dosa-dosa yang diperbuat dan menerima tobatnya.

    5. Pujian pada Allah SWT

    Setelah mendapat nikmat yang begitu besar, maka sebaiknya ia bersyukur atas nikmat tersebut.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sholat Syuruq, Kapan Sebaiknya Dipanjatkan?


    Jakarta

    Sholat syuruq adalah ibadah sunnah yang dikerjakan ketika matahari terbit. Seperti sholat pada umumnya, ada bacaan yang dipanjatkan yaitu doa sholat syuruq.

    Dalil terkait pengerjaan sholat syuruq tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi,

    “Siapa yang sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dua rakaat, ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah sempurna (diulang tiga kali).” (HR Tirmidzi)


    Mengutip dari buku Super Lengkap Shalat Sunah oleh Ubaidurrahim El-Hamdy, isyraq atau syuruq berasal dari kata syarq yang artinya timur, terbit dan menerangi. Secara sederhana, sholat syuruq diartikan sebagai sholat dua rakaat setelah matahari terbit dan meninggi, kurang lebih satu tombak dalam pandangan mata.

    Doa Sholat Syuruq dan Waktu Membacanya

    Dijelaskan oleh Ibnu Watiniyah dalam Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa bahwa doa sholat syuruq dipanjatkan setelah mengerjakan amalan tersebut. Berikut bacaannya,

    أَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عَافِيَةً وَجَاءَالشَّمْسُ مِنْ مَطْلَعِهَا.اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ خَيْرَهَذَا الْيَوْمِ وَادْفَعْ عَنِّيْ شَرَّهُ. اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ اْلأَرْضَ بِنُوْرِ شَمْسِكَ اَبَدًا. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Arab latin: Alhamdulillahil ladzi ja’alal yauma ‘afiyataw waja-‘asy syamsu min mathla’iha. Allahummar-zuqni khaira hadzal yaumi wadfa’ ‘annii syarrah. Allahumma nawwir qalbi binuri hidayatika kama nawwartal ardla binuri syamsika abada. Birahmatika ya arhamar rahimin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah terbit matahari dari tempatnya. Ya Allah, beri lah aku kebaikan hari ini dan jauhkan lah dariku keburukan hari ini. Ya Allah, terangilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan cahaya matahari-Mu terus-menerus. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara semua yang mengasihi.”

    Apakah Sholat Syuruq Sama dengan Sholat Dhuha?

    Sejumlah ulama menyamakan sholat syuruq dengan sholat Dhuha. Namun, sebagian lainnya menilai keduanya berbeda.

    Masih dari buku yang sama, Imam Al Ghazali berpendapat bahwa sholat syuruq berbeda dengan Dhuha. Sebab, waktunya berbeda meski berdekatan. Ia menyebut waktu sholat syuruq adalah sejak matahari terbit yang mana terlewatnya waktu yang dilarang untuk sholat.

    Penamaan syuruq sendiri merujuk pada waktu pelaksanaannya yaitu ketika matahari terbit atau ketika matahari memancarkan sinar. Artinya, sholat syuruq adalah amalan sunnah yang dikerjakan setelah sholat Subuh.

    Tata Cara Sholat Syuruq

    Berikut tata cara sholat syuruq yang dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan Shalat Sunah Setahun Penuh oleh Ustaz M Kamaluddin S Pd I MM.

    1. Membaca niat sholat syuruq dua rakaat dengan lafal berikut,

    Usalli Sunnata Isyraq Rak’ataini Lillaahi Ta’aalaa, Allahu Akbar.

    Artinya: “Aku niat sholat sunnah syuruq dua rakaat karena Allah ta’aalaa, Allah Maha Besar.”

    2. Pada rakaat pertama usai membaca surat Al-Fatihah, bacalah surat An Nur ayat 35,

    ۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

    Arab latin: Allāhu nụrus-samāwāti wal-arḍ, maṡalu nụrihī kamisykātin fīhā miṣbāḥ, al-miṣbāḥu fī zujājah, az-zujājatu ka`annahā kaukabun durriyyuy yụqadu min syajaratim mubārakatin zaitụnatil lā syarqiyyatiw wa lā garbiyyatiy yakādu zaituhā yuḍī`u walau lam tamsas-hu nār, nụrun ‘alā nụr, yahdillāhu linụrihī may yasyā`, wa yaḍribullāhul-amṡāla lin-nās, wallāhu bikulli syai`in ‘alīm

    Artinya: “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

    3. Saat rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan membaca surat An nur ayat 36-38

    فِى بُيُوتٍ أَذِنَ ٱللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا ٱسْمُهُۥ يُسَبِّحُ لَهُۥ فِيهَا بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ

    Arab latin: Fī buyụtin ażinallāhu an turfa’a wa yużkara fīhasmuhụ yusabbiḥu lahụ fīhā bil-guduwwi wal-āṣāl

    Artinya: “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang.” (QS An Nur: 36)

    رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَٰرَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلْقُلُوبُ وَٱلْأَبْصَٰرُ

    Arab latin: Rijālul lā tul-hīhim tijāratuw wa lā bai’un ‘an żikrillāhi wa iqāmiṣ-ṣalāti wa ītā`iz-zakāti yakhāfụna yauman tataqallabu fīhil qulụbu wal-abṣār

    Artinya: “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS An Nur: 37)

    لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Arab latin: Liyajziyahumullāhu aḥsana mā ‘amilụ wa yazīdahum min faḍlih, wallāhu yarzuqu may yasyā`u bigairi ḥisāb

    Artinya: “(Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS An Nur: 38)

    4. Setelah melaksanakan sholat syuruq, dianjurkan membaca Al-Quran untuk mendapat petunjuk yang akan diperoleh dengan membacanya secara tadabbur. Selain itu, baca juga doa sholat syuruq seperti yang telah dipaparkan sebelumnya.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com