Tag: doa

  • Doa sesudah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti dan Keutamaan


    Jakarta

    Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat Islam. Dalam pelaksanaannya, akan lebih baik jika menutupnya dengan membaca doa sesudah sholat Dhuha.

    Pengertian Sholat Dhuha

    Merujuk pada buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan di pagi hari. Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari mulai naik sepenggalah atau setelah terbit matahari (sekitar jam 07.00) hingga sebelum masuk waktu Zuhur ketika matahari belum naik pada posisi tengah-tengah.

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Sholat Dhuha memiliki sejumlah keutamaan. Dirangkum dari sumber buku sebelumnya, berikut keutamaan sholat Dhuha:


    Pahala yang Besar

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang sholat Subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (HR Tirmidzi)

    Dibangunkan Istana di Surga

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Menghapus Dosa-dosa

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi dan lainnya)

    Mendapatkan Keberkahan dalam Hidup

    Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Darda, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan) mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)

    Doa sesudah Sholat Dhuha dan Artinya

    Umat Islam bisa membaca doa sesudah sholat Dhuha agar dilancarkan rezeki dan hajat lainnya. Mengutip buku Keberkahan Sholat Duha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki karya Arif Rahman, berikut doa sesudah sholat Dhuha lengkap dengan artinya:

    Doa Pertama

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Bacaan latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika masih sukar maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Doa Kedua

    Bacaan ini merupakan bagian dari bacaan dzikir yang dapat dibaca sesudah sholat Dhuha,

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Bacaan latin: Allohummaghfirli wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rohimu.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun.”

    Doa Ketiga

    Bacaan ini merupakan doa Sayyidul Istighfar yang dapat dibaca sesudah sholat Dhuha,

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Bacaan latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    Cara Mengamalkan Doa sesudah Sholat Dhuha

    Merujuk pada buku Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha karya Huriyah Huwaida, berikut cara mengamalkan doa sesudah sholat Dhuha agar diijabah,

    Membaca Doa dengan Khusyuk dan Suara Lirih

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 110,

    قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا ١١٠

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah ‘Allah’ atau serulah ‘Ar-Raḥmān’! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaul Husna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) sholatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!”

    Menghayati Arti Doa dan Meyakini Bahwa Doanya akan Dikabulkan

    Ketika berdoa hendaknya menghayati arti dari doa yang dipanjatkan dan menghindari kelalaian. Sebab, Allah SWT tidak mengabulkan doa orang yang lalai.

    Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR Tirmidzi)

    Mengamalkan Doa Setiap Hari dan Mengulang-ulang Doanya

    Ibnu Mas’ud berkata, “Rasulullah SAW apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali.” (HR Muslim)

    Manfaat Spiritual dari Doa sesudah Sholat Dhuha

    Dirangkum dari buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya M. Amri Ra’uf, berikut beberapa manfaat spiritual dari doa sesudah sholat dhuha,

    • Akan melancarkan segala urusan
    • Semua urusan ekonomi akan dimudahkan
    • Badan akan senantiasa sehat

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Nabi Muhammad yang Diabadikan dalam Al-Qur’an



    Jakarta

    Salah satu tujuan berdoa adalah untuk menyampaikan harapan dan permohonan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW semasa hidup juga banyak memohon lewat doa-doa yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an.

    Al-Qur’an dan hadits banyak menjelaskan tentang berdoa. Bahkan Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memohon dan berdoa, sebagaimana termaktub dalam Surat Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Mengutip buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah oleh M Quraish Shihab Al-Qur’an disebutkan bahwa Al-Qur’an tersusun dari rangkaian doa-doa. Al-Qur’an membuka ayat-ayatnya dengan surat Al Fatihah. Pembukaan ini dimulai dengan pengajaran bagaimana memulai berdoa dengan memuji-Nya dan menanamkan kesadaran tentang kuasa-Nya, kemudian baru disusul dengan doa agar diantar ke jalan yang lurus.

    Dalam Al-Qur’an juga tersusun doa-doa yang dipanjatkan para nabi dan rasul. Termasuk doa-doa Nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam beberapa ayat.

    Doa Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an

    Berikut beberapa doa Nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam Al-Quran.

    1. Surat Ali Imran ayat 26-27

    اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya: “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”

    2. Surat al-Baqarah ayat 201

    رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kenaikan di akhirat, dan lindungilah kamu dari azab neraka” (QS al-Baqarah: 201).

    3. Surat Al-Isra’ ayat 80

    رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

    Artinya: “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”

    4. Surat Al-Isra’ ayat 111

    الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya”

    5. Surat Az-Zumar ayat 46

    اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ

    Artinya: “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan”

    6. Surat al-Mu’minun ayat 118

    رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ

    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik” (

    7. Surat Thaha ayat 114

    رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

    Itulah beberapa doa yang pernah dipanjatkan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Doa-doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an dan dapat menjadi amalan bagi setiap muslim.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Wudhu dan Manfaat Mengamalkannya, Muslim Sudah Tahu?


    Jakarta

    Doa setelah wudhu dapat dipanjatkan oleh umat Islam. Anjuran ini merujuk pada hadits dari Umar bin Khattab RA yang dinukil dari Kitab Al-Adzar susunan Imam Nawawi.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)


    Pada dasarnya, wudhu diartikan sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Selain itu, wudhu juga bisa diartikan sebagai bersuci sebelum sholat seperti dikutip dari buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi susunan Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz.

    Adapun, terkait dalil wudhu dijelaskan dalam surah Al Maidah ayat 6.

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Lalu, bagaimana doa setelah wudhu?

    Bacaan Doa Setelah Wudhu

    Menurut buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi doa setelah wudhu yang dapat dibaca.

    1. Doa Setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Doa Setelah Wudhu Versi Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Wudhu

    Membaca doa setelah wudhu mengandung banyak manfaat. Dijelaskan oleh DR H Sagiran melalui buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ diartikan sebagai orang-orang yang bertobat.

    Dari tobat tersebut artinya menyucikan kita dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang suci.

    Itulah doa setelah wudhu dan manfaat mengamalkannya. Jangan lupa dibaca ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Gempa Bumi agar Mendapat Perlindungan Allah


    Jakarta

    Islam menganjurkan agar membaca doa ketika gempa bumi. Hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.

    Gempa bumi merupakan bencana alam yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Bencana ini telah terjadi sejak zaman nabi terdahulu. Allah SWT berfirman dalam surah Al A’raf ayat 91,

    فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ


    Artinya: “Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka.”

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkan M. Abdul Ghoffar, ayat tersebut menjelaskan tentang gempa dahsyat yang menimpa kaum Nabi Syu’aib AS. Peristiwa ini turut disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surah Hud ayat 94,

    وَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّاۚ وَاَخَذَتِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دِيَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ

    Artinya: “Ketika keputusan Kami (untuk menghancurkan mereka) datang, Kami selamatkan Syuʻaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Adapun orang-orang yang zalim, mereka dibinasakan oleh suara yang menggelegar sehingga mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka.”

    Selain era Nabi Syu’aib AS, Allah SWT juga menimpakan gempa bumi kepada kaum Nabi Musa AS. Peristiwa ini dijelaskan dalam surah Al A’raf ayat 155-156.

    Umat Nabi Muhammad SAW pun dianjurkan membaca doa ketika terjadi gempa bumi sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.

    Doa Gempa Bumi

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha meriwayatkan hadits dengan sanad yang shahih dalam kitab Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar RA, bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ومِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala tahtii.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi).”

    Bacaan doa gempa bumi tersebut menjadi rangkaian dzikir pagi dan petang. Dalam riwayat tersebut juga dikatakan, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan doa itu ketika pagi dan sore.

    Bisa juga membaca doa gempa bumi sebagaimana termuat dalam buku Kumpulan Do’a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas sebagai berikut,

    إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

    Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha

    Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

    Doa Nabi Musa saat Kaumnya Tertimpa Gempa Bumi

    Disebutkan dalam buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih, Nabi Musa AS pernah memanjatkan doa ketika kaumnya tertimpa gempa bumi. Doa Nabi Musa AS ketika gempa bumi ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Al A’raf ayat 155-156. Berikut bacaannya.

    رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ

    Rabbi lau syi’ta ahlaktahum min qablu wa iyyāy(a), atuhlikunā bimā fa’alas-sufahā’u minnā, in hiya illā fitnatuk(a), tuḍillu bihā man tasyā’u wa tahdī man tasyā'(u), anta waliyyunā fagfir lanā warḥamnā wa anta khairul-gāfirīn(a) . Waktub lanā fī hāżihid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati innā hudnā ilaik(a)

    Artinya: “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.”

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sehabis Sholat Dhuha: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa habis sholat Dhuha dapat dibaca oleh kaum muslimin. Banyak keutamaan yang terkandung dalam sholat Dhuha, khususnya terkait rezeki.

    Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, Rasulullah SAW bersabda:

    “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan 4 rakaat sholat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR Ahmad)


    Adapun, terkait doa sehabis sholat Dhuha dapat dibaca untuk melancarkan rezeki dan hajat lain seperti dikutip dari buku Keberkahan Sholat Duha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki susunan Arif Rahman.

    Lantas, bagaimana bunyi doa sehabis sholat Dhuha?

    Doa Sehabis Sholat Dhuha

    Berikut bacaan doa sehabis sholat Dhuha yang dinukil dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha tulisan ustaz Khalillurahman El-Mahfani.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin:

    Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya :

    “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha, kecantikan adalah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu.”

    “Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Merujuk pada sumber yang sama, dalam sejumlah hadits disebutkan terkait keutamaan sholat Dhuha. Salah satunya ialah diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    Selain itu, dikatakan pula kaum muslimin yang mendirikan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat akan dibuatkan istana di surga kelak. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Itulah bacaan doa sehabis sholat Dhuha dan keutamaan mengamalkan ibadah sunnah tersebut. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Sulaiman agar Memperoleh Kekayaan hingga Luluhkan Hati Seseorang



    Jakarta

    Doa Nabi Sulaiman AS diabadikan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Ada juga doa Nabi Sulaiman AS yang tercantum dalam beberapa kitab para ulama.

    Doa Nabi Sulaiman AS meliputi banyak permohonan. Putra dari Nabi Daud AS ini pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dikaruniai kekayaan, meluluhkan hati seseorang, hingga doa agar dimudahkan menerima ilmu pengetahuan.

    Mengutip buku The Leadership of Sulaiman karya Ibnu Mas’ud dijelaskan bahwa Nabi Sulaiman AS merupakan nabi sekaligus Raja Bani Israel. Ia merupakan anak dari Nabi Daud AS yang juga menjadi raja sebelumnya.


    Sebagian sumber mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS lahir sekitar tahun 975 SM dan wafat 935 SM. Sedangkan sumber lainnya mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS lahir pada tahun 989 SM dan wafat pada tahun 923 SM. Dari kedua pendapat tersebut, tampaknya pendapat yang terakhir yang mendekati kebenaran.

    Usia Nabi Sulaiman AS tidak terlalu panjang, hanya 66 tahun. Ia wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis, Palestina (Jerusalem).

    Nama lengkap Nabi Sulaiman AS ialah Sulaiman (Sulaeman, Sulayman, Salomon) bin Daud (Dawud) bin Isya bin Uwaed bin Abir bin Salmun bin Nakhsyun bin Awinadzab bin Aramn bin Hashrun bin Faridh bin Yahudza bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim AS.

    Dalam urutan 25 Nabi Allah yang wajib diketahui oleh orang Islam, Nabi Sulaiman AS merupakan nabi yang ke-18. Ia menjadi nabi dan rasul setelah Nabi Daun AS dan sebelum Nabi Ilyas AS.

    Nabi Sulaiman AS diangkat menjadi raja saat usianya 13 tahun. Ia menggantikan sang ayah, Nabi Daud AS.

    Kerajaan Nabi Sulaiman merupakan kerajaan yang sangat besar dan tidak tertandingi.

    Sejak kecil, Nabi Sulaiman AS sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan. Ia sudah menunjukkan banyak bakat yang luar biasa, utamanya dalam ilmu pengetahuan dan ketatanegaraan.

    Kecerdasannya ini membuat Nabi Sulaiman AS tidak hanya mampu memimpin manusia, namun juga memimpin hewan dan makhluk halus. Tentu saja semua atas kehendak dan izin Allah SWT.

    Doa Nabi Sulaiman AS

    Semasa hidupnya, Nabi Sulaiman AS pernah berdoa agar diberi kemudahan dalam hidupnya. Doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman antara lain untuk mendapatkan kekayaan, diberi pemahaman dalam menerima ilmu pengetahuan, mampu meluluhkan hati orang, dan doa agar selalu mensyukuri nikmat dari Allah SWT.

    Merangkum buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, S.Ag, berikut doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman AS:

    1. Doa Nabi Sulaiman untuk Memperoleh Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman saat meminta kerajaan yang tak tertandingi ini termaktub dalam Al-Qur’an Surat Shad ayat 35:

    قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

    Arab Latin: Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak seorang jua pun miliki sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

    2. Doa Nabi Sulaiman untuk Meluluhkan Hati Ratu Bilqis

    Saat Nabi Sulaiman menaklukkan kerajaan Ratu Bilqis, dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman mengirimkan surat yang meminta agar Ratu Bilqis tunduk dan menyembah Allah SWT.

    Berikut ini doa meluluhkan hati dari kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an surat An-Naml ayat 30-31:

    إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۙ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

    Arab Latin: Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

    Artinya: “Sesungguhnya surat ini dari seseorang bernama Sulaiman, dan sesungguhnya (isinya) dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kalian sombong kepadaku, tapi datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

    Ayat tersebut menekankan kekuatan basmalah sebagai doa. Membaca basmalah menjadi salah satu adab agar doa terkabul.

    3. Doa Diberi Pemahaman dalam Menerima Ilmu

    Berikut ini doa agar diberi ilmu dan pemahaman seperti Nabi Sulaiman, yang bersumber dari Kitab Perukunan Melayu Besar.

    Isi kitab tersebut antara lain diambil dari karya Syekh Muhammad Arsyad Banjar. Berikut bacaannya doa yang bisa kamu amalkan:

    فَفَهَّمْنَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُدَ الجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِيْنَ يَا حَيُّ، يَا قَيُّوْمُ، يَا رَبَّ مُوْسَى وَهَارُوْنَ وَرَبَّ إِبْرَاهِيْمَ، وَيَا رَبَّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِيَ الفَهْمَ وَالعِلْمَ وَالحِكْمَةَ وَالعَقْلَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Artinya: “Kami memberikan pemahaman kepada Sulaiman. Setiap dari mereka Kami berikan kebijaksanaan dan ilmu. Kami tundukkan gunung dan burung kepada Daud. Mereka bertasbih. Kamilah yang melakukan itu semua. Wahai zat yang hidup, wahai zat yang tegak, wahai Tuhan Musa, Harun, Tuhan Ibrahim, wahai Tuhan Muhammad SAW. Ya Allah, karuniakan aku pemahaman, ilmu, kebijaksanaan, dan akal dengan rahmat-Mu wahai zat yang maha pengasih,”

    4. Doa Nabi Sulaiman Agar Tetap Bersyukur

    Doa Nabi Sulaiman AS agar selalu menjadi hamba yang bersyukur termaktub dalam Al-Qur’an surat An-Naml Ayat 19. Ayat ini dapat diamalkan sebagai doa.

    فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

    Arab latin: …Robbi awzi’nii an asykuro ni’matakal latii anʼamta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.

    Artinya: …Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.

    Demikian beberapa doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman AS. Doa ini dapat diamalkan setiap umat Islam agar mendapatkan nikmat yang berkah dari Allah SWT.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa & Dzikir Pagi Pengundang Rezeki, Muslim Bisa Amalkan Tiap Hari



    Jakarta

    Doa dan dzikir bisa menjadi amalan untuk mengingat Allah SWT di manapun dan kapanpun. Berdoa dan berdzikir juga dianjurkan untuk dikerjakan pagi hari untuk mengundang rezeki serta ridho Allah SWT.

    Anjuran berdoa dan berdzikir termaktub dalam banyak dalil, baik dalam Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW. Amalan ini bertujuan agar senantiasa mengingat Allah SWT.

    Dalam surat Al Ahzab 41, Allah SWT berfirman,


    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya

    Kemudian dalam surat Al Mukmin ayat 55, Allah SWT menganjurkan untuk senantiasa bersabar dan berdzikir,

    فَٱصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَٱسْتَغْفِرْ لِذَنۢبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِبْكَٰرِ

    Artinya: Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

    Anjuran berdzikir saat pagi hari juga termaktub dalam Al-Qur’an surat Qaf ayat 39,

    فَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ ٱلشَّمْسِ وَقَبْلَ ٱلْغُرُوبِ

    Artinya: Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya).

    Mengutip buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang karya Ustad Abdul Wahhab dijelaskan amalan dzikir yang dianjurkan ialah dzikir pagi dan petang. Dua waktu ini memiliki keistimewaan tersendiri yang tepat digunakan untuk mengingat Allah SWT.

    Pada dua waktu ini, kita dianjurkan untuk banyak bertasbih, beristighfar, membaca Al-Qur’an serta membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

    Dzikir pagi dilakukan setelah shalat Subuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Sedangkan dzikir sore dilakukan setelah shalat ‘Ashar sampai terbenamnya matahari atau sampai menjelang waktu Isya.

    Dzikir Pagi Lengkap: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Salah satu keutamaan dari dzikir pagi adalah dapat melancarkan rezeki dan dijauhkan dari kefakiran. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan ‘La haula wala quwwata illa billah.” (HR At-Thabrani).

    Dirangkum dari buku Dzikir Pagi & Petang Sesuai Sunnah Nabi oleh Ustaz Abul Aswad Al Bayaty, berikut bacaan dzikir di pagi hari yang dapat diamalkan tiap hari.

    1. Membaca Taawudz

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Arab latin: Audzubillahiminasyaitonirojim.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

    2. Membaca Ayat Kursi 1x

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Arab latin: Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta’khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi’idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai’im min ‘ilmihi illa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul ‘adhiim.

    Artinya: “Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” [Al-Baqarah/2: 255]

    3. Membaca Surat Al-Ikhlas 3x

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    Arab latin: Qul huwa Allahu ahad Allahus Shamad Lam yalid wa lam yuulad Wa lam ya kullahu kufuwan ahad.

    Artinya: “Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.’” [Al-Ikhlash/112: 1-4]

    4. Membaca Surat Al-Falaq 3x

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    Arab latin: Qul a’uudzu birabbil falaq Min syarri maa khalaq Wa min syarri ghaasiqin idza waqab Wa min syarrin naffathaati fil ‘uqad Wa min syarri haasidin idza hasad.

    Artinya: “Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Rabb Yang menguasai (waktu) Shubuh dari kejahatan makhluk Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Serta dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” [Al-Falaq/113: 1-5]

    5. Membaca Surat An-Naas 3x

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    Arab latin: Qul a’uudzu bi rabbin naas Malikin naas Ilahinaas Min syarril waswaasil khannaas Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas Minal jinnati wannaas.

    Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.’” [An-Naas/114: 1-6]

    6. Membaca Dzikir Pagi Pertama 1x

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    Arab latin: Ashbahnaa ‘ala fithrotil Islam, wa ‘ala kalimatil ikhlash, wa ‘ala diini nabiiyinaa muhammad shallallahu alaihi wa sallam, wa ‘ala millati abaina ibrahim haniifan muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin.

    Artinya: “Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلى الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.

    7. Membaca Dzikir Pagi Kedua 3x

    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

    Arab latin: Radhiitu billahi rabba, wa bil islaama diina, wa bimuhammadin nabiyya.

    Artinya: “Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلى الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”

    8. Membaca Dzikir Pagi Ketiga 1x

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Arab latin: Allahumma bika ashbahna wa bika amsaynaa wa bika nahyaa, wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”

    9. Membaca Dzikir Pagi Keempat 1x

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Arab latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillahi, walhamdulillah, laa ilahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahulhamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir, rabbi as’aluka khaira maa fii haadhihil lailah wa khaira maa ba’dahu, wa a’uudzu bika min syarri maa fii hadhihil lailah wa syarrimaa ba’daha, rabbi a’uudzubika minal kasali, wa suu’ul kibri, rabbi auudzu bika min ‘adzaabin naari, wa ‘adzaabilqabri.

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlin-dung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.”

    10. Membaca Sayyidul Istighfar 1x

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Allahumma anta rabbi laa ilaa hailla anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas tatho’tu. ‘a uudzu bika min syarrimaa shana’tu, abuu ‘u laka bini’matika ‘alayya wa abuu’u bidhanbii, faghfirlii, fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau lah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di dalam hidayahmu, dan perjanjian dengan-Mu. Sebisa yang aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu, dari segala kejelekan yang aku perbuat. Aku bersyukur atas nikmat yang Engkau limpahkan kepada kami, dan aku menyesal atas segala yang dosa yang aku perbuat. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

    11. Membaca Dzikir Pagi Keenam 1x

    اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ

    رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Arab latin: Allahumma inni as-alukal ‘afwa wal ‘afiyata fid dunya wal akhiroh. Allahumma inni as-alukal a’fwa wal ‘afiyata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummastur ‘auroti wa amin row’ati. Allahummahfadzni min baini yadayya wa min kholfi wa min yamini wa ‘an syimali wa min fauqi wa a’uzubika bi ‘adzamatika an ughtala min tahti.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).

    12. Membaca Dzikir Pagi Ketujuh 1x

    لَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Arab latin: Allahumma ‘aafinii fii badani, Allahumma ‘aafini fii sasm’ii, Allahumma ‘Aafini fii basharii, laa ilaa haillah anta, Allahumma inni ‘auudzubika minal kufri walfaqri, Allahumma innii ‘audzubika min ‘adzaabil qabri, laa ilahaillaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.

    13. Membaca Dzikir Pagi Kedelapan 1x

    اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

    Arab latin: Allahumma ‘aalimal ghaibi was syahaadah, faathiras samaawaati wal ardhi, rabba kulli syain in wa maliikahu, asyhadu allaa ilaa hailla anta, a’udzuu bika min syarri nafsii, wa min syarri syaithoni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsi suu’aan au ajurrohu ila muslim.

    Artinya: “Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.

    14. Membaca Dzikir Pagi Kesembilan 3x

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin:Bismillahi ladzi laa yadhurru ma’a smihi syaiun fil ardhi wa laa fis samaa’ i wa huwassamii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.”

    15. Membaca Dzikir Pagi Kesepuluh 1x

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

    Arab latin: Ya Hayyu ya Qayyumu birahmatika astaghiistu, ashlih lii sya’nii kullahu walaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin.

    Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).”

    16. Membaca Dzikir Pagi Kesebelas 3x

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

    Arab latin: Subahnallah wa bihamdihi; ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimatihi.

    Artinya: “Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.”

    17. Membaca Dzikir Pagi Keduabelas 1x, 10x, atau 100x
    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

    Arab latin: Subhanallahi wabihamdihi.

    Artinya: “Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.”

    18. Membaca Dzikir Pagi Ketigabelas 1x, 10x, atau 100x

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    Arab latin: Laa ilaahaillallah wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syain qadiiru.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan dan bagi-Nya pujian dan Dia Mahaberkuasa atas segala sesuatu.”

    19. Membaca Dzikir Pagi Ke-empat Belas 100x

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab latin: Astaghfirullah wa atuubu ilaihi.

    Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

    Itulah rangkaian doa dan dzikir pagi dapat diamalkan. Setiap muslim bisa melafalkan dzikir ini setiap selesai sholat subuh dan juga setelah Dhuha. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridho-Nya.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Orang Meninggal, Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Bacaan doa untuk orang meninggal menjadi amalan yang disunnahkan Rasulullah SAW. Seorang muslim dianjurkan membacakan doa bagi kerabat atau keluarga yang meninggal dunia.

    Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melakukan takziah jika mendengar kabar duka. Doa untuk seseorang yang meninggal dunia bertujuan agar Allah SWT memudahkan jalannya menuju alam akhirat serta mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya.

    Dalam Buku Induk Doa dan Zikir yang ditulis Imam Nawawi dijelaskan, bahwa orang-orang yang bertakziah dan mendoakan saudaranya yang meninggal akan mendapatkan balasan pahala. Takziah atau berbelasungkawa ialah menasihati untuk sabar dan menceritakan hal-hal yang menghibur hati orang yang ditinggal mati, meringankan kesedihannya, dan memudahkan untuk menyanggah musibahnya.


    Dalam kitab Imam Tirmidzi dan kitab Sunanul Kubra Imam Baihaqi melalui Abdullah ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang berbelasungkawa kepada orang yang tertimpa musibah, baginya pahala yang sama dengan orang yang tertimpa musibah itu.”

    Orang-orang yang berbelasungkawa dan mendoakan orang yang meninggal akan mendapatkan keutamaan balasan surga. Sebagaimana diriwayatkan di dalam kitab Imam Tirmidzi melalui Abu Barazah, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang berbelasungkawa kepada wanita yang ditinggal mati anaknya, kelak dia diberi pakaian burdah di dalam surga.”

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak sekali-kali seorang mukmin berbelasungkawa kepada saudaranya yang tertimpa musibah, melainkan Allah SWT akan memakaikan kepadanya sebagian dari perhiasan kehormatan di hari kiamat.”

    Bacaan Doa untuk Orang Meninggal

    Ketika melakukan takziah, seorang muslim bisa mengucapkan kalimat istirja sebagai doa untuk jenazah.

    Diriwayatkan dari Abu Musa RA dalam hadits At-Tirmidzi, dianjurkan untuk mengucapkan Istirja ketika mendengar seorang anak adam yang meninggal.

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

    Arab latin: Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun

    Artinya: “Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.”

    Terdapat beberapa doa yang bisa dibacakan untuk orang yang meninggal. Berikut rinciannya:

    1. Doa saat mendengar kabar duka

    إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

    Arab Latin: Innalillahi wa inna ilahi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu indaka fil muhsinin, waj’al kitabahu fi’illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba’dahu.

    Artinya: “Sesungguhnya kamu milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah, tuliskan-lah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikan-ah catatannya di illiyyin. Ganti-lah ia di keluarganya dari orang-orang yang meninggalkan. Jangan-lah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya.”

    2. Doa untuk orang meninggal

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    3. Doa untuk orang meninggal perempuan

    للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab Latin: Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah, dan lepaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkan pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungi-lah dari siksa kuburnya serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    4. Doa untuk orang meninggal laki-laki

    لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab Latin: Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah dan lepaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungi-lah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    5. Doa saat takziah

    أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

    Arab Latin: A’dlamallahu ajraka wa ahsana aza’aka wa ghafaraka li mayyitika

    Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.”

    إِنَّ لِلهِ تَعَالى مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فمُرْهَا فَلْتَصْبرْ وَلْتَحْتَسِبْ

    Arab Latin: Inna lillahi taala ma akhadza wa lahu ma a’tha wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musamma famurha faltashbir wa tahtasib

    Artinya: “Sesungguhnya Allah maha memiliki atas apa yang dia ambil dan dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala dari Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Hujan Berhenti dan Cuaca Cerah, Yuk Panjatkan!


    Jakarta

    Doa agar hujan berhenti dan cuaca cerah bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin. Meski hujan tergolong sebagai rahmat dari Allah SWT, turunnya hujan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan bencana dan kerugian bagi manusia.

    Apabila hujan deras mengguyur, umat Islam bisa meminta pertolongan kepada Allah SWT. Hal ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    Merangkum arsip detikHikmah, saat zaman Nabi Muhammad SAW sempat terjadi hujan deras yang menyebabkan akses jalan terputus dan stok makanan membusuk. Karenanya, sang rasul mengajarkan doa untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.


    Bacaan Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin dan Terjemahnya

    Dari Anas bin Malik, berikut doa agar hujan berhenti dan cuaca cerah yang dari Anas bin Malik sebagaimana dikutip dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq.

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Selain itu, ada juga doa yang diriwayatkan dari hadits Abu Daud dari Utsman bin Affan RA. Berikut lafaznya,

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Daud)

    Hujan sebagai Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Menukil dari buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-Doa Harian susunan Mahmud Asy-Syafrowi, Imam Syafi’i melalui al-Umm menuliskan:

    “Barang siapa berkata, ‘Hujan turun berkat karunia Allah SWT dan rahmat-Nya,’ maka itu merupakan bentuk keimanan kepada Allah SWT. Sebab, ia tahu bahwa tidak ada yang mampu menurunkan hujan dan memberi, kecuali Allah SWT semata.”

    Hujan disebut sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Sebab, turunnya hujan identik dengan rezeki dan rahmat. Karenanya, umat Islam dianjurkan berdoa tentang hajat dan keinginannya kala hujan.

    Dalam sebuah hadits dikatakan,

    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat, dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

    Demikian bacaan doa agar hujan berhenti dan cuaca cerah beserta informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Meminta Rezeki yang Halal agar Dilancarkan


    Jakarta

    Rezeki dapat datang dari mana saja, termasuk dari yang diusahakan manusia. Salah satu usaha yang dilakukan manusia untuk mendapat rezeki adalah memanjatkan doa meminta rezeki kepada Allah SWT yang Maha Pemberi Rezeki.

    Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam surah Az-Zariyat ayat 58. Allah SWT berfirman:

    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ


    Artinya: “Sesungguhnya Allah-lah Maha Pemberi Rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.”

    Imam Ibnu Katsir menerangkan dalam Kitab Tafsir-nya menjelaskan, Allah SWT menjamin rezeki makhluk-Nya, termasuk semua hewan melata di bumi baik yang kecil maupun besar, yang ada di daratan maupun di lautan. Sifat Allah SWT Maha Pemberi Rezeki inilah kemudian dijelaskan dalam Asmaul Husna Ar Razzaq. Imam Al Ghazali pernah berkata,

    “Dia yang menciptakan rezeki dan menciptakan yang mencari rezeki, serta Dia pula yang mengantarkan kepada mereka dan menciptakan sebab-sebab sehingga mereka dapat menikmatinya.” jelasnya yang diterjemahkan oleh Quraish Shihab dalam buku Al-Asma’ Al Husna dalam Perspektif Al-Qur’an.

    Untuk itu, salah satu upaya yang bisa dilakukan muslim adalah mengamalkan doa meminta rezeki kepada Allah SWT. Bahkan, Allah SWT dalam surah Al Mu’min ayat 60 memerintahkan hamba-Nya untuk meminta kepadaNya.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.”

    Beberapa bacaan doa untuk meminta rezeki tersebut telah diterangkan dalam Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW. Berikut beberapa di antaranya.

    Pilihan Doa Meminta Rezeki Lancar dan Artinya

    1. Doa Meminta Rezeki Versi Pertama

    Setiap paginya Rasulullah SAW senantiasa membaca sebuah doa sebagaimana dikisahkan Abu Hurairah RA dalam sebuah hadits. Berikut bacaan doa yang dipanjatkannya:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Bacaan latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru

    Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali,” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

    2. Doa Meminta Rezeki Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

    Bacaan latin: Allahmumma inni ashbahtu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa mala’ikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu lailaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka

    Artinya: “Ya Allah, aku berada di waktu pagi bersaksi atas-Mu, dan kepada para pembawa Arsy-Mu, kepada semua malaikat, dan kepada semua mahkluk-Mu, bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu.” (HR Abu Daud)

    3. Doa Meminta Rezeki Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Bacaan latin: Allaahumma inii as-aluka rizqan thayyiban wa ‘ilman naafi’an wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.” (HR Al Mustaghfiri)

    4. Doa Meminta Rezeki Versi Keempat

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

    Bacaan latin: Allaahumma innii as’aluka an tarzuqanii rizqan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin, innaka a’laa kulli sya’in qadiirun

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk berkenan memberiku rezeki yang luas serta baik, tanpa payah. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu,”

    Selain itu, muslim juga bisa mengamalkan surah Al Waqiah ayat 35-38 yang dikenal sebagai doa permudah rezeki. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Surat Al Waqiah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” (HR Ad Dailamiy)

    Menurut buku Amalan-amalan Pembuka Pintu Rezeki karya Nasrudin, Husnul Akib dan Qultum Media, untuk meminta rezeki tidak hanya dapat dilakukan dengan membaca doa meminta rezeki. Muslim juga dapat mengerjakan amalan pengiring seperti salat sunnah maupun berzikir.

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com