Tag: doa

  • Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar untuk Orang Tua



    Jakarta

    Membaca dan memperbanyak doa pada malam lailatul qadar merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam lailatul qadar. Salah satunya kita dapat membaca doa lailatul qadar untuk orang tua.

    Sayyid Sabiq dalam Kitab Fiqih Sunnah – Jilid 2 mengatakan, beribadah dan berdoa pada malam lailatul qadar sangat dianjurkan.

    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Artinya: “Siapa yang mengerjakan salat malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah SWT, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni.”

    Imam Ahmad, Ibnu Majah, dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits yang dinyatakan shahih olehnya, dari Aisyah RA, dia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah bagaimanakah menurutmu jika aku mengetahui malam lailatul qadar, apa yang mesti aku ucapkan ketika itu? Beliau bersabda, “Ucapkanlah

    اللهم إنك عفو كري، تحبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَلَى

    Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku.”

    Hal serupa juga dijelaskan oleh Nasrudin Abd Rohim dalam buku Jangan Lelah Berdoa, bahwa pada malam lailatul qadar kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk memperbanyak doa.

    Menurutnya, hal itu di sebabkan malam lailatul qadar merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an. Malam ini lebih utama daripada 1000 bulan.

    Sesuai dengan hadits Ummul Mu’minin Aisyah RA yang meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam lailatul qadar. Hal ini menunjukkan bahwa pada malam lailatul qadar kita dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafaz yang diajarkan tersebut.

    Selain membaca doa untuk memohon ampun bagi diri sendiri, bisa juga membaca doa untuk orang tua. Mengutip buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya Khalilurrahman Al Mahfani berikut bacaan doa untuk orang tua.

    Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar untuk Orang Tua

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Rabighfirlii wa liwaalidayya warhamhuma kamaa rabbayaanii shaghiiraa

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku pada waktu kecil.”

    Doa malam lailatul qadar untuk orang tua tersebut diambil dari penggalan surah Nuh ayat 28 dan surah Al Isra ayat 24.

    Mendoakan Orang Tua Merupakan Bentuk Birrul Walidain

    Mengutip dari Magnet Rezeki Keluarga Amalan-Amalan Sunah untuk Berlimpahnya Rezeki dan Kebahagian Keluarga karya Ustadz Arifin Ibnu Jumani, seorang muslim berkewajiban untuk berbuat baik, memuliakan, tunduk, menghormati, mengasihi, dan menyayangi kedua orang tua.

    Allah SWT juga memerintahkan supaya kita berbakti kepada orang tua atau birrul walidain yang disebutkan dalam sejumlah ayat dalam Al-Qur’an. Salah satunya,

    وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

    Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik” (QS Al-Israa: 23)

    Berbakti kepada orang tua termasuk perbuatan yang paling disukai oleh Allah SWT, seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut,

    عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَانِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ تَعَالَى قَالَ: الصَّلَاةُ عَلَى وقتها قلتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: ر الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ: ثُمَّ أَيَّ؟ قَالَ: اَلْجِهَادُ فِي سَبِيلِ الله

    Artinya: “Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud RA berkata, ‘Rasulullah saw. bersabda, ‘Saya bertanya kepada Rasulullah saw., ‘Perbuatan apa yang paling disukai oleh Allah?’ Rasulullah menjawab, Shalat pada waktunya.” Saya bertanya, “Kemudian apa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Berbakti kepada kedua orang tua. Saya bertanya, Kemudian apa lagi? Rasulullah menjawab. Berjuang menegakkan agama Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Sholat Idul Fitri, Yuk Amalkan Agar Ibadah Makin Sempurna!



    Jakarta

    Rasulullah SAW pertama kali sholat Id (Idul Fitri dan Idul Adha) pada tahun kedua Hijriah. Sholat sebanyak dua rakaat ini memiliki banyak keutamaan sehingga besar pahalanya apabila setelah melaksanakan sholat Idul Fitri seseorang membacakan doa.

    Berikut ini adalah doa yang dapat dibaca setelah menunaikan sholat Idul Fitri.

    Doa Setelah Melaksanakan Sholat Idul Fitri

    Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan yang disusun oleh Deni Lesmana, S.Pd, sebenarnya tidak ada doa khusus yang dianjurkan bagi umat Islam untuk dibaca dalam sholat Id atau pada hari Id.


    Akan tetapi umat Islam dianjurkan untuk bertakbir, tasbih, tahlil, dan tahmid pada malam dua hari raya dan paginya hingga selesai khutbah pada hari Idul Fitri. Maka, sebelum menyimak khutbah hendaknya membaca lafadz takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid.

    اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِل اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

    Allahu akbaru kabiiran walhamdu lillaahi katsiiraan, wa subhaanal-laahi bukrataw-wa ashillaan. Laa-ilaaha illallaahu walla na’budu alla iyyaahu mukhlishiina lahud-dina walawkarihal-kaafiruuna laa ilaaha illal-llahu wahdahu, shadaqa wa’dahu, wanashara abdahu, wa a’azza jundahu, wahazamal-ahzaaba wahdahu. Laa-ilaaha illallahu. Akbar allahu akbar walillahil hamdu.

    Artinya: “Allah maha besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dengan keesaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq, dan musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.”

    Adapun untuk doa lainnya, umat muslim dapat membaca doa berikut ini.

    اَللّهُمَّ أَعْطِنِي خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا فِيْهِ، وَاْصرِفْ عَنِّي شَرَّهُ وَشَرَّ مَا فِيْهِ، اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي فِيْهِ كُلَّ خَيْرٍ وَاجْعَلْنِي بَارًّا فِيْهِ بِوَالِدَيَّ، وَاجْعَلْنِي يَا الله مِنْ عِبَادِكَ الْمغْفٌوْرِ لَهُمْ فِي هَذَا الْيَومِ الْمُبَارَكَ، اللهُمَّ ارْحَم ْمَوْتَنا وَمَوْتَى الْمُسْلِمِيْنَ، .اللهم تَقَبَّلْ ِمنَّا الطَّاعَاتِ وَاغْفِر ْلَنَا الْخَطَايَا وَالسَّيِّئَاتَ.

    Allahumma’thini khaira hadzal yaum wa khaira ma fihi. Washrif anni syarra ma fihi. Allahummaktubli fihi kulla khairin waj’alni barran fihi bi walidayya, waj’alni ya Allah min ibadikal maghfur lahum fi hadzal yaum al-mubarak. Allahumarham mautana wa mautal muslimin. Allahumma taqabbal minna tha’ati waghfir lanal khathaya was sayyi’at

    Artinya: “Ya Allah berikanlah aku kebaikan dari hari ini, dan kebaikan dari setiap hal yang ada pada hari ini. Dan jauhkanlah aku dari kejelekan di hari ini dan kejelekan setiap sesuatu yang ada pada hari ini. Ya Allah catatlah pada hari ini setiap kebaikan dan jadikanlah kebaikan bagi kedua orang tuaku dan jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang Engkau ampuni pada hari yang berkah ini. Ya Allah ampunilah dosa para keluarga kami yang sudah meninggal dan seluruh kaum muslimin yang sudah meninggal. Ya Allah terimalah ketaatan kami dan ampunilah segala kesahalan dan keburukan yang telah kami perbuat.”

    Doa dan Ucapan Hari Raya Idul Fitri

    Yusuf Burhanudin dalam bukunya Misteri Bulan Ramadhan menyebutkan bahwa selain doa setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, terdapat doa lainnya yang juga kerap kali diamalkan selama berlangsungnya hari raya.

    تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

    Taqabbalallahu minna wa minkum

    Artinya: “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian semua.” (HR Ahmad).

    Ucapan selamat (tahniah) adalah sebagai bentuk penghormatan seorang muslim kepada muslim lainnya. Islam mengajarkan untuk selalu menghormati sesama dengan ucapan yang baik karena selamat tak ubahnya adalah doa kebaikan bagi orang lain.

    Doa di atas menggambarkan harapan agar semua jerih payah kita semua senantiasa mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Sungguh rugi apabila kemudian jerih payah berupa amalan-amalan yang dikerjakan di bulan Ramadan tidak menuai manfaat apa-apa bagi diri sendiri dan orang lain.

    Hari Raya Idul Fitri di Indonesia umumnya diwarnai dengan tradisi saling memaafkan dosa secara lahir dan batin sesuai dengan anjuran dari Rasulullah. Hendaknya kita memohon maaf dari yang sekiranya kita bersalah kepadanya.

    Tradisi ini selalu berjalan karena merupakan sebuah kebiasaan yang baik guna mempererat tali silaturahmi tidak hanya terhadap kerabat dan keluarga terdekat tetapi juga pada setiap sesama muslim yang lainnya.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Orang yang Memberikan Makan



    Jakarta

    Mendoakan orang yang memberi makan merupakan sunnah Rasulullah SAW. Doa untuk orang yang memberi makan ini disebutkan dalam sejumlah hadits.

    Memberi makan orang lain memiliki sejumlah keutamaan. Salah satunya seperti dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab Iman bab “Memberi makan”

    وَعَنْ عَبْد الله بن عَمْرُو بْن الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَن رَجُلاً سَأَلَ رَسُول الله : أَي الإسلام خَيْرٌ؟ قَالَ: «تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عرفت ومَنْ لَمْ تَعرف متفق عليه


    Artinya: “Dari Abdullah bin Amr bin ibnul Ash RA bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah SAW. “Amalan Islam apa yang paling baik?” Beliau bersabda, “Engkau memberikan makanan, serta mengucapkan salam kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal.” (Muttafaq’alaih)

    وَعَنْ أُمّ عَمَّارَةَ الْأَنْصَارِيَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنْ النبي ﷺ دَخَلَ عَلَيْهَا، فَقَدِّمَتْ إِلَيْهِ طَعَامًا، فَقَالَ: «كُلي» فَقَالَتْ: إِنِّي صَالِمَةٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ «إنّ الصَّالِمَ تُصَلَّى عَلَيْهِ الْمَلائِكَةُ إذا أكل عِنْدَهُ حَتَّى يَفْرَعُوا

    Artinya: Dari Ummu Umarah al-Anshariyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke rumah Ummu Umarah lalu ia menghidangkan makanan untuk beliau. kemudian beliau bersabda, “Makanlah, ya Ummu Umarah.” Ia menjawab, “Aku sedang berpuasa.” Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang berpuasa itu didoakan oleh malaikat, jika ada orang makan di tempatnya sampai selesai makan.” Atau beliau bersabda, “Sampai orang yang makan itu merasa kenyang.” (HR At-Tirmidzi. Dan menurutnya hadits ini hasan shahih)

    Doa untuk Orang yang Memberi Makan

    Mengutip Kitab adz-Dzikru wa ad-Du`a` fi Dhau`il Kitab wa as-Sunnah karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr, di antara doa-doa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, dari Al-Miqdad RA dia berkata, “Aku datang bersama dua orang sahabatku, sementara pendengaran dan penglihatan kami telah hilang karena kelelahan, maka kami datang kepada Nabi Muhammad SAW, disebutkan hadits lengkapnya, dan di dalamnya dikatakan, “Sungguh Nabi SAW berdoa:

    اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي

    Arab latin: Allahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqaa-nii

    Artinya: ‘Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan, dan berilah minum orang yang memberiku minum.’” (Shahih Muslim, no 2055)

    Di antaranya pula apa yang diriwayatkan Abdullah bin Busr RA beliau berkata, “Rasulullah SAW singgah pada bapakku…” Beliau berkata, “Kami mendekatkan kepadanya makanan dan wathbah (yakni sejenis makanan yang terbuat dari kurma, keju, dan samin), lalu beliau memakan sebagian di antaranya. Kemudian didatangkan kurma, maka beliau memakannya dan membuang bijinya di antara kedua jarinya seraya mengumpulkan jari telunjuk dan jari tengah. Setelah itu didatangkan minuman dan beliau meminumnya. Kemudian beliau memberikan kepada orang yang ada di kamarnya.” Beliau berkata, “Bapakku berkata sambil memegang kekang hewan tunggangannya, ‘Doakanlah kepada Allah SWT untuk kami.’ Beliau berdoa:

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْهُمْ وَارْحَمْهُمْ

    Arab latin: Allahumma baarik lahum fii maa razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum

    Artinya: ‘Ya Allah, berkahilah untuk mereka pada apa yang Engkau karuniakan bagi mereka, dan ampunilah mereka, serta rahmatilah mereka.’” (Shahih Muslim, No 2042)

    Riwayat tentang mendoakan orang yang memberi makan turut disebutkan dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi. Ulama Syafi’iyah ini menukil riwayat dalam Kitab Sunan Abi Dawud dengan sanad shahih mengenai hadits tentang doa untuk orang yang memberi makan. Dari Anas RA, ia berkata,

    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ إِلَى سَعْدِ بْنِ عِبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَجَاءَ بِخَيْرِ وَزَيْتٍ فَأَكَلَ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ المَلَائِكَةُ

    Artinya: “Nabi SAW datang kepada Sa’d ibn Ubadah RA, lalu Sa’d menghidangkan roti dan minyak. Maka beliau makan, kemudian bersabda, “Telah berbuka pada kalian orang-orang yang puasa, dan telah memakan makanan kalian orang-orang yang bertakwa, serta telah mendoakan kalian para malaikat.”

    Bukan hanya itu, di dalam Kitab Sunan Abi Dawud melalui seorang lelaki dari Jabir RA yang menceritakan:

    صَنَعَ أَبُو الْهَيْثَمِ بْنُ التَيَهَانِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَاماً، فَدَعَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ، فَلَمَّا فَرَغْوا، قَالَ: أَيْبُوا أَخَاكُمْ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِثَابَتُهُ؟ قَالَ: إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا دُخِلَ بَيْتُهُ فَأُكِلَ طَعَامُهُ وَشُرِبَ شَرَابُهُ، فَدَعَوْا لَهُ، فَذَلِكَ إِثَابَتُه

    Artinya: Abu Haitsam ibnu Taihan membuat jamuan makan untuk Nabi Muhammad SAW. Lalu ia mengundang Nabi SAW dan para sahabatnya. Ketika mereka selesai makan, Nabi SAW bersabda, “Balaslah jasa saudara kalian!” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, bagaimana cara membalasnya?” Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang lelaki apabila rumahnya dikunjungi, lalu makanannya dimakan dan minumannya diminum, kemudian mereka mendoakan untuknya, maka itulah balasan jasanya.”

    Sementara itu, Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Bulughul Maram menjelaskan mengenai hadits yang berkaitan dengan hal tersebut.

    Dituturkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

    أَيُّمَا مُسْلِمٍ كَسَا مُسْلِمًا تَوْبًا عَلَى عُرْيِ كَسَاهُ اللَّهُ مِنْ خُضْرِ الجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَطْعَمَ مُسْلِمًا عَلَى جُوْعِ أَطْعَمَهُ اللَّهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا عَلَى ظَمَا سَقَاهُ اللهُ مِنَ الرَّحِيقِ المختوم

    Artinya: “Siapa saja Muslim yang memberi pakaian Muslim lainnya yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah SWT akan memberinya pakaian dari hijaunya surga. Siapa saja Muslim yang memberi makan Muslim lainnya yang kelaparan, niscaya Allah SWT akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Dan siapa saja Muslim yang memberi minum Muslim lainnya yang kehausan, niscaya Allah akan memberi minuman dari minuman suci yang tertutup.” (HR Abu Daud dan dalam sanadnya ada kelemahan).

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Panjatkan Doa Ini agar Rumah Tangga Harmonis dan Bahagia



    Semua orang tentu mengharapkan memiliki rumah tangga yang harmonis. Namun, dalam perjalanannya pasangan suami istri mungkin saja melewati beberapa permasalahan.

    Oleh sebab itu, agar terhindar dari masalah apalagi perceraian hendaknya kita selalu memanjatkan doa dan meminta perlindungan dari Allah SWT.

    Dikutip dari Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki & Kesuksesan oleh Deni Lesmana, di bawah ini merupakan beberapa doa yang bisa diamalkan untuk membuat rumah tangga harmonis.


    Doa agar Rumah Tangga Harmonis dan Bahagia

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqan Ayat 74:

    وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā

    Artinya:

    “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

    Doa agar Tidak Bertengkar

    لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ الْحَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَاِلَهَ اِلَّااَنْتَ عَزَّجَارُكَ وَجَلَّ ثَنَآؤُكَ

    La ilaaha illalloohul haliimul hakiimu subhaanalloohi robbis samaawaatis sab’i wa robbil ‘arsyil ‘adziimi laa ilaaha illaa anta ‘azza jaaruka wa jalla tsanaa uka.

    Artinya:

    “Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Kasih dan Maha Bijaksana, Maha Suci Allah Tuhan yang memelihara tujuh langit dan ‘Arsy yang besar. Tiada Tuhan melainkan Engkau, sangat kuat perlindungan-Mu dan Maha tinggi Perlindungan-Mu.”

    Doa Jika Terjadi Pertengkaran Suami Istri

    Doa pertengkaran dalam rumah tangga ini sebaiknya diamalkan saat pasangan suami istri sedang terlibat pertengkaran atau masalah. Berikut doanya:

    اللَّهُمَّ لَا تُشْمِتْ بِي عَدُوِّي ، وَلَا تَسُؤْ بِي صَدِيْقِي ، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتِي فِي دِيْنِي ، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّي ، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ مَنْ لَا يَرْحَمُنِي ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ.

    Allahumma la tusymit bii ‘aduwwi wala tasu’ bi sadiqi wala taj’al mushibatii fii dini wala taj’alid-dunya akbara hammi walaa tusalith ‘alayya man la yarhamunii ya hayyu ya qoyyum.

    Artinya:

    “Ya Allah, jadikanlah musuhku gembira karena kesusahanku, dan jangan jadikan temanku membuat kejahatan terhadapku, dan jangan jadikan kemalanganku dalam urusan agamaku, jangan jadikan kepentingan dunia menjadi pusat perhatianku, dan jangan jadikan orang yang tidak berbalas kasihan merajalela atasku, wahai Tuhan yang berdiri sendiri.”

    Doa Saat Marah Kepada Pasangan

    اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّب ِيِّ مُحَمَّ دٍ اغْفِرْ ل ِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِب ْ غَيْظَ قَل ْبِيْ ، وَأَ جِرْنِيْ مِن ْ مُضِلَّاتِ الفِتَنِ

    Allahumma rabban nabiyyi muhammadin, ighfirli dzanbi, wa azhib ghaidha qalbi, wa ajirni min mudlillatil fitani.

    Artinya:

    “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Ya Allah ampunilah dosaku dan hilangkanlah kepanasan hatiku dan lepaskanlah aku dari setan yang terkutuk.”

    Itu tadi beberapa doa agar rumah tangga harmonis, bahagia, serta langgeng. Jangan lupa untuk mengamalkannya, ya detikers! Semoga Allah SWT senantiasa membuat rumah tangga kita menjadi sakinah mawaddah warahmah.

    (khq/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Saat Cuaca Panas dan Terik, Bisa Dibaca Hari Ini



    Jakarta

    Doa saat cuaca panas dan terik dapat diamalkan oleh seluruh umat muslim. Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT senantiasa mencurahkan perlindungan kepada umat-Nya ketika dilanda suatu cobaan berupa cuaca panas.

    Suhu udara yang panas dan terik tengah dirasakan masyarakat Indonesia. Fenomena ini terjadi secara alami, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai wilayah di Asia.

    Melansir laman CNN, Rabu (26/4/2023) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ada lima penyebab utama terjadinya suhu panas di Indonesia sepekan terakhir.
    Kepala Pusat Layanan Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memperkirakan suhu panas akan mencapai 36-37 derajat di beberapa wilayah di Tanah Air.


    Doa saat Cuaca Panas

    Pada zaman Rasulullah SAW, pernah terjadi cuaca panas dan musim kemarau yang melanda. Melansir laman NU, Rabu (26/4/2023) ada beberapa bacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika mengalami cuaca panas.

    Doa pertama

    Berikut ini adalah doa yang dikutip dari pembukaan khutbah Shalat Istisqa Rasulullah SAW

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kauturunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

    Doa kedua

    Berikut ini doa yang dibaca Rasulullah SAW saat sedang khutbah Jumat. Seorang sahabat datang ke dalam masjid menceritakan bencana kekeringan dan meminta Rasulullah yang sedang khutbah Jumat untuk berdoa kepada Allah.

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Arab Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami,” (HR Muttafaq Alaih).

    Doa ketiga

    Berikut ini adalah lafal doa istisqa yang pernah dibaca oleh Rasulullah menurut riwayat Abu Awanah dari Sahabat Sa’ad ra.

    اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Arab Latin: Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.

    Artinya, “Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia,” (HR Abu Awanah).

    Demikian bacaan doa ketika mengalami dan merasakan cuaca panas. Semua doa ini dapat dipanjatkan dengan niat semata-mata memohon ridho dan pertolongan Allah SWT.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melupakan dan Mengikhlaskan Seseorang yang Kita Cintai



    Hidup manusia terkadang tak lepas dari persoalan hati, misalnya jatuh cinta dan sakit hati. Namun ketika seseorang merasa patah hati, ia mungkin akan berusaha untuk melupakan orang yang dicintainya.

    Misalnya, teman yang jahat kepada kamu atau seorang mantan suami/istri. Cara melupakan seseorang yang kita cintai yaitu bisa dengan bantuan doa.

    Dengan doa, bisa membuat rasa sakit atau kenangan di masa lalu memudar dan memohon agar kita senantiasa dilindungi dari perbuatan dosa.


    Doa Melupakan Seseorang

    Sejatinya, doa melupakan seseorang tidak disebutkan secara khusus dalam Al-Qur’an dan sunnah. Namun, doa di bawah ini mungkin bisa menjadi cara sederhana untuk meminta pada Allah agar bisa melupakan seseorang agar kita tetap bisa melanjutkan hidup.

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 16:

    اَلَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ

    Artinya:

    Orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar beriman, maka ampunilah kesalahan kami dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imran:16).

    Doa melupakan seseorang berfokus untuk niat kita dalam mengalihkan perhatian atau emosi negatif serta menciptakan perubahan positif dalam diri kita.

    Doa agar Hati Tenang

    Perasaan sakit hati mungkin akan membuat kamu diselimuti duka dan lara, sehingga membuat hidup merasa tak semangat lagi. Tapi, jangan terlarut menggalau karena Allah selalu ada di dalam hati kita.

    Dikutip dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah karya Wulan Mulya Pratiwi, berikut merupakan doa yang bisa dipanjatkan agar hati tenang.

    Rasulullah SAW bersabda:

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

    Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfaka ainin ashlihli sya’nii kullahu laa ilaha illa anta

    Artinya:

    “Ya Allah, dengan rahmat-Mu aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walaupun sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada Ilah yang berhak disembah selain engkau.” (Hr. Abu daud)

    Doa Hati yang Sedang Gelisah untuk Meminta Petunjuk

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ

    Rabbanā lā tuzig qulụbanā ba’da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah, innaka antal-wahhāb

    Artinya:

    Mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada suatu kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk pada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Pemberi (karunia)”. (QS: Ali ‘Imran: 8)

    Doa untuk Mengikhlaskan Seseorang

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 25:

    وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا۟ هَٰذَا ٱلَّذِى رُزِقْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَٰبِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    Wa basysyirillażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, kullamā ruziqụ min-hā min ṡamaratir rizqang qālụ hāżallażī ruziqnā ming qablu wa utụ bihī mutasyābihā, wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidụn

    Artinya:

    “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman serta berbuat baik, bahwa kepada mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiapnya diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah:25).

    Tata Cara dan Langkah Berdoa untuk Melupakan Seseorang
    Dilansir laman Islam Nuskhe, berikut merupakan langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika ingin berdoa untuk melupakan seseorang:

    • Membaca “Astaghfirullah” sebanyak 120 kali setelah wudu
    • Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” sebanyak 20 kali
    • Minum air zamzam dan ucapkan selawat sebanyak 11 kali
    • Melakukan niat sebelum dan sesudah memanjatkan doa
    • Mengucapkan bacaan tasbih sebanyak 130 kali atau diakhiri dengan kata “Amin”

    Terjebak dalam ingatan seseorang yang sangat kamu sayangi merupakan situasi yang menantang dan berat bagi sebagian orang. Sehingga, banyak orang mencoba untuk meninggalkan kenangan pahit di masa lalu dan fokus untuk masa depan.

    Memang tidak mudah untuk keluar dari hubungan yang gagal. Ketika dirasa seseorang tersebut bukan jodoh kita, biasanya kita akan melakukan cara untuk berhenti memikirkan seseorang.

    Doa dan langkah di atas bisa kita lakukan sebagai usaha untuk berusaha melupakan seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah menyebutkan bahwa Allah turun ke langit terindah dan berkata:

    “Siapakah yang memanggil Aku, sehingga aku dapat menjawabnya? Siapakah yang meminta sesuatu dari Aku agar Aku dapat memberikan kepadanya?” (HR. Bukhari & Muslim)

    Selain diiringi dengan doa melupakan seseorang, kita juga perlu senantiasa untuk selalu sabar, bersyukur dan jangan putus asa. Yakinlah bahwa Allah akan memberi kedamaian dalam hati dan pikiran kita.

    (khq/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Zakaria agar Didekatkan dengan Jodoh, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Doa Nabi Zakaria AS kerap dibaca untuk mendekatkan jodoh. Meski jodoh menjadi rahasia Allah SWT, sebagai manusia kita berhak untuk meminta kepada-Nya agar jodoh kita lebih didekatkan.

    Di dalam Al-Qur’an sendiri, Allah menjamin tiap-tiap manusia diciptakan secara berpasang-pasangan. Ini sesuai dalam Surat An Najm ayat 45 yang berbunyi,

    وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوْجَيْنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰ


    Arab latin: Wa annahụ khalaqaz-zaujainiż-żakara wal-unṡā

    Artinya: “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita,”

    Bunyi Doa Nabi Zakaria untuk Meminta Jodoh

    Menukil dari Kitab Cinta Muslimah karya Assyabiya Ariffah, doa Nabi Zakaria ini tercantum dalam Surat Al Anbiya ayat 89, berikut bunyinya:

    وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

    Arab latin: Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

    Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik,”

    Setelahnya, bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

    “Ya Allah, cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat kelak. Dengarkanlah rintihan hamba-Mu yang dhaif ini. Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat kelak. Sebab itu menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran. Maka, karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau ridhai. Dan karuniakanlah padaku keturunan yang saleh, Aamiin, Aamiin ya Rabbal alamin,”

    Pada buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap tulisan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf, apabila seseorang telah lama menyendiri dan ingin memulai hidup baru maka bisa mengamalkan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria tersebut. Sebelum berdoa, hendaknya seorang muslim memulainya dengan shalawat lebih dulu.

    Setelahnya, bacalah doa Nabi Zakaria sesuai pada Surat Al Anbiya ayat 89.

    Doa Lain yang Bisa Dibaca untuk Mendekatkan Jodoh

    Selain doa Nabi Zakaria, ada juga doa lain yang bisa dipanjatkan untuk mendekatkan jodoh. Merujuk pada sumber yang sama, yaitu Kitab Cinta Muslimah, doa itu disebut sebagai doa Nabi Musa AS.

    Doa Nabi Musa terdapat pada Surat Al Qashash ayat 24. Setelah membaca doa tersebut, Nabi Musa didatangi calon istrinya sekaligus mendapat pekerjaan.

    فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

    Arab latin: Fa saqā lahumā ṡumma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr

    Artinya: “Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku,”

    Itulah doa Nabi Zakaria yang bisa dipanjatkan untuk meminta jodoh. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Pahami Doa Sholat Tahajud yang Mustajab dan Artinya



    Jakarta

    Sholat tahajud merupakan doa dari hamba Allah agar diampuni dosa yang pernah ia lakukan dan dikabulkannya doa-doa baik seperti keinginan untuk sehat selalu, meminta pekerjaan yang lebih baik, dan lainnya. Allah SWT memberikan waktu bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan melantunkan doa sholat tahajud.

    Dikutip dari buku berjudul Shalat Tahajud dan Shalat Hajat oleh Mahmud asy-Syafrowi, jika seseorang menginginkan ditinggikan derajatnya, dimuliakan kedudukannya di sisi Allah, maka ia perlu memperbanyak amalan-amalan sholat sunnah, terutama sholat tahajud.

    Untuk itu, berikut lantunan doa sholat tahajud yang mustajab lengkap dengan artinya.


    Doa Sholat Tahajud yang Mustajab

    Dilansir dari situs NU Online Jabar, ini bunyi doa sholat tahajud yang sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW:

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.

    Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

    Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

    Seseorang yang melakukan sholat tahajud dengan khusyuk memiliki peluang besar agar dikabulkan semua keinginannya oleh Allah SWT. Sesungguhnya semua sholat sunnah punya kekuatan untuk meninggikan derajat, namun sholat tahajud sangat diistimewakan oleh Allah.

    Hal ini sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 79 yang berbunyi:

    وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

    Artinya: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

    Bacaan Doa Minta Rezeki Setelah Sholat Tahajud

    Setelah sholat tahajud, kamu bisa mengamalkan doa minta rezeki agar selalu dilancarkan. Adapun lantunan doa minta rezeki sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak

    Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”

    Keutamaan Sholat Tahajud

    Sholat tahajud menyimpan banyak keutamaan yang baik bagi orang-orang yang melaksanakannya. Di samping itu, Allah akan membuka peluang kepada hambanya untuk bertaubat dari segala dosa dan kesalahan.

    Dimuat dari buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan oleh Abd Muqit dan The Power of Tahajud dari Dr Ahmad Sudirman Abbas, berikut keutamaan sholat tahajud.

    1. Orang yang melaksanakan sholat tahajud akan diberi posisi paling terhormat dan dijauhkan dari nista.
    2. Allah akan menjaganya dari bencana atau masalah yang akan datang.
    3. Keinginan hamba-Nya akan dipenuhi cepat atau lambat.
    4. Allah akan melimpahkan pengetahuan terhadap agama.
    5. Taubatnya akan diterima.
    6. Harapan dan keinginan akan dikabulkan saat melakukan sholat tahajud pada waktu sepertiga malam sebagaimana Allah berfirman:

    “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaannya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.”

    Itulah bunyi doa sholat tahajud, doa minta rezeki setelah sholat tahajud, dan keutamaannya bagi umat yang menjalankannya. Semoga bermanfaat!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa untuk Orang Meninggal dan Keutamaannya dalam Islam



    Jakarta

    Doa untuk orang meninggal adalah doa yang dipanjatkan untuk menghormati, mengenang, dan mendoakan kebaikan bagi orang yang telah meninggal dunia. Dalam ajaran Islam, mendoakan seseorang yang sudah meninggal merupakan hal yang sangat dianjurkan.

    Nah, dalam artikel ini, kamu akan menemukan berbagai doa untuk mendoakan seseorang yang sudah meninggal dunia. Untuk mengetahui apa saja doa yang dimaksud, mari simak pembahasannya di bawah ini sampai selesai!

    1. Doa Ketika Mendengar Kabar Seseorang Meninggal

    Ketika kamu baru saja mendengar kabar seseorang yang meninggal, maka sebaiknya kamu membacakan doa untuknya. Berikut ini adalah doanya:


    إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

    Innalillahi wa inna ilahi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu indaka fil muhsinin, waj’al kitabahu fi’illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba’dahu.

    Artinya: “Sesungguhnya kamu milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah, tuliskanlah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di illiyyin. Gantilah ia di keluarganya dari orang-orang yang meninggalkan. Janganlah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya.”

    2. Doa untuk Jenazah Laki-laki

    Ketika kamu ingin mendoakan seseorang yang baru meninggal dengan jenis kelamin laki-laki, berikut ini adalah bacaan doanya:

    لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es. Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka.” (HR. Muslim).

    3. Doa untuk Jenazah Perempuan

    Jika kamu ingin membacakan doa untuk orang meninggal dan dia adalah seorang perempuan, berikut adalah lafal doa yang bisa dibacakan:

    Apabila akan membaca doa untuk orang meninggal dan ia adalah seorang perempuan, bisa melafalkan doa berikut:

    للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.”

    4. Doa untuk Orang Meninggal Saat Berkunjung Takziah

    Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk membacakan doa untuk orang yang meninggal ketika datang takziah atau melayat ke rumah duka. Berikut adalah doa saat takziah:

    Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar membaca doa untuk orang meninggal saat datang takziah atau atau melayat ke rumah duka seperti berikut.

    أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

    A’dlamallahu ajraka wa ahsana aza’aka wa ghafaraka li mayyitika

    Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.

    إِنَّ لِلهِ تَعَالى مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فمُرْهَا فَلْتَصْبرْ وَلْتَحْتَسِبْ

    Inna lillahi taala ma akhadza wa lahu ma a’tha wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musamma famurha faltashbir wa tahtasib

    Artinya: “Sesungguhnya Allah maha memiliki atas apa yang dia ambil dan dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala dari Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

    5. Doa Tahlil untuk Orang Meninggal

    Kamu juga bisa membacakan doa tahlil untuk orang yang sudah meninggal, berikut ini adalah bunyinya:

    الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا

    A’udzu billahi minasyithonirrajiim. Bismillahirrahmanirrahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiina hamdasy syakiriina hamdan na’imiina hamdan yuwaa fini’amanu wayukaafiu maziidah, yaa rabbana lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhikak wa ‘adhiimi sulthoonika. Subhaanaka laa nuhshii tsnaa an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu qablar rishoo walakal hamdu ba’dar ridhoo walakal hamdu idzaa radhaita ‘annan daaiman abadan.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu. Maha suci Engkau, kami tidak (dapat) menghitung pujian atas diri-Mu sebagaimana Kaupuji diri sendiri. Hanya bagi-Mu pujian sebelum ridha. Hanya bagi-Mu pujian setelah ridha. Hanya bagi-Mu pujian ketika Kau meridhai kami selamanya.”

    Keutamaan Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal

    Mendoakan orang yang sudah meninggal memiliki keutamaan yang penting dalam agama Islam. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika berziarah ke kubutan para sahabatnya yang sudah terlebih dahulu menghadap ilahi.

    Menurut buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, Rasulullah SAW mengunjungi makam para sahabatnya, mendoakan mereka, meminta rahmat untuk mereka, serta memohon ampunan atas dosa yang dilakukan oleh para sahabatnya.

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 juga disebutkan suatu hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat muslim untuk mendoakan sesamanya yang sudah wafat.

    كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ أَنْ يَقُولَ قَائِلُهُم: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    Artinya: “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah SWT untuk kami dan untuk kalian.”

    Nah, itulah dia pembahasan lengkap mengenai doa untuk orang meninggal. Ketika kamu mendengar kabar seseorang yang baru saja meninggal, maka segeralah untuk mendoakan kebaikan untuknya sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pembuka dan Penutup Acara dari Hadits dan Al-Qur’an



    Jakarta

    Acara atau majelis dalam Islam adalah ajang bertemunya orang-orang dengan tujuan suatu hal. Sama seperti kita yang harus selalu mengingat dan berdoa kepada Allah SWT dalam melaksanakan segala suatu hal. kita tentunya perlu membaca doa pembuka dan penutup acara.

    Mengutip buku Doa Para Nabi dan Rosul oleh Nurul Huda, salah satu bacaan doa pembuka acara dapat diambil dari potongan ayat Al-Qur’an yakni surah Al A’raf ayat 43. Adapun beberapa doa pembuka acara yang dapat diamalkan sama seperti ketika membuka majelis adalah sebagai berikut.

    Doa Pembuka Acara

    1. Doa Pembuka Majelis

    … الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ …


    Arab Latin: “Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.” (QS Al A’raf: 43)

    2. Doa Pembuka Majelis Versi Panjang

    إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . أَمَّا بَعْدُ

    Arab Latin: “Innal hamdalillaah, nahmaduhuu, wa nasta’iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na’uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a’maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba’du.”

    Artinya: “Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

    Dijelaskan melalui sebuah hadits bahwa bacaan doa atau pengantar khutbah ini dapat dibaca saat ada hajat, melakukan akad nikah, membuka pengajian/majelis, atau menyampaikan khutbah Jumat. (HR Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majad, dan Nasa’i)

    Setelah selesai acara atau majelis, bisa ditutup dengan doa penutup acara agar dimaafkan dari kekhilafan selama acara. Doa tersebut adalah sebagai berikut.

    Doa Penutup Acara

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

    Arab Latin: “Subhaanakallaahumma wa bi-ḥamdika, asyhadu allaa Ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilayka.”

    Artinya: “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertobat kepada-Mu.”

    Penjelasan dari doa penutup majelis ini adalah berdasarkan sebuah hadits dimana Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang duduk di suatu majelis dan di dalamnya terdapat banyak perkataan yang hampa dan tidak berguna, kemudian ia membaca doa ini, maka keburukan yang ia lakukan di majelis tersebut diampuni.” (HR Tirmidzi)

    Dalam sebuah acara, mungkin ada banyak perkataan, informasi, bahkan perbuatan yang mungkin kurang sesuai dengan kehendak orang lain atau dengan Allah SWT yang mungkin membuat-Nya tidak ridha. Dikutip dari arsip detikcom, ada etika dan tata cara yang perlu diperhatikan ketika sedang berdoa pembuka maupun penutup acara.

    Etika dan Tata Cara Berdoa Penutup dan Pembuka Acara

    1. Menghadap ke arah kiblat.

    2. Mengangkat kedua tangan (sikap berdoa).

    3. Memulai doa dengan memuji, mengagungkan asma Allah SWT, dan membaca shalawat atas Nabi.

    4. Tadlarru’ (tunduk dan merendahkan diri) dan dengan suara sedang. Hal ini sesuai dengan surah Al A’raf ayat 55 yaitu,

    اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ – ٥٥

    Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

    5. Menggunakan kalimat yang pasti serta tidak mengandai-andai.

    6. Menghindari kalimat yang menimbulkan kecelakaan atau bencana.

    7. Mengulangi doa sampai tiga kali.

    8. Merangkai kalimat dengan asmaul husna dan kalimat tauhid.

    9. Menutup doa dengan sholawat dan tahmid.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com