Tag: doa

  • 5 Doa Pembuka Rezeki, Yuk Baca agar Rezeki Datang dari Berbagai Penjuru



    Jakarta

    Ada doa pembuka rezeki yang bisa diamalkan agar pintu rezeki terbuka dari berbagai penjuru. Amalkan doa ini dengan penuh keikhlasan agar Allah SWT melimpahkan nikmat-Nya.

    Allah SWT memang telah menjamin rezeki bagi semua hamba-Nya. Namun tentu harus diiringi dengan usaha dan doa.

    Terkait dengan rezeki yang telah ditetapkan, dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 6, Allah SWT berfirman,


    وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

    Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

    Mengutip buku Doa Mengundang Rezeki: Sukses dalam Hidup, Berkah dalam Usaha oleh Islah Susmian dijelaskan bahwa ayat tersebut menegaskan bahwa setiap makhluk harus beraktivitas dan melakukan usaha dalam menjemput rezekinya. Artinya, rezeki yang disediakan Allah SWT tersebut perlu diundang, harus direspons, dan juga disambut dengan cara bekerja.

    Berdoa termasuk dalam usaha dalam menjemput rezeki. Ada doa-doa yang bisa diamalkan untuk membuka pintu rezeki. Doa ini ditujukan sebagai harapan agar Allah SWT Yang Maha Kaya berkenan memberikan rezeki, bahkan dari tempat yang tidak disangka-sangka.

    Doa Pembuka Rezeki

    Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan untuk membuka pintu rezeki. Amalkan saat akan mulai bekerja, saat bekerja ataupun setelah bekerja.

    Jangan lupa untuk selalu menjaga sholat fardhu dan senantiasa berdzikir untuk memuji kebesaran Allah SWT.

    1. Doa Pembuka Rezeki Versi Pertama

    Diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW mengajarkan doa pembuka rezeki yang dapat diamalkan saat berangkat bekerja,

    بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِيْنِيْ. اَللَّهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

    Arab latin: Bismillâhi ‘ala nafsî wa mâlî wa dînî. Allâhumma radhdhinî bi qadhâ’ika, wa bârik lî fîmâ quddira lî hattâ lâ uhibba ta’jîla mâ akhkharta, wa lâ ta’khîra mâ ‘ajjalta.

    Artinya: Dengan nama Allah yang menguasai diri, harta, dan agamaku. Tuhanku, kondisikan batinku agar rela menerima ketentuan-Mu. Berkatilah aku pada semua yang ditakdirkan untukku sehingga aku enggan menyegerakan apa yang Kautunda dan enggan menunda apa yang Kausegerakan.

    2. Doa Pembuka Rezeki Versi Kedua

    Doa pembuka rezeki juga bisa dibaca usai sholat fardhu. Berikut bacaannya,

    وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Artinya: “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu” (Q.S At-Talaq:3).

    3. Doa Pembuka Pintu Rezeki Versi Ketiga

    Doa berikut bisa diamalkan untuk membuka pintu rezeki dari segala penjuru.

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ اَنْوَاعِ الرِّزْقِ وَالْفُتُوْحَاتِ، بَابَاسِطَ الَّذِيْ يبَسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَآء بِغَيْرِ حِسَابٍ اُبْسُطْ عَلَيَّ رِزْقًا كَثِيْرًا مِنْ كُلِّ جِهَةٍ مِنْ خَزَائِنِ رِزْقِكَ بِغَيْرِ مِنَّةٍ مَخْلُوْقٍ بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Artinya: “Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau.

    4. Doa Pembuka Pintu Rezeki Versi Keempat

    اَللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَامُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَدًا وَيَاعَزِيْزُ يَامُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِإِعْزَازٍ عِزَّةَ قُدْرَتِكَ وَيَامُيَسِّرَاْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِيْ أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَاخَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اللهُ

    Arab latin: Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzani bi-i’zaazin ‘izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa allooh.

    Artinya: “Ya Allah, Dzat Yang Maha kaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Maha mulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”

    5. Doa Pembuka Pintu Rezeki Versi Kelima

    Doa pembuka rezeki ini bisa dilafalkan pagi dan sore hari,

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Arab latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

    Artinya: “Ya Allah, denganMu aku berpagi hari, denganMu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, denganMu kami mati. Hanya kepadaMu (kami) kembali,” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya)

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Allahumma Bariklana Fi Rajaba, Potongan Doa Sambut Rajab


    Jakarta

    Salah satu potongan doa yang kerap beredar jelang memasuki bulan Rajab adalah allahumma bariklana fi rajaba. Doa tersebut juga dikenal sebagai doa untuk menyambut bulan Ramadan.

    Rajab adalah satu dari empat bulan haram dalam kalender Hijriah atau bulan suci sesuai firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 36. Melalui ayat ini, Allah SWT berfirman mengenai bulan-bulan yang diagungkan,

    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ


    Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

    Hal ini ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah RA. Beliau bersabda,

    وعن أبي بكرة نفيع بن الحارث رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال‏:‏ ‏”‏إن الزمان قد استدار كهيئته يوم خلق الله السموات والأرض‏:‏ السنة اثنا عشر شهرًا، منها أربعة حرم‏:‏ ثلاث متواليات‏:‏ ذو القعدة، وذو الحجة، والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان

    Artinya: “Waktu telah menyelesaikan siklusnya dan telah mencapai kondisi saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Tahun terdiri atas 12 bulan dengan empat bulan tidak dapat diganggu gugat. Tiga di antaranya berurutan Dhul-Qa’dah, Dhul-Hijjah dan Muharram dan Rajab, bulan Mudar (suku), yang berada di antara Jumada dan Sha’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sufyan Ats Tsauri dalam Kitab Latho-if Al Ma’arif berpendapat, empat bulan haram adalah waktu terbaik untuk mengerjakan amal ketaatan hingga para salaf menyukai puasa pada bulan tersebut.

    “Pada bulan Haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya,” kata Sufyan Ats Tsauri yang diterjemahkan Tim PISS-KTB dalam buku Hasil Bahtsul Masail dan Tanya Jawab Agama Islam.

    Menurut buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H. Amirulloh Syarbini dan Hj. Lis Nur’aeni Afgani, bulan Rajab menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT. Termasuk memanjatkan doa allahumma bariklana fi rajaba.

    Arti Potongan Doa Allahumma Bariklana Fi Rajaba

    Salah satu bacaan doa yang kerap diamalkan muslim dalam menyambut Rajab adalah doa jelang Rajab yang diamalkan Rasulullah SAW. Ini bacaan doa lengkapnya yang bersumber dari riwayat Anas bin Malik RA.

    أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

    Bacaan latin: Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna ramadhana

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadan.”

    Doa tersebut mengarahkan pada dalil kuat mengenai pengabulan doa pada Rajab, selaras dengan anjuran berbuat amal-amal shalih pada bulan Rajab. Doa itu juga termaktub dalam Al-Hilyah oleh Abu Nuaim, Musnad Al-Firdaus oleh Ad-Dailami, dan Al-Azkar oleh Imam Nawawi.

    Meski menurut Ustadz Yusuf Mansyur dalam arsip pemberitaan detikcom, doa tersebut memiliki derajat hadits dhaif atau ringan, tidak ada salahnya untuk membaca doa menyambut Rajab tersebut untuk meminta keberkahan dari Allah SWT sepanjang Rajab.

    Berdasarkan hasil pengamatan hilal oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ketinggian hilal baru memenuhi kriteria MABIMS pada Jumat, 12 Januari 2024 waktu Maghrib. Dengan kata lain, awal Rajab 2024 dimungkinkan akan jatuh pada Sabtu, 13 Januari 2024 mendatang.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memulai Pekerjaan, Dibaca Sebelum Beraktivitas


    Jakarta

    Doa memulai pekerjaan dibaca sebelum memulai aktivitas. Bekerja tergolong sebagai bentuk ikhtiar untuk meraih rezeki.

    Dalam Al-Qur’an, terkait bekerja disebutkan dalam surah Hud ayat 6:

    ۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ


    Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”

    Doa Memulai Pekerjaan: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip dari buku Doa Mengundang Rezeki: Sukses dalam Hidup, Berkah dalam Usaha susunan Islah Susmian berikut doa memulai pekerjaan yang dapat dipanjatkan.

    َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

    Arab latin: Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaan-Mu dan pemberianMu, rezeki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

    Lalu, dilanjutkan dengan doa sebagai berikut:

    اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ.

    Arab latin: Alloohummarzuqnii rizqon halaalan thoyyibaa, wasta’milnii thayyibaa. Alloohummaj’al ausa’a rizqika’alayya’inda kibari sinnii wanqithoo’i’umrii. Alloohummakfinii bihalaalika’an haraamika. wa aghninii bifadhlika’amman siwaaka. Alloohumma in nii as-aluka rizqon waasi’an naafi’an. Alloohumma innii as-alukan na’iimaan muqiiman, alladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah padaku rezki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni’mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.”

    Doa-doa di atas merujuk pada Kitab ad-Du’a oleh Imam al-Thabrani. Doa dapat dibaca agar rezeki yang dicari berkah.

    Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

    “Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat berkah dan keberuntungan.” (HR Thabrani dan Al-Bazzar)

    Doa Setelah Bekerja

    Sepulang kerja, kaum muslimin juga dapat memanjatkan doa lainnya. Doa ini dibaca sebanyak tiga kali. Mengacu pada sumber yang sama, berikut bacaan doanya,

    اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَضِلّ اَوْ أُضَلَّ اَوْ اَزِلَّ اَوْ أَظْلَمَ اَوْ أَجْهَلَ اَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

    Arab latin: Allahuma innii a’uudzubika an adhilla, au udhalla, au azilla, au adzlama, au ajhala, au yujhala ‘alayya.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi.” (HR Nasa’i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

    Itulah doa memulai pekerjaan dan doa setelahnya. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Jumat Pagi untuk Peroleh Keberkahan, Apa Saja yang Dibaca?


    Jakarta

    Doa hari Jumat pagi dapat diamalkan agar memperoleh keberkahan. Jumat sendiri disebut sebagai hari yang istimewa dalam Islam, karenanya memperbanyak doa dan dzikir lebih utama di hari Jumat.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba Muslim melaksanakan sholat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasulullah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu.” (Muttafaqun Alaih)


    Mengutip buku Rahasia & Keutamaan Hari Jumat susunan Komaruddin Ibnu Mikam, Jumat adalah sebagai hari rayanya umat Islam. Dahulu, orang-orang diperintahkan untuk mengadakan perkumpulan pada tiap pekan, kaum Yahudi hari Sabtu, Nasrani hari Minggu dan Islam hari Jumat.

    Lantas, doa apa saja yang dapat dibaca pada Jumat pagi?

    Doa Hari Jumat Pagi

    Doa hari Jumat pagi bisa dengan membaca sayyidul istighfar dan berdzikir. Berikut bacaan doa sayyidul istighfar yang dikutip dari buku Dahsyatnya Keajaiban Istighfar bagi Orang-Orang Sibuk susunan Khairi Syekh Maulana Arabi.

    أَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَاسْتَطَعْتُ وَأَعُوذُ بكَ مِنْ شَرِمَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَى وَأَبُوهُ لَكَ بِذَنْبي فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ.

    Arab latin: Allahumma anta rabi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, wa a’uudzubika min syarri maa abuu’u laka bi dzanbi faghfirlii innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu, dan aku di atas ikatan janji-Mu (yaitu selalu menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku, dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya, tiada yang bisa mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

    Adapun, dzikir yang dipanjatkan merujuk pada hadits dari sahabat Anas bin Malik, ia mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa membaca ‘Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih’ sebanyak tiga kali pada Jumat pagi sebelum shalat Ghadat (Subuh), maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya walaupun (dosa itu) sebanyak buih di lautan.” (HR Ibnu Sinni)

    Doa tersebut dapat dilanjutkan berulang menjadi dzikir dengan menambah kalimat ta’awudz, membaca tasbih, dan ayat kursi.

    Keutamaan Doa Hari Jumat Pagi

    Menukil dari buku Risalah Doa & Zikir Keluarga yang disusun oleh Tim Madinatul Ilmi dan Muhammad Auli, berikut keutamaan yang terkandung dari doa hari Jumat pagi.

    1. Dituliskan Seratus Kebaikan dan Dihapuskan Seratus Keburukan

    Hal ini sebagaimana dalam riwayat yang berbunyi,

    “Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?” Salah seorang di antara yang duduk bertanya, “Bagaimana di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari?) Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah ia membaca seratus tasbih, maka ditulis seribu kebaikan baginya atau seribu kejelekannya dihapus.” (HR Muslim)

    2. Ditanamkan Pohon Kurma di Surga

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barangsiapa yang membaca subhanallahil ‘azhim wa bi hamdih, maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di surga.” (HR. Tirmidzi)

    3. Dihapusnya Dosa Meski Sebanyak Buih Lautan

    Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa yang berkata subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dan dengan segala pujian bagi-Nya), sebanyak 100 kali maka akan dihapus dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih lautan.” (HR Bukhari)

    Demikian doa hari Jumat pagi yang dapat diamalkan kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Pertama Bulan Rajab 2024, Dibaca Kapan?


    Jakarta

    Doa malam pertama bulan Rajab 2024 dapat dijadikan sebagai amalan untuk menyambut Rajab. Melalui sistem penanggalan kalender Hijriah, sebentar lagi ada pergantian bulan dari Jumadil Akhir ke Rajab.

    Menurut Kalender Hijriah Indonesia 2024 susunan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag). Awal Rajab bertepatan pada Sabtu, 13 Januari 2024 besok.

    Hal senada juga didapat dari hasil pantauan hilal oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut ketinggian hilal baru memenuhi kriteria MABIMS pada Jumat, 12 Januari 2024 waktu Maghrib. Hasil itu menandai awal Rajab 2024 jatuh pada Sabtu, 13 Januari 2024.


    Dengan kata lain, malam pertama bulan Rajab 2024 bertepatan dengan malam ini, Jumat (12/1/2024). Muslim juga bisa mulai mengamalkan doa malam pertama bulan Rajab atau doa menyambut Rajab berikut.

    Doa Menyambut Bulan Rajab 2024

    أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

    Bacaan latin: Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhana.

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah (umur) kami hingga bulan Ramadan.”

    Doa tersebut mengarahkan pada dalil kuat mengenai pengabulan doa pada Rajab, selaras dengan anjuran berbuat amal-amal shalih pada bulan Rajab. Doa itu juga termaktub dalam Al-Hilyah oleh Abu Nuaim, Musnad Al-Firdaus oleh Ad-Dailami, dan Al-Azkar oleh Imam Nawawi.

    Meski menurut Ustaz Yusuf Mansyur dalam arsip detikcom, doa tersebut memiliki derajat hadits dhaif atau ringan, tidak ada salahnya untuk membaca doa menyambut Rajab tersebut untuk meminta keberkahan dari Allah SWT sepanjang Rajab.

    Tidak hanya itu, dikutip dari laman Kemenag, sejumlah ulama menganjurkan untuk memperbanyak amalan di bulan Rajab atas dasar fadailul a’mal. Beberapa di antaranya, mengerjakan salat sunnah khusus sesudah salat Maghrib, berpuasa sunnah sebulan penuh, memperbanyak istighfar Rajab, dan sholawat Rajab.

    Bulan Rajab memiliki makna keagungan dan mulia. Hal ini dapat dibuktikan melalui salah satu firman-Nya yang termaktub dalam surat At Taubah ayat 36 yang disebut bulan haram,

    اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

    Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangi lah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

    Berdasarkan dalil di atas, bulan Rajab termasuk dalam satu dari empat bulan haram. Keempatnya adalah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram.

    Sufyan Ats Tsauri dalam Kitab Latho-if Al Ma’arif menambahkan, bulan haram merupakan waktu terbaik untuk mengerjakan amal ketaatan hingga para salaf menyukai puasa pada bulan tersebut.

    “Pada bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya,” kata Sufyan Ats Tsauri yang diterjemahkan Tim PISS-KTB dalam buku Hasil Bahtsul Masail dan Tanya Jawab Agama Islam.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Dzikir setelah Sholat Fardhu yang Dibaca 33 Kali


    Jakarta

    Salah satu amalan sunnah setelah sholat fardhu adalah membaca tiga macam dzikir sebanyak 33 kali. Dzikir yang disunnahkan dibaca setelah sholat fardhu masing-masing sebanyak 33 kali adalah tasbih, tahmid, dan takbir.

    Syaikh Abd Al-Razaq Al-Badr menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Zikir dan Doa dalam Tuntunan Al-Kitab dan Al-Sunnah, bahwasanya Rasulullah SAW telah menuntunkan umatnya untuk membaca ketiga kalimat thayyibah itu setelah sholat.

    Dari Abu Hurairah RA berkata, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,


    مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَقَالَ: تَمَامَ الْمِائَةِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ . (رواه مسلم)

    Artinya: “Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99 kali, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya kekuasaan, dan untuk-Nya pujian dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR Muslim)

    Dzikir setelah Sholat Fardhu

    Berikut adalah bacaan dzikir yang disunnahkan dibaca setelah sholat fardhu masing-masing sebanyak 33 beserta Arab, latin, dan artinya.

    1. Tasbih (Subhanallah) 33 Kali

    سُبْحَانَ الله

    Latin: Subhaana Allah

    Artinya: “Maha Suci Allah.”

    2. Tahmid (Alhamdulillah) 33 Kali

    الْحَمْدُ للهِ

    Latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

    3. Takbir (Allahuakbar) 33 Kali

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Latin: Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

    Keutamaan Dzikir setelah Sholat Fardhu

    Dikutip dari kitab Shalatul Mu’min karya Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani yang diterjemahkan Abu Khadijah, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, keutamaan dzikir setelah sholat fardhu yang dibaca sebanyak 33 kali ini memiliki kedudukan yang sama dengan haji, umrah, dan sedekah.

    Suatu saat ada sekelompok orang miskin dari golongan Muhajirin datang kepada Rasulullah SAW. Orang-orang itu berkata kepada beliau, “Orang-orang kaya dengan mudah dapat meraih derajat tinggi dan kenikmatan abadi (di surga).”

    Mendengar hal ini, Rasulullah SAW bertanya kepada mereka, “Mengapa begitu?”

    Mereka menjawab, “Mereka (orang-orang kaya) bisa sholat sebagaimana kami sholat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Sementara dengan harta lebih yang mereka miliki, mereka bisa berhaji, berumrah, berjihad, dan bersedekah.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku ajarkan kepada kalian kalimat dzikir yang dengannya kalian dapat meraih apa yang bisa diraih oleh orang-orang yang telah mendahului kalian dan kalian dapat mendahului orang-orang ada sesudah kalian (dalam meraihnya), sementara itu juga tak ada seorang pun yang kalian amalkan ini?”

    Beliau melanjutkan, “Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid sebanyak 33 kali di setiap selesai sholat.”

    Lagi-lagi para Muhajirin itu berkata, “Kami telah mendengar saudara-saudara kami yang kaya itu juga mengamalkan apa yang kami amalkan.”

    Rasulullah SAW pun menjawab,

    ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِهِ مَنْ يَشَاءُ

    Artinya: “Itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah Arab dan Fadilatnya


    Jakarta

    Bacaan la haula wala quwwata illa billah disebut juga dengan kalimat thayyibah hauqalah. Kalimat ini adalah salah satu jawaban atas panggilan azan yang paling beda dan juga menjadi bacaan zikir yang penuh keutamaan.

    Disebutkan dalam buku Akidah Akhlak karya Fida’ Abdilah dan Yusak Burhanudin, bacaan la haula wala quwwata illa billah dibaca ketika seseorang ditimpa cobaan yang berat. Dengan mengucapkan bacaan ini, diharapkan dapat memberikan kekuatan baik secara lahiriyah maupun batiniyah karena diri ini hanya bertawakal atau berserah diri kepada Allah SWT saja.

    Dalam kitab al-Wasith fi Fiqh al-Ibadaat karya Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas yang diterjemahkan Kamran As’at Irsyady dkk, zikir la haula wala quwwata illa billah merupakan ekspresi kepasrahan kepada Allah SWT. Disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim, kalimat tesebut menjadi harta simpanan surga.


    Rasulullah SAW bersabda, “Lā haula walā quwwata illā billah adalah salah satu harta simpanan surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah Arab, Latin, dan Artinya

    لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Latin: Lā haula walā quwwata illā billah

    Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT.”

    Bacaan La Haula Wala Quwwata Illa Billah sebagai Jawaban Azan

    Selain diucapkan sebagai zikir mengingat kekuasaan Allah SWT dan menandakan tawakal seorang muslim terhadap kekuatan-Nya, bacaan la haula wala quwwata illa billah juga dibaca untuk menjawab panggilan azan.

    Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا سَمِعْتُمُ النَّدَاءَ فَقُوْلُوا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ الْمُؤَذِّنُ

    Artinya: “Apabila kalian mendengar azan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muazin.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Saat azan dikumandangkan oleh muazin, maka seorang muslim yang mendengarnya hendaknya menjawab panggilan-panggilan itu sesuai apa yang diucapkan oleh muazin kecuali untuk lafaz hayya ‘alal falah dan hayya ‘alal falah maka seorang muslim bisa mengucapkan la haula wala quwwata illa billah.

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Shahih Muslim,

    إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ : اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ؛ ثُمَّ قَالَ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَقَالَ : أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ؛ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، فَقَالَ : أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ؛ ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ ؛ ثُمَّ قَالَ : حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ ثُمَّ قَالَ : اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ؛ ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا الله، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

    Artinya: Apabila muazin mengatakan, “Allahu Akbar Allahu Akbar”, maka hendaklah kalian yang mendengar menjawab, “Allahu Akbar Allahu Akbar.” Kemudian muazin mengatakan, “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah”, maka dijawab, “Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah.” Muazin mengatakan setelah itu, “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”, maka maka dijawab, “Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah.” Saat muazin mengatakan, “Hayya ‘Alash Shalah”, maka maka dijawab “La haula wala quwata illa billah” Saat muazin mengatakan, “Hayya ‘Alal Falah”, maka maka dijawab “La haula wala quwata illa billah.” Kemudian muadzin berkata, “Allahu Akbar Allahu Akbar”, maka dijawab, “Allahu Akbar Allahu Akbar.” Dan muazin berkata, “Laa Ilaaha illallah”, maka dijawab, “La Ilaaha illallah” Bila yang menjawab adzan ini mengatakannya dengan keyakinan hatinya niscaya ia pasti masuk surga. (HR Muslim)

    Hadits tersebut mengatakan bahwa bacaan la haula wala quwata illa billah merupakan jawaban atas panggilan azan hayya ‘alash-shalah dan hayya ‘alal falah.

    Ahmad Sarwat dalam Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Shalat menjelaskan, bacaan la haula wala quwata illa billah juga diucapkan saat mendengar ikamah. Seluruh mazhab, kecuali Mazhab Hanafi, berpendapat bahwa orang yang mendengar ikamah juga disunahkan untuk menjawabnya sebagaimana ketika mendengar azan.

    Sama ketika mendengar panggilan azan, saat dibacakan lafaz hayya ‘alash-shalah dan hayya ‘alal falah, muslim yang mendengarnya juga dituntunkan untuk membaca hauqalah atau bacaan la haula wala quwata illa billah.

    Sementara itu, jika muazin membaca qaq qamatish-shalah, maka jawabannya adalah aqamahllahu wa adaamaha yang artinya “semoga Allah menegakkannya dan melanggengkannya.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Rajab Arab, Latin dan Artinya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Umat Islam yang tengah menjalankan puasa Rajab bisa membaca doa buka puasa Rajab setelah tiba waktu Maghrib. Sebab, doanya orang yang puasa ketika berbuka itu mustajab.

    Disebutkan dalam Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa’il wa Thuruq wa Amaliyah karya Raghib As-Sirjani yang diterjemahkan Andi Muhammad Syahrir, keutamaan doanya orang berpuasa ketika berbuka disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al Ashr RA, ia mengatakan mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ لِلصَّابِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ


    Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka: doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah dalam kitab Ash-Shiyam. Al-Bushiri mengatakan sanadnya shahih dan Ibnu Asakir menyatakan hadits ini hasan)

    Imam Ahmad dan lainnya turut mengeluarkan hadits yang menyebut doanya orang yang berpuasa tidak akan tertolak. Rasulullah SAW bersabda,

    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزْنِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

    Artinya: “Ada tiga orang yang tidak ditolak doanya: imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doa orang dizalimi, Allah akan mengangkatnya di atas awan, dan membukakan untuknya pintu-pintu langit dan berkata, ‘Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu walaupun setelah saat ini’.”

    Hadits tersebut diriwayatkan Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, At-Tirmidzi dalam kitab Ad-Da’wat dan ia mengatakan hadits ini hasan, Ibnu Hibban dalam bab Shiyam, Al Baihaqi dalam kitab Al-Kubra dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah.

    Doa Buka Puasa Rajab

    Imam an-Nawawi dalam kitab Al Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha memaparkan sejumlah doa buka puasa yang dibaca Rasulullah SAW. Berikut bacaan doa buka puasa Rasulullah SAW:

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

    Dalam Sunan Abu Dawud juga terdapat hadits dari Muadz bin Zuhrah yang mengatakan bahwa Nabi SAW jika telah berbuka puasa beliau membaca doa:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Allahumma laka shumtu a ‘alaa rezekika afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Selain itu, Imam an-Nawawi juga meriwayatkan doa buka puasa dalam kitab Ibnu Sunni, dari Ibnu Abbas RA, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Dalam kitab Ibnu Sunni juga terdapat bacaan doa buka puasa versi lainnya yang berasal dari riwayat Muadz bin Zuhraj, berikut bacaannya,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

    Alhamdulillaahil ladzii a’aani fashamtu wa razaqanii fa afthartu

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”

    Sejumlah doa buka puasa di atas tidak spesifik untuk puasa Rajab saja melainkan doa buka puasa secara umum yang bisa dibaca baik dalam puasa wajib maupun sunnah.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa Sebelum Ujian, Panjatkan agar Diberi Kelancaran


    Jakarta

    Doa sebelum ujian dapat dibaca pelajar ketika hendak mengerjakan ulangan. Tujuannya sendiri agar Allah SWT memberi kemudahan dan ujian berlangsung dengan lancar.

    Pada dasarnya, sebagai hamba Allah SWT sudah sepatutnya kaum muslimin memanjatkan doa. Hal ini tercantum dalam surah Al Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Doa Sebelum Ujian: Arab, Latin dan Terjemahnya

    Berikut kumpulan doa sebelum ujian yang bisa dibaca sebagaimana dinukil dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha.

    1. Doa Sebelum Ujian Versi Pertama

    بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

    Arab latin: Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

    2. Doa Sebelum Ujian Versi Kedua

    اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

    Arab latin: Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan

    Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

    3. Doa Sebelum Ujian Versi Ketiga

    قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
    وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
    وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
    يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

    Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaha: 25-28)

    4. Doa Sebelum Ujian Versi Keempat

    رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

    Arab latin: Rabbi yassir wa a’in wa laa tu’assir

    Artinya: “Wahai Rabb-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit.”

    5. Doa Sebelum Ujian Versi Kelima

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الحَكِيمُ

    Arab latin: Subhaanakallaahumma laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

    6. Doa Sebelum Ujian Versi Keenam

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    7. Doa Sebelum Ujian Versi Ketujuh

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Arab latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    Itulah doa sebelum ujian yang dapat dibaca. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus untuk Hajat Mendesak dan Keutamaannya


    Jakarta

    Doa merupakan permohonan seorang hamba terhadap Allah SWT Yang Maha Pendengar, termasuk segala kebutuhan dan hajat seorang muslim. Hajat tersebut dapat dicapai dengan berusaha dan berdoa.

    Salah satu doa yang dapat diamalkan muslim bila memiliki hajat yang mendesak adalah membaca doa Nabi Yunus AS. Doa tersebut termaktub dalam surah Al-Anbiya ayat 87. Berikut bacaan doa selengkapnya.

    Doa Nabi Yunus AS untuk Hajat Mendesak

    Merujuk pada buku Mutiara Doa Para Nabi dan Rasul dari Al-Qur’an dan Hadis oleh Ahmad Suhendra, doa ini diamalkan Nabi Yunus AS saat ditelan paus untuk meminta pertolongan Allah SWT.


    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Bacaan latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    Doa Nabi Yunus AS tersebut merupakan potongan dari surah Al Anbiya ayat 87. Allah SWT berfirman,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ ٨٧

    Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim’.”

    Dalam riwayat lain, Rasulullah juga mengungkapkan keistimewaan lain doa Nabi Yunus AS. Doa ini disebut dapat mengabulkan permohonan seorang muslim kepada Allah SWT.

    دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi)

    Latar belakang doa tersebut bermula saat Nabi Yunus AS berusaha mengajak kaumnya untuk menyembah Allah SWT. Bukannya mengikuti ajakannya, kaumnya justru menolak Nabi Yunus AS.

    Kemudian Nabi Yunus AS meninggalkan kaumnya dengan menaiki sebuah kapal. Namun, kapal yang dinaikinya tenggelam karena jumlah penumpang yang banyak.

    Hingga pada akhirnya, penumpang kapal tersebut meminta Nabi Yunus AS keluar dari kapal. Nabi Yunus AS menceburkan diri ke laut dengan keadaan yang sedih.

    Kemudian Nabi Yunus AS ditelan oleh seekor paus. Di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus memanjatkan doa dengan khusyuk.

    Nabi Yunus AS mengakui kesalahannya. Allah SWT pun mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut paus tersebut dengan keadaan yang utuh dan selamat.

    Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi Yunus AS mengira dirinya telah meninggal di perut paus itu. Namun ketika Nabi Yunus AS mampu menggerakkan kakinya, ia langsung sujud dan bermunajat kepada Allah SWT, “Ya Allah, aku bersujud kepada Engkau di tempat yang tidak mungkin orang lain pernah mendapatkannya.”

    Keutamaan Doa Nabi Yunus

    Doa Nabi Yunus AS memiliki keutamaan yang sangat mulia. Kaum muslimin dianjurkan memanjatkan doa Nabi Yunus AS agar mendapat ampunan dari Allah SWT.

    Merujuk pada buku Tadabbur Doa Sehari-hari oleh Jumal Ahmad, berikut beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan doa Nabi Yunus AS. Salah satunya dari Sa’ad bin Abi Wawwash RA berkata, Nabi SAW bersabda,

    “Doa Nabi Yunus tatkala ia berada di dalam perut ikan: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Sesungguhnya tak seorang muslim yang berdoa kepada Rabb-nya dengan doa tersebut dalam kondisi apapun kecuali Allah akan mengabulkan untuknya.” (HR Tirmidzi)

    Dalam riwayat Al-Hakim, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu sesuati jika kamu ditimpa suatu masalah atau ujian dalam urusan dunia ini, kemudian berdoa dengannya yaitu, doa Dzun Nun atau Nabi Yunus.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com