Tag: doa

  • Doa Bacaan Sholat dari Niat hingga Salam Lengkap Arab & Arti


    Jakarta

    Doa bacaan sholat sudah sepatutnya dipanjatkan oleh kaum muslimin. Terlebih, sholat menjadi rukun Islam kedua dan disebut sebagai tiang agama.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 103,

    فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا ١٠٣


    Artinya: “Apabila kamu telah menyelesaikan sholat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah sholat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin.”

    Ibnu Rusyd menjelaskan dalam Kitab Bidayatul Mujtahid terjemahan Al-Mas’udah, semua ulama sepakat bahwa sholat wajib hukumnya bagi seorang muslim yang sudah baligh. Ia menjelaskan, orang yang memiliki kewajiban sholat namun meninggalkannya secara sengaja maka dihukumi sama dengan orang kafir.

    Lantas, seperti apa doa bacaan sholat fardhu?

    Doa Bacaan Sholat Lima Waktu

    Mengutip buku Bimbingan Shalat Fardhlu: Thaharah dan Tata Cara Shalat susunan AW Publisher, bacaan doa sholat fardhu ialah sebagai berikut.

    1. Membaca niat terlebih dahulu. Niat yang dibaca sesuai dengan sholat yang dikerjakan, entah itu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib ataupun Isya.

    a.) Niat sholat Subuh

    أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

    Arab latin: Ushalli fardlash shub-hi ra’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat (ma’mum/imam) karena Allah.”

    b.) Niat sholat Dzuhur

    اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى

    Arab latin: Ushalli fardhadh dhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat (mak’mum/imam) karena Allah.”

    c.) Niat sholat Ashar

    أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

    Arab latin: Ushalli fardhal ‘asri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Asar empat rakaat mengadap kiblat (ma’mum/imam) karena Allah.”

    d.) Niat sholat Maghrib

    أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

    Arab latin: Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat (ma’mum/imam) karena Allah.”

    e.) Niat sholat Isya

    أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى.

    Arab latin: Ushalli fardhal isya-i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku sengaja sholat fardhu Isya empat raaat menghadap kiblat (ma’mum/imam) karena Allah.”

    2. Setelah membaca niat, lanjutkan dengan takbiratul ihram seraya membaca,

    اللهُ أَكْبَرُ

    Arab latin: Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

    3. Membaca doa iftitah dengan bunyi sebagai berikut,

    اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

    Arab latin: Allahu Akbar Kabiroo walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallahi bukratan wa’ashillaa, inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillahi rabbil ‘aalamiin. Laa syarikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

    Artinya: “Allah Mahabesar lagi Sempurna Kebesaran-Nya, segala puja bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan akur diperintahkan untuk tidak menyukutan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.”
    Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rezeki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

    10. Sujud kedua dengan membaca doa yang sama seperti sujud sebelumnya.

    11. Duduk tasyahud atau tasyahud awal. Doa yang dapat dibaca ialah,

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

    Arab latin: At-tahiyyaatul-mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

    Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah. Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

    12. Tasyahud akhir

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد

    Arab latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As salaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuuluh. Allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad. Kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik’alaa muhammad wa alaa aali muhammad. Kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.

    Artinya: “Segala ucapan selamat, keberkahan, sholawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah. Ya Allah aku sampai sholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarganya. Sebagaimana Engkau sampaikan sholawat kepada Nabi Ibrahim AS, serta kepada para keluarganya. Dan, berikanlah keberkahan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, serta kepada keluarga. Sebagaimana, Engkau telah berkahi kepada junjungan kita Nabi Ibrahim, serta keberkahan yang dilimpahkan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Engkaulah Yang Maha Terpuji lagi Maha Kekal.”

    13. Salam

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

    Arab latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah.

    Artinya: “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”

    Bacaan doa sholat fardhu tersebut dibaca secara berurutan.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sehabis Adzan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa sehabis adzan termasuk ke dalam amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dianjurkan karena waktu antara adzan dan iqamah dianggap sebagai momen doa yang mustajab.

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu.” (HR Ahmad)


    Adzan sendiri artinya seruan dari seorang muadzin yang diberikan kepada muslim untuk mengumumkan waktu salat. Biasanya, adzan dikumandangkan di tempat terbuka atau tempat ibadah Islam seperti masjid dan mushola.

    Qurthubi melalui Fikih Sunnah – Jilid 1 oleh Sayyid Sabiq, menjelaskan bahwa adzan di lihat dari lafalnya mengandung beberapa hal terkait akidah. Dimulainya adzan dengan takbir menerangkan adanya Allah SWT, juga sifat kesempurnaan-Nya, serta pujian atas keesaan-Nya.

    Doa Setelah Adzan Beserta Artinya

    Mengutip Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi, berikut doa sesudah adzan yang diriwayatkan oleh Al Bukhari. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Arab latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Khusus untuk adzan magrib, seorang muslim bisa menambahkan bacaan sebagai berikut:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    Selain itu, terdapat juga pembeda pada doa setelah adzan Subuh. Berikut lafaznya,

    اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

    Arab latin: “Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii”

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”

    Keutamaan Adzan

    Adzan mengandung banyak keutamaan, berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 karya Imam an-Nawawi terjemahan Misbah.

    1. Dosa Muadzin Diampuni

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya membacakan sholawat kepada orang yang berada di shaf pertama. Dan bagi muadzin, dia akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan kalimat yang dikumandangkan dibenarkan oleh siapa saja yang mendengarnya, termasuk tumbuhan basah maupun kering. Dan baginya adalah pahala orang yang mengikuti salat bersamanya.” (HR Ahmad dan Nasai)

    2. Dimasukkan ke Dalam Surga

    Keutamaan lainnya dari kaum muslimin yang segera sholat setelah mendengar adzan niscaya dimasukkan ke dalam surga. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Tuhanmu merasa heran dari orang yang menggembala kambing di lereng bukit. Dia mengumandangkan adzan untuk salat kemudian melaksanakan salat. Allah SWT kemudian berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan adzan kemudian mendirikan salat karena takut kepada-Ku. Sungguh aku telah mengampuni hamba-Ku dan aku memasukkannya ke dalam surga.’” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Nasai)

    3. Membuat Setan Melarikan Diri

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Apabila dikumandangkan adzan untuk salat, maka larilah setan dengan mengeluarkan kentut agar ia tidak mendengar adzan itu. Dan apabila adzan telah selesai dikumandangkan, maka setan datang lagi. Apabila dikumandangkan iqamat, maka setan lari sampai iqamat itu selesai. Apabila iqamah telah selesai, maka setan datang lagi untuk membisiki hatinya. Ia berkata, ‘Ingatlah ini, dan ingatlah itu.’ Padahal ia tidak ingat akan hal itu sebelumnya, hingga seseorang tidak tahu berapa rakaat yang telah dikerjakannya dalam sholat (HR Bukhari dan Muslim)

    Itulah doa sehabis adzan disertai keutamaan adzan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Bercermin dan 5 Hal yang Harus Diperhatikan


    Jakarta

    Doa ketika bercermin dianjurkan untuk diucapkan oleh seorang muslim. Tujuannya adalah agar selalu ingat Sang Pencipta dan bersyukur atas pemberian-Nya.

    Berdoa kepada Allah SWT tidak mengenal waktu dan suasana. Seorang muslim dianjurkan untuk selalu mengingat-Nya dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

    Mulai dari bangun tidur, beraktivitas di luar rumah hingga tidur lagi dianjurkan membaca doa sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tak terkecuali ketika bercermin.


    Doa ketika Bercermin

    Dikutip dari buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karya M. Quraish Shihab, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi doa ketika bercermin adalah sebagai berikut:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنُ خُلُقِي

    Bacaan latin: Alhamdulillah allahumma kama hassanta khalqi fahas- sin khuluqi.

    Artinya: “Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah perindah tubuhku, maka perindah juga akhlakku.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi)

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan ketika Bercermin

    Disebutkan dalam buku Iman dan Taqwa karya Dirman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bercermin. Berikut selengkapnya.

    1. Tidak Mencacat Kekurangan dan Tidak Sombong atas Kelebihan

    Pertama, apabila terdapat kekurangan fisik maka seorang muslim hendaknya tidak perlu berkecil hati atau malah menyalahkan Allah SWT atas apa yang telah diciptakan-Nya. Sebab seluruh tubuh ini adalah hasil ciptaan yang sebaik-baiknya.

    Allah SWT berfirman dalam surah At Taghabun ayat 3,

    خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ٣

    Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).”

    Apabila Allah SWT mengaruniai fisik dan wajah yang bagus, maka hendaknya seorang muslim tidak berlaku sombong terhadap orang lain.

    2. Berhias Sebaik Mungkin

    Kedua, seorang muslim boleh berhias atau merapikan diri sebaik mungkin. Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah lagi menyukai keindahan.” (HR Muslim)

    3. Hindari Tabarruj

    Meskipun Rasulullah SAW menganjurkan berhias sebaik mungkin, tapi kaum muslim tidak boleh berdandan secara berlebihan atau tabarruj. Sebab, tabarruj termasuk perilaku orang-orang jahiliah. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 33,

    وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ ٣٣

    Artinya: “Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

    4. Tidak Memaksakan Diri

    Keempat adalah berpakaian yang tidak berlebihan dan tidak memaksakan di atas kemampuannya. Hal ini dilakukan agar terhindar dari sifat sombong. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa meninggalkan pakaian dengan niat tawaduk karena Allah sementara ia sanggup untuk melakukannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan mana saja yang ingin ia pakai.” (HR Ahmad)

    5. Membaca Doa ketika Bercermin

    Kelima dan yang terpenting adalah mengucapkan doa kepada Allah SWT sebagai wujud syukur atas nikmat dan karunia yang telah Dia berikan. Bacaan doa ketika bercermin sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dalam hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya


    Jakarta

    Doa memiliki kekuatan yang luar biasa. Terutama ketika diucapkan dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Doa juga dapat dibaca kapan pun dan dimana pun.

    Termaktub dalam surah Al Mukmin ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.””

    Dalam sebuah hubungan, seseorang pasti akan melakukan hal yang terbaik. Doa merupakan senjata yang ampuh untuk memperoleh keberkahan dan meluluhkan hati seseorang yang kita cintai.

    Dalam sebuah riwayat, Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Jika engkau sedang meluluhkan hati seseorang, maka luluhkanlah lewat doa.”

    Lantas, bagaimana doanya? Berikut doa meluluhkan hati seseorang yang kita cintai dengan menyebut namanya.

    Doa Meluluhkan Hati dengan Menyebut Namanya

    Jika ingin meluluhkan hati seseorang yang kita cintai, maka yang dapat dilakukan adalah membaca doa. Berikut doa meluluhkan hati seseorang yang kita cintai dengan menyebut namanya.

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ

    ..(sebut nama orang dimaksud)..اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ

    كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ

    فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika.

    Allahumma sakhirli … (sebut nama orang dimaksud, misal fulan bin fulan)… kama sakhkhorta firauna li musa.

    Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda.

    Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadika. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

    Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah dan hina, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.

    Ya Allah tundukkan (sebut nama, misal fulan bin fulan) kepadaku sebagaimana Engkau tundukkan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya untukku sebagaimana Engkau melembutkan besi pada Daud.

    Karena dia tidak berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya ada di tangan-Mu, dan hatinya ada di tangan-Mu.

    Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

    Dirangkum dari buku Rahasia Agar Doa Mustajab: Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Masa oleh Ustaz Cinta, berikut waktu yang mustajab untuk berdoa:

    1. Antara Azan dan Iqamah

    Rasulullah SAW bersabda, “Doa antara azan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu.” (HR Ahmad)

    2. Ketika Turun Hujan

    Rasulullah SAW bersabda, “Dua doa yang tidak akan ditolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah yaitu antara azan dan iqamah serta berdoa ketika turun hujan.” (HR Abu Dawud)

    3. Dua Per Tiga Malam

    Waktu dua per tiga malam yaitu antara pukul 00.00 – 03.00 dinihari. Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita Yang Mahaberkah dan Mahatinggi turun ke langit dunia setiap malam, pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku pasti aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampunan-Ku, pasti Aku ampuni.’” (HR Bukhari)

    4. Hari Jumat

    Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Jumat ada satu waktu yang seorang muslim berdoa kepada Allah dalam salatnya bertepatan dengan waktu itu, pasti Allah akan memenuhinya. Nabi berisyarat dengan tangannya, menimbang-nimbang yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” (HR Bukhari)

    5. Ketika Sujud

    Rasulullah SAW biasa berdoa saat melakukan sujud terakhir. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud. Karena itu, perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR Muslim)

    6. Setelah Salat Fardhu

    Dari Abu Umamah, ia berkata, “Rasulullah ditanya, Ya Rasulullah, doa manakah yang akan didengar (oleh Allah). Beliau menjawab, ketika tengah malam terakhir dan setiap selesai salat yang wajib.” (HR Tirmidzi)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Isra Miraj: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca saat malam Isra Miraj. Doa ini menjadi salah satu amalan yang bisa dikerjakan untuk memperingati peristiwa perjalanan agung yang dilakukan Rasulullah SAW.

    Peristiwa Isra Miraj telah dijelaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits. Isra Miraj merupakan perjalanan menuju langit ketujuh yang dilakukan Rasulullah SAW atas kuasa Allah SWT.

    Syofyan Hadi dalam bukunya yang berjudul Kisah Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW menjelaskan kisah perjalanan Isra Miraj telah dipaparkan Allah SWT pada beberapa ayat di dalam Al-Qur’an.


    Dalam surah Al Isra ayat 1, Allah SWT berfirman,

    سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

    Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Perjalanan Isra Miraj menjadi salah satu peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam karena mulai dari sinilah perintah salat lima waktu menjadi kewajiban bagi seorang muslim.

    Doa Malam Isra Miraj

    Banyak amalan yang bisa dilakukan untuk mengenang sekaligus memperingati hari Isra Miraj, salah satunya dengan mengamalkan doa. Doa ini dipanjatkan semata-mata untuk mengharapkan rida Allah SWT dan memohon perlindungan selama hidup di dunia dan kelak ketika di akhirat.

    Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i dalam salah satu kitabnya, Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz, menjelaskan doa yang bisa dipanjatkan saat malam Isra Miraj. Ia menjelaskan bahwa siapa saja yang membacanya pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah SWT, maka akan dikabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati.

    Berikut bacaan doa malam Isra Miraj:

    اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

    Arab Latin: Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da’watī yā akramal akramīn.

    Artinya, “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”

    Keutamaan Berdoa Malam Hari

    Berdoa menjadi amalan yang bisa dikerjakan kapan pun. Allah SWT bahkan menjanjikan akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.

    Sebagaimana termaktub dalam surah Al-Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Merangkum buku Ramadhan Menyapa Penduduk Bumi, Menaiki Tangga Langit yang ditulis Mustopa, dijelaskan beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan beribadah dan berdoa di malam hari.

    Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW melakukan qiyamul lail hingga kedua telapak kaki beliau bengkak. Aisyah RA berkata kepada Beliau, ‘Mengapa engkau melakukannya hingga seperti ini? Padahal, Allah telah mengampuni dosa engkau yang telah lalu dan yang akan datang?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Apakah aku tidak pantas menjadi hamba yang bersyukur?’” (Muttafaqun Alaih)

    Berdoa di malam hari juga menjadi tanda bahwa seorang muslim memiliki kesabaran dan rasa syukur yang luas. Hal ini bersandar pada hadits yang berasal dari Abi Yahya, Shuhaib bin Sinan RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh mempesona urusan orang yang beriman. Karena semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia akan bersyukur, (karena) hal itu adalah yang terbaik baginya. Jika ia mendapatkan kesulitan, maka dia bersabar, (karena) dia tahu bahwa hal itu adalah yang terbaik baginya.” (HR Muslim)

    Amalan saat Isra Miraj

    Selain berdoa, seorang muslim juga bisa melakukan amalan lainnya saat memperingati Isra Miraj. Berikut amalan saat Isra Miraj:

    1. Dzikir Isra dan Miraj

    Dalam perjalanan Isra Miraj, Rasulullah SAW pernah bertemu Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh yang kemudian mengajarkan kalimat dzikir.

    Nabi Ibrahim AS bertanya pada malaikat Jibril, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Kemudian Malaikat Jibril menjawab, “Muhammad.”

    Nabi Ibrahim AS lantas mengajarkan pada Rasulullah SAW, “Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas.”

    Rasulullah bertanya, “Apa itu ghirosul jannah (tanaman surga)?” Ia menjawab, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah.” Kalimat dzikir ini artinya, “Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah.” (HR Ahmad)

    2. Sedekah saat Isra Miraj

    Amalan lain yang bisa dilakukan umat Islam adalah bersedekah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara muslim di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga Firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.”

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki dan Pintu Tobat kepada Allah SWT


    Jakarta

    Doa Nabi Adam pembuka rezeki dan tobat selalu ia ucapkan setelah Allah menurunkannya dari surga. Doa ini terbukti dapat meluluhkan hati-Nya sehingga berkenan untuk menerima tobat hamba-Nya tersebut.

    Mengenai cerita Nabi Adam ketika diturunkan dari surga, Imam Ibnu Katsir menjelaskannya secara rinci dalam bukunya yang berjudul Kisah Para Nabi. Yakni Nabi Adam pada awalnya hidup dengan damai dan tentram di surganya Allah SWT.

    Allah SWT hanya memberi satu aturan jika Nabi Adam dan Hawa tetap ingin tinggal di surga, yaitu tidak mendekati maupun memakan buah yang bernama khuldi.


    Setan memang merupakan musuh manusia yang nyata. Setan kemudian menipu Nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang itu. Ia berkata bahwa buah inilah yang membuat mereka bisa kekal abadi di dalam surga.

    Nabi Adam dan Hawa terperangkap di dalam jebakan setan terkutuk itu, sehingga keduanya memakan buah larangan Allah SWT itu.

    Mengetahui hal tersebut, Allah SWT murka dan mengusir kedua ciptaan-Nya itu ke dunia ini.

    Ahmad Yasin Ibrahim menjelaskan dalam buku Meraih Rezeki Tak Terduga, Wahab bin Manbah berpendapat bahwa Allah SWT menelantarkan Nabi Adam selama 7 hari di dunia.

    Selama itu pula Nabi Adam menangis karena telah membuat Allah SWT murka dan menangisi kesalahan yang telah ia perbuat. Tak henti-hentinya Nabi Adam meminta ampunan dari Allah SWT dan agar diterima tobatnya.

    Hingga pada akhirnya Allah SWT menengok Nabi Adam pada hari ketujuh dan menjawab ampunan-ampunannya. Allah SWT berfirman,

    “Bukankah Aku telah memilih engkau untuk diri-Ku? Aku telah halalkan rumah-Ku ini untukmu. Aku telah muliakan engkau atas makhluk yang lain. Aku telah utamakan engkau dengan kemuliaan-Ku. Aku menanamkan perasaan cinta-Ku di dalam dirimu. Bukankah Aku telah memperingatkanmu akan murka-Ku? Bukankah Aku telah berhubungan denganmu melalui tangan-Ku? Aku telah tiupkan pada dirimu ruh-Ku. Bukankah Aku telah perintahkan malaikat-Ku untuk bersujud di hadapanmu?”

    Allah SWT kembali berkata kepada Nabi Adam, “Bukankah engkau telah hidup enak di dalam surga-Ku? Engkau dapat tinggal di sana, semaumu karena kemuliaan-Ku? Kemudian engkau menentang perintah-Ku, melupakan janji-Ku, menyia-nyiakan wasiat-Ku. Bagaimana bisa engkau menyalahkan kemarahan-Ku? Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku!”

    Hingga pada akhirnya Allah SWT memberikan sebuah doa kepada Nabi Adam agar diri-Nya mau mengampuni hamba-Nya yang hendak bertobat tersebut. Berikut adalah bunyi doa Nabi Adam pembuka rezeki dan pintu tobat dari Allah SWT.

    Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki dan Pintu Tobat

    1. Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki Pintu Tobat Surah Al-A’raf Ayat 23

    Adapun dikutip dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ustadz Ahmad Zacky El-Syafa, Nabi Adam juga berdoa sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surah Al-A’raf ayat 23 yang berbunyi,

    قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٢٣

    Bacaan latin: Qaalaa rabbanaa zalamnaa anfusanaa wa illam tagfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal-khaasiriin

    Artinya: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

    2. Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki dan Pintu Tobat Pertama

    لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ، رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي أَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي فَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ، رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي ، فَتُبْ عَلَيَّ ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيم

    Bacaan latin: La ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika rabbi ‘amiltu suan wa dzolamtu nafsi faghfirli anta khoirul ghofirin la ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika robbi ‘amiltu suan wa dzolamtu nafsi warhamni innaka arhamur rohimin la ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika robbi ‘amiltu suan wa dzolamtu nafsi fatub ‘alayya innaka antat tawwabur rohim

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena Engkau sebaik-sebaik pemberi ampunan. Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pengasih. Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik penerima taubat dan Maha Penyayang.”

    Mengutip dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi yang ditulis oleh Syamsuddin Noor, S.Ag, doa memiliki banyak keutamaan yang istimewa. Berikut penjelasannya.

    Keutamaan Doa

    1. Doa adalah ibadah karena Allah SWT memerintahkannya. Sesuatu yang diperintahkan oleh Allah bagi siapa yang melaksanakan adalah ibadah.

    2. Doa itu sari patinya ibadah. Jadi, apabila ibadah tanpa diiringi doa, sama saja seperti buah tanpa isi. Salat itu tiang agama Islam. Lalu, roh dari salat adalah doa.

    3. Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa. Sebab, di dalam doa terdapat hakikat penghambaan manusia kepada Tuhan yang menciptakannya. Sejahat-jahatnya manusia, pada kondisi terjepit, pasti yang diharapkan adalah pertolongan Tuhan, “Ya Tuhan, tolonglah aku ya Tuhan.” Dan Allah senang bila ada hamba-Nya memanggil-manggil meminta pertolongan.

    4. Tidak ada yang dapat menolak takdir buruk selain dengan doa kepada Allah SWT. Sebab, jika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, Allah berkenaan menghapus daftar takdir menurut kehendak-Nya. Inilah hikmah mendalam dari dahsyatnya doa. Tidak ada yang dapat mengusik kehendak Allah selain berdoa meminta izin-Nya.

    5. Doa itu membawa manfaat bagi yang memohonkannya. Ini harus diyakini oleh setiap orang beriman karena termasuk aqidah sam’iyah (kepercayaan yang pada dasarnya hanya sebuah kemungkinan, boleh percaya boleh tidak. Akan tetapi, ia menjadi sesuatu yang wajib dipercaya lantaran diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya).

    6. Allah sendiri banyak mengajarkan doa-doa di dalam Al-Qur’an, begitu pula dengan Rasulullah SAW, beliau juga banyak mengajarkan doa untuk siang dan malam hari agar dapat diamalkan oleh umatnya. Sebab, doa itu memang sudah ada sejak Nabi Adam diciptakan, dan pengabulan doa oleh Allah sudah ada sejak itu.

    7. Dari enam keistimewaan tersebut, tidak salah bila doa menjadi senjata ampuh bagi orang beriman. Doa adalah kekuatan batin, pembuka pintu rezeki, jalan menuju keberkahan dan kemenangan dunia-akhirat.

    Banyak sudah rahasia dan keajaiban doa dijelaskan dalam nash-nash (dalil) Al-Qur’an dan hadits dalam berbagai kisah dan peristiwa masa lalu, seperti keajaiban dan kedahsyatan doanya para nabi, orang-orang shaleh, doa orang tua untuk anaknya, doa dari orang-orang yang teraniaya, dan lain sebagainya.

    Ketujuh macam rahasia doa di ataslah yang memunculkan kedahsyatan doa-doa mereka. Doa-doa mereka itu langsung menembus langit, bahkan mengguncang Arasy.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Memakai Pakaian, Dibaca agar Mendapat Berkah


    Jakarta

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk selalu berdoa. Doa dapat dibaca oleh seorang muslim kapan saja dan dimana saja.

    Termaktub dalam surah Al Mu’min ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Ketika hendak memakai pakaian, seorang muslim juga dianjurkan untuk berdoa. Hal tersebut bertujuan untuk memohon berkah dan mengingat kehadiran Allah SWT.

    Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya tentang bacaan doa memakai pakian. Lantas, bagaimana bacaan doanya? Berikut doa memakai pakaian dan adabnya.

    Doa Memakai Pakaian Sesuai Ajaran Rasulullah

    Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, berikut beberapa doa memakai pakaian sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Doa Memakai Pakaian Pertama

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرَ مَاهُوَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma inni as’aluka min khairihiiwa khairi ma huwa lahu, wa ‘audzu bika min syarrihi wa syarri ma huwalah

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, kebaikan dari pakaian ini, dan kebaikan baginya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini, dan keburukan baginya.”

    Doa Memakai Pakaian Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هُذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةَ

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi hawlin minnii wa laa quwwata

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku dan yang telah menganugerahiku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

    Doa Memakai Pakaian Baru Pertama

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu

    Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan kebaikan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.”

    Doa Memakai Pakaian Baru Kedua

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي مَا أُوَارِي بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwari bihi ‘auratii wa atajammalu bihi fii hayatii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang degannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.”

    Adab Memakai Pakaian

    Merujuk pada buku 63 Adab Sunnah oleh Rachmat Morado Sugiarto, berikut beberapa adab berpakaian yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim.

    • Menutup aurat
    • Membaca doa ketika memakai pakaian
    • Memakai pakaian yang terbaik ketika melakukan ibadah
    • Tidak memakai baju yang tipis atau transparan
    • Tidak menampakkan lekukan tubuh
    • Memakai pakaian dari sebelah kanan
    • Tidak memakai pakaian yang menyerupai pakaian lain jenis
    • Tidak memakai pakaian yang berbahan sutera atau emas bagi laki-laki
    • Memakai pakaian yang putih
    • Memakai pakaian yang bersih
    • Memakai pakaian yang bagus, namun tidak berlebihan
    • Tidak memakai pakaian syuhrah/sombong
    • Memberikan pujian ketika melihat temannya memakai baju baru
    • Tidak memakai satu kain untuk seluruh tubuh

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bulan Syaban dan Berbagai Amalan Lainnya yang Bisa Dikerjakan



    Jakarta

    Syaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Islam. Pada bulan ini, banyak amalan yang bisa dikerjakan oleh kaum muslimin.

    Penamaan bulan Syaban berasal dari kata Syabaa yang artinya merekah. Sebab, bulan Syaban berada di antara dua bulan mulia yaitu Rajab dan Ramadhan.

    Kemuliaan bulan Syaban tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi,


    “Bulan Syaban–bulan antara Rajab dan Ramadhan–adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR Nasa’i)

    Menukil buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban tulisan Dra Udji Asiyah M Si, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa bulan Syaban menjadi momen di mana amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Singkatnya, Syaban merupakan bulan naiknya berbagai amalan ke hadirat Allah SWT seperti diterangkan dalam surat Al Ma’arij ayat 4,

    تَعْرُجُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

    Artinya: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”

    Selain itu, pada bulan Syaban ada juga doa yang bisa dibaca oleh kaum muslimin. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW dan berisi harapan agar Allah SWT memberi cukup umur agar bisa menyambut Ramadhan.

    Doa Bulan Syaban

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut bacaan doa bulan Syaban yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Arab latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wa sya’bâna wa ballighnâ ramadhânâ

    Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan.”

    Amalan-amalan di Bulan Syaban

    Mengutip buku Amalan Ringan Berpahala Istimewa Seputar Puasa, Sedekah, dan Haji karya Abdillah F Hasan, ada sejumlah amalan yang bisa dikerjakan ketika bulan Syaban. Antara lain sebagai berikut,

    1. Puasa Sunnah

    Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, dari Anas Ra, “Puasa manakah yang paling afdal setelah puasa Ramadhan?” Rasulullah menjawab, “Puasa Syaban untuk mengagungkan Ramadhan.”

    Di bulan ini, Rasulullah SAW melakukan puasa sunah terbanyak dibanding bulan-bulan lain (selain Ramadhan).

    Mengapa puasa di bulan Syaban menjadi perhatian penting? Dari segi jasmani, dengan memperbanyak puasa sunnah pada Syaban, seorang muslim akan semakin siap dalam menghadapi puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

    Menurut Ibnu Rajab, kedudukan puasa Syaban di antara puasa yang lain sama dengan kedudukan salat sunnah rawatib terhadap salat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib.

    Keutamaan puasa di bulan Syaban, sebagaimana diriwayatkan Usamah bin Zaid ra., ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban.”

    Rasulullah menjawab, “Bulan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa.” (HR Abu Daud dan Nasa’i)

    2. Memperbanyak Sholawat

    Amalan lainnya yang dapat dikerjakan di bulan Syaban ialah memperbanyak sholawat. Mereka yang membiasakan diri di bulan ini untuk berlomba meraih pahala, akan memperoleh kemenangan di bulan Ramadhan.

    Syaban adalah bulan Rasulullah SAW seperti yang telah disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

    3. Membayar Utang Puasa

    Bulan Syaban adalah kesempatan untuk mengqadha utang puasa Ramadhan yang lalu sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.

    Aisyah berkata: “Aku punya utang puasa Ramadhan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Syaban, karena sibuk melayani Nabi.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Rezeki Tak Terputus, Yuk Amalkan Setiap Hari


    Jakarta

    Doa agar rezeki tak terputus sudah sepatutnya diamalkan oleh kaum muslimin. Selain berikhtiar, menyerahkan segala sesuatu kepada Allah sekaligus memohon kepada-Nya merupakan kebutuhan tiap hamba.

    Pada dasarnya, rezeki menjadi hak seluruh makhluk hidup termasuk manusia. Jadi, rezeki tidak hanya berupa harta melainkan juga nikmat yang Allah SWT berikan, seperti sehat, umur panjang, mudah jodoh hingga terhindar dari segala marabahaya.

    Allah SWT berfirman dalam surat Saba ayat 36,


    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan agar rezeki kaum muslimin lancar dan tidak terputus. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa susunan Abd Rohim dan arsip detikHikmah.

    Kumpulan Doa agar Rezeki Tak Terputus dan Berlimpah

    1. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Pertama

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَزَقَنِي هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ.

    Arab latin: Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin. Alloohumma baarik fiihi.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberi rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezekiku.”

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَعِيمًا مُقِيمًا الَّذِي لَا يَحُولُ وَلَا يَزُولُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْخَوْفِ.

    Arab latin: Alloohuma innii as-alukan naʼiimal muqiimal ladzii laa yahuulu wa laa yazuulu. Alloohumma innii as- alukal amna yaumal khouf.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu nikmat yang kekal, yang tidak berpindah dan hilang. Ya Allah, aku memohon kepada- Mu keamanan pada hari ketakutan.”

    2. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Kedua

    اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مَا يَكْفِينِي وَامْنَعْنِي مَا يُطْعِيْنِي.

    Arab latin: Alloohummarzuqnii maa yakfiinii wamna’ ‘annii maa yuthghiinii.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku rezeki yang cukup dan baik, cegahlah diriku dari rezeki yang mencelakakan aku.”

    3. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَأَضَيْرٍ وَلَا نَصَبِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Arab latin: Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin wa laa nashobin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.

    Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau rezeki yang halal, luas, baik, tanpa kerepotan, kemelaratan, dan tanpa keberatan. Sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Keempat

    رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

    Arab latin: Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir

    Artinya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku

    5. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Kelima

    اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab latin: Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maa’idatam minas samaa’i takunu lana ‘iidal li’awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam mingka warzuqnaa wa anta khairur raaziqiin.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nisfu Syaban Lengkap Arab, Latin, dan Artinya



    Jakarta

    Doa nisfu Syaban pada dasarnya adalah doa yang diucapkan pada malam hari di pertengahan bulan Syaban, yakni bulan sebelum Ramadhan. Dipercaya menggugurkan dosa.

    Hafidz Muftisany dalam bukunya yang berjudul Ensiklopedia Islam: Mengenal Hujjatul Islam hingga Mengenal Mukimin Jawi menjelaskan bahwa momen khusus di pertengahan bulan Syaban disebut dengan nisfu Syaban.

    Nisfu sendiri artinya adalah pertengahan atau seperdua. Maka, nisfu Syaban dapat diartikan sebagai waktu pertengahan di bulan Syaban.


    Bulan Syaban ini menjadi waktu yang penting bagi sebagian muslim, mengingat inilah bulan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan yang mulia. Oleh karena itu, banyak yang mengamalkan ibadah-ibadah khusus di nisfu Syaban demi menyambut bulan puasa itu.

    Syekh Albani menegaskan bahwa malam nisfu Syaban adalah waktu yang baik sebab Allah SWT mengampuni seluruh makhluk-Nya.

    Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam nisfu Syaban, Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)

    Salah satu ibadah yang banyak digaungkan di antara umat Islam adalah doa. Lantas, bagaimana doa nisfu Syaban yang bisa diamalkan tersebut? Berikut selengkapnya!

    Doa Nisfu Syaban

    Dikutip dari arsip detikHikmah, doa nisfu Syaban ada dua macam, yaitu:

    1. Doa Nisfu Syaban Pertama

    اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ يَاذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ ظَهَرَ اللأَجِينَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَأَمَانَ الخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَى فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمَ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ الهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرَمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ البَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Bacaan latin: Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu ‘alaika ya dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thouli wal in’aam laa ilaaha illaa anta, zhoharul laajiin, wa jaarol mustajiiriin, wa amaanal khoo-ifiin.

    Allaahumma in kunta katabtanii ‘indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan awmahruuman awmathruudan awmuqtarron alayya fir rizqi famhu.

    Allaahumma bifadhlika fii ummil kitaabi syaqoowatii wahirmaanii wathordil walq taaro rizqii wa atsbitnii indaka fii ummil kitaabi sa’iidam marzuuqom muwaffaqal lil khairaat. Fa innaka quita waqoulukal haqqu fii kitaabikal munzali ‘alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa-u wayutsbitu wa’indahuu ummul kitaabi.

    llaahil bittajallil a’zhomi fii lailatin nishfi min syahri sya’baanal mukarromillatii yufraqu fiihaa kullu amrin haklim wayubromu ishrif ‘annii minal balaa-l maa a’lamu wamaa laa a’lamu wa anta allaamu! ghuyuubi birohmatika yaa arhamar raahimiin.
    Washollallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa’alaa aalihil washohbihi wasallam.

    Artinya: “Ya Allah Tuhanku, wahai Yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepadaMu, wahai Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, wahai yang mempunyai kekuasaan dan yang memberi nikmat, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, tempat bernaung bagi orang-orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan.

    Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisiMu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan.

    Ya Allah Tuhanku, berkat karuniaMu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisiMu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapat rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan karena sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitabMu dan firmanMu adalah benar yang diturunkan melalui lisan Nabi yang Engkau utus. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisiNya ada Ummul Kitab.

    Ya Tuhanku, berkat penampilan yang Mahabesar (dari rahmatMu) pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak kuketahui serta yang lebih Kau ketahui (daripadaku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmatMu wahai yang maha penyayang di antara para penyayang.

    Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada jun jungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera (kepada mereka).”

    2. Doa Nisfu Syaban Kedua

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللهُمَّ إِنِّيْ اللَّهُمَّ اِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَ اْلمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَة

    Bacaan latin: Allaahumma innaka ‘afuwwung tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii. Allaahumma innii asalukal ‘afwa wal ‘aafiyata wal mu’aafaataddi imati fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama dan dunia serta akhirat.”

    Tentang Amalan Nisfu Syaban

    Tentang amalan-amalan nisfu Syaban sebagian ulama mengatakan bahwa hal ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW sama sekali. Sehingga termasuk ke dalam ibadah bid’ah yang lebih baik dihindari.

    Hal tersebut sebagaimana disimpulkan oleh Ammi Nur Baits dalam bukunya yang berjudul Kumpulan Artikel Sya’ban dan Ramadhan: Tanya Jawab tentang Bulan Sya’ban dan Ramadhan.

    Bahkan, banyak ulama yang menyimpulkan bahwa hadits-hadits yang menyatakan tentang keutamaan-keutamaan bulan nisfu Syaban adalah hadits dhaif. Termasuk juga hadits yang sudah disebutkan di atas.

    Namun Imam Al-Bani berpendapat bahwa hadits tersebut sahih karena memiliki banyak jalur dan satu sama lain saling menguatkan. Sehingga baik dipakai.

    Meskipun amalan doa nisfu Syaban ini tidak dilandaskan pada hadits sahih Rasulullah SAW tertentu, namun Syekh Muhammad bin Darwisy dalam Kitab Asna Al Mathalib mengatakan tidak ada salahnya bagi muslim untuk mengamalkannya.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com